Articles
379 Documents
ANTARA PASAL BERBAHAYA DAN PASAL SOLUTIF REVISI UU MINERBA
Ika Febriana Kuswardani;
Fanteri Aji Dharma Suparno
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.210
Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumberdaya alam. Salah satu sumber kekayaan Indonesia yang mejadi aset terbesar negara adalah mineral dan batubara (minerba). Sumberdaya minerba memiliki peran yang sangat penting untuk kemajuan ekonomi negara karena menjadi salah satu sumber devisa atau penerimaan terbesar di Indonesia. Oleh karena itu diperlukan regulasi dan tata kelola pertambangan yang tepat sehingga tidak hanya menguntungkan beberapa pihak untuk saat ini namun juga tetap memperhatikan tujuan pembangunan berkelanjutan untuk generasi anak bangsa ke depannya. Salah satu upaya yang sudah dilakukan pemerintah adalah dengan membentuk regulasi berupa undang-undang khusus mengatur minerba UU 4/2009. Regulasi diperlukan untuk melakukan pembaruan dan penataan kembali terkait evaluasi kegiatan pengelolaan dan pengusahaan minerba.Dalam 10 tahun semenjak diterbitkannya UU 4/2009, beberapa persoalan krusial belum bisa diselesaikan dengan UU ini. Persoalan yang masih belum dapat diselesaikan antara lain: kewenangan perizinan, korupsi penerimaan negara, kewajiban pengolahan dan pemurnian minerba, pencemaran lingkungan hidup, izin penggunaan lahan, dan konflik perusahaan dengan masyarakat setempat yang berujung kriminalisasi. Oleh sebab itu, untuk mengatasi permasalahan krusial tersebut diperlukan revisi regulasi dengan harapan terwujudnya pengelolaan minerba sesuai dengan kaidah pertambangan yang benar atau Good Mining Practice dan berkelanjutan serta terjadinya keselarasan putusan MK terkait paradigma penyelenggaraan minerba.Penyusunan revisi UU Minerba diperhatikan dan dikaji lebih dalam oleh pemerintah dan DPR yang selanjutnya pada tanggal 12 Mei 2020, revisi UU Minerba disahkan menjadi UU 3/2020 yang merupakan perubahan pertama dari UU 4/2009. Terdapat beberapa poin penting dalam revisi UU Minerba yang menarik perhatian publik, diantaranya seperti perubahan kewenangan perizinan, penguatan peran BUMN di sektor minerba, dan aturan reklamasi atau pengembalian lahan bekas tambang yang menuai pro kontra.Pemerintah sebagai pembuat kebijakan khususnya di bidang pertambangan mineral dan batubara memiliki peran strategis dalam pemecahan konflik yang terjadi di sektor pertambangan. Oleh karena itu, pemerintah diharapkan untuk tidak berorientasi pada isu bisnis pertambangan saja melainkan harus melihat kondisi lingkungan sekitar dan masyarakat dalam mengambil keputusan mengenai kebijakan pertambangan supaya tercipta keserasian dan keadilan baik dari pihak pemerintahan, pelaku usaha, serta masyarakat.
