cover
Contact Name
UBAIDILLAH
Contact Email
ubaidillah_ft@staff.uns.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jtmi@bkstm.org
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin Indonesia
ISSN : 1907350X     EISSN : 25977563     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Mesin Indonesia “JTMI” " adalah jurnal ilmiah sains dan teknologi yang diterbitkan oleh Badan Kerjasama Teknik Mesin Indonesia. JTMI meliputi bidang konversi energi, material, desain mekanikal, manufaktur dan otomasi
Articles 291 Documents
Pengembangan minyak jarak sebagai bahan baku gemuk lumas Milda Fibria; Catur Yuliani; Tri Purnami; M Hanifuddin; Rona Malam; Setyo Widodo; Cahyo S. Wibowo; Maymuchar Maymuchar
Jurnal Teknik Mesin Indonesia Vol 17 No 1 (2022): Jurnal Teknik Mesin Indonesia
Publisher : Badan Kerja Sama Teknik Mesin Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36289/jtmi.v17i1.282

Abstract

Gemuk adalah sebuah kombinasi minyak pelumas dan agen pengental (thickener). Pengentalan memberikan sifat kaku dari gemuk lumas, sebagai pengukur resistansi terhadap deformasi oleh gaya yang bekerja. Pengental (thickener) di gemuk lumas dibuat dengan mereaksi 12-hydroxystearic acid (HSA) dan lithium hydroxide untuk menghasilkan gemuk lumas, yang memiliki resistansi tinggi terhadap air. Kebutuhan 12-HSA dinilai signifikan sebagai pengental gemuk lumas. Produk ini tidak dibuat di Indonesia, sehingga industri gemuk masih bergantung kepada produk impor. Minyak jarak adalah bahan baku untuk pembuatannya, namun sangat banyak diproduksi di Indonesia. Produksi ini diinisiasi untuk mengurangi upaya impor dari 12-HSA dan menggantikan produk impor tersebut. Berdasarkan hasil yang didapatkan, dapat disimpulkan bahwa formula produk bio-grease berbahan minyak jarak menunjukkan kinerja pelumas yang setara dengan kinerja produk dengan 12-HSA impor. Terkadang menghasilkan produk unggul dibandingkan dengan salah satu yang berbahan 12-HSA impor jika perlakuan yang sesuai ditetapkan. Kinerja pelumas akan meningkat dengan penambahan agen kompleks yang juga didapatkan dari minyak jarak. Pemanfaatan minyak jarak di kajian ini menghasilkan peningkatan Domestic Content Level (DCL) di dalam produk bio-grease sebesar lebih dari 95%.
Pengaruh penambahan peralatan pendukung pada solar cell terhadap kinerja solar cell Shandy Kurniadi; Rafil Arizona; Sehat Abdi Saragih
Jurnal Teknik Mesin Indonesia Vol 17 No 1 (2022): Jurnal Teknik Mesin Indonesia
Publisher : Badan Kerja Sama Teknik Mesin Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36289/jtmi.v17i1.281

Abstract

Sel surya merupakan perangkat yang dapat mengubah sinar matahari menjadi energi listrik. Diketahui sel surya yang dominan digunakan saat ini memiliki kelemahan yaitu daya yang rendah, harga yang relatif mahal ditambah posisi dan sudut pemasangan yang konstan. Untuk itu perlu dilakukan suatu upaya agar kinerja sel surya dapat meningkat, upaya yang dilakukan adalah dengan menambah peralatan pendukung berupa solar tracker, reflektor, dan lensa fresnel pada sel surya. Kajian ini bertujuan untuk mendapatkan pengaruh peralatan pendukung pada sel surya terhadap kinerja sel surya dan mendapatkan peralatan pendukung terbaik untuk membantu meningkatkan kinerja sel surya. Pengujian dilakukan dengan memvariasikan 3 peralatan pendukung pada solar cell. Solar tracker adalah peralatan dan sistem yang dapat melacak sinar matahari terkuat, sedangkan reflektor dan lensa Fresnel berfungsi untuk meningkatkan intensitas sinar matahari melalui efek lensa. Hasil dan analisis uji kinerja yang telah dilakukan menunjukkan bahwa semakin lengkap peralatan pendukung yang ditambahkan, maka semakin baik pula kinerja yang dihasilkan oleh sel surya. Performa sel surya terbaik diperoleh pada peralatan pendukung pada hari ke-5 yaitu perangkat V dengan menggunakan solar tracker yang dilengkapi dengan lensa fresnel dan reflektor (STFR).
Analisis uji tarik komposit serat bambu resin poliester dengan filler serabut kelapa menggunakan metode taguchi Robert Napitupulu; Shanty Dwi Krisnaningsih; Efata Anugrah Harita
Jurnal Teknik Mesin Indonesia Vol 17 No 1 (2022): Jurnal Teknik Mesin Indonesia
Publisher : Badan Kerja Sama Teknik Mesin Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36289/jtmi.v17i1.279

