cover
Contact Name
Prima Hariyanto
Contact Email
patriyawhura@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
patriyawhura@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bangka tengah,
Kepulauan bangka belitung
INDONESIA
Sirok Bastra
ISSN : 23547200     EISSN : 26212013     DOI : -
SIROK BASTRA is a journal which publishes language literature and language literature education research, either Indonesian, local, or foreign research. All articles in SIROK BASTRA have passed the reviewing process by peer reviewers and edited by editors. SIROK BASTRA is published by Kantor Bahasa Kepulauan Bangka Belitung twice times a year, in June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 220 Documents
PROSES PENCIPTAAN ARENA HISTORIS BINHAD NURROHMAT DALAM KWATRIN RINGIN CONTONG Akhmad Fatoni; Tengsoe Tjahjono
Sirok Bastra Vol 10, No 1 (2022): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37671/sb.v10i1.339

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses penciptaan arena historis Binhad Nurrohmat dalam kumpulan puisinya Kwatrin Ringin Contong. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra. Pengumpulan data dilakukan dengan a) kepustakaan, b) wawancara  mendalam, dan  c) dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis sosiologis. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa proses penciptaan arena historis Nurrohmat dalam Kwatrin Ringin Contong terbentuk tidak instan. Hal itu terbangun melalui habitus, arena, dan modal sejak muda di lingkungan keluarga kecilnya di Lampung. Setelah itu, Nurrohmat remaja membangun itu di Yogyakarta dan diperkuat saat dewasa di Jakarta. Arena produksi kultural yang dimiliki sejak kecil hingga dewasa, membuat Nurrohmat matang sebagai seorang penyair dan pengasuh pesantren. Hal itu membuat dirinya tidak kesulitan membentuk pola baru dengan habitus, arena, dan modal yang baru sesuai dengan maruahnya seorang Gus yang Penyair.Kata kunci: arena produksi kultural, semiotik puisi, sastra pesantren.
INFORMAL VOCABULARIES IN INDONESIAN I Dewa Putu Wijana
Sirok Bastra Vol 10, No 2 (2022): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37671/sb.v10i2.388

Abstract

This research concerns about the Indonesian informal vocabularies compared to their formal equivalents regarding their forms and semantic characteristics. Using data collected from Indonesian Big Dictionary, it is found that in spite of vocabularies which are specifically used for serving informal speech styles, there are also ones that are modified from their formal counterparts through various phonological processes, such as deletion, addition, and substitution. Meanwhile, with regard to their socio-semantic characteristics, the informal vocabularies can be foreign, local, and polysemic (secondary meaning, onomatopoeic, and slangy) variation of their formal equivalents.
EVALUASI PEMBELAJARAN APRESIASI SASTRA KELAS V.C SD NEGERI 21 TARAI BANGUN, KAMPAR: STUDI KASUS MEMBACA PUISI Zainal Abidin
Sirok Bastra Vol 10, No 1 (2022): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37671/sb.v10i1.361

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kasus kesulitan pembelajaran membaca puisi siswa sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan data yang diperoleh dari subjek kasus guru dan siswa kelas V.C SDN 21 Tarai Bangun, Kampar. Data berupa perilaku kesulitan belajar diambil dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Langkah-langkah yang dilakukan meliputi identifikasi kasus, diagnosis, prognosis, remedial (treatment), evaluasi, dan tindak lanjut (follow up). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab kasus kesulitan pembelajaran apresiasi sastra, khususnya membaca puisi, adalah kondisi kelas dan faktor guru. Kondisi jendela kelas yang terlalu rendah dapat diatasi dengan memberi penutup berupa tirai untuk menghalangi pandangan siswa ke luar ruangan, sedangkan guru yang kurang menguasai kelas karena kekurangan media pembelajaran dapat diatasi dengan penyediaan buku penunjang lain selain buku utama, majalah, dan proyektor.Kata kunci: pembelajaran; apresiasi sastra; studi kasus; membaca puisi.
KAJIAN TINDAK TUTUR PANTUN PADA PERTUNJUKAN DAMBUS DALAM ADAT PERNIKAHAN MASYARAKAT BANGKA: SEBUAH KAJIAN PRAGMATIK Muhammad Rozani; Nela Oktarina
Sirok Bastra Vol 10, No 2 (2022): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37671/sb.v10i2.408

