cover
Contact Name
Moh Shidqon
Contact Email
ajidshidqon@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ajid.shidqon@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI
ISSN : 26858908     EISSN : 26862603     DOI : -
Core Subject : Engineering,
PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI di terbitkan oleh PERHAPI dan terbit tahunan dan mempunya ISSN 2686-2603 (Online) & ISSN 2685-8908 (Cetak).
Arjuna Subject : -
Articles 379 Documents
ANALISIS PENGGUNAAN METODE TOP AIR DECK BLASTING PADA KEGIATAN PERCEPATAN PENGUPASAN WASTE MATERIAL TAMBANG EMAS PIT X PT KASONGAN BUMI KENCANA Muhammad Ikhsan Nasrullah; Djamaluddin Djamaluddin; Purwanto Purwanto; Wahyuddin Darusman
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.181

Abstract

PT Kasongan Bumi Kencana melaksanakan proses penambangan emas pada area operasional Pit X. Kegiatan terpusat pada percepatan pengupasan waste material yang tersusun atas tufa breksi dengan metode peledakan. Peledakan di area waste material memiliki nilai powder factor sebesar 0,25 kg/ton  dan melebihi powder factor rencana sebesar 0,23 kg/ton. Metode  top air deck blasting  dapat menurunkan nilai powder factor peledakan tanpa memberikan dampak negatif terhadap fragmentasi material dan operasional penambangan. Penerapan top air deck blasting  di area waste material, Pit X, perlu meninjau kualitas massa batuan, fragmentasi hasil peledakan, dan dampak operasional penambangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis parameter yang mempengaruhi ukuran fragmentasi hasil peledakan metode top air deck blasting, menganalisis dampak penerapan metode top air deck blasting  terhadap operasional penambangan, dan memformulasikan rekomendasi geometri metode top air deck blasting  dengan mempertimbangkan karakteristik massa batuan penyusun waste material, Pit X. Hasil penelitian menunjukkan waste material tersusun atas massa batuan dengan dengan nilai RMR sebesar 71,87 atau termasuk kategori good rock. Terdapat perbedaan parameter yang mempengaruhi ukuran fragmentasi hasil peledakan metode conventional blasting dan metode top air deck blasting . Metode top air deck blasting  memiliki sebaran fragmentasi hasil peledakan lebih baik dibandingkan peledakan menggunakan metode conventional blasting pada sebaran fragmentasi F50, F80, dan top size material. Rekomendasi geometri top air deck blasting  pada percepatan pengupasan waste material memiliki air deck length dengan rentang 0,9 -1,1 meter atau air deck factor dengan rentang 16%-17% dan menurunkan powder factor peledakan sebanding dengan fungsi PF = 0,2489-0,3939(ADF).
EVALUASI BIAYA PROYEK WANAGON AKIBAT COVID-19 Sena Indra Wiraguna
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.148

Abstract

Melemahnya harga tembaga akibat Pandemi COVID-19 memberikan efek negatif yang sangat signifikan terhadap revenue PT Freeport Indonesia. Harga tembaga sempat berada di bawah USD 2.20/lbs di bulan Maret 2020. Revenue PT Freeport Indonesia di tahun 2020 diperkirakan akan berkurang dengan melemahnya harga tembaga  tersebut. Hal ini mengakibatkan anggaran tahun 2020 untuk proyek Wanagon di Grasberg  juga berkurang. Proyek Wanagon adalah proyek stabilisasi lereng jangka panjang di Grasberg dengan total nilai anggaran sekitar USD700 juta, dan direncanakan selesai di tahun 2024. Perencanaan dan operasional Proyek Wanagon haruslah dilakukan dengan cara yang lebih efektif dan efisien sebagai bagian dari evaluasi biaya Proyek Wanagon. Resources yang ada perlu dikontrol penggunaannya. Dengan melakukan evaluasi dan optimasi resources, pemakaian alat-alat (terutama alat-alat Loading dan Hauling) untuk Proyek Wanagon akan lebih
INTEGRATION OF CSR PROJECTS IN COAL MINING ACTIVITIES IN ACEH Muhammad Dhafi Iskandar
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.164

