cover
Contact Name
Hartono, M.Pd.I
Contact Email
yudipoday@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
yudipoday@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. situbondo,
Jawa timur
INDONESIA
Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist
ISSN : 26213699     EISSN : 26152568     DOI : -
Core Subject : Religion,
Al Bayan: adalah Jurnal Ilmu Al- Qur'an dan Ilmu Hadist yang diterbitkan oleh LPPM STIQ Wali Songo Situbondo dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan januari dan juli. Jurnal ilmiah yang kami kelola memuat tema seputar Al Qur'an dan Hadist dan kajian-kajian keislaman lainnya.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 2 (2024): Juni" : 10 Documents clear
Mengurai Paradoks: Kajian Mendalam Tentang Waktu Terlarang Dalam Mengubur Jenazah Salamah, Shofiyyatus; Muhajirin, Muhajirin
Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Vol 7 No 2 (2024): Juni
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/albayan.v7i2.658

Abstract

Fenomena menguburkan jenazah di Indonesia seringkali dilakukan pada empat waktu, ketika matahari agak meninggi (pagi), siang (sudah zuhur), setelah shalat asar, bahkan malam hari. Bagaimana jika fenomena waktu ini dikaitkan hadis nabi yang melarang penguburan jenazah muslim pada tiga waktu tertentu, apakah bersifat mutlaq atau kondisional. Hal ini menarik untuk diteleti lebih lanjut dengan menggunakan metode ma’anil hadis, merujuk pada kitab-kitab primer dan skunder, guna memaknai hadis larangan penguburan jenazah tersebut yang pada akhirnya ditemukan jawaban yang diinginkan.
Konsep Akal Dalam Neurosains Dan Korelasinya Terhadap Pendidikan Di Era Artificial Intelligence (Perspektif Tematik Tafsir Ath-Thabari) Rizma, Rahma Sivatur; Yusuf, Enjang Burhanudin
Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Vol 7 No 2 (2024): Juni
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/albayan.v7i2.734

Abstract

The mind ('aql) which is united with the brain organ is the only biological organ found only in humans. In the Qur'an, there are many verses related to the activity of the mind, where the verses in the Qur'an that mention the mind can be found in terms related to brain activity. However, in practice, education is still confined to a narrow culture of stigma that the brain and mind are only measured using a numerical intelligence scale. So the availability of verses regarding reason needs to be studied because there is a relevant relationship with brain activity, so in this paper we try to describe in depth the meaning of verses in the Qur'an about neuroscience which mention reason ('aql) to then be integrated into field of Islamic education. This writing method is qualitative with a library research model. This research uses a thematic approach (maudhu'i) based on the perspective of Ath-Thabari interpretation. Data collection comes from literature from books, journals and others related to the topics of interpretation, neuroscience and education. The results of this research, verses from the Qur'an regarding reason can be found in terms determined by brain activity, one of which is tafakkur as stated in Q.S. Al-Baqarah verse 219. In ath-Thabari's interpretation, this verse explains that to meditate or think again about all the good deeds one does, it should be intended to seek Allah's approval, not anything else. The role of educators also needs to play a greater role in maintaining the nature of human thinking in the midst of the Artificial Intelligence (AI) era.
Otentisitas Hadis Hadis Kekerasan Terhadap Perempuan Dalam Akun Instagram Mubadalah.Id Kahbi, Nun siha; Hasanah, Uswatun; Nadhiran, Hedhri
Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Vol 7 No 2 (2024): Juni
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/albayan.v7i2.755

Abstract

Mubadalah.id merupakan salah satu akun yang aktif dalam menyebarkan konten-konten dakwah islam. Di antara program dakwah yang mereka posting adalah program ngaji 60 hadits shahih tentang perempuan. Artikel ini bertujuan untuk menilai otentisitas hadits-hadits yang digunakan oleh akun mubadalah.id dalam program ngaji tersebut. Sumber data primer penelitian adalah hadit-hadits tentang perempuan dalam akun instagram mubadalah.id tahun 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan etnografi virtual (net nografi) dan analisi data berupa analisi isi (content analysis). Temuan penelitian menyimpulkan bahwa hadits-hadits yang di teliti berkualitas shahih dan instagram mubadalah.id ini salah satu akun yang bisa menjadi acuan untuk memahami hadits tentang perempuan dan bisa menjadi sumber referensi yang baik.Kata Kunci: Instagram, Mubadalah.id, Kekerasan.
Analisis Penafsiran al-Thabari Terhadap Ayat-Ayat Tabarruj Amir, Ulfah Auliah ulfah; Mahmud, Basri
Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Vol 7 No 2 (2024): Juni
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/albayan.v7i2.776

