cover
Contact Name
Moh Shidqon
Contact Email
ajidshidqon@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ajid.shidqon@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI
ISSN : 26858908     EISSN : 26862603     DOI : -
Core Subject : Engineering,
PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI di terbitkan oleh PERHAPI dan terbit tahunan dan mempunya ISSN 2686-2603 (Online) & ISSN 2685-8908 (Cetak).
Arjuna Subject : -
Articles 379 Documents
ADVANCE TECHNOLOGY ELECTRONIC DETONATOR FOR BLAST EFFICIENCY AND SAFE ENVIRONMENT Salahudin, Sani; Putri, Milia
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.182

Abstract

Perkembangan teknologi detonator elektronik semakin pesat seiring dengan semakin banyaknya fitur-fitur terbaru yang lebih memudahkan operator dalam proses penggunaannya. Salah satu teknologi elektronik terbaru yang diperkenalkan adalah Hanwha Electronic Blasting System generasi kedua (HEBS II) sebagai detonator elektronik yang menggunakan aplikasi berbasis android, dimana proses penanganan dan pengoperasiannya lebih mudah. HEBS II memiliki tiga sistem operasi diantaranya tagging, logging, dan scanning, yang dapat digunakan sesuai kebutuhan. Sistem operasi mencakup 4 jenis metode diantaranya adalah mode dasar, open pit, terowongan, dan mode perangkat lunak. Chip HEBS II memiliki tingkat keakuratan atau presisi hingga 0.01% untuk peledakan antar lubang dengan waktu tunda maksimum 50.000 ms. Rangkaian peledakan dapat diledakkan pada jarak jauh dan dapat diperpanjang sampai jarak maksimum 5 km dari area peledakan, dengan menggunakan kombinasi repeater yang tentunya praktis dan lebih aman. Semua software peledakan dapat diterapkan ke sistem HEBS II dan dioperasikan dalam mode perangkat lunak. Dengan beberapa  keunggulan tersebut, dapat memungkinkan untuk mencapai peledakan yang optimal, efisien, ekonomis, dan ramah lingkungan. HEBS II lebih efektif untuk menghasilkan proporsi ukuran fragmentasi yang lebih kecil dibandingkan dengan sistem piroteknik yang lebih tinggi, dengan tingkat keseragaman per layer batuan mencapai 82% bila dibandingkan dengan detonator non- elektrik yang hanya mencapai 62%. Tingkat reduksi ukuran fragmentasi mencapai 31% dari layer pertama ke layer kedua. HEBS II mampu mereduksi tingkat getaran sebesar 45% dari getaran yang dihasilkan oleh detonator non-elektrik.
PENGGUNAAN SLURRY PUMP UNTUK MENGANGKUT LUMPUR SUMP PIT C1 DI AREA KERJA PT.PAMAPERSADA NUSANTARA SITE BINUNGAN BLOK 8, KONSESI PT.BERAU COAL Nursecha, Mochamad Azis Qosim; Saputra, Prasetya H.; Adhi Y, Tito; C.P., Lestyo
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.178

