cover
Contact Name
laelatus Syifa Sari Agustina
Contact Email
laelatussyifa.sa@staff.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
wacana@mail.uns.ac.id
Editorial Address
Gedung D Fakultas Kedokteran UNS Jl. Ir. Sutami no. 36A, Kota surakarta (solo), Jebres, Jawa Tengah, 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
WACANA
ISSN : 20850514     EISSN : 27161625     DOI : https://doi.org/10.13057/wacana.v12i1
Wacana adalah wadah pengembangan psikologi di indonesia khususnya dibidang indegenous yang memuat naskah-naskah ilmiah penelitian empiris. Psikologi dalam ranah indegenous mengkhususkan diri pada studi yang mengangkat seni, etnis, budaya, nilai-nilai kepercayaan, spiritualitas, agama dan kearifan lokal yang saling mempengaruhi proses sosial dan proses individual serta hubungan intra dan/atau inter kelompok dan lingkungan. Kajian dalam bidang-bidang psikologi lainnya dapat dimuat dalam Wacana sepanjang memiliki relevansi dengan psikologi khusunya bidang indegenous.
Arjuna Subject : -
Articles 172 Documents
PERAN KEARIFAN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN UNTUK BERCERAI PADA ISTRI YANG MENGAJUKAN CERAI GUGAT DI PENGADILAN AGAMA Rindang Resita Rizki; Istar Yuliadi; Tri Rejeki Andayani
Wacana Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.262 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v3i1.44

Abstract

Pengambilan keputusan untuk bercerai adalah suatu hal yang tidak dapat dilakukan begitu saja, tetapi perlu adanya pertimbangan-pertimbangan tertentu terkait dengan resiko yang mungkin timbul setelah diambilnya sebuah keputusan, selanjutnya kearifan berperan mempengaruhi proses pengambilan keputusan untuk bercerai yang dilakukan oleh istri yang mengajukan cerai gugat di Pengadilan Agama. Penelitian ini penting karena apabila perceraian tidak mendapat perhatian secara khusus maka perceraian dapat mengakibatkan banyak hal negatif baik secara langsung maupun secara tak langsung, seperti tekanan psikis pada pasangan yang bercerai, kesejahteraan anak korban perceraian, anak menjadi terlantar, bahkan kenakalan remaja yang secara tidak langsung dapat diakibatkan salah satunya oleh perceraian orangtua. Sedangkan fenomena yang terjadi saat ini adalah bahwa perceraian sudah dianggap sebagai hal yang biasa, hal ini dapat dilihat dari angka perceraian yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam dan observasi. Jumlah subjek dalam penelitian ini berjumlah empat orang dengan kriteria yaitu seorang wanita yang pernah mengajukan cerai gugat kepada Pengadilan Agama. Proses penelusuran subjek dilakukan dengan mendatangi subjek dari orang ke orang berdasarkan data (alamat) yang telah didapat dari Pengadilan Agama. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tahapan pengambilan keputusan untuk bercerai dapat berbeda pada setiap orang, hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu nilai individu yang berupa budaya yang melatarbelakangi kehidupan masing-masing individu, dan kepribadian yang berupa kearifan. Kearifan yang dimiliki masing-masing individu akan membedakan bagaimana individu menjalani tahap pengambilan keputusan untuk bercerai, termasuk dalam memilih strategi penanggulangan dan mekanisme pertahanan yang digunakan disepanjang proses pengambilan keputusan untuk bercerai.   Kata kunci: Kearifan, Pengambilan Keputusan untuk Bercerai, Istri yang mengajukan Cerai gugat
PENGEMBANGAN MODUL INTERVENSI MENGENAI PERLAKUAN ORANG TUA YANG MENGHAMBAT PERKEMBANGAN REMAJA DAN MEMICU KONFLIK DALAM HUBUNGAN ORANGTUA DAN REMAJA (Suatu studi di lembaga kursus Sony Sugema Bandung) Rin Widya Agustin
Wacana Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.94 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v1i1.67

