cover
Contact Name
asriyadin@gmail.com
Contact Email
asriyadin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
asriyadin@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Published by STKIP Taman Siswa Bima
ISSN : 20880294     EISSN : 26219166     DOI : https://doi.org/10.37630/jpm
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pendidikan MIPA STKIP Taman Siswa Bima, terbit 2 kali setahun dengan edisi Januari–Juni dan Juli-Desember. Sebagai media informasi, pemikiran dan hasil penelitian yang berkaitan dengan pendidikan matematika dan ilmu pengetahuan alam.
Arjuna Subject : -
Articles 1,071 Documents
Analisis Kreativitas Mahasiswa pada Materi IPA tentang Pernapasan melalui Model Pembelajaran Problem Based Learning Nadiya Andhini; Fadhilah Cahyaningrum; Idam Ragil WA
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 3 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i3.4345

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dari rendahnya kretaivitas mahasiswa dalam pembelajaran IPA yang menjadikan mahasiswa kurang aktif dan belum optimal dalam mengembangkan ide. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengevaluasi kreativitas mahasiswa dalam pembelajaran materi sistem pernapasan melalui penggunaan model Problem Based Learning (PBL) dengan mengacu pada indikator fluency, flexibility, originality, dan elaboration. Pendekatan mix-method diterapkan dalam studi dengan melibatkan 29 mahasiswa sebagai sampel yang ditentukan melalui teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket skala Likert yang masing-masing terdiri dari 20 item untuk variabel kreativitas dan PBL, kemudian diolah dan dianalisis secara deskriptif dengan bantuan SPSS. Penelitian ini menghasilkan bahwa keterlaksanaan model PBL tergolong baik (≥70%) dan mampu meningkatkan kreativitas mahasiswa, dengan nilai tertinggi pada indikator fluency dan elaboration (75%), flexibility (72%), serta terendah pada originality (67%). Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa cukup mampu menghasilkan dan mengembangkan ide, namun masih kurang dalam menciptakan gagasan yang benar-benar orisinal. Hasil yang didapatkan sejalan dengan penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa model PBL efektif dalam meningkatkan kreativitas melalui aktivitas pemecahan masalah dan diskusi aktif. Oleh karena itu, penerapan model PBL berkontribusi dalam meningkatkan kreativitas mahasiswa pada pembelajaran IPA. Dengan demikian, disarankan supaya model PBL diterapkan secara konsisten dan dikembangkan lebih lanjut untuk mendorong peningkatan aspek originality mahasiswa.
Systematic Literature Review : Efektivitas Model Pembelajaran Discovery Learning terhadap Keterampilan Proses Sains Peserta Didik Sekolah Dasar Adam Hardiansah; Jamal Fakhri; Yudesta Erfayliana
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 3 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i3.4360

Abstract

Penelitian ini bertujuan guna menganalisis efektivitas model pembelajaran discovery learning terhadap keterampilan proses sains siswa sekolah dasar dengam menggunkana pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Penelitian tersebut mengacu pada pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) untuk proses identifikasi, penyaringan, dan seleksi artikel. Sumber data diperoleh dari Google Scholar dengan bantuan aplikasi Publish or Perish pada rentang tahun 2021–2025. berdasarkan kreteria inklusi dan eklusi, untuk menyaring data yang relevan. Berdasarkan kreteria inklusi dan eksklusi, maka diperoleh 8 artikel yang relevan untuk dianalisis. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan analisis konten tematik untuk mengidentifikasi pola dan tema penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa model pembelajaran discovey learning efektif dalam meningkatkan keterampilan proses sains siswa sekolah dasar karena memungkinkan siswa terlibat secara aktif dalam aktivitas seperti observasi, eksperimen, diskusi, dan penemuan konsep sendiri. Keterampilan berpikir kritis, kemampuan komunikasi ilmiah, dan keaktifan belajar siswa semuanya ditingkatkan dengan penerapan model ini. Selain itu, metode seperti E-LKPD, media PPT interaktif, dan pendekatan STEAM meningkatkan kualitas pembelajaran. Menurut tren penelitian, menunjukkan bahwa metode PTK dan kuantitatif eksperimen paling sering digunakan dalam penelitian terkait keterampilan proses sains siswa sekolah dasar.
Pengembangan E-Modul Berbasis STEM Terintegrasi Augmented Reality (AR) pada Materi Asam Basa untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa SMA Erisa Putri Nurvita; Enggar Noviyanti Indriasari; Nur Candra Eka Setiawan
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 3 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i3.4363

