cover
Contact Name
laelatus Syifa Sari Agustina
Contact Email
laelatussyifa.sa@staff.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
wacana@mail.uns.ac.id
Editorial Address
Gedung D Fakultas Kedokteran UNS Jl. Ir. Sutami no. 36A, Kota surakarta (solo), Jebres, Jawa Tengah, 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
WACANA
ISSN : 20850514     EISSN : 27161625     DOI : https://doi.org/10.13057/wacana.v12i1
Wacana adalah wadah pengembangan psikologi di indonesia khususnya dibidang indegenous yang memuat naskah-naskah ilmiah penelitian empiris. Psikologi dalam ranah indegenous mengkhususkan diri pada studi yang mengangkat seni, etnis, budaya, nilai-nilai kepercayaan, spiritualitas, agama dan kearifan lokal yang saling mempengaruhi proses sosial dan proses individual serta hubungan intra dan/atau inter kelompok dan lingkungan. Kajian dalam bidang-bidang psikologi lainnya dapat dimuat dalam Wacana sepanjang memiliki relevansi dengan psikologi khusunya bidang indegenous.
Arjuna Subject : -
Articles 172 Documents
Hubungan antara Locus of Control Internal dan Kecerdasan Emosi dengan Perilaku Prososial pada Mahasiswa Program Studi Psikologi UNS Aji Nugroho, Damas; Hardjajani, Tuti; Arif Karyanta, Nugraha
Wacana Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.478 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v7i2.82

Abstract

Hubungan antara Locus of Control Internal dan Kecerdasan Emosi dengan Perilaku Prososial pada Mahasiswa Program Studi Psikologi UNS The Relationship between Internal Locus of Control and Emotional Intelligence with Prosocial Behavior on Students of Psychology Department UNS Damas Aji Nugroho, Tuti Hardjajani, Nugraha Arif Karyanta Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebalas Maret ABSTRAK Perilaku prososial merupakan tindakan yang ditunjukkan individu dalam rangka memberikan keuntungan bagi orang lain. Sebagai elemen masyarakat yang memiliki tanggung jawab sosial yang besar, mahasiswa perlu untuk meningkatkan perilaku prososial. Ada banyak hal yang mempengaruhi perilaku prososial, diantaranya adalah locus of control internal dan kecerdasan emosi. Sikap tanggung jawab yang dimiliki individu dengan locus of control internal akan memberikan andil bagi pemberian pertolongan, sedangkan individu dengan kecerdasan emosi tinggi akan mengaktivasi empati yang akan digunakan sebagai dasar dalam pemberian pertolongan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara locus of control internal dan kecerdasan emosi dengan perilaku prososial, hubungan antara locus of control internal dengan perilaku prososial, dan hubungan antara kecerdasan emosi dengan perilaku prososial pada mahasiswa Program Studi Psikologi UNS. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Psikologi UNS yang terdiri dari empat angkatan sejumlah 293 mahasiswa. Sampling yang digunakan adalah proportionate stratified random sampling. Sampel penelitian berjumlah 100 mahasiswa. Instrumen yang digunakan adalah skala perilaku prososial, skala locus of control internal, dan skala kecerdasan emosi. Hasil analisis data menggunakan regresi linear berganda didapatkan nilai Fhitung 52,878 > Ftabel 3,09, p < 0,05, dan nilai R = 0,722. Nilai R2 dalam penelitian ini sebesar 0,522 atau 52,2%, dimana sumbangan efektif locus of control internal sebesar 12,84% dan sumbangan efektif kecerdasan emosi sebesar 39,36%. Secara parsial, terdapat hubungan antara locus of control internal dengan perilaku prososial dengan nilai rx1y¬ = 0,220, p < 0,05; serta terdapat hubungan antara kecerdasan emosi dengan perilaku prososial dengan nilai rx2y = 0,507, p < 0,05. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara locus of control internal dan kecerdasan emosi dengan perilaku prososial, antara locus of control internal dengan perilaku prososial, dan antara kecerdasan emosi dengan perilaku prososial pada mahasiswa Program Studi Psikologi UNS. Locus of control yang berorientasi internal dan kecerdasan emosi yang tinggi akan berpengaruh kepada perilaku prososial yang tinggi. Kata kunci: perilaku prososial, locus of control internal, kecerdasan emosi
Penerapan Social Support untuk meningkatkan Kemandirian pada penderita Skizofrenia. Tri Setyanto, Arif; Hartini, Nurul; Nur Alfian, Ilham
Wacana Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.67 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v9i1.114