KETERPADUAN KEGIATAN PROGRAM PENDIDIKAN PT BUMI SUKSESINDO UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN WARGA PRA SEJAHTERA MASYARAKAT SEKITAR TAMBANG
Atika Dewi Evitasari;
Amirrul Darmawan
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.226
Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Bumi Suksesindo (PT BSI) bidang pendidikan bagi warga pra sejahtera sebagai wujud komitmen dan tanggung jawab sosial perusahaan. Program ini sesuai dengan Kepmen ESDM No. 1824/2018 guna berkontribusi dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) bahwa semua anak perempuan dan laki-laki menyelesaikan pendidikan primer dan sekunder yang gratis, setara dan berkualitas. PT BSI mempunyai tujuan mensejahterakan masyarakat sekitar tambang melalui pengembangan sumber daya manusia untuk mempersiapkan generasi yang mampu berdaya saing dan mandiri secara berkelanjutan. Dalam pengembangan masyarakat baik di bidang ekonomi, sosial budaya dan pendidikan PT BSI menggunakan metode dengan beberapa tahapan: (1) Pemetaan sosial di wilayah sekitar tambang melalui jasa konsultan dari CSR A+. (2) Evaluasi hasil pemetaan sosial untuk menentukan program yang cocok diterapkan di Kecamatan Pesanggaran dan sesuai dengan kebutuhan warga. (3) Melaksanakan program sesuai dengan perencanaan dan target yang ingin dicapai untuk pengembangan sumber daya manusia. Keterpaduan program pendidikan terdiri dari bantuan bus sekolah, beasiswa pendidikan, dan beasiswa kejar paket. PT BSI menyediakan empat unit bus sekolah gratis bagi siswa di Kecamatan Pesanggaran Banyuwangi. Hal ini dinilai sangat membantu siswa dari keluarga pra sejahtera dalam hal transportasi. Capaian total siswa yang menggunakan bus sekolah dari tahun 2018 sampai dengan 2019 sebanyak 431 siswa. Selanjutnya beasiswa pendidikan mulai dari tingkat SD sampai tingkat perguruan tinggi bagi siswa kurang mampu dan berprestasi. Tiga tahun terakhir data penerima manfaat program beasiswa mulai dari tahun 2018 sampai dengan 2020 secara berturut-turut sebanyak 140 orang, 141 orang dan 145 orang. Bagi warga yang terlanjur putus sekolah, PT BSI memberikan kesempatan melalui pendidikan kesetaraan paket B dan paket C yang bekerja sama dengan PKBM Lentara Hati di Desa Sumberagung, program ini dilaksanakan sejak tahun 2019. Dengan total warga belajar tahun 2019 sebanyak 40 orang, tahun 2020 sebanyak 59 orang. Berdasarkan monitoring pelaksanaan program pendidikan PT BSI dan data penerima manfaat dapat lebih dioptimalkan dalam rangka untuk memenuhi pendidikan yang berkualitas bagi warga pra sejahtera di sekitar perusahaan. Dan membantu program pemerintah yakni penuntasan wajib belajar 12 tahun. Keterpaduan program tersebut berkontribusi nyata terhadap Angka Partisipasi Murni (APM) pendidikan dasar di Kecamatan Pesanggaran mencapai 100%.
PENERAPAN METODE Q-SLOPE DALAM PENILAIAN STABILITAS LERENG ALAMI
Andesta Granitio Irwan;
Danu Mirza Reky;
Singgih Saptono
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.138
Metode analisis lereng menggunakan Q-slope dalam penilaian stabilitas suatu lereng sudah digunakan dalam lima tahun terakhir untuk memberikan rekomendasi sudut aman penggalian suatu lereng secara cepat dan efisien dengan menggunakan persamaan empirik. Penerapan metode ini dilakukan pada dua lokasi lereng breksi andesit alami dengan kondisi batuan lereng 1 fresh tanpa adanya longsoran dan kondisi lereng 2 sudah mengalami pelapukan serta adanya kenampakan longsoran blok baji. Metode pengambilan data dilakukan pemetaan diskontinuitas pada lereng menggunakan garis bentangan dan pengambilan sampel batuan untuk pengujian sifat fisik dan mekanik batuan serta penilaian secara deskriptif untuk mendapatkan parameter input persamaan empirik Q-slope dengan validasi nilai faktor keamanan metode elemen hingga. Hasil plotting data pada grafik Q-slope menunjukkan rekomendasi sudut lereng Q-slope pada lokasi 1 lebih curam (85o) dibandingkan lereng aktual (30o) dengan kondisi lereng stabil, sedangkan sudut lereng rekomendasi Q-slope lokasi 2 lebih landai (68o) dibandingkan sudut lereng aktual di lapangan (79o) dengan kondisi lereng semi-stabil dan tidak stabil. Metode kesetimbangan batas dengan simulasi sudut lereng Q-slope dan sudut lereng aktual menunjukkan nilai faktor keamanan (SRF) lereng kedua lokasi penelitian yaitu lokasi 1 dengan sudut lereng aktual yaitu 3,3 dan Q-slope yaitu 2,11, sedangkan faktor keamanan (SRF) lokasi 2 yaitu 1 untuk sudut lereng aktual dan 1,17 untuk Q-slope. Hasil analisis metode Q-slope memberikan hasil yang relatif cepat dalam analisis lereng dengan metode numerik sebagai validasi menunjukkan keselarasan yang lebih kuantitatif dalam analisis faktor keamanan stabilitas suatu lereng.
