cover
Contact Name
laelatus Syifa Sari Agustina
Contact Email
laelatussyifa.sa@staff.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
wacana@mail.uns.ac.id
Editorial Address
Gedung D Fakultas Kedokteran UNS Jl. Ir. Sutami no. 36A, Kota surakarta (solo), Jebres, Jawa Tengah, 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
WACANA
ISSN : 20850514     EISSN : 27161625     DOI : https://doi.org/10.13057/wacana.v12i1
Wacana adalah wadah pengembangan psikologi di indonesia khususnya dibidang indegenous yang memuat naskah-naskah ilmiah penelitian empiris. Psikologi dalam ranah indegenous mengkhususkan diri pada studi yang mengangkat seni, etnis, budaya, nilai-nilai kepercayaan, spiritualitas, agama dan kearifan lokal yang saling mempengaruhi proses sosial dan proses individual serta hubungan intra dan/atau inter kelompok dan lingkungan. Kajian dalam bidang-bidang psikologi lainnya dapat dimuat dalam Wacana sepanjang memiliki relevansi dengan psikologi khusunya bidang indegenous.
Arjuna Subject : -
Articles 172 Documents
Hubungan antara Regulasi Emosi dan Religiusitas dengan Resiliensi pada Ibu yang Memiliki Anak Tunagrahita di SLB C YPSLB Kerten Surakarta Rofatina .; Nugraha Arif Karyanta; Pratista Arya Satwika
Wacana Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.656 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v8i2.94

Abstract

Hubungan antara Regulasi Emosi dan Religiusitas dengan Resiliensi pada Ibu yang Memiliki Anak Tunagrahita di SLB C YPSLB Kerten Surakarta     The Correlation Between Emotional Regulation and Religiosity Towards Resilience on Mother of Mentally Retarded Child in SLB C YPSLB Kerten Surakarta   Rofatina, Nugraha Arif Karyanta, Pratista Arya Satwika Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebalas Maret       ABSTRAK   Memiliki anak tunagrahita bukanlah suatu kenyataan yang mudah diterima oleh setiap orang tua. Ibu yang memiliki anak tunagrahita harus memiliki kemampuan untuk menghadapi dan mengatasi konflik yang ada sehingga dapat meneruskan kehidupannya dengan lebih baik. Kemampuan ini disebut resiliensi. Regulasi emosi dan religiusitas akan memudahkan individu menyelesaikan masalah sehingga meningkatkan resiliensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Hubungan antara regulasi emosi dan religiusitas dengan resiliensi, (2) Hubungan antara regulasi emosi dengan dengan resiliensi, dan (3) Hubungan antara religiusitas dengan resiliensi. Penelitian ini merupakan penelitian populasi pada ibu yang memiliki anak tunagrahita di SLB-C YPSLB Kerten Surakarta yang berjumlah 32 orang. Instrumen dalam penelitian ini berupa skala resiliensi, skala regulasi emosi dan skala religiusitas. Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis pertama adalah analisis regresi berganda, sementara uji hipotesis kedua dan ketiga menggunakan analisis korelasi parsial. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan nilai p = 0,000 (p<0,05) dan Fhitung = 10,831 > Ftabel = 3,33. Hasil tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara regulasi emosi dan religiusitas dengan resiliensi. Hasil analisis korelasi parsial menunjukkan bahwa ada hubungan antara regulasi emosi dengan resiliensi dengan koefisien korelasi parsial sebesar 0,564, dan p = 0,000 (p<0,05) serta ada hubungan antara religiusitas dengan resiliensi dengan koefisien korelasi parsial sebesar 0,754   dan p = 0,000 (p<0,05). Nilai R2 sebesar 0,428, artinya regulasi emosi dan religiusitas secara bersama-sama memberi sumbangan efektif sebesar 42,8%.   Kata kunci: resiliensi, regulasi emosi, religiusitas, ibu memiliki anak tunagrahita  
Hubungan antara Hardiness dan Kecerdasan Emosi dengan Kepuasan Kerja pada Karyawan Head Office PT. Nakamura Surakarta Fadhilah Khairunnisa; Aditya Nanda Priyatama; Pratista Arya Satwika
Wacana Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (914.561 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v10i2.128

