cover
Contact Name
laelatus Syifa Sari Agustina
Contact Email
laelatussyifa.sa@staff.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
wacana@mail.uns.ac.id
Editorial Address
Gedung D Fakultas Kedokteran UNS Jl. Ir. Sutami no. 36A, Kota surakarta (solo), Jebres, Jawa Tengah, 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
WACANA
ISSN : 20850514     EISSN : 27161625     DOI : https://doi.org/10.13057/wacana.v12i1
Wacana adalah wadah pengembangan psikologi di indonesia khususnya dibidang indegenous yang memuat naskah-naskah ilmiah penelitian empiris. Psikologi dalam ranah indegenous mengkhususkan diri pada studi yang mengangkat seni, etnis, budaya, nilai-nilai kepercayaan, spiritualitas, agama dan kearifan lokal yang saling mempengaruhi proses sosial dan proses individual serta hubungan intra dan/atau inter kelompok dan lingkungan. Kajian dalam bidang-bidang psikologi lainnya dapat dimuat dalam Wacana sepanjang memiliki relevansi dengan psikologi khusunya bidang indegenous.
Arjuna Subject : -
Articles 172 Documents
Hubungan antara Kecerdasan Adversitas dan efikasi Diri dengan Kematangan Karir pada Mahasiswa Tingkat Akhir di Universitas Sebelas Maret Kartika Dwi Aryani; Bagus Wicaksono; Partista Arya Satwika
Wacana Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.744 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v9i2.112

Abstract

Hubungan antara Kecerdasan Adversitas dan efikasi Diri dengan Kematangan Karir pada Mahasiswa Tingkat Akhir di Universitas Sebelas Maret     The Relationship between Adversity Quotient and Self Efficacy with Career Maturity on Senior Year Student ini Sebelas Maret University     Kartika Dwi Aryani, Bagus Wicaksono, Partista Arya Satwika Program Studi Psikologi FakultasKedokteran UniversitasSebalasMaret       ABSTRAK   Proses menuju kematangan karir dilalui dengan berbagai hambatan yang akan dihadapi oleh individu. Mengatasi hambatan tersebut individu harus memiliki kemampuan memecahkan masalah agar terselesaikan dengan baik. Selain memiliki kemampuan, individu juga harus memiliki keyakinan bahwa hambatan yang datang dapat terselesaikan dan tidak terjadi berlarut-larut. Hal tersebut berkaitan dengan kecerdasan adversitas dan efikasi diri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan adversitas dan efikasi diri dengan kematangan karir pada mahasiswa tingkat akhir di Universitas Sebelas Maret. Subjek penelitian adalah mahasiswa tingkat akhir Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret angkatan 2011 dan 2012. Teknik penelitian menggunakan cluster random sampling. Alat pengumpul data yang digunakan adalah career maturity inventory, skala kecerdasan adversitas, dan skala efikasi diri. Analisis data menggunakan teknis analisis regresi berganda. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan nilai Fhitung sebesar 6,999 > nilai Ftabel sebesar 3,090 dengan taraf siginifikansi 0,001 < 0,05 dan nilai R = 0,355. Nilai R2 = 0,126 atau 12,6%, sumbangan efektif kecerdasan adversitas = 11,3% dan sumbangan efektif efikasi diri = 1,3%. Secara parsial, terdapat hubungan signifikan antara kecerdasan adversitas dengan kematangan karir (sig 0,031 < 0,05),  rx1y = 0,217; serta tidak terdapat hubungan anatara efikasi diri dengan kematangan karir (sig 0,052 > 0,05), rx2y = 0,196.   Kata kunci: kecerdasan adversitas, efikasi diri, kematangan karir mahasiswa
URGENSI STUDI TENTANG BUDAYA PERUSAHAAN KEPELABUHANAN DAN KINERJA PSIKOLOGIS PEGAWAI PADA PERUSAHAAN BUMN PASCA PRIVATISASI Nugroho Dwi Priyohadi
Wacana Vol 5, No 1 (2013)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.457 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v5i1.16

