cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jitkwh@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan
ISSN : 20868510     EISSN : 26555875     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (JITK) merupakan wadah atau sarana yang menerbitkan tulisan ilmiah hasil-hasil penenlitian maupun non hasil penelitian dibidang ilmu dan teknologi yang belum pernah diterbitkan atau sedang dalam proses penerbitan di jurnal-jurnal ilmiah lain. Redaksi berhak merubah tulisan tanpa mengubah maksud atau subtansi dari naskah yang dikirimkan. Naskah yang belum layak diterbitkan dalam Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan, tidak dikembalikan kepada pengirimnya, kecuali atas permintaan penulis yang bersangkutan.
Articles 158 Documents
Implementation of Midwife Duties In Stand By Village By Kepmenkes No 564/Menkes/Sk/Viii/2006 About Guidelines of Implementation Stand by Village Related to Village Midwife Authority by Kepmenkes No 900/Menkes/SK/VII/2002 About Midwife Registration And Practice: Case Study In Tuntang District Semarang Regency Dwi Erawati, Ambar; Alfiani, Novita
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 1, No 1 (2010)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.344 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v1i1.15

Abstract

Midwives perform services regulated by Kepmenkes No 900/Menkes/SK/VII/2002 about Midwife Registration and Practice in the form of authority. Along with standby village, midwives get additional tasks regulated in Kepmenkes No 564/Menkes/SK/VIII/2006 about Guidelines of Implementation Standby Village. Based on regulation above, formulation of the problem in this research are: 1. Is there any disagreement in the regulation, 2. How the form of legal protection for midwives in the standby village.        This study aims to: 1. Comparing these two regulations, 2. Knowing the implementation of the practices of midwives in standby villages in Tuntang district Semarang Regency. Method used empiric juridical approach to the specific analysis descriptive. Object of this research there are 10 people?s midwives and confirmation with the Chairman of IBI center. Method of collecting data with interviews, observation and literature study.Results of research there are disagreement and the differences between the two regulations. Kepmenkes No 900/Menkes/SK/VII/2002 about Midwife Registration and Practice are rules of Minister of Health regulating the authority of the midwife in providing midwifery services to the mother, child and family planning program. Outside the service aims to save lives. Kepmenkes No 564/Menkes/SK/VIII/2006 about Guidelines of Implementation Standby Village is rules of Minister of Health regulating the task of midwives to provide basic medical services to the community. Midwife in stand by village fulfill all duty which is decanted in Kepmenkes No 564. Midwife in Tuntang District Stand by Village in executing midwife standby village duties is protected by Criminal Low Book (KUH Pidana).  Keywords: authority, duties, regulation, decree, Kepmenkes No 900/Menkes/SK/VII/2002 about Midwife Registration and Practice, Kepmenkes No 564/Menkes/SK/VIII/2006 about Guidelines of Implementation Standby Village
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TRIMESTER I TENTANG ANTENATAL CARE DIPUSKESMAS JEPON KABUPATEN BLORA Kusumastuty, M.; Cahyaningsih, O.; Sanjaya, D. M.
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 4, No 1 (2013)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.026 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v4i1.79

