cover
Contact Name
Henny
Contact Email
henny@fe.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmieb@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
ISSN : 25796224     EISSN : 25796232     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Muara diterbitkan dalam rangka mendukung upaya pemerintah Republik Indonesia, khususnya Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi untuk meningkatkan jumlah publikasi ilmiah di tingkat Nasional. Jurnal Muara ini juga dapat menjadi wadah publikasi bagi para mahasiswa (S1, S2 maupun S3) dan dosen di lingkungan perguruan tinggi.
Arjuna Subject : -
Articles 443 Documents
EMPLOYEE RETENTION IN PHARMACEUTICAL INDUSTRY: ROLE OF LEADERSHIP COMMUNICATION AND TRANSFORMATIONAL LEADERSHIP THROUGH JOB SATISFACTION Yulianti, Felita; Carunia Mulya Firdausy
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/yky3dz20

Abstract

Industri farmasi menghadapi tantangan krusial dalam mempertahankan karyawan dengan keahlian tinggi, di mana kompetensi mereka secara langsung memengaruhi pengembangan produk, kepatuhan terhadap regulasi, serta proses validasi. Karena adanya persyaratan sertifikasi khusus dan keterbatasan alih pengetahuan, tingkat turnover karyawan dapat mengganggu jadwal operasional serta meningkatkan biaya perekrutan dan pelatihan ulang. Di wilayah Jabodetabek, persaingan talenta yang ketat dan tingginya mobilitas tenaga kerja semakin memperbesar risiko tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh komunikasi pemimpin dan kepemimpinan transformasional terhadap retensi karyawan, dengan kepuasan kerja terhadap pemimpin sebagai variabel mediasi. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan melibatkan 155 karyawan industri farmasi di Jabodetabek yang dipilih melalui teknik purposive sampling, dan data dianalisis menggunakan PLS-SEM dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi pemimpin tidak berpengaruh langsung terhadap retensi karyawan, namun memiliki pengaruh tidak langsung yang signifikan melalui kepuasan kerja terhadap pemimpin. Sementara itu, gaya kepemimpinan transformasional memiliki pengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap retensi karyawan, yang mengindikasikan bahwa kepemimpinan yang mampu menginspirasi, memberikan dukungan emosional, dan memotivasi karyawan berkontribusi positif terhadap niat karyawan untuk tetap bertahan dalam organisasi. Selain itu, tingkat kepuasan karyawan terhadap pemimpin berfungsi sebagai jembatan psikologis yang krusial dalam menentukan bagaimana komunikasi pemimpin dan perilaku transformasional diterjemahkan menjadi retensi karyawan yang lebih kuat di sektor farmasi. Oleh karena itu, implikasi penelitian ini menekankan pentingnya bagi perusahaan farmasi untuk meningkatkan kejelasan, empati, dan konsistensi komunikasi para pemimpin, serta menumbuhkan perilaku kepemimpinan transformasional seperti kemampuan menginspirasi, dukungan individual, dan keteladanan sebagai kompetensi inti kepemimpinan guna menjaga stabilitas tenaga kerja di industri yang sangat kompetitif.   The pharmaceutical industry faces a critical challenge in retaining highly skilled employees, whose expertise directly impacts product development, regulatory compliance, and validation processes. Due to specialized certification requirements and limited knowledge transferability, employee turnover can disrupt operational timelines and increase costs for rehiring and retraining. In the Greater Jakarta area (Jabodetabek), intense talent competition and high workforce mobility further amplify this risk. This study examines how leadership communication and transformational leadership influence employee retention, with job satisfaction toward the leader positioned as a mediating variable. A quantitative approach was used, involving 155 pharmaceutical employees in Jabodetabek selected through purposive sampling, and the data were analyzed using PLS-SEM via SmartPLS 4.0. The findings reveal that leader communication does not have a direct effect on employee retention, however, it demonstrates a significant indirect effect through job satisfaction toward the leader. Meanwhile, transformational leadership style has both direct and indirect effects on employee retention, indicating that leadership which inspires, provides emotional support, and motivates employees positively contributes to their intention to remain with the organization. Moreover, employees’ level of satisfaction with their leader functions as a critical psychological bridge that determines how leadership communication and transformational behaviors translate into stronger retention in the pharmaceutical sector. Therefore, the implications point to the need for pharmaceutical companies to improve leaders’ communication clarity, empathy, and consistency, while also cultivating transformational behaviors, such as inspiration, individualized support, and role modeling as core leadership competencies to maintain workforce stability in a highly competitive industry.
Cover JMIEB Vol 9 No 2
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/en84ex97

