cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jitkwh@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan
ISSN : 20868510     EISSN : 26555875     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (JITK) merupakan wadah atau sarana yang menerbitkan tulisan ilmiah hasil-hasil penenlitian maupun non hasil penelitian dibidang ilmu dan teknologi yang belum pernah diterbitkan atau sedang dalam proses penerbitan di jurnal-jurnal ilmiah lain. Redaksi berhak merubah tulisan tanpa mengubah maksud atau subtansi dari naskah yang dikirimkan. Naskah yang belum layak diterbitkan dalam Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan, tidak dikembalikan kepada pengirimnya, kecuali atas permintaan penulis yang bersangkutan.
Articles 158 Documents
EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM JAMINAN PERSALINAN (JAMPERSAL) OLEH BIDAN DI KABUPATEN BATANG Yati, Rina; Erawati, Ambar Dwi; Wahyuning, Sri
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.485 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v5i2.96

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia sampai saat ini masih tinggi, dan ini merupakan suatu masalah kesehatan yang sampai saat ini belum dapat diatasi secara tuntas, berdasarkan Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI)2009 AKI di Indonesia adalah 227 per 100.000 Kelahiran Hidup.? Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Tengah tahun 2011 AKI di Jawa Tengah adalah 116,01 per 100.000 Kelahiran Hidup. Angka Kematian Ibu di Kabupaten Batang tiga tahun terakhir terus meningkat, angkanya masih berada diatas rata rata Jawa Tengah dan target MDG,s. Kematian ibu biasanya terjadi karena tidak mempunyai akses kepelayanan kesehatan ibu yang berkualitas terutama pelayanan kegawat daruratan tepat waktu. Persalinan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan baru mencapai 55,4%. Keadaan seperti ini banyak terjadi disebabkan kendala biaya sehingga diperlukan upaya pemerintah berupa program Jampersal . di Kabupaten Batang program Jampersal program jampersal dimulai sejak tahun 2011, bidan sebagai salah satu tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan Jampersal. Namun sebagai program yang masih baru, pelaksanaan Jampersal tidak lepas dari berbagai kekurangan yang perlu dibenahi. Sehingga diperlukan evaluasi? pelaksanaan program Jaminan Persalinan (Jampersal) oleh bidan di Kabupaten Batang Tujuan? penelitian ini adalah agar hasil penelitian dapat digunakan sebagai bahan evaluasi program dan referensi dalam pengambilan keputusan untuk penyempurnaan pelaksanaan program jampersal di Dinas Kesehatan Kabupaten Batang. Target khusus dari penelitian ini adalah didapatkanya gambaran motivasi bidan dalam melaksanakan program jampersal, pelayanan jampersal yang idberikan oelh bidan dan cakupan pelayanan jampersal oleh bidan di Kabupaten Batang.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara mendalam . Subyek penelitian adalah sebanyak 24 orang yang diambil secara purposive. Informan utama adalah bidan dan informan triangulasi kepala seksi KIA, Kepala Puskesmas, Bidan Koordinator dan ibu yang mendapatkan pelayanan jampersal . Data diolah dengan? content anaysis. Motivasi bidan dari faktor internal : karena membantu proses persalinan ibu, menolong agar ibu bersalin kefasilitas kesehatan, faktor eksternal karena program pemerintah dan sudah ditugaskan agar bidan melaksanakan program jampersal, meningkatkan cakupan KIA dan menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Pelayanan jampersal yang diberikan oleh bidan adalah periksa kehamilan 4 kali, persalinan, rujukan kadang tidk mengurus klaim, nifas 2 -3 kali, pelayanan KB susah dilaksanakan karena harus nunggu 40 hari, sedangkan ibu nifas belum selapan belum boleh keluar rumah. Cakupan pelayanan KIA dengan program jampersal meningkat semua, yang