Abstract

Indonesia with its vast number of coal resources and natural resources exploitation and mining operational activities are expected to bring economic impacts both in terms of infrastructure, Corporate Social Responsibility (CSR), employment, etc., which is in line with the concept of business ethics and the essence of rights and duties in society. Yet, many problems that are supposed to be solved with such potentials are not effectively reduced or diminished. Government regulation states that companies are required to develop community development and empowerment programs in the vicinity of the mining area which must first be consulted with the local government and communities, where they can propose a program. Those are prioritized to the surrounding communities that are directly affected by mining activities, regardless of administrative boundaries of the district area. This research was conducted through observation, interviews, reports, and papers from coal mining companies and related institutions on action planning research methods which then focused on analysing the development of mining in Aceh, where the hypothesis that emerged is regarding the possibility to combine mining, forestry products, plantation, poultry, and fishery in the coal mining concession area in Aceh to reduce the negative impact. Collaboration with the local community can be utilized for village development and construction of mining company’s needs, along with the potential to produce additional profits for both parties. Hence, this could serve as a solution to illegal logging and mining as well as land burning and conflicts, through the system of cooperation and profit sharing. Additional programs on health, education and infrastructure that are based on surveys and research produce appropriate results according to the root of the problem and actual needs, which the community may not have previously realized.
ANALISIS PELEDAKAN PADA BATUAN META-SEDIMEN DENGAN STUKTUR LAMINASI DI TAMBANG BATUBARA M. Syafiq Isnaya; Dhion Pradatama; Slamet Rachman Jaka
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.177

Abstract

PT Multi Nitrotama Kimia (PT MNK) merupakan salah satu perusahaan jasa pertambangan yang bergerak pada bidang penyedia jasa peledakan dan penjualan bahan peledak terbesar di Indonesia. Masing-masing pelanggan PT MNK memiliki karakteristik dan tantangannya sendiri pada pelaksanaan operasional peledakan di site mereka. Salah satu tantangan tersebut berkenaan dengan kondisi dan karakteristik geologi pada massa batuan yang akan dilakukan peledakan. Salah satu temuan kondisi geologi yang menjadi perhatian adalah adanya batuan metasediment dengan struktur laminasi. Kondisi tersebut merupakan tantangan pada kegiatan peledakan karena struktur laminasi merupakan lapisan lemah (weak layer) dalam suatu massa batuan yang mana akan menjadi kendala karena menyebabkan energi peledakan tidak terdistribusi secara merata sehingga menghasilkan fragmentasi peledakan yang tidak optimal. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan langkah perbaikan pada peledakan di batuan metasediment dengan struktur laminasi.Penelitian ini dilakukan dengan pengambilan data-data terkait untuk menunjang analisis lanjutan berupa data-data geologi dan data desain serta geometri peledakan. Dalam penelitian ini dilakukan observasi langsung terhadap struktur laminasi yang terdapat pada massa batuan yang ada di lapangan dan observasi terhadap kualitas hasil peledakan.Berdasarkan pengamatan, batuan metasediment yang berada di kolom stemming berperan sebagai weak layer sehingga membuat distibusi energi di kolom steming menjadi tidak optimal karena perlepasan energi di lubang ledak mengarah kepada struktur laminasi. Langkah perbaikan yang dilakukan agar didapatkan fragmentasi peledakan yang optimal yaitu penerapkan metode double primmer. Metode double primmer ini bertujuan untuk membantu reinforcement energi pada bagian yang memerlukan ekstra energi. Penggunaan metode double primmer pada peledakan di struktur laminasi pada batuan metasediment dapat meningkatkan hasil fragmentasi peledakan
BIOEKSTRAKSI TEMBAGA DARI AIR ASAM TAMBANG DENGAN METODE PHYTOMINING MENGGUNAKAN TANAMAN EICHHORNIA CRASSIPES (MART.) Hanif Arfani Rahman; Muhammad Faisal Akbar; Rizky Danu Pramudita
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.199

