cover
Contact Name
Sunu Bagaskara
Contact Email
sunu.bagaskara@yarsi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
melok.roro@yarsi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Journal Psikogenesis
  • Jurnal-Online-Psikogenesis
  • Website
Published by Universitas Yarsi
ISSN : 23033177     EISSN : 25977547     DOI : -
Jurnal Psikogenesis is a semiannualy publication produced by Fakultas Psikologi Universitas YARSI since 2012 (e-ISSN: 2597-7547, p-ISSN: 2303-3177). The journal reflects the wide application of all aspects of psychology related to health. It also addresses the social contexts in which psychological and health processes are embedded. The main emphasis of the journal is on original research, theoretical review papers, meta-analyses, and applied studies.
Arjuna Subject : -
Articles 192 Documents
Hubungan antara Pengembangan Karir dengan Employee Engagement Fatwa Tentama; Ulfa Ermawati
Jurnal Online Psikogenesis Vol 9, No 2 (2021): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v9i2.1670

Abstract

Berkaitan dengan persaingan bisnis, peran employee engagement sangat menentukan tercapainya kesuksesan organisasi. Setiap organisasi sangat bergantung pada keterlibatan tenaga kerjanya. Literatur ini bertujuan untuk mengetahui peran yang dihasilkan dari pengembangan karir terhadap employee engagement. Partisipan dalam dalam penelitian ini melibatkan karyawan PT Telkom Indonesia area Yogyakarta sejumlah 90 orang yang diperoleh dengan teknik quota sampling. Skala model Likert sebagai instrumen utama pengumpulan data empirik, yang terdiri dari skala employee engagement dan skala pengembangan karir. Data empirik di analisis dengan teknik korelasi product moment menggunakan bantuan SPSS V.21. Temuan yang dihasilkan dari literatur ini adalah adanya hubungan yang sangat signifikan antara pengembangan karir dengan employee engagement. Koefisien korelasi (r) yang diperoleh dari hubungan tersebut sebesar 0,548 dengan taraf signifikansi (p) sebesar 0,000 (p0,01). Literatur ini memberi bukti bahwa tinggi rendahnya keterlibatan dapat diprediksi oleh penyediaan fasilitas pengembangan karir di organisasi. 
Be Achievement Oriented, Be Resilient: Studi tentang Achievement Goal Oriented dan Resiliensi Akademik pada Mahasiswa Uke Widya Ningtyas; Dewi Kumalasari
Jurnal Online Psikogenesis Vol 9, No 2 (2021): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v9i2.1956

Abstract

Mahasiswa perlu memiliki resiliensi akademik sebagai upaya ketahanan untuk mengatasi situsi sulit dalam bidang akademik dan dapat meningkatkan keberhasilan dilihat dari respon adaptif individu dalam aspek kognitif, afektif, dan konatif. Salah satu variabel yang berkaitan dengan resiliensi akademik yaitu, achievement goal orientations untuk mencapai tujuan di bidang akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara achievement goal orientations dan resiliensi akademik pada mahasiswa. Metode penelitian ini kuantitatif dengan teknik accidental sampling dengan karakteristik partisipan sebagai mahasiswa aktif S1 yang sedang menjalani pendidikan di Indonesia dan penyebaran kuesioner penelitian menggunakan google form online. Jumlah partisipan dalam penelitian ini 179 orang mahasiswa aktif. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Achievement Goal Questionnaire Revised (AGQ-R) untuk mengukur goal orientation dan ARS-Indonesia untuk mengukur resiliensi akademik. Hasil penelitian menggunakan teknik uji korelasi spearman rank menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara resiliensi akademik dan dimensi-dimensi pada achievement goal orientations yaitu, mastery approach, performance approach, performance avoidance. Semakin tinggi achievement goal orientations pada dimensi mastery approach, performance approach dan performance avoidance maka, semakin tinggi resiliensi akademik pada diri individu tersebut.
Peran Mindfulness terhadap Relasi Perceived stress dan Kesejahteraan Psikologis Pada Mahasiswa Verlandia Saraswati; I Rai Hardika; Diah Widiawati Retnoningtias
Jurnal Online Psikogenesis Vol 10, No 1 (2022): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v10i1.2081

