cover
Contact Name
Lilin Rosyanti
Contact Email
jurnaldanhakcipta@poltekkes-kdi.ac.id
Phone
(0401) 3190492
Journal Mail Official
edoffice@myjurnal.poltekkes-kdi.ac.id
Editorial Address
Jalan Jendral A.H Nasution No.G-14, Anduonohu, Kambu, Kec. Kambu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara 93231, Phone (0401) 3190492
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Health Information : Jurnal Penelitian
ISSN : 20850840     EISSN : 26225905     DOI : 10.36990/hijp
Core Subject : Health,
Health Information : Jurnal Penelitian adalah jurnal kesehatan yang bersifat mandiri, amanah, rasional, akuntabel dan global yang berisi hasil penelitian dengan metode kuantitatif dan kualitatif.
Articles 266 Documents
Search results for , issue "Content Digitized" : 266 Documents clear
Patofisiologi Penyakit Meniere pada Pasien Autoimun : Tinjauan Literatur Hidayanti, Dwi; Angreani Wilyo, Febri; Saragih, Melinda; Setyaningrum, Oktavia; Rinaldo, Alvin
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Patofisiologi penyakit meniere pada penyakit autoimun masih menjadi perdebatan. Terdapat beberapa hal yang mengaitkan penyakit meniere dengan autoimun. Pemahaman mengenai patofisiologi penyakit meniere pada pasien autoimun penting untuk diketahui untuk memudahkan diagnosis, namun literatur terkini yang membahas mengenai patofisiologi mengenai penyakit meniere pada pasien autoimun masih sulit dijumpai. Tujuan: Penulis ingin menggabungkan berbagai literatur mengenai patofisiologi penyakit meniere pada autoimun. Metode: Menggunakan kata kunci “Meniere’s disease”, “autoimmune” sampel diambil menggunakan database Google Scholar, PubMed dalam kurung waktu 5 (lima) tahun. Hasil: Beberapa penyakit autoimun yang dikaitkan dengan penyakit ini, antara lain; lupus eritematosus sistemik, ankylosing spondylitis, dan rheumatoid arthritis. Hal ini terjadi karena adanya autoantigen pada telinga dalam dan proses biokimiawi lain sehingga menyebabkan keluhan pada penyakit meniere. Kesimpulan: Penyakit meniere diketahui berhubungan dengan proses autoimun dengan melibatkan beberapa proses biokimiawi, diperlukan pembahasan lebih rinci mengenai patofisiologi penyakit meniere dengan autoimun sehingga didapatkan pemahaman mendalam dan tatalaksana yang sesuai.
Perbandingan Distraksi Animasi Dengan Teknik Relaksasi Napas Dalam Terhadap Intensitas Nyeri Pada Pasien Sunat Pranata, Allaam Hadi; Riyaningrum, Wahyu
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Sunat adalah tindakan bedah yang umum dilakukan di seluruh dunia, dengan prevalensi global sekitar 37,7%, namun dapat menimbulkan nyeri dan kecemasan pada pasien. Distraksi melalui video animasi telah diidentifikasi sebagai metode potensial untuk mengelola nyeri pada anak-anak pasien sunat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan membandingkan efek penggunaan distraksi animasi dan teknik relaksasi napas dalam terhadap intensitas nyeri pada pasien sunat. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimental kuasi. Kelompok intervensi (n=25) menerima distraksi animasi, sedangkan kelompok kontrol (n=25) menerima teknik relaksasi napas dalam. Intensitas nyeri diukur menggunakan instrumen PCS-C setelah prosedur sunat selesai. Hasil: Kelompok intervensi memiliki nilai intensitas nyeri rata-rata 1,64 (1-2), sedangkan kelompok kontrol memiliki rata-rata 2,08 (1-3). Uji statistik Mann-Whitney menunjukkan p-value=0,020 (p < 0,05), menunjukkan perbedaan signifikan dalam intensitas nyeri antara kelompok intervensi dan kontrol. Kesimpulan: Distraksi animasi lebih efektif dalam mengurangi intensitas nyeri pada pasien sunat dibandingkan teknik relaksasi napas dalam. Temuan ini dapat membantu meningkatkan pengelolaan nyeri selama prosedur sunat pada anak-anak.