Abstract

Karakteristik perkembangan remaja yang meliputi perubahan biologis pubertas, perubahan kognitif dan perubahan sosial memunculkan perilaku yang dipandang orang tua sebagai perilaku ketidakpatuhan, melawan dan menentang orang tua. Untuk menangani “ketidakpatuhan” ini, orang tua cenderung berusaha mengawasi dengan lebih ketat, mengendalikan dengan lebih kuat dan memberi lebih banyak tekanan agar remaja tidak melarikan diri dan lepas dari genggaman. Perlakuan orang tua yang dilandasi oleh pandangan negatif terhadap karakteristik normal perkembangan remaja ini, menghambat perkembangan remaja  dan memicu konflik dalam hubungan orang tua – remaja. Kondisi ini merupakan permasalahan yang perlu dilakukan segera upaya untuk mengatasinya. Peneliti  tertarik untuk melakukan kegiatan asesmen guna mendapatkan gambaran aktual yang lebih jelas mengenai perlakuan orang tua ini. Hasil asesmen akan dijadikan dasar analisa kebutuhan belajar orang tua agar dapat memperbaiki perlakuannya terhadap remaja. Selanjutnya, penelitian ini bertujuan menyusun suatu modul intervensi dalam rangka memenuhi kebutuhan belajar orang tua tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-kuantitatif. Kegiatan asesmen dilakukan dengan teknik kuesioner mengenai perlakuan orang tua terhadap remaja. Perlakuan tersebut berdasarkan konsep teori yang digunakan merupakan kesalahan karena menghambat pencapaian kecakapan tugas perkembangan remaja dan memicu konflik dalam hubungan orang tua dan remaja. Indikator kesalahan orang tua dalam kuesioner dilihat dari masing-masing karakteristik perkembangan remaja. Populasi penelitian ini adalah orang tua remaja pada lembaga kursus Sony Sugema Bandung, dengan karakteristik orang tua (usia dibawah 50 tahun) remaja (usia 16 sampai 21 tahun). Sampel diperoleh dengan cara accidental sample, dimana peneliti menggunakan seluruh populasi, kepada seluruh populasi diberikan kuesioner, responden yang mengembalikan kuesioner dugunakan sebagai sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden orang tua melakukan kelima indikator kesalahan perlakuan terhadap beberapa karakteristik perkembangan remaja, pada tingkat kadang-kadang dan agak sering melakukan. Berdasarkan kebutuhan belajar berupa menyadari kesalahan perlakuan, menyadari pentingnya memberikan perlakuan yang tepat (sesuai isi pokok kesalahan perlakuan) dan belajar cara memberikan perlakuan yang tepat, maka TIU intervensi adalah meningkatnya kemampuan orang tua dalam memberikan perlakuan kepada remaja yang membantu perkembangan remaja dan tidak memicu konflik dalam hubungan orang tua dan remaja. TIK intervensi adalah orang tua mampu memahami karakteristik perkembangan remaja, mampu memahami perasaan – emosi remaja, mampu mendengarkan remaja, mampu memberikan batasan yang masuk akal kepada remaja, dan mampu memberikan pilihan yang memadai kepada remaja. Kelima TIK intervensi dirancang dalam bentuk pelatihan dengan beberapa tahapan pelatihan.
Hubungan antara Konsep Diri dengan Toxic Disinhibition Online Effect pada Siswa SMK N 8 Surakarta Nanda Satriawan; Hardjono .; Nugraha Arif Karyanta
Wacana Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.948 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v8i2.99

