Jurnal Pendidikan dan Konseling
Jurnal Pendidikan dan Konseling merupakan wadah bagi para peneliti untuk mengembangkan kompetensinya dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Adapun scope jurnal ini berkaitan dengan pendidikan, sosial sains dan konseling. Jurnal ini terbit enam kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember. Jurnal terdaftar dengan E-ISSN: 2685-936X dan P-ISSN: 2685-9351
Articles
5,452 Documents
Pemetaan Permasalahan Penggunaan Aplikasi E-RKAM di MTSN 15 Boyolali Tahun Anggaran 2021
Susetyo Eko Banuwarlan;
Giyoto Giyoto;
Supriyanto Supriyanto
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.13700
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran dan pemetaan permasalahan dalam penggunaan aplikasi e-RKAM di MTsN 15 Boyolali pada tahun anggaran 2021. Sedangkan metode penelitian yang digunakan dalam riset kali ini adalah metode penelitian kualitatif, Penelitian ini menggunakan metode penelitian diskriptif kualitatif, dengan lebih spesifik penelitian study kasus di MTsN 15 Boyolali. Penelitian deskriptif kualitatif adalah seseuai dengan namamya yaitu memberikan gambaran apa adanya seolah-olah penulis memotret fakta yang ada di lapangan dengan kata-kata/kalimat. Sebisa mungkin fakta-fakta ini bebas dari bias interpretasi penulis, hanya fakta murni yang diungkapkan apa adanya secara faktual dan akurat. Sedang kenapa study kasus karena penulis tertarik dengan kasus ini, penulis anggap kasus ini adalah kasus yang menarik, temuan awal penulis adalah sudah diberikan pelatihan namun tidak menggunakan aplikasi yang dilatihkan tersebut. Alat pengumpulan data yang digunakan untuk menggali informasi digunakan observasi, wawancara dan study dokumen. Analisis data menggunakan teknik: Data Reduction (Redaksi Data). Data Dispay (Penyajian Data), Conclusion Drawing/ Verification. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kendala SDM dalam Penggunaan aplikasi e-RKAM di MTsN 15 Boyolali tidak dapat berjalan maksimal bahkan bisa dikatakan masih belum digunakan. Kurangnya tenaga tata usaha di MTsN 15 Boyolali perlu segera mendapatkan tenaga ASN tambahan entah berstatus PNS ataupun PPPK. Sedangkan menurut Analisa penulis permasalahan yang dapat dicarikan penyelesaiannya secara jangka pendek adalah dengan melakukan diklat/bimtek ulang terhadap pegawai yang menguasai IT agar bisa menjalankan dan menggunakan aplikasi e-RKAM dengan baik, namun hal ini juga beresiko tidak maksimalnya pekerjaan yang akan dilakukan karena beban kerja yang akan semakin berat bagi pegawai tersebut (yang menguasai ICT/IT) yang sudah sangat banyak memegang aplikasi baik aplikasi-aplikasi perbendaharaan, aplikasi-aplikasi BMN (barang milik negara) serta aplikasi-aplikasi Ortala (organisasi dan tata laksana).