Abstract

Kajian tentang Budaya Perusahaan sudah banyak dilakukan. Secara umum, dikatakan bahwa budaya perusahaan (corporate culture/organizational culture) berkorelasi langsung dengan kinerja organisasi (organizational performance).  Secara teoriti, budaya perusahaan dapat mengacu kepada pemahamahan Hofstedian, atau Schein, atau Donovan dengan konteks pengertian merujuk kepad tata nilai, kebiasaan. Tradisi, artefak, dan sebagainya. Kinerja organisasi diukur dengan metode Balance scorecard yang mencoba menyeimbangkan pengukuran kinerja dari perspektif organisasi dan individu. Artikel ini mencoba mengurai urgensi atau arti penting melakukan kajian tentang budaya perusahaan kaitannya dengan kinerja psikologis atau kinerja individu dalam perusahaan. Selama ini, kajian dan penelitian lebih banyak kepada kinerja organisasi. Kata Kunci: corporate culture, performance, leadership, komunikasi
PERAN DUKUNGAN KELUARGA DAN KEHARMONISAN PERKAWINAN ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN SPIRITUAL ANAK Netty Herawati; Setyaningsih .; S.Mulyanto Herlambang
Wacana Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.148 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v11i2.147

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini untuk mengetahui peran dukungan keluarga dan keharmonisan perkawinan orang tua dalam pendidikan spiritual anak. Metode pendekatan kuantitatif dengan menggunakan tiga skala yaitu skala dukungan keluarga, skala keharmonisan perkawinan orang tua dan skala pendidikan spiritual anak. Teknik pengambilan sampel menggunakan quota sampling dengan 30 orang sampel. Teknik analisis data mengunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh dukungan keluarga dan keharmonisam perkawinan orang tua terhadap pendidikan spiritual anak, dengan F hitung sebesar 9,696 dan signifikansi 0,001 (< 0,05). Artinya semakin besar dukungan keluarga dan semakin harmonis perkawinan orang tua maka semakin baik pendidikan spiritual anak. Besarnya kontribusi atau sumbangan efektif menunjukkan nilai R square sebesar 0,418, yang artinya sumbangan efektif dukungan keluarga dan keharmonisan perkawinan orang tua terhadap pendidikan spiritual anak sebesar 41,8%. Sedangkan sisanya 58,2 % dijelaskan oleh faktor lain yang tidak diukur dalam penelitian ini.  Kata kunci : pendidikan spiritual, keharmonisan perkawinan, dukungan keluarga
PERBEDAAN PENYESUAIAN SOSIAL PADA ANAK YANG MENJALANI SISTEM PEMBELAJARAN TAMAN KANAK-KANAK FULL DAYS DAN REGULER Yuninta Ayu Brianti; Suci Murti Karini; Rin Widya Agustin
Wacana Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.17 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v2i2.48

Abstract

Kindergarten full days is a full days learning concept, which educates children in the school environment from morning till evening. Unlike regular kindergarten which organizes activities until 10:00. The phenomenon of the learning system has an effect also produce different abilities including social adjustment. Social adjustment was instrumental in the development of children so that they can establish good relationships with others. Both these learning systems have made possible a different effect in child development including social adjustment. This study aimed to find out the difference of social adjustment in children who undergo a learning system kindergarten full days and regular. This study uses the entire population as a sample because the number of kindergarten children in KB TKI Mulia Hati Klaten and TK Aisyiyah Bustanul Athfal Kalikotes 1 Klaten too little, so this research is the study population. This study uses a quantitative approach with cross sectional method. Data collection tool used is the scale of social adjustment. Data analysis using analytical techniques independent sample t-test. Categorization results showed that the general subject in the learning system a full kindergarten days and regular has a high level of social adjustment, but there are differences in the mean 1.30 which shows the differences in social adjustment in children who undergo the learning system is a full kindergarten days and regular, although the differences were less learning system can be used as a predictor of social adjustment. It was not statistically significant due to test independent sample t-test resulted t-count = 0.934 and t-table = 1.980, with probability p-value = 0.352 > α = 0.005. This means that the hypothesis is rejected, there is no difference of social adjustment in children who undergo a learning system kindergarten full days and regular. Results of data analysis to produce an average value of regular kindergarten 78.38 and kindergarten full days 77.08. This means that learning the system a regular kindergarten have higher social adjustment rather than a kindergarten full days.     Keywords: social adjustment, kindergarten full days, the regular kindergarten
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN BELAJAR SISWA SLOW LEARNER DI SEKOLAH LUAR BIASA (SLB) NEGERI SEMARANG Rini Sugiarti; Agung Santoso Pribadi
Wacana Vol 5, No 1 (2013)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.4 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v5i1.71