Abstract

Pengembangan komposit tidak hanya komposit sintetis yang diproduksi tetapi juga mendorong komposit serat alam karena sifatnya yang luar biasa yang dapat digunakan kembali. Dalam kajian ini serat alam yang digunakan untuk dikembangkan adalah serat dari bambu dengan filler serabut kelapa. Tujuan kajian ini untuk mengetahui komposisi campuran serat bambu resin polyester dengan filler serabut kelapa dalam analisis uji tarik untuk mencari kekuatan yang maksimal dan mengetahui besar persentase kontribusi dari variabel yang berpengaruh pada rasio volume matriks dan volume serabut kelapa, persentase alkali dan panjang serabut kelapa pada kekuatan tarik material serat komposit. Proses pembuatan komposit menggunakan metode hand lay-up yang dikombinasikan menggunakan Metode Taguchi dengan rancangan percobaan matriks orthogonal L4 (23), karena ada tiga parameter proses yang memiliki 2 level. Pengulangan dilakukan sebanyak 5 kali. Parameter proses rasio volume matriks dan volume serabut kelapa, konsentrasi alkali dan panjang serabut kelapa. Hasil kajian ini menunjukkan setting variabel parameter yang tepat untuk mendapatkan kekuatan tarik yang maksimal yaitu pada komposisi rasio volume matriks dan volume serabut kelapa 60%:20%, konsentrasi alkali 5% dan panjang serabut kelapa 30 mm dengan nilai uji tarik sebesar 54,34 MPa, persentase kontribusi parameter yang berpengaruh pada kekuatan tarik adalah panjang serabut kelapa sebesar 42,560 %.
Analisis karakteristik briket arang serbuk gergaji dan tempurung kelapa Rany Puspita Dewi; Trisma Jaya Saputra; Sigit Joko Purnomo
Jurnal Teknik Mesin Indonesia Vol 17 No 1 (2022): Jurnal Teknik Mesin Indonesia
Publisher : Badan Kerja Sama Teknik Mesin Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36289/jtmi.v17i1.272

Abstract

Pemanfaatan biomassa untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dapat dilakukan melalui teknologi pembriketan. Kualitas briket dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah ukuran partikel serbuk arang. Serbuk gergaji dan limbah tempurung kelapa merupakan sumber biomassa yang menjanjikan. Kajian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi ukuran partikel serbuk arang terhadap karakteristik briket yang meliputi kadar air dan kadar abu. Kajian menggunakan ukuran partikel serbuk arang 10 mesh, 20 mesh, dan 40 mesh. Hasil pengujian menunjukkan bahwa briket arang yang dihasilkan memiliki rata-rata kadar air 5,571% dan rata-rata kadar abu 1,994% pada ukuran partikel 10 mesh. Pada ukuran partikel 20 mesh menghasilkan briket dengan rata-rata kadar air 5,598% dan rata-rata kadar abu 2,573%. Sedangkan pada ukuran partikel 40 mesh menghasilkan briket dengan rata-rata kadar air 5,461% dan rata-rata kadar abu 4,762%. Ukuran partikel serbuk arang tidak berpengaruh terlalu signifikan terhadap kadar air, tetapi memiliki pengaruh signifikan terhadap kadar abu. Hal ini dapat dilihat dari kenaikan kadar abu hingga mencapai 0,5-2% untuk masing-masing variasi ukuran partikel serbuk arang.
Analisis ketahanan pompa dengan penggerak arus listrik direct current Rahmad Samosir; Medyawanti Pane; Kimar Turnip; Rio Parluhutan
Jurnal Teknik Mesin Indonesia Vol 17 No 1 (2022): Jurnal Teknik Mesin Indonesia
Publisher : Badan Kerja Sama Teknik Mesin Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36289/jtmi.v17i1.271