Abstract

Hubungan antara Konsep Diri dengan Toxic Disinhibition Online Effect pada Siswa SMK N 8 Surakarta     Relationship between Self-Concept and Toxic Disinhibition Online Effect on The Students of SMK N 8 Surakarta Nanda Satriawan, Hardjono, Nugraha Arif Karyanta Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret       ABSTRAK   Komunikasi secara online secara bertahap mengubah pola perilaku masyarakat, sampai akhirnya muncul disinhibition online effect, yaitu perilaku khusus yang diperlihatkan seseorang hanya ketika online. Bentuk disinhibisi ini bisa berbentuk negatif, ditunjukkan dalam bentuk agresi. Perilaku ini disebut toxic disinhibition online effect. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi toxic disinhibition online effect adanya anonimitas ketika seseorang online. Tanpa diketahui identitas akan membuat seseorang merasa aman dan individu merasa bebas dalam berperilaku yang terkadang memunculkan kecenderungan perilaku agresi. Toxic disinhibition online effect ini bisa ditekan apabila individu memiliki konsep diri positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dengan toxic disinhibition online effect pada siswa SMK N 8 Surakarta. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X dan XI SMK N 8 yang berjumlah 102 siswa. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala toxic disinhibition online effect dengan jumlah aitem valid 45 butir dan reliabilitasnya 0,955 serta skala konsep diri dengan jumlah aitem valid 44 butir dan reliabilitas 0,925. Analisis data menggunakan teknik korelasi product moment Pearson, diperoleh r = -0,255, p = 0,010 (p < 0,005), ada hubungan negatif yang signifikan antara konsep diri dengan toxic disinhibition online effect pada siswa SMK N 8 Surakarta. Semakin tinggi konsep diri maka semakin rendah tendensi toxic disinhibition online effect pada Siswa SMK N 8 Surakarta. Kontribusi konsep diri terhadap toxic disinhibition online effect pada siswa SMK N 8 Surakarta diperoleh 6,5% (R2 = 0,065). Hal ini menandakan bahwa konsep diri mampu menjadi salah satu prediktor bagi toxic disinhibition online effect pada siswa SMK N 8 Surakarta.   Kata kunci: toxic disinhibition online effect, konsep diri, internet, siswa SMK
KEEFEKTIFAN PELATIHAN KETRAMPILAN REGULASI EMOSI TERHADAP PENURUNAN TINGKAT EKSPRESI EMOSI PADA CAREGIVER PASIEN SKIZOFRENIA DI RUMAH SAKIT JIWA DAERAH SURAKARTA . Makmuroch
Wacana Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.478 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v6i1.2

Abstract

Membantu orang dengan gangguan skizofrenia bukanlah situasi yang mudah, bahkan seringkali menimbulkan frustasi. Keluarga yang memiliki anggota dengan gangguan kerap kali mengalami berbagai emosi seperti rasa takut, rasa bersalah, rasa marah, frustasi, rasa malu, dan perasaan tidak berguna. Salah satu cara penanganan adalah dengan memberikan ketrampilan regulasi emosi. Caregiverdengan regulasi emosi yang baik akan mengontrol emosi dengan menghambat keluaran tanda-tanda emosi yang bersifat negatif. Mereka mampu memahami perilaku pasien skizofrenia dan mengubah pikiran atau penilaian tentang situasi untuk menurunkan dampak emosional, sehingga menghasilkan reaksi emosional yang positif. Penelitian ini berusaha untuk melihat keefektifan pelatihan ketrampilan regulasi emosi terhadap penurunan tingkat ekspresi emosi pada caregiver pasien skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Daerah Surakarta. Penelitian ini merupakan merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan pre-test – post-test controlled group design. Subjek penelitian adalah 14 caregiver pasien skizofrenia yang menjalani pengobatan di Poliklinik Rawat Jalan Rumah Sakit Jiwa Daerah Surakarta, 7 sebagai subyek eksperimen dan 7 sebagai subyek kontrol. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling, artinya pengambilan sampel dilakukan dengan memilih subjek yang keterwakilannya sudah ditentukan berdasarkan kriteria inklusi penelitian. Data dianalisis menggunakan teknik mann-whitney u-test, dan untuk menunjang pembahasan agar lebih mendalam, analisis data juga dilengkapi dengan metode kualitatif. Pelatihan ketrampilan regulasi emosi dalam penelitian ini merupakan kegiatan yang dilakukan dengan memberi pengertian, pengetahuan, dan ketrampilan untuk memonitor, mengevaluasi, dan memodifikasi reaksi emosional serta bagaimana emosi tersebut diekspresikan, sehingga peserta dapat mengaplikasikannya untuk menambahkan dan meningkatkan kemampuan regulasi emosi yang dimiliki. Hasil uji dengan Mann – Whitney U-test memperlihatkan nilai Mann - Whitney U sebesar 1.5, dengan nilai signifikansi (2-tailed) 0.003 ( P < 0,05 ) sehingga dapat disimpulkan bahwa selisih skor pre dan post-test antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol benar-benar berbeda, atau dapat dikatakan bahwa pelatihan regulasi emosi yang dilakukan terhadap caregiver pasien skizofrenia efektif untuk menurunkan skor ekspresi emosi peserta. Hasil evaluasi persepsi atas pengalaman dalam pelatihan regulasi emosi memperlihatkan persepsi positif dari subyek penelitian terhadap berbagai aspek pelatihan regulasi emosi.   Kata Kunci: pelatihan ketrampilan regulasi emosi, ekspresi emosi, caregiver, pasien skizofrenia
Hubungan Antara Keterlibatan Ayah Dan Kesejahteraan Psikologis Pada Remaja Endah Puspita Sari; Indraswari Kartika Wulan
Wacana Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.33 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v11i1.134

