cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jitkwh@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan
ISSN : 20868510     EISSN : 26555875     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (JITK) merupakan wadah atau sarana yang menerbitkan tulisan ilmiah hasil-hasil penenlitian maupun non hasil penelitian dibidang ilmu dan teknologi yang belum pernah diterbitkan atau sedang dalam proses penerbitan di jurnal-jurnal ilmiah lain. Redaksi berhak merubah tulisan tanpa mengubah maksud atau subtansi dari naskah yang dikirimkan. Naskah yang belum layak diterbitkan dalam Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan, tidak dikembalikan kepada pengirimnya, kecuali atas permintaan penulis yang bersangkutan.
Articles 158 Documents
ANALISA PENOLAKAN FOTO GIGI INTRA ORAL DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MUNTILAN KABUPATEN MAGELANG Manurung, Daniel; Utama, H. Nur; Rosidah, Siti
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.599 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v5i1.92

Abstract

Pemeriksaan kesehatan dalam suatu rumah sakit pada masa globalisasi sudah semakin kompleks, oleh karena itu diperlukan kinerja pelayanan kesehatan yang handal dan didukung oleh suatu alat radiologi yang canggih untuk meningkatkan mutu pelayanan. Adanya control kualitas dalam hal ini adalah analisa penolakan radiograf, maka kemungkinan pengulangan foto dapat ditekan. Penekanan pengulangan foto dapat menghemat waktu maupun sumber daya yang ada. Dan dalam 6-12 bulan terakhir belum pernah dilakukan perhitungan penolakan hasil radiograf gigi intra oral, jadi tidak tahu berapa persen angka penolakan radiografi gigi intra oral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil penolakan (reject) radiografi gigi intra oral di Instalasi Radiologi RSUD Muntilan Kabupaten Magelang.Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan observasional dimana penulis menggambarkan dan menyajikan dalam bentuk grafik kemudian membuat kesimpulan dan memberikan solusi. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil lokasi di Instalasi Radiologi RSUD Muntilan Kabupaten Magelang. Obyek pengamatan yang digunakan adalah jumlah radiografi gigi intra oral ditolak, sedangkan subyeknya adalah jumlah film gigi intra oral di RSUD Muntilan Kabupaten Magelang selama 20 minggu pada bulan Mei sampai bulan September 2013. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa analisa penolakan (reject) foto gigi intra oral di Instalasi Radiologi RSUD Muntilan Kabupaten Magelang didapatkan hasil pengamatan dokumentasi pada Bulan Mei sampai dengan bulan September 2013 di Instalasi Radiologi RSUD Muntilan Kabupaten Magelang didapatkan jumlah film yang ditolak 13 lembar dari jumlah keseluruhan pasien sebanyak 129 orang. Dan urutan faktor penyebab penolakan film gigi intra oral yaitu yang pertama faktor posisi pemotretan dan yang kedua faktor eksposi. Dari hasil analisa penulis, didapatkan presentase radiograf sebanyak 7,4%, Presentase ini merupakan nilai yang tinggi dan melebihi diatas ambang   bataspenolakan radiograf yaitu 4-6%. Kata Kunci : Penolakan Foto, Gigi Intra Oral
DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG ANAK DI TEMPAT PENITIPAN ANAK PARKLAND WIDYA HUSADA SEMARANG wirawati, maulidta karunianingtyas; S, Emilia Puspitasari
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.238 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v10i1.208

