cover
Contact Name
Putri Hana Pebriana
Contact Email
putripebriana99@gmail.com
Phone
+6285321149444
Journal Mail Official
konselingjpdk@gmail.com
Editorial Address
https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jpdk/about/editorialTeam
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Konseling
ISSN : ISSN2685     EISSN : 2685936X     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan dan Konseling merupakan wadah bagi para peneliti untuk mengembangkan kompetensinya dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Adapun scope jurnal ini berkaitan dengan pendidikan, sosial sains dan konseling. Jurnal ini terbit enam kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember. Jurnal terdaftar dengan E-ISSN: 2685-936X dan P-ISSN: 2685-9351
Articles 5,452 Documents
Peningkatan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Problem Based Learning pada kelas V SDN 02 Temuireng Tahun Pelajaran 2022/2023 Nur Novianti; Sumarno Sumarno; Susi Susanti
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.7033

Abstract

Latar belakang penelitian ini yaitu Model pembelajaran yang digunakan belum inovatif dalam proses pembelajaran. Aktivitas belajar siswa rendah dilihat dari siswa kurang aktif dalam proses pembelajaran karena pembelajaran masih berpusat pada guru. Pembelajaran masih dominan menggunakan metode ceramah sehingga siswa mudah bosan dan jenuh. Di kelas V SDN 02 Temuireng. Dari latar belakang tersebut, disusun rumusan masalah yaitu “Bagaimana penerapan model Problem Based Learning untuk meningkatkan hasil belajar siswa tema 1 organ gerak hewan dan manusia pada kelas V SDN 02 Temuireng tahun pelajaran 2022/2023?”. “Bagaimana penerapan model Problem Based Learning untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa tema 1 organ gerak hewan dan manusia pada kelas V SDN 02 Temuireng tahun pelajaran 2022/2023?”. “Bagaimana penerapan model Problem Based Learning untuk meningkatkan aktivitas guru tema 1 organ gerak hewan dan manuisa pada kelas V SDN 02 Temuireng tahun pelajaran 2022/2023?”. Berdasarkan permasalahan tersebut, peneliti menerapkan model Problem Based Learning sebagai upaya meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas V SDN 02 Temuireng tahun ajaran 2022/2023 sejumlah 27 orang siswa. Penelitian dilaksanakan dalam 3 siklus, masing-masing siklus terdiri dari 2 pertemuan. Sumber data dalam penelitian ini yaitu siswa kelas V, guru kelas, dan data dokumen. Data yang dihimpun merupakan data kualitatif meliputi aktivitas belajar siswa dan aktivitas guru, dan data kuantitatif mencakup hasil belajar siswa, rata-rata kelas, dan ketuntasan belajar klasikal. Teknik pengumpulan data berupa tes dan non tes yang meliputi pengamatan dan dokumentasi. Alat pengumpul data berupa tes dan lembar pengamatan (observasi). Penelitian ini dinyatakan berhasil apabila hasil belajar siswa, aktivitas belajar siswa, dan aktivitas guru meningkat sesuai indikator keberhasilan yang telah ditentukan. Hasil penelitian siklus I menunjukkan bahwa ketuntasan belajar siswa sebesar 44,4% dengan rata-rata kelas 66,67. Sementara itu, aktivitas belajar siswa dan performansi guru memperoleh nilai 57,42% dan 76. Dengan hasil yang diperoleh, peneliti belum dapat memenuhi indikator keberhasilan. Oleh karena itu, peneliti mengadakan perbaikan di siklus II supaya hasil penelitian dapat meningkat. Pada siklus II, ketuntasan belajar siswa mencapai 66,67% dengan rata-rata kelas 73,7. Aktivitas belajar siswa meningkat menjadi 74,22%, sedangkan performansi guru meningkat menjadi 78. Dengan hasil yang diperoleh, peneliti belum dapat memenuhi indikator keberhasilan. Oleh karena itu, peneliti mengadakan perbaikan di siklus III supaya hasil penelitian dapat meningkat. Pada siklus III, ketuntasan belajar siswa mencapai 77,78% dengan rata-rata kelas 78,14. Aktivitas belajar siswa meningkat menjadi 83,20%, sedangkan performansi guru meningkat menjadi 92. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa, rata-rata kelas, ketuntasan belajar klasikal, dan aktivitas belajar siswa kelas V SDN 02 Temuireng .
Implementasi Case Based Method dan Team Based Project Pada Perancangan Desain Kemasan UMKM Kota Cimahi Nanang Ganda Prawira; Arief Johari; Aditya Aditama Putri Hikmatyar
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.7034

