cover
Contact Name
Moebari
Contact Email
moebari54@yahoo.com
Phone
(0274) 587677
Journal Mail Official
lppmkaryahusada@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tentara Rakyat Mataram No. 11 B
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Karya Husada
ISSN : 2337649X     EISSN : 26558874     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Karya Husada merupakan Jurnal kesehatan yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Kesehatan Karya Husada pada tahun 2013. Jurnal Kesehatan Karya Husada terbit 2 kali setahun pada bulan Januari dan Agustus.
Articles 335 Documents
PENGETAHUAN MENINGKATKAN KEPATUHAN PERAWAT DALAM PELEPASAN ALAT PELINDUNG DIRI DI RUANG ISOLASI COVID-19 RUMAH SAKIT X JAKARTA Margaretha, Evi Maria; Natalia, Lia
Jurnal Kesehatan Karya Husada Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan Karya Husada
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KARYA HUSDA YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36577/jkkh.v12i1.689

Abstract

Perawat merupakan salah satu tenaga kesehatan yang berisiko terhadap penularan Covid-19. Pelepasan alat pelindung diri (APD) yang benar diharapkan mampu mengurangi penularan dari pasien ke perawat. Pengetahuan dan kepatuhan perawat sangat penting dalam pelepasan APD sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan perawat dalam pelepasan alat pelindung diri di Ruang Isolasi Covid-19 Rumah Sakit X Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sebanyak 60 perawat. Data dikumpukan dengan kuesioner pengetahuan dengan alpha cronbach 0,975 dan kepatuhan dengan alpha cronbach 0,885. Hasil analisis univariat didapatkan hasil sebagian besar perawat di ruang isolasi Covid-19 di Rumah Sakit X Jakarta berusia 25-35 tahun (63,3%), perempuan (90,0%) pendidikan D3 keperawatan (60,0%) masa kerja <5 tahun (53,3%) pengetahuan baik (61,7%), dan kepatuhan cukup (51,7%). Hasil analisis bivariat menggunakan uji statistik kendall tau b didapatkan hasil ada hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan perawat yang merawat pasien Covid-19 dalam pelepasan APD dengan p value: 0,000 (p value < 0.05). Kesimpulan penelitian ini semakin baik pengetahuan perawat akan meningkatkan kepatuhan dalam pelepasan APD. Saran bagi rumah sakit dapat meningkatkan pengetahuan perawat dengan melakukan pelatihan rutin tentang pelepasan APD dan melakukan monitoring evaluasi secara berkala terhadap kepatuhan perawat dalam pelepasan APD agar penularan Covid-19 dapat terkendali.
IMPLEMENTASI ASUHAN KEBIDANAN BERKELANJUTAN (CONTINUITY OF CARE) DI PMB KUSWATININGSIH, SLEMAN Wulandari, Amri; Ramadhani, Wensdika Putri; Krismiyati, Murti
Jurnal Kesehatan Karya Husada Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan Karya Husada
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KARYA HUSDA YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36577/jkkh.v12i1.690

Abstract

Latar belakang: Salah satu indikator derajat kesehatan masyarakat adalah dengan melihat jumlah kematian ibu dan bayi dalam suatu negara, oleh karena itu pelayanan kesehatan kepada ibu secara berkelanjutan Countinuty of care (COC) penting dilakukan oleh tenaga kesehatan untuk mengawasi kesehatan ibu dari masa kehamilan, persalinan, nifas sampai saat pemilihan alat kontrasepsi. Tujuan: Untuk menganalisis hasil penerapan asuhan kebidanan berkelanjutan dan komplementer di PMB Kuswatiningsih, Sleman. Metode: jenis penelitian kualitatif berupa case study (studi kasus) dengan pendekatan COC, pada satu responden usia 22 tahun, dimulai dari trimester III umur kehamilan 34 minggu hingga masa nifas 14 hari, intervensi asuhan komplementer berupa massage ibu hamil dan yoga, pada ibu bersalin yaitu nipple stimulation dan endorphin massage, pada bayi baru lahir yaitu field massage dan pada ibu nifas yaitu pijat oksitosin untuk merangsang pada reflex let down dan membantu pelepasan hormon oksitosin, sehingga ibu mendapatkan kenyamanan yang membuat produksi ASI dapat dipertahankan, serta di dokumentasikan dengan SOAP. Hasil: Dari masa kehamilan, persalinan, nifas serta bayi baru lahir berjalan secara fisiologis dan tidak ada penyulit, setelah dilakukan pemijatan oksitosin kepada ibu dinyatakan produksi ASI lancar dapat dilihat dari kenaikan berat badan bayi ibu yang meningkat. Kata kunci : Asuhan Kebidanan, Continuity Of Care
IMPLEMENTASI PIJAT OKSITOSIN SEBAGAI TERAPI KOMPLEMENTER DALAM CONTINUITY OF CARE Krismiyati, Murti; Putri, Rindia Trisna; Putrianti, Berlina
Jurnal Kesehatan Karya Husada Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan Karya Husada
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KARYA HUSDA YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36577/jkkh.v12i1.691

