cover
Contact Name
Putri Hana Pebriana
Contact Email
putripebriana99@gmail.com
Phone
+6285321149444
Journal Mail Official
konselingjpdk@gmail.com
Editorial Address
https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jpdk/about/editorialTeam
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Konseling
ISSN : ISSN2685     EISSN : 2685936X     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan dan Konseling merupakan wadah bagi para peneliti untuk mengembangkan kompetensinya dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Adapun scope jurnal ini berkaitan dengan pendidikan, sosial sains dan konseling. Jurnal ini terbit enam kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember. Jurnal terdaftar dengan E-ISSN: 2685-936X dan P-ISSN: 2685-9351
Articles 5,452 Documents
Hubungan Kecerdasan Spiritual dengan Konformitas Siswa Kelas VII SMP Negeri 37 Semarang Andrea Prasetyo; Venty Venty; Kristina Yuliati
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.13654

Abstract

Penelitlan bertujuan mendapat informasi tentang hubungan kecerdasan spiritual dan konformitas slswa kelas VII SMP Negeri 37 Semarang. Penelitlan menerapakan metode pendekatan kuantitatif korelasional. Populasi penelitlan yakni slswa kelas Vll SMP Negerl 37 Semarang. Penentuan sampel dengan slmple random sampllng. Total sampel 160 siswa. a=5%.  Instrumen yang diterapkan peneliti yakni skala kecerdasan spiritual dan skala konformitas yang dikembangkan dan sudah diuji validitas dan reliabilitas. Uji hipotesls dengan ujl korelasl-product-moment-pearson. Hasil analisis deskriptif data menunjukan tingkat kecerdasan spiritual siswa mayoritas pada kriteria tinggi dengan hasil prosentase 41% dan tingkat konformitas siswa mayoritas pada kriteria rendah dengan hasil prosentase 34%. Analisis korelasl-product-moment-pearson menunjukan hasil positif (r= 0.285, p<0.000). Sehingga bertambah tinggi kecerdasan spiritual, maka bertambah tinggi juga tingkat konformitas seseorang. Kebalikannya, bertambah rendah tingkat kecerdasan spiritual, maka bertambah rendah juga tingkat konformitas seseorang. Peneliti berlkutnya diharap meneliti lebih lanjut dengan variabel variabel kecerdasan dasar lainya
Penegak Hukum Dalam Sistem Peradilan Pidana Di Indonesia (Studi Terhadap Advokat, Kepolisian, Kejaksaan Dan Hakim) Mohd. Yusuf Daeng M; Armen Armen; Fuad Aprima; Rikardo Marpaung; Geofani Milthree Saragih
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.13662

Abstract

Salah satu tindakan (dalam aspek hukum) yang sering terjadi di tengah-tengah masyarakat adalah tindak pidana. Penyelesaian kasus tindak pidana diselesaikan melaui suatu sistem yang disebut dengan sistem peradilan pidana. Dalam sistem peradilan pidana tersebut, salah satu bagian terpenting adalah penegak hukum. Penegak hukum memiliki peranan penting karena tanpa penegak hukum, hukum yang telah disepakati oleh masyarakat tidak akan dapat diterapkan. Salah satu bagian dari hukum yang dimaksud adalah hukum acara pidana. Adapun penegak hukum yang terdapat dalam hukum acara pidana adalah Kepolisian, Advokat, Jaksa (Penuntut Umum) dan Hakim. Dalam penelitian ini, akan dikaji mengenai peranan penegak hukum dalam hukum acara pidana yang dalam penelitian ini terdiri dari Kepolisian, Advokat, Jaksa (Penuntut Umum) dan Hakim. Kemudian, pembahasan selanjutnya akan mengkaji tentang peranan penegak hukum dalam perspektif sosiologi hukum. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian normatif yuridis dengan mengaitkan pokok pembahasan terhadap topik utama di dalam penelitian ini, yakni peranan faktor penegak hukum dalam praktik hukum acara pidana. Hasil penelitian ini akan memaparkan tentang peranan dari penegak hukum dalam sistem peradilan pidana yang dalam hal ini penegak hukum yang dimaksud adalah advokat, kepolisian, kejaksaan dan hakim.
Kejaksaan Sebagai Bagian Penegak Hukum Berdasarkan Perspektif Sosiologi Hukum Mohd. Yusuf Daeng M; Dian Pramana Putra; Arlenggo Guswandi; Aslim Junaidi; Jefri Tarigan; Geofani Milthree Saragih
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.13663