Abstract

Air asam tambang merupakan salah satu side effect dari industri pertambangan yang memiliki dampak buruk bagi lingkungan. Air asam tambang mengandung beragam logam berat yang apabila mengontaminasi makhluk hidup, baik tumbuhan, hewan, atau bahkan manusia tentunya akan berakibat pada masalah yang serius. Beragam upaya dilakukan untuk menanggulangi masalah air asam tambang ini, mulai dari cara fisika-kimia biasa menggunakan zat-zat penetral tertentu hingga mulai dikembangkan cara lain seperti phytomining. Phytomining sendiri adalah proses penambangan suatu logam dengan bantuan tumbuhan, dan dalam kasus ini diharapkan bisa mengambil logam berat dari air asam tambang sehingga dapat meminimalisasi bahaya yang ditimbulkan. Dalam penelitian ini akan dibahas mengenai phytomining logam tembaga dari air asam tambang menggunakan tanaman Eichhornia crassipes (Mart.) atau eceng gondok. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan cara penambangan logam tembaga dari air asam tambang dengan tanaman eceng gondok hingga proses pemurnian tembaga tersebut menjadi katoda tembaga, serta menjelaskan mengapa cara tersebut lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan penambangan biasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur, yaitu mencari penjelasan dan data mengenai pengolahan air asam tambang melalui jurnal, artikel dan buku-buku terkait. Dari penelitian yang dilakukan, hasilnya adalah tahapan-tahapan phytomining logam tembaga dari air asam tambang yaitu fitoekstraksi dengan tanaman eceng gondok yang kemudian tanamannya dikeringkan dan dibakar hingga menjadi abu, dilanjutkan oleh bioleaching dengan bakteri Acidithiobacillus ferrooxidans dan Acidithiobacillusthiooxidans yang kemudian disaring agar terpisah larutan hasil pelindian yang kaya akan tembaga dengan larutan sisa pelindiannya, kemudian dilakukan solvent extraction dengan Mextral 5460H, lalu dilakukan stripping untuk memperoleh larutan kaya tembaga, dan diakhiri dengan electrowinning hingga mendapatkan katoda tembaga. Pengolahan air asam tambang dengan metode ini terbukti lebih ramah lingkungan, lebih ekonomis, dan masih tetap akan mendapatkan logam tembaga dengan kemurnian tinggi.
ANALISIS PENGARUH GEOLOGICAL LOSSES TERHADAP PERHITUNGAN CADANGAN BATUBARA BERDASARKAN MODEL GEOLOGI PADA PIT 13 ALT 3 PT INDOMINCO MANDIRI KABUPATEN KUTAI TIMUR PROVINSI KALIMANTAN TIMUR (Geological Losses Effect Analysis Of Coal Reserve Calculation Based On Geologic Model In Pit 13 Alt 3 Pt Indominco Mandiri Kutai Timur Regency Of East Kalimantan Province) Rizal Amirudin; Windhu Nugroho; Koeshadi Sasmito
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.215

