cover
Contact Name
Khamida Siti Nur Atiqoh
Contact Email
khamida.siti@uinjkt.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ajme.journal@uinjkt.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
ALGORITMA : Journal of Mathematics Education
ISSN : 19077882     EISSN : 26549948     DOI : -
Core Subject : Education,
ALGORITMA Journal of Mathematics Education (AJME) adalah jurnal peer-review pendidikan matematika yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. AJME mempublikasikan naskah-naskah ilmiah bidang pendidikan matematika secara berkala, yaitu 2 kali dalam setahun pada bulan Juni dan Desember. Naskah dapat berupa kajian teori ataupun hasil penelitian terkait dengan pengajaran dan pembelajaran dalam bidang pendidikan matematika.
Arjuna Subject : -
Articles 122 Documents
ANALISIS KENDALA PEMBELAJARAN MATEMATIKA SECARA DARING DITINJAU DARI TEORI KONSTRUKTIVISME Roslani Supinah; Ishaq Nuriadin
ALGORITMA: Journal of Mathematics Education Vol 4, No 2 (2022): ALGORITMA Journal Of Mathematics Education
Publisher : Faculty of Educational sciences, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ajme.v4i2.24146

Abstract

AbstractConstructivism learning theory is very relevant to be applied in Indonesia because it has advantages that can be used as an innovative learning method. However, the constructivism learning model is still rarely applied, especially in mathematics learning so that the learning objectives are not achieved properly. This research was conducted to obtain comprehensive information on how constructivism theory is used in online mathematics learning and the obstacles faced. This can be useful to find out good new adaptations in implementing online mathematics learning in the future. In addition, it can be useful as an evaluation material for the application of constructivism theory in online mathematics learning in the future. This research uses descriptive analysis method with literature study technique. The constructivism theory referred to in this study is a constructivist learning theory that has been explored in the application of online mathematics learning into four parts, namely: a learner-centered learning environment, a knowledge-centered learning environment, an assessment-centered learning environment, and an assessment-centered learning environment. community-centred learning.Keywords: constructivism, learning mathematics, daring AbstrakTeori belajar konstruktivisme sangat relevan diterapkan dalam pembelajaran di Indonesia karena mempunyai keunggulan yang dapat digunakan sebagai metode belajar yang inovatif. Akan tetapi model pembelajaran konstruktivisme masih jarang diterapkan khususnya pada pembelajaran matematika sehingga tujuan pembelajaran tidak tercapai dengan baik. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan informasi yang komprehensif bagaimana teori konstruktivisme digunakan dalam pembelajaran matematika secara daring dan kendala yang dihadapi. Hal ini dapat bermanfaat untuk mengetahui adaptasi baru yang baik dalam menerapkan pembelajaran matematika secara daring pada waktu yang akan datang. Selain itu dapat bermanfaat sebagai bahan evaluasi penerapan teori konstruktivisme pada pembelajaran matematika secara daring di masa yang akan datang. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan teknik studi kepustakaan. Teori konstruktivisme yang dimaksud pada penelitian ini adalah teori belajar konstruktivisme yang telah dieksplorasi dalam aplikasi pembelajaran matematika secara daring ke dalam empat bagian yaitu : lingkungan belajar yang berpusat pada peserta didik, lingkungan belajar yang berpusat pada pengetahuan, lingkungan belajar yang berpusat pada penilaian, dan lingkungan belajar yang berpusat pada komunitas.Kata kunci: Konstruktivisme, pembelajaran matematika, daring
APPLICATION OF THE TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) MODEL TO IMPROVE BASIC MATHEMATICS LEARNING OUTCOMES FOR CIVIL ENGINEERING STUDENTS Rizky Febriani Pohan; Muhammad Rahman Rambe; Wirna Arifitriana
ALGORITMA: Journal of Mathematics Education Vol 4, No 2 (2022): ALGORITMA Journal Of Mathematics Education
Publisher : Faculty of Educational sciences, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ajme.v4i2.25240