Abstract

Salah satu penegak hukum yang memiliki peranan strategis dalam penegakan hukum di Indonesia adalah Kejaksaan. Kejaksaan Republik Indonesia (Kejaksaan) adalah lembaga pemerintahan yang fungsinya berkaitan dengan kekuasaan kehakiman yang melaksanakan kekuasaan negara di bidang penuntutan serta kewenangan lainnya yang dimiliki sebagai salah satu penegak hukum. Dalam penelitian ini, fokus yang akan dijadikan topik utama adalah Jaksa. Jaksa adalah pegawai negeri sipil dengan jabatan fungsional yang memiliki kekhususan dan melaksanakan tugas, fungsi dan kewenangannya berlandaskan pada undang-undang. Apabila sudah masuk dalam persidangan, Jaksa beralih status menjadi Penuntut Umum (selama telah diberikan perintah tugas sebagai Penuntut Umum dalam suatu perkara). Penuntut Umum merupakan Jaksa yang telah diberikan kewenangan untuk melakukan penuntutan dan melaksanakan penetapan hingga putusan Hakim serta hal lainnya yang telah diatur di dalam undang-undang. Jaksa memiliki peranan penting sebagai bagian dari faktor penting penegakan hukum di Indonesia. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian normatif yuridis dengan mengaitkan pokok pembahasan terhadap topik utama di dalam penelitian ini yakni peranan Jaksa dalam penegakan hukum serta peranannya sebagai faktor yang mempengaruhi sebagai penegak hukum. Hasil dari penelitian ini akan memperlihatkan bagaimana peranan Jaksa dalam penegakan hukum di Indonesia.
Fungsi Sosiologi Hukum Sebagai Kontrol Sosial Masyarakat Mohd. Yusuf Daeng M; Dwi Franata Tarigan; Renaldy Yudhista Indrasari; Abdul Fitri; Geofani Milthree Saragih
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.13664

Abstract

Masyarakat merupakan sekelompok individu yang saling berinteraksi satu sama lainnya. Dalam masyarakat tersebut terdapat suatu hubungan yang disebut dengan interaksi sosial. Dalam hubungan interaksi sosial tersebut tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan konflik. Sosiologi hukum merupakan cabang dari bagian ilmu hukum yang secara secara spesifik memfokuskan penelitiannya terhadap manusia dalam berinteraksi dan hubungannya dengan hukum. Dalam perjalanan menuju manusia modern, hukum dijadikan kontrol sosial. Bagaimana hubungan sosiologi hukum dengan masyarakat dan bagaimana sosiologi hukum terhadap pengendalian sosial? Jenis penelitian ini bersifat normatif, yaitu penelitian tentang sinkronisasi hukum dengan fenomena sosial yang terjadi di masyarakat. Jadi ada hubungan antara sosiologi hukum dengan masyarakat sebagai indikator penting kontrol sosial untuk menciptakan kebahagiaan dalam masyarakat menurut teori Thomas Hobbes. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis literatur yang ada, dapat dikatakan bahwa seseorang menaati hukum karena alasan yang berbeda. Takut akan konsekuensi negatif jika Anda melanggar hukum. Karena hukum itu sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat. Sosiologi hukum menawarkan kesempatan dan kemampuan untuk mengevaluasi efektivitas hukum dalam masyarakat. Dalam penelitian ini akan dikaji mengenai fungsi sosiologi hukum sebagai kontrol sosial masyarakat.
Penyelesaian Hukum Melalui Diversi Dalam Tindak Pidana Anak Dalam Perspektif Sosiologi Hukum Mohd. Yusuf Daeng M; Ega Saputra; Bambang Keristian; Candra Herianto Sinaga; Geofani Milthree Saragih
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.13665

