cover
Contact Name
Prima Hariyanto
Contact Email
patriyawhura@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
patriyawhura@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bangka tengah,
Kepulauan bangka belitung
INDONESIA
Sirok Bastra
ISSN : 23547200     EISSN : 26212013     DOI : -
SIROK BASTRA is a journal which publishes language literature and language literature education research, either Indonesian, local, or foreign research. All articles in SIROK BASTRA have passed the reviewing process by peer reviewers and edited by editors. SIROK BASTRA is published by Kantor Bahasa Kepulauan Bangka Belitung twice times a year, in June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 220 Documents
REPRESENTASI BUDAYA POPULER DALAM FILM SENIOR KARYA BAGUS BRAMANTI DAN EKO IVANO WINATA (Popular Culture Representation in Senior Film’s by Bagus Bramanti and Eko Ivano Winata) Rina Rahmawati; Jihaduddin Akbar
Sirok Bastra Vol 9, No 1 (2021): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37671/sb.v9i1.273

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk budaya populer yang terepresentasi dalam film Senior karya Bagus Bramanti dan Eko Ivano Winata. Penelitian ini berjenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data penelitian ini yaitu film Senior karya Bagus Bramanti dan Eko Ivano Winata. Data dalam penelitian ini berupa kata-kata dan kalimat yang merupakan hasil identifikasi dari percakapan dan setting sebagai budaya populer yang terlihat dan terdengar dalam film. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi dan teknik simak dan catat. Teknik analisis yang digunakan yaitu menggunakan aktivitas reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya populer dapat terepresentasi melalui karya sastra. Hal ini karena perkembangan zaman yang diikuti oleh canggihnya teknologi dan informasi. Bentuk budaya populer yang terepresentasi dalam film Senior yaitu media sosial, iphone, bahasa asing, bahasa gaul, makanan cepat saji, busana, kafe dan WiFi. This study aims to describe the form of popular culture represented in the film Senior by Bagus Bramanti and Eko Ivano Winata. This research is descriptive research with a qualitative approach. The data source of this research is the film Senior by Bagus Bramanti and Eko Ivano Winata. The data in this study are words and sentences identified from conversations and settings as a popular culture that is seen and heard in films. Data collection techniques in this study used documentation techniques and observation and note techniques. The analysis techniques used were data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that popular culture can be represented through literary works. This is because of the times followed by the sophistication of technology and information. The forms of popular culture represented in the film Senior are social media, iPhone, foreign languages, slang, fast food, cafes, and WiFi.
BEJANGKEP DALAM NOVEL JEJAK SAMALAS KARYA SAMSUL KAMAR Randa Anggarista
Sirok Bastra Vol 10, No 1 (2022): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37671/sb.v10i1.363

Abstract

Perkembangan zaman dan munculnya arus modernisasi menyebabkan masyarakat suku Sasak mulai kehilangan identitas. Berbagai kearifan lokal yang bersifat multikultural mulai hilang dari sisi sosiologis masyarakat setempat, salah satunya tradisi bejangkep. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi prosesi bejangkep atau pernikahan dalam tradisi masyarakat suku Sasak yang terefleksi dalam teks novel Jejak Samalas karya Samsul Kamar melalui perspektif antropologi sastra. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif analisis. Data dalam penelitian ini berupa teks yang berorientasi pada rumusan masalah. Adapun sumber data dalam penelitian ini yaitu sumber data primer berupa novel Jejak Samalas karya Samsul Kamar yang diterbitkan oleh Alinea Media Pustaka pada tahun 2020. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik baca dan catat. Instrumen dalam penelitian ini, yaitu penulis sendiri yang berorientasi pada penelitian tentang prosesi bejangkep dalam novel Jejak Samalas karya Samsul Kamar. Uji validitas data dalam penelitian ini menggunakan validitas semantis yang berorientasi pada kedalaman dan ketepatan proses interpretasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini dilalui dengan tahapan kategorisasi data, interpretasi, dan penarikan simpulan. Berdasarkan hasil analisis, terlihat bahwa dalam novel Jejak Samalas terefleksi prosesi bejangkep sebagai salah satu budaya masyarakat Sasak yang dimulai dari berayean, midang, merariq (maling, pisuke, sejati dan selabar, betikah), serta ngiring.Kata kunci: bejangkep, Sasak, antropologi sastra
SUGESTI BAHASA DALAM NARASI PENGENDALIAN COVID-19 PADA UNGGAHAN MEDIA SOSIAL Ni Nyoman Ayu Suciartini
Sirok Bastra Vol 10, No 1 (2022): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37671/sb.v10i1.304

