cover
Contact Name
Moh Shidqon
Contact Email
ajidshidqon@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ajid.shidqon@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI
ISSN : 26858908     EISSN : 26862603     DOI : -
Core Subject : Engineering,
PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI di terbitkan oleh PERHAPI dan terbit tahunan dan mempunya ISSN 2686-2603 (Online) & ISSN 2685-8908 (Cetak).
Arjuna Subject : -
Articles 379 Documents
ANALISIS KADAR NITRAT TERHADAP BAKU MUTU BERDASARKAN VARIASI TITIK PENGUJIAN SAMPEL MENGGUNAKAN TEST KITS PADA PROSES PEMBUATAN BAHAN PELEDAK EMULSI DI PT. AEL INDONESIA, SITE BENGALON COAL PROJECT, KPC Santoso, Andrias Teguh; Bramastyo, Danny
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT.AEL Indonesia melakukan proses pembuatan bahan peledak emulsi yang bahan ramuannya adalah Ammonium Nitrate (AN) dan Sodium Nitrite (SN).Bahan ramuan emulsi tersebut berpotensi mencemari tanah dan menyebabkan kadar nitrat dalam tanah dapat terkontaminasi dengan air tanah maupun air sungai sehingga sangat berbahaya bagi kesehatan makhluk hidup terlebih jika di konsumsi. Baku mutu kadar nitrat pada air minum menurut Peraturan Pemerintah No.20/1990 dan Permenkes No.416/l990 adalah 10 mg/l sedangkan baku mutu kadar nitrat pada limbah bahan peledak menurut Permen LH No.5 Tahun 2014 adalah 20mg/l.Agar tidak mencemari air sungai atau air tanah, maka harus dilakukan eksperimen dari variasi titik ukur sampel agar diketahui kadar nitrat pada area- area yang berpotensi tercemar nitrat ( titik ukur sampling) serta dapat mengkonfirmasikan nilai kadar nitrat sudah memenuhi baku mutu.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari dan mengkonfirmasi status kandungan kadar nitrat pada tanah apakah sudah sesuai dengan baku mutu serta melakukan analisa agar kadar nitrat tetap terkontrol sesuai dengan baku mutu. Metodologi Penelitian yang dilakukan adalah observasi langsung dan pengamatan laboratorium, kemudian dinalisis dengan pendekatan kuantitatif eksperimen, untuk menggambarkan kadar nitrat pada beberapa area titik pengukuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan kadar rata-rata nitrat pada tujuh titik area pengukuran selama periode Jan-Des 2022 yaitu 4,7 mg/l ( masih sesuai baku mutu kadar nitrat dalam tanah yaitu 10 mg/l pada kualitas air minum dan baku mutu nitrat limbah yaitu 20 mg/l), sehingga tidak membahayakan bagi makhluk hidup apabila mengkonsumsi air tanah maupun air sungai.
MINE WASTE DUMP FAILURE BEHAVIOUR MODEL BASED ON STATICAL DATA Putra, Galih Zoya Manggala; Sadewa, Lintang Putra; Putuhena, Yuli Amalia
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

To enhance the safety operation over open pit mines around the world, slope monitoring program has now become a mandatory campaign. By utilizing various instruments and monitoring strategy, this campaign is expected to help the slope failure risk mitigation is enhanced by delivering the most precise information as consideration before taking the best decision.Slope stability radar is nowadays considered as the most sophisticated and accurate slope monitoring technology, as it enables to deliver slope deformation in submillimetre accuracy. The deformation data collected by slope stability radar is a precious information that can be used to analyse and interpret to understand the slope behaviour in certain location with certain geological setting. This data can be the consideration in determining the alarm threshold setting.Statistical method using Anderson Darling Fitting test is applied to each parameter obtained from several failure back analysis in mine waste dump failure. The sample mean values then used to create an empirical model of a mine waste dump failure behaviour, which consists of several sequences. There are three consecutive sequences of a waste dump slope failure, which are transitional, progressive, and failure to post failure. The fitting test address that each sequence own variable with different distribution pattern and sample mean values. In the end, the empirical model compared to actual data lead to conclusion that the sample mean values of each parameter is very well represented.