RUANG LINGKUP DAN OBJEK KONSERVASI SUMBERDAYA MINERAL DAN BATUBARA
Dwi Vidya;
Ivan Ilianta
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.154
Konservasi sumberdaya mineral dan batubara selanjutnya disebut konservasi mineral dan batubara adalah upaya yang dilakukan dalam rangka optimalisasi pengelolaan, pemanfaatan dan pendataan sumberdaya minerba secara terukur, efisien, bertanggung jawab dan berkelanjutan. Perencanaan penerapan konservasi minerba yang optimal dilaksanakan dengan terlebih dahulu menentukan ruang lingkup konservasi minerba secara detail sekaligus melakukan evaluasi dan pemantauan terhadap pelaksanaan dan kendala-kendala yang terjadi dalam upaya penerapannya. Ruang lingkup konservasi minerba meliputi upaya perencanaan, pelaksanaan, pengelolaan, pemanfaatan dan pendataan untuk keseluruhan objek-objek konservasi minerba.Untuk komoditas batubara, objek meliputi recovery penambangan, recovery pengolahan, batubara kualitas rendah, sisa hasil pengolahan, cadangan marginal dan cadangan tidak tertambang. Sedangkan dalam kegiatan pertambangan mineral terdapat perbedaan pada mineral kadar rendah serta tambahan objek yaitu mineral ikutan. Dalam rangka pelaksanaan kaidah teknik pertambangan yang baik khususnya aspek konservasi pelaksanaan penerapan konservasi mineral dan batubara melalui penentuan ruang lingkup masing-masing objek konservasi serta pemecahan masalah terhadap kendala-kendala yang terjadi setelah proses evaluasi sehingga dapat ditindaklanjuti, menjadi hal yang harus dipahami dan diperhatikan dalam pelaksanaan kegiatan pertambangan. Sehingga hal-hal yang menjadi tantangan di masa depan seperti pemanfaatan mineral kadar rendah dan mineral ikutan termasuk mineral tanah jarang yang saat ini belum bernilai ekonomis atau belum ada teknologi pengolahan dengan terlebih dahulu dipisahkan dari mineral utamanya, pemanfaatan batubara kualitas rendah melalui upaya peningkatan nilai tambah, serta identifikasi potensi cadangan marginal dalam neraca estimasi sumberdayaberdasarkan kriteria yang ditetapkan dapat dioptimalkan dan memberikan dampak yang positif bagi pertambangan di Indonesia.
APLIKASI METODE EVALUASI EKONOMI REAL OPTION PADA RENCANA INVESTASI SMELTER NICKEL PIG IRON
Husin, Michael Kelvin Eddy;
Wibowo, Aryo Prawoto;
Rosyid, Fadhila Achmadi
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.165
Industri ekstraksi logam terus membutuhkan proses yang lebih baik dengan tujuan meningkatkan keuntungan ekonomi dan ramah lingkungan. Secara umum reduksi selektif dapat mencapai efisiensi proses yang lebih tinggi dibandingkan dengan metode ekstraksi nikel yang banyak dipakai seperti Rotary Kiln-Electric Furnace (RKEF) maupun blast furnace. Pemanfaatan bijih nikel laterit low grade yang efisien dan menguntungkan dinilai sangat penting. Nickel Pig Iron (NPI) merupakan sebuah variasi dari produk feronikel. NPI sendiri memiliki ciri khas kadar nikel yang rendah dan kadar besi yang tinggi dibandingkan dengan produk feronikel lainnya. Kegiatan pertambangan memerlukan waktu yang lama dan resiko yang besar dalam pengembalian investasinya. Hal ini disebabkan oleh besarnya nilai investasi yang diperlukan dan adanya faktor ketidakpastian ekonomi yang tinggi. Pada penelitian ini, faktor ketidakpastian ekonomi yang tinggi terutama disebabkan oleh pergerakan harga komoditas nikel. Metode Real Option dapat menyesuaikan faktor ketidakpastian tersebut dengan cara menilai aset dengan turut menghitung pengembalian dari aset nyata atau melindungi nilai aset tersebut saat terjadi hal yang negatif atau merugikan, sebagai contoh turunnya harga nikel. Hasil analisa real option menyatakan bahwa investasi ini layak dan menguntungkan dengan nilai opsi (NPV strategis) sebesar $380.165.046,94 dan option premium sebesar $187.154.405,56.