Abstract

Fungsi bahasa menghadirkan sugesti demikian dekat dan memengaruhi kehidupan manusia. Hal tersebut membuat bahasa menjadi salah satu senjata efektif untuk dapat mengendalikan bahkan memerangi covid-19. Hal tersebut membuat bahasa mampu membentuk dan mengubah pola pikir, pola perilaku, sikap, sifat seseorang untuk membentuk budaya hidup sehat. Salah satu kontribusi yang bisa dilakukan dalam bidang bahasa untuk ikut berupaya dalam mencegah dan menanggulangi covid-19 ialah dengan menggunakan bahasa sebagai alat sugesti dalam mengedukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Rumusan masalah dalam penelitian ini ialah bagaimana bahasa sugesti yang terkandung dalam narasi penanggulangan covid-19? Tujuan penelitian ini ialah untuk menganalisis bahasa sugesti yang terkandung dalam narasi penanggulangan covid-19. Metode yang digunakan ialah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan kajian pragmatik, khususnya teori tindak tutur direktif, asertif, komisif, dll. sebagai pisau analisisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meme yang penulis analisis dan bedah secara pragmatik ditemukan narasi-narasi yang mengandung tindak tutur direktif, seperti mengimbau, menyuruh, mengingatkan. Ditemukan pula bahasa sugesti yang mengandung tindak tutur ekspresif dan komisif yang kesemuanya ditujukan untuk dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga imun tubuh dan menjaga kesehatan di tengah pandemi covid-19, bahaya covid-19, dan juga penanganan sederhana yang bisa dilakukan untuk mengendalikan penyebaran virus covid-19.Kata kunci: sugesti, pragmatik, covid-19.
IMPLIKATUR PERCAKAPAN DALAM KEGIATAN ANAK DAN ORANG TUA PADA KONTAK INTERPERSONAL Nafilatil Mubarriza; Anggik Budi Prasetiyo
Sirok Bastra Vol 10, No 2 (2022): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37671/sb.v10i2.372

Abstract

Implikatur percakapan merupakan pengungkapan maksud secara terselubung yang dapat terjadi pada berbagai situasi tutur, seperti dalam kontak interpersonal antara orang tua dengan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan waktu penggunaan implikatur percakapan dalam komunikasi anak dengan orang tua pada saat terjadi. Data penelitian berupa kata-kata dalam tuturan percakapan yang diindikasikan mengandung implikatur di dalamnya. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi menggunakan teknik simak dan teknik catat. Pendekatan yang digunakan ialah pendekatan pragmatik dengan memberdayakan teori implikatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implikatur tuturan pada kontak interpersonal antara anak dan orangtua terjadi pada beberapa kondisi, yaitu (1) pagi hari ketika berangkat bimbingan belajar, (2) siang hari pada waktu berangkat latihan karate, dan (3) sore hari pada waktu akan mengikuti pendidikan Al-Qur’an. Implikatur yang dimunculkan juga beragam, yakni meminta, memerintah, memberi tahu, menegur, dan mengingatkan.
ANALYSIS OF MORAL VALUES IN THE ENOLA HOLMES MOVIE Natalia Sri Kurniati; Eusabinus Bunau; Yanti Sri Rezeki
Sirok Bastra Vol 10, No 1 (2022): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37671/sb.v10i1.354

Abstract

The purpose of this research was to examine the kinds of moral values and describe how they are presented in the Enola Holmes movie directed by Harry Bradbeer. The research design was a descriptive qualitative study and the Enola Holmes movie script was the primary data source. The SPEAKING Model (setting, participants, ends, act sequence, key, instrumentalities, norms, genre) by Dell Hymes is used as the framework to assess the conversation in the movie. The results showed that the movie contained some moral values defined by Haidt such as care, fairness or proportionality, liberty, authority or respect, and loyalty or in group, also moral values defined by Barrow, such as fairness, respect for persons, freedom, and well-being. The most dominant  moral values in this movie were liberty or freedom. The moral values are stated mostly by the characters in the movie directly, while some are stated indirectly. The moral values described in this research have important implications for teachers and other researchers, which encourage the use of various tools in analyzing discourse in literary works and able to apply the moral values in daily life.Keywords: moral value, literature, SPEAKING model, descriptive.
CITRA PEREMPUAN DALAM CERITA RAKYAT ASAL PULAU MADURA Amir Mahmud
Sirok Bastra Vol 10, No 2 (2022): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37671/sb.v10i2.399