Abstract

Anak adalah investasi masa depan orang tua serta bangsanya. Anak yang sehat, cerdas, berpenampilan menarik, dan berakhlak mulia merupakan dambaan setiap orang tua. Seorang anak mempunyai pertumbuhan dan perkembangan yang baik apabila memenuhi segala aspek meliputi biologis, fisik, psikologis, dan sosial. Upaya untuk mencapai  diperlukan gizi serta pola asuh yang baik untuk menujang pertumbuhan dan perkembanganya. Pertumbuhan dan perkembangan merupakan tahapan penting yang harus dipantau agar pertumbuhan dan perkembangan berjalan sesuai dengan usianya,Pertumbuhan dan perkembangan anak perlu mendapat perhatian serius terutama anak balita karena periode penting dalam tumbuh kembang anak adalah masa balita. Karena pada masa ini pertumbuhan dasar akan mempengaruhi dan menentukan perkembangan anak selanjutnya.Proses tumbuh kembang sangat tergantung kepada orang dewasa atau orang tua.o orang tua harus mampu memastikan anak untuk mendapat gizi yang baik, stimulasi yang memadai serta terjangkau oleh pelayanan kesehatan berkualitas termasuk deteksi dan intervensi dini penyimpangan tumbuh kembang sehingga dapat tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai dengan potensi genetiknya dan mampu bersaing di era global.Permasalahan yang ditemukan di Penitipan anak Parkland Widya Husada adalah belum pernah dilakukan deteksi dini tumbuh kembang pada anak. Tujuan dari di pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk melakukan deteksi dini tumbuh yang diharapkan apabila terjadi penyimpangan tumbuh kembang bisa terdeteksi secara dini serta diharapkan tumbuh kembang bisa berjalan dengan normal sesuai denganusia.Target khusus dari kegiatan ini secara langsung berdampak pada pengembangan dan pengaplikasian ilmu, teknologi di perguruan tinggi. Metode yang akan dilaksanakan pada kegiatan ini adalah identifikasi tumbuh kembang anak.Kata Kunci          : anak, tumbuh kembang, deteksidiniAbtractGrowth and development are important stages that must be monitored so that growth and development goes according to his age.Growth and development of children need to get serious attention, especially children under five because the important period in child development is childhood. Because at this time the basic growth will affect and determine the next child's development. The process of growth and development is very dependent on adults or parents. Parents must be able to ensure children to get good nutrition, adequate stimulation and affordable quality health services including detection and early intervention of developmental deviation so that they can grow and develop optimally according with its genetic potential and able to compete in the global era.The problem found in Parkland Child Care Widya Husada is that there has never been early detection of growth and development in children. The purpose of this activity is to carry out early detection of growth which is expected in the event of growth deviations can be detected early and it is expected that growth and development can run normally according to age.The specific target of this activity directly impacts on the development and application of science, technology in universities. The method to be carried out in this activity is the identification of child development.Keywords: children, growth and development, early detection
HUBUNGAN PERAN PERAWAT ASSOCIATE DALAM PELAKSANAAN TERAPI BERMAIN DI RUANG DAHLIA RSUD dr. H SOEWONDO KENDAL astuti, windy; Widyaningsih, Tri Sakti; Tamrin, Tamrin
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.077 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v10i2.219