NERACA SUMBERDAYA MINERAL PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2018
Novianto, Dandung;
Suhardono, Agus;
Gautama, Gregorius Aryoko
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.189
Sumber daya mineral merupakan salah satu kekayaan yang dapat dimanfaatkan oleh negara dan masyarakat. Provinsi Jawa timur salah satu propinsi yang masuk dalam bagian ring of fire sehingga memiliki potensi komoditas mineral sejumlah 31 komoditas. Neraca sumberdaya mineral merupakan salah satu alat untuk mengetahui pemanfaatan sumberdaya mineral dan konservarsi serta kelestarian fungsi lingkungan. Sumberdaya mineral terbagi menjadi empat hipotetik, tereka, terindikasi, terukur. Cadangan terbagi menjadi dua yaitu terkira dan terbukti. Pembuatan neraca sumberdaya mineral menggunakan acuan SNI 6728.4:2015. Sumberdaya yang memiliki potensi paling besar di tahun 2018 adalah batu gamping sebesar 4.360.675.461 ton. Kabupaten potensi sumberdaya mineral terbesar yaitu Kabupaten Bangkalan sebesar 3.395.753.000 ton. Komoditas oniks merupakan komoditas dengan sumberdaya terkecil sebesar 265 ton. Kabupaten yang memiliki sumberdaya terkecil adalah Kabupaten Pamekasan sebesar 100.000 ton. Komoditas yang memiliki sumberdaya diperlukan pengelolaan yang terpadu oleh dinas terkait di Propinsi Jawa Timur.  Pemanfaatan komoditas sumberdaya mineral di Provinsi Jawa Timur pada tahun 2018 belum secara maksimal oleh masyarakat. Produksi ketiga komotias yaitu sirtu, andesit, dan batu gamping merupakan komoditas yang selalu dibutuhkan masyarakat untuk pembangunan infrastruktur. Diperlukan penelitian lebih dalam untuk pemetaan komoditas dan izin usaha pertambangan yang mampu mendatangkan pendapatan bagi daerah.Â
PEMODELAN UJI TRIAKSIAL DAN UJI GESER LANGSUNG DI LABORATORIUM DENGAN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA
Permatasari, Nurhalimah Vivid
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.205
Kegiatan pertambangan merupakan kegiatan untuk mengambil sumber daya alam yang berasal dari perut bumi seperti minyak bumi, gas bumi, mineral dan batuan, serta batubara. Dalam membuat bukaan tambang diperlukan desain awal yang baik yang memerhatikan sifat-sifat dan material tanah yang akan digali. Pada saat melakukan penyelidikan geoteknik, sifat-sifat material dan parameter kekuatan batuan perlu diketahui. Salah satu parameter kekuatan batuan yang perlu diketahui dalam penyelidikan geoteknik adalah kohesi dan sudut gesek dalam. Kedua parameter tersebut didapatkan melalui uji laboratorium yaitu uji triaksial dan uji kuat geser langsung menggunakan pendekatan kriteria keruntuhan yang sama yaitu Mohr-Coulumb. Dalam penelitian ini akan dilakukan pemodelan uji triaksial dan uji kuat geser langsung di laboratorium menggunakan metode elemen hingga. Hasil uji laboratorium yang dilakukan pada sampel sandstone mendapatkan kohesi 0.127 MPa dan sudut gesek dalam 32o. Pemodelan dilakukan dalam dua perilaku batuan yaitu elastik dan elastoplastik. Pemodelan uji triaksial dengan perilaku elastik menghasilkan kohesi 0.145 MPa dan sudut gesek dalam 32o, sedangkan dengan perilaku elastoplastik didapatkan kohesi 0.13 MPa dan sudut gesek dalam 31o. Untuk pemodelan uji kuat geser langsung dengan perilaku elastik mendapatkan kohesi 0.132 MPa dan sudut gesek dalam 30o, sedangkan dengan perilaku elastoplastik didapatkan kohesi 0.128 MPa dan sudut gesek dalam 23o. Pemodelan dengan menggunakan metode elemen hingga juga dapat memperlihatkan kondisi tegangan dan perpindahan serta bentuk keruntuhn yang terjadi di dalam contoh batuan yang tidak dapat diketahui jika dilakukan dengan uji laboratorium secara langsung.Â
ANALISIS KESTABILAN LERENG BATUAN LUNAK DENGAN MODEL MATERIAL VALIDATED TRANSITION PADA RANCANGAN PIT WARA 2020 PT ADARO INDONESIA