Abstract

AbstrakPenelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode korelasional. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui adakah hubungan antara keterlibatan ayah dengan kesejahteraan psikologis pada remaja. Subjek penelitian ini adalah 125 remaja berusia 14 sampai 17 tahun. Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif antara keterlibatan ayah dengan kesejahteraan psikologis pada remaja. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode skala. Skala kesejahteraan psikologis diadaptasi dari 18-item Ryff Multidimensional Measure of Well-being dari Clarke, Marshall, Ryff, dan Wheaton (2001), sedangkan skala keterlibatan ayah menggunakan Inventory of Father Involvement dari Hawkins, Bradford, Christiansen, Palkovitz, Day, dan Call (2002). Dari hasil analisis data diperoleh nilai r = 0,386 dengan p = 0,000 (p ˂ 0,01). Artinya, terdapat hubungan positif antara keterlibatan ayah dengan kesejahteraan psikologis pada remaja.Kata kunci: kesejahteraan psikologis, keterlibatan ayah, remaja
PENURUNAN KECEMASAN MENGHADAPI UJIAN SKRIPSI MELALUI PELATIHAN KOMUNIKASI EFEKTIF (STUDI EKSPERIMEN PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR PRODI PSIKOLOGI FK UNS) . Hardjono; Tri Rejeki Andayani; Nugraha Arif Karyanta
Wacana Vol 4, No 1 (2012)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.741 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v4i1.35

Abstract

Kecemasan menghadapi ujian akhir seringkali menghambat aktivitas mahasiswa dalam menyelesaikan studinya. Tidak sedikit mahasiswa yang telah selesai menyusun tugas akhir dengan sengaja menunda ujian skripsi karena takut dan cemas menghadapi tahap ujian  tersebut.  Kebiasaan untuk menunda-nunda penyelesaian tugas yang terkait dengan akademik (prokrastinasi akademik) akan memberikan pengaruh besar dalam prestasi studi dan lama studi yang ditempuh. Penelitian ini bertujuan untuk membantu mahasiswa menurunkan tingkat kecemasan menghadapi ujian skripsi dengan cara meningkatkan ketrampilan berbicara di depan umum (presentasi) melalui pelatihan komunikasi efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen dengan jumlah 20 subyek penelitian mahasiswa tingkat akhir Prodi Psikologi FK UNS yang memiliki tingkat kecemasan menghadapi ujian skripsi diatas rata-rata, yang terdiri dari 10 orang subyek eksperimen dan 10 orang subyek kontrol. Subyek ditentukan berdasarkan teknik purposive nonrandom sampling. Desan penelitian menggunakan Pretest-posttest Control Group Design dan teknik  analisis  data  menggunakan  pendekatan independent samples t-test. Hasil uji independent samples test menunjukkan nilai t sebesar -2,123 dengan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,048 (p < 0,05) sehingga dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kedua mean benar-benar berbeda. Karena sebelum perlakuan kedua kelompok berada pada taraf yang sama, maka perbedaan ini memberikan kesimpulan bahwa terdapat pengaruh perlakuan “Pelatihan Komunikasi Efektif” terhadap penurunan tingkat kecemasan menghadapi validasi proposal skripsi / sidang skripsi subyek penelitian. Hasil ini dikonfirmasi dengan hasil uji paired samples t-test skor pretest dan skor posttest yang menunjukkan nilai T sebesar 4,339 dengan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,002 (p < 0,05) yang menunjukkan kedua mean benar-benar berbeda, atau dapat diduga bahwa terjadi penurunan skor kecemasan setelah subyek mendapatkan “Pelatihan Komunikasi Efektif”.   Kata Kunci: komunikasi efektif, kecemasan menghadapi ujian skripsi, mahasiswa psikologi
Pengaruh Pelatihan Syukur terhadap Peningkatan Subjective Well Being pada Ibu yang Memiliki Anak Down Syndrome Nurul Muslikhatul Khoiriyah; Rin Widya Agustin; Arif Tri Setyanto
Wacana Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.633 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v8i1.90

