cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jitkwh@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan
ISSN : 20868510     EISSN : 26555875     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (JITK) merupakan wadah atau sarana yang menerbitkan tulisan ilmiah hasil-hasil penenlitian maupun non hasil penelitian dibidang ilmu dan teknologi yang belum pernah diterbitkan atau sedang dalam proses penerbitan di jurnal-jurnal ilmiah lain. Redaksi berhak merubah tulisan tanpa mengubah maksud atau subtansi dari naskah yang dikirimkan. Naskah yang belum layak diterbitkan dalam Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan, tidak dikembalikan kepada pengirimnya, kecuali atas permintaan penulis yang bersangkutan.
Articles 158 Documents
SUPPORTIF EDUCATIVE SYSTEM DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN KLIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI KECAMATAN MERGANGSAN KOTA YOGYAKARTA Prihati, Dyah Restuning; Makiya, S.N Nurul; Rosa, Elsye Maria
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33666/jitk.v5i2.101

Abstract

Self care diabetes adalah tindakan yang dilakukan seseorang untuk mengontrol diabetes yang meliputi tindakan terapi obat dan pencegahan terhadap komplikasi. Pengukuran aktifitas self care diabetes meliputi pengaturan diet (pola makan), latihan fisik, monitor gula darah, dan terapi obat. Tujuan penelitian  mengetahui supportif educative system dapat meningkatkan kemandirian klien diabetes melitus tipe 2 di kecamatan Mergangsan, kota Yogyakarta. Metode penelitian ini menggunakan desain quasi experimental pre ? post test control group. Penelitian ini dilakukan di wilayah Kecamatan Mergangsan, yaitu kelurahan Wirogunan dan Brontokusuman. Jumlah sampel sebanyak 82 responden (41 kelompok intervensi dan 41 untuk kelompok kontrol). Metode yang dilakukan dengan ceramah dan pemberian modul tentang  aktifitas self care diabetes. Penelitian ini yang dilakukan selama 1 bulan, intervensi supportif educative system dilakukan 1 kali pada minggu pertama dalam waktu 120 menit pada kelompok intervensi. Hasil penelitian dengan uji Wilcoxon test kelompok intervensi didapatkan nilai bermakna (p=0,002), terdapat perbedaan kemandirian antara sebelum dan sesudah diberikan supportif educative system. Pada kelompok kontrol didapatkan nilai tidak bermakna (p=1,000), tidak terdapat perbedaan kemandirian antara sebelum dan sesudah diberikan supportif educative system. Uji beda Mann Whitney diperoleh nilai bermakna (p=0,020) terdapat perbedaan kemandirian antara kelompok intervensi dan kelompok control. Simpulannya:  supportif educative system dapat meningkatkan kemandirian pada klien diabetes melitus tipe 2. Kata Kunci: Kemandirian, Diabetes Melitus Tipe 2, Pendidikan Kesehatan Self Care Diabetes
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STATUS GIZI PADA SISWA KELAS 1-2 DI SDIT CAHAYA BANGSA KECAMATAN MIJEN Zulaika, Chusnul; Rochmayani, Dewi Sari
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33666/jitk.v11i1.233

Abstract

Abstrak Gizi merupakan salah satu faktor penting yang menentukan tingkat kesehatan dan kesejahteraan manusia. gizi seseorang dikatakan baik apabila terdapat keseimbangan dan keserasian antara perkembangan fisik dan perkembangan mental orang tersebut. Tingkat status gizi optimal akan tercapai apabila kebutuhan zat gizi optimal terpenuhi,namun demikian perlu diketahui bahwa keadaan gizi seseorang dalam suatu masa bukan saja ditentukan oleh konsumsi zat gizi pada saat itu saja, tetapi lebih banyak ditentukan oleh konsumsi zat gizi pada masa lampau, bahkan jauh sebelum masa kanak-kanak memberi andil terhadap status gizi setelah dewasa.Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah Untuk mengetahui analisis status gizi pada siswa di SDIT Cahaya Bangsa Kecamatan Mijen. Tujuan khususnya Mengetahui status gizi siswa di SDIT Cahaya Bangsa Kecamatan Mijen. Menganalisis pengaruh status gizi pada siswa di SDIT Cahaya Bangsa Kecamatan Mijen.Penelitian ini Metode penelitian menggunakan survei dengan teknik pengukuran antropometri dan pengukuran tinggi badan dan berat badan. Sampel dipilih dengan menggunakan simple random sampling. Jumlah populasi ada 280 siswa, sampel ada 165 siswa. Analisa data dengan menggunakan analisis univariat dilakukan secara deskriptif untuk mengetahui karakteristik, analisis bivariat dengan menggunakan uji chi square dan analisis multivariat dengan menggunakan analisis regresi logistik. Kata kunci     : faktor-faktor yang mempengaruhi gizi, status gizi
ANALISIS ES KRIM HERBAL MELALUI SIFAT KIMIA (KADAR AIR, KADAR PROTEIN TERLARUT dan KADAR GULA TOTAL) dan SIFAT FISIK (UJI ORGANOLEPTIK) Permatasari, Dewi Gilang; Muslihah, Zunianingrum Varichatun; Handriyanti, Rika Putri; Saputri, Dalintang Ketut Dwi; Trisiana, Anita
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33666/jitk.v11i1.273

