cover
Contact Name
Lilin Rosyanti
Contact Email
jurnaldanhakcipta@poltekkes-kdi.ac.id
Phone
(0401) 3190492
Journal Mail Official
edoffice@myjurnal.poltekkes-kdi.ac.id
Editorial Address
Jalan Jendral A.H Nasution No.G-14, Anduonohu, Kambu, Kec. Kambu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara 93231, Phone (0401) 3190492
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Health Information : Jurnal Penelitian
ISSN : 20850840     EISSN : 26225905     DOI : 10.36990/hijp
Core Subject : Health,
Health Information : Jurnal Penelitian adalah jurnal kesehatan yang bersifat mandiri, amanah, rasional, akuntabel dan global yang berisi hasil penelitian dengan metode kuantitatif dan kualitatif.
Articles 649 Documents
Gambaran Efek Samping Obat pada Pasien Antihipertensi Poli Klinik di Salah Satu Rumah Sakit Cimareme Sari, Aprilia Puspita; Usviany, Veny
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan keadaan meningkatnya tekanan darah sistolik lebih besar dari 140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik lebih besar dari 90 mmHg. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran efek samping penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi di salah satu Rumah Sakit Cimareme Periode 01-30 April 2023. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deksriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penyelesaian Tugas Akhir ini menggunakan kuesioner data pokok dengan sampel penelitian sebanyak 19 responden dan hasil data yang diperoleh akan disajikan dalam bentuk presentase, tabel dan diagram. Hasil penelitian ini berdasarkan jenis kelamin, usia dan pekerjaan adalah pasien penderita yang paling banyak yaitu jenis kelamin laki-laki sebanyak 13 responden (68,5%), untuk usia dewasa (37-60 tahun) 13 responden (68,5%), dan pekerjaan sebagai Swasta 10 responden (52,6%). Obat yang paling sering digunakan adalah Amlodipine 10mg sebanyak 10 responden (52,7%), sedangkan obat furosemide 40mg sebanyak 5 responden (26,3%), dan amlodipine 5mg sebanyak 4 responden (21%). Efek samping yang paling banyak dialami oleh pasien penderita hipertensi  yaitu buang air kecil tiap malam, mengantuk dan sakit pada pergelangan kaki. Dari hasil penelitian ini didapat pasien terbanyak yang mengalami efek samping obat yaitu Amlodipine 10 mg dengan jenis kelamin laki-laki 13 responden.
Gambaran Penggunaan Obat Lansoprazole Pada Pasien Gastritis Di Apotek Assyifa Farma 2 Tahun 2022 Sari, Tiara Faiha; Usviany, Veny
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan merupakan masalah yang harus diperhatikan oleh manusia. Salah satu faktor masyarakat dalam kurangnya menjaga kesehatan disebabkan oleh aktivitas padat serta gaya hidup modern. Hal tersebut dapat memicu timbulnya penyakit terutama yang berhubungan dengan saluran cerna, salah satunya gastritis. Menurut WHO angka kejadian gastritis di Indonesia mencapai 40,8%. Kejadian gastritis pada beberapa daerah di Indonesia cukup tinggi dengan prevalensi 274,396 kasus dari 238,452,952 jiwa penduduk. Gastritis merupakan peradangan pada mukosa lambung. Pengobatan dilakukan dengan mengurangi sekresi asam lambung dengan obat yang digunakan adalah Lansoprazole. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pasien gastritis dan jumlah penggunaan Lansoprazole di Apotek Assyifa Farma 2. Dengan mengumpulkan data resep pasien gastritis pada tahun 2022, penelitian ini menggunakan teknik penelitian deskriptif kuantitatif. Jumlah sampel sama dengan populasi. Berdasarkan usia, sebagian besar berusia antara 12 - 25 tahun (17,2%), 26 - 45 tahun (21,5%), dan - 65 tahun (49,5%). Berdasarkan jenis kelamin, penderita gastritis paling tinggi yaitu perempuan dengan persentase (63,4%) sedangkan laki-laki (36,6%). Penggunaan Lansoprazole dengan persentase paling tinggi mencapai (16,1%).