Abstract

Pengaruh Pelatihan Syukur terhadap Peningkatan Subjective Well Being pada Ibu yang Memiliki Anak Down Syndrome     The Effect of Gratitude Training to Increase Subjective Well Being in Mother of Children with Down Syndrome     Nurul Muslikhatul Khoiriyah, Rin Widya Agustin, Arif Tri Setyanto Program Studi Psikologi FakultasKedokteran UniversitasSebelasMaret       ABSTRAK   Keadaan anak down syndrome yang mengalami gangguan, baik fisik, psikologis, maupun sosial membuat ibu merasa tertekan dan kurang bahagia. Kebahagiaan (happiness) mengacu kepada pengalaman subjektif seseorang yang mengarah kepada penilaian terhadap kehidupan yang telah dijalani atau selanjutnya disebut dengan subjective well being. Subjective well being dapat dihasilkan melalui pelatihan yang membentuk karakter individu. Salah satu bentuk intervensi yang dapat digunakan untuk meningkatkan subjective well being adalah pelatihan syukur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh pelatihan syukur terhadap peningkatan subjective well being pada ibu yang memiliki anak down syndrome. Subjek penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak down syndrome di SLB B-C dan Autis YBA Surakarta. Desain penelitian ini adalah desain eksperimen pretest-posttest control group design dengan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol masing-masing sebanyak lima orang. Kelompok eksperimen diberikan pelatihan syukur selama dua hari dengan menggunakan  metodesharing, kuliah, games, active communication, mental imagery, simulations, video,relaksasi, instruments, dan writing tasks.Metode pengumpulan data penelitian yaitu modul pelatihan syukur yang dimodifikasi dari Anggarani (2013), Satisfaction With Life Scale (Diener, dkk., 1985) dan Scale of Positive and Negative Experience (Diener dan Biswas-Diener, 2009). Hasil analisis kuantitatif dengan uji 2 Sampel Independen Mann-Whitney untuk kepuasan hidup diperoleh nilai Z -2.694 dan p 0.007< 0.05 pada pretest-posttest, sedangkan pretest-follow up memperoleh nilai Z sebesar -2.703 dan p 0.007< 0.05dan posttest-follow up mendapatkan nilai Z sebesar -2.612 dan  p 0.009< 0.05. Sedangkan perhitungan uji 2 sampel independen Mann-Whitney untuk balance affectdiperoleh nilai Z-2.627 dan p 0,009< 0.05 pada pretest-posttest,nilai Z sebesar -2.643 dan p 0.008< 0.05 untuk pretest-follow updan  nilai Z sebesar -2.635 dan  p 0,008< 0.05 untuk posttest-follow up. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pelatihan syukur memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan subjective well being pada ibu yang memiliki anak down syndrome. Kata kunci: pelatihan syukur, subjective well being, ibu, down syndrome.
Pengaruh Pelatihan Manajemen Diri terhadap Prokrastinasi Akademik Mahasiswa FK UNS dalam Menyelesaikan Skripsi Galih Ratna Puri Palupi; Rin Widya Agustin; Pratista Arya Satwika
Wacana Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.412 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v10i2.124