Waskita, Aloysius D.P.;
Febriadi, Adika;
Rampan, Reko;
Oktavianto, Hanung;
N, Patmo
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.221
Dalam analisis kestabilan lereng yang baik dibutuhkan tidak hanya data-data yang representatif namun juga pemilihan metode dan parameter batuan yang sesuai dengan kondisi geologi yang ada.. Penerapan failure criteriation dan material type Generalized Hoek Brown (GHB) pada batuan lunak (weak rock) harus dilakukan dengan usaha lebih agar diperoleh hasil yang optimal (Carter T.G, Deiderichs M.S Carvalho J.L., 2008; Zhai H., et al, 2017; Dinc O.S et al., 2011). Salah satunya adalah penerapan GHB pada kondisi batuan tambang batubara dimana sering ditemukan weak rock dengan UCS 10 – 15 MPa contohnya adalah di Pit Wara PT Adaro Indonesia.Persamaan Transition GHB yang diajukan oleh Carter et al (2008) dan Carvalho et al (2007) menjadi salah satu solusi dalam penggunaan GHB pada weak rock. Persamaan ini memberikan koreksi dengan memperhitungkan nilai UCS sebagai salah satu kriteria perhitungan parameter GHB. Penerapan persamaan Transition di Pit Wara dilakukan dengan validasi dari nilai UCS invalid dan nilai deformasi dari monitoring prisma RTS sehingga diperoleh persamaan baru yaitu Validated Transition (VT)Analisis kestabilan lereng aktual 2019 pada Pit Wara dengan menggunakan GHB menghasilkan SRF sebesar 1.31 dengan deformasi pemodelan rata-rata pada model actual sebesar 30.6 mm atau dengan gap deformasi sebesar 31%. Sedangkan analisis menggunakan persamaan transisi yang divalidasi atau Validated Transition (VT) menghasilkan SRF 1.53 dan deformasi pemodelan rata-rata sebesar 24.1 mm atau dengan gap deformasi sebesar 4%. Implementasi model aktual pada rancangan Pit Wara 2020 menghasilkan SRF 1.28 untuk penggunaan material GHB dan 1.44 untuk penggunaan material VT. Â
STUDI KARAKTERISTIK BEBERAPA BATUBARA INDONESIA UNTUK MENDUKUNG PROSPEK PEMANFAATANYA
Suhat, Boas;
Widayat, Agus Haris;
Anggayana, Komang
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.133
Batubara merupakan hasil tambang yang memiliki beragam manfaat. Pada umumnya, batubara di Indonesia dimanfaatkan sebagai bahan bakar yang biasa disebut batubara uap atau sebagai bahan baku industri baja yang biasa disebut batubara kokas. Baik batubara uap maupun batubara kokas memiliki spesifikasi kualitas yang berbeda satu sama lainnya sesuai dengan kebutuhan dari proses pemanfaatanya masing-masing. Agar batubara dapat dimanfaatkan sesuai dengan kualitasnya, perlu dilakukan pengujian kualitas terhadap sampel-sampel batubara. Pada penelitian ini dipilih contoh batubara yang berasal dari beberapa formasi geologi pembawa batubara, yaitu Formasi Batu Ayau dan Formasi Tanjung di Cekungan Barito, Formasi Balikpapan di Cekungan Kutai, dan Formasi Muara Enim di Cekungan Sumatera Selatan. Pengujian yang dilakukan meliputi pengujian proksimat, pengujian ultimat, pengukuran nilai kalori, dan pengujian FSI (Free Swelling Index). Hasil dari pengujian-pengujian tersebut akan mencerminkan proses pembatubaraan yang telah dialami oleh batubara. Batubara yang telah mengalami pembatubaraan hingga peringkat Subbituminus dengan tipikal Gross Calorific Value di kisaran 5000 kcal/kg (ar), kandungan air di bawah 36 % (ar), kandungan abu di bawah 15% (adb), kandungan zat terbang di kisaran 40% (adb), dan kandungan sulfur di bawah 0,9% (adb) lebih cocok untuk dimanfaatkan sebagai batubara uap. Sedangkan batubara yang telah mengalami pembatubaraan hingga peringkat bituminus dengan tipikal kandungan air di bawah 15% (ar), kandungan abu di bawah 12% (adb), kandungan belerang di bawah 1% (adb), dan FSI di atas 6 lebih cocok untuk dijadikan batubara kokas.
