cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jitkwh@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan
ISSN : 20868510     EISSN : 26555875     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (JITK) merupakan wadah atau sarana yang menerbitkan tulisan ilmiah hasil-hasil penenlitian maupun non hasil penelitian dibidang ilmu dan teknologi yang belum pernah diterbitkan atau sedang dalam proses penerbitan di jurnal-jurnal ilmiah lain. Redaksi berhak merubah tulisan tanpa mengubah maksud atau subtansi dari naskah yang dikirimkan. Naskah yang belum layak diterbitkan dalam Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan, tidak dikembalikan kepada pengirimnya, kecuali atas permintaan penulis yang bersangkutan.
Articles 158 Documents
Hubungan Antara Paritas dan Umur Ibu Dengan Kejadian Perdarahan Postpartum Di RS Panti Wilasa Dr. Cipto Semarang Yakkum Cabang Semarang SULISTIYANI, CICILIA NINIK
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 8, No 2 (2017)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.22 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v8i2.51

Abstract

     Perdarahan postpartum adalah perdarahan yang terjadi setelah bayi lahir dimana perdarahan tersebut adalah perdarahan yang lebih dari normal yang mana telah menyebabkan perubahan tanda vital (sistolik < 90 mmHg, nadi > 100 per menit, kadar Hb < 8 gr%, muka terlihat pucat) faktor predisposisi terjadinya perdarahan postpartum adalah paritas, umur, gemeli, dan hidramnion.     Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah ?Apakah ada hubungan antara paritas dan umur ibu dengan kejadian perdarahan postpartum di RS Panti Wilasa Dr. Cipto Semarang?Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi responden berdasarkan paritas dan umur ibu, mengetahui distribusi responden yang mengalami kejadian perdarahan postpartum, untuk mengetahui hubungan antara paritas dan umur ibu dengan kejadian perdarahan postpartum.     Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan retrospektif, metode pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh, yaitu semua ibu nifas yang mengalami perdarahan postpartum di RS Panti Wilasa Dr Cipto Semarang selama kurun waktu tahun 2008. Instrumen penelitian menggunakan check list.     Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji statistik hubungan antara paritas dan umur ibu didapatkan X² Hitung sebesar 7,322 yang lebih besar dari X² Tabel dan nilai p value 0,026 yang lebih kecil dari ?, sehingga ada hubungan antara paritas dengan kejadian perdarahan postpartum. Sedangkan pada uji statistik pada hubungan umur ibu dengan kejadian perdarahan postpartum diperoleh X² Hitung 0,000 yang lebih kecil dari X² Tabel dan nilai p value 1,000 yang lebih besar dari ?, sehingga artinya tidak ada hubungan antara umur ibu dengan kejadian perdarahan postpartum.Kata kunci : Perdarahan postpartum, paritas, umur Relation Among Parity and Mother Ages With Postpartum Hemorrhages  Occurrences In Panti Wilasa Hospital Dr. Cipto Semarang Yakkum Semarang BranchPostpartum Hemorrhages is hemorrhages that happened after baby born where the Hemorrhages which is more than normal which have caused change of vital sign (sistolic < 90 mmHg, artery > 100 per minute. rate of Hb < 8gr%, face seen to turn pale) predisposition factor the happening of postpartum hemorrhages is parity, age, gemeli, and hidramnion     The internal issue formula of this research is " Is there any relation among mother age and parity with postpartum hemorrhages  occurrences in Panti Wilasa Hospital  Dr. Cipto Semarang.     This research is aim to know responder distribution pursuant to mother age and parity, knowing natural responder distribution of postpartum hemorrhages  occurrences, to know relation among mother age and parity with postpartum hemorrhages  occurrences.     This is quantitative research with retrospective approach, sample intake method that using saturated sampling, that is all natural parturition mother which have experience postpartum hemorrhages occurrences Panti Wilasa Hospital Dr Cipto Semarang during 2008. Check list is using on this research instrument.     This research result indicate that statistical test of relation among mother age and parity got by X2 Count equal to 7,322 larger ones of X2 Tables and p value  0,026 which smaller than ?, so that there is relation among parity with postpartum hemorrhages  occurrences. While at statistical test at relation of old age mother with postpartum hemorrhages  occurrences is obtained by X2 Count 0,000 which smaller than X2 Tables and p value 1,000 larger ones of ?, so that its meaning there is no relation among mother age with postpartum hemorrhages  occurrences.Keyword: Postpartumhemorrhages, parity, age.
UPAYA-UPAYA PENUNDAAN KEHAMILAN DAN KELAHIRAN ANAK MASA KULIAH PADA MAHASISWA REGULER BIDANG KESEHATAN DI UNIVERSITAS DIPONEGORO Ufthoni, Ghodiq
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 1, No 1 (2010)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.808 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v1i1.19