Abstract

Abstrak Es Krim merupakan kuliner yang banyak digemari semua orang karena memiliki tekstur yang lembut dengan rasa manis menjadikan kombinasi sempurna. Dengan adanya komposisi yang berbahan dasar herbal seperti kunyit, jahe, temulawak dan kayu manis. Menjadikan produk Es Krim Herbal unik yang memberikan varian rasa rempah-rempah seperti jahe, kunyit dan temulawak. Perlu kita sadari bahwa rempah-rempah memiliki banyak manfaat bagi manusia.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat kimia (kadar air, kadar protein terlarut dan kadar gula total) dan sifat fisik (warna, rasa dan tekstur) pada es krim herbal. Kadar air dalam es krim herbal diukur dengan menggunakan metode destilasi. Kadar protein terlarut dalam es krim herbal diukur dengan menggunakan metode lowry. Kadar gula total dalam es krim herbal menggukan metode nelson-somogyi. Rancangan penelitian menggunkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan penambahan ekstra dari rempah-rempah terdiri dari 3 taraf perilaku (P1 jahe, P2 kunyit dan P3 temulawak). Setiap taraf perlakuan diulang sebanyak 2 kali ulangan, sehingga terdapat 6 satuan percobaan. Setiap satu percobaan memiliki berat total 350 gr. Variabel pengamatan pada penelitian ini adalah sifat kimia terdiri dari kadar air (P1 : 69,50%, P2 : 69,34%, P3 : 69 %). Kadar protein terlarut (P3 : 8,93%, P2 : 8,13%, P1 : 6,34%,) dan kadar gula total (P2 : 12,73%, P3 : 9,79%, P1 : 6,46%). Sifat fisik dengan melakukan uji organoleptik dengan pengujian 10 paneis menghasilkan warna (P1 : putih pucat, P2 : kuning pucat, P3 : kuning pucat). Rasa (P1 : manis, P2 : manis, P3 : manis). Tekstur (P1 : lembut, P2 : lembut, P3 : lembut). Pengujian dengan 10 panelis terdiri (P1 : 4 sangat enak, P3 : 3 enak, P2 : 3 tidak enak). Dari 10 panelis yang paling dominan sangat enak karen keseimbangan rasa rempah-rempah, tekstur lembut dan manis.Berdasarkan hasil penelitian es krim herbal telah  diuji secara kimia dan fisik sehingga aman dikonsumsi bagi masayarakt. Kata Kunci: Es Krim, Herbal, Sifat Kimia dan Sifat Fisik Abstract Ice cream is the most favourite froozen food among many people, because it has a smooth texture and a plenty sweet taste so it can produce a perfectly combine. Some herbs such as turmeric, ginger, cinammon, and curcuma are not only for medicine. Those can be proven by ES KRIM HERBAL, a very unique ice cream with a spices composition and will provide all of the consumers with a herbs variant taste. We need to know that spices have lots of benefits to our life. To analyzie the chemical properties ( water content, dissolves protein content, the total of sugar content) and the phsycal properties ( color, taste, texture) within the Es Krim Herbal, are the purpose of this study. The water content inside of Es Krim Herbal is measured by destilising methods. Dissolves protein content is measured by lowry methods. And  the total of sugar content is quintified by nelson-somogyi methods.The design of this study using a Fully Randomized Design by adding an extra treatment of spices, consist of 3 levels behavior (P1 ginger, P2 turmeric, and P3 curcuma). Every levels of treatment is repeated in 2 times, so it has 6 samples per units. The total weight of each samples is 350 gr. The observation variables in this study were chemical properties consist of water content (P1 : 69.50%, P2 : 69.34%, P3 : 69%). Dissolved protein levels (P3 : 8.93%, P2 : 8.13%,  P1: 6.34%,) and total of sugar content (P2 : 12.73%, P3 : 9.79%, P1 : 8.25%). Phsycal properties by organoleptik test with 10 panelists producing a color (P1 : pale white, P2 : pale yellow, P3 : pale yellow). Taste ( P1 : sweet, P2 : sweet, P3 : sweet). Texture (P1 : smooth, P2 : smooth, P3 : smooth). Observating with 10 panelists consist of (P1 : 4 very good, P3 : 3 good, P2 : 3 not good). From the 10 panelists, a 'very good' taste is dominant in this case, because the stability between the spices's taste, smooth texture, and sweet's taste.Based on the study that have been tested by chemical and phsycal, with the result that Es Krim Herbal is safe for public consumption. Keywords: Ice Cream, Herbs, The Chemical Properties and The Phsycal Properties
PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KEMANDIRIAN ANAK USIA PRA SEKOLAH DI TK PERMATA CERIA BANGSA KOTA SEMARANG Sulistyowati, Indah; Cahyaningsih, Oktaviani; Alfiani, Novita
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33666/jitk.v11i1.235