Abstract

Cover JMIEB Vol 9 No 2
Kata Pengantar JMIEB Vol 9 No 2
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kdw7t964

Abstract

Kata Pengantar JMIEB Vol 9 No 2
Redaksi JMIEB Vol 9 No 2
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/5mbfrn27

Abstract

Redaksi JMIEB Vol 9 No 2
Daftar Isi JMIEB Vol 9 No 2
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/79en9t76

Abstract

Daftar Isi JMIEB Vol 9 No 2
EMPLOYEE PERFORMANCE ANALYSIS IN MICRO, SMALL, AND MEDIUM ENTERPRISES IN NORTH BEKASI Widayati, Nurti; Nilasari, Medina
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/z48j2p89

Abstract

Penelitian ini meneliti mengenai kinerja karyawan pada UMKM yang berlokasi di Bekasi Utara. Obyek penelitian dari penelitian ini adalah UMKM yang berlokasi di Bekasi Utara dengan responden berjumlah 90 orang karyawan berbagai UMKM yang berlokasi di Bekasi Utara. Metode pengambilan sampel adalah menggunakan purposive sampling dengan teknik pengambilan sampel acak sebanyak 90 orang. Kebaruan penelitian ini terletak pada fokusnya terhadap UMKM di Bekasi Utara, yang masih jarang menjadi objek kajian, serta integrasi variabel inovasi sebagai mediator antara OCB, lingkungan kerja, komitmen organisasi, dan kinerja karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa OCB berpengaruh signifikan terhadap kinerja, lingkungan kerja dan komitmen organisasi berpengaruh terhadap inovasi, namun inovasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja maupun memediasi hubungan variabel lainnya. Temuan ini memberikan kontribusi baru secara teoretis dengan menantang asumsi bahwa inovasi selalu menjadi mediator yang signifikan, serta secara praktis membantu UMKM memahami bahwa peningkatan kinerja karyawan lebih efektif dicapai melalui penguatan perilaku OCB dan penciptaan lingkungan kerja yang kondusif. Dengan demikian, penelitian ini dapat menjadi dasar pengembangan strategi manajemen sumber daya manusia bagi UMKM untuk meningkatkan efektivitas kinerja dan daya saing organisasi.   This study examines employee performance in MSMEs located in North Bekasi. The research object of this study is MSMEs located in North Bekasi with respondents totaling 90 employees of various MSMEs located in North Bekasi. The sampling method uses purposive sampling with a random sampling technique of 90 people. The novelty of this study lies in its focus on MSMEs in North Bekasi, which is still rarely studied, and the integration of innovation variables as a mediator between OCB, work environment, organizational commitment, and employee performance. The results show that OCB has a significant effect on performance, work environment and organizational commitment have an effect on innovation, but innovation does not have a significant effect on performance or mediate the relationship between other variables. These findings provide a new theoretical contribution by challenging the assumption that innovation is always a significant mediator, and practically help MSMEs understand that improving employee performance is more effectively achieved through strengthening OCB behavior and creating a conducive work environment. Thus, this study can be the basis for developing human resource management strategies for MSMEs to improve the effectiveness of organizational performance and competitiveness.
DETERMINANTS OF BLOCKCHAIN ADOPTION INTENTION AMONG TECHNOPRENEURIAL SMEs IN INDONESIA Jerico, Hernando; Soelaiman, Lydiawati; Pamungkas, Ary Satria
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ttvdmg80