Abstract

Pada kondisi penurunan harga batubara seperti saat ini, menuntut untuk dilakukanya optminasi di area penambangan batubara. Salah satunya adalah penurunan Stripping Ratio (SR). Hal ini menjadi tantangan karena area bernilai SR kecil berada di cekungan tambang atau sump, yang masih terdapat genangan air dan lumpur. Lumpur sump merupakan kumpulan material sedimen hasil pengendapan di area sump selama proses penambangan berlangsung. Pengangkutan lumpur dalam operasional penambangan batubara diperlukan jika area sump akan dioptimalkan kembali. Hal ini bagi kontraktor pertambangan merupakan tantangan tersendiri, karena selain bekerja di area lumpur merupakan kegiatan yang beresiko tinggi, pengangkutan lumpur juga merupakan kegiatan yang membutuhkan biaya operasional yang cukup besar. Pengangkutan lumpur juga wajib dilakukan dengan sekuen penambangan yang tertukur dengan baik dan waktu yang tepat. Studi kasus pengangkutan lumpur ini berada di Pit C1 konsesi area PT. Berau Coal, site Binungan blok 8, di area kerja PT. Pamapersada Nusantara. Dimana di semester 2 tahun 2020 ini terdapat target pengambilan lumpur sump dengan estimasi lumpur sebanyak 179.531 m3 agar batubara dibawah lumpur sump tersebut dapat diambil. Penggunaan metode konvensional dengan truck and shovel telah dilakukan, namun dengan productivy angkut hanya sekitar 400-500 m3/jam dan perlu adanyanya tambahan material overburden sebagai pencampur lumpur dengan perbandingan 1:1 secara berlanjut. Hal ini menyebabkan waktu yang diperlukan akan terlalu lama dan tidak efisien. Selain itu juga jalan tambang menjadi rusak dan tidak aman karena tumpahan lumpur yang diangkut.Melihat kondisi tersebut, maka perlu dilakukan penelitian dan perbaikan agar lumpur dapat segera diangkut keluar pit dengan cepat, efisien dan aman. Oleh karena itu, dilakukanlah kajian mengenai metode pengangkutan lumpur menggunakan slurry pump. Dengan produksi yang dapat mencapai 6237 m3 perhari dan tidak memerlukan material overburden (OB) pencampur, maka metode ini dapat menjadi pilihan dalam pengangkutan lumpur sump di Pit C1 site Binungan blok 8.
IMPLEMENTASI INTEGRASI PROSES PENGOLAHAN BAUKSIT DAN PEMANFAATAN RED MUD DI TAYAN, KALIMANTAN BARAT UNTUK INDONESIA MAJU 2045 Jaya, Arya Fitra; Rumapea, Monika Pasuria; Akbar, Noor Kharismawan
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.200

Abstract

Generasi Indonesia Emas 2045 merupakan program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2017. Indonesia diproyeksikan akan mendapat bonus demografi pada tahun 2045. Atas dasar itu, pengembangan Sumber Daya Manusia di berbagai sektor perlu dioptimalkan, salah satunya di industri pertambangan pada sub-sektor pengolahan dan pemurnian bahan galian yang penting untuk dilakukan modernisasi industri melalui inovasi teknologi. Indonesia adalah negeri yang kaya akan cadangan sumberdaya bijih bauksit yang salah satunya berada di Tayan, Kalimantan Barat. Menurut Undang-undang dan Peraturan Menteri ESDM, bauksit harus diolah dan dimurnikan di dalam negeri sebelum di ekspor. Oleh karena itu diperlukan sistem integrasi proses pengolahan bauksit dari bijih hingga alumina serta pemanfaatan produk samping berupa red mud. Makalah ini bertujuan untuk memberikan inovasi mengenai proses terintegrasi pengolahan bauksit dan pemanfaatan red mud. Makalah ini dibuat menggunakan metode studi literatur. Diberikan juga analisis mengenai hubungan antara satu proses dengan yang lain dan pembahasan mengenai pengaruh variasi kondisi percobaan terhadap hasil dari setiap proses. Kesimpulan diambil dari analisis dan pembahasan sistem terintegrasi yang dihubungkan dengan beberapa literatur dan teori untuk menjawab tujuan. Sistem yang dibuat terdiri dari beberapa proses yaitu scrubbing, pemisah magnetik, flotasi kebalikan, proses bayer, dan aplikasi potensial red mudyang diintegrasikan dalam bentuk diagram alir. Sistem ini adalah inovasi dalam peningkatan integrasi supply-chain dari hulu ke hilir, yang sejalan dengan program pemerintah. Inovasi sistem terintegrasi ini masih sebatas ide blue print yang perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk penerapannya pada skala lapangan.
INTERPRETASI DATA LOGGING GEOFISIKA DAN HUBUNGANNYA TERHADAP NILAI KALORI BATUBARA DI DAERAH TAMBANG BANKO BARAT PIT 1 PT. BUKIT ASAM TBK. TANJUNG ENIM, SUMATERA SELATAN Millenia, Tasya; Alimuddin, Alimuddin; Zulkarnain, Dimas Allan
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.216

