cover
Contact Name
Khamida Siti Nur Atiqoh
Contact Email
khamida.siti@uinjkt.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ajme.journal@uinjkt.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
ALGORITMA : Journal of Mathematics Education
ISSN : 19077882     EISSN : 26549948     DOI : -
Core Subject : Education,
ALGORITMA Journal of Mathematics Education (AJME) adalah jurnal peer-review pendidikan matematika yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. AJME mempublikasikan naskah-naskah ilmiah bidang pendidikan matematika secara berkala, yaitu 2 kali dalam setahun pada bulan Juni dan Desember. Naskah dapat berupa kajian teori ataupun hasil penelitian terkait dengan pengajaran dan pembelajaran dalam bidang pendidikan matematika.
Arjuna Subject : -
Articles 122 Documents
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR ALJABAR SISWA DENGAN PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) Eva Musyrifah; Desy Nurasiah; M. Hafiz
ALGORITMA: Journal of Mathematics Education Vol 5, No 1 (2023): ALGORITMA Journal of Mathematics Education
Publisher : Faculty of Educational sciences, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ajme.v5i1.32581

Abstract

Berpikir aljabar adalah kemampuan menganalisis, menggeneralisasi, memodelkan, membuktikan, memprediksi, dan menyelesaikan masalah dengan menggunakan simbol, pola, dan bilangan yang digambarkan dalam bentuk kata-kata, diagram, tabel, grafik, dan persamaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh positif pendekatan RME terhadap kemampuan berpikir aljabar siswa dan untuk mengetahui besarnya pengaruh tersebut. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuasi eksperimen dengan desain penelitian Randomized Posttest Only Control Group Design. Terdapat sebanyak enam puluh siswa kelompok X IPA yang berpartisipasi dalam penelitian ini. Penentuan jumlah sampel dilakukan dengan menggunakan Cluster Random Sampling. Metode pengumpulan data terdiri dari tes kemampuan berpikir aljabar sebanyak tiga belas soal. Dengan kata lain, nilai rata-rata kemampuan berpikir aljabar siswa yang diajar dengan pendekatan RME lebih besar daripada siswa yang diajar dengan pendekatan konvensional. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pendekatan RME memberikan pengaruh yang sedang terhadap kemampuan berpikir aljabar siswa. Oleh karena itu, RME dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan berpikir aljabar siswa sebagai salah satu alternatif model pembelajaran.
MODEL PEMBELAJARAN KADIR (KONEKSI, APLIKASI, DISKURSUS, IMPROVISASI, REFLEKSI) BERBANTUAN PHET SIMULATION: DAMPAK TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS PESERTA DIDIK Oktavia, Yovi; Kadir, Kadir; Farida, Farida; Andriani, Siska
ALGORITMA: Journal of Mathematics Education Vol 5, No 1 (2023): ALGORITMA Journal of Mathematics Education
Publisher : Faculty of Educational sciences, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ajme.v5i1.27131

Abstract

AbstractThe purpose of this study was to find the impact of KADIR learning model assisted by PhET Simulation on mathematical critical thinking skills. The research was conducted in a public high school in Bandar Lampung. This research is a quasi-experiment with a sample of 4 X MIPA classes, involving 144 students. The sample was determined using cluster random sampling technique. Data collection of mathematical critical thinking skills using tests, then analyzed with one-way ANOVA. The results revealed that the average mathematical critical thinking ability of students taught with the KADIR learning model assisted by PhET Simulation (80.64) was higher than the Discovery Learning model assisted by PhET Simulation (63.33) KADIR model (62.67) and Discovery Learning model (58.78). The KADIR learning model assisted by PhET Simulation has an effect on students' mathematical critical thinking skills (F = 37.68; p-value = 0.000; n2 = 0.81). The conclusion of this study is that integrating PhET Simulation in the KADIR learning model is effective or has an impact on improving students' mathematical thinking skills.  AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk menemukan dampak model pembelajaran KADIR berbantuan PhET Simulation terhadap kemampuan berpikir kritis matematis. Penelitian dilaksanakan di suatu SMA Negeri di Bandar Lampung. Penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan sampel 4 kelas X MIPA, melibatkan 144 peserta didik. Sampel ditentukan menggunakan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan tes, dan dianalisis dengan ANOVA satu jalan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa rata-rata kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran KADIR berbantuan PhET Simulation (80,64) lebih tinggi daripada model Discovery Learning berbantuan PhET Simulation (63,33)  model KADIR (62,67) dan model Discovery Learning (58,78). Model pembelajaran KADIR berbantuan PhET Simulation berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik (F = 37,68; p-value = 0,000; n2 = 0,81). Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa dengan mengintegrasikan PhET Simulation pada model pembelajaran KADIR ternyata efektif atau berdampak terhadap peningkatan kemampuan berpikir  matematis peserta didik.
KECEMASAN MATEMATIS PESERTA DIDIK PADA FENOMENA LEARNING LOSS PASCA PANDEMI COVID-19 Zahrah Hamidah; Esti Ambar Nugraheni
ALGORITMA: Journal of Mathematics Education Vol 5, No 1 (2023): ALGORITMA Journal of Mathematics Education
Publisher : Faculty of Educational sciences, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ajme.v5i1.32913