EVALUASI KARAKTERISTIK KEKUATAN MATERIAL TIMBUNAN BATUAN SEDIMEN FORMASI WARUKIN, KALIMANTAN SELATAN. TEMU PROFESI TAHUNAN (TPT) XXIX PERHAPI 2020
Ismail, Firda Tubagus;
Pasubondo, Barno Joyo;
Asari, Hasan;
Supandi, Supandi
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.149
Pertimbangan dalam penentuan area rencana timbunan batuan penutup merupakan tantangan penting untuk memastikan bahwa sumberdaya dan cadangan dapat dimanfaatkan secara maksimal. Permasalah yang sering dijumpai pada kegiatan pertambangan batubara yang didominasi oleh batuan sedimen dengan kekuatan lunak, dasar timbunan lunak dan kemiringan batuan (dip) yang landai (10o) adalah kondisi dasar timbunan berupa endapan rawa/sungai purba, keterbatasan kapasitas dan area timbunan, keterbatasan jarak alat angkut dan kesulitan pengendalian aliran air permukaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode evaluasi kekuatan timbunan yang sesuai dan optimal untuk diterapkan dilokasi penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode empiris dengan melakukan evaluasi dan membandingkan hasil pengujian laboratorium Uji Direct shear, Uji Triaxial Unconsolidated Undrained (UU) dan Standard Penetration Test (SPT), selanjutnya dihubungkan dengan data historical longsoran yang terjadi di lokasi penelitian. Hasil penelitian menujukkan bahwa rata-rata penyebaran material timbunan setiap kedalaman tersusun atas material lempung 45.5%, Lanau 41.0% dan pasir 13.5%. Karakter fisik material timbunan memiliki nilai Void Ratio mencapai 0.8 dan Water Content hingga 35%, hal tersebut menujukkan bahwa terdapat banyak pori yang dapat terisi oleh air atau udara yang dapat mempengaruhi perubahan nilai kekuatan material timbunan. Pengujian SPT menunjukkan bahwa terdapat 3 pola nilai kekuatan material timbunan yang meningkat seiring kedalaman. Zona 1 (non consolidation) berada dikedalaman 1-12 meter, Zona 2 (normally consolidation) pada kedalam 12 meter sesuai dengan acuan batas tinggi timbunan kritis (Hcr) 12 meter dan Zona 3 (fully consolidation) pada kedalaman 24 meter dengan waktu konsolidasi 20 bulan. Hasil uji nilai kohesi dan sudut geser dalam hasil pengujian Uji Triaxial UU pada material timbunan memiliki nilai yang sangat tinggi dibandingkan dengan hasil Uji Direct Shear dan Perhitungan Kuat Geser dari Uji SPT. Hasil uji laboratorium pada material timbunan perlu dilakukan adjustment sebelum diaplikasikan dilapangan. Adjustmen tersebut dilakukan dengan menambahkan nilai parameter tekanan pori (Ru) sebesar 0.75 (Data Uji Direct Shear) dan 0.8 (Data Uji Triaxial) agar data tersebut dapat diaplikasikan dilapangan. Nilai tersebut didapatkan dari hasil studi Analisa balik longsor di area disposal daerah penelitian dengan dimensi pergerakan yang besar dan optimal. Penentuan evaluasi metoda perhitungan ini sangat bermanfaat untuk melakukan optimalisasi kapasitas timbunan dengan kondisi dasar penimbunan batuan sedimen lunak.