tidak meningkat disebabkan karena ibu pindah wilayah, dan mutasi bidan sehingga tidak ada serah terima dari bidan lama. Saran kepada bidan agar? memberikan informasi program jampersal kepada ibu hamil dan keluarga dan menjelaskan apa saja yang didapatkan agar masyarakat tidak menganngap gratis tetapi masih ada pengutan. Kata Kunci : Evaluasi, Jampersal, BidanAngka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia sampai saat ini masih tinggi, dan ini merupakan suatu masalah kesehatan yang sampai saat ini belum dapat diatasi secara tuntas, berdasarkan Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI)2009 AKI di Indonesia adalah 227 per 100.000 Kelahiran Hidup.? Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Tengah tahun 2011 AKI di Jawa Tengah adalah 116,01 per 100.000 Kelahiran Hidup. Angka Kematian Ibu di Kabupaten Batang tiga tahun terakhir terus meningkat, angkanya masih berada diatas rata rata Jawa Tengah dan target MDG,s. Kematian ibu biasanya terjadi karena tidak mempunyai akses kepelayanan kesehatan ibu yang berkualitas terutama pelayanan kegawat daruratan tepat waktu. Persalinan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan baru mencapai 55,4%. Keadaan seperti ini banyak terjadi disebabkan kendala biaya sehingga diperlukan upaya pemerintah berupa program Jampersal . di Kabupaten Batang program Jampersal program jampersal dimulai sejak tahun 2011, bidan sebagai salah satu tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan Jampersal. Namun sebagai program yang masih baru, pelaksanaan Jampersal tidak lepas dari berbagai kekurangan yang perlu dibenahi. Sehingga diperlukan evaluasi? pelaksanaan program Jaminan Persalinan (Jampersal) oleh bidan di Kabupaten Batang Tujuan? penelitian ini adalah agar hasil penelitian dapat digunakan sebagai bahan evaluasi program dan referensi dalam pengambilan keputusan untuk penyempurnaan pelaksanaan program jampersal di Dinas Kesehatan Kabupaten Batang. Target khusus dari penelitian ini adalah didapatkanya gambaran motivasi bidan dalam melaksanakan program jampersal, pelayanan jampersal yang idberikan oelh bidan dan cakupan pelayanan jampersal oleh bidan di Kabupaten Batang.ISSN 20868510?Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara mendalam . Subyek penelitian adalah sebanyak 24 orang yang diambil secara purposive. Informan utama adalah bidan dan informan triangulasi kepala seksi KIA, Kepala Puskesmas, Bidan Koordinator dan ibu yang mendapatkan pelayanan jampersal . Data diolah dengan? content anaysis. Motivasi bidan dari faktor internal : karena membantu proses persalinan ibu, menolong agar ibu bersalin kefasilitas kesehatan, faktor eksternal karena program pemerintah dan sudah ditugaskan agar bidan melaksanakan program jampersal, meningkatkan cakupan KIA dan menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Pelayanan jampersal yang diberikan oleh bidan adalah periksa kehamilan 4 kali, persalinan, rujukan kadang tidk mengurus klaim, nifas 2 -3 kali, pelayanan KB susah dilaksanakan karena harus nunggu 40 hari, sedangkan ibu nifas belum selapan belum boleh keluar rumah. Cakupan pelayanan KIA dengan program jampersal meningkat semua, yang tidak meningkat disebabkan karena ibu pindah wilayah, dan mutasi bidan sehingga tidak ada serah terima dari bidan lama. Saran kepada bidan agar? memberikan informasi program jampersal kepada ibu hamil dan keluarga dan menjelaskan apa saja yang didapatkan agar masyarakat tidak menganngap gratis tetapi masih ada pengutan. Kata Kunci : Evaluasi, Jampersal, Bidan
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWA DENGAN SIKAP MAHASISWA TENTANG SEKS PRANIKAH PADA MAHASISWA PRODI D III KEBIDANAN STIKES WIDYA HUSADA SEMARANG Sari, Cempaka Kumala; Siwi, Rifki Trijayanti; Jamil, M.
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33666/jitk.v8i1.46

