Jurnal Pendidikan dan Konseling
Jurnal Pendidikan dan Konseling merupakan wadah bagi para peneliti untuk mengembangkan kompetensinya dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Adapun scope jurnal ini berkaitan dengan pendidikan, sosial sains dan konseling. Jurnal ini terbit enam kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember. Jurnal terdaftar dengan E-ISSN: 2685-936X dan P-ISSN: 2685-9351
Articles
5,452 Documents
Implementasi Pembinaan Dalam Meningkatkan Spiritualitas Warga Binaan Pemasyarakatan di Lapas Narkotika Kelas IIB Banyuasin
M. Anugrah Bimantara;
Denny Nazaria Rifani
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.8460
Correctional institutions are one of the places for fostering people who are ensnared by the law. It is hoped that the implementation of the coaching will enable the inmates to be able and able to recognize themselves, avoiding the inmates from repeating their actions. The purpose of this study was to determine the implementation of coaching in improving the spirituality of the inmates in the prison of Narcotics Class IIB Banyuasin. This study uses a qualitative method located in the Narcotics Prison Class IIB Banyuasin. Sources of data obtained from direct object observation and supported by interviews. The data analysis technique uses data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results obtained from this study indicate that the implementation of guidance in the Class IIB Banyuasin Prison has been carried out well and positively with the help of third party collaboration from the Banyuasin Ministry of Religion, the Zakat charity Foundation (Yazri) PT Pusri, the Benevolent Foundation of the city of Palembang, and the An-nur Islamic Boarding School. This cooperation resulted in several programs that have been implemented well. The obstacles that occur in the implementation of spiritual development are related to the coaching officers owned by Lapass which still amount to 1 (one) person, the lack of a budget that meets the activities, the methods given to inmates who are still monotonous, and the lack of motivation of inmates to take part in spiritual development activities.
Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai Di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Purwodadi
Candra Budi Pustiko Mulyo;
Kusmiyanti Kusmiyanti
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.8461
Kinerja pegawai merupakan salah satu bentuk penilaian dalam hal kuantitas dan kualitas pekerjaan. Menigkatnya kinerja seorang pegawai dapat dioengaruhi oleh beberapa hal, salah satunya yakni budaya organisasi. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja pegawai di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Purwodadi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif untuk mendapatkan hasil yang diharapkan. Peneliti mendapatkan data melalui kuesioner yang dibagikan terhadap 71 responden yang keseluruhannya merupakan pegawai Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Purwodadi. Jumlah pertanyaan yang diberikan kepada responden berjumlah 34 pertanyaan yang relevan dengan variabel penelitian. Pengujian yang dilakukan sebagai dasar analisis adalah pengujian linear sederhana, pengujian normalitas, pengujian determinasi, dan pengujian signifikasi menggunakan aplikasi IBM SPSS 25. Melalui pengujian determnasi didapatkan nilai R square sebesar 0,609. Nilai tersebut adalah besar pengaruh variabel budaya organisasi sebagai variabel bebas yang memiliki pengaruh sebesar 60.9% terhadap variabel kinerja pegawai sebagai variabel terikat. Dilakukan pengujian t untuk menentukan hipotesis penelitian yang diterima dan ditolak. Dari hasil perhitungan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti terdapat pengaruh variabel budaya organisasi terhadap variabel kinerja pegawai. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara budaya organisasi dan kinerja pegawai di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Purwodadi.
