cover
Contact Name
Khamida Siti Nur Atiqoh
Contact Email
khamida.siti@uinjkt.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ajme.journal@uinjkt.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
ALGORITMA : Journal of Mathematics Education
ISSN : 19077882     EISSN : 26549948     DOI : -
Core Subject : Education,
ALGORITMA Journal of Mathematics Education (AJME) adalah jurnal peer-review pendidikan matematika yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. AJME mempublikasikan naskah-naskah ilmiah bidang pendidikan matematika secara berkala, yaitu 2 kali dalam setahun pada bulan Juni dan Desember. Naskah dapat berupa kajian teori ataupun hasil penelitian terkait dengan pengajaran dan pembelajaran dalam bidang pendidikan matematika.
Arjuna Subject : -
Articles 122 Documents
ANALYSIS OF MATHEMATICAL LITERACY ABILITY IN TERMS OF STUDENT’S HABITS OF MIND Rojabiah, Lulu Ul; Maryati, Tita Khalis; Firdausi, Firdausi
ALGORITMA: Journal of Mathematics Education Vol. 5 No. 2 (2023): ALGORITMA Journal of Mathematics Education
Publisher : Faculty of Educational sciences, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ajme.v5i2.32611

Abstract

AbstractMathematical literacy ability is an individual's ability to formulate, apply, interpret, solve problems, reason logically, communicate, and explain mathematics in solving everyday problems and sharing contexts. This paper describe result of research students' mathematical literacy skills, students' habits of mind, and determine the relationship between students' mathematical literacy abilities in terms of students' habits of mind. The method used in this research is descriptive quantitative with data collection techniques using test instruments and questionnaires. The subjects of this study were students of class VIII at an MTs Negeri in Jakarta with a sample of 110 students with cluster random sampling. Based on this research shown that there is a positive relationship between mathematical thinking habits and mathematical literacy skills. Students who already have good mathematical habits of mind are able to respond with awareness and strategies to get the right solution so as to improve the quality of mathematical literacy in solving problems in everyday life.. These results indicate that there is a significant relationship between students' mathematical literacy skills and mathematical thinking habits. AbstrakKemampuan literasi matematis merupakan kemampuan individu dalam merumuskan, menerapkan, menafsirkan, memecahkan masalah, menalar secara logis, mengkomunikasikan, dan menjelaskan matematika dalam pemecahan masalah sehari-hari dan berbagi konteks. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan literasi matematis siswa, mendeskripsikan kebiasaan berpikir matematis siswa, dan mengetahui hubungan kemampuan literasi matematis siswa  ditinjau dari kebiasaan berpikir matematis siswa. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII suatu MTs Negeri di Jakarta dengan sampel berjumlah 110 siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan instrumen tes dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara kebiasaan berpikir matematis dengan kemampuan literasi matematika. Siswa yang memiliki kebiasaan berpikir matematis yang baik mampu menyikapi dengan kesadaran dan strategi untuk mendapatkan solusi yang tepat sehingga meningkatkan kualitas literasi matematika dalam menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Hasil tersebut menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan kemampuan literasi matematis siswa dengan kebiasaan berpikir matematis.
PENGEMBANGAN E-MODUL MATERI BARISAN DAN DERET BERBASIS MODIFIED PERSONALIZED SYSTEM OF INSTRUCTION Muin, Abdul; Azzahra, Salsabila Farah; Dimyati, Ahmad
ALGORITMA: Journal of Mathematics Education Vol. 5 No. 1 (2023): ALGORITMA Journal of Mathematics Education
Publisher : Faculty of Educational sciences, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ajme.v5i1.32618

