cover
Contact Name
Lilin Rosyanti
Contact Email
jurnaldanhakcipta@poltekkes-kdi.ac.id
Phone
(0401) 3190492
Journal Mail Official
edoffice@myjurnal.poltekkes-kdi.ac.id
Editorial Address
Jalan Jendral A.H Nasution No.G-14, Anduonohu, Kambu, Kec. Kambu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara 93231, Phone (0401) 3190492
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Health Information : Jurnal Penelitian
ISSN : 20850840     EISSN : 26225905     DOI : 10.36990/hijp
Core Subject : Health,
Health Information : Jurnal Penelitian adalah jurnal kesehatan yang bersifat mandiri, amanah, rasional, akuntabel dan global yang berisi hasil penelitian dengan metode kuantitatif dan kualitatif.
Articles 649 Documents
Pola Penggunaan Obat Antihipertensi Pasien Rawat Jalan RSAU dr. M Salamun Periode April-Mei 2023 Riani, Almira; Usviany, Veny
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hypertension is a condition where arterial blood pressure exceeds normal limits and experiences a persistent increase. High blood pressure occurs because the blood has increased by more than 140/90 mmHg on two measurements with an interval of five minutes in a calm/rest state (Kemenkes RI, 2014). Basic Health Research (Riskesdas) in 2013 stated that 26.5% of Indonesia's population suffers from hypertension. This study aims to determine patient characteristics (age and gender) and class of drugs prescribed to outpatients at RSAU dr.M. Salamun period April-May 2023. This study used a retrospective descriptive method, the sampling technique in this study used a simple random sampling technique. The number of samples taken was 334 prescription sheet.. The results showed that 36% of patients with hypertension included >65 years of age, 29% of 56-65 years of age, 24% of 46-55 years of age, 7% of 36-45 years of age, and 1% of 26-35 years of age. There are more women with hypertension (55%) than men (45%). The highest use of a single drug was Candesartan in the ARB class, namely 18 prescriptions (6.9%), the most used combination of antihypertensive drugs was a combination of two drugs in the BB and ARB groups, namely Bisoprolol and Candesartan, 32 times (12.4%).
Gambaran Penyimpanan Obat High Alert di Instalasi Rawat Jalan di RSUD Majalaya Periode Juni 2023 Halmalia Putri, Seli; Usviany, Veny
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obat High Alert adalah obat yang harus diwaspadai karena sering menyebabkan terjadi kesalahan serius (Sentinel Event) dan obat yang berisiko tinggi menyebabkan reaksi obat yang tidak di inginkan yang dapat membahayakan keselamatan pasien. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui kesesuaian penyimpanan obat High Alert di Instalasi rawat jalan RSUD Majalaya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan yang bersifat deskriptif kualitatif yang menggunakan metode observasional / cheklist sesuai dengan ketentuan Permenkes No. 72 Tahun 2016 tentang standar pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit. Dari hasil penelitian didapat bahwa penyimpanan obat High Alert Kategori LASA/NORUM di Instalasi rawat jalan RSUD Majalaya didapat hasil 100% kesesuaian dengan SOP. Penyimpanan Kategori LASA/NORUM sudah disimpan terpisah, sediaan di berikan jarak minimal 2 keranjang obat. Pelabelan obat sesuai namun masih ada petugas yang masih lalai dalam penempelan label obat High Alert. Suhu penyimpanan sudah sesuai dengan SOP Rumah sakit Umum Daerah Majalaya, yaitu disimpan dengan suhu kulkas 2-8?C dan suhu ruangan 15-25?C. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tempat penyimpanan sudah 100% sesuai dengan SOP yaitu disimpan di lemari khusus 2 pintu dan 2 kunci yang berbeda. Pelabelan obat High Alert belum sesuai dengan SOP yaitu petugas masih ada yang lalai dengan kesesuaian 79,45%.
