cover
Contact Name
Nefonavratilova Ritonga
Contact Email
lppm.unar@gmail.com
Phone
+6285373542125
Journal Mail Official
lppm.unar@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raja Inal Siregar, Kec Batunadua - Padangsidimpuan
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia / Indonesian Health Scientific Journal
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) Indonesian Health Scientific Journal is a tools of publication of research results and community service with the theme of health. This journal will be published online through the official website of University Of Aufa Royhan Padangsidimpuan city. This journal will be published every 6 months in June and December each year
Articles 531 Documents
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG (MKJP) DI KELURAHAN WEK 1 KECAMATAN BATANGORU KABUPATEN TAPANULI SELATAN TAHUN 2025 Mutia, Fatma; Masnawati; Nasution, Nur Arfah; Lubis, Arisa Harfa Said; Siregar, Yuliarisyah
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 1 (2025): Vol. 10 No. 1 Juni 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i1.2052

Abstract

Rencana Prembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024, menunjukkan bahwa BKKBN melakukan penggarapan KBKR pada permasalahan tingginya akseptor KB yang putus pakai dan rendahnya pemakaian KB MKJP. Wanita yang tidak mau menggunakan KB sebanyak 23 % dan di kalangan pria sebanyak 32 %. Penilitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) di Kelurahan Wek 1 Kecamatan Batangtoru tahun 2025. Jenis penelitian yamg digunakan adalah kuantitatif dengan desain penelitian survey analitik dan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian sebanyak 63 orang dengan teknik total sampling, data diperoleh menggunakan kuesioner dengan uji statistik chi-square pada pengujian (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan responden baik sebanyak 23 orang(36,5%), tidak mendapat dukungan suami sebanyak 33 orang (52,4%) dan mendapat dukungan petugas lapangan keluarga berencana (PLKB) sebanyak 39 orang (61,9%). Uji statistik membuktikan pengetahuan berhubungan dengan penggunaan MKJP (P=0,000 atau p<0,005), dukungan suami berhubungan dengan penggunaan MKJP(P=0,000 atau p<0,005) dan dukungan petugas lapangan keluarga berencana (PLKB) berhubungan terhadap penggunaan MKJP (P=0,000 atau p<0,005). Berdasarkan hasil penelitian diharapkan agar WUS lebih mencari informasi dan dukungan dari suami maupun PLKB sebagai pertimbangan menentukan alat kontrasepsi. Kata Kunci : MKJP, Pengetahuan, Dukungan Suami, Dukungan Ptugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB)
Peran Kesehatan Mental Ibu Saat COVID-19 Terhadap Pemberian Imunisasi Dasar Anak: Systematic Literature Review Kirana, Meirany Sasitha; Maharani, Rizqi Putri Chyntia; Ulhaq, Syifa Dhia; Ilmi, Khalimah Nur; Rejeki, Dwi Sarwani Sri; Wijayanti, Siwi Pramatama Mars
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 1 (2025): Vol. 10 No. 1 Juni 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i1.2058

Abstract

Pandemi COVID-19 telah memberikan dampak multidimensi, tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik tetapi juga kesehatan psikologis masyarakat, terutama pada kalangan ibu dengan balita. Perubahan sosial dan situasi akibat pandemi, meningkatkan kecemasan ibu akan kekhawatiran terhadap proses pemberian imunisasi anak. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk melihat hubungan antara kesehatan mental ibu dengan kelengkapan imunisasi dasar pada anak di masa pandemi COVID-19. Artikel dikumpulkan melalui database Scopus, Sciencedirect, dan Google Scholar dengan kata kunci “imunisasi”, “kesehatan mental ibu” , dan “COVID-19”. Sebanyak 12 artikel yang memenuhi kriteria kemudian dianalisis secara mendalam. Hasil tinjauan literatur menunjukkan adanya faktor langsung yaitu kesehatan mental ibu pada tingkat tertentu dan tidak langsung yang dapat mempengaruhi pemberian Imunisasi dasar anak. Hal ini menunjukkan perlunya intervensi dari pemerintah untuk mendukung kesehatan mental dan memberikan edukasi bagi ibu agar cakupan imunisasi anak tetap optimal, terutama pada masa krisis kesehatan baik di masyarakat maupun global. Kata Kunci: Kesehatan Mental Ibu, Kecemasan, Imunisasi Dasar, Anak, COVID-19.
EFEKTIVITAS MEDIA AUDIO VISUAL DANGERS OF SMOKING DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN, EFIKASI DIRI DAN SIKAP REMAJA hasibuan, ida
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 1 (2025): Vol. 10 No. 1 Juni 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i1.2060