Abstract

Antenatal Care adalah suatu program terencana berupa observasi, edukasi dan penanganan medis pada ibu hamil, untuk memperoleh suatu proses kehamilan dan persalinan yang aman dan memuaskan. Di Kabupaten Blora cakupan K1 dan K4 sudah mencapai target. Tetapi kenyataanya masih ada wilayah Puskesmas di Kabupaten Blora yang cakupan K1 dan K4-nya masih rendah yaitu di Puskesmas Jepon dengan cakupan K1 sebesar 91,2% dan cakupan K4 sebesar 85,1%. Rendahnya cakupan K1 dan K4 menunjukan bahwa frekwensi ANC di Puskesmas Jepon masih rendah. Dan hal ini bisa dipengaruhi beberapa faktor yaitu kurangnya pengetahuan ibu hamil tentang ANC, sikap ibu yang tidak peduli dengan kehamilanya dan belum adanya perilaku sehat pada diri ibu dan keluarga. Rendahnya frekwensi ANC tersebut mengakibatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu kurang tersampaikan dengan maksimal dan ibu hamil dengan resiko tinggi tidak bisa terdeteksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap ibu hamil trimester I tentang ANC.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan tujuan utama untuk membuat gambaran atau deskripsi tentang pengetahuan dan sikap ibu hamil trimester I tentang ANC. Responden yang menjadi subyek penelitian ini adalah ibu hamil trimester I bulan april 2014 di wilayah kerja Puskesmas Jepon Kabupaten Blora dengan populasi dan sampel sebanyak 36 responden.
HUBUNGAN FUNGSI PERENCANAAN OLEH TENAGA PELAKSANA GIZI DENGAN KEBERHASILAN PROGRAM SURVEILANS GIZI PADA BALITA GIZI BURUK DI PUSKESMAS WILAYAH KABUPATEN KENDAL, 2015 zulaika, chusnul
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1132.032 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v8i1.47

Abstract

Pelaksanaan surveilans gizi akan memberikan indikasi perubahan pencapaian indikator kegiatan pembinaan gizi masyarakat. Data kasus balita gizi buruk di Kabupaten Kendal pada tahun 2014 terdapat 30 kasus gizi buruk meningkat dibandingkan pada tahun 2013 yaitu 22 kasus gizi buruk. Supaya kegiatan surveilans gizi yang dilakukan oleh tenaga pelaksana gizi dapat berjalan dengan baik maka harus ada manajemen pelaksana surveilans gizi, manajemen pelaksana surveilans gizi dilakukan secara tim diantaranya dari kepala puskesmas, tenaga pelaksana gizi, bidan desa, kader dan masyarakat setempat. Penelitian ini berupaya untuk mengetahui hubungan fungsi perencanaan dengan keberhasilan surveilans gizi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan kuesioner terstruktur. Populasi penelitian 30 orang, sampel penelitian ini adalah total populasi.  Teknik analisis data dengan analisis univariat dan analisis bivariat dengan cara tabulasi silang sebelum dilakukan uji statistik dilakukan uji normalitas dengan uji sphapiro wilk. Hasil penelitian didapatkan responden berumur 34-20 tahun (33,3%), pendidikan diploma III gizi (80%), dengan lama bekerja ? 8 tahun (54,6%) dan semuanya sudah pernah dilaksanakan sosialisasi surveilans gizi (80%). Perencanaan baik (44,6%), dan surveilans gizi berhasil (34,6%). Hasil  bivariat menunjukan tidak ada hubungan perencanaan (rs =0,85 dan p =0,204), dengan keberhasilan surveilan gizi. Penelitian ini merekomendasikan beberapa saran yaitu bagi TPG meningkatkan pengamalannya dalam pelaksanaan surveilans gizi buruk dan meningkatkan koordinasi, Bagi Dinas Kesehatan agar mengusulkan dan menyediakan sarana dan prasarana dalam pelaksanaan surveilans gizi. Bagi Puskesmas, diharapkan Puskesmas memantau keaktifan kegiatan surveilans gizi yang telah dicapai oleh tenaga pelaksana gizi.Kata kunci   : fungsi Perencanaan; surveilans gizi THE RELATION OF THE FUNCTION OF PLANNING BY THE EXECUTORS OF NUTRITION WITH THE SUCCESSFUL OF NUTRITION SURVEY PROGRAM TO THE MALNUTRITION CHILDREN UNDER THREE YEARS IN PUBLIC HEALTH IN KENDAL REGENCY 2015The survey of nutrition will give the indication of the changing of the indicators achievement in coaching activity of society. The data shows that the malnutrition children in Kendal in 2014 is increase. It is 30 malnutrition case happened in 2014 while there are 22 malnutrition case in 2013. In order to make the survey of nutrition running well, it is important to have the management of nutrition survey. It contains the head of Public Health, the nutrition executors, midwife, public figure and the society. The research objective is to know the relation between the function of planning with the successful of nutrition survey. It is quantitative research using structured questionnaire. This research has 30 people as the population and the sample is the total of population. This research uses univariate and bivariate analysis as the data analysis technique with cross tabulation. Before getting statistic test, it needs to have normality test and sphapirowilk. The respondents are 34- 20 years ole people ( 33, 3 %), diplomatic education of nutrition (80%) with more less 8 years work team (54,6 %) and all of them ever get the socialization of nutrition survey ( 80%). The well prepared ( 44,6%) and the succesfull of nutrition survey ( 34, 6%). The result of bivariate shows that there is no any relation between the relation of planning  (rs=0,85 and p=0,204) with the achievement of the nutrition survey. This research hopes that TPG should improve their experience in execusing malnutrition survey and improve the coordinator. For Health Office, it is important to serve the facilities, especially for the execution of nutrition survey . Also for Public Health should evaluate in order to make the execution of  nutrition survey will be more active.Key Words : The function of planning, the nutrition survey.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDIDIKAN, PENGETAHUAN, SIKAP DENGAN PERILAKU IBU BALITA DALAM PENCEGAHAN PENYAKIT DIARE DI PUSKESMAS BANCAK KABUPATEN SEMARANG Huri, Mas; Wani, Ar; Retnaningsih, Dwi
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 3, No 1 (2012)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.084 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v3i1.70

