cover
Contact Name
Asep Saefullah Kamali
Contact Email
arsipstkip@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalstkipsm@yahoo.com
Editorial Address
Jalan Raya Labuan Kilometer 5 Kadulisung Pandeglang Banten 42253
Location
Kab. pandeglang,
Banten
INDONESIA
Cakrawala Pedagogik
ISSN : 2579504X     EISSN : 26157829     DOI : -
Berisi tulisan ilmiah hasil penelitian dan gagasan di bidang pendidikan. Terbit dua kali setahun pada April dan Oktober.
Articles 303 Documents
ISLAMIC EDUCATIONAL LEADERSHIP IN THE DIGITAL ERA AND SOCIETY 5.0 Hodiqotul Atfaliyah; Yosie Kristin Pandriyani; Encep Syarifudin; Eneng Muslihah; Siti Patimah
Cakrawala Pedagogik Vol. 10 No. 1 (2026): Cakrawala Pedagogik
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Pendidikan Syekh Manshur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51499/cp.v10i1.896

Abstract

This study aims to analyze Islamic educational leadership in the digital era and Society 5.0, which is characterized by the integration of advanced technology into various aspects of life, including education. Islamic educational leadership is required to be able to adapt to technological developments without neglecting the spiritual and moral values ??that are its main foundation. The research method used is a qualitative approach with a library research study through analysis of various relevant scientific literature. The results show that Islamic educational leadership in the digital era and Society 5.0 must be adaptive, innovative, and transformational. Educational leaders are required to be able to utilize digital technology in the learning process, institutional management, and data-based decision-making. In addition, effective leadership must also be able to integrate Islamic values ??such as amanah (trust), ihsan (good character), and uswah hasanah (good character) into daily leadership practices. Challenges faced include low digital literacy, limited resources, and resistance to change. However, there are significant opportunities available, especially in improving the quality of education through technology-based innovation. Thus, Islamic educational leadership in the digital era and Society 5.0 requires synergy between managerial competence, technological capabilities, and moral-spiritual integrity to produce a quality, adaptive, and globally competitive education system.
THE ROLE OF SCHOOL LIBRARIES IN PROMOTING LITERACY AT PANGABUAN ELEMENTARY SCHOOL Khoirunnisa; Amanda Tri Agustin; Sohri Ramadhan Alfikri; Dewi Safitri; Faizya Putri; Febrianti Dwi Putri; Laelatur Rohmawati; Resa Umami; Amat Hidayat
Cakrawala Pedagogik Vol. 10 No. 1 (2026): Cakrawala Pedagogik
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Pendidikan Syekh Manshur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51499/cp.v10i1.902

Abstract

Kemampuan literasi membaca merupakan keterampilan dasar yang sangat penting bagi peserta didik, khususnya pada jenjang sekolah dasar, karena menjadi fondasi dalam memahami berbagai informasi dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran perpustakaan sekolah dalam mendorong literasi membaca siswa di SDN Pangabuan serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pelaksanaan program literasi di sekolah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi membaca siswa kelas tinggi di SDN Pangabuan masih bervariasi, bahkan masih terdapat beberapa siswa yang mengalami kesulitan membaca. Sekolah telah menyediakan berbagai fasilitas pendukung literasi seperti perpustakaan, pojok baca, serta program pembiasaan membaca sebelum pembelajaran dimulai dan kegiatan membaca bersama. Namun, pemanfaatan fasilitas tersebut masih belum optimal sehingga belum sepenuhnya mampu meningkatkan minat baca siswa. Faktor yang memengaruhi perkembangan literasi membaca antara lain minat baca siswa yang masih rendah, keterbatasan dukungan lingkungan keluarga, serta pemanfaatan fasilitas literasi yang belum maksimal. Oleh karena itu, diperlukan penguatan program literasi, optimalisasi pemanfaatan perpustakaan sekolah, serta kerja sama antara pihak sekolah dan orang tua untuk mendukung peningkatan kemampuan literasi membaca siswa.
PEMANFAATAN GENERATIVE AI SEBAGAI BI'AH LUGHAWIYYAH DIGITAL DALAM PENGUATAN MUFRADAT BAHASA ARAB SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH PADA KURIKULUM MERDEKA Neneng Aida Rosyidah
Cakrawala Pedagogik Vol. 10 No. 1 (2026): Cakrawala Pedagogik
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Pendidikan Syekh Manshur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51499/cp.v10i1.941

Abstract

The lack of a conducive bi'ah lughawiyyah (Arabic-speaking environment) remains the primary challenge in strengthening Arabic vocabulary (mufradat) among Madrasah Ibtidaiyah (MI) students, while the Kurikulum Merdeka demands learning that is differentiated, contextual, and student-centered. This article aims to formulate the concept of Generative AI-based digital bi'ah lughawiyyah as a new conceptual framework in Arabic mufradat learning at MI, map its implementation models relevant to the principles of Kurikulum Merdeka, and identify the opportunities, challenges, and integration strategies within the context of Islamic education at MI. This study employs a library research method with an integrative literature review design through critical synthesis of cross-disciplinary literature, educational technology, applied linguistics, second language acquisition, and curriculum policy to produce an original conceptual framework. The findings indicate that Generative AI such as ChatGPT, Google Gemini, and Large Language Model (LLM)-based applications has considerable potential to create an interactive, adaptive, and immersive digital bi'ah lughawiyyah through four implementation models: contextual conversation simulation, Arabic generative narratives, game-based adaptive mufradat practice, and teacher-driven instructional media creation. This article concludes that the integration of Generative AI as a digital bi'ah lughawiyyah is pedagogically relevant and aligned with the differentiated learning principles of Kurikulum Merdeka, provided that its implementation is carried out in a planned and systematic manner, grounded in Islamic values, so that AI serves as a complement, not a substitute for the role of teachers in Arabic language learning at MI.