cover
Contact Name
Widia Ardias
Contact Email
wee2d.ardias@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltajdid@uinib.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid
ISSN : 14102617     EISSN : 2685466X     DOI : -
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid diterbitkan oleh Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Imam Bonjol Padang, sebagai media informasi dan forum pembahasan kajian tentang ilmu ushuluddin yang terkait dalam empat aspek bidang keilmuan yakni, Aqidah dan Filsafat Islam, Studi Agama-Agama, Ilmu Al-quran dan Tafsir (Tafsir Hadis), Psikologi Islam. Majalah ini berisi kumpulan tulisan ringkas hasil penelitian, hipotesa, survey dan karya akademik lainnya.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 17, No 1 (2014)" : 9 Documents clear
Menghadapi Komunitas ASEAN 2015: DINAMIKA SOSIAL-BUDAYA DAN PENGUATAN PEMUDA-MAHASISWA Shofwan Karim
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 17, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/tajdid.v17i1.112

Abstract

Para pemuda-mahasiswa mempunyai peluang dan tantangan yang cukup kondusif untuk dijawab dan dieksplorasi bagi kejaayaan masa depan Komunitas ASEAN khususnya dan dunia global pada umumnya hidup dalam satu entitas dalam toleransi serta nilai dan norma ketimuran berbasis Asia yang taat hukum, demokratis dan harmoni dengan lingkungan internal dan eksternal. Oleh karena itu perlu kereatifitas, inisitiatif, tingkatkan skill, illmu pengetahuan dan teknologi, daya saing, disiplin dan nilai menghargai prestasi dan kerja keras serta sungguh-sungguh. Semua itu dalam kerangka menuju kepada komunitas ASEAN dalam satu visi, satu identitas dan satu komunitas
MEWUJUDKAN UNDANG-UNDANG PERLINDUNGAN UMAT BERAGAMA; MERAWAT BHINNEKA TUNGGAL IKA Alirman Hamzah
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 17, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/tajdid.v17i1.103

Abstract

Kebebasan beragama yang dijamin dalam Pasal 29 ayat 2 UUD 1945, sering disalahartikan sebagai kebebasan untuk mengajak umat beragama lain masuk atau pindah kepada agama para penyiar agama. Karena itu tak ayal lagi, agama yang semula sebagai pemupuk persatuan sering menjadi biang konflik, sehingga mengancam platform bhinneka Tunggal Ika. Mengingat penyiaran agama adalah aktivitas umat beragama di wilayah public, maka untuk merawat platform bhinneka Tunggal Ika, maka diperlukan adanya Undang-Undang Perlindungan Umat beragama sebagai perwujudan dari Pasal 28 J ayat (2) : ―setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetatpkan dengan Undang-Undang dengan maksud semata-mata menjamin pengakuan serta Penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain.
PERKEMBANGAN AGAMA PADA ANAK USIA DINI PERSPEKTIF PSIKOLOGI AGAMA MODERN DALAM ISLAM -, Susilawati
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 17, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/tajdid.v17i1.113

Abstract

Umumnya manusia memiliki tiga langkah dasar proses dalam hidup mereka , yaitu periode prenatal , masa bayi, dan balita . Periode ini sangat menarik bagi perkembangan manusia di masa depan. Tapi kadang-kadang orang tua tidak peduli tentang periode ini; ke tika kandungan ibu berusia enam bulan, bayi bisa berkomunikasi dengan orang lain, teru-tama dengan ibu dan ayah . Ketika anak lahir, orang tua harus memiliki keterampilan merawat anak mereka , berpendidikan mereka dengan sesuatu yang lebih baik menurut mereka usia karena pendidikan dalam keluarga adalah yang pertama belajar mereka dapatkan. Umumnya anak kami tinggal bersama orang tua dalam keluarga sekitar lima tahun sebelum mereka pergi ke sekolah. Sejauh ini mereka akan menyalin sikap kita semua . Jadi melakukan yang terbaik untuk anak, karena mereka adalah masa depan .
PARADIGMA IJTIHAD KONTEMPORER: Studi terhadap Metode Ijtihad Majmu’ al-Buhuts -, Bakhtiar
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 17, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/tajdid.v17i1.104

Abstract

Ijtihad jama‟i saat ini dipandang lebih dapat memberikan jawaban hukum yang lebih komprehensif dibandingkan dengan ijtihad individual. Hal itu disebabkan keterbatasan sumber daya seiring dengan kecenderungan spesialisasi keilmuan yang semakin tajam dan munculnya persoalan yang semakin kompleks dan rumit. Model ijtihad ini berkembang secara terorganisir dan terlembaga yang dipelopori oleh Majmu‟ al-Buhuts al-Islamiyyah. Lembaga yang didirikan Muhammad Ali Pasya ini produktif dalam melahirkan fatwa dan menjadi rujukan dari berbagai belahan dunia Islam. Dalam berijtihad, al-Qur‟an dan hadis diposisikan sebagai sumber pokok hukum sedangkan metode ijtihad yang digunakan tidak jauh berbeda dengan model yang sudah terkonsepsi sebelumnya seperti maslahah, sadd al-dzari‟ah, istihsan dan sejenisnya. Penerapan metode tersebut sangat jelas terlihat dalam beberapa contoh fatwa seperti aliran Qadiyaniyah (Ahmadiyah), bank ASI, penentuan awal bulan qamariah dan baitul mal sebagai ahli waris serta ihtikar (penimbunan kebutuhan pokok).
MENGURAI LINGKUP SHILATURAHIM Sebuah Tinjauan dalam Hadis Nabi Junizar Suratman
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 17, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/tajdid.v17i1.114

