cover
Contact Name
Putri Hana Pebriana
Contact Email
putripebriana99@gmail.com
Phone
+6285321149444
Journal Mail Official
konselingjpdk@gmail.com
Editorial Address
https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jpdk/about/editorialTeam
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Konseling
ISSN : ISSN2685     EISSN : 2685936X     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan dan Konseling merupakan wadah bagi para peneliti untuk mengembangkan kompetensinya dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Adapun scope jurnal ini berkaitan dengan pendidikan, sosial sains dan konseling. Jurnal ini terbit enam kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember. Jurnal terdaftar dengan E-ISSN: 2685-936X dan P-ISSN: 2685-9351
Articles 5,452 Documents
Eksplorasi Budaya Arek Malang Dalam Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka 2 Angelica Septina Ambarita; Limayiana Sihotang; Rointan Lubis; Kammer Tuahman Sipayung
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 4 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i4.16940

Abstract

Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka adalah salah satu program dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Teknologi yang dapat diikuti oleh mahasiswa di Indonesia. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan mengahadapi kemajuan zaman. Kurikulum merdeka merupakan inovasi baru dalam dunia Pendidikan di Indonesia. Salah satu bentuk penerapannya yaitu dengan mengadakan Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM). Pertukaran Mahasiswa Merdeka memberikan wadah melalui mata kuliah Modul Nusantara untuk mengeksplor budaya lokal di Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis tentang budaya Arek Malang serta melakukan pengkajian tentang pemahaman mengenai budaya Arek Malang dengan mahasiwa PMM. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selain itu, untuk memperkuat data penelitian, peneliti juga menggunakan data sekunder dari penelitian relevan, jurnal-jurnal dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya Arek Malang dan setiap daerah memiliki identitas masing masing. Kata kunci: Budaya Arek Malang, Pertukaran Mahasiswa Merdeka, Modul Nusantara. Abstract The independent curriculum is a new innovation in the world of education in Indonesia. One form of implementation is by holding the Independent Student Exchange Program. This program aims to improve competence and face the progress of the times. The Merdeka Student Exchange provides a platform through the Nusantara Module course to explore local culture in Malang. This study aims to describe and analyse the culture of Arek Malang. This research is descriptive research with a qualitative approach with data collection methods using observation, interviews, and documentation. In addition, to strengthen research data, researchers also use secondary data from relevant research, journals and literature studies. The results of the study show that the culture of Arek Malang and each region has its own identity. Keywords: Arek Malang Culture, Independent Student Exchange, Nusantara Module.
Studi Literature Efektifitas Pembelajaran IPA Melalui Variasi Di Sekolah Dasar Nofriza Efendi; Arryal Syaputra; Muhammad Ikhsan; Susilawati Susilawati
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 4 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i4.16943

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi gaya mengajar guru, respon siswa terhadap variasi gaya mengajar guru dan efektivitas variasi gaya mengajar guru terhadap hasil belajar siswa sehingga berguna meningkatkan hasil belajar siswa dengan menerapkan tanya jawab yang jelas dan spesifik selama proses pembelajaran. Untuk mendorong siswa berpikir kritis, untuk meningkatkan pemahaman mereka, dan meningkatkan keterampilan komunikasi mereka, tanya jawab adalah teknik pengajaran yang sangat baik. Namun, siswa sering menghadapi tantangan saat mengajukan pertanyaan yang sangat jelas dan tepat. Sehingga mempengaruhi bagaimana mereka menginterpretasikan topik materi. Pertanyaan dan jawaban yang jelas dan spesifik yang digunakan dalam pengajaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan. Pendekatan ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran, mengajukan pertanyaan yang mendorong pemikiran kreatif, dan memperdalam pemahaman mereka. Dengan demikian sesuatu dianggap efektif apabila tercapai tujuan yang telah ditentukan. Variasi dapat berwujud perubahan atau pebedaan yang sengaja diciptakan dibuat memberikan kesan yang unik bagi masing – masing model pembelajaran
Strategi Mencegah Anak Putus Sekolah Dasar Di Nagari Batu Bajanjang Kecamatan Tigo Lurah Kabupaten Solok Febrina Anda Resta; Harisnawati Harisnawati; Waza Karia Akbar
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan sebuah proses yang terjadi didalam kehidupan seseoran seperti yang terjadi di Nagari Batu Bajanjang Kecamatan Tigo Lurah Kabupaten Solok, banyak anak usia sekolah yang tidak bersekolah atau putus sekolah. Tujuan penelitian ini yaitu Untuk mendeskripsikan Strategi Mencegah Anak Putus Sekolah Dasar di Nagari Batu Bajanjang Kecamatan Tigo Lurah Kabupaten Solok. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori struktural fungsional yang dipelopori oleh Robert K Merton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi mencegah anak putus sekolah dasar ada 4 yaitu 1) Orang Tua yaitu memberikan motivasi, perhatian, menyediakan fasilitas belajar untuk anak, memberikan hadiah. 2) Masyarakat yaitu memberikan bantuan. 3) Guru yaitu memberikan dorongan, motivasi. 4) Pemerintah yaitu memberikan bantuan KIP, PKH, PIP
Guru Sebagai Motivator Dalam Meningkatkan Budaya Literasi Anak Didik Bainar Bainar; Satri Handayani
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 4 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i4.17033