Abstract

Pendahuluan : Angka kematian bayi (AKB) dan angka kematian balita (AKBA) merupakan indikator penting untuk menilai kesejahteraan termasuk derajat kesehatan suatu negara. Berdasarkan Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) AKB di tahun 2017 mencapai 24 per 1000 kelahiran hidup sedangkan target pada tahun 2024 adalah 16 per 1000 kelahiran hidup, sehingga dapat diartikan jumlah AKB di Indonesia masih jauh dari target (Kemenkes, 2020). Angka kematian bayi ini menjadi sangat penting karena 75% kematian balita terjadi pada tahun pertamanya, dan 63% kematian bayi terjadi pada bulan pertama saat lahir ((BKKBN, BPS and Kemenkes RI, 2018). Berdasarkan hal tersebut maka asuhan kebidanan berkesinambungan atau Continuity Of Care perlu diterapkan sebagai upaya menurunkan AKB. Pemberian asuhan berkesinambungan dapat menggunakan beberapa teknik komplementer. Teknik yang digunakan dalam asuhan kebidanan ini adalah Pijat Oksitosin untuk membantu merangsang produksi hormone oksitosin yang berperan dalam produksi ASI. Tujuan: Mampu melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu hamil TM III sampai dengan KB, secara berkesinambungan dengan menggunakan pendekatan managemen kebidanan dan dokumentasi dengan pendekatan metode 7 Langkah Varney. Metode Jenis Penelitian : Penelitian dengan jenis kualitatif dengan pendekatan studi kasus komprehensif atau Contonuity Of Care. Continuity Of Care dilakukan secara berkesinambungan mulai dari kehamilan sampai dengan keluarga berencana.Hasil : Setelah dilakukan pijat oksitosin produksi ASI cukup ditunjukkan dengan berat badan bayi yang mengalami peningkatan berat badan sebanyak 310 gram dalam waktu 8 hari, pijat oksitosin membantu kelancaran produksi ASI. Kesimpulan pijat oksitosin terbukti dapat meningkatkan produksi ASI pada ibu nifas dibuktikan dengan adanya peningkatan berat badan bayi dalam 14 hari pertama. Kata Kunci : Pijat Oksitosin, Continuity Of Care
CARING KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA DI DUSUN STAN MAGUWOHARJO DEPOK SLEMAN Purwandari, Andri; Handari, Murgi
Jurnal Kesehatan Karya Husada Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan Karya Husada
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KARYA HUSDA YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36577/jkkh.v12i1.692

Abstract

Background: Increasing life expectancy is an indicator of a nation's progress, but on the other hand it will cause many problems. This problem originates from the decline in physical and psychological functions due to the aging process. In these conditions, elderly people need help in carrying out their activities, both light help and help that is very dependent. Based on the Profile of the Yogyakarta Health Service, Yogyakarta Special Region, the number of elderly people in 2020 was 546,785 people. The family has a major influence on the physical and mental health of each family member. Families need to help the elderly to adapt themselves to the developmental tasks that must be carried out. Objective: Knowing the family's caring behavior towards the quality of life of the elderly. Methods: This research used a quantitative descriptive method with a cross sectional study approach, carried out at Stan Maguwoharjo Depok Sleman. The sample consisted of 65 elderly people using purposive sampling technique. Data were collected using a caring questionnaire and a quality of life questionnaire, with Chy Square Statistical Test analysis. Results:. The results of statistical tests obtained a p value of 0.285, which means that statistically there is no relationship between family caring and the quality of life of the elderly. Keywords: Caring for family, quality of life for the elderly.
PENATALAKSANAAN POSISI ELEVASI KAKI DAN ANKLE PUMPING EXERCISE DENGAN MASALAH PERFUSI PERIFER TIDAK EFEKTIF: EDEMA KAKI IBU HAMIL TRIMESTER 3 DI PUSKESMAS GIRIMARTO Rahayuningsih, Tutik; Munaza, Faiqotul
Jurnal Kesehatan Karya Husada Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan Karya Husada
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KARYA HUSDA YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36577/jkkh.v12i1.693