Abstract

Kecemasan matematis adalah kondisi tidak enak yang disebabkan oleh perasaan yang tidak beraturan dan biasanya ditujukan dengan rasa gelisah, khawatir, dan takut ketika sedang belajar matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kecemasan matematis peserta didik pada feomena learning loss pasca pandemi Covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian deskriptif. Sampel penelitian ini berjumlah 60 responden. Subyek penelitian ini adalah peserta didik pada tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berlokasi di kabupaten bekasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kecemasan matematis pada fenomena learning loss pasca pandemi covid-19 berada pada kategori sedang dengan persentase 63.3% untuk kelas VII dan 70% untuk kelas VIII. Kecemasan matematis peserta didik pada aspek afektif yang berada diindikator sedang adalah takut dan gelisah. Kecemasan matematis peserta didik pada aspek kognitif yang berada diindikator sedang adalah sulit konsentrasi. Kecemasan matematis peserta didik pada aspek fisiologis yang berada diindikator sedang adalah jantung berdebar kencang dan sakit kepala.
APPLICATION OF SELF DIRECTED LEARNING TO REDUCE MATHEMATICS ACADEMIC PROCRASTINATION Siregar, Rahma; Nasution, Ja’far
ALGORITMA: Journal of Mathematics Education Vol 6, No 1 (2024): ALGORITMA Journal of Mathematics Education
Publisher : Faculty of Educational sciences, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ajme.v6i1.40390

Abstract

Self Directed Learning is a learning process of self-will and self-control so that it can solve problems or tasks. This study examines the differences in academic procrastination in mathematics learning in groups that apply Self Directed Learning learning models and groups that use conventional learning models. This type of research is a quasi-experiment. The instrument of this research is an academic procrastination questionnaire given to 25 students in the control class and 26 students in the experimental class. This study's results indicate no significant difference in reducing mathematics academic procrastination in students who apply Self Directed Learning with students who apply conventional learning at SMP N 4 Padangsidimpuan. However, regarding the average value, there is a difference in reducing mathematics academic procrastination in students who apply Self Directed Learning with students who apply conventional learning at SMP N 4 Padangsidimpuan. So, classes with self-directed learning are better than classes with conventional learning. 
PENGGUNAAN MEDIA PAPAN PINTAR TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA PESERTA DIDIK SD Wahyuni, Ratna; Nasution, Haryati Ahda
ALGORITMA: Journal of Mathematics Education Vol 6, No 2 (2024): ALGORITMA Journal of Mathematics Education
Publisher : Faculty of Educational sciences, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ajme.v6i2.42756