Abstract

Mahasiswa berada pada tahap masa transisi dan penting untuk mencapai kesejahteraan psikologis yang optimal, namun terdapat mahasiswa yang merasakan stress dan berdampak pada kesejahteraan psikologisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran variabel mindfulness sebagai mediator relasi perceived stress dan kesejahteraan psikologis pada mahasiswa Universitas Dhyana Pura, Badung, Bali. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa Universitas Dhyana Pura dan sampel penelitian sebesar 333 mahasiswa Universitas Dhyana Pura. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala kesejahteraan psikologis yang diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia oleh Engger (2015), perceived stress scale milik Cohen, Kamarck, Mermelstein (1983), dan five facet mindfulness questionnaire-15 dari Baer, Smith, Lykins, Button, Krietemeyer, Sauer, Walsh, Duggan, Williams (2008). Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi mediasi Hayes dengan Macro Process. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mindfulness berperan sebagai variabel mediator parsial dalam hubungan antara perceived stress dan kesejahteraan psikologis. Dengan demikian, mahasiswa penting untuk mengembangkan mindfulnessnya agar dapat mereduksi stress dan menjaga kesejahteraan psikologis.
Resilience and Religious Coping as Moderators in The Interaction of Trait Anxiety and Pain Catastrophizing Afini Wirasenjaya; Sali Rahadi Asih
Jurnal Online Psikogenesis Vol 10, No 1 (2022): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v10i1.2848

Abstract

Chronic pain in young adults can affect daily activity ranging from interfering with work productivity, restricting social life, intruding on developmental tasks, lessening the quality of life, to triggering psychological disorders. This condition can be worse if individuals with chronic pain have anxiety issue that makes them engage in pain catastrophizing, i.e., thinking about the pain fatally. In discussing chronic pain, previous studies sought the negative factors around pain experience. Nowadays, professionals pay more attention to the positive factor, like resilience (ability to bounce back). Besides, when dealing with negative life events, Indonesian also tend to implement religious culture, values, and practices. In this study, the author examines the role of resilience and religious coping as moderators in the interaction of trait anxiety and pain catastrophizing. A total of 275 individuals with chronic pain aged 18-35 participated in this study. Participants informed their consent and filled out a set of questionnaires that described their pain experiences. The regression analysis results show that positive religious coping has a moderating role in the interaction of trait anxiety and pain catastrophizing. Having a good connection with God or a higher being, as well as others and oneself, can help chronic pain patients deal with their pain. From this finding, professionals can consider positive religious coping an intervention target when helping chronic pain patients.
Korelasi Antara Growth Mindset, Social Support, dan Subjective Well-Being Aryan Muhaimin Saputra; Irwan Nuryana Kurniawan
Jurnal Online Psikogenesis Vol 10, No 1 (2022): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v10i1.2086

Abstract

Data menunjukkan dampak pandemi COVID-19 terhadap peningkatan pemasalahan kesehatan mental di masyarakat. Terdapat tiga skala yang dibagikan ke masyarakat di Makassar, Maros, dan Gowa yaitu subjective well-being, growth mindset, dan social support. Subjective well-being merupakan evaluasi kognitif dan afeksi yang memiliki korelasi dengan kesehatan mental seseorang. Growth mindset dan social support diukur untuk mengetahui seberapa besar kemampuannya dalam memprediksi subjective well-being . Hasil regresi berganda menunjukkan hanya social support yang dapat memprediksi subjective well-being secara signifikan (F=0,559, P0,001) dengan sumbangan efektif sebesar 31,2 %. Walaupun demikian, hasil regresi berganda berdasarkan aspek menunjukkan terdapat dua aspek dari growth mindset yang dapat memprediksi subjective well-being yaitu challenge dan adversity, dan dua aspek dari social support yaitu significant person dan family.
Resiliensi Orang Tua yang Memiliki Anak dengan Penyakit Kronis: Pengaruh Dukungan Sosial, Religiositas dan Faktor Demografi Neneng Tati Sumiati; Dhea Hayatin Nufus; Rena Latifa
Jurnal Online Psikogenesis Vol 10, No 1 (2022): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v10i1.2849

