cover
Contact Name
Sunu Bagaskara
Contact Email
sunu.bagaskara@yarsi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
melok.roro@yarsi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Journal Psikogenesis
  • Jurnal-Online-Psikogenesis
  • Website
Published by Universitas Yarsi
ISSN : 23033177     EISSN : 25977547     DOI : -
Jurnal Psikogenesis is a semiannualy publication produced by Fakultas Psikologi Universitas YARSI since 2012 (e-ISSN: 2597-7547, p-ISSN: 2303-3177). The journal reflects the wide application of all aspects of psychology related to health. It also addresses the social contexts in which psychological and health processes are embedded. The main emphasis of the journal is on original research, theoretical review papers, meta-analyses, and applied studies.
Arjuna Subject : -
Articles 192 Documents
PROGRAM PROMOSI KESEHATAN BAGI ANAK-ANAK Metta Rahmadiana
Jurnal Online Psikogenesis Vol 1, No 2 (2013): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v1i2.42

Abstract

Abstract:Health problems in children are quite varied. Obesity, hygiene and dental health, snack foods, washing hands with soap etc is evidence that health promotion in childhood is needed. Health promotion programs aims to implement individual health behavior and persuade people to abandon unhealthy habits, and it often takes an effort to modify ones health belief. Some methods in health promotion include 1) fear arousing, 2) the provision of information and 3) behavioral methods. Although the primary responsibility of schools is to educate children in the academic field, but school participation in promoting healthy life skills in children, such as physical activity and eating behaviors is known to be quite effective. The implementation of health promotion for children is conducted through PHBS (Clean and Healthy Behavior). The indicators PHBS in school are: 1) Washing hands with soap, 2) Eating healthy snacks, 3) Using clean toilets, 4) Exercise regularly and measured, 5) reducing mosquito larvae, 6) not smoking in school, 7) Considering the weight and height measured every month and 8) Disposing of waste in place. Some PHBS indicators above are health problems in children and can be addressed through health promotion activities. For effective health promotion program activities, implemented strategy such as the selection of media as a tool for health promotion activities as well as the delivery of content strategy in health promotion activities is needed.Key words : Childhood Health Promotion, health promotion methodes, PHBS, PHBS indicatorsAbstrak:Masalah kesehatan pada anak cukup bervariasi. Obesitas, kebersihan dan kesehatan gigi, perilaku jajan makanan, mencuci tangan dengan sabun dan sebagainya merupakan bukti diperlukannya promosi kesehatan di masa anak-anak (Childhood Health Promotion). Program-program dalam promosi kesehatan bertujuan agar individu menerapkan perilaku sehat serta mempersuasi individu agar meninggalkan kebiasaan tidak sehat (unhealthful habits) yang selama ini dijalaninya, dan hal ini seringkali membutuhkan upaya memodifikasi keyakinan-keyakinan sehat (health beliefs). Beberapa metode dalam promosi kesehatan mencakup 1) fear arousing, 2) penyediaan informasi dan 3) metode perilaku. Meskipun tanggung jawab utama sekolah adalah untuk mendidik anak dalam bidang akademik, namun partisipasi sekolah dalam mempromosikan keterampilan hidup sehat pada anak-anak, seperti aktivitas fisik dan perilaku makan diketahui cukup efektif. Pelaksanaan promosi kesehatan untuk anak di sekolah dilakukan melalui kegiatan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat). Adapun indikator PHBS di sekolah adalah : 1) Mencuci tangan memakai sabun, 2) Mengkonsumsi jajanan sehat, 3) Menggunakan jamban yang bersih dan sehat, 4) Olahraga yang teratur dan terukur, 5) Memberantas jentik nyamuk, 6) Tidak merokok di sekolah, 7) Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap bulan dan 8) Membuang sampah pada tempatnya. Beberapa indikator PHBS diatas merupakan masalah kesehatan yang ada pada anak-anak dan dapat diatasi melalui kegiatan promosi kesehatan. Agar kegiatan program promosi kesehatan efektif perlu dibuat suatu strategi dalam pelaksanaanya seperti pemilihan media sebagai alat bantu kegiatan promosi kesehatan serta strategi penyampaian materi dalam kegiatan promosi kesehatan.Kata kunci : Childhood Health Promotion, metode promosi kesehatan, PHBS, indikator PHBS
Studi Korelasi antara Teacher Learning Climate dengan Job Satisfaction pada Guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kota Bandung Sekar Ayu Anjani; Anissa Lestari Kadiyono
Jurnal Online Psikogenesis Vol 6, No 2 (2018): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.587 KB) | DOI: 10.24854/jps.v6i2.699