Abstract

Penyakit diare merupakan salah satu penyebab utama kematian balita. Ibu balita mempunyai peranan yang penting dalam pencegahan penyakit diare. Penelitian ini menggunakan metode korelasi dengan pendekatan cross sectional, serta penarikan sampel secara purposive sampling yaitu ibu dengan anak balita yang pertama, tercatat dalam kunjungan ke pelayanan kesehatan di Puskesmas Bancak, dan berpendidikan minimal SD. Hasil penelitian dengan uji Spearman Rank menunjukkan bahwa nilai r dari pada pendidikan adalah 0,688 dengan nilai p = 0,000, nilai r untuk tingkat pengetahuan adalah 0,365 dengan nilai p = 0,000 , dan  nilai r untuk sikap adalah 0,373 dengan nilai p = 0,000. Ada hubungan yang signifikan dengan arah positif kuat antara tingkat pendidikan dengan perilaku ibu balita. Ada hubungan yang signifikan dengan arah positif lemah antara tingkat pengetahuan dengan perilaku ibu balita Ada hubungan yang signifikan dengan arah positif lemah antara sikap dengan perilaku ibu balita dalam pencegahan penyakit diare. Semakin baik tingkat pendidikan, pengetahuan, sikap ibu balita dalam pencegahan diare, maka akan semakin baik pula perilakunya dalam pencegahan penyakit diare.Kata Kunci: pendidikan, pengetahuan, sikap dan perilaku ibu balita
IBM PENDAMPINGAN IBU HAMIL RESIKO TINGGI DI PUSKESMAS MANGKANG yati, Rina; Erawati, Ambar Dwi; Wahyuning, Sri; Jamil, Masfufatun; Alfiani, Novita
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (35.319 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v7i1.38