Abstract

ABSTRAKLatar belakang : Dampak hospitalisasi yang dirasakan anak usia 0-5 tahun di ruang Dahlia RSUD Dr. H Soewondo Kendal harus segera diatasi. Salah satunya dengan terapi bermain. Terapi bermain di ruang Dahlia rumah sakit Dr. H Soewondo Kendal tidak pernah dilakukan oleh perawat Assosiate. Terapi bermain dilakukan ketika ada mahasiswa praktek. Salah satu alasan perawat Assosiate tidak melaksanakan terapi bermain anak adalah banyaknya pekerjaan diruangan yang harus dikerjakan. Terapi bermain hanya dilakukan oleh mahasiswa praktek dengan permainan seadanya sedangkan perawat Assosiate jarang melaksanakan, karena perawat merasa sudah ada keluarga yang melaksanakan terapi bermain, sehingga perawat bisa melakukan kegiatan yang lain.Tujuan: Mengetahui hubungan peran perawat associate dalam pelaksanaan  terapi bermain di ruang Dahlia RSUD dr. H Soewondo Kendal.Metode : Penelitian ini menggunakan analitik korelasional yaitu dengan desain cross sectional. Penelitian cross sectional adalah penelitian untuk mengetahui hubungan antar variabel dimana variabel independen dan variabel dependen diidentifikasi pada waktu yang sama, artinya dalam penelitian cross sectional setiap responden hanya diobservasi satu kali saja dan pengukuran variabel responden dilakukan pada saat penelitian tersebut, kemudian peneliti tidak melakukan tindak lanjut. Populasi dalam penelitian ini adalah semua perawat Assosiate di ruang Dahlia RSUD Dr. H Soewondo Kendal dengan jumlah 19 orang. Teknik sampling yang digunakan yaitu menggunakan Total Sampling.Hasil : Peran perawat Assosiate di ruang Dahlia RSUD Dr. H Soewondo Kendal yaitu Tidak dilaksanakan sebanyak 10 orang (55,6%) dan dilaksanakan sebanyak 5 orang (44,4%). Pelaksanaan terapi bermain di ruang Dahlia RSUD Dr. H Soewondo Kendal baik 5 orang (27,8%), kurang 13 orang (72,2%). Terdapat hubungan peran perawat Assosiate dalam pelaksanaan terapi bermain di ruang Dahlia RSUD Dr. H Soewondo Kendal dengan nilai p value 0,000.Kata Kunci : Peran perawat, perawat Assosiate, terapi bermain  
PENGARUH KECEMASAN AKADEMIS TERHADAP PRESTASI MAHASISWA STIKES WIDYA HUSADA SEMARANG Puspita, Mega Indah
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (953.863 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v6i1.106

Abstract

Regulasi diri dalam belajar adalah cara belajar siswa aktif secara individu untuk mencapai tujuan akdemis dengan cara pengontrolan perilaku, memotivasi diri sendiri, dan menggunakan kognitifnya dalam belajar. Regulasi diri dalam belajar mempunyai peranan penting dalam suatu proses pembelajaran karena di perguruan tinggi mahasiswa dituntut untuk lebih mandiri dalam belajar. Mahasiswa harus mampu mengarahkan diri sendiri agar dapat memiliki kemampuan yang mengoptimalkan pembelajarannya. Regulasi diri juga dapat mengurangi kecemasan. Mahasiswa dengan meta kognitif yang baguslebih mudah dalam mengatasi kecemasan. Perilaku dalam belajar terutama dalam penerapan regulasi diri ini tidak lepas dari pengaruh eksternal (lingkungan belajar) serta kondisi internal (factor person atau individu). Kondisi internal yang berpengaruhantar alin perilaku. Perilaku yang kurang tepat dapat mengganggu proses belajar.Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasi yaitu penelitian yang diarahkan mencari hubungan dan pengaruh antara variable independent yaitu kecemasan akademis dan variable dependent yaitu Prestasi Belajar Mahasiswa. Pendekatan yang digunakan adalah ex-post facto, karena tidak melakukan perubahan terhadap responden, tetapi berdasarkan gejala dan keadaan yang telah ada pada diri responden sebelum penelitian ini dilakukan. Sampel dalam penelitian sebesar 186 orang mahasiswa.Terdapat pengaruh negative dan signifikan kecemasan akademis terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa prodi D III Teknik Rontgen STIKES Widya Husada Semarang. Dengan demikian untuk mendapatkan Prestasi Belajar Mahasiswa yang tinggi, mahasiswa harus menekan atau mengendalikan kecemasan Kata Kunci: Kecemasan Akademis, Prestasi Mahasiswa, Pembelajaran
PENGARUH HOME BASED EXERCISE TRAINING (HBET) TERHADAP SELF EFFICACY PASIEN GAGAL JANTUNG DI RSUD TUGUREJO SEMARANG W, Maulidta Kurnianingtyas
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.805 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v5i2.97