Abstract

Pendahuluan: Kehamilan adalah suatu keadaan dimana seorang wanita mengandung janin dengan maksud untuk melanjutkan keturunannya secara wajar. Masa kehamilan mengalami perubahan fisiologis yaitu pembengkakan pada kaki yang menyebabkan rasa tidak nyaman pada ibu hamil trimester 3 yang biasa terjadi di usia kehamilan 34 minggu. Masalah keperawatan pada ibu hamil trimester 3 adalah perfusi perifer tidak efektif yang mengakibatkan terjadinya edema kaki. Cara untuk mengatasi edema kaki pada ibu hamil dengan posisi elevasi kaki dan ankle pumping exercise. Tujuan penelitian: mendeskripsikan penatalaksanaan posisi elevasi kaki dan ankle pumping exercise dengan masalah perfusi perifer tidak efektif: edema kaki pada ibu hamil trimester 3. Desain penelitian dengan deskriptif kualitatif studi kasus dengan proses keperawatan. Proses pengumpulan data dimulai dari 5 – 12 April 2023. Sebanyak 3 subjek dilibatkan selama penelitian. Beberapa instrumen digunakan untuk mendapatkan data dari subjek penelitian. Teknik sampling penelitian adalah nonprobalility sampling dengan pendekatan purposive sampling. Hasil penelitian: bengkak dan kaku pada kedua punggung kaki. Terdapat edema pada kedua punggung kaki dengan piting edema +2 (4mm). Diagnosa keperawatan : perfusi perifer tidak efektif berhubungan dengan penurunan aliran arteri dan/atau vena. Peneliti melakukan tindakan dengan memposisikan elevasi kaki dan ankle pumping exercise selama 1 minggu 7 pertemuan. Kesimpulan : evaluasi perfusi perifer tidak efektif teratasi ditandai dengan edema kaki pada ibu hamil menurun dengan piting menjadi +1 (1mm). Penatalaksanaan dengan posisi elevasi kaki dan ankle pumping exercise efektif untuk menurunkan edema kaki pada ibu hamil trimester 3. Kata kunci : posisi elevasi kaki, ankle pumping exercise, edema kaki, ibu hamil trimester 3.
HUBUNGAN USIA, TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN ORANGTUA TENTANG PEDIKULOSIS KAPITIS PADA ANAK Tinambunan, Sinta Martua; Lestari, Theresia Budi
Jurnal Kesehatan Karya Husada Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan Karya Husada
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KARYA HUSDA YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36577/jkkh.v12i1.694

Abstract

Infestasi pedikulosis kapitis atau kutu rambut banyak ditemukan pada anak usia sekolah. Pedikulosis Kapitis mudah menular melalui kontak langsung maupun melalui kontak tidak langsung melalui alat pribadi yang dipakai secara Bersama. Faktor lain yang mempermudah infestasi kutu rambut adalah personal hygiene yang buruk. Pemberantasan dan pencegahan kutu rambut pada anak tentunya membutuhkan peran orangtua. Pengetahuan orangtua dapat membantu dalam penerapan praktik kebersihan, pencegahan dan penanganan pediculosis kapitis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Usia, Tingkat Pendidikan Dengan Tingkat Pengetahuan Orangtua Tentang Pedikulosis Kapitis Pada Anak SD di Muara Buton. Metode penelitian yang digunakan kuantitatif dengan desain cross sectional, sampel dalam penelitian ini 80 responden dengan tehnik total sampling. Hasil analisis univariat ialah karakteristik responden pada usia 36-45 tahun 43,8%, pendidikan SD 68.8%, dan tingkat pengetahuan kurang 65.0%. Analisis bivariate dengan uji kendals-tau, secara statistik terdapat hubungan bermakna antara pendidikan dengan pengetahuan orangtua ( p-value =0.000), tidak terdapat hubungan yang bermakna antara usia (p-value =0.725) dengan pengetahuan orangtua. Simpulan : terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat Pendidikan dengan tingkat pengetahuan orangtua tentang pediculosis kapitis
PENATALAKSANAAN EXPRESSIVE WRITING THERAPY PADA PASIEN HARGA DIRI RENDAH KRONIS DI RSJD DR. ARIF ZAINUDIN SURAKARTA Dermawan, Deden; Addini, Rizka
Jurnal Kesehatan Karya Husada Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan Karya Husada
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KARYA HUSDA YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36577/jkkh.v12i1.695