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor internal dan eksternal  yang mempengaruhi keberhasilan  belajar  siswa slow learner . Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah angket yang mengungkap faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar siswa slow learner. Angket tersebut dirancang berdasarkan faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan belajar siswa slow learner, yang meliputi faktor internal  serta faktor eksternal.  Subjek penelitian ini adalah semua  guru SLB Negeri Semarang , yang berjumlah 112 orang. Teknik analisis data menggunakan teknik statisik deskriptif dengan tendensi sentral mean. Hasil  analisis data menunjukkan bahwa 20. 3 % keberhasilan belajar siswa dipengaruhi oleh dukungan keluarga. Lebih lanjut dari analisis data juga menunjukkan bahwa interaksi dengan teman, mendorong dan memotivasi siswa untuk berprestasi lebih baik lagi. Interaksi dengan siswa lain, merupakan faktor kedua (17.2 %) yang berpengaruh terhadap keberhasilan siswa.  Dapat disimpulkan bahwa Faktor yang paling berpengaruh dalam keberhasilan belajar siswa slow learner adalah dukungan keluarga. Keluarga merupakan tempat pertama dan terlama bagi anak dalam  upaya mengembangkan kemampuan diri, baik kemampuan kognitif maupun sosialnya. Selain keluarga, interaksi dengan teman sebaya (peer), dapat mendorong siswa slow learner untuk berprestasi seoptimal mungkin
Perbedaan Kepercayaan Diri dan Ketahanan Stres antara Mahasiswa yang Aktif dengan Mahasiswa yang Tidak Aktif dalam Organisasi Internal Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Sheilla Fajrien; Hardjono .; Istar Yuliadi
Wacana Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.081 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v9i1.103

Abstract

Perbedaan Kepercayaan Diri dan Ketahanan Stres antara Mahasiswa yang Aktif dengan Mahasiswa yang Tidak Aktif dalam Organisasi Internal Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret     The Differences of Self-Confidence and Stress Tolerance between Students Who Active andInactive in Internal Organization ofMedicalFacultyofSebelasMaret University     Sheilla Fajrien, Hardjono, Istar Yuliadi Program Studi Psikologi FakultasKedokteran UniversitasSebalasMaret       ABSTRAK   Mahasiswa kedokteran membutuhkan kepercayaan diri dan ketahanan stres agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik, seperti untuk berkomunikasi dengan orang lain, dan untuk menghadapi tekanan-tekanan yang ada.Berdasarkan aktifitasnya, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (FK UNS) terbagi menjadi dua kategori, yaitu mahasiswa yang aktif dan mahasiswa yang tidak aktif dalam organisasi. Beberapa teori mengungkapkan bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi kepercayaan diri dan ketahanan stres adalah keikutsertaan dalam organisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan kepercayaan diri dan ketahanan stres antara mahasiswa yang aktif dan mahasiswa yang tidak aktif dalam organisasi internal FK UNS. Sampel pada penelitian ini terdiri dari 36 mahasiswa yang aktif dan 36 mahasiswa yang tidak aktif dalam organisasi internal FK UNS dari Program Studi Kedokteran, Psikologi, K3, dan Hiperkes FK UNS yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala kepercayaan diri (r = 0,271 – 0,630, α = 0,805), dan skala ketahanan stress (r = 0,270 – 0.658, α = 0,870). Data yang didapatkan diolah dengan Uji-t Sampel Independen untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan antara keduanya. Hasil perhitungan Uji-t Sampel Independenskor kepercayaan diri menunjukkan thitung = 2,183 dengan p = 0,032. Adapun hasil perhitungan Uji-t Sampel Independenskor ketahanan stres menunjukkan thitung = 3,890 dengan p = 0,000.  Kedua perhitungan tersebut menunjukkan p < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa, terdapat perbedaan yang signifikan kepercayaan diri dan ketahanan stres antara mahasiswa yang aktif dan mahasiswa yang tidak aktif dalam organisasi.   Kata kunci:kepercayaan diri, ketahanan stres, mahasiswa yang aktif dalam organisasi, mahasiswa yang tidak aktif dalam organisasi
KETABAHAN DAN KECENDERUNGAN DEPRESI PADA PENDERITA LUPUS Farida Hidayati
Wacana Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.129 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v6i1.6