Abstract

Orang tua yang memiliki anak dengan penyakit kronis mengalami kelelahan secara fisik, stress, frustrasi dan depresi. Di sisi lain, kondisi mental yang sehat dan stabil, atau secara spesifik daya lenting (resiliensi) sangat diperlukan dalam mendampingi proses pengobatan penyakit yang diderita anaknya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh dukungan sosial (emosi, instrumental, mencari dan membutuhkan dukungan), religiositas (belief, practice, feeling, knowledge dan effect) serta faktor demografi (usia anak, masa pengobatan, jenis penyakit, tingkat pendidikan dan pekerjaan orang tua) terhadap resiliensi orang tua yang memiliki anak dengan penyakit kronis. Teknik pengambilan sampel menggunakan nonprobability sampling jenis purposive sampling. Terdapat 160 orang tua yang berdomisili di Jabodetabek menjadi partisipan penelitian ini. Alat ukur yang digunakan yakni: Resilience Quetiont (RQ) Test, Berlin Social Support Scale (BSSS) dan skala religiositas yang mengacu pada teori Glock and Stark. Validitas instrumen penelitian dilakukan dengan menggunakan confirmatory factor analysis (CFA). Analisis data menggunakan Teknik analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan social dan religiositas berkontribusi secara signifikan terhadap resiliensi orang tua (r2=60.2%, p.001). Faktor-faktor yang berpengaruh secara signifikan adalah dimensi emosi (b=.865, p.001) dan mencari dukungan sosial (b=.485, p=.0110.05), dimensi practice (b=.333, p=.034) dan feeling religiosity (b=.921, p.001). Sementara dari variabel demografi diketahui jenis penyakit (b=.485, p=.006) dan pekerjaan orang tua (b=-.540, p=.041) berpengaruh signifikan terhadap resiliensi orang tua. Impilikasinya disarankan untuk memberikan dukungan emosi pada orang tua yang memiliki anak dengan penyakit kronis dan orang tua disarankan untuk meningkatkan level religiositasnya.
Meta Analisis Korelasi Antara Depresi dan Kualitas Hidup Marcel Aurelius Wirahadi Prasadhana; Ananta Yudiarso
Jurnal Online Psikogenesis Vol 10, No 1 (2022): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v10i1.2336

Abstract

Kualitas hidup merupakan hal yang harus diperhatikan pada tiap individu. Beberapa faktor negatif dari rendahnya kualitas hidup adalah terganggunya kesehatan mental. Kesehatan mental yang terganggu, salah satunya dapat menyebabkan depresi. Penelitian ini memiliki tujuan mengetahui hubungan dari depresi dan kualitas hidup menggunakan metode penelitian meta analisis. Penelitian meta analisis ini menggunakan 14 literatur (2017 - 2021) dengan total n = 3.952. Berdasarkan hasil dari analisa meta analisis dapat diketahui bahwa adanya effect size korelasi antara depresi dan kualitas hidup yang digolongkan ke dalam medium effect size ( r = 0,462, p = 0,0001, 95% CI = -0,7227 - -0,2023).
Gagal “Move On”: Peran Ruminasi pada Kesepian dengan Kesejahteraan Psikologis dimasa Perceraian Yuli Fitria Fitria; Della Yustiana Nirly
Jurnal Online Psikogenesis Vol 10, No 1 (2022): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v10i1.2857