Abstract

ABSTRAK   Kepuasan kerja merupakan perasaan senang pada karyawan terhadap pekerjaan yang dilakukannya. Kepuasan kerja dapat berpengaruh terhadap produktivitas, ketidakhadiran dan pengunduran diri karyawan. Kepuasan kerja dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain hardiness dan kecerdasan emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) hubungan antara hardiness dan kecerdasan emosi dengan kepuasan kerja, 2) hubungan hardiness dengan kepuasan kerja, 3) kecerdasan emosi dengan kepuasan kerja pada karyawan head office PT. Nakamura Surakarta. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan head office PT. Nakamura Surakara. Sampel dalam penelitian ini adalah keseluruhan dari populasi  berjumlah 36 orang sehingga dinamakan studi populasi. Instrumen yang digunakan adalah skala kepuasan kerja, skala hardiness, dan skala kecerdasan emosi. Hasil analisis regresi berganda menghasilkan nilai Fhitung sebesar 4,728 (> Ftabel 3,28) dengan sig. 0,016 (p<0,05), dan nilai R= 0,472. Nilai R2 dalam penelitian ini sebesar 0,223 atau 22,3%, dimana sumbangan efektif hardiness sebesar 19,15% dan sumbangan efektif kecerdasan emosi sebesar 3,12%. Korelasi parsial antara hardiness dengan kepuasan kerja menunjukkan hasil sig. 0,043 (p<0,05), sementara korelasi parsial antara kecerdasan emosi dengan kepuasan kerja menunjukkan hasil sig. 0,644 (p>0,05). Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara hardiness dan kecerdasan emosi dengan kepuasan kerja, terdapat hubungan antara hardiness dan kepuasan kerja, dan tidak terdapat hubungan antara kecerdasan emosi dengan kepuasan kerja pada karyawan head office PT. Nakamura Surakarta.   Kata kunci: hardiness, kecerdasan emosi, kepuasan kerja
PEMBERDAYAAN IBU UNTUK MENGAJARKAN MEMBACA PERMULAAN PADA ANAK USIA DINI Nugraha Arif Karyanta; Tri Rejeki Andayani
Wacana Vol 4, No 1 (2012)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.072 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v4i1.30

