cover
Contact Name
UBAIDILLAH
Contact Email
ubaidillah_ft@staff.uns.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jtmi@bkstm.org
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin Indonesia
ISSN : 1907350X     EISSN : 25977563     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Mesin Indonesia “JTMI” " adalah jurnal ilmiah sains dan teknologi yang diterbitkan oleh Badan Kerjasama Teknik Mesin Indonesia. JTMI meliputi bidang konversi energi, material, desain mekanikal, manufaktur dan otomasi
Articles 291 Documents
Analisis performa bilah taper dengan airfoil GOE 796 pada turbin angin sumbu horizontal TSD-500 di PT Lentera Bumi Nusantara Raditya Elfa Pratama; Bobie Suhendra
Jurnal Teknik Mesin Indonesia Vol. 17 No. 2 (2022): Jurnal Teknik Mesin Indonesia
Publisher : Badan Kerja Sama Teknik Mesin Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36289/jtmi.v17i2.291

Abstract

Indonesia's electricity needs are increasing from year to year, but the availability of fossil fuels such as oil and coal is decreasing, so that new and renewable energy sources are needed as a solution to overcome the problem. One of the renewable energy sources that can be utilized and has great potential is wind energy. The purpose of this study was to determine the optimal taper blade with airfoil for a micro-scale horizontal axis wind turbine. In this study, horizontal axis wind turbine blades with GOE 796 airfoil were tested using a cooging-less PMSG generator in order to achieve high efficiency at minimum wind speeds. The design of the GOE 796 Airfoil Taper blade has a radius of 1 m, a chord width of 34-74 mm, with a twist angle of 5.66-11.66°. The results of the analysis of the performance of the Taper GOE 796 Airfoil blade with a maximum wind speed of 10 m/s has optimal performance at TSR 6.5 with a Coefficient Power (Cp) of 35%, producing a maximum power of 670 W at a rotation speed of 620 rpm and a torque of 10.3 Nm.
Pengaruh fluid spray terhadap kandungan oksigen pada pembudidayaan ikan lele dalam kolam terpal bundar Muki Satya Permana; Aris Nur Ihsan; Thomas Pamungkas; Muhammad Reggy Ramdani; Manar Fuadi Rahman; Rudiansyah Rudiansyah; Ilyas Mauludin; Mi'raj Novahardi; Hamdan Awaludin; Randy Media Rachayu; Fachrul Sidik Riantono; Dandy Junaedy; Hamzah Maulana
Jurnal Teknik Mesin Indonesia Vol. 17 No. 1 (2022): Jurnal Teknik Mesin Indonesia
Publisher : Badan Kerja Sama Teknik Mesin Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36289/jtmi.v17i1.293

Abstract

Penerapan teknologi fluid spray yang menghasilkan nano bubble dapat meningkatkan jumlah oksigen terlarut yang sangat bermanfaat dalam budidaya ikan lele. Melalui cara ini, waktu panen dapat dipersingkat dan penggunaan pakan lebih hemat, sehingga produksi ikan lele akan meningkat. Masalah yang ingin diselesaikan adalah bagaimana membangun sebuah fluid spray system yang bermanfaat bagi petani ikan lele. Tujuan yang ingin dicapai adalah membangun instalasi fluid spray dan mengukur kadar oksigen di dalam kolam. Metode penyelesaian masalah dilakukan secara eksperimental yaitu dengan melihat hubungan antara konsumsi fluid spray, kadar oksigen dan waktu panen. Dari hasil pengamatan, diketahui bahwa pertumbuhan ikan lele meningkat menjadi 25% dari yang biasanya hanya 18%. Hal ini karena kadar oksigen naik dari 0,5 mg/L menjadi 0,9 mg/L. Perangkat fluid spray yang dibangun terdiri dari rangkaian pipa dan tabung PVC yang dilengkapi dengan katup pengendali aliran dan digerakkan oleh sebuah pompa air listrik 125 W. Peralatan tersebut dapat dioperasikan dalam sehari sebanyak dua kali selama 1 jam untuk menjamin kadar oksigen di dalam kolam mencukupi dan pakan yang diberikan tidak cepat mengendap ke dasar kolam. Kecukupan pakan dan oksigen di dalam kolam akan memicu pertumbuhan ikan lele semakin cepat sehingga masa panen dan ukuran ikan lele layak panen menjadi lebih singkat.
Studi aliran fluida melalui ventilasi penangkap angin bangunan gedung di Kota Pekanbaru Eddy Elfiano; Kurnia Hastuti; Ibrahim Rasyid; M. Arif Rahmat Firgiyandi; Alfinovawan Lumban Tobing
Jurnal Teknik Mesin Indonesia Vol. 17 No. 1 (2022): Jurnal Teknik Mesin Indonesia
Publisher : Badan Kerja Sama Teknik Mesin Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36289/jtmi.v17i1.294

