Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat
Jurnal Surya Medika adalah jurnal yang diterbitkan oleh STIKes Surya Global Yogyakarta. Jurnal ini Fokus pada Ilmu Kesehatan yang meliputi: Ilmu keperawatan, kesehatan masyarakat, farmasi dan yang sebidang dengan kesehatan. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Januari dan Juli.
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 20 No. 1 (2025)"
:
10 Documents
clear
Penerapan Terapi Spiritual Terhadap Kontrol Diri Untuk Mencegah Kekambuhan Pasien Penyalahgunaan NAPZA
Putri, Alyfia Sofyan;
Fahrizal, Yanuar;
Triyana, Triyana
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 20 No. 1 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32504/sm.v20i1.1122
Latar Belakang: NAPZA merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif yang mengandung zat berbahaya. Laju penyalahgunaan NAPZA saat ini tidak hanya terjadi di kota-kota besar saja, namun sudah merambah ke seluruh Indonesia. Salah satu intervensi keperawatan yang dapat dilakukan pada penderita penyalahgunaan NAPZA adalah terapi spiritual berupa dzikir dan juga doa dhuha. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas penerapan terapi spiritual terhadap kontrol diri pada pasien penyalahgunaan NAPZA. Metode: Metode penelitian ini menggunakan laporan kasus dengan pre-post eksperimental kepada salah satu responden laki-laki penyalahgunaan NAPZA yang sedang menjalani rehabilitasi di RS Soerojo Magelang. Penelitian dilaksanakan di ruang Baladewa RS Soerojo Magelang pada tanggal 3 Mei – 18 Mei 2024. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perubahan hasil skor AWARE menurun dari 68% (tanda kekambuhan sedang) menjadi 31% (tanda kekambuhan rendah). Kesimpulan: Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat perubahan kontrol diri melalui penerapan terapi spiritual pada pasien penyalahgunaan NAPZA.
Literature Review : Efektivitas Gaya Transformasional Dalam Manajemen Keperawatan
Octaviani, Tiara;
Nurrahman, Annisa Indah;
Safanah, Ashila Nur;
Mulyana, Egi Andrian;
Nadhira, Raisa
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 20 No. 1 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32504/sm.v20i1.1216
Latar Belakang: Studi Kepemimpinan transformasional transformasional telah diakui sebagai gaya kepemimpinan yang efektif di berbagai bidang, termasuk manajemen keperawatan. Gaya ini, yang menekankan pada inspirasi, perhatian individu, dan penghargaan terhadap perawat, memiliki potensi untuk meningkatkan motivasi kinerja, dan kepuasan kerja. Akan tetapi, penelitian mengenai dampak gaya kepemimpinan transformasional transformasional terhadap hasil-hasil penting seperti kinerja perawat, kepuasan kerja kepuasan kerja, budaya organisasi, dan kepuasan pasien masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan gaya kepemimpinan transformasional dalam manajemen keperawatan.Metode: Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews dan Meta-Analisis (PRISMA). Pencarian literatur dilakukan di Google Scholar dan basis data PubMed untuk publikasi dalam 5 tahun terakhir (2019-2024). Kata kunci yang digunakan adalah kombinasi dari "(gaya kepemimpinan), (keperawatan) dan (transformasional)”. Kriteria inklusi meliputi jurnal dalam bahasa Inggris dan Indonesia dengan akses terbuka (free full text) yang meneliti dampak gaya kepemimpinan transformasional pada hasil yang ditentukan. Data dari penelitian yang memenuhi syarat akan diekstraksi dan dianalisis secara sistematis untuk mengidentifikasi pola, tren, dan kesimpulan yang muncul. Hasil: Sebelas artikel yang digunakan dalam tinjauan literatur ini, semua artikel menunjukkan hubungan yang signifikan atau pengaruh pada kepemimpinan transformasional transformasional dalam manajemen keperawatan.Kesimpulan: Gaya kepemimpinan transformasional adalah pendekatan yang pendekatan yang efektif dalam manajemen keperawatan.