Abstract

Saat pompa air DC sudah banyak diproduksi, namun masih jarang digunakan masyarakat umum. Penggunaan dengan arus DC sangat potensial karena dapat menggunakan listrik langsung dari panel surya, akan tetapi masyarakat umum belum mengetahui keandalan pompa tersebut. Untuk mengetahui keandalan pompa tersebut, dilakukan kajian ini. Berdasarkan pengujian yang dilakukan untuk mengetahui ketahanan pompa menggunakan pompa DC dengan spesifikasi sebagai berikut: daya masimum 180 W, head maksimum 15 m, kapasitas maksimum 1,5 m3/jam dengan 12 V. Dari hasil pengujian selama 5 x 24 jam dengan head 4,9 m diperoleh hasil yaitu pada voltage 12,04 V dan 4,09 A didapat kapasitas pompa yaitu 23 liter/menit, daya pompa 50,7 W. Pada tegangan 7,7 V dan 6,02 A didapatkan kapasitas pompa yaitu 10 liter/menit, daya pompa 46,4 W. Pada tegangan 12,06 V dan 4,1 A didapatkan kapasitas pompa yaitu 20 liter/menit daya pompa 49,4 W. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa dari hari pertama sampai hari ke tujuh, performa pompa dapat dinilai hanya mengalami sedikit perubahan dari 23 liter/menit menjadi 20 liter/menit.
Perancangan Teknologi Hybrid Berbasis Energi Turbin Kinetik dan Energi Surya Indi Albari; Jojo Sumarjo; Rizal Hanifi
Jurnal Teknik Mesin Indonesia Vol 17 No 1 (2022): Jurnal Teknik Mesin Indonesia
Publisher : Badan Kerja Sama Teknik Mesin Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36289/jtmi.v17i1.262

Abstract

Kampung Regency Parakan, Desa Cikampek Utara, Kabupaten Karawang merupakan daerah yang memiliki banyak aliran sungai kecil dan debit air yang bervariasi, di mana pemanfaatannya belum optimal. Teknologi hybrid berbasis turbin kinetik dan energi surya merupakan alternatif sumber energi listrik yang tepat untuk dikembangkan sebagai penerangan jalan umum. Dari hasil perhitungan perancangan turbin kinetik, daya perancangan generator didapatkan yaitu sebesar 16,5 watt per jam pada saat turbin kinetik bekerja selama 12 jam, sedangkan jika turbin bekerja selama 24 jam maka daya perancangan generator sebesar 8,25 watt per jam. Didapatkan perancangan daya panel surya dari setiap intensitas matahari mulai dari jam 10:00 – jam 14:00 yaitu sebesar 39,6 watt per jam (watt peak). Maka didapatakan hasil dari kedua perancangan yaitu kemampuan daya optimum turbin kinetik dan panel surya saling bersinergi yaitu menggunakan 3 lampu LED 5 watt selama 10 jam dengan daya sebesar 150 watt pada penggunaan turbin bekerja selama 24 jam dan penggunaan panel surya bekerja selama 5 jam mulai dari jam 10:00 – jam 14:00.
Performansi kolektor surya pelat datar unglazed pemanas air Rustam Efendi
Jurnal Teknik Mesin Indonesia Vol 17 No 1 (2022): Jurnal Teknik Mesin Indonesia
Publisher : Badan Kerja Sama Teknik Mesin Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36289/jtmi.v17i1.232

Abstract

Energi surya merupakan energi yang tersedia sepanjang tahun di Indonesia. Pemanen energi surya dapat dilakukan dengan menggunakan kolektor surya. Kajian ini menguji kinerja kolektor surya pelat datar unglazed untuk mengetahui kemampuan kinerja kolektor surya dalam proses pemanasan air. Metode kajian menggunakan metode eksperimental, di mana air dialirkan melalui kolektor surya menggunakan pompa dan suhu diukur menggunakan termokopel yang terhubung dengan DAQ NI-9178 serta pengukuran iradiasi menggunakan pyranometer EKO MS-040. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kolektor surya unglazed dengan sistem resirlukasi dapat terus meningkatkan suhu pada tangki air secara kontinyu hingga diperoleh suhu maksimal air 65.42 °C pada siang hari. Performansi kolektor tipe unglazed selalu menghasilkan ΔT yang positif yang artinya suhu air berapapun yang melewati kolektor surya selalu meningkat selama terdapat iradiasi matahari.
PENGARUH VARIASI JENIS MEDIA PENDINGIN TERHADAP SURFACE BENDA KERJA ST41 DENGAN MENGGUNAKAN UJI KEKASARAN (SURFACE ROUGHNESS TESTER) Oddy Adam; Illa Rizianiza; Hadhimas Dwi Haryono
Jurnal Teknik Mesin Indonesia Vol. 17 No. 1 (2022): Jurnal Teknik Mesin Indonesia
Publisher : Badan Kerja Sama Teknik Mesin Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36289/jtmi.v17i1.230

