cover
Contact Name
Maryani
Contact Email
marry.tenang@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat
ISSN : 1829734X     EISSN : 26854961     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Surya Medika adalah jurnal yang diterbitkan oleh STIKes Surya Global Yogyakarta. Jurnal ini Fokus pada Ilmu Kesehatan yang meliputi: Ilmu keperawatan, kesehatan masyarakat, farmasi dan yang sebidang dengan kesehatan. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Januari dan Juli.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 19 No. 3 (2024)" : 10 Documents clear
Indeks Kepuasan Warga Binaan Pemasyarakatan Terhadap Pelayanan Produk Makanan Jayanti, Nur Ria Tri; Cahyawati, Cahyawati; Prasetya, Desman Agung
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 19 No. 3 (2024)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v19i3.208

Abstract

Latar Belakang: Jumlah gangguan keamanan dan ketertiban di penjara atau tempat penahanan merupakan salah satu perhatian banyak orang karena menyebabkan ketidaknyamanan bagi masyarakat. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah kurangnya pemenuhan hak-hak narapidana (WBP) seperti makanan dan air. Kualitas makanan dan minuman juga menunjukkan tingkat kesehatan narapidana. Oleh karena itu, perlu dilakukan perhitungan indeks kepuasan layanan produk makanan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Yogyakarta, yang bertujuan sebagai langkah pencegahan terjadinya kerusuhan dan bentuk jaminan kesehatan bagi WBP serta dapat diterapkan untuk memperbaiki kekurangan layanan.Metode: Menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi 147 orang dengan sampel 15 orang melalui sistem pengambilan simple random sampling menggunakan indeks pedoman kepuasan masyarakat (IKM). Metode analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil: Data kepuasan mengenai variasi menu, cara penyajian, waktu penyajian, tempat dan peralatan makan serta petugas layanan dengan hasil nilai interval IKM sebesar 3,66 dengan nilai konversi IKM 91 yang menunjukkan bahwa indeks kepuasan WBP terhadap layanan produk makanan sangat baik. Dan tingkat layanan produk makanan yang baik dapat menunjukkan bahwa keterampilan kesehatan WBP juga baik. Kesimpulan: Nilai kualitas layanan produk makanan berada pada kinerja unit layanan yang sangat baik.
Korelasi Antara Merokok dan Infeksi Tuberkolosis (TBC) Vera, Vera
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 19 No. 3 (2024)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v19i3.978

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyakit menular mematikan di dunia. Tuberkulosis merupakan tantangan global karena dapat berkontribusi terhadap morbiditas dan mortalitas. Ada beberapa faktor risiko yang menyebabkan TBC. Salah satu faktor yang dapat menyebabkan penyakit tuberkulosis adalah perilaku merokok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kebiasaan merokok dengan kejadian tuberkulosis. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan di RSUD Dr. Moewardi dan BBKPM Surakarta pada bulan September hingga November 2017. Subyek penelitian dipilih dengan menggunakan teknik Accidental Sampling yang terdiri dari 250 pasien TBC. Variabel terikatnya adalah tuberkulosis. Variabel bebasnya adalah merokok. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan chi square. Hasil: Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa risiko TBC meningkat secara langsung dengan kebiasaan merokok, yang dibutikan dari hasil pengolahan data CI 95%= 1.88 hingga 5.66 dan p<0.001. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara merokok dengan kejadian tuberkulosis.
Expressive Writing Therapy Pada Pasien Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Nurjannah, Siti; Wahyuni, Sri; Rosdiar, Rosdiar
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 19 No. 3 (2024)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v19i3.1003

Abstract

Latar Belakang: Skizofrenia adalah gangguan mental serius yang dapat mempengaruhi pikiran, perasaan, dan perilaku seseorang. Tanda dan gejala skizofrenia termasuk halusinasi. Studi kasus ini bertujuan untuk menjelaskan terapi yang dapat mengurangi tanda dan gejala halusinasi menggunakan terapi umum dan terapi penulisan ekspresif kombinasi. Metode: Studi kasus ini menggunakan instrumen Psychotic Symptom Rating Scales (PYSRAT) untuk mengukur tanda dan gejala halusinasi. Terapi ini diberikan secara tatap muka untuk 3 pasien, dimana intervensi dilakukan dua kali sehari selama 20-30 menit selama 6 hari. Hasil: Studi kasus ini menemukan bahwa manfaat terapi ditunjukkan dengan penurunan nilai PSYRAT (Psychotic Symptom Rating Scale) sebelumnya pada Ibu S dari 25 (fase halusinasi berat) turun menjadi 12 (fase halusinasi sedang), pada Ibu RM dari 18 (halusinasi sedang) menjadi 6 (halusinasi ringan), dan pada Ibu RD dari 19 (fase halusinasi sedang) menjadi 7 (fase halusinasi ringan). Kesimpulan: Berdasarkan hasil penerapan perawatan keperawatan ini, disarankan agar perawat jiwa dapat melakukan intervensi dalam terapi penulisan ekspresif dalam pengelolaan pasien skizofrenia dengan halusinasi auditorik.
Penggunaan Alkohol Pada Kasus Kecelakaan Forensik di RSUP Dr. Sardjito Tahun 2019-2022 Wiraagni, Idha Arfianti; Mumahad Kurnia; Basworo, Wikan; Suriyanto, Rusyad Adi
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 19 No. 3 (2024)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v19i3.1014