Abstract

Kemandirian pada anak berawal dari keluarga serta dipengaruhi oleh pola asuh orang tua. Di dalam keluarga, orang tualah yang berperan dalam mengasuh, membimbing dan membantu mengarahkan anak untuk menjadi mandiri. Masa anak-anak merupakan masa yang paling penting dalam proses perkembangan kemandirian, maka pemahaman dan kesempatan yang diberikan orang tua kepada anak-anaknya dalam meningkatkan kemandirian sangatlah krusial. Meskipun dunia sekolah juga turut berperan dalam memberikan kesempatan kepada anak untuk mandiri, keluarga tetap merupakan pilar utama dan pertama dalam pembentukan kemandirian anak. Tujuan penelitian ini yaitu untuk Mengetahui Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Terhadap Kemandirian Anak Usia Pra Sekolah Di Taman Kanak-Kanak Permata Ceria Bangsa Kota Semarang.Jenis penelitian ini adalah observasional dengan metode penelitian survei analitik yaitu survey atau penelitian yang mencoba menggali bagaimana dan mengapa fenomena kesehatan itu terjadi. Populasi dalam penelitian ini adalah semua anak usia pra sekolah yang ada di TK Permata Ceria Bangsa Kota Semarang. Sampel dalam penelitian ini adalah semua semua anak usia pra sekolah yang ada di TK Permata Ceria Bangsa Kota Semarang sejumlah 53 orang. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Analisa hubungan 2 variabel menggunakan uji Chi-Square.Dari hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar orang tua memiliki pola asuh yang kurang yaitu sebanyak 30 orang (56.6%) dan sebagian besar anak memiliki kemandirian yang kurang yaitu sejumlah 30 responden (56.6%). Dari hasil analisa data dengan menggunakan uji statistik Chi Square mengenai Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Terhadap Kemandirian Anak Usia Pra Sekolah Di Taman Kanak-Kanak Permata Ceria Bangsa Kota Semarang diperoleh nilai ρ value = 0, 25 > 0,05. maka dikatakan Ha ditolak yang artinya tidak ada pengaruh Pola Asuh Orang Tua Terhadap Kemandirian Anak Usia Pra Sekolah Di Taman Kanak-Kanak Permata Ceria Bangsa Kota Semarang. Saran yang dapat diberikan untuk pengembangan penelitian ini adalah Orang tua tidak hanya memberikan kebebasan berinisiatif tetapi juga bisa membantu mengembangkannya agar anak bisa berlatih tanggung jawab karena anak pada usia prasekolah jika tidak dilatih tanggung jawab akan tetap tergantung pada orang lain dan tidak dapat mandiri. Dan diharapkan Orang tua perlu mengajarkan kemandirian sedini mungkin sesuai dengan kemampuan anak. Kata kunci : pola asuh, kemandirian
EFEKTIVITAS LEAFLET TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN TENTANG PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) PADA REMAJA PUTRI DI PONDOK PESANTREN AR-RISALAH KABUPATEN CIAMIS Heryani, Heni; Kusumawaty, Jajuk; Gunawan, Asep; Samrotul, Dede
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33666/jitk.v11i1.237