Abstract

AbstractThis study is intended to develop sequence and series materials based on the Modified of Personalized System of Instruction (MPSI). The MPSI is a private-based or modified individual with a cooperative learning system using a modular system where learners are assisted by a tutor, the system is the one that has a role as tutor here as modified from the original of PSI . The developed teaching material is a high school level e-module. The design used is the ADDIE model of the five stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The analysis phase includes needs analysis and curriculum analysis. The design phase produces MPSI-based e-modules. The development stage produces teaching materials that have been validated by experts and practitioners get very feasible criteria, based on aspects of content feasibility, linguistic aspects, data presentation aspects, and graphic aspects. The implementation stage was carried out by 70 students with above-average of minimum criteria. The evaluation stage shows that the results of the analysis of the e-module assessment questionnaire data by students get appropriate. That this teaching material in the form of an e-module is worthy of being an alternative teaching material at the high school level. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar barisan dan deret berbasis Modifikasi pada Personalized System of Instruction (MPSI). MPSI merupakan pembelajaran berbasis personal atau individu yang sudah dimodifikasi dengan sistem cooperatif learning menggunakan sistem modular dimana peserta didik dibantu oleh seorang tutor, yang berperan sebagai tutor di sini adalah sistem sebagai modifikasi dari model PSI asal. Dalam bahan ajar MPSI yang berperan sebagai tutor adalah sistem. Bahan ajar yang dikembangkan berupa e-modul tingkat SMA. Desain yang digunakan adalah model ADDIE yang terdiri dari lima tahapan yaitu tahapan analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Tahap analisis meliputi analisis kebutuhan dan analisis kurikulum. Tahap desain menghasilkan e-modul berbasis MPSI. Tahap pengembangan menghasilkan bahan ajar yang telah divalidasi oleh pakar dan praktisi mendapatkan kriteria sangat layak, berdasarkan aspek kelayakan isi, aspek kebahasaan, aspek penyajian data, dan aspek kegrafikaan. Tahap implementasi dilakukan 70 siswa dengan capaian di atas rata-rata Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM). Tahap evaluasi menunjukkan bahwa hasil analisis data angket penilaian e-modul oleh siswa mendapatkan kriteria layak. Dengan demikian bahan ajar yang dikembangkan berupa e-modul ini layak menjadi alternatif bahan ajar di tingkat SMA.
KECEMASAN MATEMATIS PESERTA DIDIK PADA FENOMENA LEARNING LOSS PASCA PANDEMI COVID-19 Hamidah, Zahrah; Nugraheni, Esti Ambar
ALGORITMA: Journal of Mathematics Education Vol. 5 No. 1 (2023): ALGORITMA Journal of Mathematics Education
Publisher : Faculty of Educational sciences, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ajme.v5i1.32913

Abstract

AbstractMathematical anxiety is an uncomfortable condition caused by irregular feelings and is usually shown by feeling anxious, worried, and afraid when studying mathematics. This study aims to identify students' mathematical anxiety levels in the learning loss phenomenon after the Covid-19 pandemic. This research is quantitative research with descriptive research methods. The sample of this research is 60 respondents. The subjects of this study were students at the junior high school level located in the Bekasi district. The results of this study indicate that mathematical anxiety in the learning loss phenomenon after the Covid-19 pandemic is in the moderate category with a percentage of 63.3% for class VII and 70% for class VIII. Students' mathematical anxiety on affective aspects which are in moderate indicators is fear and anxiety. Students' mathematical anxiety on the cognitive aspect which is in the moderate indicator is difficult to concentrate. Students' mathematical anxiety in the physiological aspects which are moderate indicators are fast heart palpitations and headaches. Abstrak Kecemasan matematis adalah kondisi tidak enak yang disebabkan oleh perasaan yang tidak beraturan dan biasanya ditujukan dengan rasa gelisah, khawatir, dan takut ketika sedang belajar matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kecemasan matematis peserta didik pada feomena learning loss pasca pandemi Covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian deskriptif. Sampel penelitian ini berjumlah 60 responden. Subyek penelitian ini adalah peserta didik pada tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berlokasi di kabupaten bekasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kecemasan matematis pada fenomena learning loss pasca pandemi covid-19 berada pada kategori sedang dengan persentase 63.3% untuk kelas VII dan 70% untuk kelas VIII. Kecemasan matematis peserta didik pada aspek afektif yang berada diindikator sedang adalah takut dan gelisah. Kecemasan matematis peserta didik pada aspek kognitif yang berada diindikator sedang adalah sulit konsentrasi. Kecemasan matematis peserta didik pada aspek fisiologis yang berada diindikator sedang adalah jantung berdebar kencang dan sakit kepala.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR STATISTIKA DENGAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING UNTUK MEMFASILITASI KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA Putri, Amanda Handya; Armis, Armis; Syofni, Syofni
ALGORITMA: Journal of Mathematics Education Vol. 5 No. 2 (2023): ALGORITMA Journal of Mathematics Education
Publisher : Faculty of Educational sciences, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ajme.v5i2.35804