Abstract

Sekolah sebagai tempat terselenggaranya pendidikan sebaiknya memberikan ruang pembelajaran bagi guru selaku pendidik agar mampu menyesuaikan kemampuan dan wawasannya pada sistem penyelenggaraan pendidikan yang terus berubah. Hal ini dikenal dengan nama iklim belajar guru. Dengan adanya iklim belajar guru maka diharapkan kepuasan kerja sebagai guru pun meningkat. Tujuan penelitian ini adalah memberi gambaran mengenai hubungan antara teacher learning climate dan job satisfaction pada guru SMP Negeri Kota Bandung. Penelitian ini dilakukan terhadap 109 guru yang aktif mengajar di SMP Negeri Kota Bandung. Rancangan penelitian yang digunakan adalah non-eksperimental kuantitatif dengan metode korelasi. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner dengan pemilihan sampel cluster random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara teacher learning climate dengan job satisfaction pada guru SMP Negeri Kota Bandung. Namun, diketahui dalam penelitian ini bahwa kepuasan guru SMP Negeri Kota Bandung pada dimensi advancement masuk dalam kategori rendah dan tidak memiliki hubungan dengan teacher learning climate. Artinya, kepuasan kerja guru SMP Negeri Kota Bandung terhadap kesempatan mendapatkan promosi harus ditingkatkan.
Sumber-Sumber Efikasi Diri Karier Remaja Rini Astuti; William Gunawan
Jurnal Online Psikogenesis Vol 4, No 2 (2016): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.656 KB) | DOI: 10.24854/jps.v4i2.348

Abstract

Efikasi diri merupakan salah satu aspek yang mempengaruhi perkembangan karier remaja. Efikasi diri yang berhubungan dengan karier disebut efikasi diri karier, keyakinan diri seseorang tentang kemampuannya untuk melakukan aktivitas karier yang berkaitan dengan pengembangan karier, pilihan karier dan penyesuaian karier. Efikasi diri karier ini terbentuk melalui sumber-sumber efikasi diri karier yang terdiri dari mastery experience, vicarious learning, verbal persuasion, psychological states. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran sumber-sumber efikasi diri karier pada remaja di Jakarta Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif  deskriptif dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Penelitian ini menggunakan 445 subyek yang berasal dari 3 SMA, yaitu SMA Negri 2, SMA IPEKA Tomang dan SMA Al-Huda di Jakarta Barat. Berdasarkan hasil analisa deskriptif, diketahui gambaran sumber-sumber efikasi diri karier remaja SMA di Jakarta Barat tergolong tinggi. Jika dilihat berdasarkan dimensi sumber-sumber efikasi diri karier maka sumber-sumber yang membentuk efikasi diri karier remaja SMA di Jakarta Barat adalah  mastery experience, vicarious learning, verbal persuasion, dan positive emotional arousal.
Hubungan Antara Emosi Moral Authentic Pride, Hubris Pride dengan Kecurangan Akademik pada Mahasiswa Nurnahdiyah Nurnahdiyah; Rose Mini Agoes Salim; Eva Septiana
Jurnal Online Psikogenesis Vol 5, No 1 (2017): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.494 KB) | DOI: 10.24854/jps.v5i1.489