Abstract

Latar Belakang: Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan bermotor dapat mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan properti. Konsumsi alkohol merupakan salah satu faktor penyebab utama kecelakaan tersebut karena dapat mengganggu konsentrasi, penglihatan, dan koordinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi penggunaan alkohol sebagai faktor penyebab kecelakaan kendaraan bermotor di RSUP Dr. Sardjito. Metode: Penelitian retrospektif deskriptif dengan desain potong lintang dilakukan dengan menggunakan data primer dari rekam medis rumah sakit. Hasil: Dari 45 kasus yang masuk, sebagian besar kasus adalah laki-laki (91,11%), terjadi pada usia remaja akhir (60%) dan malam hari (73,33%). Dari kasus-kasus yang dites, 26,67% positif menggunakan alkohol, yang semuanya adalah laki-laki dan terjadi pada malam hari. Kesimpulan: Korban yang masuk sebagian besar laki-laki, remaja akhir, dan terjadi malam hari. Temuan ini menggarisbawahi perlunya intervensi yang ditargetkan dan strategi yang komprehensif untuk mengatasi insiden terkait alkohol di jalan raya.  
Korelasi Dukungan Sosial dengan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Skizofrenia Rawat Jalan Novitayani, Sri; Ruchina, Syiva; Dineva R, Farah
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 19 No. 3 (2024)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v19i3.1025

Abstract

Latar Belakang: Umumnya, masalah utama kesehatan mental pada pasien  skizofrenia rawat jalan adalah kurangnya dukungan sosial untuk membantu mereka mematuhi pengobatan. Pasien  skizofrenia rawat jalan sulit untuk mematuhi obat mereka karena mereka membutuhkan bantuan dari orang lain untuk terus mengonsumsi obat seperti yang diresepkan. Oleh karena itu, dukungan sosial memiliki peran penting dalam merawat pasien skizofrenia  rawat jalan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan hubungan antara dukungan sosial dan kepatuhan pengobatan pada pasien skizofrenia rawat jalan di Rumah Sakit Jiwa Aceh.  Metode : Penelitian ini merupakan studi korelasi deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dari penelitian ini adalah 110 pasien skizofrenia rawat jalan  yang datang ke poliklinik di Klinik Jiwa Aceh Keperawatan Kesehatan dengan kriteria inklusi terdiri dari pasien rawat jalan dengan diagnosis skizofrenia, lanjut usia di atas 18 tahun, skor BPRS kurang dari 41 dan memiliki komunikasi yang baik. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini termasuk, kuesioner data demografis untuk mengumpulkan data responden, Multidimensional scale of perceived social support (MSPSS) untuk mengumpulkan dukungan sosial dari keluarga, teman, dan orang lain, dan juga kuesioner kepatuhan Pengobatan Perilaku untuk mengumpulkan data kepatuhan minum obat. Hasil : Menurut analisis  Uji Spearmean Rank, hasilnya menunjukkan bahwa ada korelasi yang signifikan antara dukungan sosial dan kepatuhan pengobatan di antara pasien skizofrenia rawat jalan yang mengunjungi poliklinik di Rumah Sakit Jiwa Aceh (p < 0,05). Kesimpulan : Dukungan sosial merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kepatuhan pengobatan di pasien skizofrenia rawat jalan. Semakin tinggi dukungan sosial yang diberikan kepada pasien rawat jalan skizofrenia, semakin tinggi kepatuhan pengobatan yang mereka miliki.
Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) Pada Remaja Putri di SMK Kesehatan di Yogyakarta Hidayah, Mudita Sri; Amin, Alifah Choirul
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 19 No. 3 (2024)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v19i3.1151