Abstract

AbstractThis research aims to develop instructional materials for teaching statistics using a contextual teaching and learning strategy. The goal is to enhance the mathematical connection abilities of eighth-grade junior high school students. The materials are designed to meet the criteria of validity and practicality. The present study involves the development of a 4-D model, encompassing the stages of Define, Design, Develop, and Disseminate. The validation process was carried out by involving three experts. Data pertaining to the feasibility of the teaching materials were acquired through testing conducted on eighth-grade students in a junior high school. The present study examines the validation outcomes of teaching materials, which were categorised as highly valid. Based on the findings of the readability assessment, it was determined that the average score for the "easy to understand" category was 86.97%. In addition, the practicality test meets the "very practical" category. These findings indicate that the use of a contextual approach in statistics material effectively improves students' mathematical connection abilities. This technique proves to be legitimate, easily comprehensible, and particularly beneficial for promoting the development of mathematical connections among eighth-grade junior high school students. AbstrakPenelitian ini bertujuan dalam pengembangan bahan ajar untuk pengajaran statistika menggunakan strategi pengajaran dan pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan kemampuan koneksi matematis siswa SMP kelas delapan. Materi dirancang untuk memenuhi kriteria validitas dan kepraktisan. Penelitian ini melibatkan pengembangan model 4-D, yang mencakup tahapan Define, Design, Develop, dan Disseminate. Proses validasi dilakukan dengan melibatkan tiga orang ahli. Data mengenai kelayakan bahan ajar diperoleh melalui pengujian yang dilakukan pada siswa kelas delapan di sekolah menengah pertama. Penelitian ini mengkaji hasil validasi bahan ajar yang dikategorikan sangat valid. Berdasarkan hasil penilaian keterbacaan yang dilakukan, diperoleh bahwa skor rata-rata untuk kategori "mudah dipahami" adalah 86,97%. Selain itu, uji kepraktisan memenuhi kategori "sangat praktis". Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan pendekatan kontekstual dalam materi statistika efektif meningkatkan kemampuan koneksi matematis siswa. Bahan ajar ini terbukti valid, mudah dipahami, dan sangat bermanfaat untuk mendorong pengembangan koneksi matematika di kalangan siswa kelas delapan SMP.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DALAM MEMFASILITASI LITERASI SPASIAL SISWA PADA MATERI DIMENSI TIGA Annisa, Methavia Nurul; Firdausi, Firdausi; Diwidian, Femmy
ALGORITMA: Journal of Mathematics Education Vol. 5 No. 2 (2023): ALGORITMA Journal of Mathematics Education
Publisher : Faculty of Educational sciences, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ajme.v5i2.36116

Abstract

AbstractThis research aims to develop modul based on Contextual Teaching and Learning to facilitate spatial literacy among students in SMA/MA in the topic of Three Dimensions which fulfills the criteria of validity, practicality, and effectiveness. The research method used in this study is Research and Development (R&D) with the ADDIE development model, which includes the stages of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. This research uses high school students from the twelfth grade of the Science program at one of the public high schools in South Tangerang City as the subjects of the study, totaling 34 students. Validation was carried out by 3 Mathematics Education lecturers as experts and 5 Mathematics teachers as practitioners. The results of the research indicate that (a) the teaching material is highly valid with a score of 0.905, (b) the teaching material is considered highly practical with a score of 0.872, and the student response questionnaire yielded a score of 0.846, and (c) the teaching material is effective in facilitating students' spatial literacy skills, as evidenced by 79.4% of students achieving scores above the Passing Grade, which is 78. In conclusion, Three-Dimensional teaching materials based on Contextual Teaching and Learning can facilitate spatial literacy among students in twelfth-grade at SMA/MA. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar modul berbasis Pembelajaran Kontekstual dalam memfasilitasi literasi spasial siswa SMA/MA pada materi Dimensi Tiga yang memenuhi kriteria kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahapan: Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Penelitian ini menggunakan subjek uji coba yaitu siswa kelas XII IPA di salah satu SMA Negeri di Kota Tangerang Selatan dengan total 34 siswa. Validasi dilakukan oleh 3 dosen Pendidikan Matematika sebagai ahli dan 5 guru bidang Matematika sebagai praktisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) bahan ajar tergolong sangat valid dengan nilai 0,905, (b) bahan ajar dinilai sangat praktis dengan nilai 0,872 dan hasil angket respons siswa memperoleh nilai 0,846, dan (c) bahan ajar efektif dalam memfasilitasi kemampuan literasi spasial siswa, dimana hasil tes menunjukkan sebanyak 79,4% siswa memenuhi nilai KKM yaitu 78. Sehingga dapat disimpulkan, bahan ajar Dimensi Tiga berbasis Pembelajaran Kontekstual dapat memfasilitasi literasi spasial siswa SMA/MA.
ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI SPASIAL SISWA PADA MATERI TRANSFORMASI GEOMETRI Kustiawati, Dedek; Azzahra, Zetta; Satriawati, Gusni
ALGORITMA: Journal of Mathematics Education Vol. 5 No. 2 (2023): ALGORITMA Journal of Mathematics Education
Publisher : Faculty of Educational sciences, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ajme.v5i2.36435