Abstract

The success of students in mastering the subject matter of Basic Mathematics can be seen from the results of learning Basic Mathematics. One of the learning models that can activate students and improve learning outcomes in Basic Mathematics is the Team Games Tournament (TGT) learning model. This study aims to determine the effect of the Team Games Tournament (TGT) learning model on the learning outcomes of Basic Mathematics students of the Civil Engineering Study Program and to prove that the Team Games Tournament (TGT) learning model is able to improve learning outcomes of Basic Mathematics students of the Civil Engineering Study Program. This research was conducted through Classroom Action Research (CAR) with a research sample of 40 people. The design used in this study was a pretest-posttest control group design. Based on the research results obtained, it can be concluded that the results of the t-test hypothesis test indicate that tcount ≥ ttable or 14.6551≥ 2.023. This means that Ho is rejected or Ha is accepted. So that the Team Games Tournament (TGT) learning model affects the learning outcomes of Basic Mathematics students of the Civil Engineering Study Program, Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan. Through the application of the Team Games Tournament (TGT) learning model, it is proven that the learning outcomes of Basic Mathematics students of the Civil Engineering Study Program at Graha Nusantara University Padangsidimpuan increased by 48.75% with a percentage effectiveness of 7.14%.
PROFIL KEMAMPUAN BERPIKIR ALJABAR DITINJAU DARI GENDER Zhilal Hafidzoh; Titi Rohaeti; Desy Lusiyana
ALGORITMA: Journal of Mathematics Education Vol 4, No 2 (2022): ALGORITMA Journal Of Mathematics Education
Publisher : Faculty of Educational sciences, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ajme.v4i2.28609

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir aljabar peserta didik yang ditinjau dari gender dalam menyelesaikan soal-soal dengan materi relasi dan fungsi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan : 1) Tes kemampuan berpikir aljabar lalu dipilih dan dikategorikan pada kategori tinggi, sedang dan rendah dengan masing-masing kategori memenuhi gender laki-laki dan perempuan, 2) Wawancara untuk pemeriksaan keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek dengan kemampuan berpikir aljabar tinggi dengan gender laki-laki mampu memenuhi keseluruhan indikator dan kemampuan berpikir aljabar tinggi dengan gender perempuan belum mampu memenuhi keseluruhan indikatornya. Sedangkan subjek dengan kemampuan berpikir aljabar sedang dengan gender laki-laki maupun perempuan sebagian besar sudah memenuhi indikatornya. Subjek dengan kelompok berpikir aljabar rendah belum mampu memenuhi sebagian besar indikator kemampuan berpikir aljabarnya.Kata kunci: matematika, kemampuan berpikir aljabar, gender
PENGEMBANGAN INSTRUMEN DETERMINASI DIRI SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Nurul Fadilah Annisa; Kadir Kadir; Ahmad Dimyati
ALGORITMA: Journal of Mathematics Education Vol 4, No 2 (2022): ALGORITMA Journal Of Mathematics Education
Publisher : Faculty of Educational sciences, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ajme.v4i2.29392

Abstract

The purpose of this research is to develop students' self-determination instruments in learning mathematics. This research is development research with the stages of of define, design, and develop. The research was conducted at a high school in South Tangerang in the 2021/2022 Academic Year involving 368 class XI students as respondents. Data analysis techniques use theoretical validation and empirical validation. Theoretical validation was through expert panelist assessment using the Aiken's V method, while empirical validation was using confirmatory factor analysis techniques. The results of the study revealed: (1) Theoretical validation, obtained 20 valid items with Aiken's V (0.75 - 1.00), p-value <0.05. Empirical validation, obtained 13 out of 20 items declared valid (t-count> 1.96). Reliability is classified as good with Cronbach's Alpha of 0.685, with construct reliability (CR) indicators of autonomy (CR = 0.330), competence (CR = 0.247), and relatedness (CR = 0.714). The self-determination construct model fits the empirical data, with an instrument readability percentage of 95% or very good. (2) Overall self-determination of students in learning mathematics is in the high category (76.23%), consisting of 71.78% autonomous indicators, 73.56% competence, and 81.58% relatedness. There are differences in students' self-determination in learning mathematics in terms of gender, school, major, origin of junior high school, and mother's level of education. The conclusion of this study is that the indicators of autonomy, competence, and relatedness are valid and consistent in measuring students' self-determination in learning mathematics.Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan instrumen determinasi diri siswa dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan tahapan pendefinisian, perancangan, dan pengembangan. Penelitian dilakukan di suatu sekolah menengah atas di Tangerang Selatan pada Tahun Ajaran 2021/2022 dengan melibatkan 368 siswa kelas XI sebagai responden. Teknik analisis data menggunakan validasi teoretis dan validasi empiris. Validasi teoretis melalui penilaian panelis ahli dengan metode Aiken’s V, sedangkan validasi empiris menggunakan teknik analisis faktor konfirmatori. Hasil penelitian mengungkapkan: (1) Validasi  teoretis, diperoleh 20 butir valid dengan Aiken’s V (0,75 – 1,00), p-value < 0,05. Validasi empiris, diperoleh 13 butir dari 20 butir dinyatakan valid (t-hitung > 1,96). Reliabilitas tergolong baik dengan Cronbach's Alpha sebesar 0,685, dengan construct reliabilty (CR) indikator otonomi (CR = 0,330), kompetensi (CR = 0,247), dan keterkaitan (CR = 0,714). Model konstruk determinasi diri cocok (fit) dengan data empiris, dengan persentase keterbacaan instrumen sebesar 95% atau sangat baik. (2) Secara keseluruhan determinasi diri siswa dalam pembelajaran matematika berada dalam kategori tinggi (76,23%), terdiri dari indikator otonom 71,78%, kompetensi 73,56%, dan keterkaitan 81,58%. Terdapat perbedaan determinasi diri siswa dalam pembelajaran matematika ditinjau dari jenis kelamin, sekolah, jurusan, asal SLTP, dan tingkat pendidikan Ibu. Simpulan penelitian ini adalah bahwa indikator otonomi, kompetensi, dan keterkaitan valid dan konsisten mengukur determinasi diri siswa dalam pembelajaran matematika.  
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR TRANSFORMASI GEOMETRI BERBANTUAN GEOGEBRA UNTUK MEMFASILITASI KEMAMPUAN VISUALISASI Gusni Satriawati; Muhammad Ridwan; Dedek Kustiawati
ALGORITMA: Journal of Mathematics Education Vol 4, No 2 (2022): ALGORITMA Journal Of Mathematics Education
Publisher : Faculty of Educational sciences, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ajme.v4i2.28853

