cover
Contact Name
Nurdayati
Contact Email
ojsjpp@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
muzizatakbarrizki@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian
ISSN : 18581625     EISSN : 26851725     DOI : -
Core Subject : Health,
Objective of JOURNAL OF DEVELOPMENT OF AGRICULTURAL EXTENTION DEVELOPMENT REVIEW: AGRICULTURE REVIEW ISSUES issued with the aim of describing conceptual thoughts or ideas and results of research to participate in developing animal husbandry studies, with open and contributions from various scientific disciplines and approaches that meet at the intersection of research results and critical analysis of contemporary development issues, including research articles, literature studies and other scientific reviews.
Arjuna Subject : -
Articles 216 Documents
Media Audio Visual Sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Peternak Tentang Pemanfaatan Serbuk Kulit Nanas Sebagai Obat Cacing pada Ternak Domba di Desa Klegen Grabag Kabupaten Magelang Rosa Zulfikhar; Budi Purwo Widiarso; Muzizat Akbarrizki; Rido Florensius Manik
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 18, No 33 (2021): Juli 2021
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v18i33.616

Abstract

ABSTRAKPermasalahan yang sering  dihadapi peternak dalam melakukan budidaya ternak domba adalah gangguan parasit saluran pencernaan, berupa cacingan (nematodiasis atau haemonchosis). Haemonchosis menjadi merupakan parasit saluran pencernaan yang infektif di Indonesia dan mampu menyebabkan penurunan berat badan, mempermudah masuknya penyakit lain dan kematian. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui peningkatan pengetahuan peternak tentang pemanfatan serbuk kulit nanas sebagai obat cacing pada ternak domba di Desa Klegen, mengetahui pengaruh antara faktor-faktor internal (umur, tingkat pendidikan, pengalaman beternak dan kosmopolitan) terhadap tingkat pengetahuan peternak tentang pemanfaatan serbuk kulit nanas sebagai obat cacing pada ternak domba di Desa Klegen. Alat yang digunakan dalam penelitian, meliputi : kuesioner, bolpoin, kamera, printer dan laptop, proyektor dan sound system. Bahan yang digunakan adalah  kertas HVS 80 gram, tinta, map, klip kertas dan serbuk kulit nanas.Lokasi penelitian di Desa Klegen Grabag Kabupaten Magelang. Penelitian yang dilaksanakan menggunakan desain one-group pretest-posttest design. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh petani/peternak yang tergabung dalam kelompok tani di Desa Klegen, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang sebanyak 77 orang.Kemudian menggunakan rumus Slovin sampel yang  digunakan dalam penelitian adalah 31 orang. Data dianalisis secara deskriptif dan analisis regresi berganda. Hasil penetlitian dapat disimpulkan bahwa peningkatan pengetahuan peternak tentang pemanfatan serbuk kulit nanas sebagai obat cacing pada ternak domba di Desa Klegen berada pada kategori kurang tahu menjadi tahu.Secara parsial umur dan tingkat pendidikan memiliki pengaruh signifikan, sedangkan pengalaman beternak dan kosmopolitan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penggunaan media audio visual dalam meningkatkan pengetahuan peternak tentang pemanfaatan serbuk kulit nanas sebagai obat cacing pada ternak domba di desa Klegen.
Analisis Pendapatan Usaha Ternak Itik Petelur (Studi Kasus di Desa Kedungsari dan Desa Trasan Kecamatan Bandongan Kabupaten Magelang) Andanawari, Suci; Hartati, Puji; Suharti, Suharti
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 18, No 33 (2021): Juli 2021
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v18i33.611