Abstract

Bila berbicara tentang guru banyak yang dapat kita kaji, karena provesi sebagai guru bukan hanya sekedar penyampai meteri pelajaran di depan kelas tetapi dia juga sebagai motivator, inspirator, evaluator , model dan lain sebagainya bagi anak didiknya. Karena membaca kunci utuk mendapatkan informasi dan ilmu pengetahuan dalam rangka mencari kebahagiaan hidup dunia dan akhirat. Motivasi dari guru tentang membaca sangatlah penting dalam dunia pendidikan bagi anak didknya sebagi pembangkit semangat dan kemauan yang menimbulkan kekutan yang memberikan dorongan pada anak didiknya utuk meningkatkan minat dan daya bacanya sehingga mampu mengembangkan cerita dan kreativitas mereka akhirnya dapat menumbuhkan generasi yang memiliki krakter yang membawa kepada keindahan , kedamaian dalam kehidupan berbangsa dan beragama.
Pengembangan Bahan Ajar Bermuatan High Order Thinking Skill (Hots) Pada Siswa Sd Di Kecamatan Kampar Afriza Rahma Rani; Romi Laspita; Nasrul Nasrul; Indriyanto Indriyanto
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 4 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i4.17041

Abstract

Pengembangan Bahan Ajar (HOTS) berbasis Website pada pelajaran tematik ini sangat diperlukan karena dihadapkan dengan kondisi global yang tinggi terutama persaingan di dunia pendidikan, sehingga perkemmbangan teknologi yang semakin canggih dan tuntutan memanfaatkan teknologi dalam dunia pendiidikan sungguh sangat menjadi salah satu kebutuhan yang utama. Selain itu mata pelajarann tematik merupakaan mata pelajaran yang menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan dalam suatu pembelajaran pada tingkat MI/SD, karena tematik merupakan pelajaran yang mencakup beberapa pelajaran yang dijadikan satu,sehingga pengembangan pembelajaran tematik perlu dibutuhkan inovasi baru. Tujuan penelitiian ini yaitu untuk; (1) Mendeskripsiikan spesifikasi desain bahan ajar sebagai media pembelajaraan yang layak,efektif,menarik,dan praktis. (2) Menganalisa kelayakan dan kemenariikan dari pengembaangan Bahan Ajar HOTS berbasis Website Pada Subtema Pentingnya Makanan Sehat Bagi Tubuh Untuk Meningkatkan Berpikir Kritis Siswa di Sekolah Dasar,(3) Mendeskripsikan bahan ajar HOTS untuk meningkatkan berpikir kritis siswa . Metode yang dipergunakan pada penelitian ini adalah jenis peneliitian dan pengembaangan atau Research and Development ( RnD ).
Meningkatkan Hasil Belajar Passing dan Stopping Permainan Futsal Melalui Model Pembelajaran Problem Based Learning Trimai Saputra Rizky; Zulkifli Zulkifli
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 4 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i4.17067

Abstract

This study aims to improve the learning outcomes of passing and stopping futsal games through problem-based learning. This research is in the nature of PTK (Class Action Research) with a total of 24 students in class X Agrinak consisting of 14 boys and 10 girls. This research was conducted for two actions (cycles). Each action includes planning, implementation, observation and reflection. Data collection techniques through learning achievement tests. Where in the skills of students during the first cycle there were no students who achieved a completeness score. This means that the results of the first cycle have not reached the classical completeness score of 80% of the number of students. In the second cycle it shows that the students' ability to perform futsal passing and stopping movements is very good compared to cycle I with a completeness score of 100%, meaning this has exceeded the classical completeness score of 80% of the number of students. The passing skills of futsal students during the first cycle of action were not completed by students. In cycle II there was an increase with the acquisition of classical completeness scores as many as 24 students completed or by 100% an increase of 100%.
Improving Students’ Reading Comprehension of Expository Text through A-C-T-I-V-E Technique at SMP Negeri 1 Pematangsiantar Dewi Paulina Silalahi
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 4 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i4.17111

