cover
Contact Name
Lufthia Sevriana
Contact Email
lufthia.sevriana@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
lufthia.sevriana@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Manajemen dan Bisnis (Performa)
ISSN : 18298680     EISSN : 25990039     DOI : -
Performa Journal publishes articles and brief communication with management theme (marketing, human resources, financial, operations, startegy), Islamic ecomy general economy, islamic and general approches development study, business in islamic and general basis.
Arjuna Subject : -
Articles 188 Documents
Penerapan Knowledge Management Dalam Peningkatan Kompetensi Kewirausahaan Sri Suwarsi
Jurnal Manajemen Bisnis Performa Vol 8, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/performa.v8i2.6068

Abstract

Setiap organisasi beroparasi dengan menggunakan semua komponen sumber daya yang dimiliki untuk dapat menghasilkan produk baik barang atau jasa yang dibutuhkan dan diinginkan konsumen. Pengelolaan sumber daya meliputi raw material, human resource, capital, technologi, and information. Mengingat keterbatasan sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan tersebut maka perusahaan dituntut mampu memberdayakan dan mengoptimalkan penggunaannya untuk dapat bersaing demi kelangsungan hidup perusahaan.Penerapan knowledge management di Indonesia seharusnya bukan hanya monopoli perusahaan besar, tetapi juga harus menjadi agenda dan akhirnya menjadi budaya organisasi, karena seiring dengan persaingan industri yang demikian pesat, maka menuntut perusahaan untuk selalu inovatif dan kreatif untuk memberikan value added yang berkelanjutan kepada para customernya. Dan juga adanya kecenderungan perkembangan kebutuhan dan keinginan konsumen yang semakin tinggi, cepat, dan bervariasi akibat arus informasi yang demikian cepat, sehingga expektasi konsumen akan suatu produk dari waktu ke waktu mengalami perubahan yang semakin cepat. Oleh karenanya perusahaan yang tidak ingin ditinggalkan oleh konsumennya, maka harus mencari jalan untuk mengelola knowledge yang dimiliki para karyawannya untuk dapat diintegrasikan dalam suatu sistem yang terstruktur untuk menghasilkan produk dan jasa yang berkualitas tinggi untuk menjawab perubahan dan tantangan persaingan. Untuk itu maka perusahaan perlu menerapkan knowledge management, karena dengan penerapan Knowledge Management, maka organisasi atau perusahaan akan selalu berupaya untuk selalu melakukan proses belajar untuk melakukan proses perubahan dan inovasi.Perubahan dari industri berbasis ekonomi menjadi industri yang berbasis pengetahuan dan informasi membutuhkan pengelolaan pengetahuan yang dikenal dengan Knowledge Management. Dengan menerapkan knowledge management diharapkan waktu kerja dapat dihemet, biaya komunikasi dapat diturunkan, sehingga perusahaan akan lebih produktif. Kata Kunci : Knowledge, Knowledge Management, Penerapan Knowledge Management
Pengaruh Flexible Work Arrangement terhadap Kinerja Karyawan melalui Work Life Balance Redaktur PT. Memorandum Sejahtera Widaswara, Eritria; Kistyanto, Anang
Jurnal Manajemen Bisnis Performa Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/performa.v16i2.6031

