cover
Contact Name
Nurdayati
Contact Email
ojsjpp@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
muzizatakbarrizki@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian
ISSN : 18581625     EISSN : 26851725     DOI : -
Core Subject : Health,
Objective of JOURNAL OF DEVELOPMENT OF AGRICULTURAL EXTENTION DEVELOPMENT REVIEW: AGRICULTURE REVIEW ISSUES issued with the aim of describing conceptual thoughts or ideas and results of research to participate in developing animal husbandry studies, with open and contributions from various scientific disciplines and approaches that meet at the intersection of research results and critical analysis of contemporary development issues, including research articles, literature studies and other scientific reviews.
Arjuna Subject : -
Articles 216 Documents
Analisis Beberapa Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Pendapatan Peternak Babi Di Kecamatan Sangata Utara Nursida, Nursida; Abdillah, Al Hibnu; Timang, Ardiana
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 17, No 32 (2020): Desember
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v17i32.557

Abstract

Babi merupakan salah satu komoditi ternak yang potensial dibudidayakan di Indonesia karena memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi.  Faktor produksi dalam usaha ternak babi diantaranya adalah sumber daya manusia dan sumber daya ternak.  Sumber daya manusia meliputi umur peternak, tingkat pendidikan, pengalaman memelihara babi, sementara sumber daya ternaknya meliputi jumlah indukan.  Tujuan penelitian adalah mengetahui pendapatan peternak babi dan menganalisis pengaruh umur, tingkat pendidikan, lama beternak babi dan jumlah indukan baik secara simultan maupun secara parsial berpengaruh terhadap pendapatan peternak babi di Kecamatan Sangata Utara. Penelitian dilaksanakan dari bulan Maret-Mei 2019 di Kecamatan Sangatta Utara Kabupaten Kutai Timur dengan jumlah responden sebanyak 22 peternak. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan korelasi.  Analisis data dengan menggunakan deskriptif, analisis pendapatan, analisis regresi linear berganda dengan pengolahan data menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan peternak babi di Kecamatan Sangata Utara adalah Rp. 1.638.621.380 atau rata-rata pendapatan peternak babi adalahRp. 74.482.790 selama setahun.  Hasil uji analisis regresi linear berganda dengan menggunakan SPSS pada taraf kepercayaan 95% diperoleh nilai Fhitung (28,490) > nilai Ftabel (2,964) yang berarti bahwa variabel umur, tingkat pendidikan, lama beternak dan jumlah indukan secara simultan memberikan pengaruh terhadap pendapatan peternak babi di Kecamatan Sangata Utara.  Nilai t hitung variabel umur, tingkat pendidikan lama beternak babimasing-masing 0.347, 1.967, 1.409 < nilai t tabel 2.109 yang berarti bahwa pada taraf kepercayaan 95% secara parsial variabel umur, tingkat pendidikan dan lama beternak tidak berpengaruh terhadap pendatan peternak sementara jumlah indukan berpengaruh terhadap pendapatan peternak dengan nilai t hitung 8,805 > t tabel 2,109.  
Perilaku Peternak Terhadap Pencegahan Mastitis Dengan Pencelupan Putting (Teat Dipping) Akimi, Akimi; Iklimah, Ayu; supriyanto, supriyanto
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 16, No 30 (2019): DESEMBER
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v16i30.182