Abstract

Angka kejadian gagal jantung setiap tahunnya terus meningkat. Pasien gagal jantung sering mengalami suatu kondisi stressful yang berdampak munculnya masalah psikologis. Masalah psikologis tersebut seperti depresi, kecemasan, dan menurunnya self efficacy. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh home based exercise training (HBET) terhadap self efficacy pasien gagal jantung di RSUD Tugurejo Semarang.Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain kuasi eksprimen tanpa kelompok kontrol. Sampel diambil dengan menggunakan teknik consecutive sampling dengan jumlah sampel 30 pasien gagal jantung di RSUD Tugurejo Semarang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Exercise Self Efficacy Scale (ESES) dengan nilai minimal 10 dan maksimal 40. HBET dilakukan 3 kali seminggu selama 1 bulan.Hasil analisis dengan menggunakan uji t yang hasilnya didapatkan bahwa terdapat pengaruh bermakna Home Based Exercise Training (HBET) terhadap self efficacy (p=0,00). Hasil analisis dengan uji t didapatkan bahwa rerata perbedaan skor self efficacy responden sebelum dan setelah intervensi HBET pada perempuan lebih tinggi yaitu 3,82 dibandingkan dengan laki-laki sebesar 3,68. Hasil analisis juga didapatkan nilai p = 0,82, yang berarti bahwa tidak ada perbedaan bermakna antara rerata perbedaan skor self efficacy responden sebelum dan setelah intervensi HBET antara laki-laki dengan perempuan. Uji ANAVA didapatkan nilai p = 0,48 yang berarti bahwa tidak ada pengaruh umur secara bermakna terhadap perbedaan skor self efficacy responden sebelum dan setelah intervensi HBET dan didapatkan nilai p = 0,00 yang berarti bahwa ada perbedaan bermakna terhadap perbedaan skor self efficacy responden sebelum dan setelah intervensi HBET.Simpulannya : HBET berpengaruh bermakna terhadap perbedaan rerata skor self efficacy sebelum dan setelah intervensi.Kata kunci: Gagal jantung, Home Based Exercise Training (HBET), Self Efficacy
HUBUNGAN USIA AKOMODASI DENGAN KELAINAN REFRAKSI MYOPIA DI RUMAH SAKIT WB SEMARANG Wahyudi, Didik
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.366 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v10i1.203

Abstract

Latar Belakang: Myopia merupakan suatu keadaan dimana sinar-sinar sejajar yang memasuki bolamata dibiaskan oleh media refrakta didepan retina. Ketidak mampuan seseorang melihat obyek jauh dengan jelas atau miopia dapat terjadi oleh karena beberapa sebab, antara lain karena faktor jarak baca dan  pencahayaan. Angka kejadian miopia yang semakin meningkat dari tahun ketahun.Tujuan :penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia jenis kelamin dengan kelainan refraksi miopia di Rumah Sakit WB Semarang.MetodePenelitian ini adalah menggunakan metode deskriptif kualitatif, yang bersifat observasional pada beberapa kasus, populasinya penderita myopia, yang dilakukan di Rumah Sakit WB Semarang.Hasil Myopia menduduki persentasi tertinggi  65,5%,miopia remaja lebih tinggi 30,53%,miopia pada usia anak11,45 %, prosentase miopia pada usia dewasa awal sebesar 13,74%,prosentase miopia pada usia dewasa madya  24,43%, prosentase myopia pada usia tua  19,84%, perempuan menduduki prosentase sebanyak 60% laki-laki dibawahnya yaitu sebesar 40%.Pembahasan : Akomodasi merupakan kemampuan lensa mata untuk mencembung dan memipih yang terjadi akibat kontraksi otot akomodasi, bahwa amplitudo akomodasi semakin menurun dengan usia. Akibat akomodasi daya pembiasan lensa yang mencembung bertambah kuat. Kekuatan akomodasi akan meningkat sesuai dengan kebutuhan dan tergantung jarak benda yang dilihat. Makin dekat benda yang dilihat maka makin kuat mata harus berakomodasi lensa mencembung,Kesimpulan :Ada hubungan usia jenis, kelamin dengan miopia yang berkaitan  kekuatan akomodasi yang akan meningkat sesuai dengan kebutuhan sehingga semakin dekat benda yang dilihat, makin kuat mata harus berakomodasi, akomodasi semakin menurun dengan bertambahnya usia.Kata kunci           :Usia, akomodasi,  miopia. AbstractThe incidence of myopia is increasing from year to year.This study aims to determine the relationship between age of sex and myopia refraction abnormalities in Semarang WB Hospital.method, which was observational in several cases, the population of myopia sufferers, which was carried out at WB Semarang Hospital.Myopia achieved the highest percentage of 65.5%, juvenile myopia 30.53% higher, myopia at child age 11.45%, the percentage of myopia in early adulthood was 13.74%, the percentage of myopia at adulthood was 24.43%, the percentage of myopia in old age is 19.84%, women occupy a percentage of as many as 60% of men below that is equal to 40%.Accommodation is the ability of the eyepiece to swell and flatten that occurs due to muscle contraction of accommodation, that the amplitude of accommodation decreases with age. As a result of accommodation the refracting power of the bulging lens gets stronger. The strength of accommodation will increase according to needs and depending on the distance of the object being seen. The closer the object is seen, the stronger the eye must accommodate the bulging lens,There is a relationship between age types, sex with myopia which relates to the strength of accommodation which will increase according to need so that the closer the object is seen, the stronger the eye must accommodate, accommodation decreases with age. Keywords: Age, acomodation, myopia.
FAKTOR PENYEBAB ARTEFAK PADA HASIL RADIOGRAF (SOFT COPY) COMPUTED RADIOGRADPHY DI RSUP. DR.SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN Sari, Ayu Wita; ly, Fad
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.093 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v9i2.192