Abstract

This purpose of this study is to analyze the impact of flexible work arrangement on employee performance with work life balance as intervening variable journalist PT. Memorandum Sejahtera. Population in this research is using 32 journalist of the company. In addition, the number of samples is all of population, 32 respondents. This type of research is quantitative research. Data analysis technique used is partial least square using software SmartPLS 3.0, 2018. The results of this study indicate that flextime has no a significant on employee performance; flexplace has a significant and positive impact on employee performance; flextime has significant and positive impact on work lief balance; flexplace has a significant and positive impact on work life balance; work life balance has no significant on employee performance; work life balance does not mediate flextime on employee performance; work life balance does not mediate flexplace on employee performance. Keywords : flextime, flexplace, work life balance, employee performance Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh flexible work arrangement terhadap kinerja karyawan dengan work life balance sebagai variabel intervening wartawan PT. Memorandum Sejahtera. Populasi dalam penelitian ini menggunakan 32 wartawan PT. Memorandum Sejahtera. Selain itu, jumlah sampel adalah semua populasi, 32 responden. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Teknik analisis data yang digunakan adalah partial least square dengan menggunakan perangkat lunak SmartPLS 3.0, 2018. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa flextime tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan; flexplace memiliki dampak signifikan dan positif terhadap kinerja karyawan; flextime memiliki dampak signifikan dan positif pada work life balance; flexplace memiliki dampak signifikan dan positif pada work life balance; work life balance tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan; work life balance tidak memediasi flextime pada kinerja karyawan; work life balance tidak memediasi flexplace pada kinerja karyawan.Kata Kunci : flextime, flexplace, work life balance, kinerja karyawan
Kajian Teoritis Dan Empiris : Kreativitas & Inovasi Terhadap Keunggulan Bersaing Serta Dampaknya Terhadap Keunggulan Bersaing Serta Dampaknya Pada Kinerja Perusahaan Industri Kreatif Kota Bandung Titi Laras
Jurnal Manajemen Bisnis Performa Vol 8, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/performa.v8i2.6073

Abstract

Dalam kajian ini, penulis memilih Industri Kreatif Bandung sebagai unit penelitian. Adapun alasan sebagai industri kreatif kota Bandung, menurut Simatupang, (2007: 15) sebagai berikut: (a) Kota Bandung dikenal sebagai Paris Van Java dan Pusat Kebudayaan Sunda; (b) sudah dikenal sejak dulu kala sebagai pusat tektil dan mode; (c) pusat promosi karya budaya termasuk perintis perfileman nasional; (d) trend setter mode pakaian di kalangan anak muda; (e) sebagai daerah tujuan wisata dari Jakarta dan kota kota lainnya; (g) dike dengan generasi mudanya yang kreatif dan berani berekperimen dengan gagasa gasan yang inovatif; (h) sumberdaya pendukung industri kreatif tersedia dengan baik, dan (i) sebagai pusat pendidikan tinggi teknologi, bisnis, desain dan komunikasi visual.Mendasarkan fenomena dan penelitian terdahulu, maka tema sentral dalam penelitian ini adalah sebagai berikut; faktor pengubah creative destruction yang berati, dibangun inovasi baru dalam industri akan menggusur industri -industri lama yang tidak kreatif dan menggatinya dengan kreatif. Industri kreatif adalah bagian dari ekonomi kreatif.adapun yang menjadi fenomena dilipangan menunjukkan:1. Terdapat transportasi masih bermaalah2. Lemahnya penguasaan teknologi pendukung industri kreatif3. Pelaku usaha kurang terinoti untuk mengolah bahan baku menjadi bahan jadi jadi profitnya rendah4. kurangnya apresiasi masyarakat terhadap produk kreatif5. Belum ada bentuk skema pembiayaan yang sesuai untuk industri kreatif
Lembaga Keuangan Mikro dan Kemiskinan Tasya Aspiranti
Jurnal Manajemen Bisnis Performa Vol 6, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/performa.v6i2.6079

Abstract

LKM berdampak signifikan untuk mempromosikan masyarakat miskin dan membantu mereka keluar dari kemiskinan. Meskipun demikian, di berbagai Negara dengan berbagai variasinya, bentuk LKM perlu diinovasi sesuai dengan kondisi dan kebutuhan. Pola LKM di setiap Negara berbeda, disebabkan pola di suatu daerah belum tentu sesuai untuk daerah lainnya. LKM mempunyai kekuatan besar yaitu dapat beradaptasi dan menemukan cara untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapinya. Hal ini juga memperlihatkan bahwa masyarakat miskin bukan untuk disumbang tetapi mereka merupakan nasabah potensial yang membutuhkan jasa pelayanan. Hal ini pun menjawab pertanyaan mengapa LKM lebih berhasil dibandingkan dengan bentuk-bentuk sumbangan. LKM merupakan solusi penghapusan kemiskinan dari bawah. LKM tidak didesain oleh para perencana di tingkat pemerintah, tetapi dilakukan oleh para professional untuk menyelesaikan permasalahan di masyarakat.Kata kunci: lembaga keuangan mikro, kemiskinan.
Pemetaan Usaha Mikro (Micro Business) Di Kabupaten Belitung Timur Muhardi Muhardi
Jurnal Manajemen Bisnis Performa Vol 8, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/performa.v8i2.6069