Analisis Faktor Penyebab Terjadinya Kerusuhan di Lapas Kelas IIB Warungkiara Dengan Metode Diagram Fishbone
Rosad Robana;
Padmono Wibowo
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.8462
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya kerusuhan di dalam lapas. lembaga pemasyarakatan sendiri ialah tempat untu pelaku tindak pidana yang sudah mendapatkan kepastian hukum menjalankan masa humkumannya dengan menjalakan program pembinaan, yang bertujuan membina narapidana agar dapat kembali ke masyarakat setelah melaksnakan masa hukumannya. Didalam lapas narapidana di satukan dengan narapidana lainnya dalam satu kamar hunian. Seperti hal nya bermasyarakat diluar sana, di dalam lapas pula sering adanya konflik antar narapidana yang dapat dipicu dari berbagai hal. Konflik ini bila dibiarkan dan tidak ditindaklanjuti maka akan memberikan dampak yang luar biasa yaitu kerusuhan secara besar besaran di dalam lapas, kerusuhan sendiri bisa mengganggu kestabilan organisasi di dalam lapas baik dari segi materil maupun keselamatan petugasnnya sendiri.Oleh karena itu, dalam upaya pencegahan potensi kerusuhan di Lapas, penelitian tentang factor penyebab terjadinya kerusuhan di Lapas dilakukan dengan menggunakan variabel berupa kasus kerusuhan di beberapa tempat yang pernah terjadi sebelumnya sehingga dapat diidentifikasi lebih dalam. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data beruba wawancara langsung dan analisis tulang ikan, atau diagram fishbone.
Tingkat Kontrol Diri Siswa dalam Pencegahan Pornografi
Rosdialena Rosdialena;
Anggi Fitria;
Thaheransyah Thaheransyah;
Jasman Jasman
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.8463
Kontrol diri siswa yang rendah bisa menyebabkan munculnya pornografi. Pornografi merupakan media yang dapat mempengaruhi remaja untuk berperilaku seksual berisiko. Kontrol diri merupakan suatu kecakapan individu dalam kepekaan membaca situasi diri dan lingkungannya serta kemampuan untuk mengontrol dan mengelola faktor-faktor perilaku sesuai dengan situasi dan kondisi untuk menampilkan diri dalam melakukan sosialisasi. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan kontrol diri siswa di MTs S Bukit Barisan. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif. Sampel penelitian ini berjumlah 128 siswa yang diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala kontrol diri dalam pencegahan pornografi dengan nilai reliabilitas sebesar (0,888). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa yaitu sebanyak 84 orang (65,6%) siswa memiliki kontrol diri “sedang” dalam pencegahan pornografi, lalu sebagian kecil siswa yaitu sebanyak 3 orang (2,3%) siswa memiliki kontrol diri yang “rendah” dalam pencegahan pornografi. Selanjutnya, sebanyak 7 orang (5,5%) siswa memiliki kontrol diri yang “sangat tinggi” dalam pencegahan pornografi dan sebanyak 34 orang (26,6%) siswa memiliki kontrol diri yang “tinggi” dalam pencegahan pornografi. Hasil penelitian secara umum menunjukkan bahwa kontrol diri siswa berada pada kategori sedang dengan persentase 65,6 % dan perlu untuk ditingkatkan agar mencegah pornografi. Hasil penelitan ini dapat dijadikan sebagai dasar oleh guru BK dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling untuk mencegah perilaku pornografi siswa di sekolah.
Pengaruh Layanan Bimbingan Kelompok Teknik Sosiodrama Terhadap Perilaku Etis Siswa Kelas XI IPS SMAN 6 Semarang
Ega Rizqi Fitri Ardiana;
Yovitha Juliejantiningsih;
Ismah Ismah
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.8465
Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan yang berkaitan dengan perilaku etis siswa khususnya pada siswa kelas XI IPS SMAN 6 Semarang. Dari DCM yang disebar, diperoleh hasil bidang Pribadi sebesar 49,67%; bidang Sosial 49,57%; bidang Belajar 50,00%; dan bidang Karier sebesar 23,04%. Namun menurut penuturan guru BK, terdapat permasalahan yang tidak terlihat yaitu mengenai perilaku siswa yang masih seenaknya sendiri. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh Bimbingan Kelompok teknik Sosiodrama terhadap perilaku etis siswa kelas XI IPS SMAN 6 Semarang. Jenis penelitian ini ialah penelitian kuantitatif dengan design True Eksperimen jenis Pretest-Postest Control Group Design. Populasi penelitian ini berjumlah 108 siswa dari 3 kelas. Sample yang digunakan 20% dari populasi yaitu sebanyak 22 siswa yang diperoleh secara acak menggunakan Cluster Random Sampling. Hasilnya, melalui uji t atau t-test dengan bantuan SPSS 26 diperoleh nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa nilai signifikansi (2-tailed) < 0,05. Sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Jadi, ada pengaruh yang signifikan terhadap perilaku etis siswa kelas XI IPS SMAN 6 Semarang setelah diberikan tindakan layanan Bimbingan Kelompok teknik Sosiodrama.