Abstract

Shilaturahim adalah salah satu ajaran Islam yang tidak hanya dilihat dari sisi hu-bungan manusia dengan manusia, bahkan bermakna hubungan manusia dengan Tuhan. Ka-renanya, shilaturahim merupakan bagian dari keimanan kepada Allah. Orang yang menjalin shilaturahim kepada sesama manusia, berarti ia telah menghubungkan dirinya dengan Allah. Sebaliknya, orang yang memutuskan shilaturahim berarti ia telah memutuskan hubungan dengan Allah. Menjalin shilaturahim, di samping sebagai sebuah kepatuhan kepada Allah, ia juga dapat memberikan hikmah yang bermanfaat dalam kehidupan manusia. Pemaknaan shilaturahim tersebut dijelaskan dalam al-Qur‟an dan lebih rinci juga dijelaskan dalam hadis Rasulullah. Karenanya, penting untuk mengurai makna shilaturrahim dalam perspektif hadis Nabi.
PENDIDIKAN ANTIKORUPSI DI SEKOLAH MENURUT ISLAM Elvina Wati
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 17, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/tajdid.v17i1.106

Abstract

Pendidikan anti korupsi harus diberikan sejak dini dan dimasukkan dalam proses pembelajaran mulai dari tingkat pendidikan dasar, menengah bahkan perguruan tinggi. Hal ini sebagai upaya membentuk prilaku peserta didik yang anti korupsi. Pendidikan anti korupsi ini tidak diberikan melalui suatu mata pelajaran tersendiri, melainkan dengan cara mengintegrasikan melalui beberapa mata pelajaran yang diperkuat oleh al-Quran dan Hadis. Inti dari materi pendidikan antikorupsi ini adalah penanaman nilai-nilai luhur yang terdiri dari Sembilan nilai yang disebut dengan Sembilan Nilai Anti Korupsi. Sembilan tersebut adalah: tanggung jawab, disiplin, jujur, sederhana, mandiri, kerja keras, adil, berani, dan peduli. Dan membiasakan untuk membenci, menjauhi terhadap perlilaku korupsi.
BEKERJA DALAM PERSPEKTIF ISLAM Zulmaizarna -
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 17, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/tajdid.v17i1.115

Abstract

Dalam Islam bekerja mendapat tempat yang terhormat dinilai sebagai ibadah, dan kemalasan dinilai sebagai kehinaan. Diperlukan pengaturan yang seimbangan antara bekerja, ibadah, muamalah dan istirahat. Setiap pekerjaan hendaklah dilakukan dengan memiliki etos kerja Islami, yaitu bekerjadiawali dengan niat penuh keikhlasan berdasarkan karena Allah, diiringi dengansemangat sungguh-sungguh, dan berkeyakin-an bahwa usaha secara maksimal akan memperoleh hasil lebih baik, sehinggadapat membawa berkah dan keredhaan Allah serta bernilai ibadah.Sebagai seorang muslim perlu membekali diri dengan memiliki sikap-sikap bekerja secara propesional, teliti, bertanggungjawab dan lainnya, sesuai dengan tuntunan ajaran Islam. Sehingga nilai pekerjaan merupakan amal saleh yang dapat menyelamatkan kehidupan dunia dan akhirat.
TEOLOGI RASIONAL DALAM ISLAM Ermagusti -
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 17, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/tajdid.v17i1.108

Abstract

Teologi rasional adalah salah satu alternative yg ditawartkan para pemikir Islam untuk mengimbangi perkembangan ilmu pengetahuan di zaman modern ini, karena teologi rasional tidak hanya membicarakan persoalan ketuhanan semata, tetapi juga membicarakan seluruh aspek kehidupan, dan lajunya perkembangan ilmu pengetahuan/ teknologi, sehingga mendorong manusia berfikir Di sisi lain, teoologi rasiona mengajarkan penyelarasan antara berfikir rasional dengan kebutuhan akan wahyu, karena sekalipun akal punya kekuatan yang tinggi, namun akal tetap punya keterbatasan , keterbatasan akal untuk mengetahui persoalan-persoalan yang rinci dalam agama, karena itu akal butuh kepada wahyu. Wahyu berfungsi untuk mengetahui persoalan-persoalan yang bersifat gaib, seperti hari akhirat, sorga dan neraka dan lain sebagainya.
ISLAMISASI BUDAYA M. Arsyad -
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 17, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/tajdid.v17i1.110

Abstract

Berdakwah di sektor budaya, yang dilakukan seorang da’i adalah sebuah kerja nyata.Bukan hanya dalam tataran teori, seorang da’i terjun ke masyarakat dengan membawa pesan moralajaran Islam. Perilakunya adalah perilaku perilaku Islami, sehingga masyarakat juga bisa melihatcontoh figur yang dalam kehidupan sehari-harinya berlandaskan Islam. Upaya ini adalah salah satusolusi jitu untuk membudayakan nilai-nilai Islam, terutama bila dikaitkan dengan kondisi masyarakatkini dan di sini.

Page 1 of 1 | Total Record : 9