cover
Contact Name
Moebari
Contact Email
moebari54@yahoo.com
Phone
(0274) 587677
Journal Mail Official
lppmkaryahusada@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tentara Rakyat Mataram No. 11 B
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Karya Husada
ISSN : 2337649X     EISSN : 26558874     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Karya Husada merupakan Jurnal kesehatan yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Kesehatan Karya Husada pada tahun 2013. Jurnal Kesehatan Karya Husada terbit 2 kali setahun pada bulan Januari dan Agustus.
Articles 335 Documents
PERBANDINGAN EFEK ANTARA IRRIGATION DAN SWABBING TERHADAP KOLONISASI BAKTERI PADA LUKA KAKI DIABETIK : CROSS OVER Musdalifah Musdalifah; Ilhamjaya Patellongi; Saldy Yusuf
Jurnal Kesehatan Karya Husada Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Karya Husada Yogyakarta
Publisher : LPPM Politeknik Kesehatan Karya Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36577/jkkh.v8i1.370

Abstract

ABSTRAK Latar belakang : Manajemen luka kaki diabetik memiliki prinsip dan tujuan untuk membantu mempercepat terjadinya proses penutupan luka. Komponen penting dari manajemen luka kaki diabetik salah satunya yakni perawatan luka lokal, perawatan luka dilakukan untuk membantu mempercepat proses penyembuhan. Salah satu bagian dari perawatan luka kaki diabetik adalah pencucian luka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan efek tekhnik pencucian luka antara irrigation dan swabbing terhadap respon vaskularisasi dan kolonisasi bakteri pada luka kaki diabetik. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan experimental design, dengan rancangan cross over. Responden penelitian sebanyak 17 pasien luka kaki diabetik yang melakukan perawatan di rumah sakit dan klinik perawatan luka. Pencucian luka antara tekhnik irrigation dan swabbing dilakukan bergantian pada responden yang sama di waktu yang berbeda pada 17 responden. Kolonisasi bakteri dihitung dengan pemeriksaan kultur bakteri. Hasil : tidak terdapat perbedaan efek antara kedua tekhnik pencucian luka terhadap respon vaskularisasi dengan nilai p = 0.231, dan terdapat perbedaan efek antara kedua tekhnik pencucian luka terhadap kolonisasi bakteri dengan p = 0.001, dimana irrigation lebih efektif dalam menurunkan jumlah bakteri (p = 0.01 ; mean difference = -24.296.688). Kesimpulan : Tekhnik Irrigation lebih efektif dalam mereduksi bakteri dibandingkan tekhnik swabbing. Meskipun demikian, kedua tekhnik ini tetap dapat digunakan dalam pencucian luka kaki diabetik. Kata kunci : Irrigation, Swabbing, Kolonisasi Bakteri, Luka Kaki Diabetik ABSTRACT Background: Management of diabetic foot ulcer has principles and aims to help improve the wound resolution process. An important component of diabetic foot ulcer management is local wound care, wound care is carried out to help speed up the treatment process. One part of treatment for diabetic foot ulcer is wound cleansing. The purpose of this study was to study the effect of the wound washing effect between irrigation and swabbing on the response of vascularity and bacterial colonization in diabetic foot ulcer. Method: This research is a quantitative study with an experimental design, with a cross-over design. Research respondents were 17 diabetic foot ulcer patients who were treated in hospitals and wound care clinics. Wound cleansing between irrigation and swabbing were carried out alternately at the same respondent at different times to 17 respondents. The bacterial colonization count by examination of bacterial culture. Results: there was no difference in effect between the two cleansing technique on the vascularization response with a value of p = 0.231, and there were differences in the effect between the two wound cleansing techniques on bacterial colonization with p = 0.001, while irrigation was more effective in the number of bacteria (p = 0, 01; average difference = -24,296,688). Conclusion: Irrigation techniques are more effective in reducing bacteria than swabbing techniques. Nevertheless, both of these techniques can be used in washing diabetic foot wounds Key word : Irrigation, Swabbing, bacterial colonization, DFU
Gambaran Health literacy fungsional, komunikatif, dan kritikal pada pasien Stroke di RSUD Haji Makassar Nurul Fadhilah Gani; Junaiddin Junaiddin
Jurnal Kesehatan Karya Husada Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Karya Husada Yogyakarta
Publisher : LPPM Politeknik Kesehatan Karya Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36577/jkkh.v8i1.372