Abstract

Remaja harus memiliki pengetahuan yang benar tentang seks dan mengembangkan sikap seks yang benar tentang seks (Pratiwi, 2005). Prodi D III Kebidanan STIKES Widya Husada merupakan salah satu sekolah kesehatan yang letaknya tidak jauh dari kota yang memungkinkan para mahasiswa memperoleh berbagai kemudahan dalam mendapatkan informasi tentang kesehatan reproduksi dari berbagai sumber seperti buku, majalah, Koran, internet, yang tempatnya tidak jauh dari lokasi sekolah. Tujuan untuk mengetahui apakah ada Hubungan Tingkat Pengetahuan Mahasiswa Dan Sikap Mahasiswa Tentang Seks Pra Nikah Pada Mahasiswa Prodi D III Kebidanan STIKES Widya Husada Semarang.Jenis penelitian yang dilakukan adalah studi kuantitatif dengan desain penelitian non experimental, dan tergolong penelitian dalam penelitian obervasional survey yang dilakukan untuk menjelaskan hubungan dan pengaruh antara variabel bebas dan variabel terikat. Analisa data dengan analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan tabulasi silang.Hasil dari penelitian ini adalah mayoritas responden memiliki pengetahuan cukup sejumlah 20 responden (60,6%) dengan sikap sebagian besar kurang mendukung sejumlah 22 responden (66,7%). Hasil uji chi square menunjukan ada hubungan antara tingkat pengetahuan mahasiswa denga sikap mahasiswa tentangs seks pranikah di Prodi D III Kebidanan STIKES Widya Husada Semarang. Perlu adanya peningkatan bimbingan konseling khususnya yang memberikan penyuluhan atau pendidikan tentang kesehatan reproduksi. Perlu diadakan penelitian tentang faktor lain yang memperngaruhi seks pranikah misalnya faktor lingkungan yang mendukung adanya seks pra nikah.Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Seks pranikah?KNOWLEDGE LEVEL RELATIONSHIP WITH STUDENTS ATTITUDE TO STUDENTS ABOUT SEX PREMARITAL STUDENTS PRODI DIII MIDWIFERY STIKES WIDYA HUSADA SEMARANGTeens should have the right knowledge about sex and develop the right attitude about sex (Pratiwi, 2005). Prodi DIII Midwifery STIKES Widya Husada is one of the medical school is located not far from the city that allows students to obtain various conveniences in getting information on reproductive health from a variety of sources such as books, magazines, newspapers, the Internet, that's not far from the location of the school . Aim to determine whether there is a Knowledge Level Student Relations and Student Attitudes About Sex Pre Marital On Student Prodi DIII Midwifery STIKES Widya Husada Semarang.This type of research is a quantitative study conducted with non-experimental research design, and classified research in obervasional research survey conducted to explain the relationship and influence between independent variables and the dependent variable. Analysis of the data by univariate and bivariate analysis using cross tabulation.The results of this study is that the majority of respondents have enough knowledge of a number of 20 respondents (60.6%) with the fact that most do not support a number of 22 respondents (66.7%). The results of chi square test showed no relationship between the level of student knowledge premises student attitude tentangs premarital sex in Prodi DIII Midwifery STIKES Widya Husada Semarang. It should be an increase in guidance counseling in particular that provide counseling or education about reproductive health. It should be conducted research on other factors that affect premarital sex eg environmental factors that support their pre-marital sex.Keywords: Knowledge, Attitude, Premarital Sex
PELAKSANAAN PENGASUHAN BALITA PENGANTARAN ASI DI TPA (TEMPAT PENITIPAN ANAK ) DAN JASA PENGANTARAN ASI Dwi Erawati, Ambar; yati, Rina; Wahyuning, Sri
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.366 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v7i2.8