Abstract

Penerapan Social Support untuk meningkatkan Kemandirian pada penderita Skizofrenia.   Social Support Intervention To Increase Self-Reliance of Patients With Schizophrenia   Arif Tri Setyanto, Nurul Hartini, Ilham Nur Alfian Program Magister Profesi Psikologi UniversitasAirlangga     ABSTRAK Skizofrenia adalah gangguan jiwa yang tergolong berat. Skizofrenia merupakan suatu gangguan psikotik terutama ditandai oleh adanya gangguan pikiran, emosi, dan perilaku antara lain kekacauan pikiran, dimana ide-idenya tidak memiliki hubungan yang logis. Kekacauan persepsi dan perhatian, aktifitas motorik yang ganjil,serta emosi yang dangkal dan tidak wajar. Gejala karakteristik skizofrenia meliputi tidak berfungsinya kemampuan kognitif emosional yang meliputi persepsi, pikiran yang cenderung menarik diri, bahasa dan komunikasi, perilaku yang termonitor oleh kesadaran, kelancaran bahasa, kapasitas hedonis, kemauan dan drive, serta perhatian. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa dalam proses penyembuhannya para penderita skizofrenia hampir tidak bisa lepas dengan terapi medikasi (obat-obatan). Sementara perlakuan terhadap penderita skizofrenia dalam dekade ini terlalu menitikberatkan pada medikasi antipsikotik yang seringkali kurang dapat menawarkan pemulihan sosial (Carson,2000 dalam Schwarzer dan Schulz,2002), sehingga pemberian terapi medis saja tidaklah cukup bagi penderita skizofrenia. Sehubungan dengan permasalahan tersebut, maka diperlukan adanya suatu penanganan yang holistik untuk membantu penderitanya. Dalam kajian ini, intervensi ditujukan pada penderita skizofrenia dengan menggunakan suatu bentuk social support. Subyek dalam penelitian ini adalah laki-laki berusia 54 tahun, sudah berkeluarga, dan posisi sebagai kepala keluarga. Ia telah menjalani perawatan medis kurang lebih dua puluh tahun, adapun kondisinya saat ini sudah mengalami kemajuan setelah mendapatkan perawatan medis dibanding kondisi sebelumnya. Namun, masih ada permasalahan dalam kemandiriannya khususnya dalam Activity daily living (Adl). Intervensi dengan  bentuk social support bertujuan untuk meningkatkan kemandirian penderita. Pelaksanaan kegiatan intervensi social support dilaksanakan dalam tiga tahap kegiatan, yaitu: (1) Membangun rapport & kepercayaan antara peneliti, anak subyek dan subyek.(2) Melatih kemandirian subyek dengan memberikan tugas-tugasnya secara mandiri.(3) Meningkatkan rasa kemandirian subyek dalam bentuk pemberian social support, diantaranya berupa pemberian (informasi, nasehat, motivasi,dan sebagainya). Hampir keseluruhan serangkaian kegiatan program intervensi social support berjalan dengan cukup berhasil. Hal ini ditandai dengan subyek semakin termotivasi untuk melakukan aktifitasnya dibanding sebelum pelaksanaan intervensi. Subyek mengutarakan perasaannya ketika ia mendapatkan perhatian dari orang-orang di sekitarnya ia merasa lebih dihargai serta diperhatikan dan kemudian muncul motivasi dalam mengerjakan tugas-tugasnya.   Kata Kunci: social support, kemandirian, skizofrenia
HUBUNGAN ANTARA CITRA MEREK DAN LOYALITAS MEREK DENGAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBELIAN BODY LOTION PADA MAHASISWI PROGRAM STUDI PSIKOLOGI UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA Nurfitriana, Aan; Wijanarko, Bagus; Priyatama, Aditya Nanda
Wacana Vol 5, No 1 (2013)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.618 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v5i1.18