Abstract

AbstractThis study aims to determine the overall level of students' spatial literacy skills and analyse and describe each spatial literacy indicator on geometry transformation material. The type of research used is a quantitative approach with descriptive methods. This study used a sample of 100 students of class XII MIPA. The instrument used consists of a written test in the form of descriptive questions totalling 9 questions to measure students' spatial literacy skills. The research results obtained show that: 1) students' spatial literacy skills are classified in the medium category, but the average score is still far below the KKM score. 2) Judging from the visualisation aspect, the average acquisition of this indicator is better than the other indicators, namely 49.33, where some students have been able to sketch spatial objects through visual images based on contextual problems appropriately and completely. 3) Judging from the reasoning aspect with an average of 26.83, most students still do not understand the concept of geometric transformation well, so they cannot relate concepts and relationships of spatial objects and use both in calculations.  4) Judging from the communication aspect with an average of 30.92, there are still many students who are unable to express their ideas related to the relationship of spatial objects correctly. It can be concluded that the spatial literacy skills possessed by students are not yet qualified.     AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan literasi spasial siswa secara keseluruhan dan menganalisis serta mendeskripsikan setiap indikator literasi spasial pada materi transformasi geometri. Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 100 siswa kelas XII MIPA. Instrumen yang digunakan terdiri atas tes tertulis berbentuk soal uraian yang berjumlah 9 soal untuk mengukur kemampuan literasi spasial siswa. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa: 1) Kemampuan literasi spasial siswa tergolong dalam kategori sedang, namun nilai rata-ratanya masih berada jauh di bawah nilai KKM. 2) Dilihat dari aspek visualisasi, perolehan rata-rata indikator ini lebih baik dibandingkan dengan indikator yang lain yaitu 49,33, dimana sebagian siswa sudah mampu membuat sketsa objek spasial melalui gambar visual berdasarkan masalah kontekstual dengan tepat dan lengkap. 3) Dilihat dari aspek penalaran dengan perolehan rata-rata 26,83, sebagian besar siswa masih belum memahami konsep transformasi geometri dengan baik, sehingga tidak dapat mengaitkan konsep dan hubungan objek spasial dan menggunakan keduanya dalam perhitungan. 4) Dilihat dari aspek komunikasidengan perolehan rata-rata 30,92, masih banyak siswa yang tidak mampu mengemukakan idenya terkait dengan hubungan objek spasial dengan benar. Hal ini dapat disimpulkan bahwa kemampuan literasi spasial yang dimiliki oleh siswa belum mumpuni.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KOMPUTASIONAL MATEMATIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH KONTEKSTUAL DITINJAU DARI KEMANDIRIAN BELAJAR Syari, Aulia Kartika; Fatra, Maifalinda; Diwidian, Femmy
ALGORITMA: Journal of Mathematics Education Vol. 6 No. 1 (2024): ALGORITMA Journal of Mathematics Education
Publisher : Faculty of Educational sciences, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ajme.v6i1.38380