Berfikir Kritis dan Penalaran Klinis dalam Pendidikan Kedokteran
Muhammad Ansari Adista;
Hidayaturrahmi Hidayaturrahmi;
Juwita Juwita
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.13703
Berfikir kritis adalah seni dalam menganalisis dan mengevaluasi dalam suatu proses berfikir dengan tujuan untuk memformulasikan dan memperjelas tentang suatu hal. Berfikir kritis adalah proses berfikir yang luas untuk menjelaskan alasan dalam ketentuan open-ended dan dengan jumlah solusi yang tidak terbatas. Hal ini juga termasuk membangun situasi dan mendukung alasan atau pendapat untuk membuat suatu kesimpulan. Sebagai seorang dokter, harus mampu menerapkan berifikir kritis dan melakukan penalaran klinis terhadap kondisi pasien yang ditangani. Kemampuan ini harus berdasarkan kepada pengetahuan yang memilki dasar yang dapat dipertanggungjwabkan dan telah terbukti memiliki manfaat untuk pasien. Hal ini terangkum dalam suatu konsep Evidance Based-Medicine yang terdiri dari Patient Values, Clinical Expertise dan Best Research Evidence. Kemampuan ini yang terus dilatih selama menjalani Pendidikan kedokteran mulai dari tahap akademik, hingga Pendidikan tahap profesi di rumah sakit Pendidikan. Kata Kunci: Berfikir kritis, penalaran klinik, Pendidikan dokter
Strategi Guru Dalam Mengembangkan Pembelajaran Inkuiri di TK Harapan Bangsa Desa Sukarami Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir
Mutiara Hari Suryanti;
Leny Marlina;
Ali Murtopo;
Febriyanti Febriyanti
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.13710
Penelitian ini berjudul “Strategi Guru Dalam Mengembanglkan Pembelajaran Inkuiri Di TK Harapan Bangsa Desa Sukarami Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir”. penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya kinerja guru dalam mengembangkan pembelajaran inkuiri permasalahan penelitian ini adalah Bagaimana strategi guru dalam mengembangkan pembelajaran inkuiri di TK harapan bangsa desa sukarami kabupaten penukal abab lematang ilir. dan apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi strategi guru dalam mengembangkan pembelajaran inkuiri di TK Harapan Bangsa Desa Sukarami Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir. Sedangkan tujuan penelitian ini Untuk menganalisa strategi guru dalam mengembangkan pembelajaran inkuiri di TK Harapan Bangsa Sukarami Kabupaten Penukal Abab Lematang ilir. Untuk menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi strategi guru dalam mengembangkan pembelajaran inkuiri di TK Harapan Bangsa Desa Sukarami Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir. Metode atau pendekatan yang diterapkan pada penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini berlokasi di desa sukarami kebupaten penukal abab lematang ilir. Informan yang diteliti yaitu guru dan kepala sekolah TK Harapan Bangsa. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian data akan di analisis menggunakan model Miles Huberman yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, display data, kesimpulan dan verifikasi. Sedangkan untuk uji pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan Strategi guru dalam mengembangkan pembelajaran inkuiri di TK Harapan Bangsa Desa Sukarami Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir yaitu: a) adanya penyajian materi pembelajaran dan memotivasi peserta didik b) adanya bimbingan kepada peserta didik dalam mengajukan pertanyaan c) adanya bimbingan kepada peserta didik dalam melakukan penyelidikan dan memfasilitasi pengumpulan data d) Adanya bantuan peserta didik dalam menganalisis dalam kelompoknya berdasarkan hasil penyelidikan e) adanya pengevaluasian diberikan guru kepada anak setelah belajar. Faktor pendukung strategi guru dalam mengembangkan pembelajaran inkuiri di TK Harapan Bangsa Desa Sukarami Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir a) adanya guru yang professional saat penyajian materi pembelajaran dan motivasi peserta didik, b) adanya perencanaan pembelajaran sebagai penunjang kegiatan pembelajaran c) adanya menyiapkan media pembelajaran yang dibutuhkan saat pembelajaran d) Sebelum belajar melakukan pendekatan dengan peserta didik e) adanya guru yang menguasai materi pembelajaran. Sedangkan faktor penghambat strategi guru dalam mengembangkan pembelajaran inkuiri di TK Harapan Bangsa Desa Sukarami Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir a) kurangnya waktu saat proses pembelajaran berlangsung b) adanya peserta didik yang kurang aktif dalam mengikuti proses pembelajaran c) adanya jumlah peserta didik terlalu banyak sehingga hasil belajar menjadi tidak efisien.