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan citra perempuan yang tersirat dalam cerita rakyat asal Pulau Madura dengan pedekatan feminisme. Metode deskripsi analisis digunakan untuk memecahkan masalah, mendeskripsikan, dan menganalisis data. Sumber data penelitian ini berupa tiga cerita rakyat yang mempresentasikan citra tokoh perempuan. Ada empat temuan citra perempuan dalam penelitian ini, yaitu tokoh perempuan berparas menarik dan pintar, tokoh perempuan yang menjadi teladan, tokoh perempuan religius, dan tokoh perempuan yang berani melakukan perubahan. Para tokoh perempuan dalam ketiga cerita rakyat tersebut memiliki berbagai persoalan hidup, seperti kekecewaan, keterbatasan peluang untuk maju, terpinggirkan, difitnah, dan tidak dihargai oleh keluarganya, yang telah membentuk pribadi mereka menjadi bijaksana dan tabah. Masyarakat memandang bahwa Potre Koneng, Ragapadmi, Rato Ebhu, dan Dewi Ratnadi sebagai tokoh ideal yang memiliki perjuangan, keberanian, pengorbanan, kecerdasan, dan ketekunan beribadah sehingga nama mereka dijadikan nama lembaga, tempat wisata, kuliner, judul cerita, dan nama kapal penyeberangan.
NILAI PROFETIK DALAM SYAIR PENGANTIN PADA ACARA PERNIKAHAN BANJAR KARANGAN K. H. ABDUL HAKIM Zakiyah Zakiyah
Sirok Bastra Vol 10, No 1 (2022): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37671/sb.v10i1.338

Abstract

Karya sastra yang dapat memberikan keseimbangan antara tema sosial dan tema spiritual, merepresentasikan sejarah kemanusiaan maupun nilai kenabian/agama. Sastra profetik merupakan sebuah konsep sastra kenabian, yaitu karya sastra yang memiliki semangat untuk selalu mengingatkan manusia akan Tuhannya, keberadaan manusia di hadapan Tuhan dan kesanggupan manusia menerima petunjuk Tuhan. Adapun teori yang digunakan dalam tulisan ini yaitu teori sastra profetik, yaitu sastra yang membawa semangat humanisasi, liberasi, dan transendensi. Tulisan ini menganalisis teks syair pengantin karangan K.H. Abdul Hakim yang menjadi subjek penelitian. Temuan dari hasil penelitian terhadap teks Syair Pengantin ini, yaitu adanya keselarasan nilai-nilai profetik terkait dengan semangat humanisasi, liberasi, dan transendensi.Kata kunci: nilai; profetik; syair; pernikahan Banjar.
MEDAN MAKNA ‘JATUH’ DALAM BAHASA SASAK DIALEK NGENO-NGENE Hubbi Saufan Hilmi; Indra Purnawan Panjaitan; Sri Wahyuni; Alpan Ahmadi
Sirok Bastra Vol 10, No 2 (2022): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37671/sb.v10i2.374

Abstract

Salah satu cara pemertahanan eksistensi bahasa daerah ialah dengan cara menginventarisasi bahasa daerah tersebut. Inventarisasi bahasa daerah salah satunya dapat berupa penelitian terkait bahasa daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan mendeskripsikan komponen makna ‘jatuh’ dalam bahasa Sasak dialek Ngeno-Ngene. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitiaan ini ialah metode deskriptif dengan bentuk kualitiatif. Data dalam penelitian berupa data lisan dari 25 informan penutur bahasa Sasak dialek Ngeno-Ngene di Dusun Montong Meong. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode cakap dan simak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejumlah bentuk dan komponen makna yang berbeda-beda dari setiap bentuk yang bermakna ‘jatuh’ dalam bahasa Sasak dialek Ngeno-Ngene yang digunakan para penuturnya di Dusun Montong Meong, Desa Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Sejumlah bentuk kata jatuh dalam bahasa Sasak tersebut berdasar pada objek dan proses objek tersebut jatuh. Objek dengan kriteria makhluk hidup meliputi teri', reba', nyuksur, nunjem, kelegong, gelontong, kedarsot, kederos, kelengguk, kekelak, kekalep, ketumpak, sedangkan yang objek jatuhnya berupa benda (padat/cair) menggunakan kata teri', reba', klepos, nunjem, urut, numpas, gelontong, kesangkur, dan geriti’. Sementara komponen makna ‘jatuh’ dalam bahasa Sasak dibedakan menjadi proses terjadinya peristiwa jatuh baik manusia maupun benda (padat/cair) dan posisi objek yang terjatuh. Komponen makna ‘jatuh’ dalam bahasa Sasak dilihat dari proses terjadinya peristiwa jatuh baik manusia maupun benda (padat/cair) dengan pengertian objek meluncur dari atas ke bawah, objek terlepas dari tumpuan yang mengakibatkan perubahan posisi dari posisi vertikal menuju posisi horizontal, dan yang termasuk ihwal keduanya. Ihwal yang pertama meliputi teri', klepos, nunjem, kelegong, urut, numpas, kesangkur, dan geriti’. Ihwal proses jatuh yang kedua meliputi reba', nyuksur, kedarsot, kederos, dan kelengguk. Kemudian proses jatuh yang termasuk ke dalam dua ihwal tersebut meliputi kekelak, kekalep, dan ketumpak. Kriteria berikutnya ialah penyebutan kata jatuh dalam bahasa Sasak dialek Ngeno-Ngene berdasarkan posisi terjatuhnya meliputi kekelak, kekalep, dan ketumpak.
PENGEMBANGAN CERITA RAKYAT TANJUNG TEDUNG BERBASIS E-COMIC UNTUK PENANAMAN KEMAMPUAN LITERASI SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR Yurdayanti Yurdayanti; Nurjanah Nurjanah
Sirok Bastra Vol 10, No 1 (2022): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37671/sb.v10i1.356