Abstract

Kanker Payudara merupakan kanker tertinggi untuk perempuan. Program Utama mendeteksi kanker Payudara adalah dengan melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI). SADARI merupakan metode termudah, tercepat, termurah dan sederhana yang dapat mendeteksi secara dini kelainan pada payudara. Leaflet adalah salah satu media pendidikan kesehatan yang bisa digunakan untuk menyampaikan informasi tentang SADARI. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui Efektivitas Leaflet terhadap peningkatan keterampilan tentang SADARI pada Remaja Putri di Pondok Pesantren Ar-Risalah. Metode penelitain ini pre eksperimental dengan desain one group pretest posttest. Sampel pada penelitian ini adalah remaja putri di Pondok Pesantren Ar-Risalah dengan jumlah 76 orang.Teknik analisis data dengan menggunakan uji Wilcoxon. Berdasarkan Hasil uji Wilcoxon didapatkan nilai p value 0,000 maka disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan dengan menggunakan Leaflet sangat efektif untuk meningkatkan keterampilan tentang SADARI pada Remaja Putri di Pondok Pesantren Ar-Risalah Kabupaten Ciamis. Diharapkan remaja putri mampu mengaplikasikan SADARI secara rutin sehingga dapat mendeteksi sejak dini kanker payudara, dan Petugas Kesehatan menggunakan Media Leaflet dalam memberikan informasi tentang cara pemeriksaan payudara sendiri pada Remaja putri.
PERBANDINGAN EFEKTIFITAS AIR REBUSAN REBUSAN DAUN SIRSAK DAN MAHKOTA DEWA DALAM MENURUNKAN KADAR ASAM URAT WANITA PADA MASA KLIMAKTERIUM Royhanaty, Isy; Sari, Novita; Salamah, Umu
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33666/jitk.v11i2.276

Abstract

ABSTRAK  Latar belakang: Wanita premenopause (klimakterium) akan mengalami penurunan fungsi ovarium secara alamaiah, yang menyebabkan menurunnya hormone esterogen. Produksi hormon estrogen berkurang dan memperburuk fungsi pengeluaran urin sehingga meningkatkan kadar asam urat dalam darah (hiperurisemia). Air rebusan daun sirsak dan air rebusan mahkota dewa merupakan alternatif pengobatan hiperurisemia. Tujuan : Mengetahui efektivitas air rebusan daun sirsak dan air rebusan mahkota dewa dalam menurunkan kadar asam urat wanita pada masa klimakterium di Desa Lambur, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan. Metode: Jenis penelitian quasi experiment dengan two group pretest and posttest design. Sampel adalah 30 wanita usia 40-50 tahun yang dipilih sesuai kriteria, berjumlah 30 orang, yang terbagi menjadi 2 kelompok. Analisa data menggunakan paried t test, wilcoxon dan independent t test. Hasil : Pemberian air rebusan daun sirsak dapat menurunkan secara signifikan kadar asam urat wanita pada masa klimakterium (p value = 0,001). pemberian air rebusan mahkota dewa dapat menurunkan secara signifikan kadar asam urat wanita pada masa klimakterium (p value = 0,000). Pemberian air rebusan daun sirsak lebih efektif menurunkan kadar asam urat wanita pada masa klimakterium dibanding pemberian air rebusan mahkota dewa (p value = 0,001). Kesimpulan : Pemberian air rebusan daun sirsak lebih efektif menurunkan kadar asam urat wanita pada masa klimakterium dibanding pemberian air rebusan mahkota dewa. Wanita pada masa klimakterium yang menderita hiperurisemia disarankan untuk mengkonsumsi air rebusan dau sirsak 200 ml yang terbuat dari 5 mg daun sirsak kering, sehari 2 kali (pagi dan sore) selama 7 hari, untuk mendapatkan penurunan kadar asam urat yang signifikan.  Kata Kunci : Asam Urat, Daun Sirsak, Mahkota Dewa  ABSTRACT  Background : Premenopausal (climacteric period) women will naturally experience decreased ovarian function, which causes a decrease in the hormone estrogen. The production of the hormone estrogen decreases and worsens the function of urine output thereby increasing levels of uric acid in the blood (hyperuricemia). Boiled water of Annona muricata L leaves and boiled water of Phaleria macocarpa are alternative treatments for hyperuricemia. Objective : To determine the effectiveness of Boiled water Annona muricata L leaves and boiled water of Phaleria macocarpa in reducing levels of female uric acid during climacteria in Lambur Village, Kandangserang District, Pekalongan Regency. Method : A quasi-experimental study with two groups pretest and posttest design. The sample was 30 women aged 40-50 years who were selected according to criteria, totaling 30 people, who were divided into 2 groups. Data analysis uses paried t test, Wilcoxon and independent t test. Results : Boiled water of Annona muricata L leaves can significantly reduce a woman's uric acid levels during the climacteric period (p value = 0.001). Boiled water of Phaleria macocarpa can significantly reduce the level of uric acid in women during climacteric period (p value = 0,000). Giving boiled water of Annona muricata L leaves is more effective in reducing the level of uric acid in women during climacteria compared to giving boiled water of Phaleria macocarpa (p value = 0.001). Conclusion : Giving Boiled water of leaf of Annona muricata L is more effective in reducing the level of uric acid in women during climacteria compared to giving boiled water of Phaleria macocarpa. Climacteric women suffering from hyperuricemia are advised to consume 200 ml of water of leaf of Annona muricata L made from 5 mg of dried Annona muricata L leaves, 2 times a day (morning and evening) for 7 days, to get a significant decrease in uric acid levels. Keywords: Uric Acid, Annona muricata L leaves, Phaleria macocarpa
REPRESENTASI KUALITAS INFORMASI DOKUMEN REKAM MEDIS BERBASIS PERMENKES RI NOMOR 269/MENKES/PER/III/2008 DI KLINIK PRATAMA SURYA MEDIKA SEMARANG Harsono, Harsono; Sugiharto, Sigit
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33666/jitk.v11i2.275

