cover
Contact Name
Lilin Rosyanti
Contact Email
jurnaldanhakcipta@poltekkes-kdi.ac.id
Phone
(0401) 3190492
Journal Mail Official
edoffice@myjurnal.poltekkes-kdi.ac.id
Editorial Address
Jalan Jendral A.H Nasution No.G-14, Anduonohu, Kambu, Kec. Kambu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara 93231, Phone (0401) 3190492
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Health Information : Jurnal Penelitian
ISSN : 20850840     EISSN : 26225905     DOI : 10.36990/hijp
Core Subject : Health,
Health Information : Jurnal Penelitian adalah jurnal kesehatan yang bersifat mandiri, amanah, rasional, akuntabel dan global yang berisi hasil penelitian dengan metode kuantitatif dan kualitatif.
Articles 680 Documents
Sexual Behaviors and PrEP Use Among Men Who Have Sex with Men: Systematic Literature Review Sri Utami; Najmah Najmah; Rafiah Maharani Pulungan; Rini Mutahar; Rico Januar Sitorus
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 18 No 2 (2026): Mei-Agustus
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v18i2.1836

Abstract

Background: High-risk sexual behaviors among men who have sex with men (MSM) significantly contribute to the high incidence of HIV in Southeast Asia, while the utilization of Pre-Exposure Prophylaxis (PrEP) despite its proven effectiveness, remains suboptimal due to structural barriers and stigma. Objective: To analyze the relationship between sexual behavior and PrEP use among MSM in Southeast Asia. Methods: A Systematic Literature Review using PubMed and ScienceDirect for publications from 2015–2025. Of 308 identified articles, 10 met the inclusion criteria and were analyzed thematically. Results: High-risk sexual behaviors, including condomless anal intercourse and multiple sexual partnerships, were strongly associated with increased need for and interest in PrEP; however, PrEP uptake was limited by stigma, unsupportive regulations, and restricted access to sexual health services. Conclusion: High-risk sexual behavior is significantly associated with PrEP use. Suggestion: Expanding inclusive sexual health services, strengthening evidence-based education, and implementing supportive policies are essential to improve PrEP utilization and HIV prevention in the region.
Hubungan Pengetahuan dan Kepuasan terhadap Kepatuhan Minum Obat Pasien Hipertensi di UPTD Puskesmas Kampung Bali, Pontianak Syech Indah Adivanefi; Syarifah Nurul Yanti Rizki Syahab Assegaf; Nurmainah Nurmainah
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 18 No 2 (2026): Mei-Agustus
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v18i2.1855

Abstract

Latar belakang: Prevalensi kasus hipertensi terus meningkat dan 44% penderitanya tidak patuh pada pengobatan hipertensi. Tingkat pengetahuan dan tingkat kepuasan pasien diteliti memiliki kaitan dengan kepatuhan minum obat hipertensi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisa hubungan antara tingkat pengetahuan dan tingkat kepuasan terhadap kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Kampung Bali. Metode: Studi cross-sectional melibatkan 97 pasien hipertensi di Puskesmas Kampung Bali periode Desember 2024 - Januari 2025, menggunakan metode purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner tervalidasi dan dianalisis dengan Chi-square. Hasil: Mayoritas responden adalah perempuan (78,4%), pendidikan terakhir di SMA/Sederajat (35,1%), dan sudah tidak aktif bekerja (69,1%). Sebanyak 56,7% responden memiliki pengetahuan yang baik, 49,5% responden merasa puas dengan pelayanan kesehatan, dan 37,1% responden tidak patuh menjalani pengobatan hipertensi. Analisis bivariat menunjukan hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat (p=0,008). Kesimpulan: Tingkat pengetahuan berhubungan signifikan terhadap kepatuhan minum obat pasien hipertensi Puskesmas Kampung Bali. Saran: Menggunakan desain longitudinal dengan triangulasi metode untuk meningkatkan validitas temuan dan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif sehingga intervensi kepatuhan dapat dirumuskan secara tepat sasaran.
Komplikasi Persalinan dan Kegagalan Rujukan di Indonesia : Analisis Ekologi Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023 Astuti Dyah Bestari; Sardin Sardin
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 18 No 2 (2026): Mei-Agustus
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v18i2.1839