Abstract

Permasalahan dalam penelitian hasil dari wawancara yang dilaksanakan kepada guru dan hasil dari analisis kebutuhan siswa dan guru adalah kurangnya variasi media dalam kegiatan pembelajaran termasuk pembelajaran cerita rakyat. Selain itu, pemahaman literasi masih rendah serta guru masih menggunakan metode konvensional. Dalam konteks lain, siswa lebih menyenangi belajar mengunakan media bergambar dan memiliki tampilan menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan cerita rakyat Tanjung Tedung berbasis e-comic untuk penanaman kemampuan literasi siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan penelitian RD (Research and Development), dikembangkan dengan model pengembangan mengacu pada model ADDIE dengan lima langkah yang meliputi: tahap analisis, tahap desain, tahap pengembangan, tahap implementasi dan tahap evaluasi. Teknik dan instrumen pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan angket. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian yang diperoleh dari validator materi dengan persentase 84% (sangat layak), validator media 1 dengan persentase 81% (sangat layak), validator media 2 dengan persentase 80% (sangat layak). Kepraktisan media dari respon siswa uji skala kecil dan uji skala besar diperoleh hasil 97% dan 94% (sangat praktis), dan kemampuan literasi dari respon siswa uji skala kecil dan uji skala besar siswa diperoleh hasil 96% dan 93%. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengembangan cerita rakyat Tanjung Tedung berbasis e-comic untuk penanaman kemampuan literasi pada sekolah dasar kelas IV sangat layak dan sangat praktis digunakan sebagai media pembelajaran.Kata Kunci: cerita rakyat, e-comic, kemampuan literasi, sekolah dasar
PENGARUH KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI DALAM BAHASA HOKKIEN TERHADAP PENGUASAAN BAHASA MANDARIN LISAN MAHASISWA SEKOLAH TINGGI DI KOTA MEDAN Sylvia Tanaka; Septerianie Sutandi
Sirok Bastra Vol 10, No 2 (2022): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37671/sb.v10i2.405

Abstract

Penelitian ini membahas pengaruh kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Hokkien terhadap penguasaan bahasa Mandarin lisan mahasiswa sebuah sekolah tinggi di Kota Medan. Mahasiswa sekolah tinggi yang menjadi responden dalam penelitian ini merupakan pemelajar bahasa Mandarin yang bahasa ibunya adalah bahasa Hokkien. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisis data yang dikumpulkan melalui kuesioner terbuka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa muncul bahasa antara dalam proses mereka mempelajari bahasa Mandarin. Kemampuan bahasa Hokkien di satu sisi membawa pengaruh positif, di sisi yang lain juga membawa pengaruh negatif terhadap penguasaan bahasa Mandarin. Dengan keeratan hubungan kekerabatan antara dua bahasa, bahasa Hokkien membawa pengaruh positif terhadap penguasaan kosakata, tata bahasa, dan fonetik bahasa Mandarin. Selain itu, ditemukan bahwa pengaruh negatif yang terjadi disebabkan oleh beberapa perbedaan sistem kebahasaan dari bahasa Mandarin (B2) dan bahasa Hokkien (B1). Peneliti berharap temuan dan saran dari penelitian ini dapat membantu pemelajar bahasa Mandarin memanfaatkan pengaruh positif kemampuan bahasa Hokkien dalam meningkatkan efektivitas terhadap penguasaan bahasa Mandarin, juga membantu pemelajar meminimalkan pengaruh negatif yang disebabkan oleh kemampuan bahasa Hokkien terhadap penguasaan bahasa Mandarin.