Abstract

Membaca permulaan adalah aktivitas dasar yang memegang peran penting dalam proses belajar setiap anak. Sebagai orang tua, ibu memiliki peran yang cukup dominan dalam optimalisasi pertumbuhan dan perkembangan anak. Kajian ini bertujuan untuk : (1) Meningkatkan keterlibatan ibu dalam menunjang kesiapan anak masuk sekolah dasar; (2) Menurunkan tuntutan orangtua pada guru-guru TK untuk mengajarkan anak-anak mereka terampil membaca, sehingga meringankan beban guru-guru TK pada sesuatu hal yang tidak menjadi tanggung jawab utamanya; dan (3) Mengenalkan pada ibu-ibu mengenai cara-cara yang mudah dan murah dalam upaya mengajarkan membaca permulaan pada anak usia dini, guna peningkatan kesiapan masuk sekolah. Mengacu pada pendekatan research and development, kegiatan ini disampaikan dalam bentuk pelatihan, dimana peserta (ibu) interaktif mempelajari dan menyusun bahan pembelajaran membaca permulaan dengan memanfaatkan bahan-bahan yang murah dan mudah didapatkan. Evaluasi dilaksanakan melalui evaluasi proses dan evaluasi hasil. Evaluasi hasil kegiatan dengan melihat perbedaan skor atas persepsi mengenai pengetahuan atas tumbuh kembang dan keterampilan membaca permulaan sebelum dan sesudah kegiatan. Evaluasi proses diketahui dari  analisis diskriptif-kuantitatif respon peserta atas proses dan hasil kegiatan yang didapatkan dari lembar evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan atas tumbuh kembang dan keterampilan membaca permulaan. Evaluasi atas proses kegiatan menunjukkan kesan positif atas berbagai aspek, baik dari materi, pembicara, serta proses jalannya kegiatan. Usulan yang diberikan dari hasil kegiatan ini adalah: (1) Kegiatan ini tampaknya memiliki efikasi yang kuat untuk menumbuhkan keterampilan ibu dalam mengajarkan membaca permulaan pada anak sehingga dapat dilaksanakan pada waktu yang lain atau pada Taman Kanak-kanak/PAUD lain dengan berbagai pengembangan pada materi maupun perancangan pelaksanaannya; (2) Agar kegiatan semacam workshop ataupun pelatihan kepada orang tua dapat dilaksanakan secara reguler pada Taman Kanak-kanak/PAUD dengan berbagai materi lain sehingga tanggung jawab mendidik anak dapat dikembalikan kepada keluarga; (3) Mengembangkan kegiatan ini menjadi penelitian dengan efikasi yang lebih tinggi. Kata kunci : pemberdayaan ibu, membaca permulaan
Hubungan Konformitas dan Religiusitas dengan Motivasi Memakai Jilbab pada Mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Sebelas Maret Annisa Putri Afifah; Hardjono .; Selly Astriana
Wacana Vol 10, No 1 (2018)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (826.949 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v10i1.119

Abstract

ABSTRAK   Motivasi memakai jilbab merupakan sebuah kekuatan atau dorongan yang mendorong seseorang untuk memakai  jilbab.  Motivasi memakai jilbab  yang  dipengaruhi oleh  faktor eksternal salah satunya adalah   konformitas.  Konformitas  adalah   perubahan penampilan,  perilaku,  serta cara pandang mengikuti  kelompok  dengan  tujuan  tertentu. Motivasi  memakai  jilbab  tidak  hanya dipengaruhi  oleh  satu faktor saja.  Religiusitas  merupakan salah  satu faktor yang  berasal  dari dalam  diri sendiri (intrinsik). Religiusitas merupakan perilaku taat atau patuh terhadap peraturan- peraturan agama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konformitas dan  religiusitas dengan motivasi   memakai   jilbab,   hubungan  antara  konformitas  dengan  motivasi  memakai  jibab, hubungan antara religiusitas dengan motivasi memakai jilbab pada  mahasiswa Program Studi Psikologi   Universitas   Sebelas    Maret  Surakarta.  Populasi   penelitian   ini   adalah    mahasiswa perempuan  Program Studi Psikologi Universitas Sebelas   Maret Surakarta yang  menggunakan jilbab.  Teknik  pengambilan  sampel   menggunakan  simple  random   sampling.   Instrumen  yang digunakan adalah skala motivasi memakai jilbab, skala konformitas, dan skala religiusitas. Hasil  penelitian  menunjukkan  terdapat  hubungan  yang   sifnifikan  antara  konformitas  dan religiusitas  dengan motivasi  memakai  jilbab (Fhitung  = 46,693  > Ftabel  = 3,13,  p = 0,000  < 0,05, dan  r = 0,767).  Uji parsial antara konformitas dengan motivasi memaki jilbab menunjukkan ada hubungan positif yang signifikan (r = 0,523, dan  p = 0,000  < 0,05),  begitu juga antara religiusitas dengan motivasi memakai jilbab menunjukkan hubungan positif yang signifikan (r = 0,601, dan p = 0,000  < 0,05).  Nilai koefisien determinasi R2 = 0,588  artinya konformitas dan  religiusitas secara bersama-sama  memberi  sumbangan  efektif  sebesar 58,8%  terhadap motivasi  memakai  jilbab dengan sumbangan 21,892% dari konformitas dan 36,908% dari religiusitas.   Kata kunci: motivasi, motivasi memakai jilbab, konformitas, religiusitas, mahasiswa
KEEFEKTIFAN PELATIHAN KEBERMAKNAAN HIDUP TERHADAP PENURUNAN TINGKAT DEPRESI PADA LANSIA DI PANTI WREDHA DHARMA BAKTI SURAKARTA I Kadek Edwin Trisnapati; Istar Yuliadi; Aditya Nanda Priyatama
Wacana Vol 4, No 2 (2012)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.727 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v4i2.21