Abstract

TPA dan Jasa Antaran ASI Widya Husada berdiri semenjak tahun 2014 dengan dana dari Dikti. Penggunaan jasa dalam penitipan anak di TPA Widya Husada rata ? rata 9 anak dalam satu hari dan penggunaan jasa pengantaran ASI di Jasa Antaran ASI Widya Husada belum ada pelanggan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan TPA dan Jasa Antaran ASI Widya Husada dan sebagai bahan evaluasi kegiatan. Penelitan ini adalah kualitatif dengan Obyek penelitian ini adalah Pelaksanaan kegiatan TPA dan Jasa Antaran ASI Widya Husada. Pelaksanaan pengasuhan di TPA Widya Husada hanya memberikan pengasuhan saja tiadak ada unsur pendidikan. Pengasuhan pada TPA Widya Husada berjenis fullday karena pengasuhan dimulai pada pukul07. 00 hingga pukul 16.00 Faktor pendukung TPA dan Jasa Antaran ASI Widya Husada adalah letak, harga, pengasuh, kebersihan. Faktor penghambat TPA dan Jasa Antaran ASI Widya Husada adalah Fasilitas, Media sosial. Kata Kunci : Jasa Pengantaran ASI, TPA
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP KADER TENTANG DETEKSI DINI REIKO TINGGI PADA IBU HAMIL DI WILAYAH PUSKESMAS PELAMBUAN BANJARMASIN Kusumawati, Sixtia
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.685 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v10i1.204

Abstract

keseluruhan. Upaya percepatan penurunan angka kematian bayi dan angka kematian ibu, tentunya akan berhasil apabila melibatkan seluruh pemangku kepentingan baik unsur pemerintahan maupun unsur masyarakat dan dunia usaha. Bentuk peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan adalah Posyandu yang dilaksanakan oleh kader. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana   gambaran pengetahuan dan sikap kader tentang cara  deteksi dini resiko tinggi pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Pelambuan Banjarmasin Tahun 2018. Jenis penelitian deskriptif dengan desain penelitian cross sectional. Jumlah sampel adalah 75. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan kader cara deteksi dini resti pada ibu hamil mayoritas berkategori   kurang   yaitu   sebanyak 50 orang (66,7%) dari 75 orang   responden. Dan mayoritas sikap kader tentang deteksi dini resti pada ibu hamil bersikap negatif yaitu sebanyak 40 orang (53.3%) dari 75 orang responden. Perlu adanya koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memberikan edukasi kepada kader sehingga kejadian kegawatdaruratan pada ibu hamil dapat di deteksi secara dini.Kata kunci: Pengetahuan, sikap, kader, deteksi dini risiko tinggi, ibu hamil AbstractThe problem of maternal mortality and morbidity in Indonesia is a big problem for the whole nation. An efforts to accelerate the reduction of infant and maternal mortality rates will certainly succeed if it involves all stakeholders, both the government, society and the business world. The form of community participation in the health sector is Posyandu which carried out by cadres. The purpose of this research is to find a description of knowledge and attitudes of cadres on how early detection of high risk pregnant women in Puskesmas Pelambuan Banjarmasin 2018The research method used in this study was descriptive, cross sectional design. The number of samples is 75. The results of the study showed that the level of cadres knowledge regarding early detection of high risk in pregnant women was mostly categorized as less, namely as many as 50 people (66.7%) from 75 respondents. And the majority of cadre attitudes about early detection of high risk in pregnant women are negative, as many as 40 people (53.3%) of 75 respondents. It is necessary to conduct coordination with related parties to provide education to cadres so that emergency event in pregnant women can be detected early.Key word: Knowledge, Attitude, Cadre, Early detection of high risk, pregnant women
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI DUSUN KLILIN KECAMATAN KERTEK KABUPATEN WONOSOBO Sari, C K; Sulistyowati, I.; Agestin, T. R.
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 4, No 1 (2013)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.637 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v4i1.78