Abstract

Masa depan suatu negara ditentukan oleh generasi-generasi penerus, yaitu anak. Anak merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kelangsungan hidup manusia dan keberlangsungan hidup Bangsa dan Negara. Dalam Konstitusi Negara Indonesia Anak memiliki peran strategis yang secara tegas dinyatakan dalam Pasal 28B Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia bahwa Negara menjamin Hak setiap Anak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang, serta pelindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Oleh karena itu kepentingan terbaik bagi anak harus dimaknai sebagai kepentingan yang terbaik bagi kelangsungan hidup manusia. Hal tersebut juga merupakan bagian dari kajian sosiologi hukum. Sebagaimana yang diketahui, bahwa objek penelitian utama dari sosiologi adalah gejala sosial dan hubungan serta penerapan hukum dalam masyarakat itu sendiri. Mengenai sistem peradilan anak diatur di dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sitem Peradilan Anak. Salah satu cara yang dapat ditempuh dalam menyelesaikan permasalahan pidana yang dilakukan oleh anak dapat diselesaikan melalui diversi. Diversi merupakan pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana. Pada dasarnya, penerapan diversi terhadap anak yang berhadapan dengan hukum dalam sistem peradilan anak merupakan implementasi keadilan restoratif untuk memberikan keadilan dan perlindungan hukum kepada anak yang berkonflik dengan hukum tanpa mengabaikan pertanggungjawaban pidana anak Penelitian ini menggunakan jenis penelitian normatif hukum yang menghubungkan topik dengan topik utama penelitian ini. Hasil menegaskan bahwa penerapan diversi dalam sistem peradilan anak dalam upaya mengimplementasikan keadilan restorastive justice merupakan bagian dari objek kajian sosiologi hukum.
Kedudukan Dan Peranan Pengadilan Hak Asasi Manusia Di Indonesia Mohd. Yusuf Daeng M; Sulthon Sekar Jagat; Raudo Perdana; Geofani Milthree Saragih
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.13666

Abstract

Hak Asasi Manusia (HAM) merupakan salah satu bagian yang mendasar bagi setiap manusia sejak diciptakan. asyarakat internasional pasca berakhirnya perang dunia ke dua menuntut agar HAM umat manusia memiliki tempat dan benar-benar diakui. HAM menjadi salah satu isu penting internasional yang bahas pasca perang dunia ke dua. Masyarakat internasional menuntut agar adanya jaminan atas perlindungan dan pengakuan terhadap HAM. Indonesia sebagai suatu negara juga harus menjamin demikian. Telah banyak terjadi dinamika terhadap penegakan HAM di Indonesia. Khususnya pasca masa Orde Baru (ORBA), telah banyak perubahan-perubahan fundamental yang dilakukan terhadap UUD 1945 demi mewujudkan perlindungan HAM yang tegas bagi rakyat Indonesia. Ini tidak terlepas dari adanya kejahatan-kejahatan kemanusiaan yang melanggar HAM yang terjadi di masa lampau di Indonesia. Keadaan demikian mendorong dibentuknya pengadilan HAM di Indonesia. Pengadilan HAM di Indonesia dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 Tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia (HAM). Upaya demikian bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan HAM yang pernah terjadi pada masa ORBA. Pembentukan pengadilan HAM tersebut juga sejalan dengan 28D ayat (1) UUD 1945. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian normatif yuridis dengan mengaitkan pokok pembahasan terhadap topik utama di dalam penelitian ini yakni eksistensi pengadilan HAM di Indonesia dalam perspektif hukum pidana khusus. Hasil penelitian ini akan memperlihatkan bagaimana keduduan dan peranan dari pengadilan HAM di Indonesia.
Kondisi Psikologis Anak Tunggal di Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Canduang Dian Permata; Linda Yarni; Alfi Rahmi; Hidayani Syam
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.13672

