cover
Contact Name
Sunu Bagaskara
Contact Email
sunu.bagaskara@yarsi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
melok.roro@yarsi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Journal Psikogenesis
  • Jurnal-Online-Psikogenesis
  • Website
Published by Universitas Yarsi
ISSN : 23033177     EISSN : 25977547     DOI : -
Jurnal Psikogenesis is a semiannualy publication produced by Fakultas Psikologi Universitas YARSI since 2012 (e-ISSN: 2597-7547, p-ISSN: 2303-3177). The journal reflects the wide application of all aspects of psychology related to health. It also addresses the social contexts in which psychological and health processes are embedded. The main emphasis of the journal is on original research, theoretical review papers, meta-analyses, and applied studies.
Arjuna Subject : -
Articles 192 Documents
Pengaruh Self-Enhancement dan Authenticity terhadap Prediksi Diri Masa Depan Amalia Adhandayani; Bagus Takwin
Jurnal Online Psikogenesis Vol 6, No 1 (2018): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.174 KB) | DOI: 10.24854/jps.v6i1.637

Abstract

Future predictions are meaningful for human life. This study aims to examine the effect of self-enhancement on the individual and authentic or unauthentic experiences that individuals have for predicting the future of their lives. In addition, this study is expected to enrich the literature on self-enhancement in Indonesia. This research using experimental method with design of random assignment 2 (self-enhancement: high vs low) x 2 (authenticity: authentic vs. not authentic) and between subjects. 120 participants were included in this study. ANOVA factorial analysis technique was used to see the differences in between tested groups. The results show that people with high self-enhancement have better results in future predictions than people with low self-enhancement. With a distant psychological distance, individuals will be more likely to have more positive predictions of the future, so the high or low level of one's self-enhancement does not impact the future scenario they make. Regardless of authentic or inauthentic experience, the results of this study show that most participants present their future picture optimistically.Furthermore, it is expected in subsequent research to increase the number of participants so that the experimental results can be analyzed more optimally.
GAMBARAN ASPEK KOGNITIF DAN KEPRIBADIAN PASIEN MYASTHENIA GRAVIS (Studi Dilakukan di Jabodetabek dan Jawa Timur) Ghea Amalia Arpandy; Magdalena S. Halim
Jurnal Online Psikogenesis Vol 2, No 1 (2013): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.395 KB) | DOI: 10.24854/jps.v2i1.41