Abstract

Kajian ini membahas tindak tutur pantun pertunjukan dambus adat pernikahan masyarakat Bangka dalam aspek tinjauan pragmatik. Tujuan penelitian ini, yaitu untuk mengetahui jenis tindak tutur dan bentuk tindak tutur teks pantun dalam pertunjukan dambus pada konteks pernikahan masyarakat Bangka. Manfaat hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai khazanah pengetahuan bagi pembaca terkait jenis tindak tutur dan bentuk tindak tutur teks pantun dalam pertunjukan dambus konteks pernikahan masyarakat Bangka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara mendeskripsikan, menganalisis, menginterpretasi, dan menarik simpulan. Hasil analisis penelitian ini, yaitu terdapat tiga jenis tindak tutur ilokusi, yang berupa tindak tutur ilokusi asertif, tindak tutur ilokusi direktif, dan tindak tutur ilokusi komisif. Tindak tutur ilokusi asertif ditemukan sebanyak 11 kalimat, di antaranya pada pantun pertama bagian pembuka dengan kode P1.B1, P2.B2, dan P3.B3. Kemudian, pada pantun kedua dengan kode P2.B1, P2.B2, dan P3.B3. Lalu, pada pantun ketiga dengan kode P3.B1 dan P3.B2, serta pada pantun keempat dengan kode P4.B1 dan P4.B2. Tindak tutur direktif ditemukan sebanyak 3 kalimat, di antaranya pada pantun ketiga dengan kode P3.B4 dan pada pantun keempat dengan kode P4.B3 dan P4.B4. Tindak tutur komisif ditemukan sebanyak 2 kalimat, di antaranya pada pantun kedua dengan kode P2.B4 dan pada pentun ketiga dengan kode P3.B3. Tindak tutur pantun pertunjukan dambus konteks adat pernikahan masyarakat Bangka mengandung kisah atau cerita kehidupan pasangan mulai dari hendak menikah sampai pada setelah menikah.
TOPONIMI DAN ASPEK PENAMAAN ASAL-USUL NAMA JALAN DI KABUPATEN TANAH LAUT Hestiyana Hestiyana
Sirok Bastra Vol 10, No 2 (2022): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37671/sb.v10i2.367

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan toponimi dan aspek penamaan asal-usul nama jalan di Kabupaten Tanah Laut berdasarkan deskripsi asal nama. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini berupa daftar nama jalan di Kabupaten Tanah Laut dan dokumentasi berupa sejarah asal-usul nama jalan yang diperoleh dari referensi buku dan dokumen serta hasil wawancara dengan informan. Penelitian ini dilakukan dengan tiga tahap, yakni tahap pengumpulan data, tahap analisis data, dan tahap penyajian hasil analisis data. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan langkah-langkah mengklasifikasikan dan menganalisisnya secara keseluruhan, yakni mengklasifikasikan nama-nama jalan di Kabupaten Tanah Laut berdasarkan deskripsi asal nama. Selanjutnya, menganalisis data berdasarkan deskripsi asal nama, yakni aspek perwujudan, aspek kemasyarakatan, dan aspek kebudayaan. Hasil analisis data disajikan menggunakan metode informal. Berdasarkan hasil analisis, toponimi dan aspek penamaan asal-usul nama jalan di Kabupaten Tanah Laut terdiri atas: (1) aspek perwujudan, yakni (a) penamaan berdasarkan nama tumbuhan atau flora dan (b) penamaan berdasarkan keadaan lingkungan alam; (2) aspek kemasyarakatan, yakni (a) penamaan berdasarkan tokoh pejuang, (b) penamaan berdasarkan tokoh agama, (c) penamaan berdasarkan pekerjaan atau profesi, dan (d) penamaan berdasarkan interaksi sosial di masyarakat; dan (3) aspek kebudayaan, yakni berkaitan dengan kearifan lokal dan kepercayaan masyarakat setempat.
NOVEL RAHASIA PELANGI KARYA RIAWANI ELYTA DAN SHABRINA WS: KEPENTINGAN DAN TINDAKAN DALAM EKOLOGI POLITIK Akhmad Idris; Putri Ayu Cahyani
Sirok Bastra Vol 10, No 1 (2022): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37671/sb.v10i1.346