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah: (1) Menghasilkan modul berbantuan Geogrebra dalam mamfasilitasi kemampuan visual peserta didik pada materi transformasi geometri, (2) Mengetahui tingkat kelayakan pada modul yang telah dikembangkan, (3) Mengetahui kemampuan visual peserta didik setelah menggunakan modul yang telah dikembangkan. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development dengan model pengembangan ADDIE yang merupakan singkatan dari Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluations. Produk yang dikembangkan berupa modul transformasi geometri berbantuan Geogebra kelas XI SMA/MA/SMK/MAK. Subjek uji coba dalam penelitian ini meliputi validator ahli yang terdiri atas 3 dosen pendidikan matematika UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan 3 guru Matematika MAN 16 Jakarta, serta subjek uji coba terbatas yang terdiri atas 35 peserta didik kelas XII IPA MAN 16 Jakarta. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi ahli dan lembar angket respon peserta didik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan memperoleh nilai V Aiken dari validator ahli sebesar 0,89 dengan kriteria sangat layak dan memperoleh respon baik dari peserta didik dengan nilai v aiken sebesar 0,80. Sedangkan untuk kemampuan visualisasi peserta didik memperoleh nilai rata-rata 78,80 di atas nilai KKM yang ditetapkan oleh sekolah yaitu 77. Dengan demikian, Modul Transformasi Geometri Berbantuan Geogebra Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK dapat memfasilitasi kemampuan visualisasi peserta didik
DEVELOPMENT OF TEACHING MATERIAL WITH BRIDGING ANALOGY: LESSON PLAN & MODULE Febiana Gita; Finola Marta Putri; Gelar Dwirahayu
ALGORITMA: Journal of Mathematics Education Vol 4, No 2 (2022): ALGORITMA Journal Of Mathematics Education
Publisher : Faculty of Educational sciences, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ajme.v4i2.28861

Abstract

This study aims to develop teaching materials consisting of a lesson plan and module with the Bridging Analogy Approach for subject matter Relations and Functions. Bridging Analogy is an approach that connects new concepts with analogous real-life problems for the student to a new concept in math by looking for the similarity between the analogy and the new concept. The research method used is Research and Development (R&D), consisting of Define, Design, and Develop and for the disseminate can't be implemented because of pandemic covid-19. The expert and student judged the teaching material. The expert who asses the teaching material consists of 3 lectures from the Math Department and two Junior High School practitioners. The score for the teaching material with Bridging Analogy by the expert is 93.83%, which means the lesson plan is "worthy," and the score for the module is 91.26%, which means the module is "worthy." Thus the module was assessed by the student from SMPN 178 Jakarta to know the teaching material's effectiveness and clarity. The response score from students about the module is 93.62%, meaning the module is "worthy." The conclusion is teaching material: lesson plan and module in this study can be implemented for teaching and learning relations and functions at Junior High School.
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: KEMAMPUAN REPRESENTASI VISUAL MATEMATIS PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA Kurniawati, Ririn; Juandi, Dadang
ALGORITMA: Journal of Mathematics Education Vol 5, No 1 (2023): ALGORITMA Journal of Mathematics Education
Publisher : Faculty of Educational sciences, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ajme.v5i1.32603