PERENCANAAN & REKAYASA GEOTEKNIK DALAM PENGAMBILAN BATUBARA SEAM 3000 PADA CASE STUDY LONGSORAN LW PIT 3000 BK 11 PT PAMAPERSADA NUSANTARA Reza, Ahmad; Suryawan, Gilang; Wifqi, Muhammad; Rashed, Abdul; Nurjihan, Ahmad; Yudhistira, Boy; Olla, Yosua Dinata
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Pamapersada Nusantara merupakan salah satu perusahaan kontraktor terbesar pada industri tambang batubara di Indonesia yang melakukan pengerjaan penambangan pada aktivitas penambangan dengan sistem tambang terbuka (open pit). Aktivitas penambangan dengan sistem tambang terbuka selalu mengalami permasalahan kestabilan lereng baik yang disebabkan oleh kondisi massa batuan maupun kehadiran struktur geologi. Berdasarkan evaluasi ketercapaian produksi OB dan Coal di PIT 3000 BK 11 selama periode bulan September - Oktober 2022, OB sebesar 46.889 BCM dan batubara dengan jumlah 23.783 ton belum dapat terambil karena adanya longsoran di area Low wall. Jika longsoran ini tidak segera diselesaikan, terdapat potensi loss revenue dengan estimasi sebesar $165.397. Penelitian ini dilakukan dengan pembuatan perencanaan dan rekomendasi geoteknik detail menggunakan data akuisisi lapangan berupa data geologi maupun data geoteknik serta simulasi back analysis agar kegiatan operasional di area longsoran dapat berjalan dengan aman sehingga batubara seam 3000 yang tertutupi longsoran dapat terambil sesuai desain. Dengan adanya penelitian ini, penggalian di area longsoran Low wall PIT 3000 BK 11 dapat dilakukan dengan aman dengan batubara seam 3000 yang dapat terambil sebesar 32.684 ton.
APLIKASI MUD SHELL UNTUK PENANGANAN LUMPUR SEDIMENTASI SUMP Endriantho, Muhammad; Prabudi, Alex; Bahri, Syamsul; Putra, Reza Eka
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu tambang terbuka di PT Berau Coal, Blok 7 berlokasi di Binungan Mine Operation-2 yang dioperasikan oleh PT BUMA. Pada tahun 2022, target produksi batubara 5.7 juta Ton dan Overburden 70 juta BCM. Pengembangan Pit E ke arah timur mengharuskan dilakukan loading lumpur sedimentasi pada sump Ex-DH sebanyak 800,000 BCM ke disposal untuk mencapai target tahun produksi. Sifat fisik lumpur sedimentasi menyebabkan lokasi penempatan di disposal harus disesuaikan dengan kajian geoteknik dan rencana jangka panjang disposal. Salah satu metode yang bisa digunakan sebagai solusi penanganan lumpur ini adalah mud shell. Lumpur sedimentasi sump akan dilakukan blending dengan material OB blasting terlebih dahulu di pit karena adanya keterbatasan unit hauler HD Tailgate. Sedangkan pada disposal akan kembali dilakukan blending dengan material OB blasting dari fleet OB yang lain. Pembuatan mud shell dimulai dengan pembuatan buffer jagaan untuk mengurung material lumpur yang sudah diblending. Kapasitas disposal mud shell akan terbatas dan dilakukan per staging sesuai dengan kajian geoteknik. Aplikasi mud shell berhasil dalam penanganan lumpur sedimentasi di disposal. 