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan upaya-upaya penundaan kehamilan dan kelahiran anak masa kuliah pada mahasiswa reguler bidang kesehatan Universitas Diponegoro. Desain penelitian yang digunakan yaitu explanatory research dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa reguler bidang kesehatan. Sampel diambil secara purposif sampling ialah semua mahasiswa yang sudah menikah. Uji statistik yang digunakan yaitu chi square. Hasil uji hipotesis dengan menggunakan uji chi squre dengan taraf signifikansi 95% diperoleh kesimpulan terdapat hubungan upaya penundaan kehamilan metode KB sederhana dengan kelahiran anak masa kuliah (p value: 0,035). terdapat hubungan upaya penundaan kehamilan metode KB modern alat kontrasepsi dengan kelahiran anak masa kuliah (p value :0,028), tidak terdapat hubungan upaya penundaan kehamilan metode KB tradisional dengan kelahiran anak masa kuliah (p value :0,155). Berdasarkan hasil penelitian disarankan bagi BKKBN untuk memperhatikan kenyataan bahwa di masyarakat (mahasiswa) terdapat upaya penundaan kehamilan metode KB tradisional yang belum terbukti kebenarannya secara ilmiah, hal tersebut belum tentu efektif atau bahkan membahayakan bagi pemakainya. Kata kunci    : metode KB sederhana, metode KB modern alat kontrasepsi, metode KB tradisional, kelahirananak masa kuliah.
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU RUMAH TANGGA TENTANG HIV/ AIDS DAN SIKAP IBU RUMAH TANGGA TERHADAP PENDERITA HIV/ AIDS DI DESA X KECAMATAN TOROH KABUPATEN GROBOGAN Cahyaningsih, O.; Wulandari, E.
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 4, No 1 (2013)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.332 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v4i1.83

Abstract

Human Immunodeficiency Virus Acquired Immuno Deficiency SyHIV/ AIDS juga merupakan salah satu pandemik pada masyarakat modern, karena hampir dari 40 juta jiwa manusia di dunia hidup dengan HIV/ AIDS. Hal itu dapat menjadi ancaman bagi kemajuan negara, terutama bagi negara-negara berkembang. HIV adalah sejenis virus yang menyerang system kekebalan tubuh dan menyebabkan penurunan daya tahan tubuh. AIDS atau Acquired Imunodeficiency Syndrome merupakan kumpulan gejala penyakit akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh oleh virus yang disebut HIV.Sample penelitian ini adalah ibu rumah tangga di desa X yang berjumlah 100 orang dengan menggunakan teknik stratified random sampling. Hasil dari penelitian ini adalah sebagian besar responden mempunyai pengetahuan cukup tentang HIV/AIDS dan sebagian besar responden mempunyai sikap positif. Tingkat pendidikan seseorang akan berpengaruh dalam memberikan respon terhadap sesuatu yang datang dari luar Semakin banyak informasi yang masuk semakin banyak pengetahuan yang didapatsehingga akan berpengaruh terhadap sikap yang dimiliki.
BERMAIN PERAN PERAWAT KECIL TERHADAP PERKEMBANGAN BAHASA PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN DI TK PGRI 04/89 KELURAHAN NGALIYAN SEMARANG BARAT Retnaningsih, Dwi; Nur Aini, Dwi; kusuma saputri, Oktafiyani
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.808 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v7i2.12