Abstract

Penelitian tentang analisis pendapatan pada usaha itik petelur melibatkan dua kelompok peternak. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pendapatan yang diterima peternak pada usaha ternak itik petelur. Responden sebanyak 62 peternak yang terdiri dari dua kelompok peternak itik petelur dengan sistem umbaran berada di Desa Kedungsari dan kelompok peternak itik petelur dengan sistem semi intensif di Desa Trasan, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang. Rerata jumlah ternak yang dimiliki oleh peternak adalah 32 ekor itik petelur, rata-rata produksi telur itik sebanyak 22 butir/ekor/bulan dalam suatu usaha peternakan. Hasil perhitungan rerata pendapatan usaha ternak itik  petelur Rp 501.003,79 per bulan. Usaha ternak itik petelur dihitung R/C rasio diperoleh hasil sebesar 1,58 yang artinya usaha ternak itik petelur menguntungkan dan berpotensi untuk dikembangkan.
Analisis Proksimat Rumput Lapangan Sebagai Pakan Ternak Ruminansia di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah Nawangsari, Dwi Novrina; Hendrarti, Etty Nuri
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 18, No 33 (2021): Juli 2021
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v18i33.612

Abstract

Rumput lapangan dalam artian rumput yang tumbuh secara liar merupakan pakan hijauan utama dalam peternakan rakyat untuk memenuhi kebutuhan untuk ternak. Rumput lapangan memiliki kelebihan karena tidak memerlukan biaya untuk mendapatkannya dan ketersediannya yang melimpah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas nutrisi rumput lapangan yang berada di Kabupaten Magelang sebagai gambaran untuk kecukupan nutrisi bagi ternak. Lokasi pengambilan sampel berdasarkan jumlah populasi ternak ruminansia (sapi, kambing, domba dan kerbau) di 21 kecamatan di Kabupateng Magelang. Data kemudian dikonversikan dalam satuan ternak (ST) dan diklasifikan dalam lima kelas berdasarkan populasi, satu sampel kecamatan diambil dalam tiap kelas untuk mewakili. Pengambilan sampel dilakukan dengan melakukan ubinan sebesar 1 m2 di tiga lokasi setiap kecamatan yang meliputi wilayah Kecamatan Muntilan, Candimulyo, Tegalrejo, Pakis dan Ngablak. Hasil ubinan kemudian di homogenkan per kecamatan dan dianalisa proksimat untuk mengetahui kandungan nutrien rumput. Hasil Penelitian didapatkan bahwa Sampel rumput yang diambil dari 5 daerah memiliki kadar air pada kisaran 70% hingga 80%, Kadar abu 9,41% -16,22%, protein kasar 9,22% -13,56%, lemak kasar  0,41-3,11%, serat kasar rumput lapangan 38%-43%.
Aktivitas Salep Ekstrak Daun Sirsak (Annona Muricatal.) Dalam Penyembuhan Scabies Pada Kambing Secara In Vivo cahyani, Annisa Putri; Primawati, Primawati; widiarso, Budi Purwo; Mubarokah, Wida Wahidah
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 18, No 33 (2021): Juli 2021
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v18i33.613