Abstract

This study aims to uncover the meaning of Tabarruj according to al-Thabari in tafsir Jami' al-Bayan An Ta'wil Ay al-Qur'an. This study is a literature review that uses primary data from Qur'anic verses related to Tabarruj, as well as secondary data in the form of al-Tabari's interpretation of Tabarruj in his tafsir. The data is then reduced and compiled, and verified to arrive at a conclusion. The results showed that the word Tabarruj only appears once in the Qur'an, but there are related variants of the word, such as al-Buruj which appears 4 times, al-Mutabarrijaj in one verse, and Tabarrajna in one other verse. From these verses, it can be defined that Tabarruj is the act of a woman deliberately displaying her beauty and adornment to men who are not her muhrim. This is a forbidden behavior and has negative effects such as damaging self-honor, bringing disaster from God, and can trigger adultery.
The Makna ‘Sakinah’ Dalam Al-Quran Serta Relevansinya Terhadap Kehidupan Berkeluarga Di Era Moderen Ikhsanudin, Akhmad; Latif, Adri; Meidina, Ahmad Rezy
Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Vol 7 No 2 (2024): Juni
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/albayan.v7i2.777

Abstract

The meaning of the word 'sakinah' has various meanings and points of view. The shift in life values ​​will affect the meaning of the word 'sakinah' itself. This article aims to provide a new perspective on the meaning of 'sakinah' in the context of the modern family. This research is of a qualitative type using the Library Research method which is analyzed descriptively and analytically. From this research it can be concluded that in terms of modern families, family happiness is greatly influenced by several factors, such as financial factors, education, emotional maturity and good communication between husband and wife.
Tafsir Dan Analisis Mimpi Nabi Yusuf: Kajian Terhadap Qs Yusuf/12: 1-6 Rifai, Andi Ruhbanullaila; Abubakar, Achmad; Irham, Muhammad
Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Vol 7 No 2 (2024): Juni
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/albayan.v7i2.797

Abstract

Artikel ini membahas kisah nabi Yusuf yang difokuskan pada mimpi yang ia lihat di masa kecilnya. Kisah ini dimuat dalam QS Yu>suf ayat 4 yang mana pada ayat tersebut nabi Yusuf menceritakan mimpinya secara detail kepada sang ayah, sehingga menimbulkan kecemburuan saudara-saudaranya. Mimpi yang dilihat oleh nabi Yusuf kemudian menjadi nyata dan disebutkan di dalam QS. Yusuf ayat 100. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengatahui apa makna mimpi nabi Yusuf yang disebut dengan ru’yah shalihan dan menjadikan sosok Nabi Yusuf sebagai teladan, baik dalam kesabarannya, ketaataannya kepada Allah, dan kecerdasannya. Jenis Penelitian ini adalah library research atau kepustakaan yaitu dengan merujuk kepada kitab tafsir, buku, jurnal serta penelitian yang relevan dengan kisah Nabi Yusuf. Metode penelitian yang penulis gunakan adalah metode tahlili yaitu menyajikan informasi terkait surah Yusuf dengan menguraikan asbab an-nuzul, munasabahnya, analisa mufradat dan interpretasi mufasir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mimpi nabi Yusuf melihat sebelas bintang serta bulan dan matahari bersujud kepadanya merupakan salah satu tanda kenabian. Sebelas bintang dalam mimpinya ditakwilkan dengan saudara nabi Yusuf yang berjumlah sebelas, matahari dan bulan adalah ayah dan ibunya. Mimpi tersebut benar terjadi ketika Nabi Ya’qub beserta ibu dan sebelas saudara Nabi Yusuf mengunjunginya ke Mesir seraya bersujud di hadapannya.
Kajian Kritis: Periode Tafsir Ulama' Mutaakhkhirin: (Studi Analisis Kitab al-Durr al-Mansur fi Tafsir bi al-Ma’tsur dan Irshad al-'Aql al-Salim Ila Mazaya al-Kitab al-Karim) fuada, noviani lu'luatul; Nimah, Rodhotun
Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Vol 7 No 2 (2024): Juni
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/albayan.v7i2.800

Abstract

Tafsir Ad-Du>rr dan Irsya>d al-'Aql adalah kitab karya Imam Jalalu>ddin As-Su>yuthi> dan Abu Su'u>d bagian dari intertekstualitas karya-karya sebelumnya tetapi dalam penelitian ini, penulis ingin menggambarkan aspek-aspek utama dalam interpretasi ini, seperti metodologi interpretasi, sistematika penulisan, gaya interpretasi dan lain-lain. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan, dengan menggunakan analisis deskriptif. Kesimpulan artikel ini menjelaskan bahwa latar belakang penulisan kedua kitab tersebut adalah karena ia ingin membuat ringkasan Tarju>manul Qur'an, al-Ka>sysya>f dan al-Baidlowi> sehingga ditulislah penafsiran ini. penafsiran diklasifikasikan sebagai kitab bi al-Ma'tsur dan bi Ra'yi karena umumnya sumber penafsiran yang digunakan adalah sejarah, ra'yi baik menggunakan munasabah, sejarah atau hadits Nabi. sahabat, dan tabi'in. serta sastra, nahwu dan balaghah.
Deforestasi Dan Tanggung Jawab Manusia Dalam Al-Qur’an (Studi Tafsir Hidayatul Insan Karya Abu Yahya Marwan Bin Musa) yusman, dinda febriana; Ghozali, Abdul Malik; Hendro, Beko
Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Vol 7 No 2 (2024): Juni
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/albayan.v7i2.801