Abstract

Problem yang umum terjadi pada lansia adalah depresi. Insidensi depresi paling tinggi terjadi pada lansia yang menjadi penghuni panti rawat wredha. Depresi merupakan satu masa terganggunya fungsi perasaan manusia yang sedih dan murung disertai dengan beberapa gejala. Salah satu bentuk keterampilan yang diharapkan mampu menurunkan tingkat depresi pada lansia adalah melalui penemuan makna hidup. Makna hidup merupakan sesuatu yang dianggap penting dan berharga, serta memberikan nilai khusus bagi seseorang.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan pelatihan kebermaknaan hidup dalam menurunkan tingkat depresi pada lansia di Panti Wredha Dharma Bakti Surakarta.Pelatihan kebermaknaan hidup merupakan suatu proses pendidikan jangka pendek yang mempergunakan prosedur sistematis dan terorganisir, guna membantu individu untuk mencapai dan memenuhi tujuan hidup sehingga mampu menurunkan tingkat depresi menuju pada hidup yang lebih berkualitas dan bahagia.Subjek penelitian ini adalah lansia di Panti Wredha Dharma Bakti Surakarta berjumlah 10 orang. Desain penelitian ini adalah desain eksperimen pretest-posttest control group design dengan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol masing-masing sebanyak 5 orang. Kelompok eksperimen diberikan pelatihan kebermaknaan hidup sebanyak tiga kali pertemuan menggunakan  metode ceramah dan diskusi, studi kasus, role play ,simulasi dan permainan , dan latihan. Metode pengumpulan data dilakukan melalui modul pelatihan dan Geriatric Depression Scale (GDS). Teknik analisis data menggunakan  analisis statistik nonparametrik uji 2 Sampel Independen Kolmogorov-Smirnov dan uji Wilcoxon dengan bantuan komputer program SPSS for MS windows versi 16.0.Berdasarkan hasil perhitungan uji 2 Sampel Independen Kolmogorov-Smirnov diperoleh nilai z sebesar 1,581 dan probabilitas (p) sebesar 0,013 (p<0,05). Sedangkan hasil perhitungan uji Wilcoxon diperoleh nilai z sebesar -2,060 dan probabilitas (p) signifikansi 0,039 (p<0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa pelatihan kebermaknaan hidup efektif dalam menurunkan tingkat depresi pada lansia di Panti Wredha Dharma Bakti Surakarta.Kata kunci :pelatihan kebermaknaan hidup, tingkat depresi pada lansia di Panti Wredha Dharma Bakti Surakarta
HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI INTERPERSONAL DAN INTERAKSI TEMAN SEBAYA DENGAN PENYESUAIAN SOSIAL PADA REMAJA DI SMP NEGERI 1 SUKOHARJO Mauliatun Ni’mah; Tuti Hardjajani; Nugraha Arif Karyanta
Wacana Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.747 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v2i2.53