Abstract

Kesehatan merupakan hak asasi manusia dan sekaligus merupakan investasi sumber daya manusia, serta memiliki konstribusi yang besar untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Menurut data surveilans terpadu penyakit terpilih berdasarkan kasus berobat di Puskesmas Kertek tahun 2012 penyakit diare dan disentri menduduki peringkat pertama dan kedua dari 10 penyakit yang sering di derita masyarakat Desa Sindupaten, yaitu diare sebanyak 1259 penderita dan disentri sebanyak 242 penderita. Jika dilihat dari jumlah Kepala Keluarga yaitu dari 937 Kepala Keluarga hanya 2 Kepala Keluarga yang memiliki septiktank, dan 885 Kepala Keluarga menggunakan alternative lain. Hal yang lebih memprihatinkan adalah di Dusun Klilin Kecamatan Kertek Kabupaten Wonosobo dari 225 Kepala Keluarga tidak ada satupun yang mempunyai septiktank. Memang belum bisa dipastikan penyakit ini akibat dari persoalan di atas, namun melihat kondisi air di beberapa sungai yang warnanya keruh kehitaman, menandakan air tersebut jauh dari standar kesehatan dan bahkan sudah tercemar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang perilaku hidup bersih dan sehat di Dusun Klilin Kecamatan Kertek Kabupaten Wonosobo.Desain penelitian yang digunakan adalah survei deskriptif. Responden dalam penelitian ini adalah ibu ? ibu di Dusun Klilin Kecamatan Kertek Kabupaten Wonosobo dengan sampel sebanyak 66 ibu. Pengambilan sampel menggunakan metode non propability sampling. Instrument yang digunakan adalah kuesioner. Menggunakan analisa univariat.Dari penelitian yang dilakukan didapatkan hasil bahwa mayoritas pengetahuan ibu tentang perilaku hidup bersih dan sehat adalah kurang, yaitu 39 responden (59,09%). Disarankan kepada masyarakat khususnya ibu untuk menambah wawasan tentang perilaku hidup bersih dan sehat serta bisa mengaplikasikasnnyadalam kehidupan sehari ? hari, sehingga terbentukrumah tangga sehat dan bebas penyakit.Kata Kunci : Pengetahuan, Ibu, perilaku Hidup Bersih dan Sehat
RANCANG BANGUN PEMBUATAN INDIKATOR KASET PADA TRANSFER BOX BERBASIS DETEKTOR CAHAYA Adi, Efita Pratiwi; Sari, Ayu Wita; Nyoman Arnawa, Ida Bagus
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.98 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v9i2.191