Abstract

ABSTRAK Salah satu komponen pelayanan kesehatan untuk menentukan mutu pelayanan kesehatan di fasilitas layanan kesehatan adalah tersedianya informasi dari rekam medis.  Kualitas informasi dokumen rekam medis ditentukan oleh beberapa hal diantaranya yaitu lengkap, akurat dan konsisten.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas informasi dokumen rekam medis berbasis Permenkes RI No 269/Menkes/Per/III/2008 di klinik pratama surya medika semarangPenelitan ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan desain penelitian crossectional. Lokasi pengampilan sampel di Klinik Pratama Surya Medika Semarang.  Populasi penelitian dokumen rekam  medis periode bulan Agustus-Desember 2019 dengan sampel penelitian sejumlah 200 dokumen rekam medis. Analisa data yang digunakan analisa univariat yang disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan  prosentase dari kualitas informasi rekam medis pasien klinik surya medika semarang.  Hasil observasi kualitas informasi dokumen rekam medis berdasarkan komponen kelengkapan didapatkan hasil terdapat ketidaklengkapan pada No Rekam Medis Pasien 55%, Tanggal Lahir 14%, Jenis Kelamin 9%, Alamat 36%, Tanggal Periksa 4%, Terapi 2% dan Tanda Tangan berikut Nama Dokter 95%. Berdasarkan komponen keakuratan didapatkan hasil adanya ketidakakuratan pada perbaikan no rekam medis pasien dengan cairan penghapus tulisan 1%, ketidaksesuaian no rekam medis pasien pada formulir dengan map 2% dan perbaikan tulisan (coretan) pada kolom diagnosis, anamnesis, terapi tidak diparaf nakes 14%.  Sementara untuk komponen konsistensi didapatkan hasil terdapat ketidakkonsistenan pada penulisan kode no rekam medis pasien tidak sesuai antara formulir dengan map 6% dan penulisan nama pasien tidak sesuai antara formulir dengan MAP 2%Kualitas  informasi  dokumen rekam  medis berbasis Permenkes RI No 269 /Menkes/Per/III/2008 pada klinik pratama surya medika semarang masih didapatkan hasil kurang lengkap, kurang akurat dan kurang konsisten dengan besaran prosentase yang bervariasi   Kata Kunci : Kualitas Informasi, Dokumen Rekam Medis, Permenkes RI No 269 /Menkes/Per/III/2008   ABSTRACT One component of health service to determine the quality of health services in health care facilities is the availability of information from medical records. The quality of medical record document information is determined by several things including the complete, accurate and consistent. This Study aims to determine the quality of information on medical record documents based on the Minister of Health Republic of Indonesia Number 269/Menkes/Per/III/2008 at the Surya Medika Pratama clinic in SemarangThis research is a descriptive study using a cross-sectional research design. Location of the sample performance at Surya Medika Pratama Clinic Semarang. The population of the study was the medical record documents for the period August-December 2019 with a research sample of 200 medical record documents.  Analysis of the data used univariate analysis presented in the form of frequency distributions and percentages of the quality of medical record information of patients in the surya medika clinic in semarangThe results of observations of the quality of medical record document information based on the completeness component found that there was an incompleteness in the patient medical record number 55%, date of birth 14%, gender 9%, address 36%, check date 4%, therapy 2%, the following signatures is the name of the doctor 95%.  Based on the accuracy component, it is found that there is an inaccuracy in the improvement of the medical record number of patients with written eraser fluid 1%, Incompatibility of patient’s medical record number on the form with folder 2%, Improved writing (graffiti) in the diagnosis column, history taking, therapy not initialled by health workers 14%.  While for the consistency component, there was a result that there was an inconsistency in the writing of the patient’s medical record number which did not match the form with the map 16% and writing the patient’s name does not match the form with folder 2%The quality of information on medical record documents based on the Republic of Indonesia Minister of Health Regulation Number 269/Menkes/Per/III/2008 in the Semarang Surya Pratama Clinic still results in incomplete, inaccurate and less consistent with varying percentages Key words : Information Quality, Medical Record Documents, the Republic of Indonesia Minister of Health Regulation Number 269/Menkes/Per/III/2008
PENGARUH VARIASI PENYUDUTAN ARAH SINAR PADA PEMERIKSAAN VERTEBRA LUMBOSACRAL JOINT PROYEKSI LATERAL TERHADAP KRITERIA ANATOMI RADIOGRAF Utami, Asih Puji
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 2, No 2 (2011)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33666/jitk.v2i2.364