Abstract

Pendahuluan: Harga diri rendah dijelaskan berbagai perasaan dan pemikiran individu terhadap nilai, kompetensi, kepercayaan diri, kecukupan dan kemampuan menghadapi tantangan yang mengakibatkan pada sikap positif atau negatif terhadap diri sendiri yang dapat mempengaruhi cara memandang, merasakan, dan menanggapi kehidupan. Salah satu penatalaksanaan harga diri rendah dengan Expressive Writing Therapy. Tujuan Penelitian: mendeskripsikan penatalaksanaan Expressive Writing Therapy pada pasien harga diri rendah. Metode: Desain penelitian ini adalah deskriptif kualitatif: studi kasus dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan non-probalility sampling dengan pendekatan purposive sampling. Sebanyak 3 subjek dilibatkan dalam penelitian. Beberapa instrumen digunakan untuk mendapatkan data dari subjek penelitian. Hasil Penelitian: subyek selalu mengatakan tidak mempunyai kemampuan, mengalami gangguan jiwa, merasa dirinya orang yang bodoh, serta mendapatkan bullying sehingga lebih suka mengurung diri di rumah selama berhari-hari. Hasil observasi: subyek tampak lesu dan tidak bergairah, kontak mata kurang, postur tubuh menunduk, tidak mampu memulai pembicaraan, banyak diam dan bicara pelan. Hasil implementasi Expressive Writing Therapy yang dilakukan selama 4 kali interaksi disampaikan subyek sudah mempunyai sedikit kemampuan, postur tubuh baik, kontak mata meningkat, gairah aktivitas meningkat, mampu memulai pembicaraan. Kesimpulan: Penatalaksanaan Expressive Writing Therapy belum mampu mengatasi masalah harga diri rendah namun efektif menurunkan tanda dan gejala harga diri rendah.
IMPLEMENTASI PIJAT OKSITOSIN DAN IMPLEMENTASI PIJAT OKSITOSIN DAN FIELD MASSAGE SEBAGAI TERAPI KOMPLEMENTER DALAM CONTINUITY OF CARE Krismiyati, Murti; Fauziandari, Erma Nur; Putri, Rizka Mauliya
Jurnal Kesehatan Karya Husada Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan Karya Husada
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KARYA HUSDA YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36577/jkkh.v12i2.700

Abstract

Maternal and infant mortality is the most important measure in assessing indicators of the success of health services in Indonesia, but in reality there are also deliveries that experience complications resulting in maternal and infant mortality. According to the 2017 Indonesian Demographic and Health Survey (IDHS) the infant mortality rate (IMR) is 24 per 1,000 live births with 151,200 cases caused by low birth weight babies (LBW) and asphyxia. Based on DIY's health profile in 2021, there were 270 IMR in Yogyakarta City. Meanwhile, based on the health profile of Sleman in 2020, the number of infant deaths was 55 cases. Based on this, continuous midwifery care or Continuity Of Care needs to be implemented as an effort to reduce IMR. Continuing care delivery can use several complementary techniques. The technique used in midwifery care is oxytocin massage to stimulate milk production, and field massage has many benefits including preventing hyperbilirubinemia and increasing body weight. This type of research is a qualitative research method in the form of a Continuity of Care case study covering services for mothers and children from pregnancy to family planning. After oxytocin massage, there was an increase in milk production in postpartum mothers as evidenced by the 6th day the milk that came out was smooth, and field massage was proven to increase weight in infants as evidenced by an increase in baby weight of 100 grams in 6 days and no signs of hyperbilirubin or jaundice.
IMPLEMENTASI EFFLUARGE SEBAGAI TERAPI KOMPLEMENTER DALAM CONTINUITY OF CARE Wulandari, Amri; Putrianti, berlina; ernawati, Yuliana
Jurnal Kesehatan Karya Husada Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan Karya Husada
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KARYA HUSDA YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36577/jkkh.v12i2.707