Abstract

Nilai kalori batubara merupakan komponen penting dalam industri pertambangan mulai dari perencanaan, desain, ekstraksi, hingga menyangkut keuntungan dari keberlangsungan tambang itu sendiri. Kualitas batubara ini biasanya didapatkan melalui analisis laboratorium dari data coring batuan, namun hal ini cukup memakan waktu dan juga biaya. Pada penelitian ini kami mencoba mencari hubungan anatara parameter nilai logging geofisika terhadap nilai kualitas batubara yang diharapkan mampu membantu dalam kegiatan prediksi kualitas batubara pada kegiatan eksplorasi. Data yang digunakan adalah data logging geofisika dan dan nilai proksimat hasil uji laboratorium batubara di daerah Tambang Banko Barat Pit 1, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian ini dilakukan menggunakan software wellCAD untuk menginterpretasi lapisan batubara pada 2 sumur TM 01 dan TM 02. Sedangkan untuk mencari hubungan nilai log densitas terhadap kualitas batubara dilakukan menggunakan Ms. Excel. Dari penelitian ini di dapatkan bahwa terdapat hubungan antara nilai densitas dan kualitas batubara, yaitu semakin rendah nilai densitas dalam satuan gr/cc maka nilai kualitas batubara akan semakin baik. 
LONGSORAN DISEBABKAN OLEH HUJAN PADA MASSA BATUAN: STUDI KASUS PADA TAMBANG BATUBARA SENAKIN Swana, Galih W.; Ashari, Maulana
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.176

Abstract

Longsoran disebabkan oleh hujan seringkali muncul pada area dengan iklim tropis. Intensitas hujan yang berat yang cukup umum terjadi di Indonesia adalah penyebab utama dari hal tersebut. Di proyek tambang, bukaan lereng bukan hanya dibuat pada lereng pit tambang tapi ada juga pada drainase lereng tambang. Pada April 2020, terdapat longsoran pada drainase Tambang Senakin yang disebabkan oleh tingginya curah hujan. Berdasarkan dari laporan investigasi longsor, longsoran dikategorikan sebagai longsoran yang disebabkan oleh hujan. Lereng yang longsor adalah lereng batuan yang memiliki bidang diskontinuitas yang umumnya disebut sebagai massa batuan. Selain itu, massa batuan pada area ini di kategorikan sebagai medium rock mass dengan terdapat bidang diskontinuitas yang cukup persisten dan berpotensi sebagai bidang gelincir serta bersifat tidak menguntungkan terhadap geometri lereng. Analisis balik dilakukan menggunakan kombinasi sensitivity analysis dan trial error method dengan mensimulasikan tekanan pori air bertahap. Berdasarkan hasil analisis balik tersebut dengan curah hujan yang ada, material yang longsor adalah material yang sebelumnya merupakan area wetting front. Dari longsoran tersebut, penulis mencoba untuk menghubungkan pengaruh curah hujan yang tinggi dengan lereng massa batuan, termasuk kenaikan pore pressure seiring dengan berjalannya waktu, perilaku massa batuan  ketika wetting front muncul, dan kemungkinan kemungkinan lain yang ada pada longsoran tersebut. Diharapkan dengan adanya paper ini, dapat digunakan untuk mengurangi uncertainties dalam asesmen geoteknik sehingga optimisasi batubara dapat dilakukan berdasarkan dengan parameter hidrologi yang lebih optimis.
RANCANGAN KONSEP, IDENTIFIKASI PARAMETER, SERTA METODA ANALISIS YANG PERLU DIPERTIMBANGKAN DALAM PELAKSANAAN PROGRAM EKSPLORASI LOGAM TANAH JARANG PADA ENDAPAN SEDIMENTER PEMBAWA TIMAH Syafrizal, Syafrizal; Heriawan, Mohamad Nur; Indriati, Teti; Hede, Arie Naftali Hawu
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.171