Abstract

Program studi Desain Komunikasi Visual saat ini banyak mengarahkan mahasiswa untuk mendukung upaya branding sebuah institusi hingga Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Mata kuliah Desain Kemasan dalam program studi DKV UPI turut melaksanakan pengajaran tersebut melalui proses desain yang berjalan selama satu semester. Mata kuliah tersebut berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah Kota Cimahi dalam pengembangan UMKM di bawah binaan Dinas Perindustrian Kota Cimahi. Salah satu butir programnya yaitu Pengembangan Desain Kemasan Produk UMKM. Ada sekitar 24 UMKM di bidang kuliner yang membutuhkan pengembangan usaha melalui solusi desain. Pada riset awal ditemukan masalah yang urgen untuk dikembangkan yaitu identitas visual usaha dan desain kemasannya. UMKM sangat membutuhkan pengembangan yang terintegrasi untuk meningkatkan citra produk dan identitas yang kompetitif, agar kesejahteraan masyarakat pengusaha mikro berkembang dengan pesat. Strategi pembelajaran yang digunakan yaitu Case Based Method dan Team Based Project dengan metode penelitian dan pengembangan (R&D) serta analisis data dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian dan pengembangan berupa desain kemasan dapat menjadi produk yang dihilirisasi oleh masyarakat pengusaha untuk diproduksi secara massal. Hasil pembelajaran ini merupakan upaya dalam meningkatkan mutu pembelajaran dan penguatan kompetensi pada program studi Desain Komunikasi Visual FPSD Universitas Pendidikan Indonesia serta mengembangkan jejaring kemitraan dengan Pemerintah Daerah dan Masyarakat.
Menyelisik Ajaran Multikultural Melalui Pendidikan Islam Sulaiman W; Zainuddin Zainuddin
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.7035

Abstract

Keragaman dalam hidup tidak terbantahkan. Oleh karena itu, multikulturalisme sebagai cara pandang yang sesuai bagi kehidupan manusia adalah langkah baik untuk mempererat silaturrahmi antara sesama manusia. Tujuan tulisan ini adalah untuk menyelisik ajaran multikultural melalui pendidikan Islam. Melalui kajian data pustaka (Librari Research) dengan menggunakan content analysis yang diambil dari dokumen-dokumen, baik berupa buku-buku maupun kajian-kajian jurnal yang berhubungan dengan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa multikulturalisme tidak bertentangan dengan ajaran pendidikan Islam. Hal tersebut dapat di telisik kepada tiga aspek; (1) Aspek teologis, (2) Aspek historis, dan (3) Aspek sosiologis. Kata Kunci: Menyelisik, Ajaran Multikultural, Pendidikan Islam.   Abstract The diversity in life is undeniable. Therefore, multiculturalism as a perspective that is suitable for human life is a good step to strengthen friendship between human beings. The purpose of this paper is to investigate multicultural teachings through Islamic education. Through the study of library data (Library Research) using content analysis taken from documents, both in the form of books and journal studies related to the discussion, it can be concluded that multiculturalism does not conflict with the teachings of Islamic education. This can be investigated in three aspects; (1) Theological aspects, (2) historical aspects, and (3) sociological aspects.  
Peningkatan Kualitas Pembelajaran Tema 1 Indahnya Keberagaman Melalui Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Pada Siswa Kelas IV Semester I SDN 1 Ngawen Tahun Pelajaran 2022/2023 Nurfitha Auliya Aningsih; Arfilia Wijayanti; Kiswati Kiswati
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.7036