Abstract

Scabies merupakan penyakit yang sering menimbulkan masalah kesehatan pada kambing. Apabila terbentuk dermatitis diikuti lipatan kulit yang mengeras di daerah buccal kambing akan sulit mastikasi sehingga asupan makanan berkurang kemudian menjadi lemah dan mati. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas salep ekstrak daun sirsak (Annona muricataL.) dan konsentrasi optimal terhadap penyembuhan luka scabies pada  kambing.Daun sirsak mengandung senyawa acetogenin, tannin, alkaloid, flavonoid,steroida yang berfungsi dalam kesembuhan luka dan melawan mikroba,jamur,dan serangga.Pada penelitian ini menggunakan 25 ekor kambing yang dibagi dalam ada 5 kelompok yaitu kelompok 1 kontrol negatif dengan vaselin,kelompok 2 kontrol positif dengan sulfadex,kelompok 3,4 dan 5 dengan salep ekstrak daun sirsak konsentrasi 10%,20% dan 30%.Pemberian salep ekstrak daun sirsak dilakukan dengan cara mengoleskan secara merata pada permukaan luka scabies sebanyak 3 kali dalam seminggu selama 2 minggu lalu dilakukan pengamatan. Analisis data menggunakan metode scoring, Kruskal-Wallis dilanjut uji Post hoc menggunakan uji Mann-Whitney. Berdasarkan dari persentase scoring parameter kesembuhan luka scabies dari paling baik ke buruk didapatkan, pertumbuhan rambut (kontrol positif, 20%, 30% dan 10%,kontrol negatif), keropeng (30% dan kontrol positif, 20%, 10%, kontrol negatif) dan penebalan kulit (30% dan 20%, 10%, kontrol positif, kontrol negative). Kesimpulan penggunaan salep ekstrak daun sirsak konsentrasi 30% terhadap luka scabies memberikan efek kesembuhan paling baik.
Analisis Tingkat Adopsi Metode System Of Rice Intensification (SRI) dan Pendapatan Petani Padi Sawah di Desa Teluk Pandan Kecamatan Teluk Pandan Rusmiyati, Rusmiyati; Sari, Puspita; Kusumawati, Nila
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 18, No 33 (2021): Juli 2021
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v18i33.614

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat adopsi petani padi sawah terhadap metode SRI (System of Rice Intensification) di Desa Teluk Pandan, Kecamatan Teluk Pandan, mengetahui perbedaan pendapatan petani padi sawah sebelum dan sesudah mengadopsi metode SRI (System of Rice Intensification) di Desa Teluk Pandan, Kecamatan Teluk Pandandan untuk mengetahui hubungan antara tingkat adopsi metode SRI (System of Rice Intensification) dan pendapatan petani padi sawah di Desa Teluk Pandan Kecamatan Teluk Pandan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode scoring menggunakan skala Likert, analisis pendapatan, uji beda rata-rata (Compare Means) dengan menggunakan alat bantu SPSS 16.0 dan uji Rank Spearman. Metode penentuan lokasi penelitian dilakukan secara purposive. Teknik pengambilan sampel dengan teknik pengambilan sampel jenuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat adopsi petani terhadap metode SRI di Desa Teluk Pandan adalah tinggi dengan nilai adopsi sebesar 25,5, terdapat perbedaan pendapatan petani sebelum petani sebelum adopsi sebesar Rp2.612.285/MT sedangkan pendapatan petani setelah adopsi metode SRI sebesar Rp.21.125.285/MT, dan hasil uji beda rata-rata diperoleh thitung sebesar 3,968 dan ttabel 2.571,dan terdapat hubungan antara tingkat adopsi metode SRI dan pendapatan petani padi sawah di Desa Teluk Pandan, Kecamatan Teluk Pandan dengan hasil uji Rank Spearman diperoleh nilai rs sebesar 0,972 dengan thitung sebesar 8,272 dan ttabel sebesar 1,943. 
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Partisipasi Anggota dalam Pelaksanaan Kegiatan Pekarangan Pangan Lestari di KWT Wanita Mandiri di Desa Neknang, Kecamatan Bakam, Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung Padillah Sandi; Miftakhul Arifin; Endah Puspitojati
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 19, No 35 (2022): Juli
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v19i36.804