Abstract

This article aims to analyze Abu Yahya Marwan bin Musa's views on deforestation and human responsibility towards the environment in the Qur'an. This research was prepared using qualitative methods with library research techniques, namely by collecting various references related to the research problem, then in analyzing the data the researcher used a content analysis approach. The results of this research include: First, Abu Yahya argues that deforestation as a form of environmental damage is an act of sin that damages the earth. This environmental damage is caused by weak faith, as well as wicked and sinful acts. Secondly, Abu Yahya argues that humans have roles and responsibilities as servants of Allah to worship Him and as caliphs in charge of managing and prospering the earth, and enforcing His commands.
Interaksi Dan Resepsi Masyarakat Bondowoso Terhadap Al Qur’an Ulum, Khoirul; Roziqin, Ahmad Khoirur
Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Vol 7 No 2 (2024): Juni
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/albayan.v7i2.849

Abstract

Studi mengenai Living Qur’an merupakan studi al-Qur’an yang tidak hanya bertumpu pada eksistensi tekstualnya, melainkan studi tentang fenomena sosial yang lahir terkait dengan kehadiran al-Qur’an dalam wilayah geografi tertentu dan mungkin masa tertentu pula. Kajian living al-Qur’an semakin menarik seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat Islam terhadap ajaran agamanya. Kita banyak menjumpai kegiatan-kegiatan keagamaan, baik di tempat-tempat tertentu seperti masjid maupun di media cetak dan elektronik. Penelitian ini mengangkat tema “Pembacaan dan Pemaknaan Al-Qur'an (Studi Masyarakat Bondowoso). Sebagai upaya dan aplikasi kajian living al-Qur’an. Lokasi yang menjadi focus kajian adalah di Kabupaten Bondowoso. Kajian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, yaitu penelitian kepustakaan (library research) dan penelitian lapangan (field research) sekaligus. Sumber utama penelitian ini adalah ayat-ayat al-Qur’an yang hidup dalam masyarakat berupa fenomena prilaku maupun respons lainnya sebagai pemaknaan terhadap ayat tersebut. Sedangkan sumber sekundernya dapat berupa literatur- literatur pendukung sumber primer. Berdasarkan kajian mengenai Interaksi dan Resepsi Masyarakat Bondowoso terhadap Al-Qur'an, maka terdapat beberapa kesimpulan bahwa interaksi dibagi menjadi dua moment, yaitu rutinan dan moment insidental menyesuaikan hajat (kebutuhan). Pelaksanaan tersebut terdiri dari berbagai bentuk dan model-model ritual pembacaan al-Qur’an meliputi: (1). Khataman al-Qur’an. (2). Yasinan. (3). Tahlilan. Sedangkan resepsi dari interaksi tersebut terdapat tiga makna. Diantaranya; sebagai kitab bacaan mulia, obat hati dan sarana perlindungan dari bahaya siksa di hari akhir. Tiga makna tersebut, tidak mesti berjalan secara bersamaan, dan terkadang mempunyai makna bersamaan sekaligus.
Kisah Khaulah Bint Ṡa’labah (Studi Qs. Al-Mujādalah (58): 1-4) Perspektif Maqāsid Al-Qur’ān Rasyīd Riḍā Rohman, Lailur; Rohmah, Husnur
Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Vol 7 No 2 (2024): Juni
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/albayan.v7i2.908

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap Maqāsid Al-Qur’ān perspektif Rasyīd Riḍā. Karena luasnya penelitian, penulis mengambil sampel pada QS. al-Mujādalah (58): 1-4), spesifikasi tersebut dipakai penulis untuk menelisik Maqāsid Al-Qur’ān perspektif Rasyīd Riḍā. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka dengan menggunakan metode tematik surah serta pendekatan Maqāsid Al-Qur’ān perspektif Rasyīd Riḍā. Ada dua rumusan masalah utama dalam penelitian ini, yakni: Bagaimana penafsiran QS. al-Mujādalah (58): 1-4, 2. Bagaimana pandangan Islam terhadap perempuan dalam konteks kesetaraan gender melalui kisah Khaulah bint Ṡa’labah perspektif maqasid Rasyīd Riḍā. Melalui penelitian ini, lanskap Maqāsid Al-Qur’ān perspektif Rasyīd Riḍā teruraikan. Hasil dari penelitian ini adalah pertama, penafsiran dari QS. al-Mujādalah (58): 1-4 adalah bahwasanya surah tersebut turun berdasarkan seorang perempuan yang bernama Khaulah yang merasa ditindas oleh suaminya yang kemudian dia mengajukan gugatan atas tindakan suaminya tersebut, kedua, Dalam kisah Khaulah bint Sa’labah diatas, Al-Qur’an tidak pernah menggambarkan seorang perempuan dalam bentuk fisiknya yang mana hal ini juga membuktikan betapa berharganya perempuan dalam Islam. Dan hal itu selaras dengan pemikiran maqasid Al-Qur’an perspektif Rasyid Ridha yang juga tentang bagaimana Al-Qur’an menyikapi seorang perempuan

Page 1 of 1 | Total Record : 10