Abstract

ABSTRACTAda variasi penyudutan arah sinar pada pemeriksaan vertebra lumbosacral joint proyeksi lateral baik secara teori maupun praktek. Menurut Clark (2005) pada pemeriksaan vertebra lumbosacral joint proyeksi lateral menggunakan arah sinar 0°, Ballinger (2007) dengan arah sinar 5º sampai 8º caudal dan Bontrager (2011), berkisar 5º sampai 10º ke arah caudal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi penyudutan terhadap kriteria anatomi radiograf dan mengetahui sudut yang paling tepat untuk kriteria anatomi yang baik jika pada proyeksi lateral dilakukan penyudutan arah sinar  0º, 5º, 10º, dan 15º ke caudal.Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan pendekatan metode observasional dengan melakukan pemotretan vertebra lumbosacral joint proyeksi lateral dengan variasi sudut  0º, 5º, 10º, dan 15º ke caudal.  Metode pengambilan data dilakukan dengan eksperimen, data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner (check list) dengan 15 observer serta dokumensi hasil radiograf. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif yaitu dengan regresi sederhana dan crosstab data, dikodingkan dan dikategorikan.Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara variasi penyudutan arah sinar 0º, 5º, 10º, 15º ke arah caudal terhadap kriteria anatomi radiograf yang dihasilkan pada proyeksi lateral ditunjukkan oleh nilai p value = 0,016 (< 0,05) artinya Ha diterima dan Ho ditolak. Diperoleh variasi penyudutan arah sinar yang dapat menunjukkan kriteria anatomi yang baik adalah pada variasi penyudutan arah sinar 15º ke caudal.Kata kunci  :     vertebra lumbosacral joint. proyeksi lateral.penyudutan arah sinar 0º, 5º, 10º, dan 15º, kriteria anatomi radiograf
Peningkatan Kepatuhan Pola Hidup Melalui Acceptance Comitment Theraphy (ACT) Pada Klien Hipertensi Sianturi, Renta; Pardede, Lisbeth
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33666/jitk.v11i2.238