Abstract

Tugas perkembangan remaja yang tersulit yaitu berhubungan dengan penyesuaian sosial, untuk mencapai tujuan pola sosialisasi orang dewasa, remaja harus melakukan penyesuaian baru. Proses komunikasi merupakan syarat utama dalam setiap interaksi. Interaksi dalam komunikasi akan lebih efektif apabila setiap orang yang terlibat dapat berperan aktif, dapat mengutarakan pikirannya, dan menanggapi pendapat orang lain secara spontan. Dalam proses penyesuaian sosial, remaja banyak mendapat tekanan dari teman sebaya (peer pressure). Tanpa sadar mereka akan berpenampilan dan berperilaku seperti remaja lain, hal ini terjadi karena mereka takut tidak diterima dan disisihkan dari pergaulan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara komunikasi interpersonal dan interaksi teman sebaya dengan penyesuaian sosial pada remaja. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX-E SMP Negeri 1 Sukoharjo yang berjumlah 40 siswa. Teknik pengambilan sampel dengan cluster random sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah skala komunikasi interpersonal, skala interaksi teman sebaya, dan skala penyesuaian sosial. Pernyataan yang ada dalam skala harus diisi oleh subjek sesuai dengan keadaan masing-masing subjek. Analisis data menggunakan teknik analisis regresi linear berganda. Hasil perhitungan dengan menggunakan teknik analisis regresi linear berganda untuk mengetahui hubungan antara  komunikasi interpersonal dan interaksi teman sebaya dengan penyesuaian sosial pada remaja, didapatkan angka R Square sebesar 0,715 dengan nilai p = 0,000 (p<0,05), serta Fhitung = 46,497 > dari Ftabel = 3,252. Hal ini berarti komunikasi interpersonal dan interaksi teman sebaya dapat digunakan sebagai prediktor untuk memprediksi penyesuaian sosial pada remaja. Hasil perhitungan menggunakan teknik analisis korelasi sederhana antara komunikasi interpersonal dan penyesuaian sosial pada remaja, didapatkan nilai p= 0,000 (p<0,05) dan koefisien korelasi (rx1y) = 0,702, yang berarti mempunyai hubungan kuat dan berarah positif. Hasil analisis korelasi sederhana antara interaksi teman sebaya dan penyesuaian sosial pada remaja, didapatkan  nilai p=0,000 (p<0,05) dan nilai korelasi (rx2y) = 0,828, yang berarti mempunyai hubungan sangat kuat dan berarah positif.   Kata kunci: komunikasi interpersonal, interaksi teman sebaya, penyesuaian sosial pada remaja.
Pengaruh Supportive Expressive Group Therapy terhadap Penurunan Tingkat Stres dan Peningkatan Tingkat Kualitas Hidup Pasien Kanker Payudara yang sedang Menjalani Proses Kemoterapi Annisa Nursanti Ardhina; Salmah Lilik; Aditya Nanda Priyatama
Wacana Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.459 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v7i1.76