Abstract

Blockchain semakin diakui sebagai pendorong utama transformasi digital dan sumber keunggulan kompetitif bagi pelaku usaha modern. Namun, tingkat adopsi Blockchain di Indonesia masih rendah akibat keterbatasan literasi digital, infrastruktur yang belum memadai dan kurangnya dukungan ekosistem teknologi. Meskipun demikian, teknologi ini memiliki potensi besar dalam meningkatkan efisiensi, transparansi, dan perlindungan data, yang sangat menguntungkan bagi para pelaku usaha berbasis teknologi. Tujuan dari penelitian adalah mengkaji pengaruh ekspektasi kinerja, ekspektasi usaha, pengaruh sosial, dan kondisi pendukung terhadap niat UMKM technopreneur di Jakarta mengadopsi teknologi blockchain. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan melibatkan 98 responden yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui survei daring terstruktur dan dianalisis menggunakan PLS-SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat konstruk yang diuji berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat adopsi blockchain. Temuan ini memperkuat relevansi model UTAUT dalam konteks UMKM technopreneur di negara berkembang, sekaligus memberikan implikasi praktis bagi pembuat kebijakan dan penyedia teknologi dalam membangun ekosistem digital yang inklusif untuk memperkuat kinerja operasional dan daya saing UMKM di Indonesia.   Blockchain has increasingly been recognized as a key driver of digital transformation and a source of competitive advantage for modern businesses. However, the adoption rate of blockchain in Indonesia remains relatively low due to limited digital literacy, inadequate infrastructure, and insufficient technological ecosystem support. Despite these challenges, blockchain technology holds great potential to enhance efficiency, transparency, and data security that offering significant benefits for technology-based enterprises. This study aims to examine the influence of performance expectancy, effort expectancy, social influence, and facilitating conditions on the intention among technopreneurial MSMEs in Jakarta to adopt blockchain. A quantitative approach was employed, involving 98 purposively selected respondents. Data were collected through a structured online survey and analyzed using PLS-SEM. The findings reveal that all four constructs have a positive and significant effect on the behavioral intention to adopt blockchain technology. These results reinforce the applicability of the UTAUT model in the context of technopreneurial MSMEs in developing countries. Furthermore, the study provides practical implications for policymakers and technology providers to foster an inclusive digital ecosystem that supports innovation and adoption for enhancing the operational performance and competitiveness of Indonesian MSMEs in the digital era.
EMPLOYEE RETENTION IN PHARMACEUTICAL INDUSTRY: ROLE OF LEADERSHIP COMMUNICATION AND TRANSFORMATIONAL LEADERSHIP THROUGH JOB SATISFACTION Yulianti, Felita; Carunia Mulya Firdausy
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/yky3dz20

Abstract

Industri farmasi menghadapi tantangan krusial dalam mempertahankan karyawan dengan keahlian tinggi, di mana kompetensi mereka secara langsung memengaruhi pengembangan produk, kepatuhan terhadap regulasi, serta proses validasi. Karena adanya persyaratan sertifikasi khusus dan keterbatasan alih pengetahuan, tingkat turnover karyawan dapat mengganggu jadwal operasional serta meningkatkan biaya perekrutan dan pelatihan ulang. Di wilayah Jabodetabek, persaingan talenta yang ketat dan tingginya mobilitas tenaga kerja semakin memperbesar risiko tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh komunikasi pemimpin dan kepemimpinan transformasional terhadap retensi karyawan, dengan kepuasan kerja terhadap pemimpin sebagai variabel mediasi. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan melibatkan 155 karyawan industri farmasi di Jabodetabek yang dipilih melalui teknik purposive sampling, dan data dianalisis menggunakan PLS-SEM dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi pemimpin tidak berpengaruh langsung terhadap retensi karyawan, namun memiliki pengaruh tidak langsung yang signifikan melalui kepuasan kerja terhadap pemimpin. Sementara itu, gaya kepemimpinan transformasional memiliki pengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap retensi karyawan, yang mengindikasikan bahwa kepemimpinan yang mampu menginspirasi, memberikan dukungan emosional, dan memotivasi karyawan berkontribusi positif terhadap niat karyawan untuk tetap bertahan dalam organisasi. Selain itu, tingkat kepuasan karyawan terhadap pemimpin berfungsi sebagai jembatan psikologis yang krusial dalam menentukan bagaimana komunikasi pemimpin dan perilaku transformasional diterjemahkan menjadi retensi karyawan yang lebih kuat di sektor farmasi. Oleh karena itu, implikasi penelitian ini menekankan pentingnya bagi perusahaan farmasi untuk meningkatkan kejelasan, empati, dan konsistensi komunikasi para pemimpin, serta menumbuhkan perilaku kepemimpinan transformasional seperti kemampuan menginspirasi, dukungan individual, dan keteladanan sebagai kompetensi inti kepemimpinan guna menjaga stabilitas tenaga kerja di industri yang sangat kompetitif.   The pharmaceutical industry faces a critical challenge in retaining highly skilled employees, whose expertise directly impacts product development, regulatory compliance, and validation processes. Due to specialized certification requirements and limited knowledge transferability, employee turnover can disrupt operational timelines and increase costs for rehiring and retraining. In the Greater Jakarta area (Jabodetabek), intense talent competition and high workforce mobility further amplify this risk. This study examines how leadership communication and transformational leadership influence employee retention, with job satisfaction toward the leader positioned as a mediating variable. A quantitative approach was used, involving 155 pharmaceutical employees in Jabodetabek selected through purposive sampling, and the data were analyzed using PLS-SEM via SmartPLS 4.0. The findings reveal that leader communication does not have a direct effect on employee retention, however, it demonstrates a significant indirect effect through job satisfaction toward the leader. Meanwhile, transformational leadership style has both direct and indirect effects on employee retention, indicating that leadership which inspires, provides emotional support, and motivates employees positively contributes to their intention to remain with the organization. Moreover, employees’ level of satisfaction with their leader functions as a critical psychological bridge that determines how leadership communication and transformational behaviors translate into stronger retention in the pharmaceutical sector. Therefore, the implications point to the need for pharmaceutical companies to improve leaders’ communication clarity, empathy, and consistency, while also cultivating transformational behaviors, such as inspiration, individualized support, and role modeling as core leadership competencies to maintain workforce stability in a highly competitive industry.
LINKING SERVICE QUALITY TO PATIENT LOYALTY THROUGH PATIENT SATISFACTION IN AN INDEPENDENT MEDICAL PRACTICE Amadea, Stephanie; Cokki
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/022cjy94