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi dengan adanya fenomena bahwa anak tunggal cendrung pemurung, mencari perhatian, kurang percaya diri, kurang fleksibel, egosentris. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kondisi psikologis aspek afektif anak tunggal dan Mengetahui penyebab terjadinya kondisi psikologis aspek afektif anak tunggal di Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Canduang. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif yang bersifat deskriptif dengan populasi sebanyak 20 orang siswa yang berstatus anak tunggal di Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Canduang. Pada penelitian ini penelitian menggunakan teknik Total Sampling. Pengumpulan data menggunakan angket dengan jenis angket tertutup dan teknis analisis data menggunakan editing, coding, skoring. Data pada penelitian ini diambil 2 item yaitu untuk mengungkapkan emosi dan perasaan pada anak tunggal. Dan hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi Psikologis Anak Tunggal di Madrasah Tarbiyah Islamiyah ( MTI ) Canduang menunjukkan kondisi psikologisnya pada emosi (78,15%) dengan kategori baik, dan perasaan (78,85%) dengan kategori sangat baik. Dapat disimpulkan bahawa kondisi psikologis anak tunggal di Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Candung dimana anak bisa mengenal kondisi psikologis nya dengan baik dan bisa mnengetahui bagaimana mereka mengatasi emosi dan perasaannya. Penyebab terjadinya kondisi psikologis aspek afektif anak tunggal di Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Candung di lihat dari perasaan dan emosinya dengan dua item yaitu positif dan negative, emosi item positif (72,6%) dengan kategori baik,emosi item negative ( 65,56%) dengan kategori baik,perasaan item positif (92,50%) denagn kategori sangat baik, perasaan dengan item negative (75.12%) dengan kategori baik bisa mengatasinya karena mereka sudah terbiasa tinggal bersama sehingga mereka sudah terlatih menjadi seperti anak yang lain. Kata Kunci: Kondisi Psikologis, Perasaan, Emosi
Pengembangan Keterampilan Sosial dalam Organisasi Kemahasiswaan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Nurainun Nurainun; Andi Marshanawiah
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.13673

Abstract

Mahasiswa diharapkan dapat menguasai dan mengembangkan keterampilan sosial sebagai bekal memasuki dunia kerja dan dalam kehidupan bermasyarakat. Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan UNG merupakan organisasi mahasiswa ditingkat jurusan PGSD yang melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan keterampilan sosial pada mahasiswa HMJ PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan UNG terdapat pada aktivitas dalam organisasi dan pelaksanaan program kerja yang diberikan kepada masing-masing anggota. Keterampilan sosial yang dikembangkan tersebut yaitu aspek kerja sama, relasi, tanggung jawab, empati dan kontrol diri. Kata Kunci: Keterampilan Sosial, Organisasi Kemahasiswaan
Peningkatan Kompetensi Guru Membuat Media Pembelajaran Canva Melalui IHT di SD Negeri 15 Sumanik Kabupaten Tanah Datar Nur'aini Nur'aini
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.13674

Abstract

Penelitian in bertujuan untuk mengetahui Peningkatan Kompetensi Guru Membuat Media Pembelajaran Canva Melalui IHT di SD Negeri 15 Sumanik Kabupaten Tanah Datar. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif. Populasi penelitian ini berasal dari guru SD Negeri 15 Sumanik. Sampel penelitian adalah guru SD Negeri 15 Sumanik. Teknik pengampilan sampel adalah teknik sampling penuh Teknik pengumpulan data melalui kusioner. Analisis data dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa 31 guru menjawab setuju dengan persentase sebesar 73 % dan 11 guru menjawab tidak setuju dengan persentase sebesar 27% artinya sebagian besar guru sudah mengetahui terkait peningkatkan Kompetensi Guru Membuat Media Pembelajaran Canva Melalui IHT Di SD Negeri 15 Sumanik Kabupaten Tanah Datar.
Pengelolaan Sarana dan Prasarana Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di PAUD Sehati Desa Lubuk Ketepeng Kecamatan Jejawi Oki Siti Nurhamidah; Leny Marlina; Fahmi Fahmi
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.13679

Abstract

Judul penelitian ini adalah Pengelolaan Sarana dan Prasarana Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Di Paud Sehati Desa Lubuk Ketepeng Kecamatan Jejawi OKI. Penelitian ini dilatar belakangi sarana dan prasarana sebagai penunjang kegitan pembelajaran yang masih terbatas, dapat dilihat dari keadaan sarana dan prasarana yang belum memenuhi standar sarana dan prasarana (STTPA) yang ada di PAUD. Jenis penelitian ini kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Objek dari penelitian ini pengelolaansarana dan prasarana di PAUD Sehati, sedangkan subjek dari penelitian yaitu Kepala Sekolah, Guru dan Wali murid. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian adalah Pengelolaan sarana prasarana di PAUD Sehati terdapat enam pengelolaan yaitu Perencanaan sarana prasarana, Pengadaaan sarana prasarana, Penetapan dan Pelaksanaan sarana prasarana, Pengendalian sarana prasarana, Pemeliharaan sarana prasarana dan pengahapusan sarana prasarana. semua berjalan dengan baik sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Dalam meningkatkan kualitas pembelajarannya berfokus pada pengelolaan yang baik melalui proses perencanaan hingga penghapusan diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran.