cover
Contact Name
Putri Hana Pebriana
Contact Email
putripebriana99@gmail.com
Phone
+6285321149444
Journal Mail Official
konselingjpdk@gmail.com
Editorial Address
https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jpdk/about/editorialTeam
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Konseling
ISSN : ISSN2685     EISSN : 2685936X     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan dan Konseling merupakan wadah bagi para peneliti untuk mengembangkan kompetensinya dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Adapun scope jurnal ini berkaitan dengan pendidikan, sosial sains dan konseling. Jurnal ini terbit enam kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember. Jurnal terdaftar dengan E-ISSN: 2685-936X dan P-ISSN: 2685-9351
Articles 5,452 Documents
Penyelesaian Sengketa Keputusan Fiktif Positif Pasca Undang-Undang Cipta Kerja Jusak Sindar; Jakobus Ronald Mawuntu; Donna Okthalia Setiabudhi
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.17168

Abstract

Kewenangan atas penyelesaian sengketa mengenai Keputusan Tata Usaha Negara (KTUN) fiktif di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) dalam praktik lebih dikenal dengan sengketa fiktif positif. Dalam artian ketika suatu permohonan diajukan kepada badan/pejabat tata usaha negara yang berwenang maka ia wajib menerbitkan KTUN yang dimohon jika memenuhi syarat. Namun jika sampai tenggang waktu yang telah ditentukan tidak terbit keputusan maka dianggap pejabat tersebut dianggap mengabulkan permohonan tersebut menurut Pasal 53 Undang-Undang No. 30 Tahun 2014 setelah mendapat putusan pengadilan tata usaha negara. Kemudian berlaku Undang-Undang No. 6 Tahun 2023 (UU Cipta Kerja) yang sudah menghapus kewenangan atas KTUN fiktif positif sehingga timbul permasalahan apakah PTUN berwenang menyelesaikan sengketa atas KTUN fiktif positif? Metode penulisan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif mengguankan pendekatan statutory Approach dan conceptual Approach. Penulis dalam penulisan ini menemukan bahwa meski pun kewenangan Peradilan TUN mengadili permohonan fiktif positif telah dihapus tetapi hal ini dapat direkonseptualisasi dengan bentuk gugatan, yang objek sengketanya adalah KTUN fiktif positif. Penggugat dalam gugatan bentuk ini adalah pihak yang dituju dan merasa kepentingannya dirugikan dengan adanya KTUN fiktif positif, sedangkan Tergugat adalah badan/pejabat pemerintahan yang menerbitkan KTUN fiktif positif.
Keaktifan Dan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Model Quiz Team Dalam Pembelajaran Matematika Lili Herlina; Aniswita Aniswita; Risnawita Risnawita; Tasnim Rahmat
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 4 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i4.17243

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keaktifan dan hasil belajar matematika siswa. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui keaktifan belajar siswa dan untuk mengetahui hasil belajar matematika menggunakan model quiz team lebih baik daripada mengikuti pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini yaitu penelitian pra-eksperimen dengan rancangan penelitian yaitu The Static Group Comparison Design. Sampel penelitian ini terdiri dari siswa kelas VIII SMP N 3 Tigo Nagari tahun pelajaran 2021/2022, dengan pemilihan sampel dilakukan secara acak. Kelas VIII.B menjadi kelompok eksperimen, sedangkan kelas VIII.C menjadi kelompok kontrol. Data keaktifan siswa diperoleh dari angket keaktifan dan hasil belajar diperoleh melalui tes akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keaktifan belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model Quiz Team mencapai 68,78%, dalam kategori aktif. Dan hasil belajar matematika siswa diolah menggunakan uji-t menghasilkan thitung= 4,837 dan ttabel = 1,68, karena thitung > ttabel, maka H0 ditolak dan H1 diterima pada taraf nyata ? = 0,05 dan Analisis menggunakan perangkat lunak SPSS26 juga menunjukkan nilai Sig= 0,000, yang menunjukkan bahwa sig ? ? dengan ? = 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar matematika siswa yang mengikuti model Quiz Team lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada kelas VIII SMP N 3 Tigo Nagari Kabupaten Pasaman Tahun Pelajaran 2021/2022. Kata Kunci: Keaktifan Belajar, Hasil Belajar, Model Quiz Team
Kendala Pelaksanaan Bimbingan Dan Konseling Di Sekolah Serta Solusinya Afifah Bidayah; Yarmis Syukur; Riska Ahmad
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 4 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i4.17249

Abstract

BK membantu peserta didik mengenali dan mengembangkan potensi juga membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi dengan memanfaatkan berbagai layanan dan kegiatan pendukung BK. Namun terdapat kendala Guru BK/Konselor dalam merealisasikannya. Artikel ini untuk melihat gambaran terhadap kendala Guru BK/Konselor di sekolah dalam melaksanakan pelayanan dan memberikan solusinya. Metode digunakan dalam artikel ini ialah studi kepustakaan (library research). Studi kepustakaan adalah usaha guna mendapatkan informasi yang relevan sesuai dengan topik yang sedang di teliti. Hasil yang didapat bahwa masih banyak Guru BK/Konselor yang tidak dapat melaksanakan pelayanan BK dikarenakan tidak adanya jam masuk kelas untuk melaksanakan tugas
Pendidikan Agama Islam Di Perguruan Tinggi Diana Sari; Jumra Hayani; Nurlaili Nurlaili
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 4 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i4.17282

Abstract

Pendidikan agama dianggap sebagai media efektif dalam internalisasi karakter luhur pada mahasiswa yang seharusnya mampu mengantarkan mahasiswa menjadi manusia unggul yang berakhlak al karimah serta menjadi insan kamil sesuai yang diharapkan. Pendekatan keagamaan dilakukan lewat bimbingan, pelatihan dan pengajaran untuk mengarahkan dan mendorong siswa untuk mempunyai citarasa beragama Islam. pelaksanaan Pendidikan Agama Islam di PTU adalah membentuk kepribadian dan karakter mahasiswa agar berperilaku religious. Mata kuliah PAI tidak semata-mata diberikan kepada mahasiwa hanya untuk memahami ajaran Islam saja, tetapi lebih dari itu diharapakan para mahasiswa setelah mengambil mata kuliah ini tertanam pada diri mereka nilai-nilai ajaran Islam yang terpancar pada sikap dan perilaku mereka sehari-hari.
Struktur Dan Nilai-Nilai Budaya Cerita Rakyat Datuk Kerungkung Bebulu dan Implementasi Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Kelas X Sekolah Menengah Atas Amar Salahuddin; Aprimadedi Aprimadedi; Zulmaiza Andara
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 4 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i4.17288

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh nilai-nilai budaya tidak dianggap relevan karena perkembangan teknologi sehingga masyarakat melupakan budayanya sendiri. Setelah penulis membaca Cerita Rakyat Datuk Kerungkung Bebulu, penulis menemukan nilai-nilai budaya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai-nilai budaya yang terdapat dalam cerita rakyat Datuk Kerungkung Bebulu dan implementasi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif analisis. Sumber data penelitian ini berupa teks yang ada di dalam cerita rakyat. Teknik pengumpulan data dengan cara: (1) membaca dan memahami teks cerita rakyat, (2) penelusuran data yang mengandung nilai-nilai budaya pada cerita rakyat, (3) menginventarisasi, mengidentifikasi, dan mengklasifikasi data nilai-nilai budaya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ditemukan struktur dari cerita rakyat Datuk Kerungkung Bebulu ini meliputi tema, alur, latar, penokohan, dan gaya bahasa. Tema nya yakni peperangan merebutkan pedang pusaka. Alur dari cerita yakni alur maju karena pada cerita menampilkan peristiwa secara runtut mulai dari awal sampai akhir serta menggunakan waktu dan tempat yang terus berjalan ke depan. Nilai-nilai budaya dalam Cerita Rakyat Datuk Kerungkung Bebulu total 40 yakni ada 1 nilai budaya hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan alam ada 18, hubungan manusia dengan manusia lain ada 7, hubungan manusia dengan diri sendiri berjumlah 13. Implementasi nilai budaya dilakukan pada kelas X SMA sesuai dengan KI dan KD 3.8 membandungkan nilai-nilai dan karakteristik cerita rakyat (hikayat) dan cerpen, 4.8 mengembangkan cerita rakyat (hikayat) ke dalam bentuk cerpen dengan memperhatikan isi dan nilai-nilai
Konsep Pendidikan Keluarga Islami Anisyah Rahmadania; Selvyana Al Jannah; Nurlaili Nurlaili
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 4 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i4.17305

Abstract

Keluarga merupakan lembaga pendidikan tertua, bersifat informal, yang pertama dan utama dialami oleh anak serta lembaga pendidikan yang bersifat kodrati. Orang tua bertanggung jawab memelihara, merawat, melindungi dan mendidik anak agar tumbuh dan berkembang dengan baik. Untuk itu, keterlibatan orang tua sangat penting mengingat kedudukannaya secara kodrati adalah sebagai pendidik yang pertama bagi anak-anaknya, dan sekaligus orang tua merupakan contoh identifikasi sehingga apapun yang dilakukan oleh orang tua tentu dapat menjadi tolak ukur atau bahan perbandingan bagi anak . Sejak hari pertama kelahiran anak, dianjurkan kepada setiap muslim untuk segera memberikan ucapan selamat kepada seorang muslim yang melahirkan seorang anak, hal ini dilakukan untuk mempererat ikatan persaudaraan dan kecintaan antar keluarga sesama muslim. Dalam jurnal ini penulis mengambil beberapa ayat yang berkaitan dengan judul antaralain; Q.S. Luqman ayat 12-19, Q.S. at-Tahrim (6) yang memerintahkan kepada manusia agar menjaga diri dan keluarga dari api neraka, Q.S. Adzariyat (56) bagiamana tujuan diciptakannya manusia. Kemudian materi yang berkaitan dengan pendidikan keluarga dalam pesrpektif Islam anatara lain; (1) Pendidikan akidah Islamiyah, (2) Pendidikan Ibadah, dan (3) Pendidikan Akhlak yang baik. serta penjelasan melalui penjelasan tafsir dan hadis terkait dengan bagaimana orang tua mendidik anak agar tidak melenceng dari apa yang diperintahkan Allah dan Rasulnya.
Konsep Kesetaraan Gender Dalam Islam Annisa Tusadia; Roswida Sri Astuti; Nurlaili Nurlaili
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 4 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i4.17335

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengatahui konsep kesetaraan gender dalam Islam. Metode penelitian ini menggunakan literature research atau penelitian kepustakaan yang akan dianalisis dan disimpulkan. Dalam pengumpulan data penulis menggunakan studi pustaka yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara menggunakan data-data yang berkaitan dengan relasi pendidikan Islam, politik, dan kekuasaan, internet, buku, dan sumber lainnya yang relevan. Hasil penelitian ini berupa: Kebijakan gender harus mengorbankan fungsi strategis kaum perempuan. Sementara kehadiran kaum perempuan di sektor publik membuat mereka harus mengambil posisi sebagai rival (saingan) dan bukan partner bagi kaum laki-laki. Bahkan hal itu bisa terjadi rivalitas dengan suaminya sendiri, dalam suatu pabrik atau pasar tenaga kerja yang sangat kompetetif. Percekcokan ataupun salah paham mengenai keadilan kesetaraan gender tak pernah terjadi, bila para pejuang gender sudi menelaah referensi utama Islam berupa Kitabullah al-qur’anul karim.
Problematika Penerapan Kurikulum Merdeka dalam Mata Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Rejang Lebong Nelfa Sari; Widia Riani; Winda Lestari; Elsa Berliana; Aprija Kamelia
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 4 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i4.17339