Abstract

Sistem penangkap angin (wind catcher) sudah dimanfaatkan di beberapa negara di kawasan Timur Tengah, Afrika Utara bahkan di Eropa. Sistem ini digunakan untuk meningkatkan kualitas udara dalam ruangan dan mengurangi ketergantungan pada beban pendingin. Sirkulasi alami fluida ini disebabkan adanya perbedaan densitas, sehingga densitas fluida yang ringan akan didesak oleh densitas fluida yang berat untuk keluar melalui ventilasi di dalam ruangan. Studi ini fokus untuk mengkaji aliran melalui ventilasi hingga masuk ke dalam ruangan bangunan. Data empirik yang diperoleh dari literatur hingga eksperimen menunjukkan adanya sifat-sifat fluida berdasarkan perbedaan tekanan dan kecepatan yang bergerak berawal turbulance hingga akhirnya melambat dengan laminar. Penangkap angin ini memiliki ventilasi dengan model lingkaran dan empat persegi dalam bentuk vertikal dengan luasan laluan fluida yang sama. Tinggi bangunan gedung tempat penangkap angin yang diletakkan yaitu 12 meter dan tinggi penangkap angin dari permukaan datum adalah 4 meter. Salah satu data yang diperoleh dari anemometer pada kajian ini menunjukkan adanya perbedaan kecepatan fluida yang masuk melalui ventilasi berbentuk lingkaran dan empat persegi vertikal yaitu 0,60 m/s dan 1,10 m/s, sementara kecepatan fluida yang sampai ke dalam ruangan sebesar 0,30 m/s dan 0,80 m/s berturut-turut. Beberapa studi menyatakan bahwa kenyamanan penghuni ruangan didapat mulai dari kecepatan 0,25 m/s hingga 0,50 m/s. Model penangkap angin ini berdasarkan keadaan alam, sehingga disebut juga dengan sistem pendinginan pasif. Berdasarkan hasil kajian ini dan faktor geografi kota Pekanbaru, memungkinkan untuk disosialisasikan pemanfaatan wind catcher sebagai pendinginan suatu bangunan.
Stress assessment pada bonding tube dengan beban tekanan eksternal Asnawi Lubis; Muhammad Rahardian Putra; Jamiatul Akmal; Novri Tanti; Ahmad Su'udi
Jurnal Teknik Mesin Indonesia Vol. 17 No. 1 (2022): Jurnal Teknik Mesin Indonesia
Publisher : Badan Kerja Sama Teknik Mesin Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36289/jtmi.v17i1.295