Abstract

Reading comprehension is a necessary skill throughout schooling and a vital component of the successful transition to adult responsibilities. A-C-T-I-V-E is strategies that specifically support students’ comprehension of factual text and goals to improve teaching of reading in the classroom. The purpose of the study is to find out whether the students’ comprehension in reading expository text improved if it is taught by using A-C-T-I-V-E technique. Classroom action research was conducted in this study. The result of research indicated that there was improvement on the students’ reading comprehension which was taught by A-C-T-I-V-E technique. It was proved by the data which showed that the mean of the students in the second cycle, 79.06, was higher than in the first cycle, 67.34 and also in the pre-test 49. The quantitative data were taken from test a pre-test and two tests in post test in cycle I and post test in cycle II. The qualitative data were taken from diary notes, interview sheet, observation sheet and questionnaire sheet also showed that the students’ interest in reading comprehension increased because they could share their knowledge and their opinion each other and also find the definition of difficult words together. Keywords: Reading comprehension, expository text, a-c-t-i-v-e technique. Abstrak Pemahaman membaca adalah keterampilan yang diperlukan selama sekolah dan komponen penting dari transisi yang sukses ke tanggung jawab orang dewasa. A-C-T-I-V-E adalah strategi yang secara khusus mendukung pemahaman siswa tentang teks faktual dan tujuan untuk meningkatkan pengajaran membaca di kelas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pemahaman siswa dalam membaca teks ekspositori meningkat jika diajar dengan menggunakan teknik A-C-T-I-V-E. Penelitian tindakan kelas dilakukan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman membaca siswa yang diajar dengan teknik A-C-T-I-V-E. Hal ini dibuktikan dengan data yang menunjukkan bahwa rata-rata siswa pada siklus II 79,06 lebih tinggi dibandingkan siklus I yaitu 67,34 dan juga pada pre-test 49. Data kuantitatif diambil dari tes satu pre-test dan dua tes pada post-test pada siklus I dan post-test pada siklus II. Data kualitatif yang diambil dari catatan harian, lembar wawancara, lembar observasi dan lembar angket juga menunjukkan bahwa minat siswa dalam membaca pemahaman meningkat karena mereka dapat berbagi pengetahuan dan pendapat mereka satu sama lain dan juga menemukan definisi kata-kata sulit secara bersama-sama. Kata kunci: Pemahaman membaca, teks ekspositori, teknik a-c-t-i-v-e.
The Minimal Responses In The Classroom Conversation Of Grade 8 Students Of SMP Taman Kasih Karunia Kisaran Dewi Paulina Silalahi
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 4 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i4.17116

Abstract

Speaking is to inform people about things they do not know, to persuade people to believe something or to do something, or to entertain people and make them feel good about themselves. conversation is a joint activity in which two or more participant’s uses linguistic forms and nonverbal signals to communicate interactively. The aims of the study after doing this research is to find out the differences of giving respond of male and female students in a classroom conversation in SMP Taman Kasih Karunia Kisaran. In this research, the writer used a descriptive qualitative and case study approach. The research used male and female students of grade 8 students at SMP Taman Kasih Karunia Kisaran. I took 30 students, 16 boys and 14 girls in 1 class. The results of the data can be found from the types of minimal response through their informal conversation in the school. Based on the data, it found that 8th grade female student use more minimal response than male student in SMP Taman Kasih Karunia Kisaran. Incomplete female students are 64% but incomplete male students are 37%. There are 22 minimal responses found in the conversation, they are: yeah, uh-hu, mm/hmm/umm, wow, nods, shakes of the head, yes, no okay, good oh, really, oh my god, that’s right, clarification request, smile and laughter. Keywords: minimal responses, communication, classroom conversation, male and female. Abstrak Berbicara adalah untuk menginformasikan orang tentang hal-hal yang mereka tidak tahu, membujuk orang untuk mempercayai sesuatu atau melakukan sesuatu, atau untuk menghibur orang dan membuat mereka merasa nyaman dengan diri mereka sendiri. percakapan adalah kegiatan bersama di mana dua atau lebih peserta menggunakan bentuk linguistik dan sinyal nonverbal untuk berkomunikasi secara interaktif. Tujuan penelitian setelah melakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pemberian tanggapan siswa laki-laki dan perempuan dalam percakapan kelas di SMP Taman Kasih Karunia Kisaran. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan studi kasus. Penelitian ini menggunakan siswa putra dan putri kelas 8 SMP Taman Kasih Karunia Kisaran. Saya mengambil 30 siswa, 16 laki-laki dan 14 perempuan dalam 1 kelas. Hasil data dapat diketahui dari jenis-jenis respon minimal melalui percakapan informal mereka di sekolah. Berdasarkan data, ditemukan bahwa siswa perempuan kelas 8 menggunakan respon yang lebih minim dibandingkan siswa laki-laki di SMP Taman Kasih Karunia Kisaran. Siswa perempuan yang tidak tuntas 64% tetapi siswa laki-laki yang tidak tuntas 37%. Terdapat 22 respon minimal yang ditemukan dalam percakapan tersebut, yaitu: yeah, uh-hu, mm/hmm/umm, wow, anggukan, gelengan kepala, ya, tidak apa-apa, baik oh, sungguh, ya ampun, benar, permintaan klarifikasi, senyum dan tawa. Kata kunci: respon minimal, komunikasi, percakapan kelas, laki-laki dan perempuan.
Pengaruh Metode Diskusi Buzz Group Terhadap Hasil Belajar IPS Pada Siswa Kelas V SD Negeri 1302 Hasahatan Nurhalimah Harahap; Rani Astria Silvera Harahap; Ismail Harahap
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 4 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i4.17124