Abstract

Setiap konsumen mempunyai kebutuhan yang harus dipenuhi. Pengambilan keputusan pembelian merupakan suatu tindakan yang harus dilakukan dalam tercapainya kebutuhan tersebut. Banyak proses yang akan dilalui seorang konsumen dalam memenuhi kebutuhannya tersebut. Proses pengambilan keputusan pembelian dilakukan agar konsumen mendapatkan produk sesuai dengan harapan. Citra merek dan loyalitas merek merupakan konsep personal dalam diri seorang konsumen yang terkait dengan pengambilan keputusan pembelian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara citra merek dan loyalitas merek dengan pengambilan keputusan pembelian body lotion pada mahasiswi Program Studi Psikologi Universitas Sebelas Maret Surakarta. Populasi penelitian ini adalah mahasiswi Program Studi Psikologi UNS yang memakai body lotion. Pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan tiga skala, yaitu skala pengambilan keputusan pembelian, skala citra merek dan skala loyalitas merek. Analisis data menggunakan metode analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan nilai F-test=86,350, p<0,05, dan nilai R=0,787, sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis dalam penelitian ini dapat diterima, yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara citra merek dan loyalitas merek dengan pengambilan keputusan pembelian pada mahasiswi Program Studi Psikologi UNS. Hasil penelitian juga menunjukkan nilai rx1y = 0,251; p<0,05, artinya terdapat hubungan positif yang signifikan antara citra merek dengan pengambilan keputusan pembelian. Nilai rx2y = 0,567; p<0,05, artinya terdapat hubungan positif yang signifikan antara loyalitas merek dengan pengambilan keputusan pembelian.. Nilai R2 dalam penelitian ini sebesar 0,620 atau 62%, terdiri atas sumbangan efektif citra merek dengan pengambilan keputusan pembelian sebesar 15,19%, dan sumbangan efektif loyalitas merek dengan pengambilan keputusan pembelian sebesar 46,81%. Ini berarti masih terdapat 38% factor lain yang mempengaruhi pengambilan keputusan pembelian selain citra merek dan loyalitas merek. Kata kunci : pengambilan keputusan pembelian, citra merek, loyalitas merek, body lotion
Serial Kasus Gangguan Psikologis Pada Pasien Tuberkulosis Multidrug Resistant (MDR TB) Di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi Reviono ,; I.G.B. Indro Nugroho; Aditya Nanda Priyatama; Martha Ratnawati
Wacana Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.735 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v11i2.150

Abstract

AbstrakEfek samping obat berupa gangguan psikologis sebenarnya jarang ditemukan pada tatalaksana penyakit infeksi, misalnya kasus tuberkulosis (TB). Saat ini banyak ditemukan kasus TB resisten ganda ganda (multidrug resistant tuberculosis/ MDR TB). Kasus MDR TB ini memerlukan pengobatan jangka panjang dan ternyata banyak menimbulkan efek samping psikologis mulai dari yang ringan sampai yang berat.  Pada serial kasus ini efek samping yang ditemukan berupa gangguan halusinasi, ansietas, depresi, perubahan perilaku dan ide bunuh diri.  Efek samping psikologis mempengaruhi keberhasilan pengobatan MDR TB.Tujuan penelitian ini untuk memberikan gambaran klinis gangguan psikologis yang berhubungan dengan kasus MDR TB.Pengumpulan kasus secara retrospektif pasien  pengobatan MDR TB dengan efek samping gangguan psikologis dari bulan Januari 2013 sampai Juni 2017 di RS dr. Moewardi. Data didapat dari rekam medis dan wawancara dalam bentuk kuesioner.Sembilan pasien dalam serial kasus ini terdiri dari 7 laki-laki dan 2 perempuan dengan keluhan terbanyak perubahan perilaku, bicara kacau, marah-marah, gangguan tidur. Keluhan lain depresi, ansietas, halusinasi dan keinginan bunuh diri. Efek samping gangguan psikologis timbul setelah pasien mendapatkan pengobatan sikloserin 2 minggu – 7 bulan.Sebagian besar kasus gangguan psikologis akibat efek samping pengobatan MDR TB tidak memiliki riwayat gangguan psikologis sebelumnya. Dukungan sosial sangat diperlukan dalam mengatasi masalah psikis pasien MDR TB baik dari keluarga maupun teman dekat Gangguan psikologis pada pengobatan MDR TB mungkin dapat tertangani dengan manajemen multimodalitas yang baik.Kata kunci: Pengobatan MDR TB, efek samping psikologis, sikloserin.
STUDI DISKRIPTIF KONFLIK FRATER-FRATER TAHUN ORIENTASI ROHANI WISMA SANJAYA SEMARANG DALAM HIDUP BERKOMUNITAS Adinugroho, C. Wijoyo
Wacana Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.921 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v2i2.50