Abstract

Peneltian ini dilatar belakangi oleh hasil belajar tematik siswa yang masih tergolong rendah, dapat dilihat dari nilai rata-rata ulangan harian pada pembelajaran tematik yaitu 50 dengan ketuntasan belajar klasikal 30%. Hal ini disebabkan karena guru belum menerapkan metode dan model pembelajaran yang inovatif sesuai kondisi dan karakteristik siswa sehingga siswa jenuh dan pasif dalam mengikuti pembelajaran, dan keterbatasan media yang mendukung proses pembelajaran. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan dalam tiga siklus. Teknik analisis data dilakukan secara kuantitatif untuk mengetahui hasil belajar tematik siswa dan kualitatif untuk mengetahui aktivitas siswa dan keterampilan guru selama kegiatan pembelajaran. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tes, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas siswa, keterampilan guru dan hasil belajar tematik pada tiap siklusnya. Data hasil observasi Keterampilan guru pada siklus I mendapat skor sebanyak 31 termasuk kriteria baik. Sedangkan pada siklus II mendapat skor sebanyak 32 termasuk kriteria sangat baik dan pada siklus III mendapat skor sebanyak 35 termasuk kriteria sangat baik. Aktivitas siswa pada pembelajaran Tema 1 Indahnya Keberagaman mendapat skor pada siklus I memperoleh skor 31,15 dengan rata-rata 3,11 dan masuk dalam kreteria baik. Dan hasil pada siklus II mendapat skor 35,51 dengan rata-rata 3,55 dan masuk dalam kreteria baik, sedangkan pada siklus III mendapat skor 37,51 dengan rata-rata 3,7 dan masuk dalam kreteria sangat baik. Sehingga dapat dikategorikan bahwa aktivitas siswa pada penelitian ini meningkat setiap siklusnya. Selain itu dapat disimpulkan bahwa Model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan aktivitas siswa. Hasil belajar siswa pada pembelajaran Tema 1 Indahnya Keberagaman dengan menerapkan Model Problem Based Learning (PBL) mengalami peningkatan yaitu rata-rata hasil belajar kelas IV pada siklus I yaitu 67, pada siklus II yaitu 71, dan pada siklus III yaitu 86. Persentase siswa yang tuntas belajar pada siklus I hanya 15 siswa sebanyak 50%, pada siklus II yaitu 18 siswa sebanyak 60%, dan pada siklus III yaitu 30 siswa sebanyak 100% . Dengan demikian dapat disimpulkan hasil belajar siswa meningkat setiap siklusnya. Selain itu dapat disimpulkan bahwa Model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa Tema 1 Organ Gerak Hewan Dan Manusia Pada Kelas V SDN 1 Kutoharjo Rembang Tahun Pelajaran 2022/2023 Yasinta Juwita Permatasari; Ngatmini Ngatmini; Estiyani Estiyani
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.7037