Abstract

ABSTRAKKajian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat signifikansi hubunganantara partisipasi dalam pelaksanaan kegiatan P2L dengan motivasi, pendidikan,sarana dan prasarana serta dukungan keluarga. Kajian ini adalah kajian kuantitatif.Kajian dilaksanakan pada bulan November 2020-Mei 2021 di KWT Wanita MandiriDesa Neknang, Kecamatan Bakam, Kabupaten Bangka. Metode pengumpulan datadengan metode koesioner dan wawancara. Penentuan sampel respondenmenggunakan sensus/sampling total, dan diperoleh responden sebanyak 32 oranganggota dan pengurus KWT Wanita Mandiri. Data dianalisis menggunakan analisisdeskriptif dan korelasi rank spearman. Analisis deskriptif digunakan untukmenegtahui tingktan partisipasi, sedangkan korelasi rank spearman digunkan untukmengetahui signifikansi hubungan pertisipasi dengan pelaksanaan kegiatan P2L.Berdasarkan hasil kajian diperoleh tingkat partisipasi anggota berada pada kategorisedang. Motivasi memiliki nilai Sig. (2-tailed) 0.073>0,05 dengan nilai koefisienkorelasi sebesar 0,322, Pendidikan 0,083>0,05 nilai koefisien korelasi 0,311, Saranadan Prasarana 0.000< 0,05 nilai koefisen korelasi 0.697**, dan dukungan keluargadengan nilai Sig. (2-tailed) 0,005<0,05 koefisien korelasi 0.489**. Maka didapatkankesimpulan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara motivasi denganpartisipasi, tidak terdapat hubungan yang signifikan anatara pendidikan denganpartisipasi, terdapat hubungan yang signifikan anatara sarana dan prasaranadengan partisipasi serta tedapat hubungan yang signifikan anatara dukungankeluarga dengan partisipasi.ABSTRACTThis study aims to determine whether there is a significant relationshipbetween participation in the implementation of P2L activities with motivation,education, facilities and infrastructure and family support. This study is a quantitativestudy. The study was conducted in November 2020-May 2021 at the KWT WanitaMandiri in Neknang Village, Bakam District, Bangka Regency. Methods of datacollection with the method of questionnaires and interviews. Determination of thesample of respondents using a census/total sampling, and the respondents obtainedas many as 32 members and administrators of KWT Wanita Mandiri. Data wereanalyzed using descriptive analysis and Spearman rank. Descriptive analysis wasused to determine the level of participation, while Spearman rank was used todetermine the significance of the relationship between participation and theimplementation of P2L activities. Based on the results of the study, it was found thatthe level of member participation was in the medium category. Motivation has avalue of Sig. (2-tailed) 0.073>0.05 with a correlation coefficient value of 0.322,Education 0.083>0.05 correlation coefficient value 0.311, Facilities and Infrastructure0.000<0.05 the correlation coefficient value 0.697**, and family support with a Sig.(2-tailed) 0.005<0.05 correlation coefficient 0.489**. So it can be concluded thatthere is no significant relationship between motivation and participation, there is nosignificant relationship between education and participation, there is a significantrelationship between facilities and infrastructure and participation and there is asignificant relationship between family support and participation.Keyword: Factors, KWT Members, P2L, Participation, Relationships.
Persepsi Peternak Terhadap Fodder Jagung (Zea mays) Hidroponik Sebagai Pakan Domba di Desa Kwadungan, Kalikajar, Wonosobo Joko Daryatmo; Sunarsih Sunarsih; Muhammad Nur Ichsan
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 19, No 35 (2022): Juli
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v19i35.853