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengevaluasi efektivitas e-modul berbasis STEM terintegrasi Augmented Reality (AR) untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa SMA pada materi asam basa. Pengembangan menggunakan model ADDIE. E-modul bernama Acid-Base Explorer dikembangkan menggunakan Canva Pro dengan integrasi teknologi AR berbasis penanda menggunakan library Three.js dan MindAR. Produk memuat empat sub-materi utama yang disajikan melalui 16 fitur pembelajaran terstruktur. Implementasi melibatkan 36 siswa kelas XI SMA di Kota Malang. Hasil validasi ahli materi dan media masing-masing mencapai 89,7% dan 89,2% (sangat valid), sedangkan uji keterbacaan memperoleh 91,23% (sangat layak). Efektivitas dibuktikan melalui peningkatan rerata skor berpikir kritis dari 9,69 menjadi 20,50, yang dikonfirmasi secara statistik oleh uji Wilcoxon Signed Rank Test (Z = −5,239; p = 0,000). Analisis N-Gain menunjukkan peningkatan pada seluruh indikator berpikir kritis Ennis (2011), dengan kategori tinggi pada Strategies and Tactics (92,06%) dan Elementary Clarification (87,97%). Respon peserta didik mencapai rata-rata 86,9% (sangat baik). E-modul berbasis STEM terintegrasi AR terbukti layak dan efektif sebagai media pembelajaran inovatif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis pada materi kimia yang bersifat abstrak.
Analisis Sumber Miskonsepsi Pebelajar tentang Konsep Terapung dan Tenggelam Sarintan Nurcahyati Kaharu; Daud Karel Walanda
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 3 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i3.4373

Abstract

Konsep terapung dan tenggelam merupakan bagian penting dalam kajian fluida statis yang berkaitan dengan massa jenis, gaya apung, dan hubungan antara berat benda dengan gaya yang bekerja dalam fluida. Meskipun konsep ini sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, banyak pebelajar masih mengalami miskonsepsi dalam memahaminya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk miskonsepsi pebelajar tentang konsep terapung dan tenggelam, mendeskripsikan sumber-sumber miskonsepsi, serta menentukan sumber miskonsepsi yang paling dominan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan subjek penelitian sebanyak 33 pebelajar PGSD Semester 3. Instrumen penelitian berupa tes diagnostik three-tier test yang terdiri atas pertanyaan konseptual, alasan pemilihan jawaban, dan identifikasi sumber miskonsepsi. Data dianalisis dengan mengklasifikasikan jawaban pebelajar ke dalam kategori Scientific, Misconception, Negative False, dan Not Know, kemudian menghitung persentase masing-masing kategori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat miskonsepsi pebelajar pada konsep terapung, melayang, dan tenggelam dengan persentase sebesar 12,77%. Miskonsepsi yang muncul umumnya berkaitan dengan pemahaman yang tidak tepat mengenai hubungan antara massa jenis, gaya apung, dan berat benda. Analisis sumber miskonsepsi menunjukkan bahwa faktor yang paling dominan adalah penggunaan intuisi atau dugaan pebelajar dalam menjelaskan fenomena tersebut. Temuan ini menunjukkan pentingnya strategi pembelajaran yang dapat membantu pebelajar merekonstruksi pemahaman konsep secara ilmiah.
Pengaruh Model Problem Based Learning Berbantuan LKPD Terintegrasi STEM terhadap Kemampuan Berpikir Kritis pada Materi Larutan Elektrolit Safitri Harianti; Asrial Asrial; Wilda Syahri; Muhammad Haris Effendi Hasibuan; Kriswantoro Kriswantoro
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 3 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i3.4374

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis murid pada materi larutan elektrolit dan non-elektrolit yang disebabkan oleh proses pembelajaran yang masih berpusat pada guru serta karakteristik materi yang abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran PBL berbantuan LKPD terintegrasi STEM terhadap kemampuan berpikir kritis murid di SMA N 17 Muaro Jambi pada materi larutan elektrolit dan non-elektrolit. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi-experiment) dengan desain posttest-only control group design. Sampel penelitian terdiri dari 35 siswa kelas XI Fase 1 sebagai kelas eksperimen dan 34 siswa kelas XI Fase 2 sebagai kelas kontrol yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest kelas eksperimen (85,00) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (65,00) serta perolehan effect size sebesar 3,196 dalam kategori pengaruh tinggi. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan model PBL berbantuan LKPD terintegrasi STEM terhadap keterampilan berpikir kritis murid. Model ini direkomendasikan sebagai solusi inovatif dalam pembelajaran kimia, dan disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk memperluas instrumen penilaian pada materi kimia yang berbeda.
Optimalisasi Manajemen Inventaris Alat dan Bahan Laboratorium IPA SMP Berbasis Digital Satria Buana; Arya Zapita; Ria Monica; Kinanti Dwi Fany; M. Rahmad; Roza Linda
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 3 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i3.4377