EFEKTIVITAS STOP-ENGINES PROGRAM PADA AKTIVITAS COAL HAULING UNTUK MENGURANGI POTENSI PEMANASAN GLOBAL DENGAN PENDEKATAN ANALISIS DAUR HIDUP Pradhana, Adhika Catra
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanasan global adalah proses di mana suhu rata-rata udara, atmosfer, laut, dan daratan Bumi terus meningkat. Perubahan cuaca dan iklim saat ini jauh lebih cepat, tetapi itu bukan karena aktivitas alamiah melainkan pencemaran oleh gas rumah kaca, terutama karbon dioksida (CO2) dan metana. PT Borneo Indobara terus berupaya menciptakan program-program untuk mengurangi pemanasan global, sehingga kegiatan produksi batubara dapat berlangsung tanpa menghiraukan masalah lingkungan. Program Stop-Engines merupakan program pemberdayaan masyarakat yang terintegrasi dengan Badan Usaha Milik Desa binaan, dimana program ini mewajibkan pengemudi dump truck untuk mematikan mesinnya ketika menunggu antrian menuju ke area timbangan, run of mine, dan crusher di pelabuhan. Dump truck membutuhkan waktu tunggu selama 5-10 menit untuk mengantri, jika mesin dibiarkan terus menyala maka bahan bakar yang terbuang juga akan semakin banyak. Perhitungan menggunakan analisis daur hidup menunjukan bahwa nilai dampak dari aktivitas coal hauling adalah 0,23 kgCO2ek sebelum diaplikasikannya program stop-engines. Nilai emisi yang digunakan dalam analisis daur hidup berasal dari bahan bakar diesel dikalikan dengan faktor emisi. Kemudian setelah program direalisasikan, nilai dampak dapat berkurang ke angka 0,18 kgCO2ek sehingga dapat disimpulkan bahwa program ini cukup efektif untuk mengurangi potensi pemanasan global.
SISTEM TEKNOLOGI INFORMASI BERBASIS INTERNET OF THINGS (IOT) UNTUK MENINGKATKAN KINERJA OPERASIONAL DALAM AKTIVITAS KONSERVASI BATUBARA DI AREA KERJA PT. KIDECO JAYA AGUNG Risnal Affandi Zega, Boy Parulian Hutapea; Zega, Risnal Affandi
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri pertambangan batubara merupakan salah satu sektor yang sangat penting bagi perekonomian Indonesia. Berdasarkan Kepmen ESDM No. 1827 K/30/MEM/2018 Lampiran VII tentang Pedoman Pelaksanaan Konservasi Mineral dan Batubara menyebutkan bahwa konservasi minerba adalah upaya dalam rangka optimalisasi pengelolaan, pemanfaatan dan pendataan sumberdaya mineral dan batubara secara terukur, efisien, bertanggung jawab dan berkelanjutan. Meskipun kegiatan pertambangan batubara memberikan kontribusi ekonomi yang besar, namun aktivitas ini dapat menimbulkan dampak negatif jika tidak dilakukan dengan kaidah pertambangan yang baik dan benar. Oleh karena itu, perusahaan perlu mengoptimalkan teknologi yang tepat untuk meminimalkan dampak negatif dan meningkatkan produktivitas. Menghadapi tantangan pada Revolusi Industri 4.0, PT. Kideco Jaya Agung mengadaptasi Teknologi Informasi berbasis Internet of Things (IoT) untuk meningkatkan kinerja operasional dalam aktivitas konservasi batubara. IoT bekerja dengan memanfaatkan instruksi pemrograman yang setiap perintahnya menghasilkan interaksi ke sesama perangkat yang terhubung secara otomatis tanpa adanya intervensi pengguna, tanpa batasan jarak dan waktu. Dengan cara ini, IoT dapat membantu dalam memonitor dan mengontrol aktivitas konservasi batubara secara real-time sehingga dapat meningkatkan kinerja operasional. Penerapan teknologi IoT tersebut meliputi pengawasan area pertambangan secara virtual dan real-time, sentralisasi platform digital untuk pengawasan perfoma produksi batubara dari pit hingga pengapalan secara real-time yang terintegrasi secara API dengan sistem-sistem lain, penggunaan sistem geofencing dalam pengawasan akurasi