Mekanisme Koping Dengan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik di Ruang Hemodialisa
Mahmudah, Ani Mashunatul;
Jannah, Ni’matul;
Setyaningrum, Niken
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 20 No. 1 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32504/sm.v20i1.1237
Latar Belakang: Penyakit gagal ginjal kronik merupakan suatu gejala klinis yang disebabkan oleh gangguan fungsi ginjal kronik. Hemodialisis adalah salah satu pengobatan efektif untuk penyakit gagal ginjal kronis. Menjalani masa hemodialisis dapat menimbulkan rasa cemas. Mekanisme Koping pasien dapat dijadikan pedoman untuk mengontrol emosi dan kecemasan akibat hemodialisa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Mekanisme Koping dengan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Di Ruang Hemodialisa RSUD Panembahan Senopati Bantul. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel pada penelitian ini dengan metode Purposive sampling sebanyak 60 responden. Instrument penelitian ini menggunakan 2 kuesioner yaitu mekanisme koping dan tingkat kecemasan. Teknik Analisa menggunakan Uji Kendall Tau. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan antara mekanisme koping dengan tingkat kecemasan pasien gagal ginjal kronik di ruang hemodialisa RSUD Panembahan Senopati Bantul dengan keeratan korelasi kuat, nilai p (0,000)<0,05 dan r=-625. Kesimpulan: Penelitian ini bermakna semakin adaptif mekanisme koping maka semakin ringan tingkat kecemasan.
Pengaruh Tuberkulosis terhadap Kejadian Stunting pada Balita di Asia: Systematic Literature Review
Ariesta, Haura Inas;
Nurhaliza, Putri;
Putri, Ineuke Rizky;
Ardani, Ilyasa Divanri Wisa;
Herbawani, Chahya Kharin
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 20 No. 1 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32504/sm.v20i1.1130
Latar Belakang: Asia menduduki peringkat pertama dalam kejadian stunting, dengan total 52% atau 76,6 juta anak di bawah lima tahun mengalami stunting. Salah satu faktor risiko stunting adalah riwayat penyakit infeksi. Tuberkulosis sebagai penyakit menular masih menjadi masalah kesehatan di Asia Tenggara hingga saat ini, dengan jumlah kasus sebesar 46%. Tuberkulosis memiliki gejala penurunan berat badan, yang jika terjadi dalam jangka waktu lama dan tidak segera ditangani dapat mempengaruhi status gizi bahkan berkembang menjadi stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tuberkulosis terhadap kejadian stunting pada balita di Asia. Metode: Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah metode Systematic Literature Review dengan pedoman PRISMA (Preferred Reporting Item for Systematic Review and Meta-Analysis) dengan menggunakan 3 database, yaitu Google Scholar, Pubmed, dan Mendeley. Penelitian ini berfokus pada artikel-artikel dari tahun 2019-2024 yang dapat diakses secara terbuka. Kriteria inklusi dari Systematic Literature Review ini adalah artikel yang membahas tentang tuberkulosis sebagai penyebab stunting pada anak di Asia. Hasil: Dari 18.168 artikel yang diidentifikasi, 181 artikel memenuhi kriteria inklusi, dan 9 artikel dianalisis secara mendalam, dan menemukan bahwa tuberkulosis secara signifikan dapat menurunkan nafsu makan, yang menyebabkan asupan nutrisi yang tidak memadai, malabsorpsi, dan peradangan sistemik, yang semuanya berkontribusi terhadap stunting. Kesimpulan: Anak-anak yang terpapar TBC lebih rentan mengalami stunting karena penurunan nafsu makan, peradangan sistemik, dan efek samping jangka panjang. Meskipun beberapa penelitian tidak menemukan hubungan yang signifikan, faktor-faktor seperti rendahnya prevalensi TBC dan cakupan imunisasi yang tinggi dapat mempengaruhi hasilnya.