Abstract

ABSTRAKPenelitian dilakukan bertujuan untuk mengetahui persepsi peternak terhadapfodder jagung (Zea mays) hidroponik sebagai alternatif pakan domba dan faktorfaktoryang mempengaruhi persepsi peternak. Penelitian dilakukan di DesaKwadungan, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive random sampling denganjumlah responden 30 orang. Alat yang digunakan yaitu panduan wawancara dankuesioner. Variabel yang diamati yaitu persepsi peternak domba yang dilihat darikarakteristik inovasi keuntungan relatif, kesesuaian, kerumitan, ketercobaan danketerlihatan, selanjutnya dianalisis dengan metode deskriptif menggunakan skalalikert. Variabel berikutnya yaitu faktor-faktor yang diduga mempengaruhi persepsipeternak yaitu umur, pendidikan, pengalaman beternak, kepemilikan ternak dan luaslahan, kemudian dianalisis dengan analisis statistik regresi linear berganda. Hasilanalisis diperoleh skor keuntungan relatif sebesar 411, kesesuaian 399, kerumitan402, ketercobaan 397 dan keterlihatan 399, dengan skor total 2008 dengan kategorisangat baik. Variabel independen secara simultan berpengaruh nyata (P<0,05)dengan persepsi peternak. Sedangkan secara parsial, umur berpengaruh nyata(P<0,05) terhadap persepsi peternak, namun pendidikan, pengalaman beternak,kepemilikan ternak dan luas lahan berpengaruh tidak nyata terhadap persepsi.Kesimpulan bahwa persepsi peternak terhadap alternatif pakan domba fodder jagung(Zea mays) hidroponik dengan kategori sangat baik, dan hanya faktor umur yangberpengaruh nyata pada persepsi peternak (P<0,05). ABSTRACTThe research was carried out in Kwadungan Village, Kalikajar District,Wonosobo Regency. The purpose of this study was to determine the farmer'sperception of hydroponics fodder corn (Zea mays) as sheep feed and the factors thatinfluence the farmer's perception. Sampling was done by purposive random samplingtechnique with the number of respondents 30 people. The tool used is a questionnaireand interview guide, the observed variable is the perception of sheep breeders seenfrom the characteristics of innovation relative advantage, suitability, complexity,trialability and visibility, then analyzed by descriptive method using a Likert scale. Thesecond variable is the factors that are thought to influence the perception of farmers,namely age, education, livestock experience, livestock ownership and land area, thenanalyzed by statistical analysis of multiple linear regression. The results of the analysisobtained are relative advantage of 411, suitability of 399, complexity of 402, trialability of 397 and visibility of 399, with a total score of 2008 in the very good category. The independent variable simultaneously had a real effect (P<0.05) on the farmer's perception. Meanwhile, partially, age had a significant effect (P<0.05) on farmers' perceptions, but education, livestock experience, livestock ownership and land area had no significant effect on perceptions. The conclusion is that the farmer's perception of the hydroponic fodder corn (Zea mays) sheep feed alternative was in the very good category, while only the age factor had a significant effect on the farmer's perception (P<0.05).Keywords: Perception, Sheep Breeder, Corn Fodder, Hydroponics, Zea mays
Kultur Budaya Pemeliharaan Sapi Peranakan Ongole (PO) di Kelompok Tani Ternak Sido Mulyo Desa Beji Kecamatan Kedung Banteng Kabupaten Banyumas Umbang Arif Rokhayati
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 19, No 35 (2022): Juli
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v19i36.805