untuk meningkatkan recovery penambangan, serta pemanfaatan business intelligence dan advanced data analytics dalam menganalisa performa aktual dan trend proyeksi perusahaan di masa depan. Penerapan teknologi IoT tersebut memberikan dampak positif meliputi peningkatan validitas data produksi, peningkatan produktivitas penambangan, real-time data delivery dan future trends, efisiensi bahan bakar, pengurangan penggunaan kertas, mencegah terjadinya daywork, hingga peningkatan produktivitas manhour. IoT mampu meningkatkan produktivitas dalam aktivitas konservasi batubara sehingga dapat menjaga keberlangsungan sumber daya batubara dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
IMPLEMENTASI SUBDRAIN SEBAGAI TREATMENT BASEMENT DISPOSAL PADA AREA BEKAS SEDIMENT POND DI PT. BORNEO INDOBARA Utomo, Seno Maris; Wicaksono, Edy; Norohman, Norohman
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Disposal merupakan salah satu aspek penting dalam operasional pertambangan batubara. Seiring dengan peningkatan produksi batubara di PT Borneo Indobara, diperlukan adanya perluasan area disposal sebagai aspek pendukungnya. Salah satu area yang terdampak adalah area bekas sediment pond yang akan dimanfaatkan sebagai area Disposal. Pembentukan Disposal tersebut memiliki tantangan pada bagian basement dikarenakan adanya lumpur sediment pond yang dapat berdampak pada kestabilan lereng. Disisi lain, pemindahan volume lumpur sediment pond yang banyak membutuhkan biaya loading yang besar dan waktu yang lama sementara kegiatan operasional pertambangan dituntut untuk tersedianya kapasitas disposal secara cepat. Implementasi subdrain pada area bekas sediment pond sebagai solusi untuk mengurangi tekanan air pori (Pore Pressure) pada lumpur yang berada di basement dan tubuh lereng disposal untuk menjaga kestabilan lereng. Subdrain yang dibentuk pada area disposal memiliki geometeri saluran dengan lebar atas 2 meter, lebar bawah 1 meter, dan tinggi 1 meter. Pada saluran tersebut dimasukkan material Porous (gravel) yang diselubungi dengan geotextile. Tangkapan area Pore Pressure pada penampang saluran subdrain tersebut selebar 20 m dari penampang subdrain, sehingga dibutuhkan jarak ideal antar subdrain minimal per 40 m. Dari hasil Analisa didapatkan pengaruh tekanan air pori (Pore Pressure) pada area lumpur sebesar 24 kPa untuk kondisi tanpa subdrain dan sebesar 16 kPa untuk kondisi subdrain. Dari penggunaan subdrain dengan penampang trapesium, yang memiliki lebar bawah 1 meter dan lebar atas 2 m dengan kedalaman 1 meter mampu menghasilkan discharge sebesar 2,20x10-5 m3/s. Secara teoritis, berkurangnya tekanan air pori pada material dapat meningkatkan nilai tegangan efektif dari awal 220 kPa menjadi 300 kPa. Dengan adanya peningkatan tegangan efektif mampu menaikan factor keamanan lereng disposal dari FK 1,077 menjadi FK 1,228.
MENINGKATKAN PRODUCTIVITY LOADER HAULER MELALUI IMPLEMENTASI GOOD EXCAVATOR MOVING, AWR, & DOUBLE TRACK UNTUK MENCAPAI PRODUKSI OVERBURDEN DI PT PAMAPERSADA NUSANTARA DISTRIK BAYA Tandiarrang, Aris; Murodi, Murodi; Wibowo, Iwan Tri; Ginting, Apul; Saleh, Ridwan