Abstract

Persentase perokok di indonesia terus meningkat, khususnya di kalangan remaja dan menjadi yang terbanyak ketiga di dunia, setelah Tiongkok dan India. Jumlah perokok di dunia saat ini mencapai 70,2 juta orang atau sekitar 34,5% dari populasi total dunia. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis efektivitas media audio visual terhadap dangers of smoking dalam meningkatkan pengetahuan, efikasi diri dan sikap remaja SMP Negeri 41 Medan. Penelitian ini menggunakan pra-eksperimental dengan desain one group pre-test-post-test dengan sampel sebanyak 40 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Uji statistik yang digunakan pada penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon Sign Rank Pengetahuan menunjukkan bahwa nilai p-value (0,000)<0,05 terdapat perbedaan tingkat pengetahuan responden sebelum dan setelah intervensi dengan media audio visual, Efikasi diri dan Sikap menunjukkan nilai p-value (0,000)<0,05 yang berarti membuktikan bahwa adanya perubahan Efikasi diri & Sikap pada responden. Adanya efektivitas audio visual dangers of smoking dalam meningkatkan Pengetahuan, Efikasi diri dan Sikap remaja kelas VII & VIII SMP Negeri 41 Medan. Disarankan kepada SMP Negeri 41 Medan Medan, untuk promosi kesehatan tentang bahaya merokok terhadap kesehatan.
ANALISA PRAKTIK KLINIK KEPERAWATAN PADA PASIEN ANAK YANG MENGALAMI PNEUMONIA DALAM PENERAPAN FISIOTERAPI DADA DALAM MENGATASI BERSIHAN JALAN NAPAS TIDAK EFEKTIF DI RUANG KASWARI RSUD WANGAYA ni putu bella apsari, bella
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 1 (2025): Vol. 10 No. 1 Juni 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i1.2064

Abstract

Pendahuluan Dewi kemudian Nesi (2022) menyebut pneumonia sebagai "Pembunuh Anak yang Terlupakan". Bayi serta anak kecil lebih rentan terserang pneumonia karena sistem imun mereka belum matang. Pneumonia merupakan inflamasi akut jaringan paru yang dapat dipicu bakteri, virus, parasit, jamur, paparan zat kimia, atau cedera fisik paru. Pantesti kemudian Setyaningrum (2020) menuturkan, kondisi ini kerap membuat anak kesulitan bernapas. Jika terjadi gangguan retensi sekret atau oksigenasi, fisioterapi dada dapat membantu. Tujuan: Riset ini bertujuan menelaah penatalaksanaan klinis pasien anak pneumonia melalui penerapan fisioterapi dada guna memperbaiki pembersihan jalan napas yang terganggu. Metode: Riset menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif pada satu subjek tanpa kelompok pembanding. Instrumen pengumpulan data berupa daftar periksa laju napas, suara napas tambahan, SOP fisioterapi dada, serta stetoskop untuk memantau perubahan pembersihan jalan napas selama tiga hari berturut turut terapi. Hasil: Usai fisioterapi dada, sekret pasien keluar, laju napas menjadi 22 kali per menit, kemudian suara napas tambahan tidak ditemukan. Temuan ini menunjukkan fisioterapi dada berpotensi bermanfaat bagi anak pneumonia dalam perawatan keperawatan.Kata kunci : bersihan jalan nafas, fisioterapi dada, pneumonia ABSTRACTIntroduction Dewi then Nesi (2022) called pneumonia the "Forgotten Child Killer". Infants and young children are more susceptible to pneumonia because their immune systems are not yet mature. Pneumonia is an acute inflammation of the lung tissue that can be triggered by bacteria, viruses, parasites, fungi, exposure to chemicals, or physical injury to the lungs. Pantesti then Setyaningrum (2020) said that this condition often makes it difficult for children to breathe. If there is a disturbance in secretion retention or oxygenation, chest physiotherapy can help. Purpose: This research aims to examine the clinical management of pediatric pneumonia patients through the application of chest physiotherapy to improve impaired airway clearance. Method: The research used a descriptive case study approach on one subject without a comparison group. Data collection instruments were in the form of a respiratory rate checklist, additional breath sounds, chest physiotherapy SOP, and a stethoscope to monitor changes in airway clearance for three consecutive days of therapy. Results: After chest physiotherapy, the patient's secretions came out, the respiratory rate became 22 times per minute, then additional breath sounds were not found. These findings suggest that chest physiotherapy has the potential to benefit children with pneumonia in nursing care.Keywords : airway clearance, chest physiotherapy, pneumonia.
HUBUNGAN PELAKSANAAN PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) TERHADAP TERJADINYA KECELAKAAN KERJA DI PT X DIVISI FABRIKASI BAJA Isna Novi Fitriyani; Nugrahadi Dwi Pasca Budiono
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 1 (2025): Vol. 10 No. 1 Juni 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i1.2072