Abstract

AbstractLearning media is very important to bridge abstract Mathematics concepts into a more concrete form. This study aims to examine the impact of using smart board media on mathematics learning outcomes in elementary school, especially on multiplication and division materials. This study uses quantitative data as the type of data. Quantitative data collection was conducted using a test that adopted a pretest and posttest with a control group design to obtain the data. The results showed the impact of using smart board media on math learning achievement. The results showed that the learning outcomes of the experimental class increased more significantly than the control class, with a difference of 7.41. This difference indicates the influence of the learning media applied to students, affecting their learning outcomes. Furthermore, the calculated t value of 2.617 was obtained in the hypothesis test, which is greater than the t table, which is 2.005, so the hypothesis test is accepted. This result confirms that the smart board media effectively improves learners' numeracy skills, especially in multiplication and division. Abstrak Media pembelajaran memiliki peran penting dalam menjembatani konsep matematika yang abstrak menjadi lebih konkret. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan media papan pintar terhadap hasil belajar matematika siswa sekolah dasar, khususnya pada materi perkalian dan pembagian. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan metode posttest only design. Sampel Penelitian ini terdiri dari 30 orang peserta didik pada kelas eksperimen dan 26 orang peserta didik pada kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui instrument tes yang telah divalidasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan pencapaian hasil belajar siswa di kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan selisih rata-rata sebesar 7,41. Uji hipotesis menghasilkan nilai t sebesar 2,617 dengan signifikansi 0,05. Dapat disimpulkan bahwa media papan pintar efektif digunakan dalam meningkatkan kemampuan numerasi siswa. Temuan ini menegaskan pentingnya penggunaan alat pembelajaran inovatif dalam meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa terhadap matematika.
IN-SERVICE ELEMENTARY SCHOOL MATHEMATICS TEACHERS’ EXPERIENCE ON CHANGING BELIEFS ABOUT TEACHING, LEARNING, AND THE NATURE OF MATHEMATICS Viola, Farelia Octa; Ramli, Dhitta Puti Sarasvati; Argaswari, Deshinta Puspa Ayu Dwi
ALGORITMA: Journal of Mathematics Education Vol 6, No 1 (2024): ALGORITMA Journal of Mathematics Education
Publisher : Faculty of Educational sciences, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ajme.v6i1.42914

Abstract

AbstractThis study aims to describe the experiences of primary school mathematics teachers in changing their beliefs about teaching, learning, and the nature of mathematics. The data were reduced and coded using qualitative methods to answer the research questions. Data were obtained through in-depth interviews with three primary school teachers who participated in the National Movement for the Eradication of Mathematics Blindness (Gernas Tastaka) Program in Muara Enim District, South Sumatra. The results showed that in teaching, previously, they thought that math teaching only delivered material from textbooks and practiced calculations. Now, they believe teaching should be contextualized, use the Concrete-Pictorial-Abstract approach, and utilize teaching aids. In learning, they initially believed that math is only about calculation. Now, they understand that math learning should be more meaningful and relevant to real life. Teachers previously believed that mathematics is the application of procedures and calculations. Now, they believe that mathematics includes the application of mathematical ideas in everyday life.  Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengalaman guru matematika sekolah dasar dalam mengubah keyakinan mereka tentang pengajaran, pembelajaran, dan hakikat matematika. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, data direduksi dan dikodekan untuk menjawab pertanyaan penelitian.  Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan tiga guru sekolah dasar yang mengikuti Program Gerakan Nasional Pemberantasan Buta Matematika (Gernas Tastaka) di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Hasil penelitian menunjukkan dalam pengajaran, sebelumnya mereka menganggap pengajaran matematika hanya menyampaikan materi dari buku teks dan melatih perhitungan. Kini, mereka percaya pengajaran harus kontekstual, menggunakan pendekatan Konkret-Piktorial-Abstrak, dan memanfaatkan alat peraga. Dalam pembelajaran, mereka awalnya berkeyakinan bahwa matematika hanya tentang perhitungan. Sekarang, mereka memahami bahwa pembelajaran matematika harus lebih bermakna dan relevan dengan kehidupan nyata. Para guru sebelumnya percaya bahwa matematika adalah penerapan prosedur dan perhitungan. Kini, mereka meyakini bahwa matematika mencakup penerapan ide-ide matematis dalam kehidupan sehari-hari. 
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING TERHADAP KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS SISWA Arditia, Maria Anggun Zahra; Yunarti, Tina; Setiawati, Santy
ALGORITMA: Journal of Mathematics Education Vol 6, No 1 (2024): ALGORITMA Journal of Mathematics Education
Publisher : Faculty of Educational sciences, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ajme.v6i1.40393