Abstract

Abstract.Myasthenia Gravis (MG) is an autoimun disease which weakening the muscle of body. MG can limit one's activity of daily living causing a variety of cognitive and psychological dysfunction such as socializing, working, learning etc. The symptoms are suspected influencing memory, processing speed, and communication, seen from cognitive aspect. How a patient deals with a stressful situation is also an important factor because it can trigger the onset of MG symptoms. One way to find out about these is to look at the cognitive aspect dan personality of the patient. By knowing the symptoms, patient can aware and have a better quality of life. This research is using quantitative approach and convenience sampling technique. Participants are 30 patients from members of the Indonesian Myasthenia Gravis Foundation, with the severity of level I and II.Myasthenia Gravis Questionnaire (MGQ), NEO FFI and (WAIS IV) are used as measuring tools. Result on cognitive aspects shows that MG patients have low capability on verbal comprehension, visual motoric, memory, attention and fast thinking process, while other capabilities are on the average. While the personality profiling of MG patients shows average level of neuroticism, extraversion, openness, agreeableness and conscientiousness. Based on these two aspects described, obstacles faced are motoric ability, memory and communication. Nevertheless, their functioning personality character can be a tool in facing obstacles and maintaining their quality of life.Keywords : Cognitive Aspect, Personality Aspect, Myasthenia Gravis Patient.Abstrak.Myasthenia Gravis (MG) adalah salah satu penyakit autoimun yang menyerang otot pada sebagian tubuh atau seluruh tubuh. dapat mengakibatkan keterbatasan dalam melakukan kegiatan sehari-hari sehingga dapat menyebabkan berbagai masalah kognitif dan psikologis seperti masalah sosialisasi, bekerja, belajar, dan lainnya. Gejala penyakit MG diduga akan mempengaruhi daya ingat, kecepatan, atensi, proses berpikir, komunikasi dari pasien MG yang dapat dilihat dari aspek kognitif. Selain itu, cara menghadapi situasi menekan juga menjadi hal yang penting untuk diketahui karena mampu memicu gejala penyakit MG. Salah satu cara mengetahui dua hal tersebut adalah dengan melihat aspek kognitif dan kepribadian dari pasien MG. Dengan mengetahui hal tersebut, diharapkan pasien MG menjadi sadar dan dapat memiliki kualitas hidup yang baik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan teknik sampling convenience. Partisipan penelitian berjumlah 30 orang pasien MG dari anggota Yayasan Myasthenia Gravis Indonesia (YMGI) dengan kriteria tingkat keparahan level I dan II. Alat ukur yang digunakan adalah Myasthenia Gravis Questionaire (MGQ), NEO FFI, dan WAIS IV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek kognitif pasien MG memiliki hasil rendah dalam verbal comprehension, kemampuan visual motorik, daya ingat, atensi dan proses berpikir cepat, sedangkan aspek lainnya masih tergolong rata-rata.Sedangkan profil kepribadian pasien MG menunjukkan tingkat neuroticism, extraversion, openness, agreeableness, dan constientiousness dalam taraf rata-rata. Berdasarkan gambaran hasil dari kedua aspek ini, hal-hal yang menjadi kendala adalah kemampuan motorik, daya ingat, dan komunikasi. Namun, karakter kepribadian yang secara umum berfungsi dengan cukup baik diperkirakan dapat menjadi ‘modal penting’ untuk bisa mengatasi permasalahan dengan cukup baik dan pada akhirnya diharapkan dapat membuat kualitas hidup tidak memburuk.Kata Kunci : Aspek Kognitif, Aspek Kepribadian, Pasien Myasthenia Gravis.
Meningkatkan Kepuasan Perkawinan Melalui Aktivitas Menghitung Kebaikan Ratih Andrini; Imelda Ika Dian Oriza; Made Cynthia Agrita Putri Rizwari; Mustika Nur Rafidasari
Jurnal Online Psikogenesis Vol 6, No 2 (2018): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v6i2.698

Abstract

Ketidakpuasan dalam perkawinan tidak hanya berdampak pada hubungan perkawinan, tetapi juga pada diri individu, seperti menurunnya kesehatan psikologis dan peningkatan stres psikologis dan kecenderungan depresi. Tujuan dari penelitian ini adalah menguji efektivitas aktivitas menghitung kebaikan dalam meningkatkan kepuasan perkawinan. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 62 orang yang terbagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen diminta untuk melaporkan kebaikan yang ia lakukan kepada pasangannya selama 7 hari berturut-turut. Kepuasan perkawinan partisipan diukur sebanyak 2 kali (pre-test dan post-test), dengan menggunakan Enrich Marital Satisfaction (EMS) yang sudah diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan tingkat kepuasan perkawinan yang signifikan antara kelompok yang melakukan aktivitas menghitung kebaikan dan yang tidak melakukan aktivitas menghitung kebaikan. Akan tetapi, partisipan pada kelompok eksperimen menunjukkan tingkat kepuasan perkawinan yang meningkat sesudah melakukan aktivitas menghitung kebaikan, walaupun tidak signifikan.
GAMBARAN KEBERMAKNAAN HIDUP ORANG DENGAN HIV/AIDS (ODHA) SERTA TINJAUANNYA MENURUT ISLAM Riri Fitria Burhan; Endang Fourianalistyawati; Zuhroni Zuhroni
Jurnal Online Psikogenesis Vol 2, No 2 (2014): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.282 KB) | DOI: 10.24854/jps.v2i2.46