Abstract

ABSTRAK   Mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi mengalami hambatan yang cenderung dihadapi dengan melakukan prokrastinasi akademik. Prokrastinasi akademik dalam menyelesaikan skripsi merupakan persoalan perilaku yang menimbulkan berbagai kerugian, di antaranya membuang waktu dan kesempatan, masa studi menjadi lebih lama, dan keterlambatan kelulusan. Kondisi tersebut membuat mahasiswa dirasa membutuhkan kemampuan manajemen diri yang membantu mereka untuk mengelola diri dalam berbagai setting kehidupan. Metode  yang efektif untuk mengajarkan kemampuan ataupun keterampilan baru adalah pelatihan. Pelatihan manajemen diri merupakan salah satu upaya yang dapat digunakan untuk menurunkan prokrastinasi akademik. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pelatihan manajemen diri terhadap prokrastinasi akademik mahasiswa FK UNS dalam menyelesaikan skripsi. Subjek  penelitian  ini  adalah  mahasiswa  Program  Studi  Kedokteran  dan  Psikologi  Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret yang sedang menyelesaikan skripsi. Desain penelitian ini menggunakan desain eksperimen pretest-posttest control group design dengan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol masing-masing sebanyak delapan orang. Kelompok eksperimen diberikan pelatihan manajemen diri selama dua hari dengan menggunakan metode  lecturrette, simulasi, worksheet, evaluasi, dan menambahkan metode lain yaitu video dan game. Penelitian menggunakan modul Pelatihan Manajemen Diri yang dimodifikasi dari Agustia (2014) berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Yates (1986). Pengumpulan data  penelitian menggunakan skala  Prokrastinasi Akademik yang  disusun  oleh peneliti dengan koefisian reliabilitas (rx = 0.924). Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah tidak ada pengaruh yang signifikan pelatihan manajemen diri terhadap prokrastinasi akademik mahasiswa FK UNS dalam menyelesaikan skripsi ditunjukkan dengan nilai uji signifikansi (p) sebesar 0.063 (p>0.05) yang berarti hipotesis penelitian ditolak. Berdasarkan hasil penelitian subjek mengalami perubahan berupa penurunan prokrastinasi akademik, namun perubahan tersebut tidak bertahan lama. Hasil tersebut mengarahkan pada evaluasi masalah teknis di lapangan selama penelitian.     Kata kunci: Mahasiswa, Pelatihan Manajemen Diri, Prokrastinasi Akademik
HUBUNGAN ANTARA EMOTIONAL FOCUS COPING DAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN KECENDERUNGAN BUNUH DIRI PADA REMAJA Aditya Nanda Priyatama; Nugraha Arif Karyanta
Wacana Vol 2, No 1 (2010)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.485 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v2i1.58

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara emotional focus coping dan kecerdasan emosional dengan kecenderungan bunuh diri pada remaja.  Emotional focus coping merupakan keadaan dimana seseorang mereduksi, mengontrol maupun melindungi diri dari sebuah ketegangan yang diakibatkan oleh sebuah situasi yang memunculkan sebuah stres akibat sebuah permasalahan yang dihadapinya. Emotional focused coping cenderung dilakukan oleh individu jika merasa bahwa situasi permasalahan yang dihadapi tidak mampu dirubah dengan cara mengatur respon emosi dan memelihara keseimbangan afektif melalui sebuah perilaku. Sedangkan kecerdasan emosi merupakan kemampuan untuk mengenali, memahami, mengelola dan mewujudkan emosi dalam porsi yang tepat, terkendali serta menerapkan dengan efektif informasi dan energi emosi dalam kehidupan dan pekerjaan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan 3 skala psikologi, yaitu skala emotional focused coping, skala kecerdasan emosional dan skala kecenderungan bunuh diri. Subyek yang akan diteliti adalah mahasiswa Program Studi Psikologi angkatan 2008 dengan jumlah 82 orang. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah hipotesis mayor adalah analisis regresi dua. Teknik analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis minor adalah korelasi parsialPerhitungan dilakukan dengan menggunakan fasilitas program SPSS (Statistical Product and Service Solution) for Windows Release versi 14. Kata Kunci: emotional focus coping, kecerdasan emosi, kecenderungan bunuh diri
Hubungan antara Gaya Kepemimpinan Transformasional dan Work Life Balance dengan Kepuasan Kerja pada Guru Sekolah Dasar di Yayasan Perhimpunan Pendidikan Kristen Surakarta Tiara Adjeng Endrastyana; Bagus Wicaksono; Pratista Arya Satwika
Wacana Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.859 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v7i2.81