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan berbagai jenis konflik yang terjadi dalam kehidupan berkomunitas di sebuah lembaga pendidikan calon imam, yaitu di TOR Wisma Sanjaya Semarang. Penelitian berbentuk kualitatif diskriptif yang dilakukan melalui penelitian lapangan dimana peneliti tinggal didalam komunitas tersebut selama 14 hari. Subjek penelitian adalah seluruh penghuni TOR Wisma Sanjanya yang berjumlah 15 orang. Istrumen pengumpul data adalah melalui wawancara dan observasi. Hasil dari penelitian ini adalah: konflik paling banyak muncul adalah konflik nilai pada tataran interpersonal yang disebabkan karena perbedaan cara pandang dan nilai-nilai hidup yang diyakini. Yang kedua, pendidikan yang membebaskan membuat para frater mengalami konflik antara memenuhi kebutuhan pribadi atau mengutamakan kebersamaan dan tujuan imamat. Yang ketiga kesamaan tujuan mampu meminimalisir terjadinya konflik tujuan. Adanya frater yang masih mengalami keraguan tujuan dalam mencapai imamat ternyata memicu untuk terjadinya konflik. Keempat, peran baru sebagai frater memunculkan ketidak nyamanan bagi beberapa frater khususnya dalam kaitan relasi dengan lingkungan, sesama frater maupun dengan para imam. Kelima, kehadiran orang lain di dalam komunitas yang tidak memiliki tujuan yang sama (tinggal di TOR tidak dalam rangka pendidikan imamat) ternyata memicu untuk terjadinya konflik baik nilai maupun kebijakan. Kata kunci: Konflik, frater, hidup berkomunitas, tahun orientasi rohani (TOR)
Hubungan antara Kebutuhan Aktualisasi Diri dengan Stres Kerja pada Perawat Wanita Berperan Ganda di RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten Wina Rosiano, Maria; Hardjajani, Tuti; Yusuf, Munawir
Wacana Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.752 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v7i1.73

Abstract

Hubungan antara Kebutuhan Aktualisasi Diri dengan Stres Kerja pada Perawat Wanita Berperan Ganda di RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten The Relationship between Self-Actualization Need with Work Stress in Female Nurse with Double Role in RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten Maria Wina Rosiano, Tuti Hardjajani, Munawir Yusuf Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebalas Maret ABSTRAK Ibu yang bekerja harus dapat menjalankan peran sebaik mungkin, baik di lingkungan kerja maupun di rumah. Lingkungan kerja dapat menjadi sumber stres bagi ibu bekerja terutama bagi pekerjaan yang memiliki tanggung jawab besar, seperti perawat. Seorang wanita yang menjalankan peran ganda memiliki beberapa alasan, yaitu untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, mengembangkan kemampuan, maupun mengaktualisasikan diri. Apabila kebutuhan aktualisasi diri tidak terpenuhi maka akan menimbulkan penderitaan pada diri orang tersebut yang dapat memicu frustrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebutuhan aktualisasi diri dengan stres kerja pada perawat wanita berperan ganda di RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Populasi dalam penelitian adalah perawat wanita yang telah menikah dan memiliki anak di bangsal rawat inap RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten berjumlah 164 orang. Sampel penelitian berjumlah 116 orang dan sampling penelitian ini adalah purposive total sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala kebutuhan aktualisasi diri dengan jumlah aitem 38 valid dan reliabilitas 0,916 serta skala stres kerja sejumlah 34 aitem valid dengan reliabilitas 0,891. Analisis data menggunakan teknik korelasi product moment Pearson, diperoleh nilai koefisien korelasi (r) sebesar -0,390; p = 0,000 (p
Kompetensi Emosi dan Kompetensi Sosial pada Anak Kembar Identik Laki-Laki dengan Gangguan Attention Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD) Sebuah Studi Kasus Akwila Adwin Falenttino; Suci Murti Karini; Arif Tri Setyanto
Wacana Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.322 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v9i1.105