Abstract

Depresi merupakan satu masa terganggunya fungsi manusia yang berkaitan dengan alam perasaan yang sedih dan gejala penyertanya, termasuk perubahan pada pola tidur dan nafsu makan, psikomotor, konsentrasi, anhedonia, kelelahan, rasa putus asa dan tidak berdaya, serta bunuh diri. Penyakit lupus sendiri merupakan penyakit kronis yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia (autoimun) Penelitian ini ingin mengungkap hubungan antara ketabahan dengan kecenderungan depresi pada penderita lupus. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan metode skala psikologi, yaitu cara pengumpulan data dengan menetapkan besarnya bobot atau nilai skala bagi jawaban penyataan objek psikologis yang berdasarkan pada suatu kontinu. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis regresi sederhana. Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan seberapa besar hubungan antara depresi dengan ketabahan melalui rxy= -0,651 dengan p = 0,000 (p<0,05). Hasil uji hipotesis ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara depresi dengan ketabahan. Dengan demikian, hipotesis yang menyatakan bahwa ada hubungan negatif yang signifikan antara depresi dengan ketabahan dapat diterima. Arah hubungan yang negatif menunjukkan bahwa semakin tinggi ketabahan maka depresi yang dimiliki penderita lupus akan semakin rendah. Kata Kunci: Depresi, Ketabahan, Penderita Lupus
Ketahanan Keluarga (Studi Kasus: Perempuan Yang Hamil Pranikah) Christiana D. A. Leimena; Dinar Wulandari; Firstita Prawiro; Rahayan S. Pramest; Renny R. Suprapto; Su’ad Jauharoh; Novi N. Afianti
Wacana Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.055 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v11i1.138

Abstract

Abstrak.Keluarga yang kuat merupakan keluarga yang saling memahami peran masing-masing anggota, memiliki sikap dinamis dalam menghadapi perubahan dan senantiasa belajar dari kesalahan. Pernikahan yang disebabkan karena kehamilan pranikah sering menimbulkan berbagai konsekuensi negatif baik bagi diri sendiri maupun bagi keluarga kedua belah pihak. Ketidaksiapan secara mental dan ekonomi mengakibatkan pernikahan yang diawali dengan hamil pranikah rentan terhadap perpisahan. Penelitian ini bertujuan memberikan edukasi pada keluarga hamil pranikah untuk meningkatkan ketahanan keluarga. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus oleh partisipan berjumlah dua orang yang menjalani pernikahan yang disebabkan oleh hamil pranikah. Pengumpulan data melalui wawancara dan observasi menemukan bahwa ketahanan keluarga bagi keluarga hamil pranikah diperlukan adanya kesadaran diri, penerimaan kedua pihak, dukungan keluarga besar, komunikasi, asertivitas, regulasi emosi, rules yang jelas dalam keluarga, manajemen keuangan, religiusitas dan spiritualitas, rutinitas dan ritual. Pentingnya kesadaran bagi keluarga hamil pranikah untuk memiliki faktor-faktor tersebut diharapkan mampu untuk menjaga ketahanan keluarga. Kata kunci: hamil pranikah, ketahanan keluarga, resiliensi
PERBEDAAN PENYESUAIAN SOSIAL SISWA AKSELERASI DITINJAU DARI INTENSITAS KOMUNIKASI KELUARGA (STUDI PADA KELAS X PROGRAM AKSELERASI SMA NEGERI 3 SURAKARTA) . Prehaten; Tuti Hardjajani; Rin Widya Agustin
Wacana Vol 3, No 2 (2011)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.828 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v3i2.39