Abstract

AbstractOne type of skill that students must have in order to compete in progress is computational thinking. This research aims to analyze students' computational thinking abilities on SPLTV material, self-regulated learning students, and computational thinking abilities in view self-regulated learning. This method used was survey research. The sample was taken using simple random sampling technique with a total of 112 students at one of the high schools in Depok in the academic year 2023/2024. The instrument used consisted of a test instrument of 12 description questions to measure students computational thinking ability. In addition, self-regulated learning questionnaire consisting of 17 statements and a semi-structured interview consisting of 5 questions. The two instruments used have been tested for validation and reliability. The research showed that students' mathematical computational thinking ability in solving contextual problems was in the low category, self-regulated learning students is in the high category. Between self-regulated learning has no relationship or influence on students' mathematical computational thinking ability in solving contextual problems.AbstrakSalah satu jenis keterampilan yang harus dimiliki siswa agar dapat bersaing dalam kemajuan salah satunya dengan kemampuan berpikir komputasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir komputasi siswa pada materi SPLTV, kemandirian belajar yang dimiliki siswa, serta kemampuan berpikir komputasional ditinjau dari kemandirian belajar. Metode yang digunakan adalah penelitian survei. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling dengan jumlah sebanyak 112 siswa di salah satu SMA di Depok tahun ajaran 2023/2024. Instrumen yang digunakan terdiri dari instrument tes sebanyak 12 butir soal uraian untuk mengukur kemampuan berpikir komputasional siswa. Selain itu, angket kemandirian belajar yang terdiri dari 17 pernyataan serta wawancara semi-terstruktur yang terdiri dari 5 pertanyaan. Kedua intrumen yang digunakan sudah diuji validasitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian memperlihatkan kemampuan berpikir komputasional matematis siswa dalam menyelesaikan masalah kontekstual berada pada kategori rendah, kemandirian belajar siswa berada pada kategori tinggi. Antara kemandirian belajar tidak memiliki hubungan atau pengaruh terhadap kemampuan berpikir komputasional matematis siswa dalam menyelesaikan masalah kontekstual.
KONSEP MATEMATIS PADA PROSES PEMBUATAN JENANG KUDUS: STUDI ETNOMATEMATIKA Masduki, Putri Nabila; Malasari, Putri Nur
ALGORITMA: Journal of Mathematics Education Vol. 5 No. 2 (2023): ALGORITMA Journal of Mathematics Education
Publisher : Faculty of Educational sciences, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ajme.v5i2.39488

Abstract

AbstractEthnomathematics is one of the alternatives that can be used to make mathematics learning innovations that link mathematics in everyday cultural activities. The purpose of this research is to find out the mathematical concepts that exist in the process of making Kudus jenang. The subjects of this study were three resource persons from three jenang businesses in Kudus, selected through purposive sampling technique. The data collection technique used interview, observation, and documentation techniques with research instruments including interview guidelines, observation guidelines, documentation, and field notes. Source and method triangulation techniques were used to test the validity of the research data. The results showed that there was a mathematical concept in the process of making Kudus jenang. The mathematical concepts applied in it are the concept of comparison, conversion, fractions, and calculation by enumeration as well as the concepts of algebra, linear programming, social arithmetic, combination, set, flat and spatial, translation and rotation. Abstrak Etnomatematika adalah salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk membuat inovasi pembelajaran matematika dengan mengaitkan matematika dan aktivitas budaya sehari-hari. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui konsep-konsep matematis yang ada pada proses pembuatan jenang Kudus. Subjek penelitian ini adalah tiga narasumber dari tiga tempat usaha jenang yang ada di Kudus dipilih melalui teknik purposive sampling. Adapun teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan instrumen penelitian meliputi pedoman wawancara, pedoman observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan. Teknik triangulasi sumber dan metode digunakan untuk menguji keabsahan data penelitian. Hasil penelitian menunjukkan terdapat konsep matematis pada proses pembuatan jenang Kudus. Konsep matematis yang diterapkan di dalamnya berupa konsep perbandingan, konversi, pecahan, dan perhitungan secara pencacahan serta konsep aljabar, program linier, aritmetika sosial, kombinasi, himpunan, bangun datar dan bangun ruang, translasi, dan rotasi.
ANALISIS PROSES BERPIKIR MATEMATIS MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH STATISTIKA Herlina, Sari; Wahyuni, Reni; Juandi, Dadang; Putri, Finola Marta
ALGORITMA: Journal of Mathematics Education Vol. 5 No. 2 (2023): ALGORITMA Journal of Mathematics Education
Publisher : Faculty of Educational sciences, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ajme.v5i2.39563