Abstract

Abstract:HIV (Human Immuno Deficiency Virus) is a virus that attacks the human immune system and then causes AIDS. AIDS is a collection of disease caused by the HIV virus that damages the human immune system, making the body vulnerable to other diseases that can be fatal. The meaning of life is a process of finding a very important and meaningful to the individual. The process of finding the meaning of life and the search is performed and experienced by each person, and it will be different because basically man is a unique individual. The purpose of this study was described the meaningfulness of life in people who is living with HIV/AIDS. This study was used a qualitative approach, with the case study method, and the method of data collection by observation and interviews, as well as triangulation of data by providing a questionnaire to the research subjects. Interview techniques used in-depth interviews using an interview guide. Triangulation technique was conducted to test the credibility of the data by examining the same source with different techniques, one of them with a questionnaire ( Sugiyono, 2012). The results of this study indicated that the three subjects of the study had the meaningfulness of life, their sense of life were based on the changes before being diagnosed and after being diagnosed, as well as the achievement of hope and purpose in life. The results of this study showed that the parenting style of parents influence the risky behavior in children. In addition, social support and information that held by people living with HIV also affected their meaning of life.Keywords : HIV/AIDS, people living with HIV, The meaningfulness of lifeAbstrak:HIV (Human Immuno Deficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dan kemudian menimbulkan AIDS. AIDS merupakan kumpulan penyakit yang disebabkan oleh virus HIV yang merusak sistem kekebalan tubuh manusia, sehingga tubuh mudah diserang penyakit-penyakit lain yang dapat berakibat fatal. Makna hidup merupakan suatu proses dalam menemukan suatu yang sangat penting dan berarti bagi individu. Proses menemukan dan pencarian makna hidup yang dilakukan dan dialami pada tiap orang akan berbeda-beda karena pada dasarnya manusia merupakan individu yang unik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kebermaknaan hidup pada Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, dan metode pengumpulan data dengan cara observasi dan wawancara, serta triangulasi data dengan memberikan kuesioner kepada subjek penelitian. Teknik wawancara yang digunakan yaitu wawancara mendalam dengan menggunakan pedoman wawancara. Teknik triangulasi dilakukan untuk menguji kredibilitas dengan cara memeriksa data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda, salah satunya dengan kuesioner (Sugiyono, 2012). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketiga subjek penelitian memiliki kebermaknaan hidup, dengan memaknai hidup berdasarkan perubahan antara sebelum didiagnosa dan setelah didiagnosa, serta pencapaian akan harapan dan tujuan hidup. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh pola asuh orang tua terhadap perilaku berisiko pada anak. Selain itu, dukungan sosial serta informasi yang dimiliki oleh ODHA juga berpengaruh terhadap pemaknaan hidup ODHA.Kata kunci: HIV/AIDS, ODHA, Kebermaknaan hidup
Modifikasi, Validitas, dan Reliabiltas Alat Ukur Pemikiran Karier Untuk Remaja Lucky Wibowo; William Gunawan
Jurnal Online Psikogenesis Vol 4, No 2 (2016): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v4i2.346

Abstract

Berdasarkan pendekatan pemrosesan informasi kognitif, ada tiga komponen dasar yang mempengaruhi pengambilan keputusan karier seseorang, antara lain knowledge domain, decision making skills domain, dan executive processing domain. Ketiga komponen ini digunakan untuk mengenali kesalahan berpikir dalam pengambilan keputusan karier, dan dioperasionalisasikan alat ukur inventori pemikiran karier. Tujuan penelitian ini adalah untuk memodifikasi dan menguji validitas dan reliabilitas inventori pemikiran karier. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa alat ukur ini valifd dan reliabel tetapi memiliki beberapa kelemahan dalam penyususnan item. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif non-eksperimen dengan menggunakan sampel  462 remaja. Hasil penelitian menunjukkan 42 dari 48 item alat ukur valid dan reliabel untuk remaja usia 15-21 tahun. Penelitian selanjunya dibutuhkan untuk menentukan norma alat ukur inventori pemikiran karier.
Hubungan Strategi Coping Orang Tua Terhadap Keberfungsian Keluarga di Kelurahan Cipinang Melayu Evi Syafrida Nasution; Ika Wahyu Pratiwi
Jurnal Online Psikogenesis Vol 7, No 1 (2019): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v7i1.881