Abstract

Health literacy is the ability of every individual to access, understand, and make decisions related to information and health services in making health care decisions. health literacy associated with patient health status. The aim of the research was to determine the description of health literacy functional, communicative, and critical in stroke patients at Haji Hospital Makassar.The research used survey design. The sample consisted of 30 people selected using accidental sampling technique. The data were analyzed using frequency distribution to describe each variable. The Results of the research indicate that based on all types of health literacy that are functional, communicative and critical health literacy, majority of the respondents are less good. Therefore,we need to improve the patient's health literacy to support the health care process. Keywords: health literacy, functional, communicative, critical, stroke.
HUBUNGAN IKLIM ORGANISASI, KEPUASAN KERJA DENGAN PERILAKU KEWARGAAN (OCB) PADA PERAWAT DI RUMAH SAKIT IBNU SINA YW-UMI MAKASSAR Eka Hadrayani
Jurnal Kesehatan Karya Husada Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Karya Husada Yogyakarta
Publisher : LPPM Politeknik Kesehatan Karya Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36577/jkkh.v8i1.373

Abstract

Abstrak OCB merupakan perilaku sukarela individu di luar deskripsi pekerjaan yang secara eksplisit atau tidak langsung diakui oleh sistem penghargaan formal dan meningkatkan fungsi efektivitas organisasi, penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya Turn Over pada perawat pelaksana dan pentingnya perilaku kewargaan (OCB) pada perawat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan iklim organisasi, kepuasan kerja dengan perilaku kewargaan (OCB) pada perawat pelaksana di Rumah sakit Ibnu Sina YW-UMI. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional, dengan sampel sebanyak 92 perawat pelaksana. Pengambilan sampel menggunakan teknik Proportionate Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan skala Likert. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan iklim organisasi dengan perilaku kewargaan (OCB) pada perawat (p=0.003), terdapat hubungan kepuasan kerja dengan perilaku kewargaan (OCB) pada perawat (p=0.002). Kesimpulannya terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara iklim organisasi, kepuasan kerja dengan perilaku kewargaan (OCB) pada perawat pelaksana di rumah sakit Ibnu Sina YW-UMI Makassar. Penelitian ini secara empirik menemukan bahwa jika organisasi rumah sakit ingin meningkatkan perilaku kewargaan (OCB) pada perawat, organisasi perlu menciptakan iklim organisasi yang baik dan didukung oleh strong leadership management. Abstract OCB is a voluntary behavior of individuals outside the job description explicitly or indirectly recognized by the formal reward system and improve the functioning of organizational effectiveness, this research is motivated by the high turn over of the nurses and the importance of citizenship behavior (OCB) in nurses. The purpose of this study was to determine the relationship of organizational climate, job satisfaction, and citizenship behavior (OCB) on nurses in hospital Ibnu Sina YW-UMI. The research used cross-sectional study method, sample of 92 nurses. The samples was selected using Proportionate Sampling Random Sampling technique. Data collected through a questionnaire with Likert scale. Data was analyzed by univariate and bivariate using Chi Square test. The results showed that there is a climate of organizational citizenship behavior (OCB) in nurses (p = 0.003), there is a relationship of job satisfaction with citizenship behavior (OCB) in nurses (p = 0.002). In conclusion there is a positive and significant relationship between organizational climate, job satisfaction with citizenship behavior (OCB) at the nurses at the hospital Ibnu Sina YW-UMI Makassar. This research empirically found that if hospital organizations want to improve citizenship behavior (OCB) in nurses, organizations need to create a good organizational climate and be supported by strong leadership management.
EFEKTIVITAS BUAH JERUK NIPIS (CITRUS AURANTIFOLIA) DAN JERUK LEMON (CITRUS MEDICA) TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA Berlina Putrianti
Jurnal Kesehatan Karya Husada Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Karya Husada Yogyakarta
Publisher : LPPM Politeknik Kesehatan Karya Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36577/jkkh.v8i1.377