Abstract

Computed radiogradphy digunakan sebagai modalitas baru dalam pembuatan diagnosa dengan banyak memberikan keunggulan dibandingkan radiografi konvensional. Computed radiogradphy menghasilkan artefak yang berbeda dari radiografi konvensional. Artefak dihasilkan dari berbagai model perangkat computed radiogradphy seperti imaging plate, kaset, elektro optik sebuah sistem untuk mengembangkan citra, sedangkan komputer algoritma digunakan untuk memproses gambar laten dan perangkat output hard copy. Semua komponen ini dapat menjadi sumber artefak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor penyebab artefak dan faktor penyebab artefak terbesar pada hasil radiograf (soft copy) computed radiogradphy di instalasi Radiologi RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Metode penelitian yang digunakan yaitu studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh dengan melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi mengenai faktor penyebab artefak pada hasil radiograf softcopy computed radiogradphy di Instalasi Radiologi RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Hasil penelitian menjelaskan bahwa faktor penyebab artefak pada hasil radiograf softcopy computed radiogradphy disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor imaging plate dan kesalahan penggunaan grid. Sedangkan artefak terbesar dikarenakan faktor kesalahan penggunaan grid yaitu sebesar 82%.Kata Kunci : artefak, radiograf softcopy, computed radiogradphy THE CAUSE OF ARTIFACTS IN THE COMPUTED RADIOGRAPHY (SOFTCOPY) RESULT IN RSUP DR. SOERADJI TIRTONEGORO KLATENComputed radiology is used as a new technology in diagnosing by giving some advantages than conventional radiography. Computed radiology produces the different artifacts than the conventional one. The artifacts are produced by some models of computed radiography such as imaging plate, cassette,electrical optic, is a system to improve the images, however computer algorithm is used in processing laten images, and hard copy. All of components are the source of artifact. The purpose of this research is to know the cause of artifacts and the biggest factor of artifact in the soft copy of computed radiology result in Radiology Instalation RSUP Dr. SoeradjiTirtonegoroKlaten. The methodology of the research is case study in qualitative approach.  The data is produced by observation, interview, and documentation about the cause of artifacts in computed radiology soft copy result in Radiology Instalation of RSUP Dr. SoeradjiTirtonegoroKlaten. The result of the research is explaining that the cause of the artifacts in the computed radiology softcopy result is caused by two factors, they are imaging plate and the faults of the grid using. However the biggest artifact is caused by the fault of the grid using, it is 82 %.Key words: artifact, radiology softcopy, computed radiology
PROSEDUR PEMERIKSAAN CT SCAN KEPALA PADA KASUS CEREBROVASCULAR ACCIDENT (CVA) BLEEDING DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKIT TK.II 04.05.01 DR. SOEDJONO MAGELANG Utami, Asih Puji; Andriani, Intan; Budiwati, Trisna
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 4, No 2 (2013)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.678 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v4i2.88