Implementasi Kebijakan Tatalaksana COVI-19 dan Dampaknya terhadap Burnout Pelaksana di Tingkat Puskesmas Kartilah, Tetet; Februanti, Sofia; Hidayat, Unang Arifin
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tracking, tracing dan isolasi mandiri penderita covid-19 merupakan upaya tatalaksana terpilih dari seluruh negara didunia untuk pencegahan dan pemutusan rantai penularan. Implementasi kebijakan tatalaksana covid 19 di puskesmas perlu dievaluasi, untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dan dampak kontraproduktifnya, karena kasus sejenis dapat terjadi kapan saja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak implementasi kebijakan tata laksana covid-19 meliputi tracking,tracing dan isolasi terhadap burnout tenaga kesehatan sesuai dengan pengalaman pelaksana. Metoda penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari 24 orang informan terdiri dari Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Puskesmas, tenaga surveilans dan tenaga kesehatan, masyarakat penyintas covid 19 di lima puskesmas, serta 124 tenaga kesehatan yang ditentukan secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara, diskusi kelompok terarah, observasi dan studi dokumentasi. Analisa data menggunakan teknik kualitatif melalui reduksi, dan interpretasi data, validasi data dengan triangulasi terhadap sumber data dan metode, serta menyimpulkan. Hasil penelitian menunjukkan implementasi pelacakan kontak erat dan pemantauan isolasi mandiri serta vaksinasi tahun 2020 sampai Juni 2022 belum mencapai target. Pelaksana sudah memahami kebijakan sesuai fungsi pelaksana sehingga disadari sebagai tanggung jawab profesi. Kebijakan tatalaksana dikomunikasikan secara berjenjang dan bertahap sesuai kebijakan nasional yang berlaku secara struktural direktif. Koordinasi, integrasi dan sinkronisasi dilakukan secara internal dan eksternal. Terbatasnya jumlah tenaga teknis pelaksana, dan belum terintegrasinya sistem informasi menyebabkan tingkat burnout mayoritas pelaksana kategori rendah sampai sedang, artinya tenaga kesehatan merasakan adanya tuntutan tugas yang tinggi dan mengganggu pikiran, dan waktu istirahat tetapi tidak mengganggu tugas, karena tata nilai budaya saling membantu dan ikhlas berkorban sebagai bentuk ibadah menjadi motivasi kuat pelaksana tugas.
Penerapan Pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Karyawan Sarbiah, Andi
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas hasil kajian literatur tentang penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di tempat kerja dengan fokus pada peran karyawan. K3 menjadi faktor kunci dalam memastikan kesejahteraan karyawan dan produktivitas organisasi. Penelitian ini berdasarkan evaluasi terhadap berbagai sumber literatur, termasuk jurnal ilmiah, laporan industri, dan pedoman regulasi K3. Hasil kajian menunjukkan bahwa praktik K3 yang efektif memberikan dampak positif dalam mengurangi tingkat kecelakaan kerja, penyakit terkait pekerjaan, dan absensi karyawan. Selain itu, peran penting manajemen dalam mendorong budaya keselamatan di tempat kerja dan mendukung inisiatif K3 ditekankan dalam artikel ini. Karyawan yang merasa didukung oleh manajemen lebih cenderung untuk patuh terhadap prosedur keselamatan dan berpartisipasi aktif dalam menjaga lingkungan kerja yang aman. Kesimpulannya, penerapan K3 yang efektif bukan hanya memenuhi standar etis, tetapi juga meningkatkan produktivitas organisasi dan kesejahteraan karyawan. Oleh karena itu, artikel ini menyediakan dasar untuk pemahaman yang lebih dalam tentang pentingnya penerapan K3 di tempat kerja dan peran karyawan serta manajemen dalam mencapai kesuksesan jangka panjang dalam hal keselamatan dan kesehatan kerja.
Pengaruh Edukatif Polusi (Puzzle Motorik Halus Sosial) Terhadap Motorik Halus Dan Personal Sosial Anak Usia 5-6 Tahun Di Tk Pertiwi Tajug Ferianto, Fajar; Anggraeni, Atika Diah
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terdapat keterlambatan perkembangan motorik halus dan personal sosial anak yang diberikan suatu permainan edukatif puzzle agar perkembangan anak sesuai dengan usianya. Mengetahui pengaruh bermain Polusi (Puzzle Motorik Halus Sosial) terhadap tingkat perkembangan motorik halus dan personal sosial anak usia 5-6 tahun. Desain penelitian menggunakan kuantitatif dengan metode pre-experimental design tipe one group pretest-postest. Populasi sebanyak 50 sampel, menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian sebelum dilakukan intervensi menunjukan nilai rata-rata tingkat motorik halus 11,24 dan personal sosial 9,04. Adanya peningkatan nilai rata-rata sesudah dilakukan intervensi dengan motorik halus 15,86 dan personal sosial 11,86. Ada pengaruh dari Polusi puzzle terhadap perkembangan motorik halus dan personal sosial anak usia 5-6 tahun.