Abstract

Penelitian ini membahas problematika penerapan kurikulum merdeka dalam mata pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMKN 1 Rejang Lebong. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dengan kepala sekolah, wakil kurikulum, guru PAI dan siswa SMKN 1 Rejang lebong, observasi langsung dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan penerapan kurikulum merdeka pada mata pelajaran PAI di SMKN 1 Rejang Lebong masih dalam proses penyesuaian dikarenakan implementasi kurikulum merdeka yang masih baru dilaksanakan di SMKN 1 Rejang Lebong. Oleh sebab itu terdapat problematika yang dihadapi oleh guru PAI dalam menerapkan kurikulum merdeka yaitu seperti kesulitan dalam mengubah pola pikir dan kebiasaan dalam proses pembelajaran, minimnya pengetahuan guru PAI tentang kurikulum merdeka, serta terdapatnya perbedaan perangkat pembelajaran kurikulum 2013 dengan kurikulum merdeka. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan meningkatkan pengetahuan dan kompetensi guru PAI tentang kurikulum merdeka serta dengan cara kepala sekolah mengintruksikan guru PAI untuk mengikuti workshop/pelatihan/seminar tentang implementasi kurikulum merdeka dalam proses pembelajaran. Upaya yang dilakukan oleh kepala sekolah dan guru PAI dalam menanggulangi problematika dalam penerapan kurikulum merdeka dapat memberikan dampak positif terhadap pengetahuan, kompetensi guru PAI sehingga implementasi kurikulum merdeka dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam dapat berjalan optimal sehingga mendapatkan hasil yang memuaskan. Kata kunci : Problematika, Penerapan, Kurikulum Merdeka, Pendidikan Agama Islam
Students’ Perception On English Online Learning During Covid Pandemic At SMPN 5 Lubuk Alung Academic Year 2021/2022 Nofriadi Dodi Saputra; Reflinda Reflinda; Syahrul Syahrul; Melyann Melani
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 4 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i4.17351

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui persepsi siswa tentang penerapan belajar daring bahasa inggris selama pandemi covid di SMPN 5 Lubuk Alung. Hal tersebut dilakukan kepada di SMPN 5 Lubuk Alung karena seluruh siswa telah melaksanakan proses pembelajaran daring. Masalah yang ditemui adalah siswa merasa bosan ketika belajar daring, siswa memiliki kendala dengan banyaknya pelajaran online, dan siswa kesulitan untuk memahami materi pembelajaran. Penelitian ini adalah penelitian survei. Data dikumpulkan menggunakan angket. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa di kelas tujuh, delapan dan sembilan di SMPN 5 Lubuk Alung. Peneliti menggunakan teknik random sampling untuk menentukan sampel. Sampel pada penelitian ini berjumlah 219 responden pada tahun ajaran 2021/2022. Untuk menganalisis data, peneliti menghitung persentase dari setiap pernyataan yang diberikan oleh siswa, mengetahui mean masing-masing sub variable dan membuat kesimpulan dengan level rating quality. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa persepsi siswa terhadap pembelajaran daring bahasa inggris selama pandemi covid di SMPN 5 Lubuk Alung memiliki respon yang positif, kebanyakan dari siswa sepakat dengan keunggulan dari belajar daring. Sayangnya akses internet yang tidak merata serta tidak stabil serta kesediaan perangkat seperti ponsel pintar dan laptop tidak cukup memadai. Para siswa juga kesulitan dalam memahami materi yang diberikan oleh guru serta kesulitan dalam mengerjakan tugas individu maupun kelompok. Berdasarkan dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa siswa dapat menikmati keunggulan yang diberikan oleh pembelajaran daring, namun perubahan secara tiba-tiba serta kurangnya persiapan, menimbulkan beberapa masalah. Oleh karena itu, guru dan siswa diharapkan untuk dapat menciptakan atmosfer pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan sehingga tujuan dari pembelajaran dapat tercapai. Kata kunci: Persepsi Siswa, Pembelajaran Daring
Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Pembelajaran Tematik Terpadu Menggunakan Model Everyone Is Teacher Here Di Kelas V SD Dilla Yuspita Sari; Rifda Eliyasni
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 4 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i4.17366

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil belajar peserta didik yang rendah disebabkan oleh proses pembelajaran tematik terpadu, guru kurang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menyampaikan pendapatnya, dan peserta didik sulit untuk berpartisipasi aktif selama pembelajaran berlangsung. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus, yaitu siklus I dilaksanakn 2 pertemuan dan siklus II dilksanakan 1 pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pada: a) RPP siklus I dengan rata-rata77,77% (B), siklus II 94,44%(SB), b) pelaksanaan pada aspek guru siklus I rata-rata 85% (Baik), siklus II rata-rata 92,5%(SB), c) pelaksanaan pada aspek peserta didik pada siklus I memperoleh rata-rata 81,25%(B) dan siklus II rata-rata 92,5%(SB), d) penilaian terhadap peserta didik dalam peningkatan hasil belajar pada siklus I dengan rata-rata 80,08 (C) dan siklus II dengan rata-rata 93,13 ( SB). Dapat disismpulkan bahwa menggunakan model ini dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.