cover
Contact Name
Moh. Farhan Qudratullah
Contact Email
aching_lo@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
redaksi@jbs.or.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Bakti Saintek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi
ISSN : 25489593     EISSN : 26548348     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Bakti Saintek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi contains original research about the results of community service activities. The community service activities include the implementation of research results, the application of appropriate technology, the dissemination of innovations, conceptual ideas, study and application of theory, and the development of community empowerment models; in the fields of science and technology and based on Islamic values.
Arjuna Subject : -
Articles 69 Documents
Pelatihan Pengolahan Makanan Tradisional Untuk Meningkatkan Potensi Kreasi Olahan Basah Singkong di Desa Gayamharjo Prambanan Sleman Arina Mustafidah
Jurnal Bakti Saintek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.862 KB) | DOI: 10.14421/jbs.1168

Abstract

Singkong merupakan bahan makanan yang di dalamnya terkandung karbohidrat, karenanya singkong dianggap pula sebagai makanan alternatif pengganti nasi di beberapa desa. Pengolahan singkong di Desa Gayamharjo selama ini kebanyakan hanya direbus, dibuat gaplek, digoreng, dibuat tiwul, dan lain sebagainya. Belum ada inovasi olahan singkong basah yang membuat tampilan singkong lebih menarik dilihat dan dirasakan, terutama oleh anak- anak yang kebanyakan tidak menyukai makanan dari olahan ini. Untuk mewujudkan tujuan tersebut maka perlu dilakukan metode sosialisasi, lomba (praktik) memasak, pelatihan. Terdapat beberapa kreasi hasil olahan basah singkong yang dilombakan, yakni kue pelangi singkong, singkong chocolate pandan, singkong pop, gethuk rainbow, madusari, kue bolu karamel singkong, kue sakura, dan kue tumpeng singkong. Antusiasme peserta dalam mengolah masakan dan mengikuti pelatihan ini sangatlah besar. Hal tersebut terlihat dari keaktifan ibu-ibu peserta saat bertanya di sesi tanya jawab. Setelah mengikuti pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini, peserta mendapat wawasan dan pengalaman baru antara lain mengetahui teknik pengolahan makanan tradisional terutama singkong, pewarnaan makanan yang baik dan aman, tips dan trik tentang cara memilih singkong, mendisplay dan menghias makanan, serta cara meningkatkan daya jual kreasi olahan singkong tersebut.
Peningkatan Lingkungan Bersih dan Sehat di Kampung Kalisari Timur I, Surabaya Desrina Yusi Irawati; Yemima Hartono B; Olivia Marcella
Jurnal Bakti Saintek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1272.448 KB) | DOI: 10.14421/jbs.1514

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini dilakukan di Kalisari Timur I RT 2 RW 6, Surabaya. Mayoritas penduduk laki-laki di kampung ini bermata pencaharian sebagai nelayan, dan ibu-ibu berprofesi sebagai asisten rumah tangga atau penjual makanan. Permasalahan yang terjadi di daerah ini adalah kurang memiliki budaya membuang sampah pada tempatnya sehingga sampah berserakan, tidak menjaga kebersihan dan kerapian  lingkungan sekitar, dan tidak memiliki jadwal kerja bakti secara rutin. Solusi yang ditawarkan dari masalah ini adalah menghidupkan jadwal kerja bakti secara rutin, membiasakan membuang sampah pada tempatnya dengan pengadaan tempat sampah di setiap rumah, melakukan pengecatan lorong serta gapura, penanaman tanaman sebagai wujud memperindah lingkungan sekitar, dan pemasangan slogan kebersihan lingkungan di beberapa titik. Program pengabdian tersebut mendapat respon positif dikalangan warga, terbukti dengan keikutsertaan warga pada setiap program. Hasil program yang sudah terlaksana adalah lingkungan terlihat bersih, rapi, serta cerah, warga mulai membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya, mengingatkan warga untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan dari slogan yang sudah tertempel, menumbuhkan rasa memiliki dan bertanggungjawab terhadap lingkungan sekitar.[This community service program was conducted at Kalisari Timur I RT 2 RW 6, Surabaya. The majority of the male population in this village earn a living as fishermen, and mothers work as household assistants or food vendors. The problems that occur in this area are those who do not have the culture of disposing of garbage in trash cans scattered about, do not need cleanliness and neatness of the surrounding environment, and do not have regular work schedules. The solution offered from this problem is to open a routine work schedule, familiarize garbage disposal according to the procurement of trash bins in each house, do the casting of aisles and gates, plant plants to beautify the environment, and put slogans on environmental cleanliness at various points. This service program received a positive response among residents, as evidenced by the participation of citizens in each program. The results of the program that have been implemented are that the environment looks clean, neat, bright, residents are getting used to throwing trash in its place, convincing citizens to always maintain the cleanliness of the environment from the slogan that has been attached, foster a sense of belonging and be responsible for the surrounding environment.]
Pelatihan dan Pendampingan Produksi Makanan Berbasis Ikan Laut di Pulau Bawean Siti Husna Ainu Syukri; Aulia Faqih Rifa'i; Dwi Agustina Kurniawati
Jurnal Bakti Saintek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.015 KB) | DOI: 10.14421/jbs.1132