Abstract

Penambangan merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk mengambil endapan bahan galian dibawah permukaan bumi, salah satunya adalah batubara. Dalam pelaksanaan desain tambang maupun implementasi di lapangan sering timbul anomali atau ketidaksesuaian antara rencana atau model geologi dengan kondisi aktual di lapangan. Penelitian dilakukan pada PT Indominco Mandiri, Kutai Timur, Kalimantan Timur dimana dalam penelitian ini dilakukan suatu analisis pengaruh dari geological losses terhadap model geologi yang kemudian akan membandingkan perhitungan cadangan tertambang dengan jumlah cadangan batubara yang dapat diambil. Dalam penelitian ini dilakukan pengamatan geological losses yaitu dengan cara pengukuran ketebalan batubara, test in pit quality, pengukuran dip batubara. Cara tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi faktor geological losses seperti adanya variasi ketebalan seam batubara, variasi kualitas seam batubara, seam splitting batubara, washout, dan crop shifting. Dari faktor tersebut akan didapatkan total persentase nilai geological losses yang mana akan mempengaruhi nilai dari cadangan tertambang dan nilai dari stripping ratio. Hasil penelitian yang telah dilakukan maka diperoleh Pengaruh geological losses terhadap endapan geologi dari model geologi yaitu pengaruh crop shifting sebesar 6037,81 ton atau 11,65 % dan pengaruh washout sebesar 4457,53 ton atau 8,6 %, sehingga total geological losses sebesar 10495,35 ton atau 20,26 % dari total reserve in model yang terpengaruh. Hasil cadangan tertambang berdasarkan pengaruh geological losses aktual di lapangan atau disebut dengan mineable insitu reserve yaitu sebesar 62326,35 Ton. Dan nilai stripping ratio setelah dimasukkan pengaruh geological losses pada Pit 13 Alt 3 menjadi 1 : 29,62. 
ANALISIS BALIK MENGGUNAKAN ACUAN DEFORMASI AKTUAL PERMUKAAN LERENG TAMBANG DALAM MENENTUKAN KEKUATAN BATUAN DI PIT WR PT ADARO INDONESIA Adika Febriadi; Aloysius Dearga; Reko A Rampan; Hanung Oktavianto; Patmo Nugroho
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.143

Abstract

Dalam operasional penambangan batubara, diperlukan acuan desain yang telah melalui analisis geoteknik. Acuan-acuan serta asumsi-asumsi yang digunakan dalam analisis kestabilan lereng tersebut haruslah mendekati kondisi aktual di lapangan, khususnya properti kekuatan batuan yang digunakan. Dari penelitian dan pengujian pressuremeter yang pernah dilakukan di PT Adaro Indonesia pada tahun 2009, didapatkan bahwa nilai UCS hasil uji laboratorium yang menjadi data input utama dalam pemodelan geoteknik untuk analisis kestabilan lereng di Pit WR PT Adaro Indonesia lebih kecil 1,5 kali dibandingkan UCS insitu hasil uji pressuremeter di lapangan.Data deformasi aktual permukaan lereng yang direkam oleh instrumen RTS (Robotic Total Station) di PT Adaro Indonesia merupakan salah satu acuan akurat yang merepresentasikan kondisi aktual lereng. Data tersebut juga dapat digunakan untuk menentukan kekuatan batuan melalui analisis balik. Metode analisis balik dari deformasi aktual permukaan lereng tersebut telah dikembangkan oleh Sakurai dan Nakayama (1999) dengan memperkenalkan anisotropic parameter (m) dalam analisisnya, dan selanjutnya dikaji dan diuji coba di PT Adaro Indonesia.Dalam kajian ini, digunakan fitur Constitutive model plug-in dalam software RS2 9.0 untuk mengakomodir parameter anisotropik (m) ke dalam Matrix Elastisitas [D] pemodelan pada software. Dari hasil pengamatan rekaman instrumen RTS, menunjukan rata-rata deformasi aktual permukaan lereng high wall Pit WR bulan September – Oktober 2019 adalah 23.3 mm. Lalu dilakukan iterasi parameter anisotropik (m) pada lapisan-lapisan batuan dalam model untuk mendapatkan deformasi lereng pemodelan sebesar 25.2 mm yang mendekati deformasi aktual lereng. Selanjutnya, nilai-nilai parameter anisotropik (m) tersebut digunakan untuk menentukan nilai kohesi lapisan-lapisan batuan pada lereng yang kemudian digunakan dalam perhitungan faktor keamanan lerengnya dengan hasil SRF=1.34. Maka disimpulkan nilai UCS hasil uji laboratorium di lereng high wall Pit WR PT Adaro Indonesia harus dikonversi sebesar 1.27 kali untuk mendapatkan angka faktor keamanan SRF=1.33 yang masih ekivalen dengan faktor keamanan hasil analisis balik.
INSTALASI WASTE WATER TREATMENT PLANT (WWTP) UNTUK MENURUNKAN TOTAL SUSPENDED SOLID SESUAI BAKU MUTU PADA AIR SUMP YANG BERKADAR SILIKA TINGGI Wahyu Wibowo; Mas Mualim; Aris Study Palimbunga; Muhammad Daroji
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.159