Abstract

Struktur silinder (tabung) dapat digunakan untuk sistem transportasi antar pulau, dibangun sebagai terowongan terapung terendam (SFT). Struktur utama SFT adalah tabung berlapis yang digabung dan tali tambat untuk menahan gaya apung. Kajian ini menyajikan hasil stress assessment pada tabung silinder berlapis dengan beban tekanan eksternal dari air laut. Pemodelan dan analisis dilakukan dengan metode elemen hingga menggunakan ANSYS. Tabung terdiri dari tiga lapisan: lapisan terdalam adalah baja setebal 30 mm, lapisan tengah adalah beton setebal 450 mm dan lapisan terluar adalah aluminium setebal 150 mm. Diameter dalam dan luar tabung masing-masing adalah 5 m dan 6,26 m. Beban yang diberikan adalah tekanan internal sebesar 101 kPa (1 atm) dan tekanan eksternal hidrostatis pada kedalaman 500 m sebesar 5,35 MPa. Hasil kajian menunjukkan bahwa hoop stress terbesar terjadi pada lapisan baja, diikuti oleh lapisan aluminium dan lapisan beton. Untuk radial stress yang merupakan tegangan tekan, nilai terbesar terdapat pada lapisan aluminium dan nilai yang lebih kecil terdapat pada lapisan terdalam (baja). Untuk tegangan geser, tegangan pada lapisan baja dan beton jauh lebih kecil dibandingkan dengan tegangan pada lapisan aluminium.
Analisis defleksi dan kekuatan pada steering stem sepeda motor dengan metode simulasi elemen hingga Jamal Muhammad Afiff; Tono Sukarnoto; Mohammad Fajar Ramdhani
Jurnal Teknik Mesin Indonesia Vol. 17 No. 1 (2022): Jurnal Teknik Mesin Indonesia
Publisher : Badan Kerja Sama Teknik Mesin Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36289/jtmi.v17i1.296

Abstract

Industri otomotif dan manufaktur khususnya sepeda motor dituntut untuk terus berkembang, misalnya dengan penggantian jenis material untuk komponen tertentu agar lebih ekonomis namun tetap memenuhi fungsi. Sebagai contoh perubahan material yang sebelumnya dibuat dari baja cor menjadi aluminium cor untuk komponen steering stem atau biasa disebut dudukan segitiga pada sepeda motor. Kajian ini bertujuan mengkaji apakah perubahan material steering stem dari baja cor SC450 ke aluminium cor AC4CH tetap aman untuk diaplikasikan pada sepeda motor jenis skuter matik (skutik). Dalam pelaksanaannya dilakukan simulasi pembebanan statis dari berat kendaraan ditambah penumpang dan beban impak disaat kendaraan melaju dengan kecepatan 40 km/jam. Analisis menggunakan metode elemen hingga dengan perangkat lunak Ansys. Hasil analisis menunjukan nilai defleksi tertinggi untuk material AC4CH sebesar 0,17 mm, sedangkan pada material SC450 sebesar 0,11 mm. Ada pun tegangan maksimum yang terjadi untuk AC4CH sebesar 181 MPa masih di bawah kekuatan material 250 MPa. Untuk material SC450, tegangan maksimum yang terjadi 233 MPa, masih di bawah kekuatan material 450 MPa. Dari hasil ini menunjukkan bahwa meskipun kekuatan aluminium cor AC4CH lebih rendah dari pada baja cor SC450, namun AC4CH masih aman untuk diaplikasikan sebagai meterial steering stem skutik dengan keuntungan bobotnya lebih ringan.
DESAIN DAN SIMULASI UJI KEKUATAN CHASSIS MOBIL SEM JENIS PROTOTYPE MENGGUNAKAN MATERIAL ALUMINIUM ALLOY 7075 Abd Wahab; Mojibur Rohman; Ahmad Saepuddin; Mochammad Sulaiman
Jurnal Teknik Mesin Indonesia Vol. 17 No. 1 (2022): Jurnal Teknik Mesin Indonesia
Publisher : Badan Kerja Sama Teknik Mesin Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36289/jtmi.v17i1.297