Abstract

Latar belakang penelitian ini yaitu Model pembelajaran yang digunakan belum inovatif dalam proses pembelajaran. Aktivitas belajar siswa rendah dilihat dari siswa kurang aktif dalam proses pembelajaran karena pembelajaran masih berpusat pada guru. Pembelajaran masih dominan menggunakan metode ceramah sehingga siswa mudah bosan dan jenuh. Di kelas V SDN 02 Temuireng. Dari latar belakang tersebut, disusun rumusanmasalah yaitu “Bagaimana penerapan model Problem Based Learning untuk meningkatkan hasil belajar siswa tema 1 organ gerak hewan dan manusia pada kelas V SD Negeri 1 Kutoharjo tahun pelajaran 2022/2023?”. “Bagaimana penerapan model Problem Based Learning untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa tema 1 organ gerak hewan dan manusia pada kelas V SD Negeri 1 Rembang tahun pelajaran 2022/2023?”. Berdasarkan permasalahan tersebut, peneliti menerapkan model Problem Based Learning sebagai upaya meningkatkan hasil belajar siswa.Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas V SD Negeri 1 Kutoharjo tahun ajaran 2022/2023 sejumlah 28 orang siswa. Penelitian dilaksanakan dalam 3 siklus. Sumber data dalam penelitian ini yaitu siswa kelas V, guru kelas, dan data dokumen. Data yang dihimpun merupakandata kualitatif meliputi aktivitas belajar siswa dan dan data kuantitatif mencakup hasil belajar siswa, rata-rata kelas, dan ketuntasan belajar klasikal. Teknik pengumpulan data berupa tes dan non tes yang meliputi pengamatan dan dokumentasi. Alat pengumpul data berupa tes dan lembar pengamatan (observasi). Penelitian ini dinyatakan berhasil apabila hasil belajar siswa dan aktivitas belajar siswa meningkat sesuai indikator keberhasilan yang telah ditentukan. Hasil penelitian siklus I menunjukkan bahwa ketuntasan belajar siswa sebesar 42,85% dengan rata-rata kelas 63,92. Sementara itu, aktivitas belajar siswa memperoleh nilai 58,93%. Dengan hasil yang diperoleh, peneliti belum dapat memenuhi indikator keberhasilan. Oleh karena itu, peneliti mengadakan perbaikan di siklus II supaya hasil penelitian dapat meningkat. Pada siklus II, ketuntasan belajar siswa mencapai 46,42% dengan rata-rata kelas 67,14. Aktivitas belajar siswa meningkat menjadi 69,98%. Dengan hasil yang diperoleh, peneliti belum dapat memenuhi indikator keberhasilan. Oleh karena itu, peneliti mengadakan perbaikan di siklus III supaya hasil penelitian dapat meningkat. Pada siklus III, ketuntasan belajar siswa mencapai 85,71% dengan rata- rata kelas 79,64. Aktivitas belajar siswa meningkat menjadi 82,62%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa, rata- rata kelas, ketuntasan belajar klasikal, dan aktivitas belajar siswa kelas V SD Negeri 1 Kutoharjo.
Peningkatan Keaktifan Dan Hasil Belajar Peserta Didik Melalui Model Discovery Learning Berbantu Media Ular Tangga Edukatif Pada Pembelajaran Tema 1 Kelas III SDN 2 Babadan Pramudya Wardhana; Ngatmini Ngatmini; Anik Dwi Wahyuni
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.7038