Analisis Sistem Pengelolaan Rekam Medis di Puskesmas Sri Padang Tebing Tinggi Cyndiandari, Amalia; Agustina, Dewi
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

To create good medical record services, it is necessary to manage good medical records in accordance with procedures and guidelines from Permenkes No. 24 of 2022 concerning Medical Records. However, based on an initial survey research, the Sri Padang Health Center did not use electronic medical records, and according to information from the Tebing Tinggi Health Office’s Data Recording and Reporting Unit, the Sri Padang Health Center was still experiencing delays in data entry and annual data reporting. This study aims to find out how the medical record management system is at the Sri Padang Tebing Tinggi Health Center. The type of qualitative research is descriptive. The research informantsconsisted of 3 main informants: namely the head of medical records, the executor of medical records, and general practitioners, the triangulation informant was 1 person, namely the head of the puskesmas. Informant selection technique with purposive sampling. Data collection techniques with interviews and observation. Research instruments with interview guidelines. The results showed that the medical record management system at the Sri Padang Health Center had not fully used the electronic medical record system, the distribution, coding, indexing, storage, and retention activities were still not optimal, especially the placement of officers, and there were obstacles in the management process, namely inadequate storage support facilities, lack of accuracy of doctors and nurses in filling out medical records, there is no skill development for substitute medical record officers and the confidentiality of medical-records is not maintained because there is no special medical record officer.
Evaluasi Penerapan P-Care BPJS Kesehatan di Kota Tangerang Amanda; Hosizah
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementasi P-Care BPJS di seluruh puskesmas wilayah kota Tangerang belum terlaksana dengan baik untuk mendukung ketersediaan informasi Kesehatan. Operator seringkali tidak memasukkan informasi pasien dengan lengkap dan kendala sistem informasi dari aplikasi sehingga menjadi faktor penyebab aplikasi P-Care BPJS menjadi error dan terdapat keterangan yang tidak diketahui. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi penerapan P-Care BPJS Kesehatan di puskesmas seluruh kota Tangerang. Penelitian observasional dengan desain cross-sectional, sebagai populasi adalah seluruh tenaga Kesehatan di Kota Tangerang yang aktif menggunakan P-Care BPJS dengan jumlah sampel sebanyak sampel 94 pengguna P-Care BPJS. Berdasarkan sampling jenuh yang diikuti oleh 38 puskesmas, pengguna P-Care BPJS paling banyak berjenis kelamin perempuan (69%), umur 20 – 30 Tahun tahun (74%), tingkat pendidikan D3 (64%), dan masa kerja 1-10 Tahun (86%). Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan skala Likert yang mengukur variabel persepsi kebermanfaatan, persepsi kemudahan, dan kondisi yang memfasilitasi. Teknik analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda. Hasil penelitian menjelaskan variabel kebermanfaatan (p= 0,001 < 0,05), kemudahan (p= 0,009 < 0,05), dan kondisi yang memfasilitasi (p= 0,000 < 0,05) memiliki hubungan terhadap penerapan P-Care BPJS. Variabel yang memiliki pengaruh paling besar terhadap implementasi BPJS P-Care di Kota Tangerang adalah variabel kondisi yang memfasilitasi. Dengan penelitian ini, tidak hanya tenaga kesehatan yang merasakan manfaat dari P-Care, tetapi juga pasien. Data yang terintegrasi dapat membuat pasien semakin mudah dalam proses mendaftar dan mendapat rujukan, sehingga sangat membantu proses pelayanan.
Hubungan Konsumsi Kafein Pada Pasien Migrain Tamara, Filipo David
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Migrain merupakan keadaan yang ditandai dengan episode sakit kepala sedang hingga berat, biasanya unilateral, mual dan muntah, serta berkaitan dengan peningkatan kepekaan terhadap cahaya dan suara. Faktor risiko migrain berupa genetik, stres, perubahan hormon, ovulasi, kehamilan, alkohol, merokok dan kurang tidur. Kafein dosis yang sesuai diketahui dapat digunakan sebagai terapi adjuvan dalam pengobatan migrain dengan mekanisme kerjanya yang kompleks. Sebaliknya apabila kafein dikonsumsi dalam jumlah berlebihan dan dalam waktu yang lama, kemudian berhenti makan dapat menyebabkan terjadinya migrain. Sumber literatur yang digunakan yaitu Pubmed, Google scholar, Medline, Ebsco, Hindawi, Science direct dan Cochrane. Setelah ditemukan berbagai literatur yang sesuai maka penulisan literatur dimulai. Kafein terdapat dalam berbagai macam produk, salah satunya adalah kopi. Kafein dengan dosis yang tepat yaitu sekitar 50 – 100 mg dapat digunakan sebagai terapi dalam mengobati migrain sesuai dengan mekanisme kerjanya. Withdrawal kafein yang terjadi dalam 24 jam setelah konsumsi kafein reguler lebih dari 200 mg/hari selama 2 minggu merupakan salah satu faktor risiko terjadinya migraine. Hal ini menunjukan bahwa kafein dapat berguna untuk terapi migrain, tetapi juga dapat menjadi pemicu migrain. Migrain merupakan keadaan sakit kepala yang kompleks dengan faktor risiko dan tanda gejalanya. Penggunaan kafein telah diketahui dapat berfungsi sebagai terapi migrain tetapi apabila dikonsumsi dalam jumlah yang tidak sesuai maka dapat menyebabkan terjadinya migrain.