Abstract

Proses permesinan pada mesin bubut konvensional merupakan proses permesinan yang banyak digunakan di dunia industri maupun di pendidikan saat ini. Dalam mengerjakan suatu proses permesinan tentunya benda kerja yang dihasilkan juga harus sesuai dengan standar, dengan penambahan media pendingin yang tepat dapat mempengaruhi nilai kekasaran permukaan benda kerja. Setiap benda kerja yang dikerjakan tentunya memiliki properties atau sifat yang berbeda di setiap material seperti halnya ST41 biasanya material ini sering digunakan pada pipa saluran, bodi mobil bahkan handle rem sepeda motor. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kekasaran permukaan dari pengaruh jenis media pendingin (coolant, oli, air, udara bertekanan, dan tanpa media pendingin) dengan pembaharuan dari kajian terdahulu yaitu penggunaan material uji ST41, hasil proses permesinan, dan mengetahui jenis pendingin yang tepat agar menghasilkan kekasaran permukaan yang rendah pada material ST41, menggunakan mesin bubut konvensional dan alat ukur kekasaran surface roughness tester Mitutoyo SJ-310. Didapatkan nilai kekasaran terendah pada penggunaan jenis media pendingin coolant sebesar 0,694 μm, dibandingkan penggunaan oli 0,805 μm, udara bertekanan 1,178 μm, tanpa media pendingin 1,255 μm, dan yang paling tinggi atau kasar adalah penggunaan jenis pendingin air 1,789 μm. Karena coolant mampu melumasi, mendinginkan benda kerja dengan baik dan memberikan perlindungan korosi. Hasil uji Anova dua jalur menunjukan bahwa perlakuan jenis media pendingin berpengaruh secara signifikan terhadap nilai kekasaran permukaan benda kerja ST41 pada proses permesinan, sehingga coolant merupakan jenis pendingin yang tepat untuk menghasilkan nilai kekasaran yang rendah pada material ST41.
Performansi kolektor surya pelat datar unglazed pemanas air Rustam Efendi
Jurnal Teknik Mesin Indonesia Vol. 17 No. 1 (2022): Jurnal Teknik Mesin Indonesia
Publisher : Badan Kerja Sama Teknik Mesin Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36289/jtmi.v17i1.232

Abstract

Energi surya merupakan energi yang tersedia sepanjang tahun di Indonesia. Pemanen energi surya dapat dilakukan dengan menggunakan kolektor surya. Kajian ini menguji kinerja kolektor surya pelat datar unglazed untuk mengetahui kemampuan kinerja kolektor surya dalam proses pemanasan air. Metode kajian menggunakan metode eksperimental, di mana air dialirkan melalui kolektor surya menggunakan pompa dan suhu diukur menggunakan termokopel yang terhubung dengan DAQ NI-9178 serta pengukuran iradiasi menggunakan pyranometer EKO MS-040. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kolektor surya unglazed dengan sistem resirlukasi dapat terus meningkatkan suhu pada tangki air secara kontinyu hingga diperoleh suhu maksimal air 65.42 °C pada siang hari. Performansi kolektor tipe unglazed selalu menghasilkan ΔT yang positif yang artinya suhu air berapapun yang melewati kolektor surya selalu meningkat selama terdapat iradiasi matahari.
Perancangan Teknologi Hybrid Berbasis Energi Turbin Kinetik dan Energi Surya Indi Albari; Jojo Sumarjo; Rizal Hanifi
Jurnal Teknik Mesin Indonesia Vol. 17 No. 1 (2022): Jurnal Teknik Mesin Indonesia
Publisher : Badan Kerja Sama Teknik Mesin Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36289/jtmi.v17i1.262

Abstract

Kampung Regency Parakan, Desa Cikampek Utara, Kabupaten Karawang merupakan daerah yang memiliki banyak aliran sungai kecil dan debit air yang bervariasi, di mana pemanfaatannya belum optimal. Teknologi hybrid berbasis turbin kinetik dan energi surya merupakan alternatif sumber energi listrik yang tepat untuk dikembangkan sebagai penerangan jalan umum. Dari hasil perhitungan perancangan turbin kinetik, daya perancangan generator didapatkan yaitu sebesar 16,5 watt per jam pada saat turbin kinetik bekerja selama 12 jam, sedangkan jika turbin bekerja selama 24 jam maka daya perancangan generator sebesar 8,25 watt per jam. Didapatkan perancangan daya panel surya dari setiap intensitas matahari mulai dari jam 10:00 – jam 14:00 yaitu sebesar 39,6 watt per jam (watt peak). Maka didapatakan hasil dari kedua perancangan yaitu kemampuan daya optimum turbin kinetik dan panel surya saling bersinergi yaitu menggunakan 3 lampu LED 5 watt selama 10 jam dengan daya sebesar 150 watt pada penggunaan turbin bekerja selama 24 jam dan penggunaan panel surya bekerja selama 5 jam mulai dari jam 10:00 – jam 14:00.