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara authentic pride, hubris pride dengan kecurangan akademik pada mahasiswa. Pride merupakan salah satu dari emosi moral yang berperan dalam mempengaruhi hubungan antara standar moral dan perilaku moral (Tangney, Stuewig dan Mashek, 2007). Pride memiliki dua faset yaitu authentic pride dan hubris pride. Menurut  Tracy dan Robins (2007) kedua faset memiliki perbedaan berdasarkan atribusi penyebab dari sebuah pencapaian. Atribusi authentic pride berasal dari penyebab yang bersifat internal, tidak stabil dan terkontrol seperti usaha dan kerja keras. Sedangkan atribusi hubris pride berasal dari penyebab yang bersifat internal, stabil dan tidak terkontrol seperti bakat dan intelegensi. Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner yang disebarkan secara online dan offline. Hasil utama penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara authentic pride, hubris pride dengan kecurangan akademik.
Peranan Mindfulness Terhadap Stres Akademis Pada Mahasiswa Tahun Pertama Oki Hidayat; Endang Fourianalistyawati
Jurnal Online Psikogenesis Vol 5, No 1 (2017): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.182 KB) | DOI: 10.24854/jps.v5i1.494

Abstract

Transisi  ketika  individu  menjadi  mahasiswa  tahun  pertama membutuhkan adaptasi tersendiri. Individu harus melakukan penyesuaian terhadap  suasana  kompetitif  yang  berpotensi  membuat  individu  stress selama tahun pertama perkuliahan, pengalaman mendapat tekanan dari orang tua maupun teman kelompok, dan lingkungan sosial. Stres yang dialami dalam kehidupan kampus disebut sebagai stres akademis. Banyak faktor  yang  dapat mengatasi  stres  akademis  pada  mahasiswa  tahun pertama,  salah  satunya  adalah  mindfulness.  Mindfulness  merupakan kehadiran  kesadaran  yang  melekat  dan  melibatkan  pengalaman  dari waktu ke waktu. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat peranan  mindfulness  terhadap  stres  akademis  pada  mahasiswa  tahun pertama. Subjek penelitian berjumlah 82 orang mahasiswa tahun pertama. Alat  ukur  yang digunakan  adalah  Mindful  Attention  Awareness  Scale (MAAS) dari Brown dan Ryan (2003) untuk mengukur mindfulness dan Student-Life Stres Inventory (SLSI) dari Gadzella (1994) untuk mengukur stres  akademis.  Hasil  penelitian  ini  menunjukkan  bahwa  mindfulness berperan  menurunkan  stres  akademis  khususnya  pada  dimensi  stressor akademis. Mindfulness dapat memprediksi 13,9% dari dimensi stressor akademis (R2 = 0,139, F = 12,936, ρ = 0,001). Setiap satu kenaikan skor mindfulness menyebabkan penurunan -0,308 pada skor stresor akademis.
Gambaran Keterlibatan Ayah dalam pengasuhan Anak Usia Remaja (Usia 16-21 Tahun) Wieka Dyah Partasari; Fransisca Rosa Mira Lentari; Mohammad Adi Ganjar Priadi
Jurnal Online Psikogenesis Vol 5, No 2 (2017): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.352 KB) | DOI: 10.24854/jps.v5i2.504

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran keterlibatan ayah terhadap anak remajanya  yang berusia 16-21 tahun.. Keterlibatan itu dilihat dari sudut pandang ayah. Ayah yang berperan aktif dalam keluarga memiliki dampak bagi dirinya sendiri dan juga bagi anak, baik anak perempuan maupun laki-laki. Keterlibatan ayah sendiri merupakan bentuk interaksi ayah terhadap anak yang tercakup dalam lima komponen, yaitu (a) activity engagement; (b) warmth-responsiveness; (c) control; (d) indirect care; dan (e) process responsibility. Pada remaja perempuan, peran ayah dapat membangun harga diri positif dan menumbuhkan keinginan berprestasi. Pada remaja laki-laki, peran ayah mampu mengembangkan motivasi untuk sukses dan melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. Penelitian ini melibatkan 201 partisipan yang merupakan seorang ayah berdomisili di DKI Jakarta dan memiliki anak berusia remaja (16-21 tahun). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner keterlibatan ayah dari sudut pandang ayah yang mengacu pada konsep father involvement (Pleck, dalam Lamb, 2010) yang diadaptasi oleh Kristianto, Gurmichele, Utama, Adriel, dan Sidarta (2016). Hasil penelitian terhadap 201 partisipan mengungkapkan bahwa sebagian besar ayah memiliki keterlibatan dalam pengasuhan dan pengelolaan rumah tangga yang tergolong sedang. Hasil tambahan penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara durasi kerja ayah dan keterlibatannya di dalam keluarga. Selain itu, tidak ada perbedaan keterlibatan ayah antara ayah yang memiliki istri bekerja dan tidak bekerja.
Depresi pada Remaja: Gejala dan Permasalahannya Ktut Dianovinina
Jurnal Online Psikogenesis Vol 6, No 1 (2018): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.261 KB) | DOI: 10.24854/jps.v6i1.634