Abstract

LatarBelakang : Di Indonesia beberapa peneliti mendeteksi beberapa gangguan perkembangan pada anak pada usia prasekolah sebanyak 12,8%-28,5%. Data Profil kesehatan pada tahun 2006 menyebutkan bahwa 0,00192% dari 3.856.409 balita di provinsi Jawa Tengah mengalami gangguan bahasa dan bicara.  Data dari RSUD Kariadi selama tahun 2007 di Poliklinik Tumbuh Kembang Anak di dapatkan 22,9% dari 436 kunjungan baru datang dengan keluhan terlambat bicara, 13 (2,98%) diantaranya didapatkan gangguan perkembangan bahasa. Di TK PGRI 04/89 Ngaliyan Semarang masih banyak anak yang mengalami keterlambatan perkembangan bahasa, seperti sulit memperkenalkan diri serta masih sulit mengartikan kata dan kegiatan. Metode : metode penelitian yang digunakan survey dengan quasyeksperimental, dengan metode One Group Pretest Postest Design. Pengambilan sampel penelitian ini dilakukan dengan teknik total sampling, sehingga didapatkan 24 responden. Pengumpulan data observasi menggunakan uji wilcoxon. Hasil : Perkembangan normal 13 anak (54,2%), sedangkan suspect  ( dicurigai keterlambatan ) sebanyak 9 anak (37,5%), dansebanyak 2 anak (8,3%) memiliki perkembangan untestable (tidak dapat diukur) sebelum dilakukan bermain peran perawat kecil. Perkembangan normal 22 anak (91,7%) dan2 anak (8,3%) memiliki perkembangan suspect (dicurigai keterlambatan) setelah dilakukan bermain peran perawat kecil pada anak uisa 4-5 tahun, didapatkan ada pengaruh bermain peran perawat kecil terhadap perkembangan bahasa pada anak usia 4-5 tahun di TK PGRI 04/89 Kelurahan Ngaliyan semarang dengan nilai p value 0,001 < 0,05. Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian ini, ada pengaruh bermain peran perawat kecil terhadap perkembangan bahasa pada anak usia 4-5 tahun.  Kata Kunci : Perkembangan Bahasa Anak, Bermain Peran Perawat Kecil, Prasekolah.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDIDIKAN, PENGETAHUAN, SIKAP DENGAN PERILAKU IBU BALITA DALAM PENCEGAHAN PENYAKIT DIARE DI PUSKESMAS BANCAK KABUPATEN SEMARANG Wani, Ar; Retnaningsih, Dwi; Huri, Mas
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 3, No 2 (2012)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.058 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v3i2.74

Abstract

Penyakit diare merupakan salah satu penyebab utama kematian balita. Ibu balita mempunyai peranan yang penting dalam pencegahan penyakit diare. Penelitian dengan uji Spearman Rank menunjukkan bahwa nilai r dari pada pendidikan adalah 0,688 dengan nilai p = 0,000, nilai r untuk tingkat pengetahuan adalah 0,365 dengan nilai p = 0,000 , dan  nilai r untuk sikap adalah 0,373 dengan nilai p = 0,000. Ada hubungan yang signifikan dengan arah positif kuat antara tingkat pendidikan dengan perilaku ibu balita. Ada hubungan yang signifikan dengan arah positif lemah antara tingkat pengetahuan dengan perilaku ibu balita Ada hubungan yang signifikan dengan arah positif lemah antara sikap dengan perilaku ibu balita dalam pencegahan penyakit diare. Semakin baik tingkat pendidikan, pengetahuan, sikap ibu balita dalam pencegahan diare, maka akan semakin baik pula perilakunya dalam pencegahan penyakit diare. Kata Kunci pendidikan, pengetahuan, sikap dan perilaku ibu balita
PENGARUH INFRA RED DAN TERAPI LATIHAN TERHADAP PENDERITA ASMA BRONCHIALE Purnomo, Didik; Amin, Akhmad Alfajri; Amanati, Suci
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.155 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v7i1.42

Abstract

Asma Bronchial adalah suatu keadaan dimana saluran napas mengalami penyempitan karena hiperaktivitas terhadap rangsangan tertentu yang menyebabkan peradangan dan peyempitan yang bersifat sementara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan Infra Red dan terapi latihan terhadap penderita asma bronchial di RSP dr. Ario Wirawan Salatiga. Terapi latihan yang diberikan diantaranya breathing exercise dengan jenis purse lips brething, postural drainage, tappotement dan batuk efektif. Terapi yang diberikan kepada responden dilakukan 6 (enam) kali terapi selama 10-20 menit. Jenis penelitian ini adalah penelitian Quasi Eksperiment dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah The One Group Pre and Post Test Design. Sampel sebanyak 8 pasien. Pengumpulan data didapat dari pemeriksaan sesak nafas dengan skala Borg. Hasil penelitian menunjukkan menunjukkan thitung = 3,813 dengan Sig. = 0,007 (<0,05), maka Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini berarti skala sesak nafas sebelum dan sesudah penggunaan Infra Red dan terapi latihan tidak sama, yang artinya penggunaan Infra Red dan terapi latihan memberikan pengaruh terhadap skala sesak nafas. Pengaruh ini berupa kenaikan skala Borg normal dan amat sangat ringan; dan turunnya skala Borg ringan dan sedang. Kata Kunci : Infra Red, terapi latihan, asma bronchiale
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI DENGAN KINERJA BIDAN DESA DALAM PELAKSANAAN PROGRAM PERENCANAAN PERSALINAN DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI (P4K) DENGAN STIKER DI DINAS KESEHATAN KABUPATEN BATANG Yati, Rina
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 3, No 1 (2012)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.071 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v3i1.65