Penggunaan Model Mastery Learning Guna Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Matematika Materi Penerapan Turunan Fungsi Trigonometri
Halid Halid;
Ari Saputra
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.13713
Pendekatan pembelajaran cooperative learning merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Dengan konsep itu, hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi siswa. Proses pembelajaran berlangsung alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami, bukan mentransfer pengetahuan dari guru ke siswa. Strategi pembelajaran lebih dipentingkan daripada hasil Tujuan diadakan penelitian tindakan kelas ( PTK ) ini adalah untuk mengetahui penerapan Mastery Learning ( Belajar Tuntas ) dalam meningkatkan prestasi siswa pelajaran matematika. Penelitian tindakan ini dilakukan dalam 3 siklus. Dari hasil tindakan yang dilakukan terbukti dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dengan mencapai standar ideal. Dari 40,86 % pada Siklus l, dapat meningkat pada siklus 2 menjadi 68,14 % dan siklus 3 mencapai 75,51 %, dan secara klasikal telah mencapai ketuntasan.Hasil penelitian tindakan ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran Mastery Learning ( Belajar Tuntas ) dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas XII-MIPA-3 dengan ketuntasan mencapai 94,29 % , dengan demikian penerapan Mastery Learning ( Belajar Tuntas ) efektif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa pelajaran matematika di SMA Negeri 1 Terara Kab. Lombok Timur .
Metode Permainan Teka Teki Kata Untuk Meningkatkan Nilai Nasionalisme Pada Anak di Kota Pari Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai
Salma Rozana;
Rika Widya;
Ranti Eka Putri
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.13714
Tulisan ini Menjelaskan permasalahan rendahnya nilai nasionalisme pada generasi muda yang terlihat di kehidupan sehari-hari. Nasionalisme merupakan sikap yang harus ada dan ditanamkan sejak dini pada diri siswa guna membina siswa menjadi warga negara yang baik, memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kepedulian sosial yang berguna bagi dirinya sendiri serta masyarakat dan negara. Pada tahap ini anak sekolah dasar berada pada tahap operasional kongkrit dan kemampuan anak untuk berfikir secara logis semakin berkembang. Sejalan dengan hal itu, pada tahap sekolah dasar diberikan mata pelajaran yang dapat menunjang penanaman sikap nasionalisme tersebut, yaitu pembelajaran PKN. Terkait dengan permasalahan tersebut peneliti bertujuan untuk mengetahui penanaman sikap nasionalisme melalui pembelajaran PKN pada anak melalui permainan teka teki kata Di Kota Pari Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai.
Upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa Dalam Mata Pelajaran Fisika Melalui Model Pembelajaran Group to Group Exchange Pada Siswa Kelas XI.IPA-1 MAN 2 Kota Padang
Gusmayenti Gusmayenti
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.13715
Berdasarkan hasil belajar siswa Kelas XI.IPA-1 MAN 2 Kota Padang dalam mata pelajaran Fisika bahwa hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Fisika masih sangat rendah. Rata-rata hasil belajar siswa masih berada di bawah KKM. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan mendapatkan informasi tentang upaya meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Fisika melalui Model Pembelajaran Group to Group Exchange di Kelas XI.IPA-1 MAN 2 Kota Padang. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Prosedur penelitian dalam penelitian ini meliputi perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian ini terdiri dari dua siklus dengan empat kali pertemuan. Subjek penelitian terdiri dari 36 Orang peserta didik Kelas XI.IPA-1 MAN 2 Kota Padang. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi dan ulangan harian. Data dianalisis dengan menggunakan persentase. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dikemukakan, maka dapat disimpulkan bahwa Model Pembelajaran Group to Group Exchange dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Fisika di MAN 2 Kota Padang. Hasil belajar siswa pada siklus I adalah 69.36 (Cukup) meningkat menjadi 82.47 (baik) dengan peningkatan sebesar 13.11.
Fenomena Cyberbullying Di Kalangan Remaja
Wibi Wijaya;
Yenita Yatim;
Yuhelna Yuhelna
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.13716
Munculnya media sosial dan alat-alat komunikasi serba efektif dan efisien merupakan salah satu faktor yang mengakibatkan lahirnya manusia-manusia individual dan egois. Orang cenderung melakukan hal- hal yang lebih fragmatis untuk berinteraksi sosial. Melakukan kontak sosial secara langsung diasumsikan sebagai sesuatu yang ribet, tidak memberi keuntungan, membuang waktu bahkan dikatakan ketinggalan zaman. Namun berubahnya interaksi di media sosial tersebut memberikan dampak negatif salah satunya yaitu tindakan cyberbullying. Tindakan cyberbullying biasanya terjadi pada remaja terutama remaja pada usia sekolah. Tulisan ini bertujuan untuk mengungkap fenomena cyberbullying pada remaja. Penelitian ini menggunakan metode dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Teknik pemilihan informan dengan purposive sampling dan dengan jumlah informan 12 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena tindakan cyberbullying pada remaja yaitu 1) pelaku dan korban cyberbullying adalah remaja dan 2) media sosial dianggapa teman curhat paling tepat.