Abstract

Di berbagai daerah, keberadaan usaha mikro seringkali mendominasi di Kabupaten Belitung Timur. Dengan keberadaannya ini diharapkan usaha mikro dapat memberikan kontribusi yang berarti terhadap ekonomi masyarakat. Dalam upaya penguatan usaha mikro dibutuhkan peranan berbagai pihak terkait untuk melakukan pembinaan dan pemberdayaan usaha mikro, sehingga usaha ini menjadi lebih berdaya dan menjadi penopang kemajuan ekonomi masyarakat. Sebagai daerah wisata keberadaan usaha mikro di Kabupaten Belitung Timur dengan berbagai produk yang dihasilkannya, tentunya akan mendukung kemajuan ekonomi dan pembangunan daerahnya. Kata kunci : Pemetaan, Usaha Mikro
Penerapan Perencanaan Agregat untuk Meminimumkan Biaya Produksi (Studi pada CV. X) Astri Refa Febryanti; Asni Mustika Rani
Jurnal Manajemen Bisnis Performa Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/performa.v16i2.6047

Abstract

Perencanaan produksi digunakan sebagai langkah awal ketika perusahaan akan melakukan proses produksi. CV. X adalah perusahaan dibidang konveksi yang memproduksi pakaian. Tujuan dari penelitian ini yaitu dapat merencanakan proses produksi dan menghitung alternatif strategi perencanaan agregat yang dapat meminimumkan biaya produksi untuk memaksimalkan keuntungan. Strategi Perencanaan agregat ini menggunakan 3 metode yaitu Level Strategy, Chase Strategy, dan Mixed Strategy. Metode Chase Strategy menghasilkan biaya yang lebih rendah dibandingkan dengan metode lain dengan total biaya Rp. 4.985.861.595. Metode ini sebaiknya digunakan oleh perusahaan untuk mengurangi biaya produksi.
Sistem bagi risiko dan bagi hasil Pengelolaan pertanian komoditas padi Muhardi Muhardi
Jurnal Manajemen Bisnis Performa Vol 7, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/performa.v7i1.6550