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini difokuskan pada Industri Kecil Menengah penghasil makanan olahan yang berasal dari pulau Bawean dan Bantul dengan tujuan untuk mengembangkan potensi lokal serta meningkatkan perekonomian masyarakat. Kegiatan ini diawali dengan Training Need Analysis melalui Focus Group Discussion (FGD), Pelatihan tentang produksi makanan dan marketing chain yang diikuti oleh 23 Industri Kecil Menengah, pendampingan serta diakhiri dengan expose hasil pendampingan. Beberapa pelatihan yang diberikan kepada para Industri Kecil Menengah berdasarkan pada Training Need Analysis adalah pelatihan tentang Produksi makanan (perencanaan produksi, quality control, Packaging dan pengurusan ijin usaha). Pendampingan juga menunjukkan adanya perbaikan dari beberapa aspek, diantaranya Desain kemasan, cara pengemasan dan strategi pemasaran.
Studi Pendahuluan Penentuan Zonasi Kerentanan Gerakan Tanah di Kawasan Desa Binaan UIN Sunan Kalijaga di Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, D.I. Yogyakarta Muhammad Zaki Riyanto
Jurnal Bakti Saintek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1966.704 KB) | DOI: 10.14421/jbs.1363

Abstract

Kecamatan Kalibawang merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Kulon Progo, Provinsi D. I. Yogyakarta yang merupakan kecamatan yang rawan bencana gerakan tanah. Secara morfologi, Kecamatan Kalibawang, bagian barat Propinsi D.I. Yogyakarta, adalah bagian pegunungan di lereng perbukitan Menoreh yang merupakan wilayah rawan bencana gerakan tanah. Sedangkan bagian utara merupakan wilayah dengan morfologi relatif bergelombang. Dari hasil penelitian ada 3 tipe rawan longsor, yaitu rendah, sedang, dan tinggi.[Kalibawang District is one of the sub-districts in Kulon Progo Regency, Province D. I. Yogyakarta, which is a sub-district prone to land movement disaster. Morphologically, Kalibawang District, western part of the Province of D.I. Yogyakarta, is part of the mountains on the slopes of the Menoreh hills which are a disaster-prone area of land movement. While the northern part is a region with relatively undulating morphology. From the results of the study there were 3 types of landslide prone, namely low, medium, and high.]
Penerapan 5S (Seiri, Seiso, Seiton, Sheiketsu, Shitsuke) pada UKM Olahan Makanan di Dusun Sempu, Desa Wonokerto Tutik Farihah; Didik Krisdiyanto
Jurnal Bakti Saintek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.425 KB) | DOI: 10.14421/jbs.1260