Abstract

Latar Belakang : Masa remaja merupakan masa dimana pertumbuhan terjadi dengan cepat, sehingga kebutuhan gizi pada masa ini pun ikut meningkat. Salah satu zat gizi yang dibutukan adalah zat besi. Anemia dapat menimbulkan dampak pada remaja antara lain menurunkan daya tahan tubuh sehingga mudah terkena penyakit, menurunnya aktivitas dan prestasi belajar. Tujuan : Tujuan dari penelitian ini secara umum untuk mengetahui perbedaan efektifitas buah jeruk nipis (Citrus Aurantifolia) dengan jeruk lemon (Citrus Medica) terhadap peningkatan kadar hemoglobin. Metode : Metode dalam penelitian ini adalah metode observasional dengan pendekatan pre post test dua kelompok perlakuan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan kuasi eksperimen dengan cara membandingkan data pre dan post test kedua kelompok intervensi. Hasil : Dari uji beda yang dilakukan antara kelompok yang diberi jeruk lemon dan jeruk nipis dalam meningkatkan kadar Hb diperoleh nilai sig sebesar 0.000. Hal itu berarti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok yang diberi jeruk lemon dengan kelompok yang diberi jeruk nipis. Hal tersebut menunjukkan bahwa jeruk lemon lebih efektif dibandingkan dengan jeruk nipis dalam meningkatkan kadar Hb pada remaja. Kesimpulan : Berdasarkan hasil analisis data menggunakan uji t diperoleh kesimpulan bahwa, perasan air jeruk lemon lebih efektif dibandingkan dengan perasan air jeruk nipis dalam meningkatkan kadar Hb dalam darah para remaja.
KEBUTUHAN PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA Laily Mualifah
Jurnal Kesehatan Karya Husada Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Karya Husada Yogyakarta
Publisher : LPPM Politeknik Kesehatan Karya Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36577/jkkh.v8i1.378

Abstract

Latar Belakang: Remaja merupakan penduduk dalam rentang usia 10 – 18 tahun. Remaja memiliki sifat khas yaitu rasa ingin tahu yang besar, menyukai petualangan dan tantangan serta cenderung berani menanggung resiko atas perbuatannya tanpa dengan pertimbangan yang matang. Siswa SMP yang merupakan masas remaja memiliki karakteristik sudah mulai berfikir secara kritis, emosi meluap – lupa, senang bereksperimen dan bereksplorasi serta cenderung membuat kelompok. Permasalahan yang muncul saat ini adalah mulainya menarche dan mimpi basah semakin dini dengan berbagaia paparan media yang semakin banyak namun tidak diimbangi dengan pengetahuan kesehatan reproduksis yang baik bagi remaja. Tujuan: Mengetahui kebutuhan pendidikan kesehatan reproduksi pada remaja. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Penelitian dilakukan di SMP Swasta di Imogiri Bantul, dengan metode pengambilan sampel cluster rundom sampling. Jumlah sampel sebanyak 99 responden. Intrumen yang digunakan adaalah kuesioner. Hasil: Karakteristik resonden, jenis kelamin laki – laki sebanyak 61,6%, dan perempuan 38,4%. Responden yang pernah mendapatkan pendidikan kesehatan reproduksi sebanyak 53,5%. Metode pendidikan kesehatan yang peprnah diterima paling banyak sebesar 83,8%. Keinginan responden dalam mendapatkan pendidikan kesehatan sebanyak 86,9% dan merasa membutuhkan pendidikan kesehatan reproduksi sebanyak 88,9%. Media pendidikan kesehatan reproduksi yang paling diminati resonden adalah video, Materi yang paling diharapkan responden terkkait masa pubertas. Pemberi materi yang paling banyak ada petugas kesehatan. Kesimpulan: Responden dalam masa pubertas dan merasa membutuhkan pendidikan kesehatan reproduksi remaja. Media yang paling diinginkan resonden adalah viedo, materi yang paling disukai responden adalah pubertas dan petugas kesehatan merupakan pemberi materi pendidikan kesehatan yang paling diinginkan oleh responden. Kata Kunci: kebutuhan, pendidikan kesehatan reproduksi remaja.
KESESUAIAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI BERDASARKAN POLA PERENCANAAN KELUARGA PADA AKSEPTOR KB PASANGAN USIA SUBUR Murti Krismiyati
Jurnal Kesehatan Karya Husada Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Karya Husada Yogyakarta
Publisher : LPPM Politeknik Kesehatan Karya Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36577/jkkh.v8i1.381