Abstract

AbstractThis study aims to describe the results of research regarding the ability of visual mathematical representation in learning mathematics. The method used is SLR (Systematic Literature Review), the research sample consists of 10 journal articles that match the established criteria. The criteria used in this study are indexed Scopus, Sinta, or Repository, published in the 2018-2022 period, discussing the ability of mathematical visual representation in mathematics learning and the research sample is elementary, junior high, high school, or university students. Based on the results of the analysis of literature data which became research data, most research was carried out in 2019 and 2021, the type of research used the most qualitative research, most of it was indexed Sinta 3, the level of education used as a sample was elementary, junior high and tertiary levels, a lot of material Algebra and geometry are used as research. In addition, the results of the study show that factors that influence the level of mathematical visual representation ability are the learning model used, learning style, gender, and the teacher's role in learning.  Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil penelitian mengenai kemampuan representasi visual matematis pada pembelajaran matematika. Metode yang digunakan adalah SLR (Systematic Literature Review), sampel penelitian terdiri dari 10 artikel jurnal yang sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Kriteria yang digunakan pada penelitian ini yaitu terindeks Scopus,  Sinta atau Repository, diterbitkan pada periode 2018-2022, membahas kemampuan representasi visual matematis pada pembelajaran matematika serta sampel penelitian merupakan siswa SD, SMP, SMA atau Perguruan Tinggi. Berdasarkan hasil analisis data literatur yang menjadi data penelitian, penelitian paling banyak dilakukan tahun 2019 dan 2021, jenis penelitian paling banyak menggunakan penelitian kualitatif, sebagian besar terindeks Sinta 3, jenjang pendidikan yang dijadikan sampel yatu tingkat SD, SMP serta perguruan tinggi, materi yang banyak dijadikan peneltian adalah aljabar dan geometri selain itu hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kemampuan representasi visual matematis yaitu model pembelajaran yang digunakan, gaya belajar, jenis kelamin, serta peran guru dalam pembelajaran.
PENGGUNAAN GOOGLE CLASSROOM DENGAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS SISWA Atiqoh, Khamida Siti Nur; Ranaista, Jihan Abiyyah; Musyrifah, Eva
ALGORITMA: Journal of Mathematics Education Vol 5, No 1 (2023): ALGORITMA Journal of Mathematics Education
Publisher : Faculty of Educational sciences, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ajme.v5i1.32605

Abstract

AbstractThis study aims to analyze the use of Google Classroom with Problem Based Learning model on students' mathematical representation abilities. This research was conducted at SMP Negeri 17 Tangerang Selatan City in the 2021/2022 academic year. The method used in this research is descriptive quantitative method, the test instrument has given in the form of 6 test items for mathematical representation ability and student response questionnaires in learning mathematics by Google Classroom with Problem Based Learning model. The research instrument was given to 78 students as research subjects. The results of this study are: the use of Google Classroom in learning mathematics with the Problem Based Learning model can be implemented by utilizing the features available in Google Classroom. The mathematical representation ability of students who learn by using Google Classroom with Problem Based Learning model as a whole is in the medium category. The positive response of students who learn mathematics using Google Classroom with Problem Based Learning model cumulatively 73.89% is in the high category. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan media Google Classroom dengan model Problem Based Learning terhadap kemampuan representasi matematis siswa. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 17 Kota Tangerang Selatan pada tahun ajaran 2021/2022. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif, instrumen tes yang diberikan berupa 6 butir soal tes kemampuan representasi matematis dan angket respon siswa terhadap pembelajaran matematika menggunakan Google Classroom dengan Model Problem Based Learning. Instrumen penelitian diberikan kepada 78 siswa sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian ini yaitu penggunaan Google Classroom dalam pembelajaran matematika dengan model Problem Based Learning dapat diimplementasikan dengan memanfaatkan fitur-fitur yang ada pada Google Classroom. Kemampuan representasi matematis siswa yang belajar menggunakan media Google Classroom dengan model Problem Based Learning secara keseluruhan berada pada kategori sedang. Serta untuk respon positif siswa yang belajar matematika menggunakan Google Classroom dengan model Problem Based Learning secara kumulatif sebesar 73.89% berada pada kategori tinggi.
PENGEMBANGAN E-MODUL MATERI BARISAN DAN DERET BERBASIS MODIFIED PERSONALIZED SYSTEM OF INSTRUCTION Muin, Abdul; Azzahra, Salsabila Farah; Dimyati, Ahmad
ALGORITMA: Journal of Mathematics Education Vol 5, No 1 (2023): ALGORITMA Journal of Mathematics Education
Publisher : Faculty of Educational sciences, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ajme.v5i1.32618