Abstract

Endapan sedimenter adalah endapan sekunder yang dikenal juga sebagai Endapan Plaser (Placer Deposit) atau Endapan Letakan, dimana salah satunya adalah endapan timah alluvial yang ada di Pulau Bangka dan Belitung. Selain mineral pembawa timah seperti Kasiterit, terdapat juga Mineral Ikutan Timah (MIT) pembawa Rare Earth Element (REE) atau Logam Tanah Jarang (LTJ) berupa ilmenite, rutile, xenotime, monzonite, dan zirkon. Karena mineral-mineral pembawa REE atau LTJ ini merupakan MIT, maka karakteristik fisik dari MIT menjadi sangat penting untuk diketahui dan dipelajari. Oleh sebab itu rancangan konsep awal serta identifikasi parameter sangat penting untuk diidentifikasi pada perancangan kegiatan eksplorasi. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah alat yang digunakan, preparasi, dan pemilihan pengolahan data, variabilitas hasil analisis kadar pada variasi lokasi dan jenis sampel. Hal ini dimungkinkan karena sifat pengambilan sampel sangat penting untuk mendapatkan gambaran lengkap untuk sebaran geokimia MIT. Di sisi lain mengingat yang menjadi target eksplorasi adalah mineral pembawa timah, maka perlu dilakukan juga kajian khusus sehubungan optimasi spasi bor untuk timah dan mineral ikutan pembawa REE yang dihubungkan dengan variasi-variasi lokasi endapannya. Pemahaman konsep ini sangat penting diketahui dalam rangka konservasi sumberdaya alam, khususnya dalam pengelolaan endapan timah serta mineral-mineral ikutannya, terutama pembawa LTJ/REE.
BIOEKSTRAKSI TEMBAGA DARI AIR ASAM TAMBANG DENGAN METODE PHYTOMINING MENGGUNAKAN TANAMAN EICHHORNIA CRASSIPES (MART.) Rahman, Hanif Arfani; Akbar, Muhammad Faisal; Pramudita, Rizky Danu
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.195

Abstract

Air asam tambang merupakan salah satu side effect dari industri pertambangan yang memiliki dampak buruk bagi lingkungan. Air asam tambang mengandung beragam logam berat yang apabila mengontaminasi makhluk hidup, baik tumbuhan, hewan, atau bahkan manusia tentunya akan berakibat pada masalah yang serius. Beragam upaya dilakukan untuk menanggulangi masalah air asam tambang ini, mulai dari cara fisika-kimia biasa menggunakan zat-zat penetral tertentu hingga mulai dikembangkan cara lain seperti phytomining. Phytomining sendiri adalah proses penambangan suatu logam dengan bantuan tumbuhan, dan dalam kasus ini diharapkan bisa mengambil logam berat dari air asam tambang sehingga dapat meminimalisasi bahaya yang ditimbulkan. Dalam penelitian ini akan dibahas mengenai phytomining logam tembaga dari air asam tambang menggunakan tanaman Eichhornia crassipes (Mart.) atau eceng gondok. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan cara penambangan logam tembaga dari air asam tambang dengan tanaman eceng gondok hingga proses pemurnian tembaga tersebut menjadi katoda tembaga, serta menjelaskan mengapa cara tersebut lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan penambangan biasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur, yaitu mencari penjelasan dan data mengenai pengolahan air asam tambang melalui jurnal, artikel dan buku-buku terkait. Dari penelitian yang dilakukan, hasilnya adalah tahapan-tahapan phytomining logam tembaga dari air asam tambang yaitu fitoekstraksi dengan tanaman eceng gondok yang kemudian tanamannya dikeringkan dan dibakar hingga menjadi abu, dilanjutkan oleh bioleaching dengan bakteri Acidithiobacillus ferrooxidans dan Acidithiobacillusthiooxidans yang kemudian disaring agar terpisah larutan hasil pelindian yang kaya akan tembaga dengan larutan sisa pelindiannya, kemudian dilakukan solvent extraction dengan Mextral 5460H, lalu dilakukan stripping untuk memperoleh larutan kaya tembaga, dan diakhiri dengan electrowinning hingga mendapatkan katoda tembaga. Pengolahan air asam tambang dengan metode ini terbukti lebih ramah lingkungan, lebih ekonomis, dan masih tetap akan mendapatkan logam tembaga dengan kemurnian tinggi.
LOGAM TANAH JARANG, KEDAULATAN DAN KEAMANAN NASIONAL Ismawati, Lilik; Suparno, Fanteri Aji Dharma
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.211