Abstract

Manajemen inventaris alat dan bahan laboratorium IPA di tingkat SMP umumnya masih dilakukan secara manual, sehingga rentan terhadap kehilangan data, rendahnya akurasi, dan lambatnya proses pelaporan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi aktual manajemen inventaris laboratorium IPA serta mengeksplorasi potensi penerapan sistem digital berbasis Microsoft Access sebagai solusi optimalisasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan desain deskriptif dan pendekatan studi kasus. Penelitian dilaksanakan pada tahun 2026 di SMP Negeri 1 Bathin Solapan, dengan subjek penelitian meliputi kepala laboratorium, tiga orang guru IPA, dan 30 siswa kelas VII. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, kuesioner tertutup, dan dokumentasi, sedangkan analisis data mengacu pada model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pencatatan yang berjalan masih bersifat konvensional dan belum terintegrasi, sehingga menghambat efisiensi operasional laboratorium. Penerapan aplikasi Microsoft Access diperkirakan mampu mempersingkat durasi penyusunan laporan dari 60 menit menjadi sekitar 1 menit, serta berpotensi meningkatkan kecepatan akses data secara signifikan dibandingkan metode manual. Fitur-fitur seperti pencatatan otomatis, monitoring stok, riwayat penggunaan, dan laporan otomatis dapat mendukung pengelolaan inventaris yang lebih akurat, transparan, dan efisien. Keberhasilan implementasi sistem ini memerlukan dukungan infrastruktur yang memadai, pelatihan tenaga pengelola, serta kebijakan sekolah yang kondusif. Dengan demikian, optimalisasi inventaris berbasis digital merupakan langkah strategis yang berpotensi meningkatkan kualitas pembelajaran sains secara keseluruhan.
Literature Review: Penggunaan Gamifikasi terhadap Autonomous Learning dan Academic Achievement melalui Motivasi Belajar pada Siswa SD (2022–2025) Novia Ulfah; Sri Sukasih; Nanik Wijayati; Decky Avrilianda
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 3 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i3.4378

Abstract

Penelitian ini mengkaji penggunaan gamifikasi dalam pembelajaran sekolah dasar serta pengaruhnya terhadap autonomous learning dan academic achievement melalui motivasi belajar sebagai variabel mediasi. Permasalahan penelitian berfokus pada belum optimalnya motivasi belajar, kemandirian belajar, serta prestasi akademik siswa, serta belum terintegrasinya kajian mengenai hubungan antara gamifikasi, motivasi belajar, autonomous learning, dan academic achievement. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh gamifikasi terhadap motivasi belajar, mengkaji peran motivasi sebagai mediator, serta mengidentifikasi efektivitas dan tantangan implementasinya dalam pembelajaran sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) terhadap penelitian yang dipublikasikan pada rentang tahun 2022–2025, dengan analisis kualitatif dan kuantitatif dari berbagai studi terkait gamifikasi dalam pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa gamifikasi mampu meningkatkan motivasi belajar melalui integrasi elemen permainan seperti poin, level, dan tantangan yang menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan bermakna. Peningkatan motivasi tersebut berkontribusi terhadap peningkatan academic achievement dan mendorong berkembangnya autonomous learning, meskipun hubungan antarvariabel tidak selalu bersifat linear dan dipengaruhi oleh desain gamifikasi, durasi implementasi, serta dukungan guru. Selain itu, motivasi belajar terbukti berperan sebagai variabel mediasi yang menjembatani pengaruh gamifikasi terhadap autonomous learning dan academic achievement. Namun demikian, efektivitas gamifikasi sangat bergantung pada keseimbangan antara motivasi intrinsik dan ekstrinsik serta kualitas perancangan pembelajaran. Kesimpulannya, gamifikasi memiliki potensi strategis dalam meningkatkan autonomous learning dan academic achievement melalui motivasi belajar, namun masih diperlukan penelitian lanjutan yang lebih komprehensif untuk mengkaji hubungan antarvariabel secara terintegrasi pada jenjang sekolah dasar.
Efektivitas Inquiry Based Learning dengan Bantuan Infografis Interaktif terhadap Keyakinan Epistemik Habibi Salam; Aristiawan Aristiawan; Yusuf Salam
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 3 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i3.4387