Kesinergian Antara Balai Pemasyarakatan kelas II B Magelang Dengan Kelompok Peduli Pemasyarakatan Dalam menyuksesan Program Reintegrasi Sosial
Akhmad Abddurasyid;
Ali Muhammad
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.8467
Pidana merupakan hukuman yang diberikan kepada seseorang yang melakukan tindakan kejahatan. Penghukuman merupakan bentuk tindakan yang diberikan kepada orang yang melakukan tindak pidana atau melakukan pelangaran terhadap hukum. Balai Pemasyarakatan ialah suatu pranata guna melaksanakan bimbingan Klien Pemasyarakatan. Dalam Pasal 2 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang pemasyarakatan, disebutkan bahwa pembinaan dan pembimbingan Warga Binaan Pemasyarakatan meliputi program bimbingan kepribadian dan bimbingan kemandirian. Oleh karena itu, pembimbing kemasyarakatan sangat berperan dalam proses pembinaan terhadap warga binaan pemasyarakatan yaitu dengan melakukan penelitian kemasyarakatan, assessment resiko dan kebutuhan yang berguna untuk Lembaga Pemasyarakatan dalam melakukan pembinaan dan rehabilitasi narkotika terhadap Warga Binaan untuk membantu proses pembimbingan kemandirian klien Pemasyarakatan. Kelompok masyarakat peduli pemasyarakatan merupakan suatu bentuk upaya dengan melibatkan masyarakat dalam mencapai tujuan sistem pemasyarakatan yaitu reintegrasi sosial. Reintegrasi sosial terjadi didasarkan kepada premis bahwa kejahatan ialah sebuah tindakan yang dilakukan dengan sengaja. Dalam hal ini seseorang tidak dapat dihukum jika hanya dalam pemikirannya saja, tetapi harus ada tindakan atau kealpaan sehingga dapat disebut sebagai tindak kejahatan.
Analisis Swot Dalam Menentukan Strategi Kualitas Pembinaan Kepada Narapidana
Deca Zuhfi Alfarizi;
Padmono Wibowo
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.8468
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi pelayanan pembinaan yang baik di dalam lapas serta untuk mengetahui faktor yang menjadi kendala dan masalah dalam melakukan kerjasama dari pihak luar dalam melakukan pembinaan dan juga merumuskan strategi peningkatan kualitas pelayanan pembinaan yang tepat melalui analisis SWOT (Strengths,Weaknesses, Opportunities dan Threats) di lembaga pemasyarakatan Kelas IIA Samarinda. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, kuisioner dan studi kepustakaan Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adalah dengan menggunakan alat analisis SWOT, maka dapat menggunakan alternatif strategi-strategi berikut : Strategi SO: Memanfaatkan kualitas pegawai, Memanfaatkan sumber daya manusia, Mengembangkan inovasi-inovasi terkait pelayan pembinaan. Strategi WO: Pengembanagan Sumber daya Manusia, Penambahan anggaran, Penambahan sarana dan prasarana. Strategi ST: Mempertahankan kualitas pembinaan, Menjamin kualitas pelayanan dalam pembinaan. Strategi WT: Mengembangkan kualitas pelayanan pembinaan, Mengembangkan sumber daya manusia.