Abstract

Ilmu Pengetahuan Sosial atau yang dikenal sebagai IPS adalah pembelajaran yang menganalisis, dan mempelajari masalah sosial dari berbagai aktivitas dalam kehidupan sosial. Namun, permasalahan yang ditemukan dilapangan hasil belajar IPS siswa rendah masih dibawah KKM, hal ini dikarenakan penggunaan metode pembelajaran yang digunakan tidak tepat yaitu dengan menggunakan metode ceramah. Adapun metode yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan mengembangkan pemikiran kritis serta komunikasi siswa dalam pembelajaran IPS adalah dengan menggunakan pembelajaran kelompok yaitu metode diskusi buzz group. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode diskusi buzz group terhadap hasil belajar IPS pada siswa kelas V SD Negeri 1302 Hasahatan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian eksperimen. Desain penelitian menggunakan pretets-postest design. Sampel penelitian adalah siswa kelas V yang berjumlah 20 orang. Dalam penelitian ini pengumpulan data menggunakan tes tertulis, angket, dan dokumentasi. Setelah data terkumpul kemudian dianalisis menggunakan statistik dengan rumus t-test atau uji t. Dari hasil perhitungan berdasarkan hasil penelitian diperoleh thitung = 6,859 dibandingkan dengan ttabel= 2,100, maka thitung > ttabel (6,859 > 2,100). Hal ini berarti bahwa hipotesis diterima. Artinya, Terdapat pengaruh yang signifikan antara metode diskusi buzz group terhadap hasil belajar IPS pada siswa kelas V SD Negeri 1302 Hasahatan.
Pengaruh Penguasaan Keterampilan Mengajar Guru Terhadap Tingkat Pemahaman Siswa Dalam Pembelajaran PAI di Kelas XI SMKN 3 Kota Solok Jihan Fajrianti; Supriadi Supriadi; Supratman Zakir; Alimir Alimir
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 4 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i4.17136

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena adanya perhatian terhadap penguasaan keterampilan mengajar guru di SMKN 3 Kota Solok terhadap tingkat pemahaman siswa. Penulis membatasi penelitian ini pada penguasaan keterampilan mengajar guru terhadap pemahaman siswa yang disukai oleh siswa, karena proses belajar guru dalam menjelaskan pelajaran dapat membuat siswa mengerti dalam pembelajaran PAI. Meskipun demikian, masih ditemukan siswa yang kurang memperhatikan guru saat pembelajaran berlangsung bahkan kurang paham dalam belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan penguasaan keterampilan mengajar guru di SMKN 3 Kota Solok, menggambarkan pemahaman siswa di SMKN 3 Kota Solok, dan mencari tahu apakah ada pengaruh signifikan antara penguasaan keterampilan mengajar guru terhadap tingkat pemahaman siswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang dilakukan di SMKN 3 Kota Solok. Metode yang digunakan adalah korelasi dan analisis regresi linear sederhana untuk mengukur besarnya pengaruh variabel bebas (penguasaan keterampilan mengajar guru) terhadap variabel terikat (pemahaman siswa). Data dikumpulkan menggunakan angket dari 54 siswa sebagai sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan keterampilan mengajar guru di SMKN 3 Kota Solok termasuk dalam kategori tinggi dengan persentase 54%, dan pemahaman siswa juga termasuk dalam kategori tinggi dengan persentase jawaban 50%. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara penguasaan keterampilan mengajar guru terhadap tingkat pemahaman siswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai t hitung sebesar 7.482 > t tabel 1.997 dan F regression 665 > F tabel 4.02, dengan nilai sig. Regression 000 < 0,05, sehingga H1 diterima dan Ho ditolak. Dengan demikian, pengaruh penguasaan keterampilan mengajar guru terhadap tingkat pemahaman siswa dalam pembelajaran PAI di kelas XI SMKN 3 Kota Solok memiliki pengaruh yang signifikan.