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas model Inquiry-Based Learning (IBL) berbantuan infografis interaktif dalam meningkatkan keyakinan epistemik siswa kelas VII SMPN 2 Ponorogo. Rendahnya keyakinan epistemik siswa ditandai dengan perilaku belajar pasif, enggan bertanya, dan kecenderungan memandang pengetahuan ilmiah sebagai sesuatu yang bersifat tetap dan mutlak. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen pretest-posttest control group. Sampel terdiri dari kelas eksperimen (VII D) yang mendapat pembelajaran IBL berbantuan infografis interaktif dan kelas kontrol (VII E) yang menggunakan pembelajaran konvensional. Keyakinan epistemik diukur melalui empat indikator: kepastian pengetahuan, pengembangan pengetahuan, sumber pengetahuan, dan justifikasi pengetahuan. Analisis data menggunakan uji t independen dan uji Cohen's d effect size. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata posttest kelas eksperimen (70,05) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (67,34). Meskipun uji t tidak menunjukkan perbedaan signifikan (sig. 0,205 > 0,05), nilai effect size sebesar 0,78 menunjukkan pengaruh praktis yang cukup kuat. Keterlaksanaan pembelajaran mencapai 88,5% dan aktivitas siswa sebesar 86%, keduanya berkategori sangat baik. Disimpulkan bahwa pendekatan IBL berbantuan infografis interaktif efektif dalam meningkatkan keyakinan epistemik siswa serta mendorong pembelajaran IPA yang lebih aktif, reflektif, dan berbasis bukti.
Pengaruh Model Problem Based Learning Berbantuan Educaplay terhadap Pemecahan Masalah pada Pembelajaran IPAS di Sekolah Dasar Bella Oktania Aslorida; Syailin Nichla Choirin Attalina
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 3 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i3.4396

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada kemampuan siswa yang rendah dalam menyelesaikan masalah pada pembelajaran IPAS terkait sumber daya alam di tingkat sekolah dasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi perbedaan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah sebelum dan setelah penerapan model Problem Based Learning yang didukung oleh Educaplay dan untuk menilai dampaknya terhadap pemecahan masalah siswa. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental yang berupa One Group Pretest-Posttest Design. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari 22 siswa kelas V di SD Negeri 9 Jambu yang dipilih dengan teknik sampling jenuh. Data diperoleh melalui pretest dan posttest. Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, uji Wilcoxon Signed Rank Test, dan uji N-Gain dengan bantuan aplikasi Jamovi versi 2.6.44. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai siswa naik dari 52,6 menjadi 86,3. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value (signifikansi) <,001 yang menandakan adanya perbedaan yang signifikan antara sebelum dan setelah perlakuan. Hasil dari N-Gain sebesar 0,734 termasuk dalam kategori tinggi dengan persentase 73,43% yang dianggap cukup efektif. Dengan demikian, model Problem Based Learning berbantuan Educaplay berpengaruh positif terhadap kemampuan siswa dalam memecahkan masalah pada pembelajaran IPAS mengenai sumber daya alam.
Efektivitas Penggunaan E-LKPD Berbasis Liveworksheet untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Nur Huda Sari; Muhtadin Muhtadin; Avrilystia Ningrum. IR; Khairunnisa Khairunnisa
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 3 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i3.4401

Abstract

Rendahnya capaian belajar matematika pada peserta didik kelas X di SMA Negeri 8 Tanjung Jabung Barat menjadi titik tolak penelitian ini. Penelitian bertujuan menguji efektivitas E-LKPD terintegrasi platform Liveworksheets sebagai solusi digital untuk menstimulasi hasil belajar peserta didik. Menggunakan pre-test post-test control group design, penelitian ini melibatkan 63 peserta didik yang terbagi ke dalam kelas eksperimen (X.2, n=31) dan kelas kontrol (X.1, n=32). Hasil uji-t menunjukkan bahwa hasil belajar kelompok eksperimen secara signifikan lebih baik daripada kelompok kontrol (sig. 0,031 < 0,05). Analisis N-gain memperkuat temuan ini dengan menempatkan kelas pengguna E-LKPD berbasis Liveworksheets pada kategori cukup efektif (60,33%), sedikit mengungguli kelas kontrol yang menggunakan buku teks cetak (55,56%). Selisih peningkatan yang tidak terlalu besar ini mengindikasikan bahwa intervensi digital memberikan kontribusi tambahan dalam memfasilitasi konsep, sehingga layak dipertimbangkan sebagai salah satu alternatif media inovatif dalam pembelajaran matematika di sekolah.

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 3 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 2 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 1 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 15 No. 3 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 15 No 3 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 15 No. 2 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 15 No. 1 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 15 No 1 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 14 No 4 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 14 No. 4 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 14 No. 3 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 14 No 3 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 14 No. 2 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 14 No 2 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 14 No 1 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 14 No. 1 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 13 No. 4 (2023): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 13 No 4 (2023): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 13 No 3 (2023): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 13 No 2 (2023): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 13 No 1 (2023): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 12 No 4 (2022): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 12 No 3 (2022): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 12 No 2 (2022): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 12 No 1 (2022): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 11 No 2 (2021): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 11 No 1 (2021): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 10 No 2 (2020): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 10 No 1 (2020): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 9 No 2 (2019): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 9 No 1 (2019): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 8 No 2 (2018): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 8 No 1 (2018): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 7 No 2 (2017): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 7 No 1 (2017): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 6 No 2 (2016): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 6 No 1 (2016): JURNAL PENDIDIKAN MIPA More Issue