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat perilaku peternak dan faktor- faktor yang mempengaruhi perilaku peternak terhadap pencegahan mastitis dengan pencelupan putting (teat dipping). Pengambilan sampel dilakukan secara sensus, pengambilan data secara observasi dan wawancara. Penelitian dilaksanakan di Desa Jogonayan Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang yang dilaksanakan pada tanggal 03 Mei 2019 sampai dengan 30 Juni 2019, dengan metode penyuluhan anjangsana dan pendekatan kelompok. Analisis penelitian ini menggunakan analisis deskriptif untuk mengetahui tingkat perilaku peternak dan analisis regresi linear berganda untuk  mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku peternak. Hasil kajian penyuluhan yang telah dilakukan menyatakan perilaku peternak berada di tingkat sedang (70,9). Hasil uji regresi simultan menyatakan bahwa pengaruh umur, tingkat pendidikan, pengalaman beternak, jumlah ternak dan anggota keluarga secara bersama-sama  (simultan) berpengaruh  sangat signifikan (P≤0,01) terhadap perilaku peternak. Kesimpulan  dalam penelitian ini adalah bahwa tingkat  perilaku  peternak berada di tingkat sedang (70,9). Hasil uji simultan menyatakan bahwa pengaruh umur, tingkat pendidikan, pengalaman beternak, jumlah ternak dan anggota keluarga secara bersama-sama (simultan) berpengaruh sangat signifikan (P≤0,01). Secara parsial, faktor yang berpengaruh sangat signifikan (P≤0,01) adalah pendidikan, dan umur berpengaruh signifikan (P≤0,05), sedangkan untuk jumlah ternak, pengalaman beternak dan jumlah anggota keluarga berpengaruh tidak signifikan terhadap perilaku peternak. 
Analisis Pendapatan Usaha Dagang Kedai Kopi “Strong Coffee” Dalam Masa Pandemi Covid-19 Di Surakarta Akbarrizki, Muzizat; Zulfikhar, Rosa
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 17, No 32 (2020): Desember
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v17i32.541

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis tingkat keuntungan pada usaha dagang kedai kopi “Strong Coffee” di masa pendemi Covid-19, dimana dapat diketahui secara terperinci besarnya total biaya, penerimaan, pendapatan usaha yang dilakukan. Penelitian ini dilaksanakan dalam kurun waktu tiga bulan yaitu pada bulan Juni sampai dengan Agustus 2020 pada usaha dagang kedai kopi “Strong Coffee” yang berlokasi di Surakarta. Data pada penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dengan melakukan wawancara langsung dengan pemilik usaha dengan menggunakan kuesioner, dan data sekunder yang diperoleh dari studi kepustakaan menggunakan literature, sumber tertulis atau dokumen yang memiliki kaitan (relevansi) dengan penelitian ini. Metode analisis data yang dipergunakan dalam penelitain ini adalah analisis diskriptif kuantitatif, dengan menggunakan analisis perhitungan total biaya, total penerimaan, pendapatan, R/C ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha dagang kedai kopi “Strong Coffee” rata-rata setiap bulannya mengeluarkan biaya total sebesar  Rp. 24.681.405,-/bulan, penerimaan sebesar Rp. 31.698.000,-/bulan, pendapatan sebesar Rp. 7.016.595,-/bulan, nilai R/C Rasio  sebesar 1,28 yang berarti setiap Rp. 1.000,- biaya yang dikeluarkan akan menghasilkan penerimaan sebesar Rp. 1.280,-, dimana nilai R/C Rasio tersebut lebih besar dari 1 (R/C>1) yang berarti walaupun saat ini sedang terjadi pendemi Covid-19, usaha dagang kedai kopi “Strong Coffee” tetap memiliki manfaat atau menguntungkan.
Prevalensi Nematodiasis pada Ternak Ruminansia Kecil di Yogyakarta Dewi, Dias Aprita; Supriyanto, Supriyanto
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 17, No 31 (2020): juli 2020
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v17i31.418