Pemeriksaan Biomarker Pada Pasien Dengan Dermatitis Atopik : Sebuah Review Rent Geopal, Jhodi; Elvira, Erin; Claudia, Claudia; Tria Nursyifa, Ilma; Celine, Celine
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Dermatitis atopik (DA) adalah penyakit kulit inflamasi kronis berulang yang ditandai dengan eksim akut atau lesi likenifikasi kronis dengan berbagai heterogenitas. Penyakit kulit ini mempengaruhi hampir 10-20% orang di seluruh dunia. Perjalanannya melibatkan kekambuhan kronis yang secara signifikan menurunkan kualitas hidup pasien. Biomarker selalu ada untuk berbagai tujuan di kedokteran, terutama sebagai alat diagnostik. Namun, saat ini terdapat kekurangan biomarker yang sesuai untukdermatitis atopik, sebagian besar dikarenakan kesulitan pada pengambilan sampel. Tujuan: Mengetahui biomarker terkini yang dapat digunakan pada pasien dengan dermatitis atopik. Metode: Tinjauan literatur diambil dari database seperti PubMed dan Google Scholar yang diterbitkan dalam rentang waktu 5 tahun terakhir yaitu dari tahun 2018-2022. Hasil: Berdasarkan literatur, terdapat beberapa biomarker yang dapat digunakan untuk pasien dengan dermatitis atopic antara lain TARC atau CCL17, CCL27, phytosphingosine CD300a, Interleukin-1 family (IL-18, IL1?, CXCL8), adipokin, FABP5, filaggrin. Kesimpulan:  Dari literatur ini didapatkan bahwa terdapat beberapa biomarker terkini untuk pasien dengan dermatitis atopik yang dapat digunakan sebagai penanda keparahan klinis penyakit dan pemantauan perkembangan penyakit, sebagai alat penanda prognostik, skrining dan diagnosis.
Pola Penggunaan Obat Antihipertensi Pasien Rawat Jalan di RSAU dr. M. Salamun Periode Juni 2023 Sri Rahayu, Putri; Usviany, Veny
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan suatu kondisi berkelanjutan yang dikenali dengan meningkatnya tekanan darah di pembuluh darah arteri. Obat antihipertensi yaitu obat yang digunakan untuk menurunkan tekanan darah ke tingkat minimum yang normal atau baik-baik saja. Jenis obat yang sering digunakan adalah golongan diuretika, beta blocker, ACEI dan ARB, CCB dan golongan lain. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pola penggunaan obat antihipertensi pasien rawat jalan di RSAU dr. M. Salamun Periode Juni 2023. Metode penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional analitik. Observasi dilakukan pada 310 pasien hipertensi. Dari hasil observasi didapat bahwa yang banyak mendapatkan obat antihipertensi berdasarkan usia adalah usia > 60 tahun yaitu 176 pasien (57%). Kesimpulannya, Penggunaan obat paling banyak berdasarkan jenis kelamin adalah perempuan yaitu 172 pasien (55%). Obat yang paling banyak digunakan adalah Bisoprolol yaitu sebanyak 249 lembar resep (32,47%). Berdasarkan golongan, yang paling banyak diresepkan adalah Beta Blocker sebanyak 251 resep (33%). Berdasarkan obat kombinasi, yang sering diresepkan adalah obat antihipertensi 2 kombinasi sebanyak 124 resep (40%).
Skrining Fitokimia serta Analisis Mikroskopik dan Makroskopik Ekstrak Etanol Daun Seledri (Apium graveolens L.) Shalsyabillah, Fauzia; Sari, Kartika
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tumbuhan Seledri merupakan tumbuhan yang memiliki kandungan kimia diantaranya flavonoid, saponin, tanin, apiin, minyak atsiri, apigenin, kolina, vitamin A, B, C, zat pahit asparagin yang berkhasiat sebagai anti hipertensi, diuretik ringan dan antiseptik pada saluran kemih serta antirematik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui parameter mutu simplisia meliputi pemeriksaan mikroskopik, makroskopik pada simplisia daun seledri (Apium graveolens L.) serta identifikasi fitokimia ekstrak daun seledri. Penelitian ini menggunakan metode ekstraksi maserasi dengan pelarut etanol 96% pada simplisia daun seledri, kemudian dilakukan pengujian mikroskopik dan makroskopik pada daun seledri serta dilakukan identifikasi senyawa flavonoid, alkaloid, terpenoid/steroid, saponin dan tanin pada ekstrak daun seledri. Penelitian ini diperoleh hasil makroskopik daun seledri berwarna hijau tua berbentuk belah ketupat miring atau bulat telur memanjang tipis, ujung daun meruncing, tepi berbagi dan bergerigi berbau khas aromatik memiliki rasa agak pedas, untuk simplisia daun seledri berwarna coklat kehijauan, berbentuk belah ketupat miring keriput, rapuh berbau aromatik tidak berasa. Hasil pengujian mikroskopik daun seledri memiliki fragmen pengenal seperti hablur kalsium oksalat, epidermis, parenkim dan xilem dengan floem. Pada pengujian skrining fitokimia hasil menunjukan bahwa ekstrak etanol daun seledri positif mengandung flavonoid, steroid, saponin dan tanin.