Abstract

Proses pengelolaan air limbah di industry pertambangan sangatlah penting karena dapat mempengaruhi kelancaran proses penambangan. Air limbah yang tidak dapat dikeluarkan dari area bukaan tambang secara optimal dapat menghambat bahkan menghentikan aktivitas penambangan. Namun, jika air limbah tersebut dikeluarkan tanpa proses pengelolaan yang baik maka dapat berpotensi mencemari lingkungan sekitar dan juga melanggar aturan terkait nilai baku mutu air pada Pergub Sumsel No 8 Tahun 2012. Dampak dari pencemaran air adalah adanya sanksi administrasi hingga penyetopan produksi dari Pemerintah. Air limbah yang ada di Tambang PT Bara Anugrah Sejahtera memiliki karakteristik unik yaitu mengandung kadar silika yang tinggi. Hal ini menyebabkan partikel Total Suspended Solid (TSS) sulit untuk diendapkan secara normal. Hal ini terlihat pada kondisi air di big sump yang tetap konsisten kadar TSS di atas 5000 mg/liter walaupun terendap dalam periode yang cukup panjang. Berbagai jenis chemical telah dicoba untuk menurunkan kadar TSS namun belum ada yang dapat menurunkan TSS hingga baku mutu secara efektif dan efisien. PT Bara Anugrah Sejahtera melakukan inovasi dan berinvestasi dengan membangun fasilitas Waste Water Treatment Plant (WWTP) dalam mengelola air limbah agar dapat memenuhi baku mutu air secara efektif dan efisien. Mekanisme WWTP adalah memompa air limbah ke dalam labirin baffle untuk dicampurkan bersama chemical tertentu yang terdiri dari Koagulan dan Flokulan untuk mengikat antar partikel TSS menjadi bentuk gumpalan yang disebut Floc sehingga terpisah dari air secara stabil. Floc ini yang akan terendap pada saluran air terbuka sebelum settling pond yang kemudian akan dikuras menggunakan pompa lumpur ke mud pond terpisah agar siklus pengelolaan air tidak terhambat karena pendangkalan.Instalasi WWTP yang dikombinasikan dengan  chemical tertentu yang terdiri dari Koagulan dan Flokulan terbukti dapat mengelola air limbah tambang berkadar silika tinggi di atas 780 mg/liter untuk memenuhi baku mutu air pada TSS 300 mg/liter tanpa mempengaruhi tingkat keasaman pada air. 
PERAMALAN KEBUTUHAN BIJIH BAUKSIT UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN ALUMINIUM NASIONAL MENGGUNAKAN MODEL ARDL DAN VAR Alfi Hasna Anggrahini; Aryo Prawoto Wibowo; Fadhila Achmadi Rosyid
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.170