Abstract

AbstractThe point of this quasi experimental research was to find out the influence of inquiry learning models towards students mathematical representation abilities. The population was all students grade VIII of Junior High School State 5 Bandar Lampung in the academic year 2023/2024, which consisted of 323 students and were distributed into elevan classes. The sample in this study consisted of 28 students from class VIII-8 and 28 students from class VIII-9, who were selected using purposive sampling technique. The design was pretest posttest control group design. The data in this study were quantitative data obtained from tests on students' mathematical representation abilities. The data analysis technique included analyzing prerequisites and hypotheses using Independent Sample T-Test (t-test). The research findings indicated that the average score improvement (gain) of students' mathematical representation abilities who followed the guided inquiry learning model was higher than the average score improvement (gain) of students' mathematical representation abilities who followed conventional learning. Therefore, the use of guided inquiry learning model influenced students' mathematical representation abilities. The inqury learning model should have been considered by teachers in the learning process to enhance students' mathematical representation abilities.AbstrakPenelitian eksperimen semu ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran penemuan terbimbing terhadap kemampuan representasi matematis siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Bandar Lampung semester genap tahun pelajaran 2023/2024 sebanyak 323 siswa yang terdistribusi ke dalam 11 kelas yaitu kelas VIII-1 sampai VIII-11. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-8 terdiri dari 28 siswa dan VIII-9 terdiri dari 28 siswa yang terpilih dengan teknik purposive sampling. Desain yang digunakan adalah pretest posttest control group design. Data penelitian ini berupa data kuantitatif yang diperoleh dari tes kemampuan representasi matematis siswa. Teknik analisis data meliputi analisis uji prasyarat dan uji hipotesis menggunakan Independent Sample T-Test (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor peningkatan (gain) kemampuan representasi matematis siswa yang mengikuti model pembelajaran penemuan terbimbing lebih tinggi daripada rata-rata skor peningkatan (gain) kemampuan representasi matematis siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Dengan demikian, penggunaan model pembelajaran penemuan terbimbing berpengaruh terhadap kemampuan representasi matematis siswa. Model pembelajaran penemuan terbimbing hendaknya dijadikan sebagai alternatif dalam proses pembelajaran oleh guru untuk meningkatkan kemampuan representasi matematis siswa.  
MODEL DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN MEDIA GEOGEBRA DAN KEMAMPUAN LITERASI SPASIAL SISWA Wardini, Sri Gusti; Kadir, Kadir; Dimyati, Ahmad
ALGORITMA: Journal of Mathematics Education Vol 6, No 2 (2024): ALGORITMA Journal of Mathematics Education
Publisher : Faculty of Educational sciences, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ajme.v6i2.43415

Abstract

AbstractSpatial literacy skills are essential to help students develop critical thinking skills. This study aims to analyze the effect of the Geogebra-assisted Discovery Learning model on spatial literacy skills. The research was conducted in one of the junior high schools in South Tangerang. The study used a quasi-experiment with a posttest-only control group design with randomization. The research sample was 25 experimental and control class students each. Data were collected using test instruments and analyzed using the Independent Sample t-test. The results revealed that the spatial literacy skills of students taught with the Geogebra-assisted Discovery Learning model were higher than those taught with conventional learning. The spatial literacy ability of experimental class students has the highest score on the visualization indicator and the lowest score on the reasoning indicator, while the control class students have the highest score on the communication indicator and the lowest score on the visualization indicator. The Discovery Learning model assisted by Geogebra affects students' spatial literacy skills. Abstrak Keterampilan literasi spasial memiliki peran yang sangat penting untuk membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model Discovery Learning berbantuan Geogebra terhadap kemampuan literasi spasial. Penelitian dilaksanakan di salah satu SMP Swasta di Tangerang Selatan. Penelitian menggunakan kuasi eksperimen dengan rancangan Posttest only control group desain with randomization. Sampel penelitian sebanyak masing-masing  25 siswa kelas eksperimen dan kontrol. Data dikumpulkan dengan instrumen tes dan dianalisis menggunakan uji Independent Sampel t-Test. Hasil penelitian mengungkapkan kemampuan literasi spasial siswa yang diajarkan dengan model Discovery Learning berbantuan Geogebra lebih tinggi daripada yang diajarkan dengan pembelajaran konvensional. Kemampuan literasi spasial siswa kelas eksperimen memiliki skor tertinggi pada indikator visualisasi dan skor terendah pada indikator penalaran, sedangkan siswa kelas kontrol memiliki skor tertinggi pada indikator komunikasi dan skor terendah pada indikator visualisasi. Model Discovery Learning berbantuan Geogebra berpengaruh terhadap kemampuan literasi spasial siswa.
MISKONSEPSI SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL NUMERASI DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF Udma, Siti Aah Safaatul; Heryandi, Yandi; Muchyidin, Arif
ALGORITMA: Journal of Mathematics Education Vol 6, No 2 (2024): ALGORITMA Journal of Mathematics Education
Publisher : Faculty of Educational sciences, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ajme.v6i2.42778