Abstract

Pengaruh Supportive Expressive Group Therapy terhadap Penurunan Tingkat Stres dan Peningkatan Tingkat Kualitas Hidup Pasien Kanker Payudara yang sedang Menjalani Proses Kemoterapi The Effect of Supportive Expressive Group Therapy on Reducing Stress Levels and Improving Level of Quality of Life on Breast Cancer Patients Undergoing Chemotherapy Ayu Anissa Nur Prafitri Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret ABSTRAK Pasien kanker payudara yang sedang menjalani proses kemoterapi akan mengalami dampak fisik dan dampak psikologis. Dampak psikologis yang dialami adalah peningkatan tingkat stres dan penurunan tingkat kualitas hidup. Stres adalah stres adalah suatu keadaan yang dialami oleh seseorang untuk melakukan sebuah usaha penyesuaian diri sebagai wujud penyeimbangan kondisi fisik dan psikologis yang dihasilkan oleh perubahan lingkungan yang diterima. Sedangkan kualitas hidup adalah sebuah kondisi seseorang yang menggambarkan kepuasan hidup terhadap kebutuhan kesejahteraan fisik, psikologis, dan sosial yang telah dihadapi. Dampak psikologis tersebut dapat diatasi dengan psikoterapi yaitu Supportive Expressive Group Therapy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Supportive Expressive Group Therapy terhadap penurunan tingkat stres dan peningkatan kualitas hidup. Supportive Expressive Group Therapy merupakan suatu psikoterapi kelompok yang mempergunakan prosedur sistematis dan terorganisir, guna membantu pasien untuk mengekpresikan kondisi fisik, psikologis dan sosial yang dirasakannya sehingga mampu menurunkan tingkat stres dan meningkatkan tingkat kualitas hidup untuk menuju hidup yang lebih baik dalam menjalani proses terapi pengobatan khususnya kemoterapi. Subjek penelitian ini adalah pasien wanita kanker payudara di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Desain penelitian ini adalah desain eksperimen pretest-posttest control group design dengan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol masing-masing sebanyak 4 orang. Kelompok eksperimen diberikan Supportive Expressive Group Therapy sebanyak tujuh sesi selama tiga hari dengan menggunakan metode ceramah dan diskusi, studi kasus, role play, simulasi, permainan dan latihan. Instrumen terapi yang digunakan adalah modul terapi, buku kerja, buku evaluasi. Metode pengumpulan data penelitian yaitu berupa skala stres, skala kualitas hidup EORTC QLQ-C30 dan skala kualitas hidup EORTC QLQ-BR23. Koefisien reliabilitas seluruh skala tergolong baik, yaitu skala stres dengan rtt sebesar 0.963, skala EORTC QLQ-C30 dengan rtt sebesar 0,957 dan skala EORTC QLQ-BR23 dengan rtt sebesar 0,934. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik nonparametrik uji 2 Sampel Independen Mann-Whitney dengan bantuan komputer program SPSS for MS windows versi 16.0. Berdasarkan hasil perhitungan uji 2 Sampel Independen Mann-Whitney, pada analisis tingkat stres diperoleh nilai z sebesar -2,309 dan nilai uji signifikansi (p) sebesar 0,021 (p
Hubungan antara Adversity Quotient dan Kematangan Emosi dengan Toleransi terhadap Stres pada Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Sebelas Maret Seta Yovian Aryono; Machmuroch .; Nugraha Arif Karyanta
Wacana Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.388 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v9i2.108

Abstract

Hubungan antara Adversity Quotient dan Kematangan Emosi dengan Toleransi terhadap Stres pada Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Sebelas Maret     Correlation between Adversity Quotient and Emotional Maturity with Stress Tolerance on Students Mountaineering Club of Sebelas Maret Universit     Seta Yovian Aryono, Machmuroch, Nugraha Arif Karyanta Program Studi Psikologi FakultasKedokteran UniversitasSebalasMaret       ABSTRAK   Berbagai tuntutan kehidupan mampu menimbulkan stres pada setiap individu, termasuk mahasiswa pecinta alam. Banyaknya peran yang diemban menuntut mereka memiliki kemampuan untuk bertahan dan beradaptasi dengan baik terhadap setiap stressor yang datang dari dunia perkuliahan maupun aktivitas alam yang dilakukan. Kemampuan ini disebut dengan toleransi terhadap stres. Toleransi terhadap stres yang baik tidak terlepas dari peran adversity quotient yang membuat individu tetap bertahan menghadapi segala kesulitan. Kematangan emosi juga diperlukan sehingga individu mencapai tingkat kedewasaan dari perkembangan emosional dan tidak lagi menampilkan pola emosi yang kekanak-kanakan.   Tujuan penelitian kuantitatif ini adalah untuk mengetahui hubungan antara adversity quotient dan kematangan emosi dengan toleransi terhadap stres, hubungan adversity quotient dengan toleransi terhadap stres, dan hubungan kematangan emosi dengan toleransi terhadap stres pada mahasiswa pecinta alam Universitas Sebelas Maret Surakarta. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa pecinta alam Universitas Sebelas Maret Surakarta yang aktif berjumlah 246 dan sampel yang digunakan berjumlah 94 mahasiwa pecinta alam yang diambil menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian adalah skala toleransi terhadap stres, skala adversity quotient, dan skala kematangan emosi.   Hasil analisis kuantitatif dengan uji regresi linier berganda membuktikan bahwa, terdapat hubungan yang signifikan antara adversity quotient dan kematangan emosi dengan toleransi terhadap stres mahasiswa pecinta alam Universitas Sebelas Maret Surakarta (p=0,000<0,05) dan Fhitung=111,399 > Ftabel=3,09). Hasil analisis kuantitatif dengan uji korelasi parsial juga membuktikan bahwa, terdapat hubungan yang signifikan antara adversity quotient dengan toleransi terhadap stres (p=0,001<0,05, Thitung=3,566 > Ttabel=1,985) serta terdapat hubungan yang signifikan antara kematangan emosi terhadap toleransi terhadap stres (p=0,000<0,05, Thitung= 7,149 > Ttabel=1,985).   Kata kunci:Toleransi terhadap Stres, adversity quotient, kematangan emosi, mahasiswa pecinta alam
PERBEDAAN KEEFEKTIFAN ANTARA CLOZAPINE(CLORILEX)DENGAN ELECTRO CONVULSIVE THERAPY(ECT)DALAM PENATALAKSANAAN SKIZOFRENIA RESISTEN OBAT DI RUMAH SAKIT JIWA DAERAH SURAKARTA H.M. Fanani
Wacana Vol 5, No 2 (2013)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.825 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v5i2.12