Hubungan Konsumsi Antiplatelet Dengan Kejadian Perdarahan Intrakranial Tamara, Filipo David
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terapi antiplatelet semakin sering digunakan terapi pencegahan sekunder penyakit kardiovaskular dan mengurangi risiko kejadian iskemik berulang. Penggunaan antiplatelet sering dikaitkan dengan risiko terjadinya perdarahan intrakranial. Perdarahan intrakranial merupakan perdarahan yang terjadi di dalam kranium, terbagi atas beberapa jenis dengan karakteristik yang berbeda-beda. Pendapat mengenai peningkatan risiko perdarahan intrakranial yang diakibatkan oleh terapi antiplatelet tidak sepenuhnya disetujui oleh para peneliti. Faktor risiko lainnya seperti usia lanjut dianggap lebih berisiko dalam terjadinya perdarahan intrakranial. Sumber literatur yang digunakan yaitu Pubmed, Google scholar, Medline, Ebsco, Hindawi, Science direct dan Cochrane. Setelah ditemukan berbagai literatur yang sesuai maka penulisan literatur dimulai. Obat-obatan antiplatelet digunakan sebagai terapi pencegahan sekunder penyakit kardiovaskular dan mengurangi risiko terjadinya kejadian iskemik berulang. Penggunaan antiplatelet dianggap sebagai faktor risiko terjadinya perdarahan intrakranial bagi pasien yang mengalami trauma maupun nontraumatik. Pendapat ini belum sepenuhnya disetujui oleh para peneliti. Berdasarkan penelusuran literatur yang telah dilakukan, maka penggunaan antiplatelet diketahui tidak berhubungan dengan terjadinya perdarahan intrakranial baik yang disebabkan oleh trauma maupun nontraumatik. Perdarahan intrakranial merupakan suatu keadaan dengan proses patologis yang kompleks. Perdarahan intrakranial diketahui tidak berhubungan dengan penggunaan antiplatelet.
Hubungan Postur Kerja dan Masa Kerja dengan Keluhan Myalgia Upper Trapezius pada Perawat Rawat Inap Puskesmas di Kabupaten Ngawi Dewi, Ayu Rusdiana; Darnoto, Sri
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: myalgia merupakan bagian penting untuk memfasilitasi terselenggaranya perubahan kondisi. kesehatan masyarakat demi peningkatan kondisi kesehatan yang sebaik-baiknya. Salah satu gangguan kerja yang paling sering terjadi pada perawat Puskesmas yaitu ketika perawat bekerja dengan postur kerja duduk atau berdiri dalam waktu yang lama, dengan tubuh membungkuk dan menunduk, sehingga postur kerja seperti itu dapat meningkatkan kemungkinan keluhan ketidaknyamanan leher pada otot upper trapezius. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian yang mendalam mengenai hubungan postur kerja dan masa kerja dengan keluhan myalgia upper trapezius pada perawat rawat inap di Puskesmas Kabupaten Ngawi.Metode : Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain observasional serta pendekatan cross-sectional yang mana peneliti mencari hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat dengan melakukan pengukuran sesaat. Populasi dalam penelitian ini yaitu 91 orang yang diambil dari Puskesmas Rawat Inap di Kabupaten Ngawi. Sementara jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu berjumlah 47 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan cara mengisi kuesioner NDI atau wawancara langsung dengan perawat pada saat ini,Hasil: Teknik analisis data menggunakan analisis bivariat dengan uji Chi-square. Diperoleh nilai p= 0,012 pada uji chi-square keluhan dengan postur kerja dan nilai p= 0,013 pada uji chi-square keluhan dengan masa kerja ,dimana nilai p<0,05.Simpulan: Disimpulkan bahwa ada hubungan antara postur kerja (p-value = 0.012) dan masa kerja (p-value = 0.013) dengan keluhan myalgia upper trapezius pada perawat rawat inap puskesmas di Kabupaten Ngawi.