Abstract

Program akselerasi yang menyajikan kurikulum padat, menekan dan penuh tuntutan dapat menjadikan siswa kehilangan waktu untuk berinteraksi dengan lingkungan sosialnya. Hal ini dapat menyebabkan pengalaman-pengalaman sosial yang dialami siswa menjadi berkurang sehingga anak menjadi kurang terampil dalam melakukan penyesuaian sosial. Penyesuaian sosial seorang anak dipengaruhi oleh lingkungan keluarga. Dalam hal ini komunikasi memainkan peranan penting sebagai media yang digunakan saat melakukan interaksi dengan anggota keluarga.  Semakin tinggi intensitas Komunikasi keluarga yang terjadi akan akan memberikan pengalaman sosial yang cukup bagi anak dalam proses belajar sosial sehingga dapat membantu dalam mempelajari keterampilan-keterampilan sosial yang dibutuhkan dalam melakukan penyesuaian sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan penyesuaian sosial siswa akselerasi ditinjau dari intensitas komunikasi keluarga. Subyek dalam penelitian ini adalah kelas X siswa SMA N 3 Surakarta tahun 2010. Penelitian ini menggunakan studi populasi mengingat jumlah siswa akselerasi yang sedikit yakni 59 siswa. Alat pengumpul data menggunakan skala penyesuaian sosial dan skala intensitas komunikasi keluarga. Metode analisis data menggunakan One Way anava dengan bantuan Statistical Product and Service Solution (SPSS) versi 16. Berdasarkan hasil uji one way anava diperoleh F hitung 34,402 dan F tabel 4,010, (p = 0,05), karena F hitung > F Tabel maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan penyesuaian sosial siswa akselerasi ditinjau dari inntensitas komunikasi keluarga artinya rata-rata penyesuaian sosial berbeda berdasarkan intensitas komunikasi keluarga. Berdasarkan analisis stastistik deskriptif diperoleh bahwa penyesuaian sosial siswa akselerasi berada pada tingkat tinggi (52,54%) dan tingkat sedang (47, 46 %). Selain itu juga diperoleh bahwa intensitas komunikasi keluarga berada pada tingkat tinggi (74,58%) dan tingkat sedang (25,42%). Rata-rata penyesuaian sosial dengan intensitas komunikasi tinggi sebesar 113,11 dengan skor penyesuaian sosial terendah 99 dan skor tertinggi yaitu 137. Rata-rata penyesuaian sosial dengan intensitas komunikasi sedang sebesar 97,00 dengan skor penyesuaian sosial terendah 76 dan skor tertinggi yaitu 110. Semakin tinggi intensitas komunikasi keluarga maka semakin tinggi penyesuaian sosialnya. Kata kunci: Program Akselerasi, Penyesuaian Sosial, Intensitas Komunikasi keluarga.
PENGARUH SENAM LANSIA TERHADAP PENURUNAN TINGKAT DEPRESI PADA ORANG LANJUT USIA Luh Mea Tegawati; Suci Murti Karini; Rin Widya Agustin
Wacana Vol 1, No 2 (2009)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.684 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v1i2.62

Abstract

Keberadaan lansia yang semakin meningkat menimbulkan berbagai polemik dewasa ini. Hal ini disebabkan oleh timbulnya berbagai masalah fisik, psikologis, dan sosial akibat proses degeneratif yang dialami lansia. Kondisi permasalahan tersebut seringkali memunculkan gangguan mental pada lansia seperti depresi. Dalam rangka upaya menurunkan depresi salah satu alternatif penanganan adalah dengan olahraga yang dirancang dengan gerakan khusus bagi lansia yaitu senam lansia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat depresi pada kedua kelompok subjek penelitian yaitu kelompok eksperimen dan kontrol serta mengetahui pengaruh senam lansia terhadap penurunan tingkat depresi pada kelompok orang lanjut usia. Penelitian ini mengambil sampel lansia di dua dusun Kelurahan Brosot Kecamatan Galur Kabupaten Kulon Progo DIY. Adapun subjek kelompok eksperimen adalah lansia di Dusun 1 Brosot dan subjek kelompok kontrol adalah lansia Dusun 2 Brosot. Sampel diambil secara purposive sampling. Penelitian ini merupakan quasi experimental dengan desain nonrandomized pretest-postest control group design. Alat pengumpul data depresi adalah adaptasi GDS (Gerriatric Depression Scale) dari Brink and Yessavage yang memiliki nilai alpha cronbach 0,909 dan nilai product moment r = 0,82. Metode analisis data dengan menggunakan paired sample t-test dan independent sample t-test dengan program SPSS 14. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan mean pretest dan posttest pada masing masing kelompok eksperimen dan control akan tetapi secara statistic tidak signifikan p value > 0,05. Kelompok eksperimen mean pretest 8,867 menurun menjadi 8,333 perhitungan t sebesar 0,440 dengan p value 0,663 > 0,05 sehingga perbedaan tidak signifikan. Kelompok eksperimen mean pretest 12,033 menurun menjadi 11,967 perhitungan t sebesar 0,051 dengan p value 0,960 > 0,05 sehingga perbedaan tidak signifikan. Penurunan terjadi pada mean kelompok eksperimen sebesar 5,133 dibanding kelompok kontrol sebesar 5,20 memiliki nilai t sebesar 0,057 dengan p value 0,954 > 0,05 sehingga penurunan tersebut tidak signifikan. Kata kunci : depresi, senam lansia

Page 6 of 18 | Total Record : 172