Abstract

Desa Wonokerto berada di kaki /lereng gunung merapi yang terletak di Kecamatan Turi Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta. Secara geografis, Desa Wonokerto terletak pada ketinggian 400 s/d 900 m dari permukaan air laut. Dengan ketinggian tersebut, sebagian besar wilayahnya adalah pertanian. Salak terutama salak pondoh merupakan salah satu produk pertanian unggulan yang dimiliki oleh desa wonokerto. Metode dalam pengabdian masyarakat ini terdapat tiga tahap yakni: pra pelaksanaan (pemetaan masalah, rekomendasi pendampingan/pelatihan yang diberikan dan koordinasi dengan pihak desa dan UKM tersebut), pelaksanaan (FGD dengan perangkat desa dan ukm untuk mengetahui dengan detail permasalahan dari tiap jenis UKM yang ada, pelatihan dan penjelasan mengenai konsep 5S (Seiri, Seiso, Seiton, Sheiketsu, Shitsuke), implemetasi pelaksanaan 5S dan pasca pelaksanaan (monitoring). Output pada pengabdian masyarakat ini adalah: adanya implementasi 5S dalam proses produksi melalui penetaan ulang area produksi, adanya logistic book untuk setiap material yang digunakanWonokerto.[Wonokerto Village is located at an altitude of 400 s/d 900 m above sea level. With these altitudes, most of the area is farming. Salak especially salak pondoh is one of the leading agricultural products owned by the village wonokerto. Methods of community service are three stages: pre-implementation (problem mapping, recommendations of mentoring/training provided and coordination with village and SMEs), implementation (FGDs with government and SME) to find out details of the problems of each type of SME, training and explanation of 5S (Seiri, Seiso, Seiton, Sheiketsu, Shitsuke) related rules, Implementation of 5S  and  post-implementation (monitoring).Outputs on community service are: Implementation of 5S with relayout the production area, logistic book for every production material.]
Pelatihan Jurnalistik untuk Mewujudkan Media Ramah Anak Rika Lusri Virga; Fatmadian Pratiwi; Rama Kertamukti; Pihasniwati Pihasniwati; Diah Ajeng Purwani
Jurnal Bakti Saintek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.286 KB) | DOI: 10.14421/jbs.1153

Abstract

Banyaknya berita yang mengandung konten yang tidak wajar di konsumsi oleh anak-anak akhirnya menjadi dasar dilaksanakannya pengabdian masyarakat ini. Pengabdian masyarakat yang berisi pelatihan jurnalistik untuk mewujudkan media ramah anak mengharapkan kedepan anak-anak mengetahui bagaimana sebuah berita yang sering mereka lihat di produksi. Mereka juga dilatih untuk melakukan kegiatan jurnalistik sederhana. Pada pelatihan ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan yaitu tahap orientasi dan pengenalan, Pengenalan jurnalistik untuk anak, praktek jurnalistik untuk anak dan evaluasi. Seluruh tahap dilaksanakan di Masjid Al Hidayah yang diikuti oleh anak-anak TPA usia SD. Setiap kegiatan terlaksana dengan baik dan menghasilkan karya-karya yang dipublikasikan di Majalah Dinding Masjid.[The amount of news that contains inappropriate contents which is consumed by children, become the basis of the implementation of this community service. Community service in the form of journalistic training was aiming to create child-friendly media, in the hopes that in the future, children will know how a news which is they often see is producted. They are also trained to perform simple journalistic activities. This training is conducted through several stages of orientation and introduction, Journalism Introduction for Children, Journalistic Practice for children and evaluation. The whole stage was held at Al Hidayah Mosque which was followed by children of TPA of the elementary school age. Every activity was well executed and produced works published in the Mosque's Wall Magazine.]
Pemanfaatan Limbah Plastik Minyak Goreng Pada Panti Asuhan Al Hasanah Desa Pandau Jaya Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar Prama Widayat
Jurnal Bakti Saintek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1026.595 KB) | DOI: 10.14421/jbs.1383

Abstract

Melihat banyaknya limbah plastik bekas minyak goreng yang terbuang percuma, hasil dari pemakaian rumah tangga. Baik yang digunakan oleh panti asuhan sendiri maupun yang digunakan oleh ibu-ibu rumah tangga yang ada disekitar panti asuhan. Namun pemakaian untuk panti asuhan yang cukup banyak karena untuk memberikan makan 97 anak asuh maka setidaknya mereka menghabiskan sekitar 2 liter minyak sekali masak. Untuk itulah bekas limbah akan dikumpulkan agar dimanfaatkan untuk polibek menanam cabe merah. Hasil dari penanaman cabe ini akan bisa digunakan untuk kebutuhan panti asuhan dan bisa dijual nantinya, untuk menghasilkan pendapatan bagi mereka.[Seeing the amount of used cooking oil plastic waste that is wasted, results from household use. Both those used by the orphanages themselves or those used by housewives around the orphanage. But the use of orphanages is quite a lot because to feed 97 foster children, then at least they spend about 2 liters of oil once cooked. For this reason, waste will be collected so that it can be used for polybags to plant red chili. The results of the chilli planting will be used for the needs of the orphanage and can be sold later, to generate income for them.]
Pengolahan Limbah Air Sungai Gajah Wong Yogyakarta Berbasis Masyarakat Menggunakan Aplikasi Teknologi Nano Carbon Dari Bathok Kelapa Terintegrasi Lahan Basah Buatan Asih Melati; Eka Sulistyawati; Ika Nugraheni
Jurnal Bakti Saintek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1337.756 KB) | DOI: 10.14421/jbs.1152