Pengaruh Stabilisasi Suhu Penyimpanan Terhadap Kadar PH Pada ASI Perah Ibu Bekerja di Lingkungan Kampus I Poltekkes Kemenkes Semarang Roza, Safni Mulia; Fatmasari, Diyah; Mardiyono, Mardiyono; Widyawati, Melyana Nurul
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 16 No 2 (2024): Mei-Agustus
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v16i2.1216

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh suhu penyimpanan terhadap kadar pH ASI sebagai indikator kualitasnya. Penelitian menggunakan desain quasi-eksperimen dengan variabel independen berupa suhu penyimpanan dan variabel dependen berupa kadar pH ASI. Metodeologi yang digunakan adalah pengukuran suhu penyimpanan ASI dalam dua kondisi: ASI yang di simpan pada suhu stabil pada 2-5 °C selama 6 jam, dan pada 2-4 °C selama 10 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kedua kondisi ini terdapat penurunan kadar pH ASI sebesar 0,13%. Analisis statistik menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan rata-rata yang signifikan antara kedua kondisi ini (p = 0,739), menunjukkan bahwa suhu penyimpanan 2-5 °C selama 6 jam dan 2-4 °C selama 10 jam memiliki efek yang serupa terhadap kadar pH ASI. Perbandingan dengan metode lain, seperti penggunaan cooler bag dengan es gel, menunjukkan perbedaan yang signifikan. Cooler bag dengan es gel menghasilkan suhu yang lebih tinggi 4-9 °C setelah 6 jam, dan 13-16 °C setelah 10 jam serta penurunan kadar pH ASI yang lebih besar 2% setelah 6 jam, dan 3,47% setelah 10 jam (Vidianti, 2018; Yundelfa et al., 2018) dengan nilai p yang signifikan (p = 0,000). Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa suhu penyimpanan stabil pada 2-5 °C secara efektif mempertahankan kadar pH ASI, yang merupakan indikasi penting untuk menjaga kualitas ASI. Rekomendasi yang dapat diberikan adalah untuk memberikan pemahaman kepada ibu menyusui mengenai pentingnya suhu penyimpanan yang tepat untuk meminimalkan perubahan kualitas ASI. Kebijakan untuk mendukung penyediaan fasilitas penyimpanan ASI yang memadai di tempat kerja juga dapat membantu mempertahankan praktik pemberian ASI eksklusif di tengah tantangan perubahan sosial seperti meningkatnya jumlah wanita yang bekerja.
Efektifitas One Student One Family Dalam Pencegahan Kedaruratan Malaria Pada Balita Abselian, Umbu Putal; Yuswanto, Tri Johan Agus; Ramlan, Djamaluddin
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 15 No 3 (2023): September-Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v15i3.1217

Abstract

Penyakit malaria masih menjadi ancaman kesehatan bagi masyarakat Indonesia khususnya di Kabupaten Sumba Timur. Salah satu upaya yang dilakukan melalui pendampingan One Student One Family (OSOF) yang melibatkan mahasiswa perawat sebagai pendamping keluarga yang mempunyai balita menderita malaria. Adapun kegiatan pendampingan OSOF meliputi penemuan kasus, pemantauan keteraturan minum obat, cara merawat balita yang sakit, follow up, serta pendidikan kesehatan tentang malaria dan pencegahannya. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan pengetahuan, sikap dan perilaku keluarga Balita dalam pencegahan kedaruratan Malaria pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Metode penelitian pre-eksperimen dengan rancangan pre-test dan post-test control group design. Sampel penelitian berjumlah 40 responden dibagi dalam kelompok intervensi dan kelompok kontrol, dengan analisis non parametrik t-tes. Pada kelompok intervensi menggunakan metode OSOF, pada kelompok kontrol menggunakan SPO malaria. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendampingan OSOF sangat efektif terhadap peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku keluarga dalam mencegah kedaruratan malaria pada balita dengan p=0.000 (p<0.05). Kedua kelompok responden sama-sama mengalami peningkatan nilai setelah perlakuan, namun peningkatan nilai lebih besar pada kelompok intervensi yang menggunakan metode OSOF. Kesimpulannya ada pengaruh pendampingan OSOF terhadap pengetahuan, sikap dan perilaku dalam mencegah kedaruratan malaria pada Balita.