Abstract

Setiap pasangan yang menggunakan kontrasepsi dilandasi permintaan KB yang jelas, baik untuk menunda kehamilan, mengatur jarak kehamilan atau tidak ingin punya anak lagi. Kejelasan maksud tersebut terkait dengan tersedianya teknologi kontrasepsi sesuai dengan keamanan medis serta kemungkinan kembalinya fase kesuburan, efektivitas dan efisiensi metode kontrasepsi.Hal tersebut menunjukkan bahwa pemakaian alat kontrasepsi pada PUS dii Indonesia tidak sesuai dengan permintaan KB-nya. Penggunaan kontrasepsi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu ciri demografi sosial dan ekonomi. Tujuan dari penelitian ini secara umum adalah untuk mengetahui kesesuaian penggunaaan alat kontrasepsi bersarkan pola perencanaan keluarga pada akseptor KB Pasangan Usia Subur ( PUS ). Tujuan khusus dari penelitian ini adalah: Mengetahui penggunaan alat kontrasepsi pada tahap menunda kehamilan berada pada usia kurang dari 20 tahun, Mengtahui tahap menjarangkan kelahiran berada pada usia 20-30 tahun Mengetahui tahap mengakhiri kehamilan berada pada usia lebih dari 30 tahun . Metode Penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian diskriptif dengan melihat data akseptor Keluarga Berencana tahun 2018 di Klinik Widuri
HUBUNGAN MOTIVASI KERJA DAN LAMA KERJA PERAWAT DENGAN PENERAPAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PADA KLIEN DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH KOTAGEDE YOGYAKARTA Sujono Riyadi; Yuniarti Yuniarti
Jurnal Kesehatan Karya Husada Vol 4 No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Karya Husada Yogyakarta
Publisher : LPPM Politeknik Kesehatan Karya Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Penelitian hubungan antara motivasi kerja dan lama kerja perawat dengan penerapan komunikasi terapeutik pada klien di RSU PKU Muhammadiyah Kotagede Yogyakarta ini merupakan penelitian yang berbentuk korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Dilakukan pada perawat sebagai responden sebanyak 24 orang. Adapun tujuannya adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara motivasi kerja dan lama kerja perawat dengan penerapan komunikasi terapeutik pada klien. Metode: Pengumpulan data menggunakan kuisioner yang berbentuk check list untuk menggali motivasi kerja dan penerapan komunikasi terapeutik pada klien. Data ini kemudian penulis analisis dengan menggunakan uji statistik Chi Square dengan bantuan komputerisasi program SPSS 19.00 for Windows. Hasil: Hasil dari penelitian ini adalah tidak ada hubungan antara motivasi kerja perawat dengan penerapan komunikasi terapeutik dengan nilai X² hitung = 2.667, df= 1, p=0.102 dengan jumlah N= 24, dimana X² table= 3.84. Tidak ada hubungan antara lama kerja perawat dengan penerapan komunikasi terapeutik dengan nilai X² hitung = 3.276, df= 2, p= 0.194 dengan jumlah N= 24, dimana X² table= 5.99. Kesimpulan: Motivasi kerja dan lama kerja perawat tidak ada korelasinya dengan penerapan komunikasi terapeutik.
Hubungan Berat Badan Bayi Lahir Dengan Kejadian Ruptur Perineum pada Persalinan Normal di Wilayah Kabupaten Sleman Murti Krismiyati; Amri Wulandari
Jurnal Kesehatan Karya Husada Vol 5 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Karya Husada
Publisher : LPPM Politeknik Kesehatan Karya Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perdarahan postpartum menjadi penyebab utama 40% kematian ibu di Indonesia. Jalan lahir merupakan penyebab kedua perdarahan setelah atonia uteri yang terjadi pada hampir persalinan pertama dan tidak jarang juga pada persalinan berikutnya. Ruptur perineum merupakan robekan yang terjadi sewaktu persalinan dan disebabkan oleh beberapa faktor antara lain posisi persalinan, cara meneran, pimpinan persalinan dan berat badan bayi baru lahir. Pada saat ini seorang primipara biasanya tidak dapat tegangan yang kuat ini sehingga robek pada pinggir depannya. Luka-luka biasanya ringan tetapi kadang-kadang terjadi juga luka yang luas dan berbahaya. Sebagai akibat persalinan terutama pada seorang primipara, biasa timbul luka pada vulva di sekitar introitus vagina yang biasanya tidak dalam akan tetapi kadang-kadang bisa timbul perdarahan banyak. Tujuan dari penelitian ini secara umum adalah untuk mengetahui hubungan antara berat badan bayi baru lahir, umur ibu dengan kejadian ruptur perineum pada persalinan normal. Penelitian ini dilakukan dengan rancangan cross sectional. Tehnik pengambilan sampel purposive sampling yaitu pengambilan sampel berdasar kriteria inklusi dan ekslusi. Pengujian hipotesis yang telah diajukan adalah Paired T-Test. Responden sejumlah 199 orang. Kesimpulan dalam penelitian ini Bayi yang dilahirkan sebagian besar dengan berat badan bayi baru lahir cukup (2500-4000 gram) sebanyak 94 % dan paling sedikit berat badan bayi baru lahir besar (> 4000 gram), yaitu sebanyak 0,5 %. Dan sebagian besar responden berusia 20-35 tahun (82,4 %), serta mayoritas dengan luka perineum rupture derajat 2 (85,9%). Hasil uji paired Samples 0,001 < 0,005 menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara berat badan bayi baru lahir dengan ruptur perineum. Hasil uji statistik menunjukkan juga memperkuat adanya hubungan antara umur ibu dengan kasus ruptur perineum pada persalinan normal. Hasil uji paired Samples 0,000 < 0,005 menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara umur ibu dengan ruptur perineum.
PENGARUH PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG PAUD TERHADAP KEIKUTSERTAAN ANAK PADA PENDIDIKAN NONFORMAL DI DESA TEGAL KERTHA DENPASAR 2019 Gusti Ayu Martha Winingsih
Jurnal Kesehatan Karya Husada Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Kesehatan Karya Husada (JKKH)
Publisher : LPPM Politeknik Kesehatan Karya Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36577/jkkh.v8i2.397