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif, khususnya pada industri manufaktur seperti fabrikasi baja yang memiliki risiko tinggi terhadap kecelakaan kerja. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas yaitu pelaksanaan program K3 dengan variabel terikat yaitu kecelakaan kerja pada PT. X Divisi Fabrikasi Baja hubungan antara pelaksanaan program K3 dengan kecelakaan kerja khususnya pada PT X Divisi Fabrikasi Baja. Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Data diambil secara total sampling pada PT X Divisi Fabrikasi Baja pada tahun 2025. Data yang didapatkan berupa data primer melalui persebaran form kuesioner pada pekerja pada PT X Divisi Fabrikasi Baja.Hasil penelitian dari sejumlah 73 responden laki-laki dan perempuan dengan rentang usia 16 hingga 59 tahun, dan melakukan perhitungan hasil dengan uji lambda diperoleh nilai lambda sebesar 0,310 dengan nilai signifikansi 0,005, yang menunjukkan bahwa pelaksanaan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) mampu mengurangi ketidaktentuan dalam memprediksi kecelakaan kerja sebesar 31,0%. Terdapat pengaruh antara pelaksanaan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan terjadinya kecelakaan kerja di PT X Divisi Fabrikasi Baja.
UJI EFEKTIFITAS PELEMBAB DAN PENGECIL PORI DARI EMULGEL EKTRAK TEBU MERAH ( Sccharum officinarum L) Harahap, Cory; Harahap, SUSI YANTI; Nurelilasari; Harahap, Mhd. Arsyad E Rambe
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 1 (2025): Vol. 10 No. 1 Juni 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i1.2075

Abstract

ABSTRAK Ekstrak tebu merah mengandung Sukrosa dan Asam askorbat . Sukrosa merupakan zat aktif yang bekerja sebagai humektan dengan cara menarik air, meningkatkan hidrasi stratum corneum dan mempertahankan kelembaban, sedangan asam askorbat yang dapat dipakai untuk membersihkan kulit dan pori-pori sehingga dapat memperhalus kulit, membantu mengurangi keriput, menyamarkan noda dan membantu memperbaiki penampilan kulit secara keseluruhan. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah emulgel dari ekstrak tebu merah mamiliki efek pelembab dan mampu mengecilkan pori. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimental, meliputi pembuatan ekstrak tebu merah, formulasi sediaan emulgel, uji organoleptik, uji homogenitas, uji daya sebar, uji daya lekat, pengukuran pH, uji viskositas, uji iritasi, dan uji efektivitas pelembab dan pengecil pori pada kulit sukarelawan selama 4 minggu dengan konsentrasi ekstrak tebu merah 3%, 4,5%, 6%. Hasil penelitian diperoleh F0 memiliki warna putih tulang dan tidak berbau, F1 memiliki warna putih kekuningan, F2, dan F3 memiliki warna cream dan aroma khas tebu merah, pH rata-rata 5,08, viskositas sediaan rata-rata 2.539,5 cps, daya sebar rata-rata 5,4 cm, daya lekat rata-rata 1,60 detik dan tidak menyebabkan iritasi. Persentase peningkatan kadar air pada sukarelawan yang memakai emulgel formula F0, F1, F2, dan F3, meningkat sebesar 7,4%, 9,2%, 12,8%, 8,9%, dan Rata-rata Persentasi pengecilan pori adalah F0 6,3%, F112,7%, F2 11,8%, F3 9,3%. Kesimpulan Formula F2 (emulgel ekstrak tebu merah 4,5%) memiliki persentase peningkatan kadar air yang lebih baik, dan pengukuran besar pori menjadi lebih kecil dibandingkan kondisi awal. Kata Kunci : Ekstrak tebu merah, Emulgel, Pelembab, Pori ABSTRACT Red sugar cane extract contains sucrose and ascorbic acid. Sucrose is an active substance that works as a humectant by attracting water, increasing hydration of the stratum corneum and retaining moisture, while ascorbic acid can be used to clean the skin and pores so that it can soften the skin, help reduce wrinkles, disguise blemishes and help improve the appearance of the skin. overall. The aim of the research was to find out whether emulgel from red sugar cane extract had a moisturizing effect and was able to shrink pores. This research method uses experimental methods, including making red sugar cane extract, emulgel preparation formulation, organoleptic tests, homogeneity tests, spreadability tests, adhesion tests, pH measurements, viscosity tests, irritation tests, and moisturizing and pore-reducing effectiveness tests on volunteer skin. for 4 weeks with red sugar cane extract concentrations of 3%, 4.5%, 6%. The research results showed that F0 had a bone white color and had no odor, F1 had a yellowish white color, F2 and F3 had a cream color and a typical aroma of red sugar cane, an average pH of 5.08, an average dosage viscosity of 2,539.5 cps, the average spread of 5.4 cm, average adhesion of 1.60 seconds and does not cause irritation. The percentage increase in water content in volunteers who used emulgel formulas F0, F1, F2, and F3, increased by 7.4%, 9.2%, 12.8%, 8.9%, and the average percentage of pore reduction was F0 6.3%, F112.7%, F2 11.8%, F3 9.3%. Conclusion: Formula F2 (red sugar cane extract emulgel 4.5%) has a better percentage increase in water content, and the pore size measurement is smaller than the initial condition. Keywords: Red sugar cane extract, Emulgel, Moisturizer, Pore
Formulasi dan Evaluasi Serbuk Instan Kombinasi Jahe (Zingiber officinale varietas rubrum ) dan Kayu Manis (Cinnamomum zeylanicum) Insan, hafni nur; Yulia Vera; Elmi Sariani; Rini Fitriani Dongoran; Afrina Dewi; Ulma Sintia; Miftahul Khoiriyah Siregar
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 1 (2025): Vol. 10 No. 1 Juni 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i1.2080