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kultur budaya pemeliharaan sapiPeranakan Onggole (PO) di Desa Beji Kecamatan Kedung Banteng KabupatenBanyumas. Sedangkan tujuan khusus yang ingin dicapai adalah dapat menerapkanpola pemeliharaan sapi PO secara modern dengan bantuan teknologi yang ada,sehingga pola pemeliharaan yang hanya bersifat sebagai usaha sampingan danmasih besifat tradisional menjadi pola budaya beternak yang modern, sehingga dapatmeningkatkan taraf hidup kesejahteraan peternak. Penelitian ini dilaksanakan selamatiga bulan yaitu bulan Agustus sampai bulan Oktober 2021 bertempat di Desa BejiKecamatan Kedung Banteng Kabupaten Banyumas. Alasan penelitian dilaksanakandi desa ini, karena populasi ternak sapi PO tergolong tinggi, bahan pakan tersediadalam jumlah besar baik hijauan segar maupun pakan dari sisa hasil pertanian danyang utama kontur wilayahnya mendukung untuk pengembangan sapi PO, tetapikultur budaya pemeliharaannya masih bersifat tradisional dan hanya sebagai usahasampingan. Metode yang digunakan adalah metode survey dan observasi langsungke peternak dengan cara pemberian penyuluhan secara langsung ke peternak denganmemberikan wawasan kultur pemeliharaan yang modern, baik segi pemeliharaan,pemberian pakan, penanganan penyakit maupun pemasaran ternak. Dengan adanyapenelitian kultur budaya pemeliharaan sapi PO di Desa Beji Kecamatan KedungBanteng Kabupaten Banyumas diharapkan dapat meningkatkan ketrampilan peternakdalam pemeliharaan sapi PO dan dapat meningkatkan kesejahteraan peternakkhususnya di Desa Beji. ABSTRCTThis study aims to determine the culture of raising Onggole Peranakan (PO)cattle in Beji Village, Kedung Banteng District, Banyumas Regency. While the specificgoal to be achieved is to be able to apply a modern pattern of raising PO cattle withthe help of existing technology, so that the maintenance pattern that is only a sidebusiness and is still traditional becomes a modern farming culture pattern, so that itcan improve the welfare of farmers. This research was carried out for three months,from August to October 2021 at Beji Village, Kedung Banteng District, BanyumasRegency. The reason for this research was carried out in this village, because thepopulation of PO cattle is high, feed ingredients are available in large quantities, bothfresh forage and feed from agricultural residues, and most importantly, the contoursof the area support the development of PO cattle. as a sideline. The method used is asurvey method and direct observation to farmers by providing direct counseling tofarmers by providing insight into modern maintenance culture, both in terms ofmaintenance, feeding, disease handling and livestock marketing. With the researchon the culture of raising PO cattle in Beji Village, Kedung Banteng District, BanyumasRegency, it is hoped that it can improve the skills of farmers in raising PO cattle andcan improve the welfare of farmers, especially in Beji Village.Keywords: Culture, Maintenance, Ongole Crossbreed Cattle
Strategi Pengembangan Budidaya Lebah Madu Trigona Sp. di Desa Sangatta Selatan Kecamatan Sangatta Selatan, Kutai Timur Nursida Nursida; Istikomah Istikomah; Aran Novrata
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 19, No 35 (2022): Juli
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v19i35.854

Abstract

ABSTRAKTrigona sp. merupakan salah satu lebah yang dapat menghasilkan madu danbisa dibudidayakan di sekitar rumah. Budidaya Trigona sp. dapat dijadikan sebagaisuatu peluang bisnis yang mempunyai prospek cukup baik bagi masyarakat dikawasan pedesaan, salah satunya di Desa Sangatta Selatan Kecamatan SangattaSelatan, Kutai Timur. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan alternatif strategipengembangan budidaya lebah madu di Komunitas Trigona Sangatta, Desa SangattaSelatan (studi kasus). Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai April 2020di Desa Sangatta Selatan. Metode pengambilan dan pengolahan data menggunakanFGD (Focus Group Discussion) dengan jumlah sampel sebanyak 7 orang daripengambilan sampel dilakukan dengan pertimbangan purposive sampling.Berdasarkan hasil penelitian, strategi pengembangan dalam budidaya lebah maduTrigona sp. adalah kuadran 1 (strategi agresif). Strategi agresif tersebut menunjukkanbahwa situasi budidaya lebah madu menguntungkan melalui faktor kekuatan danpeluang dengan titik koordinat x 1, 85 dan koordinat y 1, 98, maka strategi yang harus diterapkan untuk budidaya lebah madu terletak pada posisi kuadran I yaitumendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (Growth Oriented Strategy). Strategiagresif artinya bersifat menyerang sesuatu yang dapat menghambat proses kegiatan,dalam budidaya diharapkan usaha budidaya lebah madu terus berkembang agarusaha untuk tumbuh dan meraih kemajuan dapat tercapai dengan maksimal. ABSTRACTTrigona sp. is one of the bees that can produce honey and can be cultivatedaround the house. Cultivation of Tri sp. can be used as a business opportunity thathas good prospects for people in rural areas, one which in South Sangatta Village,South Sangatta District, East Kutai. This study aims to formulate an alternative strategy for developing honey bee cultivation in the Trigona Sangatta Community,Sangatta Selatan Village (case study). The research was conducted from February toApril 2020 in Sangatta Selatan Village. Method of data collection and processing using FGD (Focus Group Discussion) with total sample of 7 people from the sampling was carried out with the consideration of purposive sampling. Based on the research results, the development strategy in Trigona sp. honey bee cultivation is quadrant I (aggressive strategy). The aggressive strategy showed that the situation of honey bee cultivation is profitable through the strength and opportunity factors with a coordinate of x 1,85 and y coordinate of 1,98, then the strategy that must be applied for honey bee cultivation lies in quadrant I position, namely supporting aggresive growth policies (growth oriented strategy). Aggressive strategy means attacking something that can hamper the process of activity, in cultivation be expected that honey bee cultivation will be continued to develop so that efforts to grow and achieve progress can be maximally achieved.Keywords: Honey Bee (Trigona sp.), FGD, Developmnet Strategy, SWOT.
Pengaruh Karakteristik Inovasi Terhadap Persepsi Peternak Dalam Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) Urine Sapi Potong di Desa Bumiharjo Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang Sukadi Sukadi; Arum Wulandari; Nurdayati Nurdayati; Supriyanto Supriyanto
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 19, No 35 (2022): Juli
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v19i35.836