Abstract

Keberfungsian keluarga adalah berfungsinya keluarga sebagai wahana untuk mendidik, mengasuh, sosialisasi dan mengembangkan kemampuan seluruh anggotanya agar dapat menjalankan perannya dalam keluarga serta memberikan kepuasan dan lingkungan sosial yang sehat guna tercapainya keluarga sejahtera; namun setiap keluarga tidak terlepas dari suatu masalah (vertical stressor dan horizontal stressor) sehingga diharapkan para orang tua dapat mengambil coping yang tepat dalam menghadapi masalahnya, dalam hal ini menghadapi banjir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan positif antara strategi coping orang tua terhadap keberfungsian keluarga. Manfaat penelitian ini, diharapkan nantinya dapat menambah pengetahuan orang tua ketika menghadapi permasalahan dalam keluarga, dimana focused problem coping merupakan cara yang tepat untuk digunakan sehingga fungsi keluarga dapat berjalan dengan normal. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif yang bersifat expost facto. Populasi dalam penelitian ini adalah warga (orang tua) yang bertempat tinggal di Kelurahan Cipinang Melayu yang terkena dampak banjir. Teknik pengambilan sampel yaitu menggunakan simple random sampling, dengan jumlah responden sebanyak 90 orang. Instrumen yang digunakan untuk pengambilan data adalah skala coping stres dan keberfungsian keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai korelasi Pearson antara variabel strategi coping dengan keberfungsian keluarga sebesar 0,072. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan antara strategi coping dan keberfungsian keluarga sangat lemah. Nilai korelasi positif artinya ada hubungan positif yaitu jika strategi coping stres orang tua meningkat maka keberfungsian keluarga akan meningkat.
Perilaku Agresi Anak Usia Menengah dan Remaja Ditinjau dari Attachment Orangtua-Anak Sila Paramita; Naomi Soetikno
Jurnal Online Psikogenesis Vol 5, No 1 (2017): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v5i1.493

Abstract

Kelekatan (attachment) orangtua-anak menjadi salah satu faktor pembentuk perilaku anak. Salah satu perilaku yang dapat dikaitkan dengan kelekatan orangtua-anak adalah perilaku agresi. Perilaku agresi seringkali ditunjukkan anak-anak dan remaja, misalnya memukul, mengejek, bahkan membunuh. Ada perilaku agresi yang ditunjukkan secara impulsif, ada juga yang dilakukan dengan perencanaan untuk mencapai tujuan tertentu. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan pada perilaku agresi yang dilakukan anak usia menengah dan remaja ditinjau dari attachment orangtua-anak. Metode yang digunakan adalah studi cross-sectional. Pengambilan data penelitian ini melibatkan 422 subyek berusia 9-11 tahun (anak usia menengah) dan 12-14 tahun (remaja) yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya. Hasil penelitian menunjukkan ditinjau tidak terdapat perbedaan signifikan pada perilaku agresi yang dilakukan anak usia menengah dan remaja ditinjau dari semua jenis attachment orangtua-anak.
Pengaruh Rasa Kesadaran terhadap Kesejahteraan Psikologis Pada Mahasiswa Annisa Awaliyah; Ratih Arruum Listiyandini
Jurnal Online Psikogenesis Vol 5, No 2 (2017): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v5i2.498

Abstract

Mahasiswa merupakan individu yang berada dalam masa dewasa transisi sehingga dibutuhkan kesejahteraan psikologis yang optimal dalam menghadapi tugas perkembangannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh dimensi-dimensi rasa kesadaran (mindfulness) terhadap kesejahteraan psikologis pada mahasiswa. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 200 orang mahasiswa dari wilayah Jabodetabek, yang dipilih dengan menggunakan teknik convenience sampling. Penelitian menggunakan adaptasi skala Five Facet Mindfulness Quisionare (FFMQ) untuk mengukur rasa kesadaran dan adaptasi skala Scale of Psychological Well-Being (SPWB) untuk mengukur kesejahteraan psikologis. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa rasa kesadaran memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kesejahteraan psikologis, yaitu pada dimensi penerimaan diri dan penguasaan lingkungan. Dimensi rasa kesadaran yang berpengaruh terhadap penerimaan diri adalah mengamati dan tidak menghakimi pengalaman internal, sedangkan dimensi rasa kesadaran yang berpengaruh terhadap penguasaan lingkungan adalah mengamati. Dengan demikian, menjadi penting untuk mahasiswa mengembangkan rasa kesadaran dengan menerima dan mengamati berbagai pengalaman internal maupun eksternal agar lebih mampu menerima diri sendiri dan menguasai tantangan hidup sehari-hari.
Gambaran Perceived Social Support Pada Penderita Kanker Stadium Lanjut yang Menjalani Perawatan Paliatif Agnes M. Amelia L. Witjaksono; Venie Viktoria Rondang Maulina
Jurnal Online Psikogenesis Vol 4, No 1 (2016): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.238 KB) | DOI: 10.24854/jps.v4i1.514