Abstract

Hubungan antara Gaya Kepemimpinan Transformasional dan Work Life Balance dengan Kepuasan Kerja pada Guru Sekolah Dasar di Yayasan Perhimpunan Pendidikan Kristen Surakarta The Correlation between Transformational Leadership Style and Work Life Balance with Job Satisfaction of Elementary School Teachers in Yayasan Perhimpunan Pendidikan Kristen Surakarta Tiara Adjeng Endrastyana, Bagus Wicaksono, Pratista Arya Satwika Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret ABSTRAK Sumber daya manusia merupakan modal utama organisasi yang berperan sebagai penggerak organisasi. Guru sebagai salah satu elemen sumber daya manusia di sekolah memiliki peran penting dalam mencapai tujuan pendidikan. Guru yang merasa puas dengan pekerjaannya akan menentukan keberhasilan para siswa. Kepuasan kerja dapat dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan transformasional dan work life balance. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) hubungan antara gaya kepemimpinan transformasional dan work life balance dengan kepuasan kerja; 2) hubungan antara gaya kepemimpinan transformasional dengan kepuasan kerja; 3) hubungan antara work life balance dengan kepuasan kerja pada guru Sekolah Dasar di Yayasan Perhimpunan Pendidikan Kristen Surakarta. Seluruh populasi dalam penelitian ini digunakan sebagai sampel penelitian, sehingga penelitian ini disebut sebagai studi populasi. Sampel penelitian adalah 70 guru Sekolah Dasar di Yayasan Perhimpunan Pendidikan Kristen Surakarta. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah skala kepuasan kerja yang terdiri dari 35 aitem dengan koefisien reliabilitas 0,912, skala gaya kepemimpinan transformasional yang terdiri dari 42 aitem dengan koefisien reliabilitas 0,960, dan skala work life balance yang terdiri dari 25 aitem dengan koefisien reliabilitas 0,874. Hasil analisis regresi linier berganda menunjukkan nilai Fhitung = 22,911 > Ftabel = 3,143 dengan signifikansi 0,000 (p < 0,05) dan R = 0,649 yang berarti ada hubungan signifikan antara gaya kepemimpinan transformasional dan work life balance dengan kepuasan kerja. Nilai korelasi sebesar 0,280 dan signifikansi 0,024 (p < 0,05) menunjukkan bahwa secara parsial ada hubungan antara gaya kepemimpinan transformasional dengan kepuasan kerja. Hasil perhitungan uji korelasi parsial juga menunjukkan ada hubungan antara work life balance dengan kepuasan kerja, yang ditunjukkan dari nilai korelasi sebesar 0,404 dan signifikansi 0,001 (p < 0,05). Nilai R2 (R Square) sebesar 0,421 menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional dan work life balance secara serentak memberikan sumbangan efektif sebesar 42,1% terhadap kepuasan kerja. Sumbangan relatif gaya kepemimpinan transformasional terhadap kepuasan kerja sebesar 38%. Sumbangan relatif work life balance terhadap kepuasan kerja sebesar 62%. Kata Kunci: kepuasan kerja, gaya kepemimpinan transformasional, work life balance

Page 8 of 18 | Total Record : 172