Abstract

AbstractThis study identifies and analyzes misconceptions about numeracy based on cognitive style. The research used a mixed approach with descriptive analysis involving 34 students in one of the public high schools in Kuningan. Data were collected using the Matching Familiar Figure Test (MFFT), numeracy questions, and interviews. There were 55.88% reflective cognitive style students, 23.54% impulsive, 11.76% slow-inaccurate, and 8.82% fast-accurate. Reflective students have a misconception rate of 22.10%, with the highest error in symbolic operations. Impulsive students showed a misconception rate of 34.17%, with the highest error in symbolic operations. Reflective students experience process skill errors, while impulsive students often experience transformation errors. These results indicate that students with impulsive cognitive styles rush to solve problems. Students who have a reflective cognitive style, when viewed based on the nature of their cognitive style, on average, show in the classroom that students tend to be slow in solving problems or problems. However, the answers given are more accurate and precise. AbstrakPenelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis miskonsepsi pada numerasi berdasarkan gaya kognitif. Penelitian menggunakan pendekatan campuran dengan analisis deskriptif yang melibatkan 34 siswa di salah satu SMA Negeri di Kuningan. Data dikumpulkan menggunakan tes Matching Familiar Figure Test (MFFT), soal numerasi, dan wawancara. Terdapat 55,88% siswa bergaya kognitif reflektif, 23,54% impulsif, 11,76% lambat-tidak akurat, dan 8,82% cepat-akurat. Siswa reflektif memiliki tingkat miskonsepsi sebesar 22,10%, dengan kesalahan tertinggi pada operasi simbolik. Siswa impulsif menunjukkan tingkat miskonsepsi sebesar 34,17%, dengan kesalahan tertinggi juga pada operasi simbolik. Siswa reflektif cenderung mengalami kesalahan keterampilan proses, sementara siswa impulsif sering mengalami kesalahan transformasi. Hasil ini menunjukkan bahwa kecenderungan siswa dengan gaya kognitif impulsif cenderung terburu-buru dalam menyelesaikan masalah. Sedangkan siswa yang memiliki gaya kognitif reflektif, jika dilihat berdasarkan sifat gaya kognitifnya rata-rata menunjukkan di dalam kelas siswa cenderung lambat dalam menyelesaikan soal atau permasalahan tetapi jawaban yang diberikan lebih akurat dan tepat.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KOMPUTASIONAL MATEMATIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH KONTEKSTUAL DITINJAU DARI KEMANDIRIAN BELAJAR Syari, Aulia Kartika; Fatra, Maifalinda; Diwidian, Femmy
ALGORITMA: Journal of Mathematics Education Vol 6, No 1 (2024): ALGORITMA Journal of Mathematics Education
Publisher : Faculty of Educational sciences, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ajme.v6i1.38380

Abstract

AbstractOne type of skill that students must have in order to compete in progress is computational thinking. This research aims to analyze students' computational thinking abilities on SPLTV material, self-regulated learning students, and computational thinking abilities in view self-regulated learning. This method used was survey research. The sample was taken using simple random sampling technique with a total of 112 students at one of the high schools in Depok in the academic year 2023/2024. The instrument used consisted of a test instrument of 12 description questions to measure students computational thinking ability. In addition, self-regulated learning questionnaire consisting of 17 statements and a semi-structured interview consisting of 5 questions. The two instruments used have been tested for validation and reliability. The research showed that students' mathematical computational thinking ability in solving contextual problems was in the low category, self-regulated learning students is in the high category. Between self-regulated learning has no relationship or influence on students' mathematical computational thinking ability in solving contextual problems.AbstrakSalah satu jenis keterampilan yang harus dimiliki siswa agar dapat bersaing dalam kemajuan salah satunya dengan kemampuan berpikir komputasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir komputasi siswa pada materi SPLTV, kemandirian belajar yang dimiliki siswa, serta kemampuan berpikir komputasional ditinjau dari kemandirian belajar. Metode yang digunakan adalah penelitian survei. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling dengan jumlah sebanyak 112 siswa di salah satu SMA di Depok tahun ajaran 2023/2024. Instrumen yang digunakan terdiri dari instrument tes sebanyak 12 butir soal uraian untuk mengukur kemampuan berpikir komputasional siswa. Selain itu, angket kemandirian belajar yang terdiri dari 17 pernyataan serta wawancara semi-terstruktur yang terdiri dari 5 pertanyaan. Kedua intrumen yang digunakan sudah diuji validasitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian memperlihatkan kemampuan berpikir komputasional matematis siswa dalam menyelesaikan masalah kontekstual berada pada kategori rendah, kemandirian belajar siswa berada pada kategori tinggi. Antara kemandirian belajar tidak memiliki hubungan atau pengaruh terhadap kemampuan berpikir komputasional matematis siswa dalam menyelesaikan masalah kontekstual.

Page 7 of 13 | Total Record : 122