Abstract

AKI di Jawa Tengah tahun 2012 berdasarkan laporan dari Kabupaten atau Kota sebesar 116,34 per 100.000 kelahiran hidup, sedangkan kasusnya sendiri mencapai 675 kasus, jumlah itu lebih banyak dibandingkan pada tahun 2011, AKI hanya 668 kasus. Penyebab kematian ibu ada 2 yaitu penyebab langsung dan tidak langsung. Pada penyebab langsung antara lain adalah preeklamsia berat / eklamsia, perdarahan,dan infeksi.Kejadian kematian maternal paling banyak adalah pada waktu nifas sebesar 48,65%, kemudian pada waktu ibu hamil sebesar 25,75% dan pada waktu persalinan sebesar 25,60%. Penyebab tersebut dapat dicegah sebelumnya dengan program program ANC, Kelas Ibu Hamil, Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) dengan Stiker, dan deteksi dini resiko tinggi melalui pendampingan Ibu hamil Resiko Tinggi.Angka kematian ibu di Kota Semarang dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2014 menunukan trend yang meningkat, dari 22 kasus menjasi d9 kasus dan tahun 2014 meningkat menjadi 33 kasus, sedangkan di tahun 2014 Puskesmas Mangkang ikut memberikan kontribusi ibu meninggal sebesar 2 kasus dari 33 kasus di Kota Semarang, Dinas Kesehatan Kota Semarang dalam rangka meningkatkan kesehatan ibu dan anak dan menurunkan kematian ibu melaksanakaan program pendampingan ibu hamil resiko tinggi, bidan di puskesmas mangkang memiliki tugas di poli KIA, RB dan posyandu dan kunjungan ibu hamil resiko tinggi. Jumlah ibu hamil risti di wilayah puskesmas mangkang ada 38 ibu hamil Kata Kunci: IBM, Ibu hamil, Resiko Tinggi
PERBEDAAN TINGKAT KEMANDIRIAN PADA ANAK PRASEKOLAH (3-5 TAHUN) YANG MENGIKUTI PAUD dan TIDAK MENGIKUTI PAUD KOTA PEKALONGAN Ulya, Ni?matul; Meikawati, Pedvin Ratna; Andanawarih, Putri
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.715 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v9i1.61

Abstract

Salah satu prinsip dasar PAUD memberikan rangsangan pendidikan mencakup semua aspek perkembangan anak termasuk perkembangan kemandirian anak.Salah satu hal penting dalam perkembangan anak umur 3-5 tahun adalah perkembangan sikap sosialnya.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan tingkat sosialisasi anak prasekolah (3-5 tahun) yang mengikuti PAUD dan tidak mengikuti PAUD.Penelitian menggunakan desain penelitian deskriptif komparatif dengan pendekatan cross sectional. Populasinya adalah 164 anak usia prasekolah (3-5 tahun) di Kelurahan Medono Kota Pekalongan. Teknik pengambilan sampel dengan simple random sampling untuk 40 anak prasekolah yang mengikuti PAUD dan quota sampling untuk 40 anak prasekolah yang tidak mengikuti PAUD. Analisis univariat menggunakan tabel distribusi frekuensi dari setiap variabel, sedangkan analisis bivariat menggunakan uji statistik kruskal wallis untuk menguji hipotesis komparatif dua sampel independen.Hasil penelitian tingkat kemandirian anak yang mengikuti PAUD sebagian besar dalam kategori sedang (62,5 %) dan tidak mengikuti PAUD sebagian besar dalam kategori sedang (82,5 %) dan kurang (10 %). Melalui uji independent kruskal wallis didapatkan p value = 0,000 < ? (0,05), sehingga disimpulkan ada perbedaan yang signifikan tingkat sosialisasi anak prasekolah yang mengikuti PAUD dan tidak mengikuti PAUD.Kata Kunci : Kemandirian, Anak Prasekolah, PAUDOne of the basic principles of early childhood education provides educational stimulation covering all aspects of child development including the development of child self-reliance. One important thing in the development of children aged 3-5 years is the development of social attitudes. The purpose of this study to determine the difference in the level of socialization of preschoolers (3-5 years ) who follow PAUD and do not follow PAUD.The research used descriptive comparative research design with cross sectional approach. The population is 164 preschoolers (3-5 years old) in Medono Urban Pekalongan City. Sampling technique with simple random sampling for 40 preschool children who follow PAUD and quota sampling for 40 preschool children who do not follow PAUD. The univariate analysis used the frequency distribution table of each variable, while the bivariate analysis used a crucial wallist statistic test to test the comparative hypothesis of two independent samples.The results of the research on the independence level of children following the early childhood education were mostly in the medium category (62.5%) and did not follow the PAUD mostly in the medium category (82.5%) and less (10%). Through independent test kruskal wallis obtained p value = 0,000 <? (0,05), so it is concluded there is significant difference of level of socialization of preschool children who follow early childhood and not follow PAUD.Keywords: Independence, preschool children, PAUD
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA MANUSIA KEPERAWATAN RUMAH SAKIT Rofii, Muhamad
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 2, No 1 (2011)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.992 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v2i1.29