Abstract

Logam Tanah Jarang (LTJ) atau Rare Earth Element (REE) merupakan suatu komoditi yang strategis untuk beberapa dekade terakhir ini. Logam tanah jarang terdiri dari 17 unsur pada tabel periodik, meliputi 15 unsur yang dimulai dengan nomor atom 57 (lantanum) dan meluas sampai dengan nomor 71 (lutetium), serta dua unsur lain yang memiliki sifat serupa (yttrium dan skandium). Logam tanah jarang tersebar luas dalam kerak bumi dengan konsentrasi rendah. Keberadaan logam tanah jarang banyak tersebar diberbagai Negara, dengan sebaran terbanyak di Cina. Logam tanah jarang diindonesia cukup berpotensi namun masih dalam kategori belum layak di produksi besar-besaran. logam tanah jarang Indonesia banyak ditemukan pada tailing timah dan diproduksi sebagai produk sampingan komoditas induk.Produksi logam tanah jarang Indonesia harus terus dikembangkan untuk mengurangi ketergantungan impor pada Negara asing. Ketergantungan impor pasokan bahan strategis dan perting bagi pertahanan nasional memiliki resiko tersendiri terhadap keamanan nasional. Salah satu solusi yang memiliki resiko rendah ialah memproduksi sendiri didalam negeri. Produksi mandiri untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri akan mengurangi atau bahkan menghilangkan ketergantungan nasional terhadap negara asing. Dalam hal produksi atau pemanfaatan secara maksimal logam tanah jarang dalam negeri diperlukan suatu tindakan yang ketat agar pemanfaatan cadangan logam tanah jarang dalam negeri benar-benar dimanfaatkan untuk kemakmuran dan keselamatan rakyat serta tetap menjaga kedaulatan dan keamanan nasional. Salah satu tindakan tegas tersebut dapat berupa suatu kebijakan atau regulasi. Berikut kebijakan atau regulasi yang telah diterapkan oleh beberapa Negara maju dalam optimasilasai pemanfaatan logam tanah jarang :1). Pemerintah melakukan pengembangan strategi keamanan nasional, memastikan sumber bahan andal yang penting untuk keamanan nasional dan mengurangi keberadaan resiko suku cadang palsu dalam rantai pasokan.2). Pengembangan daur ulang logam tanah jarang 3). Pemerintah mengadakan program penelitian lebih lanjut terkait elemen kritis energy (logam tanah jarang)
MANAJEMEN RISIKO KEGAGALAN LERENG PADA TAMBANG EMAS MENGGUNAKAN TEKNOLOGI SLOPE STABILITY RADAR Steven, Steven; Sari, Febby Afria; Anggraeni, Winda; Nasrullah, M. Ikhsan
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.139