Abstract

Salah satu kendala pada peternakan ruminansia adalah adanya gangguan kesehatan yang disebabkan oleh infeksi parasit cacing (kecacingan). Indonesia sebagai negara beriklim tropis menyediakan habitat yang ideal untuk perkembang-biakan cacing terutama nematoda  saluran pencernaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi nematodiasis pada ternak ruminansia kecil di Provinsi Yogyakarta. Pemeriksaan feses dilakukan terhadap 277 sampel feses ternak domba dan kambing di wilayah Provinsi Yogyakarta. Pemeriksaan feses dilakukan dengan metode Withlock untuk mengetahui bentuk telur serta perhitungan jumlah telur. Dari hasil perhitungan di bawah mikroskop, dapat ditentukan tingkat prevalensi positif infeksi cacing nematoda. Tingkat prevalensi positif infeksi cacing nematoda terdiri dari tiga tingkat infeksi cacing, yaitu ringan, sedang dan berat. Prevalensi infeksi cacing nematoda berdasarkan hasil pemeriksaan sampel feses relatif tersebar dari rendah hingga tinggi. Salah satu penyebab adanya infeksi cacing nematoda adalah kondisi kandang, manajemen perawatan ternak, kondisi lingkungan dan nutrisi pakan yang diberikan. Selain itu penggunaan obat cacing (anthelmintik) yang terlalu sering dengan jenis golongan antelmintik yang sama digunakan dalam waktu lama dapat meningkatkan kejadian resistensi cacing nematoda sehingga prevalensi infeksi cacing nematoda meningkat. Dari data prevalensi infeksi cacing nematoda berdasarkan hasil pemeriksaan sampel feses relatif tersebar dari rendah hingga tinggi dapat digunakan sebagai gambaran bahwa ada kemungkinan ternak juga telah mengalami resistensi anthelmentik.
Peranan Peternak Sapi Perah Rakyat dalam Pengendalian Pencemaran Tanah Di Kabupaten Banyumas Rachman, Ali
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 16, No 30 (2019): Desember
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v16i30.173

Abstract

Pembangunan pertanian secara lintas komoditas dalam upaya pemenuhan kebutuhan pangan nasional dapat berdampak pencemaran. Penanganan secara terpadu dengan managemen holistik maka kemajuan satu komoditas pertanian dapat menjadi pendukung kemajuan komoditas lainnya, sehingga terwujudnya pembangunan pertanian yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peranan peternak sapi perah dalam pengendalian pencemaran terhadap tempat usaha dan produksinya yang berupa susu. Metode Penelitian yang dipergunakan metode Survei dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan peranan petani ternak terhadap pengendalian pencemaran tanah disekitar tempat usaha peternakan sangat nyata dengan koefisiensi determinasi R2 sebesar 79,96 persen, dengan kontribusi karakteristik umur 11,37 persen, tingkat pendidikan 18,52 persen, tingkat pendapatan 17,43 persen, jumlah pemilikan ternak 12,49 persen, lama bertani ternak 9,36 persen dan mata pencaharian 10,85 persen, dan sebesar 20.04 persen merupakan kontribusi peran karakteristik lainnya yang tidak diukur dalam penelitian ini. Sedangkan Pengendaliaan pencemaran terhadap produksi susu juga berpengaruh sangat nyata. dengan koefisiensi determinasi R2 sebesar 79,11 persen, dengan kontribusi karakteristik umur 10,46 persen, tingkat pendidikan 20,03 persen, tingkat pendapatan 16,72 persen, jumlah pemilikan ternak 12,75 persen, lama bertani ternak 9,31 persen dan mata pencaharian 9,85 persen, dan sebesar 20,88 persen merupakan kontribusi peran karakteristik lainnya yang tidak diukur dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Peternak berperan terhadap pengendalian pencemaran tanah tempat usaha dan produksi susunya
Kaji Terap Penggemukan Itik Jantan Dengan Perbaikan Formulasi Pakan Dan Pemanfaatan Bahan Pakan Lokal Untuk Meningkatkan Pendapatan Peternak Zakariya, Abu Zaenal
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 17, No 31 (2020): juli 2020
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v17i31.413