Abstract

Dokumentasi keperawatan merupakan salah satu bagian penting dalam proses asuhan keperawatan. Namun pada kenyataannya sering kita temukan dokumentasi keperawatan kurang lengkap dan tidak dapat dipertanggungjawabkan, bahkan cenderung diabaikan. Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas dokumentasi asuhan keperawatan maka perlu dilakukan adanya suatu perubahan dalam sistem pendokumentasian. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa dengan penerapan sistem informasi keperawatan dalam dokumentasi asuhan keperawatan dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas dokumentasi asuhan keperawatan. Namun untuk menghasilkan dokumentasi yang berkualitas maka perawat membutuhkan dukungan melalui pendidikan dalam aplikasi perangkat lunak dan dalam melaksanakan konsep keperawatan dan menerapkan proses keperawatan. Kata kunci: dokumentasi, keperawatan,  sistem informasi
PENGARUH EDUTAINMENT TEKTEKSAR TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN BAHAYA ROKOK PADA ANAK USIA SEKOLAH DI MI NASHRUL FAJAR SEMARANG Margiyati, Margiyati; Rahmanti, Ainnur; Maharani, Shania Nada
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33666/jitk.v11i1.229

Abstract

Latar Belakang : Peningkatan prevalensi usia pertama merokok kini tidak lagi di usia remaja, namun sudah masuk usia kanak-kanak. Salah satu faktor internal yang mempengaruhi perilaku merokok pada anak adalah kurang mengetahui informasi kandungan rokok dan bahaya rokok. Edutainment Tekteksar (Teka Teki Silang Anti Rokok) merupakan salah satu bentuk penyuluhan kesehatan yang dapat dilakukan perawat sekolah dengan memadukan muatan pendidikan dan hiburan sehingga suasana penyuluhan menyenangkan sekaligus meningkatkan aspek kognitif anak usia sekolah tentang bahaya rokokTujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edutainment teksteksar terhadap tingkat pengetahuan tentang bahaya rokok pada anak usia sekolah di MI Nashrul Fajar Semarang.Metode : Rancangan penelitian yang digunakan adalah quasi experimental pretest posttest control group design. Jumlah sampel sebanyak 60 mahasiswa yang diambil dengan teknik simple random sampling dengan lottery technique  dan dibagi ke kelompok intervensi (n=30) dan kontrol (n=30).Hasil : Hasil uji wilcoxon menunjukkan perbedaan bermakna tingkat pengetahuan bahaya rokok antara ke dua kelompok dengan p=0,000.Kesimpulan dan saran : Hasil penelitian ini membuktikan bahwa Edutainment Tekteksar berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan bahaya rokok pada anak usia sekolah sehingga metode edutainment ini direkomendasikan sebagai upaya preventif dan promotif dalam pencegahan perilaku merokok pada anak sekolah. Kata Kunci : edutainment tekteksar,  pengetahuan bahaya rokok, anak sekolah
RESIKO AKTIFITAS SEKSUAL PADA USIA MUDA TERHADAP HASIL DETEKSI DINI KANKER CERVIKS DI KABUPATEN TEMANGGUNG Pranoto, Heni Hirawati
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33666/jitk.v11i1.272