Abstract

Latar Belakang : Kanker payudara adalah tumor ganas yang menyerang jaringan payudara. Kanker payudara menempati urutan pertama yang terjadi pada perempuan, baik di Indonesia maupun di dunia. Di Indonesia, problem kanker payudara menjadi lebih besar lagi karena lebih dari 70% penderita kanker ini datang ke dokter pada stadium lebih besar. Menurut data dari Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2015, penderita kanker payudara terbanyak berasal dari kalangan usia 15-24 tahun. Saat ini, terjadi pergeseran usia pada kejadian kanker payudara, dari usia 35 tahun ke atas ke usia yang lebih muda. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti, 8 orang siswi tahu tentang SADARI, 3 orang sudah pernah melakukan SADARI dan 5 orang sudah pernah mendapatkan penyuluhan tentang SADARI. Penelitian ini diakukan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan perilaku pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada remaja putri di SMK Kesehatan Sadewa tahun 2023. Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan teknik total sampling dengan jumlah 73 responden. Analisis yang digunakan yaitu analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan Uji Chi-Square. Hasil : Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan perilaku SADARI yang dibuktikan dengan nilai Chi-Square (0,026 < 0,05). Terdapat hubungan signifikan antara sikap dengan perilaku SADARI yang dibuktikan dengan nilai dari Chi-Square (0,000 < 0,05). Kesimpulan : Berdasarkan penelitian yang dilakukan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap dengan perilaku pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada remaja putri di SMK Kesehatan Sadewa tahun 2023. 
Faktor Risiko Kejadian Diare Pada Balita di Puskesmas Kota Sigli Meutuah, Sarah; Siregar, Santy Deasy; Wau, Herbert
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 19 No. 3 (2024)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v19i3.1180

Abstract

Latar Belakang: Diare adalah kondisi buang air besar tidak normal yang rentan dialami bayi usia 29 hari–11 bulan dan anak <5 tahun sehingga disebut sebagai penyebab kedua kematian balita dengan 443.832 kematian setiap tahun. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui fakto risiko yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita di Puskesmas Kota Sigli. Metode: Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan jumlah responden 96 ibu balita yang diambil secara purposive sampling. Pengambilan keputusan menggunakan uji chi-square (?=0,05) dan dilanjutkan dengan uji regresi logistik. Hasil: Terdapat 32 balita menderita diare(33,3%). Mayoritas responden adalah lulusan sma, berumur 25-34 tahun dan tidak bekerja. Faktor lingkungan; 92,7% menggunakan PDAM, 96,9% jamban sehat dan 91,7% lantai rumah berkondisi baik. Faktor perilaku; sayangnya 63.5% belum mencuci tangan dengan baik dan 57,3% belum mengolah makanan dan minuman dengan sempurna. Status gizi; 95,8% balita sudah tergolong berat badan normal serta pengetahuan ibu tentang diare 52.1% belum baik. Analisis bivariat menunjukkan hubungan antara kebiasaan cuci tangan pakai sabun (p=0,020), kebiasaan mengolah makanan dan minuman (p=0,024) dan pengetahuan ibu (p=0,036). Namun tidak terdapat hubungan antara tingkat pendidikan (p=0.254), pekerjaan ibu (p=0,928), umur ibu (p=0,435, sumber air bersih (p=0,488), kondisi jamban (p= 1,000), kondisi lantai rumah (p=0,896) dan status gizi (p=0,320). Kesimpulan: Faktor perilaku khususnya kebiasaan mencuci tangan dengan sabun adalah faktor dominan penyebab diare di Puskesmas Kota Sigli.
Persepsi Penyakit Dengan Tingkat Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Rejosari Rahmedani Putri, Shindi; Guna, Stephanie Dwi; Nopriadi, Nopriadi
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 19 No. 3 (2024)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v19i3.1199