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pemeriksaan CT Scan kepala pada kasus Cerebrovascular Accident (CVA) Bleeding di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Dr. Soedjono Magelang. Pada pemeriksaan ini menggunakan metode satu range dari basic cranii sampai vertex dengan slice thicknessnya 10 mm, sedangkan pada teori dijelaskan bahwa pemeriksaan CT Scan kepala menggunakan dua range, range pertama dari basic cranii sampai pars petrosum dengan slice thickness 2-5 mm, range kedua dari pars petrosum sampai vertex dengan slice thickness 10 mm. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prosedur pemeriksaan CT Scan kepala pada kasus Cerebrovascular Accident (CVA) Bleeding dan untuk mengetahui alasan di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Dr. Soedjono Magelang menggunakan teknik satu range dengan slice thicknes 10 mm.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data yang telah diperoleh dari hasil observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dikumpulkan dalam bentuk transkip, kemudian dilakukan reduksi. dimana data yang telah dikumpulkan kemudian diseleksi dan dipilih, sehingga data yang diperlukan saja yang digunakan dalam bentuk tabel kategorisasi. Setelah reduksi, maka dilakukan koding terbuka. Koding terbuka dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan validitas dari data yang sudah terkumpul. Selanjutnya dilakukan penyajian data menggunakan kuotasi yang bertujuan untuk mendeskripsikan hasil penelitian, sehingga dapat ditarik suatu kesimpulan dan saran.Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, prosedur pemeriksaan CT Scan kepala pada kasus Cerebrovascular Accident (CVA) Bleeding di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Dr. Soedjono Magelang menggunakan satu range dengan slice thicknes 10 mm menurut radiografer karena untuk mempersingkat waktu scanning dan juga untuk meminimalisir dosis radiasi yang diterima oleh pasien, sedangkan menurut radiolog karena pertimbangan dari aspek radiasi dan biaya. Kata kunci : CTScan kepala, CerebrovascularAccident (CVA) Bleeding, satu range, slice thicknes 10 mm.
UJI BEDA KARAKTERISTIK FILM RADIOGRAFI MEREK KODAK dan AGFA MENGGUNAKAN METODE LIGHT SENSITOMETRY Manurung, Daniel; Utama, H. Nur; Felayani, Fadli
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 6, No 2 (2015)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.708 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v6i2.111