Abstract

Less of adolescent were able to overcome some obstacles in transitional periode, many of them experienced some unpleasant events. Lack of preparedness in dealing with various problems of life, could be a factor triggered a higher risk of depression. Depression is undetectable from its occurrence, but usually known after several problems happened, following the suicide phenomenon as the third biggest cause of adolescents death in the world. The research purposed of knowing the behavior of adolescents that occurred as the depression symptom and its problems accompanied. This study used quantitative descriptive methode. New entry college students (ages 16 -18 years) participated in data collelction. Samples were hired by using purposive sampling methode. Among 230 students who assessed with Child Depression Inventory (CDI), found 17 depression students and 65 potentially depression students that participate further in this study. The results showed, there were some behaviors reflected by its most common symptoms of depression experienced by the samples, such as consider of low in self-esteem, difficulty in concentrating, lost of interest in activity, drastic weight changes, and difficulty in sleeping through the night. Furthermore, the matters attached were mostly related to body dissatisfaction, poor learning achievement, getting unpleasant treatment from others, both friends and parents, and the relationship between parents who problematic. As the problems persisted being aware of, it is expected to make parents to be more sensitive, and recognize their adolescent behaviors that might become symptoms of depression and know the events that were at risk of causing depression.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN PROBLEM SOLVING PADA MAHASISWA Miwa Patnani, M.Si., Psi
Jurnal Online Psikogenesis Vol 1, No 2 (2013): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.289 KB) | DOI: 10.24854/jps.v1i2.43

Abstract

Abstract.Students often called as the intellectuals because their privileges in higher education. As intellectuals, the students are required to have sufficient intellectual qualities. One form of behavior that indicates intellectual qualities is the ability to solve problems (problem solving). However, the problem solving ability of the students is still inadequate, so that the students will be difficult to optimizing their potential at educational process and application in the workplace. Therefore we need an effort to improve the problem solving ability of the students. It is necessary to to improve the problem solving ability of student by increasing cognitive ability, and improve the quality of teaching.Keywords: problem, problem solving, studentAbstrak.Mahasiswa sering disebut sebagai kaum intelektual karena keistimewaannya dalam mengenyam pendidikan tinggi. Sebagai kaum intelektual, tentunya mahasiswa dituntut untuk memiliki kualitas intelektual yang memadai. Salah satu bentuk perilaku yang menunjukkan kualitas intelektual adalah kemampuan dalam memecahkan masalah (problem solving). Namun demikian, tampaknya kemampuan mahasiswa dalam problem solving masih belum memadai sehingga akan menyulitkan mahasiswa dalam mengoptimalkan potensi yang dimilikinya, baik pada saat proses pendidikan maupun pada saat aplikasi ilmu di dalam dunia kerja. Oleh karena itu, diperlukan sebuah upaya untuk meningkatkan kemampuan problem solving pada mahasiswa. Upaya untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa memecahkan masalah ini dilakukan dengan meningkatkan kemampuan mahasiswa yang terkait dengan kemampuan kognitifnya, maupun meningkatkan kualitas pengajaran dengan memperbaiki metode maupun karakteristik pengajarnyaKata kunci: masalah, menyelesaikan masalah, mahasiswa
PENGARUH PROMOSI KESEHATAN FEAR ARROUSING WARNING TERHADAP INTENSI MENGKONSUMSI FRIED CHICKEN PADA SISWA SD USIA 9-11 TAHUN Novia Nurbaya; Riselligia Caninsti
Jurnal Online Psikogenesis Vol 2, No 2 (2014): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.182 KB) | DOI: 10.24854/jps.v2i2.48