Abstract

Masih sering ditemui keterlambatan dalam pencucian film, dikarenakan petugas kamr gelap tidak selalu berada di dalam kamar gelap dan tidak adanya komunikasi antara radiografer dengan petugas kamar gelap. Hal ini menyebabkan menumpuknya film yang telah di ekspose. Masalah tersebut berimbas kepada pasien yang lama menunggu dan menambah antrian di ruang tunggu pasien. Untuk mengatasi masalah tersebut, dilakukan rancang bangun indikator kaset pada transfer box dengan menggunakan detector cahaya, berupa lampu atau alarm yang akan aktif apabila detektor mendapat reaksi berupa pancaran gelombang. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui bagaimana cara membuat dan cara kerja indikator kaset pada transfer box. Indikator kaset dibuat mulai dari mendesain alat, pemilihan bahan, pembuatan transfer box, pemasangan rangkaian LED, LDR, rangkaian indikator, lampu indikator pada transfer box. Pengujian dilakukan pada keadaan pintu tertutup dan terbuka guna mengetahui bahwa cahaya dari luar tidak mengganggu kerja rangkaian detektor kaset pada transfer box. Dari perancangan indikator kaset dan uji fungsi alat didapatkan hasil bahwa alat tersebut berfungsi dengan baik. Lampu indikator kaset akan menyala ketika transfer box eksposur diisi kaset. Pada pangujian ini juga dibuktikan bahwa alat tersebut dapat berfungsi walaupun resistensi dari LDR berubah-ubah. Kata Kunci : Indikator kaset, Transfer box, detektor cahaya?MANUFACTURE OF INDICATOR CASSETTE IN THE TRANSFER BOX BASED ON THE LIGHT OF DETECTORThere have been lateness of cleansing of the film because the dark room officer is not always in that place, and there is no any good communication between the radiographer and the dark room officer. It is caused by the plenty of exposed film. As a result, it affects to the patient who are waiting and length the queuing in the waiting room. To deal with this problem, it needs to make an indicator cassette in the box transfer by using the light detector such as the lamp or alarm that will be active when the detector gets? a reaction like the surge transmission. The research objective is to know how to make and the work of indicator cassette in the transfer box. Indicator cassette is made in some steps, start from designing the tools, choosing the components, making of transfer box, setting up the LED range, LDR, ranges of indicators in the transfer box. It will be tested when the door is closed and opened in order to know that the light outside doesn?t distract the work of the detector cassette ranges in the transfer box.? Based on the test of indicator test, it can be concluded that the tool is running well. The indicator cassette?s light will be on when the transfer box is filled by cassette. This test shows that this tool will be running well although the resistance of LDR is unstable.Key Words : Indicator Cassette, Transfer box, Light detector
PENGARUH EDUKASI DIABETES TERHADAP KEPATUHAN PENGATURAN DIET PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2DI KELURAHAN WIROGUNAN DAN BRONTOKUSUMAN KOTA YOGYAKARTA P, Dyah Restuning
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 3, No 1 (2012)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.719 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v3i1.69

Abstract

Edukasi diabetes merupakan pendidikan mengenai pengetahuan dan ketrampilan bagi pasien diabetes yang bertujuan mengubah perilaku untuk meningkatkan pemahaman klien akan penyakitnya. Kepatuhan diet merupakan masalah besar yang terjadi pada penderita DM tipe 2 saat ini. Prinsip pengaturan pola makan didasarkan pada status gizi pasien diabetes dan melakukan modifikasi diet dengan memperhatikan gaya hidup serta pola kebiasaan makan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh edukasi diabetes terhadap kepatuhan pengaturan diet pada pasien Diabetes Melitus tipe 2 di kelurahan Wirogunan dan Brontokusuman Kota Yogyakarta. Metode penelitian ini menggunakan desain quasi experimental pre ? post test without control group design. Penelitian ini dilakukan di kelurahan Wirogunan dan Brontokusuman. Jumlah sampel sebanyak 82 responden (41 kelompok intervensi dan 41 untuk kelompok kontrol). Hasil penelitian dengan uji Wilcoxon test kelompok intervensi didapatkan nilai bermakna (p=0,002), terdapat perbedaan kepatuhan pengaturan diet sebelum dan sesudah diberikan edukasi diabetes. Pada kelompok kontrol didapatkan nilai tidak bermakna (p=1,000), tidak terdapat perbedaan kepatuhan pengaturan diet sebelum dan sesudah diberikan edukasi diabetes. Uji beda Mann Whitney diperoleh nilai bermakna (p=0,020) terdapat perbedaan kepatuhan pengaturan diet sebelum dan sesudah diberikan edukasi diabetes antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Simpulannya: edukasi diabetes berpengaruh bermakna terhadap kepatuhan pengaturan diet pada pasien Diabetes Melitus tipe 2.?Kata Kunci: Kepatuhan Pengaturan Diet, Diabetes Melitus Tipe 2, Edukasi Diabetes
PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN KEPERAWATAN MELALUI TELENURS'fVG DI RUMAH SAKIT Koeswandari, Retno
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 2, No 2 (2011)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33666/jitk.v2i2.37