Abstract

Pencemaran limbah air sungai Gajah Wong Yogyakarta dalam taraf memprihatinkan, sedang masyarakat sekitar belum sadar akan bahaya lingkungan yang mengintai. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini yang dilaksanakan di aliran sungai Gajah Wong desa Papringan RT 07 RW 2 Sleman Yogyakarta. Dengan data penelitian awal parameter kualitas air yang meliputi BO, DOD, Ph, Pb, dan adanya ketersedian Bakteri Escheria Coli ditemukan dibawah baku mutu standar. Penggunaan air sungai Gajah wong untuk keperluan sehari-hari masih sangat banyak ditemui di bantaran sungai ini. Tujuan dari pelaksanaan pengabdian ini adalah memberikan terobosan baru yang murah untuk pengolahan limbah air sungai dari limbah bathok kelapa yang disintesis menjadi ukuran nano terintegrasi dengan pembuatan lahan basah buatan sehingga daya kegunaannya lebih efektif. Lahan basah buatas ini juga berfungsi memperindah tata kota dan hasil sampingannya sebagai pakan ternak dan sayuran daun yang bisa dikonsumsi. Upaya ini melibatkan BLH (Badan Lingkungan Hidup) Yogyakarta, Komunitas Peduli Gajah Wong (KPGW). Warga masyarakat sekitar sungai, komunitas studi club mahasiswa Water Forum Kalijogo dan studi Club Fisika Material. Hasil dari pengabdian ini berupa sistem pengolahan limbah permanen yang efektif sehingga diperoleh air sungai yang tidak tercemar dengan peningkatan parameter kualitas air tidak lagi dibawah baku mutu tapi sesuai dengan baku mutu dan tidak bau serta terwujudnya sanitasi sungai dengan demikian mampu membantu program Pemda Yogyakarta.
Pengembangan Potensi Wisata Desa Buluhcina Kabupaten Kampar Neneng Salmiah
Jurnal Bakti Saintek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (919.01 KB) | DOI: 10.14421/jbs.1227

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan masyarakat Desa Buluhcina tentang potensi wisata yang dapat dikembangkan serta peningkatan pengetahuan mempromosikan Desa Wisata Buluhcina melalui media sosial sehingga Desa tersebut menjadi maju dan mandiri serta kesejahteraan masyarakat meningkat. Permasalahan mitra adalah belum dikembangkannya potensi wisata yang dimiliki serta belum mempromosikan desa wisata secara optimal. Hal ini tentu saja berdampak pada rendahnya minat wisatawan berkunjung ke Desa Wisata Buluhcina. Khalayak sasaran adalah perangkat desa beserta masyarakat Desa Buluhcina. Solusi yang dilakukan adalah dengan memberikan penyuluhan dalam rangka peningkatan wawasan terkait pengembangan potensi wisata yang ada di Desa Buluhcina dan meningkatkan pengetahuan dalam mempromosikan wisata Desa Buluhcina melalui media sosial. Hasil yang dicapai adalah peningkatan wawasan peserta terhadap potensi wisata yang dapat dikembangkan di Desa Buluhcina dan peningkatan pengetahuan dalam mempromosikan wisata Desa Buluhcina melalui sosial media. Hal ini dapat dilihat dari antusiasme peserta pada saat pelaksanaan serta peningkatan hasil pre-test.[This program of community service aims to improve the insight of the community of Buluhcina Village about the potential of tourism that can be developed as well as increased knowledge of promoting the Village of Buluhcina through social media so that the village becomes advanced and independent and the welfare of society increases. Partner problems are not yet developed the tourism potential that is owned and has not promoted the tourist village optimally. This of course affects the low interest of tourists visiting the Tourism Village Buluhcina. The target audience is a village device along with the people of Buluhcina Village. The solution is to provide counseling in order to increase the insight related to the development of tourism potential in Buluhcina Village and increase the knowledge in promoting Buluhcina Village tourism through social media. The results achieved are increasing participants' insight into tourism potentials that can be developed in Buluhcina Village and increased knowledge in promoting the tourism of Buluhcina Village through social media. This can be seen from the enthusiasm of participants at the time of execution and improvement of pre-test results.]
Front & Back Matter 2019 Vol. 3 No. 1 Redaksi Redaksi
Jurnal Bakti Saintek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4083.425 KB)

Abstract