Abstract

Selama menghadapi kondisi kesehatannya dan perubahan yang terjadi akibatnya, penderita kanker stadium lanjut bisa mengalami masalah pada aspek fisiologis, psikologis, sosial dan budaya, serta spiritual dan eksistensial. Dukungan sosial dari lingkungan sekitar penderita dapat membantu mereka dalam mengatasi masalah yang dihadapi, namun keberhasilannya tergantung pada bagaimana penderita memaknai dukungan sosial yang diterimanya (perceived social support). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara semi-structured. Subjek penelitian berjumlah tiga dan memiliki karakteristik, yaitu penderita kanker yang telah didiagnosa kanker stadium lanjut, sedang menjalani Perawatan Paliatif, dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Kanker Dharmais. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa kelima dimensi dukungan sosial dipersepsikan oleh penderita kanker stadium lanjut selama menghadapi masalah yang muncul akibat kondisinya. Sumber dukungan sosial berasal dari berbagai pihak. Sumber dukungan sosial tertentu bisa memberikan lebih dari satu dimensi dukungan sosial. Bentuk dari setiap dimensi dukungan sosial berbeda-beda. Informational support memberikan informasi untuk memahami kondisi kesehatan dan nasehat untuk menjaga kondisi kesehatan, sedangkan instrumental support memberikan bantuan secara finasial dan peralatan untuk mendukung pengobatan, serta memberikan pelayanan untuk mengatasi masalah kesehatan dan rumah tangga. Emotional support, esteem support, dan companionship support mampu memberikan penghiburan dan motivasi melaui perkataan dan tindakan selama menghadapi kondisi kesehatannya. Bentuk dari setiap dimensi dukungan sosial dapat memberikan dampak yang positif apabila diberikan secara tepat, namun bisa menimbulkan perasaan negatif ketika diberikan secara kurang tepat, kurang memadai, atau justru secara berlebihan.Kata kunci: Kanker stadium lanjut, Perawatan Paliatif, dukungan sosial, perceived social support
KOMUNIKASI YANG RELEVAN DAN EFEKTIF ANTARA DOKTER DAN PASIEN Endang Fourianalistyawati, M.Psi, Psi
Jurnal Online Psikogenesis Vol 1, No 1 (2012): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.432 KB) | DOI: 10.24854/jps.v1i1.37

Abstract

Abstract.Communication between doctors and patients on one occasion is not always able to complete all of the efforts in the provision of information, advice, motivation of the patient, or patient compliance in order to resolve health problems. One of the aspects that contribute major impact on patient non-compliance is ineffective communication from the physician to the patient. In this paper the author discusses about how effective communication need to be raised by the physician to the patient. Effective communication is expected to overcome the obstacles caused by both sides, both doctors and patients, so that patients understand and follow the advice given by the doctor, and improve patient compliance in the treatment and resolve health problems.Keywords: Effective Communication, Effective physician-patient communicationAbstrak.Komunikasi antara dokter dan pasien dalam satu kesempatan tidak selalu dapat menyelesaikan semua upaya dalam pemberian informasi, nasehat, motivasi pasien, atau bahkan kepatuhan pasien dalam rangka menyelesaikan masalah kesehatannya. Salah satu aspek yang berperan besar terhadap ketidakpatuhan pasien adalah komunikasi yang tidak efektif dari dokter kepada pasien. Dalam makalah ini penulis membahas mengenai bagaimana bentuk komunikasi efektif yang perlu dimunculkan oleh dokter kepada pasiennya. Komunikasi efektif diharapkan dapat mengatasi kendala yang ditimbulkan dari kedua belah pihak, baik dokter maupun pasien, sehingga pasien memahami dan mengikuti saran yang disampaikan oleh dokter tersebut, serta meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan dan menyelesaikan masalah kesehatannya.Kata kunci : Komunikasi efektif, Komunikasi efektif dokter-pasien

Page 3 of 20 | Total Record : 192