Abstract

Kompetensi Emosi dan Kompetensi Sosial pada Anak Kembar Identik Laki-Laki dengan Gangguan Attention Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD) Sebuah Studi Kasus   Emotional Competence and Social Competence in Identical Tiwn Boys with Attention Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD) A Case Study   Akwila Adwin Falenttino, Suci Murti Karini, Arif Tri Setyanto Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret   ABSTRAK Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah sebuah gangguan yang secara konsisten memperlihatkan beberapa dari sejumlah karakteristik selama periode waktu tertentu: gangguan pemusatan perhatian, hiperaktif dan impulsif. Pada akhir masa kanak-kanak, anak pada umumnya mengalami periode meningginya emosi, keadaan yang demikian membuat anak harus menyesuaikan diri, sehingga anak cenderung cepat marah dan sulit untuk dihadapi. Hal ini menjadi suatu permasalahan tersendiri bagi anak dengan gangguan ADHD, karena fase memuncaknya emosi ini akan diperparah dengan sikap anak yang impulsif yang disertai dengan hiperaktivitas. Aspek emosi tersebut tidak dapat terlepas dari aspek sosialnya, dimana perkembangan emosi anak akan berdampak langsung pada kehidupan sosialnya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai kompetensi emosi dan kompetensi sosial yang dimiliki oleh anak kembar identik dengan gangguan ADHD. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan desain studi kasusyang diharapkan dapat menggali fokus penelitian secara mendalam. Subjek dalam penelitian ini adalah sepasang anak kembar identik laki-laki yang keduanya mengalami gangguan ADHD. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan riwayat hidup. Hasil penelitian ini menggambarkan kompetensi emosi dan kompetensi sosial yang dimiliki oleh anak kembar identik dengan gangguan ADHD. Kondisi keluarga menjadi faktor utama yang berpengaruh terhadap kompetensi emosi dan sosial pada anak kembar identik dengan gangguan ADHD. Sikap yang diberikan oleh ibu subjek yang cenderung terlalu melindungi ketika berurusan dengan kehidupan sosial anak dan juga sikap yang cenderung membiarkan anak berperilaku sesuka mereka di dalam rumah, berakibat pada pembentukan sikap agresif pada anak kembar identik tersebut. Sikap agresif tersebut dimunculkan oleh kedua subjek ketika mereka berada dalam kondisi emosi marah atau sedih, dan kondisi ini memerlukan waktu yang cukup lama agar kembali ke keadaan yang stabil. Keadaan emosi yang demikian berdampak pada kompetensi sosial kedua subjek, terutama kompetensi yang berhubungan dengan interaksi subjek dengan kelompok tertentu. Kedua subjek masih belum dapat bekerja sama dalam sebuah kelompok tertentu dan cenderung belum dapat memahami isyarat sosial dari orang lain.   Kata kunci: anak kembar identik, ADHD, kompetensi emosi, kompetensi sosial
SYUKUR DAN HARGA DIRI DENGAN KEBAHAGIAAN REMAJA Alissa Rosi Sativa; Avin Fadilla Helmi
Wacana Vol 5, No 2 (2013)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.113 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v5i2.9

Abstract

The purpose of this study was to examine the correlation between gratitude and self-esteem with adolescent’s happiness, the hypothesis stated that there is a correlation between gratitude and self-esteem with adolescents’ happiness. This study used three scale, including happiness scale, gratitude scale and self-esteem scale. This study involved 163 students in tenth and eleventh grade of SMA Negeri in Yogyakarta as the subjects. Data were analyzed using multiple regression analysis with stepwise method. The result showed that (1) there is a significant relationship between gratitude and self-esteem with adolescents’ happiness (R=0,772; F=118,437; p=0,000), (2) gratitude and self-esteem contribute in the amount of 59,7%, (3) gratitude contributes in the amount of 6,5%, and (4) self-esteem contributes in the amount of 53,2%. The results of this research suggest that gratitude and self-esteem contribute to increasing happiness, but self-esteem is a stronger predictor than gratitude. Keywords: adolescents’ happiness, adolescents, gratitude, self-esteem.
Konsep Pembiasaan Teknik Self-Management Tazkiyatun Nafsi dalam Menumbuhkan Moralitas Anak Sejak Dini Liliza Agustin
Wacana Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.535 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v11i1.140