Abstract

Jahe Merah (Zingiber officinale varietas rubrum ) dan kayu manis (Cinnamomum zeylanicum) merupakan tanaman yang memiliki banyak khasiat untuk kesehatan. Kedua tanaman ini dapat diolah dalam bentuk serbuk instan untuk memudahkan dalam bentuk penyajian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi serta mengetahui kadar air, kadar abu dari serbuk instan kombinasi Jahe merah (Zingiber officinale varietas rubrum ) dan kayu manis (Cinnamomum zeylanicum). Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimental. yang dilakukan melalui uji organoleptic, uji hedonic, uji kadar air dan uji kadar abu di laboratorium. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa serbuk instan Jahe merah dapat dibuat melalui tahapan pencucian, penghalusan, pemasakan atau kristalisasi dan pengeringan serta pengayakan. Uji organoleptis menunjukkan semua formulasi serbuk memiliki aroma khas Jahe dan kayu manis serta memiliki warna krem pada formulasi 1, coklat muda pada formulasi 2, warna coklat pada formulasi 3 dan warna coklat tua pada formulasi 4. Kandungan kadar air yang terdapat pada serbuk instan kombinasi Jahe merah dan kayu manis yaitu F1 (4,25%), F2 (0,90%), F3 (0,73%), F4 (0,60%). Kadar air ini telah sesuai dengan persyaratan mutu obat tradisional oleh PerKaBPOM Nomor 12 tahun 2014 dan kandungan kadar abu yang terdapat pada serbuk adalah 2,5%. Kadar ini belum memenuhi syarat mutu menurut (SNI) 01-4320-1996. Yaitu 1,5% Hasil uji hedonik menunjukkan bahwa Formula 1 lebih disukai oleh responden. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa kombinasi jahe merah (Zingiber officinale varietas rubrum) dan kayu manis (Cinnamomum zeylanicum) dapat diformulasikan ke dalam bentuk sediaan serbuk instan.
PENGARUH PELATIHAN K3 TERHADAP KECELAKAAN KERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT X Rohmatul Afiyah; Nugrahadi Dwi Pasca Budiono
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 1 (2025): Vol. 10 No. 1 Juni 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i1.2081

Abstract

Pelatihan K3 membangun budaya keselamatan yang kuat di perusahaan di mana semua orang berpartisipasi secara aktif dalam menjaga keselamatan dan kesehatan rekan kerja mereka dan diri mereka sendiri. Kecelakaan kerja adalah kecelakaan yang terjadi di tempat kerja atau selama perjalanan pulang dari tempat kerja. Penyebab kecelakaan kerja adalah situasi bahaya yang berkaitan dengan cara kerja, mesin, lingkungan kerja, sifat pekerjaan, dan proses produksi. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Dalam sampel penelitian ini, pengambilan secara acak sederhana digunakan untuk 205 perawat di Rumah Sakit X, yang diperoleh menggunakan rumus Slovin. Salah satu instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian ini, yang menggunakan uji regresi logistik sederhana, menunjukkan bahwa pelatihan kesehatan dan keselamatan (K3) memiliki dampak yang signifikan terhadap kecelakaan kerja. Rumah Sakit X harus menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman bagi seluruh tenaga kesehatan dengan terus meningkatkan kualitas dan konsistensi pelatihan K3.
HUBUNGAN PEMENUHAN GIZI DAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN PENGELUARAN ASI PADA IBU POST PARTUM DI PMB NELLY MARLINA HARAHAP KOTA PADANGSIDIMPUAN TAHUN 2025 Pebrianthy, Lola; Saragih, Sarli; Sri Sartika Sari Dewi Siregar; Murni ariani harefa
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 1 (2025): Vol. 10 No. 1 Juni 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i1.2086