Abstract

Penelitian sederhana ini ditujukan untuk mengetahui, (1) sistem pengelolaan pertanian komoditas padi ditinjau dari bagi risiko dan bagi hasil, (2) kemungkinan bagi hasil yang dapat diperoleh pemilik lahan dengan menggunakan sistem pengelolaan atau penggarapan lahan pertanian komoditas padi yang digunakan, (3) kemungkina bagi hasil yang dapat diperoleh petani penggarap dengan menggunakan sistem pengelolaan lahan pertanian komoditas padi yang digunakan, dan (4) upaya yang dilakukan untuk memperoleh bagi hasil yang optimal baik bagi pemilik lahan maupun petani penggarap. Dari hasil penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa, (1) terdapat dua alternatif sistem yang umumnya digunakan dalam pengelolaan komoditas padi, yaitu sistem sewa dan sistem maro. Sistem sewa dilihat dari pemilik lahan menunjukkan adanya bagi risiko yang relatif rendah, karena tidak menanggung beban biaya penggarapan yang dilakukan, dan bagi hasil panen sudah tetap. Sedangkan bagi petani penggarap, risiko yang ditanggung cukup memadai dilihat dari biaya penggarapan yang ditanggung dan hasil yang relatif tidak pasti tergantung kemapuan di dalam mengelola garapan lahan tersebut. Di sisi lain, sistem maro dilihat dari pemilik lahan maupun petani penggarap sama-sama menanggung risiko biaya penggarapan. Demikian pula dengan bagi hasil dari panen yang akan diperoleh, baik bagi pemilik lahan maupun petani penggarap sama-sama menanggung risiko ketidakpastian, (2) umumnya berbagai kemungkinan hasil panen per 1400 m2 dapat dihasilkan dengan rentang minimal 4 kwintal gabah hingga maksimal dapat mencapai 9 kwintal. Selama hasil panen kurang dari 8 kwintal, maka akan memberikan bagi hasil yang lebih besar bagi pemilik lahan dengan menggunakan sistem sewa ketimbang sistem maro. Selanjutnya bagi hasil untuk pemilik lahan akan sama baik dengan menggunakan sistem sewa maupun sistem maro apabila dicapai hasil panen 8 kwintal. Akan tetapi pada saat hasil panen mencapai 9 kwintal, maka bagi hasil untuk pemilik lahan dengan sistem maro akan memberikan hasil yang lebih besar ketimbag dengan sistem sewa, (3) untuk petani penggarap, selama hasil panen kurag dari 8 kwintal, maka untuk petani penggarap akan memperoleh bagi hasil yang lebih besar dengan sistem maro ketimbang dengan sistem sewa. Sedangkan bagi hasil panen dapat mencapai 8 kwintal per 1400 m2. Namun demikian, pada saat hasil panen mencapai 9 kwintal maka sistem sewa akan dapat memberikan bagi hasil yang lebih besar bagi petani penggarap ketimbag dengan sistem maro, dan (4) bagi hasil optimal dapat dicapai tidak dominan ditentukan oleh sistem sewa ataupun lahan dengan cara atau metode yang sebaik-baiknya, sehingga hasil panen dapat lebih banyak yang pada gilirannya akan diperoleh bagi hasil yang optimal baik bagi pemilik lahan maupun petani penggarap. Kata Kunci: Sistem bagi risiko, bai hasil, pengelolaan pertanian komoditas padi.
Sustainability Bisnis: Analisis Market Timing dan Stock Selection Reksa Dana Saham Indonesia Dialysa, Fia; Dialysa, Fia; Dialysa, Fia
Jurnal Manajemen Bisnis Performa Vol 17, No 1 (2020): (ON PROGRESS)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/performa.v17i1.6390

Abstract

The principle of business sustainability is sustainable development covering 3 (three) scopes, namely economic, social and environmental. Socially Responsible Investment (SRI) or ethical investment is one of the factors driving the implementation of sustainability principles by a company. This is closely related to the awareness of investors to invest with attention to social responsibility.This study aims to determine the ability of market timing and stock selection on Mutual Funds in Indonesia and the performance of each Mutual Fund share using the Sharpe method, Treynor method, and Jensen method. The data used are Net Asset Value (NAV), Bank Indonesia interest rates and the Composite Stock Price Index (CSPI). The sample used, 28 Mutual Funds products registered and active in the Financial Services Authority (OJK) during the period January 2014 to June 2017. The method used by using multiple linear regression methods.The results showed, the 28 stock Mutual Fund products studied, there were no stock Mutual Fund products had the ability in terms of market timing and there was only Sucorinvest Equity Fund. In addition, the performance of Mutual Fund shares in Indonesia has an overvalued stock value. Keywords: Sustainability, Stock Mutual Funds.
Kajian Kawasan Komoditi Unggulan dalam Era dan Desentralisasi di Kabupaten Morowali Syamsuddin Syamsuddin; Azib Asro'i
Jurnal Manajemen Bisnis Performa Vol 6, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/performa.v6i2.6543