Abstract

Angka Kematian Ibu di Indonesia hingga tahun 2019 dilaporkan masih tetap tinggi, yaitu 305 per 100.000 kelahiran hidup. Hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017 dilaporkan AKB di Indonesia masih tetap tinggi yaitu 24 per 1.000 kelahiran hidup (KH), namun target yang diharapkan dapat menurunkan AKB menjadi 16 per 1.000 kelahiran hidup di tahun 2024. Nyeri persalinan merupakan proses fisiologis, mulai timbul pada persalinan kala I, yang disebabkan oleh adanya kontraksi uterus yang mengakibatkan dilatasi dan penipisan serviks. Dengan makin bertambahnya baik volume maupun frekuensi kontraksi uterus, nyeri yang dirasakan akan bertambah kuat dan puncak nyeri terjadi pada fase aktif. Pemberian asuhan berkesinambungan dapat menggunakan beberapa teknik komplementer. Teknik yang digunakan dalam asuhan kebidanan ini adalah Effleurage Massage. Effleurage Massage adalah teknik pijatan yang dilakukan untuk membantu menurunkan nyeri persalinan kala 1 fase aktif bila dilakukan dengan benar disetiap adanya kontraksi. Penelitian dengan jenis kualitatif dengan pendekatan studi kasus komprehensif atau Contonuity Of Care. Continuity Of Care dilakukan secara berkesinambungan mulai dari kehamilan sampai masa nifas. Setelah dilakukan Effleurage Massage dan deep back massage selama persalinan Kala I ibu bersalin lebih tenang dalam menghadapi persalinan karena rasa nyeri berkurang. Kata Kunci : Effleurage Massage, Continuity Of Care
GAMBARAN EDUKASI KETERAMPILAN TEKNIK MENYUSUI PADA PASIEN POST SECTIO CAESAREA Feranda, Ariska Putri; Mualifah, Laily
Jurnal Kesehatan Karya Husada Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan Karya Husada
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KARYA HUSDA YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36577/jkkh.v12i2.708

Abstract

Latar Belakang: Sectio Caesarea merupakan tindakan pembedahan yang bertujuan untuk mengeluarkan bayi melalui suatu insisi pada dinding abdomen dan uterus. Angka kelahiran SC di dunia 21%, di Indonesia 30-80%, Dan di RSUD Wonosari tahun 2024 persalinan SC pada bulan januari 23,46% dan di bulan Februari sebanyak 22,2%. Bersalin dengan SC ini akan menimbulkan perasaan nyeri masalah pada proses laktasi, tetapi ini bukan penyebab tidak dapat memproduksi ASI bagi bayinya. sebagian besar juga ibu belum mengetahui bagaimana cara menyusui dengan benar maka dari itu untuk meningkatkan pemahaman, pengetahuan dan keterampilan salah satunya diberikan edukasi teknik menyusui yang baik dan benar. Tujuan: Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan edukasi teknik menyusui terhadap keterampilan ibu sectio caesarea. Metode: Metode studi kasus ini pendekatan deskriptif untuk menjelaskan gambaran keterampilan edukasi teknik menyusui. edukasi ini dilakukan 1 kali 1 hari dari hari ke 0 pasca persalinan hingga hari ke 2 pasca persalinan. Hasil: Terdapat peningkatan keterampilan ibu dalam menyusui setelah diberikan edukasi teknik menyusui selama 3 hari. pada hari pertama sebelum diberikan edukasi teknik menyusui skor keterampilan 3, setelah diberikan edukasi teknik menyusui skor keterampilan ibu menjadi 10. Kesimpulan: Edukasi Teknik Menyusui dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menyusui.