Abstract

Tantangan utama dalam kegiatan operasional tambang adalah adanya risiko geoteknik berupa longsor yang disebabkan oleh ketidakstabilan lereng yang berdampak pada finansial dan operasional pertambangan. Manajemen risiko diperlukan untuk menjamin keselamatan personel dan juga alat yang ada di lapangan. Pada umumnya longsor yang terjadi pada area tambang akan memberikan tanda atau gejala ketidakstabilan lereng yang dapat diidentifikasi melalui historikal data, inspeksi harian di lapangan, hasil pengamatan visual dan juga sistem pemantauan lereng terintegrasi. Pemantauan dan pemeriksaan lereng yang terintegrasi secara real time menggunakan GroundProbe Slope Stability Radar (SSR) dengan menggunakan teknik interferometri terbukti mampu memberikan informasi akurat mengenai perubahan perilaku massa batuan sebagai tanda peringatan terjadinya longsor. Studi kasus dilakukan pada kasus longsor di salah satu lereng tambang emas dengan formasi batuan keras (hardrock). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa perubahan tren deformasi massa batuan pada lereng tambang dimulai dari perilaku deformasi linier sejak awal pemantauan kemudian berubah menjadi tren deformasi progresif sebelum longsor terjadi. Kelongsoran terjadi pada pukul 17:39, 17 Februari 2020 dengan nilai akumulasi deformasi maksimum 1298 mm, kecepatan maksimum 28,7 mm/jam dan invers kecepatan minimum 0,03 jam/mm dihitung menggunakan velocity calculation period 60 menit. Waktu kelongsoran telah diprediksi dengan menggunakan metode inverse velocity dari data SSR dengan selisih waktu 14 menit dan notifikasi telah diberikan pada personel di lapangan sebelum terjadinya kelongsoran. Informasi yang diberikan memberikan keyakinan kepada klien untuk melakukan tindakan mitigasi yang diperlukan untuk menyelamatkan personel dan alat di lapangan.
OPTIMALISASI PERAN PUBLIC RELATIONS DALAM MENGAWAL REPUTASI INDUSTRI PERTAMBANGAN Mahmudah, Zulfatun
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.155

Abstract

Industri pertambangan, khususnya batu bara selalu disorot sebagai industri yang merusak lingkungan. Implementasi good mining practice oleh sejumlah industri tambang terlihat belum mampu mengubah opini tersebut. Bahkan kontribusi industri ini terhadap negara dalam bentuk pajak dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP), masih belum bisa mendorong publik melihat tambang secara berimbang. Banyaknya program CSR dengan pendanaan besar, juga belum mampu menutup opini negatif yang kerap muncul dalam sejumlah pemberitaan.Opini negatif publik terhadap kehadiran tambang, berdampak signifikan terhadap reputasi industri ini. Padahal reputasi sebagai intangible asset, memiliki arti penting bagi sebuah korporasi. Reputasi akan berimbas pada perolehan ijin sosial untuk beroperasi. Lantas bagaimana upaya industri pertambangan menjaga reputasinya? Salah satu cara yang bisa ditempuh adalah dengan optimalisasi peran public relations (PR). Di era komunikasi saat ini, dimana informasi begitu cepat tersebar, PR menjadi bagian penting dalam pembentukan reputasi korporasi. Industri tambang sebagai industri yang sangat rentan dengan issu negatif, sudah seharusnya mengoptimalkan peran PR. PR tidak bisa ditempatkan hanya  sebagai bayang-bayang operation, yang tertera dalam struktur korporasi hanya sebagai pelengkap saja.Paper ini tidak dimaksudkan untuk menguji pengaruh satu variable terhadap variable lain. Dalam paper  ini dipaparkan alternatif komunikasi dan penanganan opini publik di industri pertambangan, melalui peran PR. Metode penelitian yang dipilih adalah kualitatif deskriptif. Pemaparan didasarkan pada studi kasus penerapan PR di PT Kaltim Prima Coal (KPC).Ada dua alternatif yang dipaparkan dalam paper ini. Petama, penerapan communication plan dalam bentuk program preventif dan kuratif. Kedua, penerapan model PR berbasis karyawan sebagai agen PR. Tulisan ini juga dimaksudkan untuk melihat dampak langkah PR terhadap pemberitaan media dan kelancaran operasi tambang. Dengan langkah ini diharapkan pemberitaan tentang tambang lebih berimbang, sehingga reputasi industri pertambangan lebih baik di  masa mendatang.