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji peran kualitas layanan dalam mempengaruhi loyalitas pasien di praktik medis independen di Tangerang, Indonesia, melalui variabel mediasi yaitu kepuasan pasien. Meskipun sebagian besar penelitian sebelumnya mengenai kualitas layanan dan loyalitas berfokus pada pengaturan perawatan kesehatan rumah sakit atau institusional, penelitian dalam praktik medis independen masih relatif terbatas, khususnya dalam interaksi yang berpusat pada dokter di mana konsultasi pribadi adalah pertemuan layanan utama. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif cross-sectional dengan pengambilan sampel berurutan, dan menganalisis 180 jawaban yang dikumpulkan melalui Google Forms online. Analisis data dilakukan melalui Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) menggunakan perangkat lunak SmartPLS 4 untuk menguji efek langsung dan mediasi antar variabel. Hasil menunjukkan bahwa kualitas layanan secara positif dan signifikan mempengaruhi kepuasan pasien dan loyalitas pasien, dengan kepuasan pasien bertindak sebagai variabel mediasi dalam hubungan ini. Di antara lima dimensi kualitas layanan, empati diidentifikasi sebagai komponen yang paling signifikan, menunjukkan bahwa komunikasi pribadi dan interaksi interpersonal sangat penting dalam layanan medis independen. Temuan ini berkontribusi pada perluasan teori kualitas layanan dalam konteks perawatan kesehatan yang berpusat pada dokter dan menawarkan implikasi praktis bagi praktisi independen untuk memprioritaskan dimensi relasional dan empatik dalam mengembangkan strategi yang berpusat pada pasien.   The aim of this study is to examine the role of service quality in influencing patient loyalty at an independent medical practice in Tangerang, Indonesia, through a mediating variable that is patient satisfaction. While most previous studies concerning service quality and loyalty have focused on hospital or institutional healthcare settings, research within independent medical practice remains relatively limited, particularly in physician-centered interactions where personal consultation is the primary service encounter.  This study used a quantitative cross sectional design with consecutive sampling, and analyzed 180 responses collected through an online Google Forms. The analysis of the data was conducted through Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) utilizing SmartPLS 4 software to test the direct and mediating effects between the variables. The results indicate that service quality positively and significantly impacts both patient satisfaction and patient loyalty, with patient satisfaction acting as a mediating variable in this association. Among the five dimensions of service quality, empathy was identified as the most significant component, suggesting that personal communication and interpersonal interaction are central in independent medical services. These findings contribute to extending service quality theory within physician-centered healthcare contexts and offer practical implications for independent practitioners to prioritize relational and empathetic dimensions in developing patient-centered strategies.
Daftar Isi JMIEB Vol 9 No 2 jurnal, admin
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/79en9t76

Abstract

Daftar Isi JMIEB Vol 9 No 2