Abstract

Hipertensi merupakan suatu penyakit yang dapat berkembang menjadi kronik akibat klien tidak mampu untuk mempertahankan pola hidup yang dapat menjaga keseimbangan tekanan darah. Faktor pemicu kenaikan tekanan darah yaitu ketidakpatuhan pola hidup seperti ketidak patuhan pola makan dan minum, pola istirahat dan aktivitas, pengendalian stress, dan kepatuhan kontrol dan minum obat hipertensi. Ketidak patuhan yang terjadi pada klien hipertensi dapat ditangani dengan pemberian tindakan Acceptance Comitment Theraphy (ACT). Kesadaran pentingnya kepatuhan pola hidup harus diketahui oleh klien hipertensi sehingga memiliki komitmen untuk menjaga dan mempertahankan pola hidup yang sehat. Penelitian ini dilakukan dengan quasi eksperiment, jumlah responden 33 orang dipilih dengan purposive sampling, desain pre post test. Data yang dikumpulkan yaitu karakteristik responden, kepatuhan pola hidup meliputi kepatuhan makan dan minum, kepatuhan aktivitas dan istirahat, pengendalian stress dan kepatuhan kontrol dan minum obat. Hasil penelitian ada perbedaan  nilai rata – rata sebelum dan sesudah dilakukan Acceptance Comitment Theraphy  p value (0,000) dengan CI 95%.  Setelah dilakukan Acceptance Comitment Theraphy responden menyadari bahwa klien memiliki penyakit hipertensi yang harus diatasi dengan komitmen mematuhi pola hidup. Komitmen yang dilakukan oleh klien akan menjadi suatu perubahan perilaku yang menetap. Acceptance Comitment Theraphy dapat menjadi salah satu tindakan untuk berkomitmen meningkatkan kepatuhan pola hidup.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARANG AYU SEMARANG Qomariyah, Qomariyah; Maharani, Kristina; Maulidiyah, Fia Nur
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33666/jitk.v11i2.362

Abstract

 Cakupan pemberian ASI eksklusif di Indonesia belum menggembirakan. Pada tahun 1986-1991 sebesar 39%, tahun 2002-2003 sebesar 39,5%, tahun 2005 sebesar 27,30%,dan tahun 2007 sebesar 21,51%, sedangkan di Kecamatan Sumowono tahun 2008 sebesar 29,02%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Karang Ayu Semarang.Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan desain kasus kontrol. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu-ibu yang mempunyai bayi usia 7-12 bulan yang memberikan ASI eksklusif (kasus) dan tidak memberikan ASI eksklusif (kontrol). Teknik pengambilan sampel dengan cara simple random sampling dan didapatkan jumlah sampel sebesar 39 orang (kasus) dan 28 orang (kontrol). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat (menggunakan uji Chi-Square dengan α = 0,05 dan penentuan Odds Rasio (OR)).Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif adalah pengetahuan (p = 0,012, OR = 3,35), pendidikan ibu (p value=0,047, OR=2,19), pekerjaan ibu (p value=0,005, OR=4,47), ketertarikan promosi susu formula (p value=0,031, OR=2,57), dan dukungan suami (p value =6,37, OR= 1,15).Berdasarkan hasil penelitian, saran yang diajukan adalah supaya ibu-ibu di Puskesmas Karang Ayu Semarang diharapkan lebih meningkatan kemampuan dalam memelihara kesehatan bayi melalui pemberian ASI eksklusif dan diperlukan motivasi suami untuk mendukung ibu dalam memberikan ASI eksklusif. Kata kunci : Pemberian ASI Eksklusif. The exclusive breastfeeding coverage in Indonesia had not been satisfactory. In 1986 through 1991 period it was 39%, in 2002-2003 39.5%, in 2005 27.30%, and in 2007 21.51%, while in Sumowono District in 2008 it was 29.02%. This study aimed at discovering the factors related to exclusive breastfeeding in Karang Ayu Health Clinic Semarang. This research was an analytical survey using case control research design. The population in this research was mothers with infants of 7-12 months of age and exclusively breastfed them (case) and those with infants of 7-12 months of age and did not exclusively breastfeed them (control). The sample was taken using simple random sampling and 39 cases and 28 controls were obtained. The instrument in this research was questionnaire. The data was analyzed in univariately and bivariately (using chi-square statistical test formula and determining Odds Ratio (OR)).From the research result it was found that the factors related to exclusive breastfeeding were mothers’ knowledge (p value=0.012,OR=3,35), mothers’ education (p value=0.047,OR=2.19), mothers’ job (p value=0.005,OR=4.47), formula milk promotion attractedness (p value=0.031, OR=2.57), and husband support (p value=6.37, OR= 1.15).From the research result, the suggestions the researcher could offer was for mothers in Karang Ayu Health Clinic Semarang shall improve their capability in nursing and raising babies/infants through exclusive breastfeeding their husbands’motivation to support mothers in breastfeeding their babies exclusively. Keywords : Exclusive Breastfeeding.