Abstract

AbstractThis study is intended to develop sequence and series materials based on the Modified of Personalized System of Instruction (MPSI). The MPSI is a private-based or modified individual with a cooperative learning system using a modular system where learners are assisted by a tutor, the system is the one that has a role as tutor here as modified from the original of PSI . The developed teaching material is a high school level e-module. The design used is the ADDIE model of the five stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The analysis phase includes needs analysis and curriculum analysis. The design phase produces MPSI-based e-modules. The development stage produces teaching materials that have been validated by experts and practitioners get very feasible criteria, based on aspects of content feasibility, linguistic aspects, data presentation aspects, and graphic aspects. The implementation stage was carried out by 70 students with above-average of minimum criteria. The evaluation stage shows that the results of the analysis of the e-module assessment questionnaire data by students get appropriate. That this teaching material in the form of an e-module is worthy of being an alternative teaching material at the high school level. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar barisan dan deret berbasis Modifikasi pada Personalized System of Instruction (MPSI). MPSI merupakan pembelajaran berbasis personal atau individu yang sudah dimodifikasi dengan sistem cooperatif learning menggunakan sistem modular dimana peserta didik dibantu oleh seorang tutor, yang berperan sebagai tutor di sini adalah sistem sebagai modifikasi dari model PSI asal. Dalam bahan ajar MPSI yang berperan sebagai tutor adalah sistem. Bahan ajar yang dikembangkan berupa e-modul tingkat SMA. Desain yang digunakan adalah model ADDIE yang terdiri dari lima tahapan yaitu tahapan analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Tahap analisis meliputi analisis kebutuhan dan analisis kurikulum. Tahap desain menghasilkan e-modul berbasis MPSI. Tahap pengembangan menghasilkan bahan ajar yang telah divalidasi oleh pakar dan praktisi mendapatkan kriteria sangat layak, berdasarkan aspek kelayakan isi, aspek kebahasaan, aspek penyajian data, dan aspek kegrafikaan. Tahap implementasi dilakukan 70 siswa dengan capaian di atas rata-rata Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM). Tahap evaluasi menunjukkan bahwa hasil analisis data angket penilaian e-modul oleh siswa mendapatkan kriteria layak. Dengan demikian bahan ajar yang dikembangkan berupa e-modul ini layak menjadi alternatif bahan ajar di tingkat SMA.
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL-SOAL EKSPONEN BERDASARKAN TEORI KASTOLAN DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF REFLEKTIF DAN IMPULSIF Selvita Erviandita; Agnita Siska Pramasdyahsari; Dewi Wulandari
ALGORITMA: Journal of Mathematics Education Vol 5, No 1 (2023): ALGORITMA Journal of Mathematics Education
Publisher : Faculty of Educational sciences, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ajme.v5i1.31685

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan bagaimana siswa menyelesaikan soal-soal eksponen dengan gaya kognitif reflektif dan impulsif, berdasarkan teori Kastolan. Metode kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Subjek dari penelitian ini adalah siswa SMA Masehi 2 PSAK Semarang yang sudah mendapat materi Eksponen.Metode pengumpulan data yang digunakan adalah tes, wawancara berbasis tes, dan dokumentasi, sementara proses analisis data terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Ini merupakan kesimpulan dari penelitian, bahwa Siswa refleksif melakukan kesalahan prosedural, seperti salah menghitung persentase, yang mengakibatkan langkah akhir yang salah diambil. Siswa impulsif cenderung lebih banyak malakukan kesalahan dibandingkan dengan siswa reflektif. Siswa reflektif dan impulsif melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal-soal matematika dengan dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Untuk siswa reflektif, faktor internalnya yaitu kurangnya pemahaman dalam konsep penyelesaian dan kurangnya ketelitian dalam menentukan suatu nilai. Sedangkan faktor eksternalnya yaitu siswa terburu-buru karena kesibukan siswa di lingkungan sekolahnya.

Page 6 of 13 | Total Record : 122