Abstract

Jika sebelumnya karya sastra ekologis hanya merepresentasikan lingkungan fisik alam dalam karyanya, karya sastra saat ini juga merepresentasikan permasalahan-permasalahan alam yang ditimbulkan manusia dalam memanfaatkan alam. Perubahan lingkungan tidak bersifat netral, tetapi merupakan bentuk politik lingkungan yang banyak melibatkan aktor-aktor yang berkepentingan baik pada tingkat lokal, regional, maupun global. Oleh karena itu, pembahasan mengenai ekologi politik meliputi kepentingan dan tindakan para aktor. Satu di antara karya sastra ekologis nusantara adalah novel Rahasia Pelangi yang ditulis oleh Riawani Elyta dan Shabrina WS. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan secara menyeluruh tentang kepentingan dan tindakan aktor dalam konflik ekologi politik yang ada pada novel Rahasia Pelangi karya Riawani Elyta dan Shabrina WS. Dalam proses penelitian, dilakukan upaya interpretasi pada kata, frasa, kalimat atau satuan cerita dalam novel Rahasia Pelangi karya Riawani Elyta dan Shabrina WS yang mengandung makna tersirat ataupun tersurat berkaitan dengan konflik ekologi politik. Selanjutnya, dilakukan eksplanasi yang berdasar pada relasi makna antardata dan teori-teori berkaitan dengan ekologi politik. Langkah terakhir berupa penarikan simpulan tentang kepentingan dan tindakan aktor dalam konflik ekologi politik pada novel Rahasia Pelangi karya Riawani Elyta dan Shabrina WS. Hasil penelitian ini menunjukkan kelompok negara cenderung mendukung kepentingan kelompok perusahaan. Sementara itu, kelompok organisasi nonpemerintah lebih mendukung kepentingan grassroot actors. Selanjutnya, gerakan lingkungan terlembaga dalam novel Rahasia Pelangi dilakukan oleh pemerintah dengan cara memberikan dukungan terhadap kepentingan perusahaan. Sementara gerakan lingkungan terorganisasi dilakukan oleh pihak taman nasional yang dibantu organisasi lingkungan nonpemerintah dengan cara memberikan sosialisasi kepada masyarakat desa yang terletak di sekitar Tesso Nillo.Kata kunci: novel Rahasia Pelangi, ekologi politik, kepentingan, tindakan.
KRAKATAU MENDERU DALAM SASTRA MELAYU: ANALISIS SOSIOLOGI SASTRA TERHADAP TEKS SYAIR LAMPUNG KARAM DAN HIKAYAT MERPATI MAS Priyo Joko Purnomo; Tito July Haryanto
Sirok Bastra Vol 10, No 2 (2022): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37671/sb.v10i2.390

Abstract

Meletusnya Krakatau pada tahun 1883 merupakan salah satu peristiwa kebencanaan yang paling dahsyat di wilayah Indonesia. Peristiwa ini telah menelan banyak korban jiwa dan berdampak besar terhadap keadaan dunia pada masa itu. Peristiwa ini pun memberikan inspirasi kepada banyak sastrawan di abad ke-19 untuk mendokumentasikannya dalam sebuah karya sastra. Beberapa karya sastra yang memuat informasi kebencanaan Krakatau 1883, di antaranya: Syair Lampung Karam karya Muhammad Saleh dan Hikayat Merpati Mas karya Muhammad Bakir. Kedua karya sastra yang tergolong dalam karya sastra Melayu klasik ini memberikan gambaran yang autentik terhadap peristiwa kebencanaan tersebut. Tulisan ini berupaya menggali dan menguraikan informasi terkait kebencanaan dan situasi kemasyarakatan dari peristiwa Krakatau 1883. Adapun masalah yang dirumuskan pada tulisan ini, antara lain terkait: (1) identitas karya sastra dan kepengarangan, (2) cerminan peristiwa meletusnya Krakatau, dan (3) fungsi karya sastra dalam ranah kebencanaan. Untuk menjawab permasalahan tersebut, digunakan pendekatan sosiologi sastra dengan metode penelitian deskriptif analisis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya penggambaran yang terperinci dari peristiwa meletusnya Krakatau 1883 dan juga kondisi kemasyarakatan pada masa itu.
MITOS SRIBANUN DALAM MASYARAKAT SASAK Herman Wijaya; Lalu Fakihuddin; Nunung Supratmi; Novita Andriani; Ramlah H.A. Gani
Sirok Bastra Vol 10, No 1 (2022): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37671/sb.v10i1.362