Abstract

Bauksit merupakan sumberdaya alam yang diekstraksi logam aluminiumnya dan dimanfaatkan untuk berbagai keperluan di industri hilir. Indonesia pada tahun 2019 memiliki cadangan bauksit sebanyak 2.87 milyar ton yang terdiri dari 2.05 milyar ton cadangan terkira dan 821 juta ton cadangan terbukti, serta sumberdaya bijih bauksit sebesar 3.88 milyar ton (PSDMBP, 2020) dengan tingkat produksi yang bervariasi setiap tahunnya. Melalui UU No 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral Dan Batubara dan UU No 3 Tahun 2020 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang No. 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral Dan Batubara serta Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) 2015-2035, Pemerintah mencanangkan program hilirisasi industri mineral dan batubara untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara industri yang tangguh. Salah satu industri mineral yang dikembangkan adalah industri aluminium dengan bahan baku bauksit. Sejalan dengan meningkatnya kebutuhan aluminium dari tahun ke tahun, perlu dilakukan estimasi ketersediaan bijih bauksit untuk mendukung peningkatan kebutuhan aluminium tersebut. Model estimasi yang digunakan adalah ARDL dan VAR. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsumsi aluminium, PDB Indonesia, harga aluminium, populasi Indonesia, dan produksi aluminium dari tahun 1986-2019. Model yang terpilih merupakan model ARDL (4,4,3,4,2) karena memiliki nilai MAPE yang lebih kecil dibandingkan dengan model VAR. Kebutuhan bauksit selama masa periode peramalan 2020-2025 mencapai 18,616,342 ton.
INOVASI SCORING AUDIT BLASTING ACTIVITY (SABA) SEBAGAI TOLAK UKUR PEMENUHAN IMPLEMENTASI SOP BLASTING ACTIVITY DI PT.AEL SITE MSJ, TENGGARONG SEBERANG, KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA, KALIMANTAN TIMUR Andrias Teguh Santoso; Ashar Ali
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.194

Abstract

PT. AEL Indonesia merupakan salah satu perusahaan blasting service di Indonesia, dan memiliki beberapa site, diantaranya site KPC Sangatta, site KPC Bengalon, site Melak dan site MSJ.Standard Operasional Prosedur ( SOP ) merupakan hal yang selalu wajib ada dalam suatu industri khususnya industri pertambangan, yaitu kegiatan peledakan overburden. Salah satu SOP yang ada adalah SOP Blasting Activity. Pelaksanaan SOP Blasting Activity harus dilakukan monitoring oleh pengawas agar memastikan semua karyawan mengikuti SOP yang ditetapkan, namun dalam pelaksanaan di lapangan, pengawas belum memiliki alat yang lengkap untuk memastikan SOP Blasting Activity dapat dilaksanakan sepenuhnya oleh semua karyawan. Oleh karena itu dibuatlah suatu inovasi alat audit yang disebut  “Scoring Audit Blasting Activity”.Scoring Audit Blasting Activity ( SABA) adalah program Audit yang dilaksanakan secara berkala dan fokus pada kegiatan peledakan yang tertuang dalam SOP Blasting Activity dan dapat memberikan feed back terhadap implementasi SOP Blasting Activity. Scoring Audit Blasting Activity ( SABA) dilaksanakan secara bulanan dan dilakukan oleh level pengawas dan level top managemen. Program audit ini berupa scoring (dalam range 0-100) terhadap masing-masing langkah pekerjaan dalam SOP Blasting Activity, seperti persiapan lokasi, penurunan asesoris peledakan, penebaran asesoris, priming, charging, stemming, tie up, pemeriksaan akhir rangkaian peledakan, firing, dan post blast atau pengecekan paska peledakan.Hasil Scoring Audit Blasting Activity ( SABA) ini dilakukan review setiap bulan, apabila terdapat nilai dibawah 100 pada salah satu atau lebih langkah dalam SOP Blasting Activity maka dilakukan perbaikan terhadap kegiatan dalam langkah tersebut, namun apabila dalam audit terdapat nilai sempurna 100 maka akan diberikan apresiasi oleh pengawas atau top managemen.Scoring Audit Blasting Activity ( SABA) dapat menekan kecelakaan dalam aktifitas peledakan seperti misfire dan fly rock. Selain itu program ini dapat memberikan ukuran dan dasar acuan dalam pemenuhan pelaksanaan SOP Blasting Activity.