Post COVID-19 Sequelae in Adults: A Review Permatasari, Devina Indah
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 15 No 3 (2023): September-Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v15i3.1131

Abstract

Post-COVID syndrome is a multisystem disorder that develops after an acute illness. Numerous studies of past respiratory virus pandemics have shown persistence of various symptoms, fatigue, shortness of breath, and cognitive dysfunction that are frequently mentioned. The research carried out use a systematic literature search, a systemic search of published was performed in the databases PubMed and ScienceDirect. To find papers search terms “Post COVID-19”, “SARS-Cov-2”, “Sequelae” and “Adult”. The online search performed between December 2022 to April 2023. The results from the 14 journals used in this study consisted of 9 journals with cohort studies, 3 journals cross sectionals, 2 journals systematic reviews. Fatigue was the most common sequelae (71,4%), shortness of breath (64,1%), anxiety/depression (35,7%), memory and attention deficits (21,4%), myalgia/joint pain (21,4%), Smell/taste disorders (21,4%), hair loss (14,2%), and (7,1%) weakness legs, pain when breathing, cough, tiresness, headaches, problems seeing or blurred vision, hyperhidrosis, insomnia, sore throat, rhinitis, diarrhoea, ageusia, impaired pulmonary function, abnormal CT findings including pulmonary fibrosis, incurred greater risk of heart failure. There are many Sequelae in post COVID-19 sufferers, this will affect the target organs in the body. Fatigue is the most reported sequelae.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Media Audio Visual terhadapPeningkatan Kemandirian Keluarga dalam Merawat Lansia Hipertensi di KotaTasikmalaya Hartono, Dudi; Cahyati, Peni; Arifin, Unang; Warijan, Warijan
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan usia lanjut membawa konsekuesi peningkatan kejadian penyakit degenaratif, salah satunya penyakit hipertensi. Penyakit hipertensi merupakan salah satu penyakit yang sifatnya kronis dan merupakan faktor utama penyebab gagal jantung, gagal ginjal dan stroke. Angka kejadian hipertensi di Indonesia dari tahun ke tahun terjadi peningkatan termsuk di Jawa Barat dan juga di Kota Tasikmalaya. Upaya strategi yang sudah diprogramkan pemerintah adalah melalui PIS-PK, dimana pelayanan pada pasien hipertensi merupakan salah satu indicator. Pendekatan ini mendorong kemandirian keluarga dalam merawat anggota keluarga (lansia). Kemandirian ini dapat dicapai bila keluarga memiliki pengetahuan. sikap dan keeterampilan dalam merawat lansia hipertensi. Upaya untuk meningkatakan pengetahuan, sikap dan keterampilan dapat dilakukan melalui kegiatan edukasi. Salah satu media edukasi yaitu berbentuk audio visual. Tujuan penelitian ini untuk melihat peningkatan tingkat kemandirian keluarga dalam merawat lansia hipertensi menggunakan edukasi video. Sampel dalam penelitian berjumlah 30 orang kelompok intervensi dan 30 orang kelompok control. Hasil yang di dapatkan adalah sebelum dilakukan intervensi edukasi video baik kelompok intervensi maupun kelompok control berada pada tingkat kemandirian 1 dan setelah dilakukan intervensi edukasi video terdapat peningkatan yang signifikan.