Abstract

Kebutuhan daging itik dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Namun tingginya biaya pakan menjadi kendala bagi masyarakat untuk membudidayakannya. Pengkajian perbaikan formulasi pakan dan pemanfaatan bahan pakan lokal dalam penggemukan itik jantan yang dilaksanakan langsung di masyarakat merupakan salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Pengkajian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pakan dalam meningkatkan pendapatan peternak. Kegiatan ini dilakukan dengan membandingkan performa itik yang diberi pakan sesuai dengan kebiasaan peternak dan itik yang diberi pakan sesuai formulasi BPTP. Data yang diperoleh dianalisis dengan Independent T test. Analisa ekonomi untuk masing-masing metode pemeliharaan juga dilakukan. Hasil kaji terap menunjukkan bahwa berat badan pada akhir masa pemeliharaan antar perlakuan tidak berbeda nyata. Tetapi hasil analisis ekonomi menunjukkan hal yang berbeda, pemeliharaan dengan cara peternak mendapatkan keuntungan sebesar Rp250/ekor, sedangkan pemeliharaan dengan cara BPTP memperoleh keuntungan sebesar Rp1400/ekor. Dari hasil kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa meskipun ternak memiliki berat badan yang sama di akhir pemeliharaan, namun budidaya itik jantan dengan cara BPTP lebih menguntungkan dibanding dengan cara peternak. Dengan cara ini peternak dapat lebih yakin akan metode yang dilakukan karena mereka melakukannya sendiri.
Respon Wanita Tani Terhadap Pembuatan Bakso Dengan Daging Sapi Beku Hendrarti, Etty Nuri; Sunarsih, Sunarsih; Ulum, Mar’ah Miftachul
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 17, No 32 (2020): Desember
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v17i32.558

Abstract

Tujuan kajian ini untuk mengetahui respon wanita tani terhadap pembuatan bakso berbahan dasar daging sapi beku dan pengaruh faktor internal (umur, tingkat pendidikan serta pengalaman berusaha tani) terhadap respon . Desain pengkajian menggunakan metode sekali tembak (one-shoot case study) dengan perlakuan berupa penyuluhan dengan metode pendekatan kelompok dan perorangan menggunakan teknik ceramah, diskusi dan demonstrasi  cara. Sampel yang digunakan sebanyak 33 orang responden yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dengan bantuan kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dan analisis regresi linier berganda. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa respon wanita tani di Desa Tamanagung termasuk dalam kategori sangat tinggi. Hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa variabel umur, pendidikan dan pengalaman berusahatani secara simultan berpengaruh (P<0,05) terhadap respon wanita tani terhadap pembuatan bakso dengan daging sapi beku. Secara parsial, variabel umur tidak berpengaruh (P>0,05) sedangkan tingkat pendidikan dan pengalaman berusahatani berpengaruh (P<0,05) terhadap respon wanita tani pada pembuatan bakso dengan daging sapi beku dengan nilai koefisien regresi berturut-turut 0,113 dan 0,071.
Prevalensi dan Faktor Resiko Repeat Breeding Sapi Perah Pada Tingkat Peternak Di Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang Adyatama, Aqil; Arifin, Mukh; Laura, Yosephine
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 18, No 33 (2021): Juli 2021
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v18i33.608

Abstract

Repeat breeding adalah keadaan sapi betina yang mengalami kegagalan bunting setelah dilakukan perkawinan tiga kali atau lebih dengan pejantan fertil. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui prevalensi dan faktor resiko repeat breeding pada tingkat peternak sapi perah di Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang. Sebanyak 336 ekor sapi perah milik 216 peternak digunakan sebagai responden. Penentuan besaran sampel menggunakan metode purposive sampling. Metode pengambilan data dengan wawancara dan survei lapang. Data yang diambil adalah pemberian hijauan dan konsentrat, ketersediaan air minum, nilai BCS, bentuk kandang, sumber air dalam kandang, suhu dan kelembaban, kebersihan kandang, pengamatan estrus dan pelaporan IB ke inseminator. Data yang terkumpul di analisis secara deskriptif dan di uji Chi Square (X2) untuk mengukur hubungan faktor resiko kejadian repeat breeding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi kejadian repeat breeding pada tingkat peternak sebesar 27,67%. Faktor yang signifikan dengan kejadian repeat breeding adalah pemberian hijauan, pemberian konsentrat, ketersediaan air minum, nilai BCS, sumber air, suhu dan kelembaban, kebersihan kandang, pengamatan estrus dan pelaporan IB ke inseminator memiliki (P=0,00S). Kesimpulan dari penelitian ini data yang diambil sebagai faktor resiko berpengaruh nyata terhadap kejadian repeat breeding.
Evaluasi Perkembangan Usahatani Kakao (Theobroma Cacao L) di Desa Karangan Hilir Kecamatan Karangan. Aji, Wisnu; Nursida, Nursida; Bustomi, Muhamad Yazid
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 18, No 33 (2021): Juli 2021
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v18i33.615