Evaluasi Sikap dan Persepsi Apoteker Terhadap Promosi Obat oleh Medical Representative Hanin, Sofia; Sabila, Ahda; Nugroho, Dedi; Yuwanda, Alhara; Budipratama, Anugerah; Nopratilova
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Medical Representative memiliki tanggung jawab untuk memberikan informasi yang akurat dan komprehensif tentang produk obat kepada professional Kesehatan, termasuk apoteker, bagi meningkatkan penggunaan obat yang rasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sikap dan persepsi apoteker terkait promosi obat oleh Medical Representative serta dampak penerimaan reward oleh apoteker. Menggunakan desain studi survei cross-sectional, kuesioner (n=244) telah diisi oleh apoteker guna menilai sikap dan persepsi terhadap promosi obat, kelayakan, dan penerimaan reward yang diberikan oleh Medical Representative. Mayoritas apoteker berpartisipasi dalam penelitian ini adalah perempuan (84,4%) dengan rentang usia 30-39 tahun (45,5%). Sebagian besar dari responden bertemu dengan Medical Representative lebih dari sekali dalam sebulan (53,7%) dan tidak memiliki hubungan non-profesional dengan Medical Representative (86,5%). Apoteker menyatakan setuju bahwa informasi yang diberikan oleh Medical Representative memiliki kualitas yang baik (54,9%). Selain itu, 81,9% apoteker setuju bahwa informasi obat dari Medical Representative memiliki manfaat sebagai sarana pengenalan obat baru. Akan tetapi, hanya 41,4% apoteker setuju bahwa penerimaan reward meningkatkan kemungkinan mereka untuk merekomendasikan obat tersebut. Sehubungan dengan jenis reward, 69,3% apoteker memilih Seminar dengan SKP, 53,7% apoteker memilih Alat tulis, dan 51,6% apoteker memilih sampel obat sebagai reward yang paling sesuai untuk diberikan kepada apoteker. Berdasarkan uji Chi-Square, terdapat hubungan antara penerimaan reward dan persepsi apoteker (p<0.05). Kesimpulannya, kualitas informasi yang diberikan oleh medical representative adalah baik dan bermanfaat sebagai sarana pengenalan obat baru. Pemberian reward tidak memberikan pengaruh yang besar untuk apoteker dalam merekomendasikan obat, akan tetapi terdapat hubugan antara penerimaan reward dan persepsi apoteker. Pedoman dan norma etik diperlukan untuk mengatur interaksi antara tenaga kesehatan dengan perusahaan farmasi.
Inisiasi Pengembangan Metode Asuhan Keperawatan Primer di Ruang Rawat inap Rumah Sakit X Depok Sunarti, Arni; Handiyani, Hanny; Afriani, Tuti; Masfuri, Masfuri
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Asuhan keperawatan merupakan salah satu indikator dalam menentukan kualitas dalam pelayanan. Metode asuhan keperawatan primer merupakan asuhan profesional yang komprehensif, dalam praktek keperawatan di rumah sakit pelaksanaan metode keperawatan primer belum optimal. Tujuan: laporan kasus bertujuan merancang pelaksanaan perubahan berencana dalam inisiasi pengembangan metode asuhan keperawatan primer di ruang rawat inap. Metode: dengan menggunakan Case Report, pengumpulan data melalui kuesioner, wawancara, dan observasi. kemudian dilakukan analisis melalui pendekatan strength, weakness, opportunity, threats (SWOT) dan Fishbone, selanjutkan akan dirumuskan Plan of Action (POA) sehingga dapat di implementasi dan evaluasi Hasil: Berdasarkan  hasil pengumpulan data dapat diperoleh bahwa belum optimalnya pelaksanaan metode Asuhan Keperawatan Primer di ruang rawat inap, sehingga dalam fungsi perencanaan adanya pembuatan panduan metode asuhan keperawatan primer yang akan menggunakan pendekatan perubahan berencana teori Lewin’s three step model. Rekomendasi: Pendekatan perubahan berencana Lewin’s three step model dapat digunakan serta dilanjutkan oleh rawat inap rumah sakit dengan pengembangan metode asuhan keperawatan primer.
Hubungan Kadar Kreatinin dan Leukosit terhadap Tingkat Kematian Pasien Leptospirosis Zelindrah, Virgil; Mahmuda, Iin Novita Nurhidayati; Rosyidah, Devi Usdiana; Risanti, Erika Diana
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara kadar kreatinin dan jumlah leukosit dengan tingkat kematian pada pasien leptospirosis. Metode yang digunakan yaitu penelitian Observasional analitik dengan pendekatan Cross-sectional melibatkan pengumpulan data medis pasien yang terdiagnosis dengan leptospirosis dan analisis statistik untuk mengevaluasi korelasi antara kedua faktor tersebut dengan tingkat kematian. Sampel penelitian ini merupakan pasien dewasa leptospirosis berusia > 18 tahun di RS PKU Muhammadiyah, RSUD Dr. Sayidiman Magetan, dan RSUD Kartini Karanganyar. Hasil penelitian menunjukkan Terdapat hubungan yang tidak signifikan antara kadar AL (leukosit) dengan kematian pada pasien leptospirosis. Terdapat hubungan yang tidak signifikan antara kreatinin dengan kematian pada pasien leptospirosis. Terdapat hubungan yang tidak bermakna antara kadar AL (lukosit) dan kreatinin pada pasien kematian pada pasien leptospirosis.