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Pamapersada Nusantara Distrik BAYA merupakan salah satu jobsite dari PT Pamapersada Nusantara yang beroperasi dalam IUP milik PT Jembayan Muarabara Group PT Khotai Makmur Insan Abadi yang berlokasi di Bhuana Jaya, Tenggarong Seberang, Kalimantan Timur. Target produksi tahun 2023 sebesar 90,88 juta bcm overburden (OB) dan 7 juta ton batubara. Proses penambangan yang menjadi tanggungjawab mulai dari Land Clearing, Top Soil Removal, Drilling Blasting, OB Removal, Coal Getting, hingga Coal Hauling. Alat yang digunakan untuk operasional yaitu PC2008 Komatsu dengan target Productivity 750 bcm/hm dan HD785-7 Komatsu dengan target Productivity 235 bcm/hm.km. Pada periode Year to Date 2022, pencapaian Productivity PC2000 hanya 719 bcm/hm dan HD785-7 232 bcm/hm.km. Hal tersebut menjadi penyebab ketidaktercapaian produksi OB sepanjang tahun 2022 (hanya 95,3%). Ketidaktercapaian productivity disebabkan rendahnya Job Efficiency Loader (97%) dan travel speed hauler yang masih 20,5 km/h dari plan 22 km/h. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan Productivity Loader Hauler dengan mengurangi HM Non Produksi unit Loader, sehingga pergerakan unit dapat dioptimalkan untuk loading material melalui rekayasa metode teknik operasi serta meningkatkan travel speed unit hauler untuk menekan cycle time. Kajian yang dilakukan yaitu implementasi metode loading menggunakan teknik Good Excavator Moving (GEM) dengan meninggalkan satu kali lintasan terakhir seluas 13,5 meter untuk masuk loading layer kedua (drop cut). GEM dapat digunakan untuk menekan HM Non Produksi karena setiap pergerakan unit loader ketika akan masuk ke layer selanjutnya dapat digunakan untuk aktivitas loading material. Sedangkan untuk meningkatkan productivity hauler dilakukan kajian implementasi jalan AWR (All Weather Road) dan double track untuk memisahkan unit HD785-7 dengan unit lainnya. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan Job Efficiency PC2008 dari 95,7% menjadi 97% dan travel speed HD785-7 dari 20,50 km/h menjadi 22,44 km/h. Pencapaian tersebut juga diikuti dengan peningkatan Productivity PC2008 dari 719 bcm/hm menjadi 742 bcm/hm dan HD785-7 dari 227 bcm/hm.km menjadi 243 bcm/hm.km. Dampak dari peningkatan Productivity adalah tercapainya produksi OB sebesar 108,9% dan batubara sebesar 109,8% dari target diperiode Year to Date April 2023.
Klasifikasi Kemampuan Lahan Menggunakan Weight Factor Matching (WFM) Pada Lahan Reklamasi Pascatambang Di PT Kaltim Prima Coal Gusprastomo, Niko
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daya dukung lahan reklamasi-pascatambang harus dikaji secara ilmiah untuk menghindari kegagalan fungsi atau peruntukkannya. Dari sisi waktu, kegagalan reklamasi dapat terjadi jika rencana peruntukkan tidak didasarkan pada hasil studi kemampuan lahan. Kemampuan lahan akan menjelaskan penggunaan lahan yang optimal sesuai dengan karekteristik lahan, baik untuk pertanian, kehutanan, perternakan dan tujuan lain. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penghambat, menilai dan mengkelompokan lahan menurut kelas kemampuan. Lokasi studi merupakan areal sampling pada reklamasi pascatambang KPC, seluas 670.33 ha, yang meliputi: Reklamasi South Pinang, Inul Middle, Inul K West, , Bendili, Peri, Melawan, Kanguru, Peri, Pelangi, Pelikan dan Mustahil. Studi dilaksanakan selama kurun waktu bulan Agustus sampai dengan November 2018. Studi ini menggunakan metode penelitian survey, yakni dengan mencocokkan antara data karakteristik lahan dengan klasifikasi kemampuan lahan menggunakan WFM. Karakteristik lahan yang digunakan, meliputi: tekstur tanah (t), lereng (l), drainase (d), kedalaman efektif (k), erosi (e), permeabilitas (p), batuan dipermukaan tanah (b) dan bahaya banjir (o). Sedangkan klasifikasi kemampuan lahan, meliputi kelas I, II, III, dan IV. Kelas ini termasuk lahan yang dapat diusahakan untuk tanaman semusim. Sedangkan kelas V, VI, VII, VIII tergolong lahan yang tidak dapat diusahakan untuk tanaman semusim. Hasil studi terdapat 2 kelas kemampuan