Abstract

ABSTRACT  Peningkatan kasus baru kanker serviks di Indonesia merupakan masalah kesehatan reproduksi yang penting untuk segera diatasi. Inspeksi Visual Asetat (IVA) merupakan upaya deteksi dini kanker serviks yang disarankan. Salah satu faktor resiko terjadinya kanker serviks adalah aktifitas seksual pada usia muda. Pada usia muda, saluran rahim belum sempurna sehingga belum siap untuk terjadinya kehamilan. Sel-sel di saluran vagina perempuan yang menikah terlalu muda bisa menjadi ganas yang mengakibatkan kanker saat melakukan aktivitas seksual dengan frekuensi yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan antara aktifitas seksual pada usia muda dengan hasil deteksi dini kanker serviks di Kabupaten Temanggung. Desain penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan retrospektif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh wanita yang melakukan pemeriksaan deteksi dini kanker serviks di Kabupaten Temanggung Tahun 2017 sejumlah 3.341. Sampel dalam penelitian ini sejumlah 348 yang diambil menggunakan tehnik random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang berhubungan seksual pertama pada umur kurang dari 17 tahun cukup besar yaitu 141 ( 40,5%). Tidak ada hubungan antara usia pertama kali berhubungan seksual dengan hasil IVA positif  ( p value : 0,429). Wanita yang melakukan hubungan seksual pertama kurang dari 17 tahun maupun lebih memiliki resiko yang sama terjadinya kanker serviks.  Keyword : usia, IVA, kanker serviks.
ANALISIS MANFAAT PENERAPAN PIJAT OKSITOSIN DAN EDUKASI DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI 0-6 BULAN Harjanti, Agnes Isti; Puspita, Nella Valen Ika
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33666/jitk.v10i2.223