Pengaruh Kelengkapan Formulir Resume Medis Rawat Inap Terhadap Mutu Rekam Medis Di Rsud Majalaya Aeni, Lafani Nur; Sari, Irda
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ringkasan riwayat pulang, juga dikenal sebagai resume medis, merupakan kompilasi singkat dari seluruh periode perawatan dan pengobatan pasien, mencakup upaya-upaya yang dilakukan oleh staf medis dan pihak terkait. Biasanya, ini memuat informasi tentang jenis pengobatan yang diberikan, kondisi pasien saat pulang, serta rencana tindak lanjut. Dalam penelitian ini, fokus ditujukan pada bagaimana kelengkapan formulir resume medis rawat inap berpengaruh terhadap kualitas rekam medis di RSUD Majalaya. Hasil analisis statistik dengan tingkat signifikansi ? = 5% (0,05) atau kepercayaan 95% menunjukkan adanya dampak sebesar 46,5% dari kelengkapan resume medis rawat inap terhadap kualitas rekam medis. Beberapa permasalahan yang teridentifikasi meliputi: (1) Tersedianya komponen resume medis rawat inap yang belum terisi dengan lengkap. (2) Keterlambatan dalam pengisian informasi, berdampak pada proses pengkodean, klaim asuransi, dan pelaporan kepada manajemen rumah sakit. (3) Pengawasan dan kesadaran petugas medis belum optimal. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kelengkapan resume medis di RSUD Majalaya masih belum optimal, karena masih terdapat beberapa bagian yang tidak terisi atau belum diisi oleh dokter atau petugas yang berwenang untuk melengkapi formulir tersebut.
Peran Zat Gizi Makro terhadap Suasana Hati dan Status Kebahagiaan pada Kelompok Dewasa Awal Fauzia, Annisa; Handayani, Oktia Woro Kasmini
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa dewasa awal merupakan masa peralihan dari usia remaja menuju usia dewasa, masa ini penuh dengan masalah dan krisis emosional, perubahan nilai dan adaptasi diri pada hal-hal baru, sehingga lebih rentan mengalami stress. Beberapa faktor yang mempengaruhi kondisi kognitif seseorang yaitu konsumsi makanan, dimana diet dapat mempengaruhi suasana hati dan status kebahagiaan dengan mengubah komposisi kimiawi otak dan mekanisme molekuler. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan asupan zat gizi makro (karbohidrat, protein, dan lemak) terhadap suasana hati dan status kebahagiaan pada kelompok dewasa awal di Kota Semarang. Pada penelitian ini menggunakan metode kuantitaif dengan rancangan study cross-sectional. Sampel ditetapkan sejumlah 400 dengan menggunakan teknik cluster sampling dan dihitung menggunakan Slovin. Instrumen yang digunakan yaitu Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), Four Dimensions Mood Scale (FDMS) dan Oxford Happiness Questionnare (OHQ) dan disebarkan secara online melalui google form. Hasil analisis menggunakan uji korelasi Rank Spearman diketahui bahwa terdapat hubungan antara asupan protein dan karbohidrat dengan suasana hati (nilai p-value <0,05). Sedangkan asupan zat gizi makro meliputi protein, lemak dan karbohidrat tidak terdapat hubungan dengan status kebahagiaan pada kelompok dewasa awal (nilai p-value >0,05). Dapat disimpulkan bahwa asupan zat gizi makro khususnya karbohidrat dan protein berhubungan dengan suasana hati pada kelompok dewasa awal. Kata kunci: Asupan zat gizi makro, suasana hati, status kebahagiaan
Hubungan Service Quality Terhadap Minat Kunjungan Ulang Pasien Poli Paru Revisiting Polypulmonary Patients Manguharjo Madiun Tahun 2023 Nur Fitriana, Alifta; Prayitno, Suhadi; Ratnawati, Riska
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas pelayanan penting bagi perusahaan untuk mempertahankan dan memenangkan persaingan industri jasa yang sangat ketat. Kepuasan pasien adalah hasil perbandingan kinerja produk dan pelayanan yang diterima dengan harapan. Pelanggan setia cenderung enggan berpindah tempat, seseorang yang loyal akan setia terhadap produk tersebut meskipun terjadi kenaikan harga. Pelanggan setia adalah pelanggan yang tertarik untuk menggunakan kembali layanan di RSP Manguharjo Madiun. Metode Kuantitatif digunakan dalam penelitian dengan desain penelitian menggunakan Cross Sectional. Sampel penelitian ini 76 pasien poli paru RSP Manguharjo Madiun dan diolah menggunakan Uji Chi-Square. Hasil penelitian ini menunjukkan hubungan Service Quality berpengaruh sebesar 0.078 terhadap minat kunjungan ulang. Menandakan bahwa Service Quality RSP Manguharjo Madiun berpengaruh terhadap Minat Kunjungan Ulang Pasien Poli Paru RSP Manguharjo Madiun. Pada peneltian ini rumah sakit harus terus memperhatikan kualitas pelayanan agar pasien merasa puas, Kepuasan pasien secara langsung akan mempengaruhi minat mereka untuk kembali melakukan kunjungan ulang. Secara tidak langsung pasien yang merasakan kepuasan akan menjadi promosi yang efektif melalui perantara mulut ke mulut yang pada akhirnya tidak hanya menjadi pemicu untuk meningkatkan persentase kunjungan ulang dari pasien lama saja, namun juga akan meningkatkan kunjungan dari pasien baru.