Abstract

 Selama pandemi beberapa negara melaporkan kasus perceraian mengalami peningkatan, demikian pula yang terjadi di Indonesia. Kasus perceraian menyisakan luka bathin yang bersifat traumatis pada setiap individu yang mengalaminya. Mirisnya kecenderungan mengingat terus menerus kenangan di masa menjalani rumah tangga dapat mengarah kepada ruminasi, yang mana semakin menghambat untuk bangkit dari keterpurukan sehingga diduga menjadi penyebab kesepian dan menurunnya kesejahteraan psikologis individu dimasa perceraian. Tujuan penelitian ini untuk mengungkap peran ruminasi pada hubungan antara kesepian dan kesejahteran psikologis. Jenis penelitian kuantitatif korelasi dengan variabel mediator. Subjek penelitian masyarakat Kabupaten Banyuwangi dengan status dalam proses perceraian berjumlah 136 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive random sampling. Alat ukur yang digunakan skala ruminasi (ruminasi scale), skala kesepian (Lonnely  Scale) dan skala Kesejahteraan psikologis (SWB Scale). Analisis menggunakan metode analisis jalur (Path Analysis). Hasil penelitian diantaranya:1). Terdapat hubungan langsung positif signifikan antara ruminasi dengan kesepian, 2). Ada hubungan langsung negatif sangat signifikan antara kesepian  dengan kesejateraan psikologis, 3). Ada hubungan tidak langsung positif signifikan antara kesepian dengan kesejahteraan psikologis melalui ruminasi. Artinya semakin tinggi ruminasi kecenderungan mengalami kesepian akan semakin besar, dan semakin besar rasa kesepian maka akan di ikuti menurunya kesejahteraan psikologis, kemudian ruminasi mampu memediasi dan semakin menurunkan kesejahteran psikologis. Implikasi penelitian ini, ruminasi memiliki dampak negatif secara psikologis yang dapat menyebabkan kesejahteraan psikologis menurun. Pentingnya analisis secara mendalam tentang ruminasi menjadi bagian kajian pada bidang psikologi kesehatan, hal ini guna  menemukan cara mereduksi ruminasi sebagai upaya derajat meningkatkan kesejahteraan psikologis. 
Dari Keyakinan Menjadi Intensi: Protokol Kesehatan dalam Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Nurlaela Widyarini; Asiva Salma
Jurnal Online Psikogenesis Vol 10, No 1 (2022): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v10i1.2675

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi intensi mahasiswa dalam melaksanakan protocol kesehatan selama pembelajaran tatap muka.  Penelitian ini terdiri dari 2 tahap yang disusun berdasarkan Theory of Planned Behavior (TPB) dan melibatkan sampel secara convenience.  Tahap pertama (tahap elisitasi keyakinan) menggunakan desain penelitian kualitatif pada 15 partisipan (rerata usia 21,9 tahun; SD= 1,98) dan bertujuan mengungkap keyakinan tentang manfaat melaksanakan protokol kesehatan, pihak-pihak yang memengaruhi partisipan dan kemampuan kendali dalam melaksanakan protokol kesehatan. Tahap kedua merupakan penelitian kuantitatif. Peneliti menggunakan 4 skala (Skala Sikap, Norma Subjektif, Kendali yang dipersepsikan dan Intensi) yang diberikan kepada 148 mahasiswa (rerata usia 20,5 tahun; SD=1,35) dan bertujuan untuk mengetahui pengaruh sikap, norma subjektif dan kendali perilaku terhadap intensi untuk melaksanakan protokol kesehatan pada pembelajaran tatap muka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap, norma subjektif dan kendali perilaku merupakan prediktor yang kuat dalam menentukan intensi untuk melaksanakan protokol kesehatan pada pembelajaran tatap muka. Faktor kendali perilaku memberikan kontribusi terbesar dibandingkan dengan sikap dan norma subjektif. Implikasi teoritis dan praktis penelitian ini terkait dengan proses yang kompleks dan dinamis pada perilaku sehat selama masa pandemi.
Peran Perencanaan Karir terhadap Work Readiness pada Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Fatwa Tentama; Mukti Bima Heryasa
Jurnal Online Psikogenesis Vol 10, No 1 (2022): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v10i1.1582

Abstract

Work readiness berperan penting bagi individu agar dapat memperoleh, menjaga dan melakukan pekerjaan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran perencanaan karir terhadap work readiness. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII SMK Muhammadiyah 1 Yogyakarta yang berjumlah 190 siswa. Sampel pada penelitian ini sebanyak 50 siswa yang diperoleh melalui teknik cluster random sampling. Instrument pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan skala work readiness dan skala perencanaan karir. Data penelitian dianalisis dengan teknik korelasi product moment melalui bantuan software SPSS V.19. Hasil analisis data menunjukkan bahwa perencanaan karir memiliki hubungan positif dengan work readiness. Nilai r yang dihasilkan sebesar 0,297 dengan taraf Sig. 0,036. Sehingga dapat disimpulkan bahwa perencanaan karir sebagai faktor internal mampu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap work readiness. Artinya faktor yang bersumber dari dalam diri cukup mampu mempengaruhi work readiness.