Abstract

Latar Belakang: Pasien hipertensi diharuskan untuk mengonsumsi obat hipertensi jika perubahan gaya hidup selama periode 6 bulan tidak berhasil menurunkan tekanan darah dalam batas normal. Kepatuhan terhadap pengobatan sering kali diabaikan oleh pasien, yang berkaitan dengan persepsi mereka terhadap penyakit dan dapat berdampak negatif pada proses pengobatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan hubungan antara persepsi penyakit dan kepatuhan terhadap pengobatan pada pasien hipertensi di Puskesmas Rejosari, Pekanbaru. Metode: Penelitian ini menggunakan desain korelasional deskriptif dengan pendekatan potong lintang yang bertujuan untuk menentukan hubungan antara persepsi penyakit dan kepatuhan terhadap pengobatan. Sampel terdiri dari 98 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, dengan kriteria inklusi pasien yang didiagnosis dengan hipertensi grade 1 atau lebih tinggi selama lebih dari 3 bulan. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi-square. Hasil: Penelitian menemukan bahwa lebih dari setengah pasien hipertensi berusia 40-59 tahun, dengan 55 responden, mayoritas berjenis kelamin perempuan, dengan 63 responden, dan 37 responden berasal dari etnis Minangkabau, dengan tingkat pendidikan tertinggi adalah SMA untuk 45 responden. Lebih dari setengahnya, yaitu 52 responden, tidak bekerja, dan mayoritas, yaitu 64 responden, telah didiagnosis dengan hipertensi selama kurang dari 5 tahun. Kelompok terbesar, yaitu 41 responden, memiliki hipertensi grade II. Sebanyak 54 responden memiliki persepsi positif, dan 47 responden memiliki tingkat kepatuhan terhadap pengobatan yang sedang. Analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara persepsi penyakit dan kepatuhan terhadap pengobatan pada pasien hipertensi dengan nilai p sebesar 0.004 (0.004 < 0.05). Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara persepsi penyakit dan kepatuhan terhadap pengobatan pada pasien hipertensi.
Literasi Kesehatan dengan Pemantauan Glukosa Darah Mandiri Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Adhania, Fiona; Hasneli N, Yesi; Damanik, Siti Rahmalia Hairani
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 19 No. 3 (2024)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v19i3.1209

Abstract

Latar Belakang: Literasi kesehatan adalah kemampuan seseorang untuk mengakses, memahami, dan menggunakan informasi kesehatan untuk mengambil keputusan yang tepat. Pada pasien DM tipe 2, literasi kesehatan membantu dalam praktik pemantauan glukosa darah mandiri (SMBG), yang memungkinkan pasien untuk memantau kadar glukosa dan menyesuaikan perawatan mereka sesuai kebutuhan. Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien diabetes melitus tipe 2 yang berkunjung ke poli penyakit dalam RSUD Arifin Achmad, Provinsi Riau. Dengan menggunakan teknik consecutive sampling, terpilih 111 responden. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner literasi kesehatan dan SMBG-Q (Self-Monitoring Blood Glucose Questionnaire). Data dianalisis dengan menggunakan uji Chi-square. Hasil: Berdasarkan 111 responden, mayoritas responden memiliki literasi kesehatan yang tinggi yaitu 69 orang (62,2%), dan responden dengan literasi rendah sebanyak 42 orang (37,8%). Mayoritas responden memiliki SMBG yang baik yaitu 79 orang (71,2%), dan memiliki SMBG yang kurang baik yaitu 32 orang (28,8%). Terdapat hubungan yang signifikan antara literasi kesehatan dengan self monitoring glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 dengan nilai p-value (0,000) < alpha (0,05). Kesimpulan: Literasi kesehatan yang memadai akan meningkatkan kemampuan pasien dalam menerima informasi terkait perawatan DM, sehingga menghasilkan pemahaman yang baik. Pemahaman yang baik akan menghasilkan SMBG yang baik. Penelitian ini dapat menjadi dasar bagi perawat untuk menilai tingkat literasi kesehatan pasien sebelum menentukan rencana intervensi keperawatan.
Korelasi Pengetahuan, Sikap, dan Motivasi terhadap Perilaku Pengelolaan Sampah Berbasis Sekolah di Yogyakarta Wijayanti, Nor; Amyati, Amyati
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 19 No. 3 (2024)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v19i3.1208

Abstract

Latar Belakang: SMA Muhammadiyah 4 merupakan salah satu sekolah yang berada di kota Yogyakarta. Setiap hari terlihat pemandangan siswa yang suka membuang sampah tidak pada tempatnya. Hal ini mengganggu kebersihan lingkungan di sekolah. Kondisi ini seakan tidak menjadi masalah bagi warga sekolah, khususnya siswa. Hal ini terjadi karena belum optimalnya pengelolaan sampah di SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap dan motivasi siswa dengan perilaku pengelolaan sampah berbasis sekolah di SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta.Metode: Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari hingga Juni 2024 di SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah 55 siswi kelas XI IPS. Analisis kuantitatif menggunakan uji chi square.Hasil: Berdasarkan uji Chi-Square diperoleh korelasi antara pengetahuan dengan perilaku pengelolaan sampah (? value = 0,372 > 0,05). Hubungan antara sikap dengan perilaku pengelolaan sampah diperoleh (? value = 0,001 < 0,05). Hubungan antara motivasi dengan perilaku pengelolaan sampah diperoleh (? value = 0,000 < 0,05).Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku siswa dalam pengelolaan sampah berbasis sekolah di SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta, namun ada hubungan antara sikap dan motivasi dengan perilaku siswa dalam pengelolaan sampah berbasis sekolah di SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta.

Page 1 of 1 | Total Record : 10