Korelasi Pengetahuan Orangtua Tentang ISPA Dengan Status Gizi Balita di Puskesmas X Banyumas
Wirakhmi, Ikit Netra;
Hartanto, Yuli Dwi
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 20 No. 1 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32504/sm.v20i1.1239
Latar Belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan masalah kesehatan utama secara global, terutama pada anak balita, dengan hampir 7 juta kematian setiap tahunnya. Di Indonesia, ISPA masih menjadi penyakit yang umum terjadi sebagaimana dilaporkan dalam Survei Kesehatan Nasional tahun 2018. Pengetahuan ibu berperan penting dalam pencegahan dan penanganan ISPA. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan ibu tentang ISPA dengan status gizi anak balita di Puskesmas X Banyumas. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 65 anak yang menderita ISPA beserta orang tuanya, menggunakan teknik total sampling. Pengetahuan ibu diukur menggunakan kuesioner terstandarisasi yang terdiri dari 30 pertanyaan (Cronbach's Alpha = 0,807), sedangkan status gizi dikategorikan berdasarkan indeks berat badan menurut umur. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi kontingensi Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 58,5% ibu memiliki tingkat pengetahuan sedang, sementara 47,7% anak memiliki status gizi normal dan 33,8% mengalami gizi kurang. Tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan status gizi anak (p > 0,05), meskipun terdapat korelasi sedang (r = 0,4). Kesimpulan: Pengetahuan ibu tentang ISPA saja tidak berpengaruh secara signifikan terhadap status gizi anak. Diperlukan intervensi holistik yang mencakup asupan gizi, pola asuh, dan akses layanan kesehatan untuk meningkatkan status kesehatan anak.
Literature Review: Pengaruh Rebusan Daun Sirih Merah Untuk Mengatasi Diabetes Melitus
Saputri;
Riamah, Riamah
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 20 No. 1 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32504/sm.v20i1.1241
Latar Belakang: Menurut data WHO pada tahun 2022, sekitar 422 juta orang di dunia menderita diabetes melitus. Berdasarkan data yang dipublikasikan oleh World Health Organization (WHO), diabetes akan menjadi salah satu dari 10 besar penyebab kematian di seluruh dunia pada tahun 2022. Federasi Diabetes Internasional (IDF, 2021) menyatakan bahwa Indonesia berada di peringkat ketujuh di dunia setelah Cina, India, dan Amerika. Amerika Serikat, Pakistan, Brasil, dan Meksiko, terdapat sekitar 10,7 juta pasien diabetes yang berusia antara 20 hingga 79 tahun. Tujuan dari tinjauan literatur ini adalah untuk mengetahui efek daun sirih merah yang direbus untuk mengobati diabetes melitus. Salah satu terapi non-farmakologis untuk mengobati diabetes melitus adalah daun sirih merah. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur. Pencarian jurnal menggunakan database Google Scholar yang digunakan dari tahun 2013-2023. Dengan kata kunci yang digunakan dalam tinjauan literatur ini adalah Diabetes Melitus, Daun Sirih Merah, Gula Darah. Hasil: Mengkonsumsi daun sirih merah bermanfaat untuk menurunkan kadar gula darah. Daun sirih merah diberikan selama 7 hari, dengan dosis kurang lebih 1-2 gelas air rebusan daun sirih merah per hari. Kadar gula darah diukur sebelum dan sesudah pemberian untuk mengevaluasi efektivitas daun sirih merah dalam menurunkan gula darah. Kesimpulan: Dari studi literatur review pengaruh daun sirih merah terhadap kadar gula darah pada pasien diabetes melitus dapat ditarik kesimpulan bahwa mengkonsumsi daun sirih merah bermanfaat untuk menurunkan kadar gula darah.