Abstract

Abstrak. Studi ini merupakan bentuk riset dan pengembangan metode. Dilatarbelakangi oleh adanya upaya untuk melahirkan intervensi psikologi islami, peneliti berupaya mengkaji Teknik Self-Management dan Tazkiyatun Nafsi. Model Teknik Self-Management Tazkiyatun Nafsi merupakan upaya pengembangan dari teknik self-management dari Cormier & Nurius yang dipadukan dengan konsep dalam islam yaitu Tazkiyatun Nafsi dari Al-Ghazali. Oleh karenanya intervensi yang menggunakan Teknik Self-Management dengan memadukan Tazkiyatun Nafsi masih belum ada, maka peneliti baru akan mencoba membuat rancangan modul. Teknik Self-Management Tazkiyatun Nafsi memiliki dimensi vertical (teistik) yang menggunakan nilai-nilai tazkiyatun nafsi sebagai acuan dalam mengubah pikiran, perasaan dan perilaku anak melalui latihan dan pembiasaan yang dikemas dengan cara program-program yang disusun oleh orang tua di rumah. Untuk itu langkah yang akan dilakukan adalah: (1) Membuat rancangan modul (2) Uji coba rancangan modul. Harapannya, Teknik Self-Management Tazkiyatun Nafsi dapat diterapkan, dilakukan penelitian, dan bisa dipertimbangkan sebagai konsep yang digunakan oleh orang tua dalam membentuk moralitas anak sejak dini, terutama bagi orang tua Muslim.Kata kunci: moralitas; self management; tazkiyatun nafsi.
MODEL PEMBELAJARAN REGULASI DIRI UNTUK MENURUNKAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA Tri Rejeki Andayani; Nugraha Arif Karyanta
Wacana Vol 3, No 2 (2011)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.676 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v3i2.41

Abstract

Prokrastinasi akademik merupakan salah satu hambatan dalam proses mahasiswa menyelesaikan masa studinya. Kebiasaan untuk menunda-nunda penyelesaian tugas yang terkait dengan akademik akan memberikan pengaruh besar dalam prestasi studi dan lama studi yang ditempuh. Beberapa studi terdahulu telah menunjukkan bahwa self-regulated learning (SLR) merupakan penentu dalam belajar, dimana 1 % puncak pelajar yang berprestasi merupakan siswa self-regulated. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran regulasi diri terhadap penurunan prokrastinasi akademik pada mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen dengan subyek penelitian mahasiswa Psikologi FK UNS yang memiliki tingkat prokrastinasi diatas rata-rata. Subyek ditentukan berdasarkan teknik purposive nonrandom sampling. Desain penelitian menggunakan Pretest-posttest Control Group Design dan teknik analisis datanya akan menggunakan pendekatan Statistika independen sample t-test. Untuk menunjang pembahasan agar lebih mendalam, analisis data juga dilengkapi dengan metode kualitatif. Hasil uji hipotesis dengan menggunakan independen sample t-test menunjukkan nilai signifikansi 0,004 (p < 0,05). Kesimpulan atas hasil ini adalah bahwa terdapat perbedaan yang nyata antara skor post-test kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Karena sebelum perlakuan subyek berada pada taraf yang sama, dapat disimpulkan bahwa pemberian perlakuan berupa pelatihan regulasi diri memiliki pengaruh yang nyata terhadap tingkat prokastinasi akademik subyek penelitian. Hal ini dikonfirmasi oleh hasil uji paired sample t-test pada skor kelompok eksperimen sebelum perlakuan dan sesudah perlakuan menunjukkan nilai signifikansi untuk uji dua sisi sebesar 0,002 (p < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara skor prokastinasi akademik kelompok eksperimen sebelum perlakuan dan sesudah perlakuan, yang menguatkan kesimpulan bahwa pelatihan regulasi diri memiliki pengaruh yang nyata terhadap penurunan skor prokastinasi akademik subyek penelitian.   Kata Kunci: regulasi diri, prokrastinasi akademik