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap wujud kepercayaan dan bentuk-bentuk kearifan lokal Sasak dari mitos Sribanun beserta eksistensinya dalam masyarakat Dusun Marang Utara, Desa Kotaraja, Lombok Timur. Jenis penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif. Data didapatkan dari informan-informan terseleksi, yakni sesepuh masyarakat Dusun Marang Utara dan pemangku adat setempat yang bertugas menjaga kelestarian budaya lokal masyarakat Kotaraja. Data dikumpulkan menggunakan teknik observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan pereduksian data, penyajian data, penganalisisan data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Dusun Marang Utara, Kotaraja, masih meyakini mitos Sribanun memiliki kekuatan mistis dalam kehidupan mereka. Kepercayaan terkait mitos ini diwujudkan dalam beberapa bentuk kearifan lokal setempat berupa pengambilan bubus, tolak bala, pesilaq Sribanun, dan membuang pakaian dalam ke atap rumah. Kearifan lokal tersebut hingga saat ini masih eksis dan dilestarikan oleh sebagian masyarakat Dusun Marang Utara, Kotaraja.Kata kunci: antropologi sastra, Sribanun, kepercayaan, kearifan lokal, eksistensi
INTERJEKSI TUTURAN JOKO WIDODO DALAM KOMUNIKASI PUBLIK PADA MASA PANDEMIK COVID-19: SEBUAH KAJIAN SOSIOPRAGMATIK Memet Sudaryanto; Habib Safillah Akbariski
Sirok Bastra Vol 10, No 2 (2022): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37671/sb.v10i2.416

Abstract

Tuturan dalam gelar wicara tokoh publik merupakan data bahasa yang merepresentasikan keadaan sebenarnya dan teknik komunikasi paling ideal. Kajian ini membahas interjeksi dari perspektif sosiopragmatik yang dituturkan oleh Joko Widodo selaku tokoh politik tertinggi di Indonesia. Kajian ini diharapkan mampu mendeskripsikan penggunaan, pemanfaatan, dan dampak tuturan Joko Widodo berdasar pada perspektif sosiopragmatik. Guna menghimpun data penelitian yang sahih, pendekatan yang digunakan untuk memecahkan masalah tersebut adalah pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi tuturan Jokowi dalam gelar wicara mengenai Covid-19. Data dianalisis secara interaktif yang terdiri atas pengumpulan data, kondensasi, penyajian, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Joko Widodo menggunakan beberapa interjeksi sebagai strategi tuturnya yang paling dominan pada interjeksi partikel, sedangkan interjeksi lain yang sering digunakan antara lain adverbial, verba, frasa, kalimat dan, istilah; (2) beberapa fungsi yang kerap digunakan Joko Widodo selaku tokoh publik tentu memiliki tujuan yang beragam, tetapi fungsi interjeksi paling dominan yang sering digunakan adalah konatif mengenai wacana Covid-19 yang tengah dirasakan oleh masyarakat; dan (3) secara umum, dampak paling terlihat dari analisis sosiopragmatik yang dilakukan adalah munculnya kepatuhan, kesiapan, kesepakatan, serta reaksi lain yang ditunjukkan oleh mitra tutur terkait wacana Covid-19 yang sempat menaikkan level kesiagaan dan kebijakan pemerintah Indonesia.
KEMAMPUAN LITERASI MEMBACA KALIMAT PESERTA DIDIK KELAS I SEKOLAH DASAR NEGERI 23 PEMULUTAN, KABUPATEN OGAN ILIR Centi Agustia Maruti; Missriani Missriani; Sri Wahyu Indrawati
Sirok Bastra Vol 10, No 2 (2022): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37671/sb.v10i2.369

Abstract

Literasi membaca masih menjadi pekerjaan rumah bagi dunia pendidikan di Indonesia. Hal ini terlihat dari peringkat literasi Indonesia yang masih sangat rendah, yaitu urutan ke-64 dari 72 negara. Hal inilah yang menarik peneliti untuk membuat penelitian terkait kemampuan membaca di SD Negeri 23 Pemulutan, Ogan Ilir. Menggunakan metode campuran atau mix method, peneliti mengamati 25 siswa Kelas I SD Negeri 23 Pemulutan dalam hal membaca kalimat sederhana. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui jika kemampuan membaca kalimat para siswa masih belum baik. Saat membaca kalimat sederhana, peserta didik masih banyak yang mengeja kata, setelah itu baru digabungkan untuk dibaca menjadi satu kalimat yang utuh. Dari 25 orang siswa, hanya 9 orang siswa saja yang mampu membaca seluruh kalimat dengan lancar.