Faktor-Faktor Penentu Tingkat Stres Ibu dalam Menghadapi Penyimpangan Perilaku Seksual Remaja
Ardiyanti, Sahda Eka;
Asri, Yuni;
Priasmoro, Dian Pitaloka
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 20 No. 1 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32504/sm.v20i1.1242
Latar Belakang: Stres yang dialami oleh ibu sering kali menjadi tantangan signifikan dalam mengelola perilaku remaja, terutama yang berkaitan dengan penyimpangan seksual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat stres ibu dalam menghadapi penyimpangan perilaku seksual remaja. Metode: Desain dalam penelitian ini adalah cross sectional. Penelitian ini dilakukan di RW 04 Desa Urek-urek Kabupaten Malang, dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling dengan jumlah 139 responden. Instrumen pengukuran dalam penelitian ini menggunakan kuesioner, DASS-21 digunakan untuk menilai stres pada ibu dan diuji menggunakan chi-square. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara usia, tingkat pendidikan dan status kesehatan dengan tingkat stres ibu dalam menghadapi penyimpangan perilaku seksual remaja, dengan menunjukkan hasil korelasi signifikan (p < 0,05). Kesimpulan: Temuan ini mengindikasikan pentingnya perhatian terhadap faktor usia, pendidikan, dan kesehatan dalam mendukung ibu mengelola stres mereka. Program intervensi yang mempertimbangkan faktor-faktor ini diharapkan dapat membantu ibu dalam menghadapi tantangan yang terkait dengan perilaku seksual remaja, serta meningkatkan kesejahteraan ibu secara keseluruhan.
Terapi Bola Karet Meningkatkan Mobilisasi Fisik Pada Pasien Stroke Non Hemoragik
Andayani, Sri;
Cindi N, Enggar
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 20 No. 1 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32504/sm.v20i1.1211
Latar Belakang: Stroke Non Hemoragik terjadi karena adanya penurunan fungsi otak yang disebabkan oleh terganggunya suplai darah ke bagian otak yang tidak lancar bahkan terhambat akibat adanya penyumbatan atau penyempitan pembuluh darah. Penyumbatan pembuluh darah pada stroke dapat menyebabkan penurunan fungsi motorik yang dapat mengakibatkan seseorang mengalami gangguan mobilitas fisik sehingga mengakibatkan kelemahan pada ekstremitas dan penurunan kekuatan otot. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penerapan Terapi Range of Motion (ROM) dengan Latihan Bola Karet pada Pasien Stroke Non Hemoragik dengan Masalah Keperawatan Gangguan Mobilitas Fisik. Metode: Penulisan Ilmiah dengan desain studi kasus menggunakan pendekatan proses keperawatan. teknik persiapan deskriptif. Sampel yang digunakan dalam karya ilmiah ini adalah pasien stroke non hemoragik yang mengalami masalah keperawatan dengan gangguan mobilitas fisik. Hasil: Hasil pengkajian menunjukkan pasien mengeluhkan kelemahan pada tangan kanan dan kaki kanan. Tindakan keperawatan dilakukan untuk meningkatkan kekuatan otot dengan memberikan (Range Of Motion) ROM dengan bola karet. Setelah diberikan selama 5 hari diperoleh hasil bahwa kekuatan otot meningkat dari 3 menjadi 4 pada tangan kanan, sedangkan pada tungkai kanan dari 2 menjadi 3. Pasien dengan gangguan mobilitas fisik akan memberikan gambaran pada pasien stroke non hemoragik agar dapat meningkatkan kekuatan ototnya. dapat menerapkan ROM (Range of Motion) dengan memegang bola karet secara mandiri untuk meningkatkan kekuatan otot. Kesimpulan: Terapi Range of Motion (ROM) dengan Latihan Bola Karet efektif mengatasi masalah keperawatan gangguan mobilitas fisik pada pasien stroke non hemoragik.