Abstract

Keaktifan dan motivasi belajar peserta didik rendah dengan prosentase keaktifan belajar yaitu sebeser 48% pada kriteria rendah, dan 52% pada kriteria sedang dan rata-rata keaktifan mencapai 49,68 yaitu pada kategori rendah. Pemanfaatan penggunaan media kurang menarik sehingga berdampak pada hasil belajar peserta didik rendah yaitu sebanyak 71,4 % tidak tuntas dari KKM dan yang tuntas KKM sebanyak 28,6 % dari jumlah siswa 21 anak. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik pada pembelajaran tema 1 melalui model Discovery Learning berbantu media ular tangga edukatif di kelas III semester I SD Negeri 2 Babadan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dengan tiga siklus terdiri dari dua kali pertemuan setiap siklus. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif terhadap data berupa dokumen hasil pekerjaan peserta didik, daftar nilai dan lembar observasi. Hasil penelitian setelah dilakukan tindakan menggunakan model Discovery Learning berbantu media ular tangga edukatif, kektifan belajar peserta didik pada siklus I menunjukan peningkatan yang signifikan yaitu sebesar 70,79 pada kategori sedang, siklus II meningkat Kembali menjadi 78,73 dan siklus III sebesar 80,90 pada kategori tinggi. Sedangkan hasil belajar peserta didik pada siklus I juga mengalami peningkatan yaitu 71,4% peserta didik tuntas KKM dengan rata-rata 71,6. Pada siklus II kembali meningkat menjadi 80,2% tuntas KKM dengan rata-rata 75,47 sedangkan pada siklus III ada peningkatan menjadi 95,2% tuntas KKM dengan rata-rata hasil belajar sebesar 81,85. Disimpulkan bahwa model pembelajaran Discovery Learning berbantu media ular tangga edukatif dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik pada pembelajaran tema 1 kelas IIIsemester I SD Negeri 2 Babadan.
Peningkatan Hasil Belajar Tema 1 Pertumbuhan Dan Perkembangan Makhluk Hidup Melalui Model Problem Based Learning Pada Siswa Kelas III SDN Sidomulyo 02 Ribut Dwi Susanti; Ngatmini Ngatmini; Wahyuningsih Rahayu
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.7039

Abstract

Latar belakang penelitian ini yaitu model pembelajaran yang digunakan belum inovatif dalam proses pembelajaran. Aktivitas belajar siswa rendah dilihat dari siswa kurang aktif dalam proses pembelajaran karena pembelajaran masih berpusat pada guru. Siswa kurang memahami materi yang disampaikan oleh guru. Hasil belajar siswa yang rendah dengan 63,16 % di bawah KKM yaitu 70. Di kelas III SDN Sidomulyo 02. Dari latar belakang tersebut disusun rumusan masalah yaitu” Bagaimana peningkatan hasil belajar tema 1 pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup melalui model Problem Based Learning pada siswa kelas III SDN Sidomulyo 02”. “Bagaimana peningkatan aktivitas siswa tema 1 pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup melalui model Problem Based Learning pada siswa kelas III SDN Sidomulyo 02”. “Bagaimana peningkatan aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran tema 1 pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup melalui model Problem Based Learning pada siswa kelas III SDN Sidomulyo 02”. Berdasarkan permasalahan tersebut peneliti menerapakan model Problem Based Learning sebagai upaya meningkatkan hasil belajar siswa.Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas III SDN Sidomulyo 02 tahun pelajaran 2022/2023 sejumlah 19 siswa. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus. Sumber data dalam penelitian ini yaitu kelas III, guru kelas dan data dokumen. Data yang dihimpun merupakan data data kualitatif meliputi aktivitas belajar siswa aktivitas guru serta data kuantitatif mencakup hasil belajar siswa, rata- rata kelas, dan ketuntasan belajar klasikal. Teknik pengumpulan data berupa tes dan dan non tes yang meliputi pengamatan dan dokumentasi. Alat pengumpul data berupa tes dan lembar pengamatan (observasi). Penelitian ini dinyatakan berhasil apabila hasil belajar siswa, aktivitas siswa dan aktivitas guru menungkat sesuai indikator keberhasilan yang ditentukan. Hasil penelitian siklus I menunjukkan bahwa ketuntasan belajar siswa sebesar 63,15 dengan rata- rata kelas 69,47. Sementara itu, aktivitas belajar siswa dan perfomansi guru memperoleh nilai 60,52% dan 64%. Dengan hasil yang diperoleh, peneliti belum dapat memenuhi indikator keberhasilan. Oleh karena itu, peneliti mengadakan perbaikan di siklus II supaya hasil penelitian dapat meningkat. Pada siklus II, ketuntasan belajar siswa mencapai 73,68% dengan rata-rata kelas 77,89. Aktivitas belajar siswa meningkat menjadi 73,02%, sedangkan performansi guru meningkat menjadi 84%. Dengan hasil yang diperoleh, peneliti belum dapat memenuhi indikator keberhasilan. Oleh karena itu, peneliti mengadakan perbaikan di siklus III supaya hasil penelitian dapat meningkat. Pada siklus III, ketuntasan belajar siswa mencapai 94,73% dengan rata- rata kelas 88,94. Aktivitas belajar siswa meningkat menjadi 83,87% sedangkan performansi guru meningkat menjadi 94,4%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa, rata-rata kelas, ketuntasan belajar klasikal, dan aktivitas belajar siswa kelas III SDN Sidomulyo 02.
Leadership Management of The Head of Madrasah Tukiran Tukiran
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.7049