Abstract

ABSTRAK                                                                             Latar Belakang Analisis secara nasional dari Riskesdas 2013 dan Laporan rutin Direktorat Jendral Bina Gizi-KIA Kementrian Kesehatan Cakupan ASI Eksklusif saat ini belum bisa mencapai target pemerintah Indonesia yaitu sebesar 80%. Masalah hambatan dalam pencapaian ASI Eksklusif yaitu tingginya praktik pemberian makanan prelaktal ibu bekerja dan pemberian susu formula bayi, sehingga sangat sedikit bayi yang diberikan ASI eksklusif sampai 6 bulan.TujuanMenganalisis tingkat manfaat pijat, tingkat manfaat edukasi ASI Eksklusif, mendiskripsikan pemberian ASI eksklusif dan membedakan besarnya manfaat penerapan pijat oksitosin dengan edukasi ASI eksklusif pada ibu nifas yang menyusui eksklusif pada bayi di Kelurahan Karangayu Semarang.                                                  Metode       Penelitian ini merupakan jenis studi corelasional, yang menghubungkan variabel independent dengan variabel dependent yaitu edukasi ASI eksklusif dan pijat oksitosin dengan pelaksanaan pemberian ASI eksklusif dan pijat oksitosin yang benar. Sampel yang digunakan sebesar 40 ibu nifas dengan teknik sampling total sampling..                     Hasil Analisis tingkat manfaat pijat oksitosin pada ibu lebih meningkatkan ibu untuk melakukan pijat oksitosin sesuai anjuran sebanyak 50%-57,1%. Dengan hasil uji statistik ada perbedaan yang bermakna yaitu dengan hasil T-test 21,877 dan 7,804 dengan siknifikasnsi P< 0,000. Analisis tingkat manfaat edukasi ASI Eksklusif bahwa edukasi kurang meningkatkan keinginan ibu untuk menyusui eksklusif sebanyak 33,3%-50%. Analisis perbedaan tingkat pengetahuan dengan pemberian ASI eksklusif didapatkan ada perbedaan yang bermakna pada ibu nifas yang tingkat pengetahuannya baik dan akan memberikan ASI secara ekskusif dengan hasil T-test 21,877 dan 3,199 dengan signifikansi P < 0,000. Diskripsikan pemberian ASI eksklusif masih tergolong rendah sebanyak 47,5%. Perbedaan besarnya manfaat penerapan pijat oksitosin dengan edukasi ASI eksklusif pada ibu nifas yang menyusui eksklusif pada bayi. ada perbedaan yang bermakna pada ibu nifas yang tingkat pengetahuannya baik dan akan memberikan ASI secara ekskusif dengan hasil T-test 21,877 dan 3,199 dengan signifikansi P < 0,000, dan hasil T-test 21,877 dan 5,339 dengan siknifikansi P < 0,000. Perbedaan yang dapat dilihat bahwa ibu nifas yang memberikan ASI Eksklusif cenderung melakukan pijat oksitosin untuk meningkatkan ASInya dibandingkan dengan ibu nifas yang tidak menyusui secara eksklusif mereka juga tidak melakukan pijat oksitosin dengan baik dan benar.Kesimpulan  Membedakan besarnya manfaat penerapan pijat oksitosin dengan edukasi ASI eksklusif pada ibu nifas yang menyusui eksklusif pada bayi didapatkan perbedaan  hasil T-test 21,877 dan 3,199 dengan signifikansi P < 0,000, dan ada perbedaan hasil T-test 21,877 dan 5,339 dengan siknifikansi P < 0,000. Hasil perbedaan tingkat pengetahuan ASI eksklusif dengan pemberian pijat oksitosin pada ibu nifas terjadi perbedaan yang bermakna yaitu dengan hasil T-test 21,877 dan 7,804 dengan siknifikasnsi P< 0,000. Kata Kunci : ASI Eksklusif, Edukasi, Pijat Oksitosin,Ibu Nifas.     ABSTRACT                                                               Background National analysis of the 2013 Riskesdas and KIA Ministry of Health's Directorate General of Nutrition Development, Exclusive of breastfeeding Coverage has not been able to achieve the Indonesian government's target of 80%. The problem of obstacles in achieving exclusive breastfeeding is the high practice of prelactal feeding of mothers working and the provision of infant formula milk, so that very few babies are given exclusive breastfeeding for up to 6 months.Purpose  Analyzing the benefits of massage, the level of benefits of exclusive breastfeeding education, describing exclusive breastfeeding and differentiating the benefits of applying oxytocin massage with exclusive breastfeeding education for postpartum mothers who exclusively breastfed infants in Karangayu SemarangMethod This study is a correlational study, which relates the independent variables to the dependent variable, namely exclusive breastfeeding education and oxytocin massage with the implementation of exclusive breastfeeding and correct oxytocin massage. The sample used was 40 postpartum mothers with total sampling technique.                  Result  Analysis of the level of benefits of oxytocin massage on the mother further increased the mother to do oxytocin massage according to the recommendation of 50% -57.1%. With the results of statistical tests there were significant differences with the results of the T-test of 21.877 and 7.804 with a P <0.000.   Analiasis of the level of benefits of exclusive breastfeeding education that education does not increase the desire of mothers to exclusively breastfeed as much as 33.3% -50%. Analysis of differences in the level of knowledge with exclusive breastfeeding found that there were significant differences in postpartum mothers whose level of knowledge was good and would give exclusive breastfeeding with the results of T-test of 21.877 and 3.199 with a significance of P <0.000.       The description of exclusive breastfeeding is still as low as 47.5%. The difference in the benefits of applying oxytocin massage with exclusive breastfeeding education for postpartum mothers who exclusively breastfed infants. there is a significant difference in postpartum mothers with good knowledge level and exclusive breastfeeding with T-test results of 21.877 and 3.199 with a significance of P <0.000, and T-test results of 21.877 and 5.339 with a significance of P <0.000.  The difference can be seen that postpartum mothers who provide exclusive breastfeeding tend to do oxytocin massage to increase their breast milk compared to postpartum women who do not exclusively breastfeed they also do not do oxytocin massage properly and correctly.                                  Conclusion Differentiating the magnitude of the benefits of applying oxytocin massage with exclusive breastfeeding education for postpartum mothers who exclusively breastfed infants found differences in T-test results of 21.877 and 3.199 with a significance of P <0.000, and there were differences in T-test results of 21.877 and 5.339 with a significance of P <0.000. The results of differences in the level of knowledge of exclusive breastfeeding with oxytocin massage on postpartum mothers had a significant difference, with T-test results of 21.877 and 7.804 with P <0.000.Keywords: Exclusive breastfeeding, Education, Oxytocin Massage, Postpartum Mother