Abstract

Background: Schizophrenia is chronic and relapse psychotic disorders. It is prevalence is 1-3% based on report from a lot of Country. In general,10 until 60% schizophrenia patient have poor response although using second generation antipsychotic agent. Early identification treatment-resistant schizophrenia very important to give specific treatment from beginning and developed clinical decrease can be reduced. Studies show that clozapine is best agent for treatment-resistant schizophrenia with response about 50% but there is no study that compare to electro convulsive therapy. Objective: To assess the effectiveness of Clozapine (Clorilex) on the intensity of symptom in patients with treatment-resistant schizophrenia. Methods: This randomized experimental research design was used in pretest-post-test control group design. The subjects were all patients with symptoms of treatment-resistant schizophrenia, who underwent therapy in the Surakarta Mental Hospital and meet the study inclusion criteria. Sampling was by consecutive sampling. Research instruments were the PANSS to measure the degree of symptom. The collected data were processed and analyzed using SPSS version 17.0. Chi square test and t test, the significance of variables relations with significance level 5%. Results: There was significant difference between the Clozapine group compared with the electro convulsive therapy group (t= 4,250; p= 0,00). Conclusion: Clozapine (Clorilex) more effective than ECT for resistant schizophreniatreatment. Keywords: Schizophrenia,Clozapine, ECT
PERAN SPIRITUALITAS TERHADAP KEMATANGAN KARIR PADA MAHASISWA UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA Niken Fatimah Nurhayati
Wacana Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.579 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v11i2.143

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bukti empiris tentang  peran spritualitas terhadap kematangan karir pada mahasiswa UKM Olahraga UNS. Metode yang digunakan dalam pemilihan subjek  proportional cluster sampling. Didapatkan subjek sejumlah 194 mahasiswa UKM Olahraga UNS.  Pengukuran dilakukan dengan Skala Spiritual (Cronbach’s α 0,864) dan Skala Kematangan karir  (Cronbach’s α 0,833).  Hasil analisis data menggunakan regresi sederhana yang mendapatkan besaran sumbangan efektif spiritualitas terhadap kematangan karir sebesar 27,6%. Besaran nilai koefisien korelasi rxy = 0.525 dengan p < 0.05  menunjukkan adanya hubungan positif spiritual dengan kematangan karir.   Semakin tinggi spiritualitas, semakin tinggi kematangan karir mahasiswa UKM Olahraga UNS.Kata Kunci: Kematangan karir,  mahasiswa, spiritualitas,UKM Olahraga UNS

Page 7 of 18 | Total Record : 172