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan subsistem agribisnis, mengidentifikasi masalah dalam pengembangan usahatani kakao, dan menghitung tingkat pendapatan usahatani kakao di Desa Karangan Hilir Kecamatan Karangan. Penelitian ini dilaksanakan  bulan April sampai dengan Juni 2020 di Desa Karangan Hilir Kecamatan Karangan Kabupaten Kutai Timur. Metode Penentuan sampel adalah Purposive sampling yaitu teknik sampling dimana peneliti menentukan pengambilan sampel dengan cara menetapakan ciri-ciri khusus yang sesui tujuan penelitian. Responden berjumlah 26 orang petani kakao. Pertimbangan yang digunakan adalah luas lahan yaitu 2 ha dan umur tanaman yaitu 5 tahun. Luas lahan dan umur tanaman dihitung sejak memulai usahatani yaitu pada tahun 2015-2019 (lima tahun terakhir) Perkembangan subsistem agribisnis (input produksi, pengelolaan, budidaya, pemasaran) mengalami peningkatan selama lima tahun terakhir, rendahnya harga biji kakao serta hama penyakit tanaman penggerek buah kakao (Conopomorpha cramerella snell) sebagai kendala petani, total biaya rata-rata sebesar Rp. 35.493.716/Thn, Penerimaan rata-rata dalam satu periode (satu tahun) sebesar Rp. 136.459.231 ha/Thn, pendapatan rata-rata usahatani kakao sebesar Rp. 100.965.515 ha/Thn. 
Performa Broiler Fase Starter yang diberi Fitobiotik Nanoenkapsulasi Minyak Buah Merah (Pandanus conoideus) dalam Air Minum di Kabupaten Manokwari Timur, Ni Putu Vidia Tiara; Purwanta, Purwanta; Hardiyanti, Octavia Sri
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 18, No 33 (2021): Juli 2021
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v18i33.609

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian fitobiotik nanoenkapsulasi minyak buah merah terhadap performa broiler dan meningkatkan pengetahuan peternak tentang pengaruh pemberian fitobiotik nanoenkapsulasi minyak buah merah dalam air minum terhadap performa broiler. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan 36 ekor DOC (Day Old Chick) broiler terbagi menjadi 3 perlakuan dan 4 ulangan yaitu: P0 = air minum tanpa aditif (kontrol), P1 = air minum + 2,5% nanoenkapsulasi bioaktif minyak buah merah, P2 = air minum + 5% nanoenkapsulasi bioaktif minyak buah merah. Parameter yang diamati adalah konsumsi pakan, bobot badan dan FCR (Feed Convertion Ratio). Data dianalisis menggunakan analisis varians (ANOVA) dan di uji lanjut menggunakan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan fitobiotik nanoenkapsulasi minyak buah merah dalam air minum tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi pakan dan FCR, akan tetapi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap bobot badan. Hasil uji lanjut DMRT menunjukkan bahwa perlakuan terbaik diperoleh dari P1 (air minum + 2,5% fitobiotik nanoenkapsulasi minyak buah merah).