Abstract

:-----h^^^^^ -='= i rdii!dir teknologi komunikasi dalam era sekarang ini telah membuat terobosan yang sangat besar,- :- ': '; )'r1nomrpf22f3;1 teknologi informasi. Hampir semua orang telah menggunakan teleporisebalai bahan l;::*,' -?3rr(3n aktifitasnya, termasuk bidang.keperawatan dengan mengembin"gkan felenursing. feiggunain I#11*; ' :: :: spon dan data komputer sebagai pendukung pemberi layanan kepirawatai dapat meningkitkan #ktifit* rjrr ='. =-sl daiam pemberian layanan kepada pasien sefta meningkatkan kualitas pelayanin keperawatan. :'i.-:-'==:?' telenursing dalam pelayanan keperawatan dapat dilakukan dengan melakukan pembicaraan kepada r';-:::- neialuitelepon, dapat juga digunakan untuk konsuliasi, pembimbinga"n keperawatan bagi masyarakat yang -:' nonvtirif lrrnnic rlon mnmkrr+,rhL^6 ^^-^,.,^r^- :..-^ r---. ,.- *r--'' penyakii kronis dan membutuhkan perawatan, juga dapat digunikan untuk menjalin"hubungan Oeno.ai lr.-':- l3r perjanjian serta mengingatkan untuk selaiu melakukan perawatan kesehatan dengan njit. n1etiCe i::--. -.- ada{ah melakukan konsultasi dan komunikasi antara pasien dengan petugas kesehaftn di rumah sakit v! I vvr rYur I yu(uyaJ nci H"- --::a iercipta komunikasiyang harmonis untuk mencapaitujuan keperawatan yang diinginkan. Berbagaisarana dan i:.j1=-. pendukung sangat dibutuhkan untuk keberhasilan felenursing tersebut.
PENGUJIAN KOLIMATOR DENGAN METODE COLLIMATOR TEST TOOL PADA PESAWAT SINAR-X MEREK SHIMADZU DI INSTALASI RADIOLOGI RS BHAYANGKARA SEMARANG Suraningsih, Nanik; Puspita, Mega Indah; Budiwati, Trisna
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 6, No 2 (2015)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (846.095 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v6i2.110

Abstract

Pengujian kolimator dengan metode collimator test tool di Instalasi Radiologi RS Bhayangkara Semarang, berdasarkan observasi yang dilakukan, penulis menemukan adanya ketidaksesuaian luas lapangan cahaya kolimator pada pesawat sinar-X merek Shimadzu, sehingga penulis ingin melakukan pengujian kembali setelah sebelumnya pengujian dilakukan pada tahun 2012 namun belum diketahui hasilnya serta untuk mengetahui kembali kesesuaian antara luas lapangan kolimator dengan berkas sinar-X terhadap film dengan menggunakan alat Collimator Alignment Test Tool di sertai pengukurannya yang bertujuan untuk mengetahui hasil pengujian kolimator pada pesawat tersebut.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan eksperimental. Pengujian kolimator dilakukan pada pesawat sinar-X merek Shimadzu di Instalasi Radiologi RS Bhayangkara Semarang menggunakan variasi FFD 100 cm dan 90 cm serta variasi luas lapangan dengan ukuran 26x26 cm untuk daerah Adan 18x24 untuk daerah B dengan kV yang sama yaitu 42 kV pada eksposi yang pertama dan kedua, namun nilai mAs yang berbeda yaitu 3.2 mAs pada eksposi yang pertama dan 1.2 mAs pada eksposi yang kedua. Setelah data terkumpul, dilakukan penghitungan agar didapatkan hasil pengujian yang nilai pergeserannya tidak boleh>2% dari FFD yang digunakan.Hasil pengujian kolimator dengan metode collimator test tool pada pesawat sinar-X merek Shimadzu di Instalasi Radiologi RS Bhayangkara Semarang menunjukkan pada luas lapangan daerah Adengan variasi FFD 90 cm yaitu pada sumbu horizontal atau sisi X terjadi pergeseran luas lapangan kolimator terbesar yaitu sebesar 2.52% melebihi batas toleransi yang diperbolehkan, sedangkan untuk pergeseran terkecil terjadi pada luas lapangan daerah Adengan FFD 90 cm yaitu pada sumbu vertikal atau sisi Y yaitu sebesar 0.74%, namun pergeseran tersebut masih dalam batas toleransi yang diperbolehkan. Sebaiknya dilakukan perbaikan dan pengujian kolimator pada pesawat sinar-X merek Shimadzu, apabila perbaikan belum bisa dilakukan, sebaiknya setiap petugas ketika melakukan pemeriksaan diinstruksikan untuk mengatur luas lapangan cahaya kolimator lebih besar daripada biasanya. Hal ini bertujuan untuk menghindari terpotongnya gambaran radiograf akibat dari berkas sinar-X yang bergeser ke sisi dalam. Sedangkan untuk pengujian kolimator sebaiknya dilakukan secara berkala setiap satu bulan sekali, agar jika terjadi pergeseran luas lapangan kolimator dapat segera ditangani.?Kata Kunci : Kolimator, Pengujian, Collimator Test Tool
PENYULUHAN TENTANG DIABETES MILITUS DAN SENAM DIABETES MILITUS DI RW IV KELURAHAN WONOPLUMBON, KECAMATAN MIJEN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MIJEN SEMARANG astuti, Windy; Kustriyani, Menik
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.953 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v9i1.60