Abstract

Ibu menyusui memerlukan gizi yang cukup untuk kesehatan tubuh dan bayinya. Gangguan psikologi pada ibu menyebabkan berkurangnya pengeluaran ASI. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui hubungan pemenuhan gizi dan tingkat kecemasan dengan pengeluaran ASI pada ibu post partum di PMB Nelly Marlina Harahap Kota Padangsidimpuan Tahun 2025. Jenis penelitian ini menggunakan desain Crossecsional study. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu post partum yang memberikan ASI kepada bayinya yaitu sebanyak 30 orang di PMB Nelly Marlina Harahap dengan jumlah sampel adalah 30 orang. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Hasil penelitian diperoleh bahwa ada hubungan antara pemenuhan gizi (p value = 0,025) dan tingkat kecemasan (p value = 0,001) dengan pengeluaran ASI pada ibu post partum di PMB Nelly Kota Padangsidimpuan Tahun 2025. Kesimpulan diperoleh bahwa ada hubungan pemenuhan gizi dan tingkat kecemasan dengan pengeluaran ASI pada ibu post partum. Diharapkan kepada ibu agar menambah pengetahuan mengenai pemenuhan gizi pada ibu post partum agar ibu dapat menghasilkan ASI yang banyak serta menjaga kondisi psikolgi yang baik agar tidak terjadi stres yang berlebihan.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN PUDING AIR KELAPA (COCONUT WATER PUDDING) UNTUK MENINGKATKAN HEMOGLOBIN PADA IBU NIFAS PUSKESMAS SIDODADI Joharmi; Lisda Ramadani
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 1 (2025): Vol. 10 No. 1 Juni 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i1.2091

Abstract

Upaya untuk meningkatkan kadar hemoglobin rendah pada ibu nifas bisa dilakukan dengan terapi farmokologi dan non farmokologi. Secara non farmokologi bisa dilakukan dengan pemberian pudding air kelapa untuk meningkatkan kadar hemoglobin. Kandungan yang terdapat di dalam air kelapa mengandung jumlah zat besi, protein, lemak, karbohidrat, gula, vitamin, elektrolit dan pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian pudding air kelapa untuk meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu nifas. Penelitian menggunakan quasi eksperimen dengan rancangan penelitian pretest-posttest with control group design, yang dilakukan pada 30 ibu nifas yang mengalami HB rendah dengan teknik total sampling. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji paired sample t-test. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kadar hemoglobin pada ibu nifas sebelum diberikan puding air kelapa (pretest) rata-rata 9,93 gr/dL dan sesudah mengkonsumsi puding air kelapa (post test) rata-rata 11,33 gr/dL. Dilihat dari rata-rata kadar Hb pada ibu nias sebelum dan sesudah mengkonsumsi puding air kelapa ternyata mengalami peningkatan yaitu sebesar 1,40 gr/dL. Hasil ini menunjukkan bahwa mengkonsumsi puding air kelapa dapat meningkatkan kadar Hb pada ibu nifas di Puskesmas Sidodadi Tahun 2025.Hasil uji t paired sample test didapatkan bahwa nilai thitung­ 15,975 dengan nilai p value = 0,000, dimana nilai p value < 0,05 yang berarti Ha diterima. Hal ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan kadar hemoglobin pada ibu nifas sebelum dan sesudah pemberian puding air kelapa di Puskesmas Rawang Pasar IV Tahun 2023. Dari penelitian ini adalah pemberian referen air kelapa terbukti efektif dalam meningkatkan kadar Hb pada Ibu Nifas di Puskesmas Sidodadi Tahun 2025. Petugas kesehatan dapat memberikan edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat khususnya ibu nifas tentang bahan-bahan makanan dan minuman yang dapat meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu nifas, sehingga masyarakat dapat mengaplikasikannya dalam menjaga asupan gizi dan nutria kepada ibu nifas.