Tren, Tantangan, dan Solusi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit di Jakarta
Savina Talitha Jasmine;
Matondang, Tria Syafira;
Pratama, M. Rihan;
Hajijah, Sri
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 20 No. 1 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32504/sm.v20i1.1227
Latar Belakang : Penerapan SIMRS memungkinkan rumah sakit untuk membuat laporan yang lebih akurat dan tepat waktu berdasarkan data terkini dan akurat, sehingga mempercepat proses layanan kesehatan. Menganalisis sistem informasi merupakan tugas penting yang memerlukan penilaian. Mengetahui kondisi aktual penerapan sistem informasi merupakan tujuan penilaian sistem informasi. Tujuan penilaian ini adalah untuk mengevaluasi tren penerapan SIMRS di kota Jakarta dan menentukan kemungkinan masalah yang mungkin dihadapi pengguna serta memberikan solusi yang memungkinkan. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Tinjauan Literatur Sistematis (SLR). Pencarian dan pengumpulan jurnal dilakukan pada 22-27 November 2024. SLR dilakukan dengan cara meneliti sejumlah sumber yang dipilih sesuai dengan Research Question (RQ) dari pertanyaan yang dirumuskan, serta dengan menggunakan kriteria prosedur inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Hasil : Wilayah Jakarta terdapat 567 rumah sakit yang telah memiliki dan menerapkan SIMRS, dengan total 294 rumah sakit. Terdapat 198 rumah sakit yang telah menjalankan SIMRS dengan baik dan 75 rumah sakit yang belum memiliki SIMRS. Masih banyak permasalahan dalam penerapan SIMRS di Jakarta yang dialami oleh banyak rumah sakit. Kendala tersebut tidak hanya mengurangi efisiensi kerja tetapi juga berpotensi mempengaruhi kualitas pelayanan yang diberikan kepada pasien. Kesimpulan : Masih ada beberapa rumah sakit yang masih belum menggunakan SIMRS, dan juga ada beberapa rumah sakit yang mengalami kendala dalam penggunaan SIMRS khususnya di Jakarta. Kendala tersebut dapat berupa sistem yang terlalu rumit dan fitur yang terlalu banyak sehingga dapat menghambat kelancaran kerja, pengorganisasian unit kerja SIMRS yang belum dilengkapi dengan instruksi kerja dan SOP, kurangnya dukungan perangkat yang memadai dalam menjalankan SIMRS berbasis website seperti jaringan internet, dukungan perangkat keras, perangkat lunak dan jaringan.
Ketepatan Pengodean Lanjutan Diagnosis Pasien Rawat Jalan di RSIJ Cempaka Putih
Ulhamdiati, Ulhamdiati;
Iqbal, Muhammad Fuad
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 20 No. 1 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32504/sm.v20i1.1159
Latar Belakang : Sejak diterapkannya Sistem Jaminan Sosial Nasional pada tahun 2004 yang dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), Program Jaminan Kesehatan Nasional bertujuan untuk menyediakan layanan kesehatan yang berkualitas dan dapat diakses oleh seluruh masyarakat Indonesia.. Metode : Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih pada bulan Juni 2024 dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif untuk mengevaluasi ketepatan pengkodean sekunder pada pasien rawat jalan. Penelitian difokuskan pada rekam medis pasien periode Juli hingga September 2023 dengan total 54.628 kasus, dan 368 kasus diambil sebagai sampel acak. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dan wawancara untuk memastikan ketepatan kode sekunder serta mengidentifikasi faktor-faktor penyebab ketidaktepatan. Analisis data menggunakan statistik deskriptif untuk menggambarkan distribusi frekuensi, dengan data sekunder yang diverifikasi melalui aplikasi RSIJ Cempaka Putih dan dikelola dalam format Excel. Hasil : Dari 368 sampel yang dianalisis, sebanyak 196 sampel (53,26%) memiliki kode yang tepat, sedangkan 172 sampel (46,74%) memiliki kode yang tidak tepat. Ketidaktepatan ditemukan pada kode Z09.4 (Pemeriksaan lanjutan setelah pengobatan fraktur tulang), Z09.8 (Pemeriksaan lanjutan setelah pengobatan lain untuk kondisi lain), Z35.8 (Kehamilan risiko tinggi), Z48.8 (Perawatan lanjutan pasca operasi), Z09.3 (Pemeriksaan lanjutan setelah psikoterapi), dan Z49.1 (Dialisis ekstrakorporeal). Kesimpulan : Perbaikan terhadap ketidaktepatan pengkodean pada pasien rawat jalan di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih sangat penting untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan, efisiensi administrasi, dan integritas keuangan. Penanganan permasalahan ini akan membantu dalam perencanaan layanan kesehatan dan peningkatan mutu pelayanan kepada pasien dalam sistem kesehatan Indonesia yang terus berkembang.