Monitoring Oksigen Berbasis Android pada CPAP untuk Penanggulangan Kegawatan Nafas pada Bayi Baru Lahir Miko, Hadiyat; Anang, Anang; Samjaji, Samjaji; Kamelia, Emma
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan pernapasan merupakan kejadian yang sering terjadi yang dialami oleh bayi baru lahir. Hal ini merupakan tantangan dalam diagnostik dan manajemen perawatan bayi baru lahir. Jenis Penelitian pada penelitain ini yaitu Eksperiment, Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu Riset and Development. Penelitian ini merancang, membuat dan menguji coba alat modifikasi CPAP untuk penanganan kegawatan napas pada bayi baru lahir. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk membuat, merancang dan mengembangkan alat Continous Postive Air Pressure (CPAP) pada kasus kegawatan napas bayi baru lahir. Penggunaan CPAP efektif dalam menurunkan kesulitan bernapas, mengurangi ketergantungan terhadap oksigen, membantu memperbaiki dan mempertahankan kapasitas residual paru, serta mengurangi kebutuhan untuk dirawat di ruang intensif sehingga mengurangi biaya perawatan. Alat ini juga mempunyai efek samping yang dapat membuat bayi cedera yaitu: cedera pada hidung, misalnya erosi pada septal nasi, dan nasal snubbing. Metode Penelitian: Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu Riset and Development. Hasil Penelitian: Hasil modifikasi pada penelitian ini diharapkan dapat memudahkan memonitor oksigen, karena dapat terlihat pada layer android dan juga dapat meminimalisir efek samping dari penggunaan alat CPAP yang sudah ada.
Strategi Implementasi Quality Governance di Puskesmas: Literature Review Wati, Yeni Arsika; Syakurah, Rizma Adlia; Idris, Haerawati
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebanyak 5,7 sampai 8,4 juta kematian dikaitkan dengan perawatan berkualitas buruk setiap tahun di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Untuk menjamin kualitas mutu pelayanan diperlukan suatu mekanisme akreditasi, agar implementasi tata kelola mutu puskesmas dapat optimal dan terjamin kesinambungannya maka diperlukan dukungan penyelenggaraan mulai dari input yang bermutu, proses yang bermutu dan akhirnya menghasilkan output berupa produk layanan kesehatan yang bermutu. Artikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran implementasi tata kelola mutu di puskesmas. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan mengkaji secara kritis didalam tubuh literatur berorientasi akademik. Sumber literatur ada 8 jurnal penelitian yang disesuaikan dengan permasalahan literatur review. Metode Analisa data menggunakan anotasi bibliografi (annotated bibliography) dimana setiap sumber akan ditarik simpulan terkait dengan yang tertulis. Hasil telaah krisis diketahui variabel input yaitu komitmen, kepemimpinan, pengorganisasian merupakan dukungan penyelenggaraan yang berpengaruh dan telah dilaksanakan untuk menghasilkan layanan yang berkualitas. Pada variabel proses, Puskesmas mengalami permasalahan dalam siklus PDSA dimana dokumen mutu yang komprehensif diketahui tidak lengkap, strategi implementasi Quality Assurance (QA) dengan pendekatan PDSA (Plan, Do, Study, Action) yang diterapkan lebih menekankan pada proses monitoring atau mempelajari hasil (studi) dari pelaksanaan kegiatan yang telah direncanakan, selanjutnya untuk variable output, fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat untuk menerapkan sistem manajemen mutu yang berkelanjutan agar dapat terus meningkatkan dan mempertahankan mutu pelayanannya.
Hot Work Climate can Increase the Hypertension of Production Workers in PT X Batam City Noviyanti, Noviyanti; Utami, Leni; Mawarni, Dhea Kuntum
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Iklim kerja panas merupakan kombinasi suhu udara, kelembaban udara, kecepatan pergerakan, dan suhu radiasi. Panas timbul dari mesin atau peralatan produksi, iklim, dan kerja otot manusia. Panas juga dapat mempengaruhi fungsi tubuh yaitu detak jantung dan denyut nadi, peningkatan tekanan darah, dan konsentrasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan iklim kerja panas dan faktor daya tahan tubuh dengan kejadian hipertensi pada pekerja produksi di PT. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pekerja produksi di PT. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling dan analisis statistik chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara iklim kerja panas (p value 0,044), faktor ketahanan aklimatisasi (p value 0,002), umur (p value 0,008), masa kerja (p value 0,015), dan status gizi (p value 0,017). dengan kejadian hipertensi. Dari hasil penelitian disimpulkan terdapat hubungan antara iklim kerja panas, aklimatisasi, umur, masa kerja, dan status gizi dengan hipertensi. Sehingga disarankan agar perusahaan memberikan edukasi kepada pekerja terkait hipertensi dan melatih mereka dalam menyesuaikan suhu tubuh terhadap tekanan panas, menambah ventilasi, dan memeriksa tekanan darah secara rutin.