Abstract

Leadership is the main determinant of the birth process of the dynamics of an education and the effectiveness of leadership. The importance of effective management in educational organizations is getting more and more attention from various parties. Educational institutions will be required to provide effective educational services to students and to the community. The head of the madrasa is the driving force for madrasa resources, especially teachers and madrasa employees. Principal leadership management gives freedom to every school principal (madrasah) to emphasize and prioritize certain competencies in accordance with the vision, mission of the school and their respective regions. Once the importance of the leadership role and the position of the principal or madrasah principal in improving the quality of schools and the quality of students in particular, there must be a continuous effort to evaluate and observe whether school principals have played a good role so that they can present themselves as effective leaders.
Quality Management Concept in Higher Education Tukiran Tukiran
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.7051

Abstract

Quality education is a necessity in the implementation of higher education and as one of the determinants for the development of the country. Quality graduates need a quality education system as well. In establishing a quality education system, in addition to human resources, facilities and infrastructure, curriculum and capital, quality management is also required. There are four areas of successful higher education management, such as: (1) students are satisfied with higher education services; (2) educational customers are satisfied with the service to their students; (3) shareholders are satisfied to have high-quality graduates who meet expectations; (4) lecturers and staff are satisfied with higher education services in several areas: division of labor, relations and communication between lecturers/leaders, employees, salary/honorarium received and services
Aplikasi Panduan Mendaki Gunung Berbasis Android Bambang Santoso; Ahmad Arifin; Simon Simarmata
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.7052

Abstract

Olah raga rekreasi adalah olah raga yang mementingkan kesenangan, kebugaran, dan kebersamaan. Olah raga memang mementingkan badan bergerak agar mendapatkan kesehatan dan fleksibilitas otot. Tapi tidak seperti olah raga prestasi, olah raga rekreasi tidak memerlukan latihan yang rutin dan terus menerus. Salah satu olah raga rekreasi yang mulai mendapat minat masyarakat adalah mendaki gunung.Mendaki gunung adalah olah raga yang sangat baik. Selain sehat karena bergerak, dapat menghirup udara segar gunung serta mengenalkan alam indah. Hanya saja, mendaki gunung dapat menimbulkan bahaya bagi pemula. Karenanya dua hal yang perlu dilakukan adalah menggalakkan olah raga ini di masyarakat, sekaligus memberikan penerangan kepada masyarakat mengenai bahaya gunung dan persiapan yang sebaiknya dilakukan sebelum melakukan pendakian. Tujuan pembuatan aplikasi ini adalah dua hal tersebut.Aplikasi ini dibuat di platform Android. Pemilihan platform ini dengan pertimbangan bahwa Android sudah merakyat di penduduk Indonesia, dan Android selalu dibawa ke mana pun mereka bergerak. Dengan membuat aplikasi di Android, diharapkan banyak orang sudah mempunyai perangkat cukup untuk mengunduh dan menjalankan aplikasi Panduan Mendaki Gunung ini. Setelah diinstal, aplikasi dapat dijalankan di mana pun dan kapan pun saat ada waktu luang.Aplikasi dibuat dengan IDE Android Studio, memakai bahasa Java. Karena Android sudah mempunyai JRE maka tidak ada kesulitan bagi pengguna untuk menginstal dan menjalankan aplikasi ini.