Abstract

ABSTRAKPenelitian dilaksanakan pada Maret sampai Mei 2021 di Desa BumiharjoKecamatan Borobudur Kabupaten Magelang. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui persepsi peternak terhadap pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) urinesapi potong dan untuk mengetahui pengaruh karakteristik inovasi terhadap persepsipeternak dalam pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) urine sapi potong. Teknikpengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling. Jumlah sampel dalampenelitian ini sebanyak 35 orang yang merupakan peternak sapi di Desa Bumiharjo.Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan observasi. Variabelyang diamati terdiri dari variabel independen yaitu karakteristik inovasi dan variabeldependen yaitu persepsi peternak. Metode analisis data yang digunakan adalahanalisis deskriptif menggunakan skala likert pada penentuan persepsi dan analisisstatistik dengan analisis regresi linier sederhana untuk mengetahui pengaruhkarakteristik inovasi terhadap persepsi peternak. Hasil dari analisis deskriptif yangdiperoleh menunjukkan bahwa persepsi peternak terhadap pembuatan PupukOrganik Cair (POC) urine sapi potong berada di kategori tinggi dengan nilai sebesar1.837. Hasil analisis regresi linier sederhana menunjukkan bahwa karakteristik inovasi(X) berpengaruh sangat signifikan (0,000<0,01) terhadap persepsi peternak (Y).ABSTRACTThis Research will be held from March 2021 to May 2021 in Bumiharjo Village,Borobudur District, Magelang Regency. This study aims to determine the perceptionof farmers on the manufacture of Liquid Organic Fertilizer (POC) of beef cattle urineand to determine the effect of the characteristics of innovation on the perception offarmers in the manufacture of Liquid Organic Fertilizer (POC) of beef cattle urine. Thesampling technique used is Simple Random Sampling. The number of samples in thisstudy were 35 people who were cattle breeders in Bumiharjo Village. Data collectiontechniques were carried out by means of interviews and observations. The observedvariables consisted of the independent variable, namely the characteristics ofinnovation and the dependent variable, namely the farmer's perception. The dataanalysis method used is descriptive analysis using a Likert scale in determiningperceptions and statistical analysis with simple linear regression analysis to determinethe effect of innovation characteristics on farmers' perceptions. The results of thedescriptive analysis obtained indicate that the perception of farmers on themanufacture of Liquid Organic Fertilizer (POC) of beef cattle urine is in the highcategory with a value of 1,837. The results of simple linear regression analysis showthat the characteristics of innovation (X) have a very significant effect (0.000 <0.01)on the perception of farmers (Y).Keywords : Perception, Liquid Organic Fertilizer (POC) beef cattle urine, simple linearRegression