Abstract

Rangka adalah salah satu komponen penting yang harus dibentuk dalam konstruksi yang kuat untuk mendukung bobot kendaraan. Desain kendaraan dalam kelas prototype tidak harus beroda empat dan tidak diharuskan untuk mengikuti desain kendaraan beroda empat. Faktor keamanan adalah parameter utama untuk menentukan kekuatan rangka mobil, sehingga faktor keamanan oleh rangka harus melebihi 2 untuk dapat diasumsikan aman. Tujuan dari kajian ini adalah untuk menentukan desain rangka yang cocok untuk jenis mobil prototype SEM dengan software Solidworks. Selain merancang, tujuan dari kajian ini adalah untuk menentukan perpindahan, faktor keamanan, dan fatik dengan simulasi melalui Solidworks. Kajian ini menggunakan metode pengembangan (Riset dan Pengembangan) dengan bantuan software. Software yang digunakan adalah Solidworks yang mampu menguji konstruksin rangka dengan simulasi untuk menentukan perpindahan, tekanan, faktor keamanan, dan fatik. Kajian ini menghasilkan 3 desain rangka berbeda, yakni desain rangka 1 yang memiliki panjang 2800 mm dan lebar 400 mm. Nilai perpindahan pada desain rangka 1 adalah 2,84554 mm, pada desain rangka 2 adalah 2,98822 mm dan pada desain rangka 3 adalah 2,07638 mm. Faktor keamanan minimal pada desain rangka 1 adalah 5,4072, pada desain rangka 2 adalah 4,81501 dan pada desain rangka 3 adalah 8,49078. Berdasarkan hasil yang didapatkan, dapat disimpulkan bahwa perpindahan desain rangka 3 lebih baik dibandingkan dengan desain rangka 1 dan desain rangka 2, karena memiliki nilai perpindahan yang lebih kecil. Nilai faktor keamanan, desain rangka 2 lebih baik dibandingkan dengan desain rangka 1 dan desain rangka 3, karena memiliki nilai faktor keamanan yang lebih kecil. Nilai masa fatik pada desain rangka 1, desain rangka 2 dan desain rangka 3 memiliki nilai yang sama yakni 5 x 106 siklus selama tekanan bekerja di ketiga desain rangka tersebut pada kurva S-N.
Analisa numerik pengaruh diameter perforate terhadap perpindahan panas dan penurunan tekanan pada saluran segi empat 4:1 menggunakan perforated groove v- rib Khairul Umurani; Arya Rudi Nasution
Jurnal Teknik Mesin Indonesia Vol. 17 No. 2 (2022): Jurnal Teknik Mesin Indonesia
Publisher : Badan Kerja Sama Teknik Mesin Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36289/jtmi.v17i2.299

Abstract

In the internal cooling ducts of the gas turbine blades, the rib structure is widely used to enhance convective heat transfer with the flow of coolant passing through the rib surface. This research concentrates on the perforated V-rib with grooved in the cooling channel with a rectangular cross-section. This research analyzes the heat transfer and pressure drop in the rectangular channel with a perforated groove v-rib to provide the cooling blade gas turbine solution. This research was conducted by numerical analysis. Several models were created and analyzed using Solidworks Flow Simulation, a commercial computational fluid dynamics (CFD) based on the finite volume method. Solidworks Flow Simulation Solver to analyze laminar and turbulent flow using the Reynolds averaged Navier-Stokes equation. Using the same transport equations for laminar and turbulent flows provides flexibility. Turbulence in the flow is treated using turbulent kinetic energy (k) and turbulence dissipation rate (ꞷ) using the standard k-ꞷ turbulence model. The Reynolds numbers 2000, 4000, 6000, 8000, 10000,12000,14000. By giving 1000 Watts of heat at the bottom of the channel, the air condition at the inlet temperature is 30 oC and a pressure of 1 atm. In the flow regime of 2000 < Re < 20,000, perforated rib construction significantly increases the Nusselt number compared to no rib. The coefficient of friction for the solid rib configuration is higher than for the rib with holes.
Improve penggantian transmisi rantai ke timing belt pada unit lipatan produk alat kesehatan dalam rangka peningkatan produktivitas di PT Aman Jaya Alfian Ady Saputra; Yulia Widhianti; Maison Sormin
Jurnal Teknik Mesin Indonesia Vol. 17 No. 2 (2022): Jurnal Teknik Mesin Indonesia
Publisher : Badan Kerja Sama Teknik Mesin Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36289/jtmi.v17i2.300