Abstract

ABSTRAK Pendidikan pada usia dini masih di pandang sebelah mata oleh masyarakat, Kenyataan bahwa masih banyak anak usia dini yang belum mendapatkan pelayanan pendidikan. Hal itu disebabkan antara lain kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan bagi anak usia dini masih sangat rendah. Ada beberapa faktor yang menjadikan penyebab seperti : ketidaktahuan, kemiskinan, kurang berpendidikan, gagasan orangtua tentang perkembangan anak yang masih sangat tradisional, kurang mau berubah, masih sangat konkret dalam berpikir, motivasi yang rendah karena kebutuhan yang masih sangat mendasar, serta masih sangat dipengaruhi oleh budaya setempat yang sempit (Sumarno,2011). Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pengetahuan orangtuatentang PAUD terhadap keikutsertaan anak umur 2-3 tahun pada pendidikan nonformal tentang Penelitian ini bersifat deskriptif korelatif dengan pendekatan yang digunakan adalah Cross Sectional. Penelitian dilaksanakan di Banjar Panca Kertha Desa Tegal Kertha Denpasar Barat ,dilaksanakan pada bulan Juli 2019 – Agustus 2019. Populasinya adalah seluruh Orang tua yang mempunyai anak usia 2–3 tahun di Banjar Panca Kertha, Desa Tegal Kertha Denpasar Barat yang berjumlah 40orang.. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling. Hasil yang di dapat hampir setengahnya (27,5%) orangtua memiliki pengetahuan yang kurang mengenai pendidikan anak usia dini. Sebagian besar (67,5%) orangtua tidak mengikutsertakan anaknya pada pendidikan anak usia dini. Ada pengaruh yang sangat signifikan antara pengetahuan orangtua tentang pendidikan anak usia dini terhadap keikutsertaan anak usia 2-3 tahun pada pendidikan anak usia dini nonformal di Banjar Panca kertha Desa Tegal Kertha Denpasar.
GAMBARAN TEKANAN DARAH, KADAR GLUKOSA DAN ASAM URAT PADA MASYARAKAT DUSUN PANGGUNGAN, TRIHANGGO, GAMPING, SLEMAN Siti Fatimah; Agustina Retno Hapsari; Mayasari Styaningsih; Nur Fatimah
Jurnal Kesehatan Karya Husada Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Kesehatan Karya Husada (JKKH)
Publisher : LPPM Politeknik Kesehatan Karya Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36577/jkkh.v8i2.401

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) dapat dideteksi lebih dini melalui pemeriksaan tekanan darah dan gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran risiko PTM di masyarakat Panggungan. Metode yang dilakukan yaitu penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif berdasarkan pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan asam urat pada 103 subjek. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 37% warga memiliki tekanan darah yang tinggi, 27% warga memiliki kadar gula darah tinggi dan 28% memiliki kadar asam urat yang tinggi. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa warga Panggungan memilki risiko PTM, terutama pada penyakit kardiovaskuler. Kata Kunci: PTM; tekanan darah; kadar gula darah; kadar asam urat ABSTRACT Non-communicable diseases (NCDs) can be detected earlier through blood pressure and blood sugar levels. This study aims to obtain an overview of NCDs risks in Panggungan community. A descriptive research study with quantitative approach was used to describe on examination result of blood pressure, blood sugar level, and uric acid level of 103 subjects. The results of this study indicate that 37% subjects have high blood pressure, 27% have high blood sugar levels and 28% have high uric acid levels. Based on this study it can be concluded that Panggungan community have a risk of NCDs, especially in cardiovascular disease. Keywords: NCDs; blood pressure; blood sugar levels; uric acid level

Page 7 of 34 | Total Record : 335