Abstract

AbstractEach student has a different mathematical thinking process in solving mathematical problems. This study aims to assess the mathematical thinking process of students in solving statistical problems. The subjects of the study were taken by purposive sampling. The subject of the study was 6 students of Islamic Religious Education student who took the fifth semester with high, medium, and low abilities. The instrument used is a ters sheet on statistical material. Data collection techniques through statistical question tests on research data sampling sub-materials. Data analysis was carried out in a qualitative descriptive manner. The analysis was conducted through answer sheets of each study subject looking at thought processes based on steps in Bransford and Stein's approach. The results showed that  high-ability students tend to have conceptual mathematical thinking processes, moderately capable students tend to have mathematical thinking process abilities in semiconceptual groups, while low-ability students tend to have competitive mathematical thinking processes. Abstrak Setiap mahasiswa mempunyai proses berpikir matematis berbeda-beda dalam menyelesaikan permasalahan matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menilai proses berpikir matematis mahasiswa dalam memecahkan masalah statistika. Subjek penelitian diambil secara purposive sampling. Subjek penelitian merupakan 6 orang mahasiswa Pendidikan Agama Islam yang menempuh semester lima tahun ajaran 2023-2024 dengan kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Instrumen yang digunakan adalah lembar tes pada materi statistika. Teknik pengumpulan data melalui tes soal statistika pada sub-materi pengambilan sampel data penelitian. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui lembar jawaban setiap subjek penelitian dengan melihat proses berpikir berdasarkan langkah-langkah dalam pendekatan Bransford dan Stein. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang berkemampuan tinggi cenderung mempunyai proses berpikir matematis konseptual, mahasiswa yang berkemampuan sedang cenderung mempunyai kemampuan proses berpikir matematis dalam kelompok semikonseptual, dan mahasiswa yang berkemampuan rendah cenderung proses berpikir matematis komputasional
REKONTEKSTUALISASI KONSEP MATEMATIKA BERBASIS PRIMBON PETUNGAN (NASKAH KUNO INDRAMAYU) Nugraha, Azi; Septianawati, Tia; Anggara, Benny
ALGORITMA: Journal of Mathematics Education Vol. 6 No. 1 (2024): ALGORITMA Journal of Mathematics Education
Publisher : Faculty of Educational sciences, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ajme.v6i1.40356

Abstract

AbstractCognitive input as a stimulus in developing students' mathematical thinking skills needs to be developed through recontextualization of concepts in more meaningful learning activities. An exploration of the values of life that develop in society, one of which is the Primbon Petungan Indramayu. The aim of this research is to recontextualize results-based mathematical concepts. This research uses qualitative research methods with an ethnographic research design. The subjects in this research consisted of cultural figures, mathematics teachers and students in Indramayu Regency. Based on the research results, it was found that part of the Indramayu Primbon Petungan, namely dinalabuan, is related to the concept of opportunity. Then Dina Labuan basic calculations were used as a basis for recontextualizing the concept of opportunity which was integrated into several learning activities. These learning activities are equipped with predicted responses and anticipated alternatives that can be carried out by the teacher.AbstrakInput kognitif sebagai stimulus dalam mengembangkan keterampilan berpikir matematis siswa perlu dikembangkan melalui rekontekstualisasi konsep pada aktivitas belajar yang lebih bermakna. Eksplorasi terhadap nilai-nilai kehidupan yang berkembang di masyarakat salah satunya Primbon Petungan Indramayu. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan rekontekstualisasi konsep matematika yang berbasis hasil eksplorasi Primbon Petungan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain penelitian etnografi. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari budayawan, guru matematika, dan siswa di Kabupaten Indramayu. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa bagian dari Primbon Petungan Indramayu yaitu Dina Labuan memiliki keterkaitan dengan konsep peluang. Penentuan hari baik menggunakan prinsip Dina Labuan dijadikan sebagai dasar dalam mengembangkan rekontekstualisasi konsep peluang yang diintegrasikan dalam beberapa aktivitas belajar. Aktivitas belajar tersebut dilengkapi dengan prediksi respon dan alternatif antisipasi yang dapat dilakukan oleh guru sehingga dapat menjadi desain pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru matematika dalam mengajarkan konsep peluang.

Page 11 of 13 | Total Record : 122