Abstract

Abstract.This study aims to determine the effect of fear arousing warning to the intention to consume fried chicken at elementary students ages 9-11 years. Consumption of fast food among children is rapidly increasing, researchers are interested to discuss the type of fast food fried chicken. The intention to consume fried chicken among children is quite high because the child does not know the negative effects of excessive consumption of fried chicken. Stroke Foundation of Indonesia (Yastroki) said that number of stroke patients in Indonesia increased and it also occurs in young generation, this is due to obesity and consume high dietary fat and cholesterol, such as fast food, including fried chicken. Intentions may change from time to time, because of the addition of information. Provision of information can be done through the promotion of health with fear arrousing warning (warning scary) method. This type of research is a quasi experimental. To see the effect of fear arousing warnings, researchers used a statistical analysis to gain score of intentions, average score of intentions in the experimental group (KE): -15.64 and control group (KK): 1.35, it can be concluded that there are significant effect of fear arousing method to the intention to consume fried chicken.Keywords: intention, health promotion, fried chickenAbstrak.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari peringatan menakutkan terhadap intensi mengkonsumsi fried chicken pada siswa SD usia 9-11 tahun. Pengkonsumsian fast food dikalangan anak-anak semakin pesat, peneliti tertarik untuk membahas fast food berjenis fried chicken. Intensi anak dalam mengkonsumsi fried chicken cukup tinggi karena anak tidak mengetahui dampak negatif dari pengkonsumsian fried chicken yang berlebihan, seperti yang dinyatakan Yayasan Stroke Indonesia (Yastroki) terjadi peningkatan penderita stroke di Indonesia bahkan menyerang generasi muda, hal ini dikarenakan kegemukan akibat pola makan yang tinggi lemak dan kolesterol, seperti makanan cepat saji, termasuk didalamnya fried chicken. Intensi dapat berubah dari waktu ke waktu, karena adanya penambahan informasi. Pemberian informasi dapat dilakukan melalui promosi kesehatan dengan metode fear arrousing warning (peringatan menakutkan). Jenis penelitian ini ialah eksperimental kuasi. Untuk melihat pengaruh peringatan menakutkan, peneliti melakukan analisis statistik gain score intensi dan diperoleh hasil rata-rata intensi pada kelompok eksperimen (KE) : -15,64 dan kelompok kontrol (KK): 1,35, sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh peringatan menakutkan terhadap intensi mengkonsumsi fried chicken.Kata kunci: intensi, promosi kesehatan, fried chicken
Pengaruh Keterlibatan Ayah terhadap Cyberbullying Remaja Pengguna Instagram Fellianti Muzdalifah; Tiara Trisna Putri
Jurnal Online Psikogenesis Vol 7, No 1 (2019): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v7i1.871

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh keterlibatan ayah terhadap cyberbullying yang terjadi pada remaja pengguna Instagram. Media sosial Instagram dipilih karena merupakan media sosial yang rentan terjadi cyberbullying dan memiliki dampak buruk bagi remaja. Partisipan dalam penelitian ini adalah 58 remaja yang menjadi pelaku cyberbullying dan 98 remaja yang menjadi korban cyberbullying. Keterlibatan ayah diukur dengan menggunakan Nurturant Fathering Scale dan Father Involvement Scale (Reported Father Involvement dan Desired Father Involvement). Sementara, cyberbullying diukur dengan menggunakan Revised Cyberbullying Inventory-II. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan desain non eksperimental korelasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan ayah yang ditinjau dari domain afektif maupun dari domain perilaku tidak memberikan pengaruh terhadap cyberbullying pada remaja pengguna Instagram yang menjadi pelaku atau korban cyberbullying. Implikasi hasil penelitian ini bahwa terjadinya cyberbullying pada remaja pengguna Instagram bukan dipengaruhi oleh variabel keterlibatan ayah terhadap remaja, tetapi dapat dipengaruhi oleh variabel lainnya, baik yang bersifat dari dalam diri maupun dari luar diri remaja pengguna Instagram.

Page 4 of 20 | Total Record : 192