Pengembangan Buku Cerita Bergambar Pada Pembelajaran Tema Selalu Berhemat Energi Kelas IV Sekolah Dasar
Aldi Fakhrul Najib;
Prasena Arisyanto;
Wawan Priyanto
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.8469
Latar belakang yang mendorong penelitian ini adalah peserta didik tidak tertarik dengan buku bacaan yang memuat pengetahuan atau buku pelajaran, peserta didik lebih tertarik membaca buku cerita, komik dan buku yang didalamnya memuat gambar-gambar saja. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik, kevalidan dan kepraktisan media buku cerita bergambar untuk pembelajaran tema selalu berhemat energi. Hasil penelitian yaitu pengembangan buku cerita bergambar dalam bentuk digital atau e-book. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (research and development). Rata-rata persentase kevalidan media dari ahli materi sebesar 93% dan persentase rata-rata keseluruhan hasil dari ahli media yaitu 93%. Persentase hasil tanggapan guru terhadap media buku cerita bergambar yaitu sebesar 93% dan persentase hasil tanggapan peserta didik keseluruhan sebesar 90%. Berdasarkan dari hasil validasi pada ahli materi dan ahli media serta hasil tanggapan guru dan peserta didik terhadap media buku cerita bergambar dapat disimpulkan bahwa media dinyatakan valid dan praktis, dapat digunakan dalam pembelajaran. Saran yang dapat disampaikan adalah guru dapat menggunakan media pembelajaran buku cerita bergambar pada proses pembelajaran.
Meta Analisis : Efektivitas Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Dan Problem Solving (PS) Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Pada Mata Pelajaran Matematika Kelas V SD
Lista Filiana Sumpa;
Adi Winanto
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.8470
Penelitian ini memiliki tujuan untuk menguji perbedaan efektivitas model Problem Based Learning (PBL) dibanding model Problem Solving (PS) dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada mata pelajaran matematika siswa kelas V SD dengan metode meta analisis. Penelitian ini digunakan metode berupa meta analisis. Populasi penelitian yaitu berupa artikel ilmiah yang telah dipublikasikan pada jurnal berskala nasional tentang digunakannya model Problem Based Learning (PBL) dan Problem Solving (PS) yang telah dilakukan penerbitan 10 tahun terakhir. Sampel yang digunakan berupa artikel ilmiah Problem Based Learning (PBL) dan Problem Solving (PS) terhadap kemampuan siswa dalam berpikir kritis pada pembelajaran matematika. Penelitian ini memperoleh rata-rata skor pretest antara model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Problem Solving mempunyai selisih 11,27% sedangkan rata-rata skor posttest antara model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Problem Solving mempunyai selisih 3,68%. Perolehan uji normalitas nilai signifikansi 0,356 > 0,05 yang berarti terdistribusi normal. Hasil homogenitas didapatkan nilai signifikansi pretest yaitu 0,498 > 0,05 menunjukkan variasi yang sama dan posttest yaitu 0,386 > 0,05 menunjukkan variasi yang sama. Hasil dari uji Ancova telah dibuktikan bahwa f hitung > f tabel yaitu 0,562 < 3,59 dan signifikansi 0,464> 0,05 berarti bahwa H0 diterima dan Ha ditolak. Berdasarkan data yang telah didapatkan telah membuktikan bahwa tidak ada perbedaan model pembelajaran pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan model Problem Solving (PS) dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada mata pelajaran matematika siswa kelas V SD
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Mata Pelajaran IPS Kelas IX MTs Negeri 3 Bengkalis
Lianda Syafira;
Rr. Sri Kartikowati;
Mifta Rizka
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.8479
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa melalui penerapan model pembelajaran problem based learning pada mata pelajaran IPS kelas IX MTs Negeri 3 Bengkalis. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan menggunakan rancangan One group pretest-posttest design. Sample dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX.2 yang berjumlah 25 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan tes uraian. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif, uji normalitas, uji hipotesis dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) model pembelajaran problem based learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran IPS kelas IX MTs Negeri 3 Bengkalis yang ditunjukkan pada meningkatnya kemampuan berpikir kritis siswa dari kondisi awal yaitu dengan nilai 54,48 menjadi 72,86 pada kondisi akhir. (2) Uji t menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) 0,000 ? 0,05 dan diperoleh nilai rata-rata perbedaan antara pretest dan posttest sebesar 18,20. (3) Hasil uji N-Gain menunjukkan nilai rata-rata gain sebesar 0,3968 masuk dalam kategori sedang untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.