Abstract

Tujuan umum dari kajian ini adalah menganalisis kawasan komoditi unggulan dalam era otonomi dan desentralisasi di Kabupaten Morowali. Sasaran khusus yang dicapai dalam kajian ini adalah teridentifikasinya komoditi-komoditi unggulan pada beberapa kawasan di Kabupaten Morowali. Penelitian ini diharapkan memberikan manfaat bagi pengambil kebijakan (pemda setempat) sebagai acuan untuk menyusun berbagai kebijakan berkatan dengan penentuan komoditi-komoditi unggulan disetiap kawasan di Kabupaten Morowali.Adapun alat analisis yang akan digunakan dalam kajian ini adalah: 1. Analisis Klassen Typologi, 2. Analisis Hirarki Proses (AHP).Kawasan dalam kajian ini terbagi menjadi 3 kawasan, yakni kawasan I (Kecamatan Bungku Tengah) dengan daerah hinterlandnya adalah Kecamatan Bahadopi, Kecamatan Bungku Selatan, Kecamatan Menui Kepulauan. Kawasan II (Kecamatan Lembo) dengan daerah hinterlandnya adalah Kecamatan Bungku Barat, Witaponda dan Kecamatan Bumi Raya. Kawasan III (Kecamatan Petasia) dengan daerah hinterlandnya adalah Kecamatan Mori Atas, Kecamatan Sayojaya, Kecamatan Bungku Utara dan Kecamatan Mamosalato.Hasil kajian diperoleh bahwa: 1) Komoditi unggulan sektor perkebunan di kawasan I adalah kako menempati peringkat pertama, sagu menempati peringkat kedua dan peringkat ketiga komoditi kelapa. Sedangkan komoditi unggulan di kawasan II adalah kelapa peringkat pertama, kakao menempati peringkat kedua dan peringkat ketiga komoditi sagu. Di kawasan III komoditi unggulannya adalah sagu peringkat pertama; kelapa menempati peringkat kedua dan peringkat ketiga komoditi kakao. 2) Di sub sektor pertanian bahan makanan, kawasan I komoditi unggulannya adalah padi sawah peringkat pertama dengan ubi kayu menempati peringkat kedua dan peringkat ketiga padi ladang. Di kawasan II komoditi unggulannya padi sawah peringkat pertama, ubi kayu menempati peringkat kedua dan peringkat ketiga tanaman padi ladang. Di kawasan III komoditi unggulannya adalah padi sawah peringkat pertama, ubi kayu menempati peringkat kedua dan peringkat ketiga padi ladang. 3) Pada sub sektor peternakan, komoditi unggulan di kawasan I adalah sapi peringkat pertama, kambing menempati peringkat kedua dan peringkat ketiga babi. Di kawasan II komoditi unggulannya adalah sapi peringkat pertama, kambing menempati peringkat kedua dan peringkat ketiga kerbau. Di kawasan III komoditi unggulannya adalah sapi menempati peringkat pertama, kambing menempati peringkat kedua dan peringkat ketiga babi.Kata Kunci: Komoditi Unggulan. 
Konsep Siklus Hidup Produk Hubungan antara Produk, Perilau Konsumen dan Persaingan Firman Alamsyah
Jurnal Manajemen Bisnis Performa Vol 7, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/performa.v7i1.6551

Abstract

Siklus hidup suatu produk menggambarkan suatu ikhtisar perjalanan suatu produk di pasar sejak diperkenalkan sampai dengan hilang dipasaran. Pada dasarnya siklus hidup produk memiliki empat tahapan yaitu: tahap perkenalan, pertumbuhan, kedewasaan dan kemerosotan. Setiap tahapan dalam siklus memiliki peluang dan masalah-masalah yang khas. Pemahaman setiap tahapan dapat dikenali melalui pendekatan teori difusi inovasi yang dapat memberikan informasi mengenai sebab-sebab terjadinya siklus tersebut dan akibat yang dapat ditimbulkan dari masing-masing tahapan. Informasi ini berguna manajemen dalam mengambil keputusan-keputusan pemasaran. Kata kunci: siklus hidup produk dan diffusi inovasi.

Page 11 of 19 | Total Record : 188