Abstract

Uji Beda Karakteristik Film Radiografi Merek Kodak dan Agfa Menggunakan Metode light Sensitometry yang dilatar belakangi adanya perbedaan bentuk AgBr kedua film merk Kodak dan Agfa, serta penggunaan beberapa merek film khususnya Agfa dan Kodak di Rumah Sakit maupun di klinik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik kedua film yang berbeda merek ini yaitu Kodak dan Agfa.Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif komparatif dengan pendekatan experimental, dengan cara membandingkan karakteristik film dengan merek yang berbeda yaitu Kodak tipe Mxg dengan Agfa Ortho CP-G. Pengumpulan data dilakukan dengan dua cara yaitu observasi dan experimen langsung dengan populasi seluruh film merek Kodak tipe Mxg dengan Agfa Ortho CP-G PLUS ukuran 18x24 cm, dengan jenis atau Jumlah lapisan emulsi yang sama yaitu double emulsi kemudian sampel yang digunakan yaitu masing-masing 3 lembar film radiografi merek Kodak ukuran 18x24 dan 3 lembar film merek Agfa ukuran 18x24. Setelah dilakukan pengolahan secara matematis, analisis data dilakukan dengan membandinkan standar karakteristik yang ada di teori dengan hasil yang didapatkan penulis.Hasil dari penelitian Uji Beda Karakteristik Film Radiografi Merek Kodak dan Agfa Menggunakan Metode light Sensitometry berupa hasil Radiograf serta Pengukuran densitas dari kedua film tersebut didapatkan hasil perbandingan karakteristik film radiografi Merek Agfa yang meliputi nilai basic fog 0,23, speed 1,23, latitude 1,9, kontras 2,58 dan densitas maksimal 2,84. Sedangkan film radiografi Merek Kodak memiliki nilai basic fog 0,25, speed 1,25, latitude 1,75, kontras 2,66 dan densitas maksimal 2,93. Sehingga pemilihan jenis film sesuai dengan kondisi pelayanan radiologi, contohnya untuk pelayanan radiologi dengan jumlah penolakan karena kesalahan pemilihan faktor eksposi sedikit, maka dipilih film dengan speed tinggi yaitu film merk Agfa. Namun jika sering terjadi kesalahan karena faktor eksposi, dan pertimbangan sebagai rumah sakit pendidikan yang banyak mahasiswa melakukan pendidikan di Instalasi Radiologi disarankan menggunakan speed rendah film merek Kodak, sehingga kesalahan faktor eksposi dapat diminimalisir. Kata kunci :           Karakteristik, Sensitometry, film merek Kodak, Film merek Agfa
HUBUNGAN USIA, JENIS KELAMIN DAN TINGKAT KONSUMSI ZAT GIZI DENGAN TINGKAT KEMATANGAN KATARAK SENILIS (STUDI DI RUMAH SAKIT WILLIAM BOOTH SEMARANG) Wahyudi, Didik; Yani, Ahmad
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 1, No 2 (2010)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.056 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v1i2.28

Abstract

Tingginya angka kebutaan di Indonesia mencapai 1,4% merupakan angka tertinggi di wilayah regional asia tenggara, penyabab utamanya katarak, salah satu jenis katarak adalah katarak senilis yang terbagi dalam empat tingkatan yaitu insipien, imatur, matur, hipermatur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan usia jenis, jenis kelamin, tingkat konsumsi zat gizi dengan tingkat kematangan katarak senilis. Jenis penelitian ini adalah cross sectional, populasi adalah penderita katarak 517 diambil sampel sebanyak 89 orang secara simple random samplingyang sesuai dengan kriteria inklusi. Analisa data memakai uji Chi Square( X2) dan dilanjutkan dengan koefisien kotingensi dengan tingkat kpercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan persentase tertinggi penderita katarak senilis adalah lansia (65%), berjenis kelamin perempun (61%) tingkat konsumsi energi defisit (29%), tingkat konsumsi protein defisit (46%), tingkat konsumsi vitamin C defisit dan kurang (36%) pada tingkat kematangan katarak matur (55%). Terdapat hubungan usia dengan tingkat kematangan katarak senilis ( p = 0.018, c = 0.018 ) ada hubungan jenis kelamin dengan tingkat kematangan katarak senilis ( p = 0.021, c = 0.282 ). Ada hubungan tingkat konsumsi energi dengan tingkat kematangan katarak senilis ( p = 0.038, c = 0.361 ). Ada hubungan tingkat konsumsi protein dengan tingkay kematangan katarak senilis ( p = 0.029, c = 0.370 ). Tidak ada hubungan tingkat konsumsi vitamin C dengan tingakat kematanga katarak senilis ( p = 0.025, c = 0.284 ) disarankan untuk penyebar luasan informasi kepada masyarakat khususnya lansia mengenai konsumsi energi, protein,yang berhubungan dengan tingkat kematangan katarak senilis Kata kunci             :  Usia, jenis kelamin, tingkat konsumsi energi, protein, vitamin C, katarak senilis

Page 11 of 16 | Total Record : 158