lahan, yaitu : IVws, Vws. 62% atau 417.08 ha areal reklamasi merupakan lahan dengan klasifikasi kelas IVws, tersebar di South Pinang, Bendili, Pelangi, Peri, dan Kanguru. Tergolong kelas IVws, karena kedalaman efektif akar yang dangkal (s) sekitar 20 – 50 cm dan drainase yang buruk (w). Lahan kelas IV dapat digunakan untuk pertanian disertai upaya konservasi tanah. Penggunaan lahan yang disarankan adalah hutan produksi, tanaman rumput, padang pengembalaan, hutan lindung, dan non pertanian. Berikutnya 38% atau 253.25 ha areal reklamasi merupakan lahan dengan klasifikasi kelas V, tersebar di Melawan, Mustahil, Pelikan, Inul K West, Inul Middle dan Inul East. Kelas V merupakan lahan dengan faktor pembatas dan resiko kerusakan yang besar, seperti erosi, kedalaman efektif akar yang dangkal (s) sekitar 20 – 50 cm dan drainase yang buruk(w). Lahan dapat digunakan sebagai hutan produksi, tanaman rumput, padang pengembalaan, hutan lindung, dan non pertanian. Kesimpulannya mayoritas lahan reklamasi sesuai untuk sektor kehutanan, peternakan dan non pertanian, dan sebagian besar yang dapat dimanfaatkan untuk sektor pertanian tanaman semusim tertentu, namun dengan upaya konservasi.
PENINGKATAN KINERJA PERUSAHAAN BERBASIS ISO 9001:2015 UNTUK MENDORONG TERCIPTANYA BUDAYA UNGGUL DI PT KALTIM PRIMA COAL Fakhrunnas, Muhammad; M, Putra Adi
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejak Business Performance Improvement Division (BPID) dibentuk pada tahun 2008, belum ada pendekatan yang sistematis dan metodologi yang tepat untuk mendapatkan nilai proyek perbaikan yang substansial di seluruh divisi KPC. Tahun 2017, BPID mengembangkan Sistem Manajemen Peningkatan Kinerja Bisnis (SMPKB) yang berfokus pada pengelolaan program Peningkatan Kinerja Bisnis (PKB) perusahaan. Standar ini mengacu pada Quality Management System ISO 9001 : 2015. Pada tahap awal sistem ini sudah mulai diimplementasikan di Mining Operation Division (MOD), Mining Support Division (MSD) dan Contract Mining Division (CMD). Secara bertahap sistem ini akan diimplementasikan ke seluruh divisi yang ada di KPCSistem ini dimaksudkan untuk menciptakan lingkungan kerja yang kondusif untuk mendorong dilakukannya proyek – proyek peningkatan kinerja perusahaan, menanamkan budaya unggul kepada seluruh karyawan melalui berbagai macam program, mengembangkan kapabilitas karyawan terkait peningkatan kinerja, mengelola pengetahuan organisasi dan karyawan, dan menjaga keberlanjutan inisiatif – inisiatif peningkatan kinerja yang sudah dijalankan. Sistem ini dibangun dengan menerapkan 5 elemen utama yang tertulis dalam Manual SMPKB yaitu kepemimpinan, konteks organisasi – perencanaan, dukungan operasional, evaluasi kinerja dan peningkatan berkelanjutan. Selanjutnya masing – masing elemen ini diturunkan menjadi beberapa sub elemen seperti kebijakan, pengelolaan resiko dan peluang, manajemen sumber daya, pengendalian informasi terdokumentasi, realisasi inisiatif, audit sistem, kaji ulang manajemen, dan lainnya. Sejak impelementasi SMPKB ditahun 2017, proyek peningkatan kinerja bisnis yang berhasil diimplementasikan di area kerja KPC meningkat dari tahun ke tahun. Total 219 proyek telah dijalankan dengan melibatkan 1314 karyawan langsung dengan total cost yang dapat ditekan mencapai jutaan dollar. Pada bulan April 2022 Sistem Manajemen Peningkatan Kinerja Bisnis (SMPKB) ini telah berhasil mendapatkan pengakuan dari badan sertifikasi independen PT SGS Indonesia berdasarkan hasil audit yang dilakukan terhadap sistem ini dan pada bulan Maret 2023 dapat dipertahankan dalam Surveillance Audit pertama.