Abstract

Masyarakat banyak yang tidak paham tentang tanda dan gejala Diabetes Militus, menganggap? penyakit orang tua, sebagian besar menderita Diabetes tipe 2 yang disebabkan faktor keturunan. Terdapat 40% penderita Diabetes Militus yang menyadari sepenuhnya tentang pentingnya olahraga dan melakukan aktifitas senam dengan teratur. Senam ?diabetes yang efektif dapat menurunkan kadar gula darah dan memperlancar peredaran darah perifer. Senam direkomendasikan dilakukan dengan intensitas sedang, durasi 30 menit dengan frekuensi 3-5 kali per-minggu dan tidak lebih dari 2 hari berturut-turut tidak melakukan senam. Senam diabetes militus yaitu gerakan menyenangkan dan tidak membosankan serta dapat diikuti oleh semua umur. Kebanyakan penderita tidak pernah melakukan senam diabetes ataupun kegiatan fisik lain. Mereka lebih berfokus pada penggunaan obat oral dan insulin, sedangkan diit dan latihan jasmani mereka lakukan jika kondisi gula darah mereka meningkat dan setelah keluar dari rumah sakit karena anjuran dokter untuk mengatur diit dan latihan jasmani, jika mereka merasa sudah membaik, maka diit dan jasmani tidak dilakukan lagi.Kata kunci : penyuluhan, diabetes militus, senam.?Many people do not understand clearly about the sign and the symptom of Diabetes Militus, they consider it as a disease of only elderly people. Most of them suffer from Diabetes Militus type 2 which is caused by heritage factor. There are 40 percents of them who understand clearly about the importance of doing sport and gymnastics regularly. The effective Diabetes gymnastics can decrease the level of blood sugar and smoothen the perifer blood circulation. This gymnastics is recommended to do with a medium intensity, 30 minutes per session with the frequency of 3-5 times per week and not more than 2 days serially without doing it. This Diabetes Militus gymnastics is a fun movement and will not make people feel bored. Besides, people of all ages can do it easily. Most people who suffer from Diabetes Militus never do this gymnastics or other physical activities. They focus more on the use of medicine and insulin. Meanwhile, they just arrange their dietary program and do exercise when the level of blood sugar has already increased. They do it merely just because it is the doctor?s advice right after they leave the hospital. When they are getting better, they will not arrange their dietary program nor do exercise anymore.Keywords : Counseling, Diabetes Militus, Gymanstic

Page 10 of 16 | Total Record : 158