Abstract

In the current era of globalization, competition is getting tougher, so companies must do something to survive and advance. PT Aman Jaya is a medical device company, where in the manufacture of medical devices, there is a sub process, namely the product folding process. In this process, problems occur that reduce running hours and cause productivity to decrease. The data used is from the company as well as field observations and analyzed to update the transmission of the product folding device, to reduce stoptime so that productivity increases. One of the causes of the problem is the transmission of the folding device, namely the chain. This transmission rusts due to lack of lubrication and if lubricated, the ash of the paper pulp sticks which over time becomes thick. So that the rotation is unstable, the chain jams, detaches from the sprocket, and breaks. After being analyzed and calculated according to the reference, the chain transmission was replaced with a timing belt of type L, number 165L, tooth are 44, length is 408.10 mm, and small pulley is 14, large pulley is 20, axle distance is 120 mm, for 1: 3 of motor ratio, 1500 rpm of rotation and 350 rpm of fold pulley rotation. By using a chain replacement timing belt, it is expected to reduce product folding trouble to increase productivity. The resulting update can reduce the folding problem, from an average stoptime of 74 min to 6 min. By reducing stoptime, folding problems can increase running hours and increase productivity by 40,800pcs.
Pembuatan 3D Model Disc Refiner dengan Reverse Engineering untuk Mendukung Sustitusi Impor Anugrah Erick Eryantono; Shinta Virdhian; Deny Cahyadi; Evi Oktavia
Jurnal Teknik Mesin Indonesia Vol. 17 No. 1 (2022): Jurnal Teknik Mesin Indonesia
Publisher : Badan Kerja Sama Teknik Mesin Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36289/jtmi.v17i1.301

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara penghasil produk pulp dan kertas terbesar di dunia. Namun, sektor industri ini masih bergantung pada teknologi dari luar negeri. Sehubungan dengan kebijakan pemerintah untuk mendukung substitusi impor, penggunaan barang dalam negeri harus ditingkatkan termasuk dari sektor industri ini. Oleh karena itu, teknik reverse engineering harus diimplementasikan dalam upaya menghasilkan komponen mesin disc refiner di industri lokal. Teknik ini merupakan suatu rangkaian proses yang dimulai dengan mengidentifikasi produk yang tersedia, kemudian memilih proses manufaktur yang sesuai dan menghasilkan produk yang sama atau modifikasi produk sebelumnya. Kajian ini akan menjelaskan cara menghasilkan model 3D dari disc refiner menggunakan 3D scanner dan perangkat lunak CAD sebagai tahapan penting dari teknik reverse engineering. Selain itu juga akan ditampilkan hasil uji komposisi material sebagai tahapan awal untuk menghasilkan modifikasi produk disc refiner. Hasil dari kajian ini juga dapat digunakan sebagai pedoman bagi industri manufaktur dalam negeri untuk meningkatkan daya saing, khususnya di sektor industri manufaktur mesin pengolah pulp dan kertas.
Perancangan cold storage pada kapal nelayan tradisional terhadap penekanan biaya operasional dan kualitas ikan Sungkono; Juhana Said
Jurnal Teknik Mesin Indonesia Vol. 17 No. 2 (2022): Jurnal Teknik Mesin Indonesia
Publisher : Badan Kerja Sama Teknik Mesin Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36289/jtmi.v17i2.302

Abstract

This study takes the case of traditional fishing boats in the Beba Fish Landing Base, Takalar Regency, South Sulawesi. These fishing boats still use conventional fish catch shelters. This method is expensive and risks the quality of fish freshness and even damage to the caught fish. To overcome the problem, a cold storage design is carried out as a place to store fish catches. This study aims to 1) design a cold storage with a capacity of 1 ton of fish with a cooling temperature of 2 - 0°C; 2) calculate the required power and cost; 3) calculate Break Even Point (BEP). The results of this study obtained a cold storage design with dimensions of 248.2 cm x 120.4 cm and a height of 84 cm. The inner and outer walls of cold storage are made of stainless material, while the middle of the Styrofoam is an insulating material. The refrigerant used is R 134 a. Indoor cooling using an air misting system. Cold Storage power 593 Watt at 220 Volt AC voltage. The cost of making 1 cold storage unit is IDR 22.350.000 and the power of a 1 hp generator is IDR 4.000.000, so the total is IDR 26.350.000. Break Even Point (BEP) from the draft is 9,4 months. The results of this design and, maintaining the freshness fish, also reduce the operational costs of traditional fishers.