Strategi Guru Bimbingan Dan Konseling Dalam Meningkatkan Kemampuan Public Speaking Siswa Kelas X1 di SMA N 10 Semarang
Indah Yuni Puspita Sari;
Venty Venty;
Mursilah Mursilah
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.13718
Permasalahan yang dialami oleh siswa kelas X-1 yaitu masih memiliki kemampuan public speaking yang rendah. Hal ini disebabkan oleh adanya rasa cemas dan kurangnya rasa percaya diri saat siswa berada di depan kelas berhadapan dengan teman-temannya. Tujuan dari penelitian yang dilaksanakan yaitu mengetahui strategi yang dilaksanakan oleh Guru Bimbingan dan Konseling pada SMA N 10 Semarang dalam meningkatkan kemampuan public speaking siswa kelas X-1. Metode yang digunakan peneliti yaitu deskriptif kualitatif. Adapun hasil dari penelitian yaitu peneliti mengetahui strategi Guru Bimbingan dan Konseling yang dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan public speaking siswa kelas X-1 dengan memberikan layanan klasikal yang ditindak lanjuti dengan layanan lain yakni bimbingan kelompok. Strategi layanan diberikan oleh Guru Bimbingan dan Konseling pada jam mata pelajaran lain karena pada SMA N 10 Semarang tidak memiliki jam pelajaran khusus untuk mata pelajaran Bimbingan dan Konseling. Kemampuan public speaking memiliki peranan yang sangatlah penting untuk dimiliki oleh siswa karena akan sangat bermanfaat untuk dirinya yakni dapat dijadikan sebagai bekal atau dasar dalam meningkatkan softskill di masa depannya baik untuk nanti di dunia perkuliahan ataupun dunia kerja.
Implementasi Karakter Cinta Tanah Air Pada Anak Dalam Keluarga Sebagai Upaya Wujudkan Profil Pelajar Pancasila di kota Pari
Rika Widya;
Salma Rozana;
Ranti Eka Putri
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.13719
Tulisan ini menjelaskan dalam menanamkan karakter cinta tanah air pada anak. Semakin berkembangnya zaman, rasa cinta kepada tanah air dan bangsa semakin luntur. Generasi muda sebagai generasi penerus bangsa malah berkiblat pada budaya lain yang tidak mencerminkan jati diri bangsa. Rasa cinta tanah air merupakan pengamalan nilai-nilai profil pelajar Pancasila pada dimensi kebhinekaan global. Pada dimensi kebhinekaan global diartikan pelajar mempertahankan budaya luhur, lokalitas dan identitasnya, dan tetap berpikiran terbuka dalam berinteraksi dengan budaya lain, sehingga menumbuhkan rasa saling menghargai dan kemungkinan terbentuknya dengan budaya luhur yang positif dan tidak bertentangan dengan budaya luhur bangsa. Elemen dan kunci kebinekaan global meliputi mengenal dan menghargai budaya, kemampuan komunikasi interkultural dalam berinteraksi dengan sesama, serta refleksi dan tanggung jawab terhadap pengalaman kebinekaan
Studi Kasus Kemampuan Komunikasi Interpersonal Siswa MAN 2 Kota Semarang
Fitri Wihardini;
Siti Fitriani;
Tsalitsia Urfy Maretha
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.13720
The purpose of this study was to determine the interpersonal communication skills of students at MAN 2 Semarang City. This research was conducted because now many children do not have good interpersonal skills. This type of research uses the case study method. Data collection techniques using observation, interviews. The research methodology used is qualitative research. The samples taken from this were students of MAN 2 Semarang City who were taken through a random sampling technique. From this study it shows that students of MAN 2 Semarang City have good interpersonal communication skills and can speak politely. Therefore interpersonal communication in children is one of the things that must be of concern to parents. Keywords: Communication Skills, Interpersonal Communication