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) di Kabupaten Batang tiga tahun terakhir (2009 ? 2011) terus meningkat, hal ini belum sesuai dengan target MDG?s, dimana penyebab penyebab kasus kematian ibu sebenarnya dapat dicegah sebelumnya. Hal ini didukung dengan  Program P4K, sebagai pelaksana utamanya adalah bidan desa, namun belum semua  bidan desa melaksanakan program P4K sesuai standar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor determinan kinerja bidan desa dalam pelaksanaan program P4K dengan stiker di Kabupaten Batang.Jenis penelitian ini adalah observasional dengan metode survey analitik melalui pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner terstruktur dan lembar observasi. Populasi adalah seluruh bidan desa (191) pengambilan sampel dengan teknik consecutive sampling (130), serta dilakukan cross check  pada 19 kader posyandu dan stiker yang terpasang. Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi, Analisis bivariat menggunakan rank spearman.Hasil penelitian didapatkan sebagian besar motivasi responden kurang (56,2%), dan kinerja (53,%) kurang. Motivasi terutama pada penghargaan.Kinerja terutama pada   operasionalisasi, dan peran bidan. Hasil analisis bivariat menunjukan adanya hubungan signifikan antara  motivasi (p=0,0001) dengan kinerja bidan..           Direkomendasikan pada DKK Kabupaten Batang untuk meningkatkan dana khusus guna pengadaan sarana prasarana berupa ceklist rapat koordinasi tingkat desa, blangko surat pernyataan kesediaan sarana transportasi, kartu ibu, buku KIA, mengikutsertakan bidan desa ke pelatihan program P4K, membuat SOP pelaksanaan program P4K di Kabupaten Batang. Kata Kunci : motivasi, kinerja bidan desa, program KIA, Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K )Stikes Widya Husada Semarang
PENGGUNAAN PERANGKAT TEKNOLOGI INFORMASI PADA PELAYANAN KESEHATAN ANAK DAN REMAJA Rahmawati, Dian
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 2, No 1 (2011)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.448 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v2i1.33

Abstract

Kebutuhan akan penggunaan teknologi informasi menjadi sangat penting dalam bidang kesehatan khususnya keperawatan karena teknologi dapat menciptakan lingkungan yang aman untuk praktik keperawatan dengan mengurangi dampak negative dari risiko dan tanggung jawab pekerjaan yang selama ini menakutkan bagi sebagian besar perawat anak. Bahkan teknologi informasi juga dapat membantu perawat anak dalam merencanakan, melakukan dan mengevaluasi tindakan keperawatan pada anak dan remaja serta keluarga. Berbagai software teknologi informasi berbasis computer telah dirancang untuk memudahkan peran perawat dalam pemberian asuhan keperawatan, edukator dan advokat bagi anak dan remaja. Efisiensi dan efektifitas waktu serta tenaga yang dapat dihemat oleh penggunaan teknologi informasi menjadi sangat bermanfaat bagi perawat anak sehingga dapat lebih berkonsentrasi pada kualitas asuhan yang diberikan. Dan menjadi tantangan tersendiri bagi perawat anak agar selalu mengembangkan kemampuan dan pengetahuan terkait penggunaan teknologi informasi yang terkini sehingga dapat lebih mudah dalam menjalin hubungan atau interaksi dengan klien anak dan remaja serta keluarga yang berbasis teknologi ini dimana dan kapan saja.Kata kunci: teknologi informasi, perawat anak, anak, remaja, asuhan keperawatan
ANALISA FAKTOR RISIKO PEKERJAAN YANG BERPENGARUH TERHADAP KEJADIAN KATARAK PADA MASYARAKAT DI SRAGEN Suparti, Sri; Purwanti, Sri
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 8, No 2 (2017)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.706 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v8i2.56

Abstract

Katarak merupakan kelainan  lensa mata yang keruh di dalam bola mata. Kekeruhan lensa atau katarak akan mengakibatkan sinar terhalang masuk ke dalam mata sehingga penglihatan menjadi menurun. Banyak faktor dikaitkan dengan katarak, yaitu usia sebagai faktor utama, dan faktor lain seperti penyakit diabetes melitus (DM), pajanan kronis terhadap sinar ultraviolet (sinar matahari), konsumsi alkohol, merokok, tingkat pendidikan, dan pekerjaan. Desain penelitian yang digunakan adalah desain cross sectional subyek penelitian diobservasi hanya satu kali saja dan faktor risiko serta dampak diukur menurut keadaan atau status pada saat observasi. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui risiko pekerjaan.Hasil: faktor pekerjaan yang terbukti sebagai faktor risiko terjadinya katarak adalah Satus gizi (p = 0.033; OR adjusted 2.568; 95% CI = 0.962-6851) Umur tua akan berisiko terjadi katarak dengan nilai (p = 0.05 OR adjusted; OR 0.441; 95% CI = 0.962-6851) Kebiasaan merokok (p = 0.001; OR adjusted 5.182 ;95% CI = 1846-14545) Kadar gula darah dalam  tubuh yang lebih dari dua ratus yeng mengalami DM berisiko terjadi katarak dengan nilai (p = 0.000 OR adjusted OR 0.588; 95% CI = 0.740-4.053) Pekerjaan (p = 0.040; OR adjusted OR 5.902 ;95% CI = 0.740-4.053)Simpulan: Umur yang lebih dari empat puluh tahun berisiko 0.441 kali untuk terjadi katarak. Kebiasaan merokok akan berisiko 5.182 kali terjadi katarak. Kadar gula darah yang tinggi lebih dari dua ratus berisiko 0.588 kali terjadi katarak.  Pekerjaan yang terpapar sinar UV secara langsung akan berisiko 5.902 kali terjadi katarak.Kata Kunci: Katarak, Pekerjaan, Faktor Risiko Cataract is an abnormality of eye's lens.Cloudly lens or cataract Will block the ray to the eye so the vision decreases.Many risk factors of cataract these are:Age(the main of risk factor),and other factors are diabetes mellitus(DM),chronic exposure to ultraviolet rays,alchohol,smoking,education,working. Experience design was used cross sectional design and the subject was observed once in experience,risk factor and also the impact measured according to the situations and statues of the observation.this experience did to know the risk factor in work. The result:Risk of work already proven risk to be cataract,statues of nutritions (p:0,033;OR adjusted 2,568;95%,CI:0,962-6851),old age would risk to be cataract with value(p:0,05,OR adjusted;0,441;95%,CI:0,962-6851), habitually of smoking (p:0,001;OR adjusted:5,182;95%CI:1846-14545).glucose in blood more than two hundred of DM risk to be cataract with value p:0,000,OR adjusted 0,588,95%CI:0,740-4,053,working (p:0,040;OR adjusted OR 5,902;95%,CI :0,740-4053).The conclusion:Age more fourty risk 0,441x to be cataract. Habitually of smoking riks 5,182x,glucose in blood more than two hundred risk 0,588x to be cataract,working with UV exposured risk 5,902x to be cataract.Keywords:cataract,working,risk factor.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI KLIEN TENTANG KEMAMPUAN PERAWAT DALAM MELAKSANAKAN KOMUNIKASI TERAPAEUTIK DENGAN KEPUASAN KLIEN DI RUANG UMAR RUMAH SAKIT ROEMANI SEMARANG Budianto, Teguh; supriyanti, Endang
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 1, No 2 (2010)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.592 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v1i2.24

Abstract

Nursing service is an indicator of qualified health service and has a role in determining the level of client satisfaction. Therapeutic communication is an approach method of nursing service by making relation between nurse and client which determining plan of action and cooperation in order to fulfill client need. Because of that, therapeutic communication is hoped to increase professional relation between nurse and client so the client satisfaction can be fulfilled.This research has aim to find out relation between client perception about nurse ability in executing therapeutic communication and client satisfaction in the Umar room of Roemani Hospital, Semarang.Descriptive Correlational is used as the design of this research with cross sectional research. The sample is taken by giving questioner to 50 clients who has been looked after in Umar room of Roemani hospital, Semarang with length of care minimal 2 x 24 hours on January 15 ? 29, 2009. Normality of data is tested with  Kolmogorov smirnov test, whereas the hypothesis test used Pearson product moment correlation test.The client perception about the nurse ability in executing therapeutic is considered average by client as 52% with mean 42,12 and deviation standard 8,45. Whereas; the level of client satisfaction is in average level as 70% with mean 41,94 and deviation standard 5,77. There is a significant relation between client perceptions about nurse ability in executing therapeutic and the client satisfaction in the Umar room of Roemani hospital, SemarangDo hope the nurse has a knowledge and a high willingness in executing therapeutic communication especially in responding to client?s complaint. Keywords : Perception, Therapeutic Communication and Client Satisfaction