Abstract

Latar belakang: Angka kematian ibu di Indonesia masih tinggi akibat komplikasi persalinan dan keterlambatan rujukan. Tujuan: Mengidentifikasi pola spasial komplikasi persalinan dan kegagalan rujukan di 38 provinsi Indonesia serta menganalisis determinan tidak dirujuknya ibu dengan komplikasi. Metode: Studi ekologi menggunakan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Unit analisis adalah 38 provinsi dengan sampel 7.842 perempuan usia 10-54 tahun yang melahirkan pada periode Januari-Desember 2023. Variabel meliputi 11 jenis komplikasi persalinan dan status rujukan (segera dirujuk, jeda waktu, tidak dirujuk). Hasil: Analisis dilakukan dengan scatterplot berdasarkan nilai mean komplikasi (15,5%) dan tidak dirujuk (30,5%), serta stratifikasi pada provinsi prioritas menggunakan microsoft excell 2021. Analisis kuadran mengidentifikasi 6 provinsi prioritas (15,8%): komplikasi tinggi dan tidak dirujuk tinggi, yaitu Gorontalo, Kalimantan Timur, Lampung, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan. Meskipun 59-69,6% ibu dengan komplikasi berisiko tinggi (ketuban pecah dini, partus lama) ditolong tenaga kesehatan, alasan dominan tidak dirujuk adalah “merasa tidak perlu”. Kesimpulan: Kegagalan rujukan maternal merupakan masalah multidimensional dengan kesenjangan utama pada persepsi urgensi (Health Belief Model) dan komunikasi risiko obstetri. Saran: Pemetaan provinsi prioritas memberikan bukti empiris untuk intervensi presisi, terutama penguatan edukasi tanda bahaya obstetri kepada ibu-keluarga dan peningkatan kualitas komunikasi tenaga kesehatan mengenai urgensi rujukan.
The Hubungan Pola Makan terhadap Status Gizi (BB/U) Anak Balita 12-60 Bulan di Wilayah Puskesmas Tanjung Selor Kabupaten Bulungan Cristinawati B/R Haloho; Fara Imelda Th Patty; Evy Nurachma; Lidia Lushinta; Elisa Goretti Sinaga; Dini Indo Virawati; Emmy Putri Wahyuni
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 18 No 2 (2026): Mei-Agustus
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v18i2.1772

Abstract

Ringkasan: Latar belakang: Prevalensi masalah gizi balita di Kabupaten Bulungan masih di atas target nasional dan diduga terkait pola makan yang tidak optimal. Tujuan: Menganalisis hubungan pola makan terhadap status gizi (BB/U) balita usia 12–60 bulan di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Selor. Metode: Penelitian cross sectional pada 98 balita yang dipilih secara purposive; pola makan dikaji menggunakan kuesioner food recall 1×24 jam dan status gizi dihitung berdasarkan indeks BB/U, dianalisis dengan Spearman’s rank correlation. Hasil: Mayoritas balita memiliki pola makan baik (58,1%), namun 43,9% berstatus gizi kurang atau sangat kurang; terdapat hubungan bermakna antara pola makan dan status gizi (p=0,001; r=0,319, hubungan positif kekuatan sedang). Simpulan: Perbaikan kualitas pola makan berkaitan dengan peningkatan status gizi balita di Puskesmas Tanjung Selor. Saran: Tenaga kesehatan perlu mengoptimalkan edukasi pola makan seimbang dan praktik pemberian ASI eksklusif serta MP-ASI tepat waktu melalui program 1000 HPK dan konseling gizi keluarga
Pengembangan Booklet untuk Meningkatkan Perilaku Pencarian Pelayanan Kesehatan pada Penderita Tuberkulosis Verra Widhi Astuti; Rati Purnama Sari; Wira Heppy Nidia
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 18 No 2 (2026): Mei-Agustus
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v18i2.1775

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan yang belum teratasi secara global termasuk di Indonesia. strategi dapat meningkatkan luaran pengobatan, salah satunya dengan menggunakan edukasi kesehatan melalui media booklet. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media edukasi kesehatan berupa booklet TB. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D). Hasil: Booklet TB ini divalidasi oleh dua orang pakar yang merupakan ahli di bidang materi dan media, menunjukkan bahwa booklet tersebut valid dan layak digunakan. Uji coba produk dilakukan terhadap 30 masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Anak Air dengan kasus TB yang tinggi. Hasil uji statistik menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang TB (p= <0,001). Kesimpulan: Booklet yang disusun dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang TB secara signifikan. Saran: Booklet TB dari hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai media promosi kesehatan di masyarakat untuk menangani masalah TB
Analysis of Health Profile and Lifestyle Risk of Cardioneurology Diseases of Nursing Students at Poltekkes Kemenkes Kendari Reni Devianti; Dwi Purnama Putri P; Dian Yuniar Syanti
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 18 No 2 (2026): Mei-Agustus
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v18i2.1796

Abstract

Cardioneurology diseases currently show an increasing incidence, contributing to a high number of deaths, disabilities, and a significant economic burden due to the disease. This condition occurs globally, including in Indonesia. In 2022, the Ministry of Health released data showing heart disease and stroke as the highest causes of death in Indonesia. One-third of the deaths from heart disease and stroke occur at a young age. Objective: to identify the risk factors for cardioneurology diseases based on the health profile and lifestyle of students. Method: this research is a descriptive study involving 100 respondents with a stratified random sampling technique. Results: based on the health profile, the biggest risk factor among students is stress levels, with 82% experiencing moderate stress, 50% exposed to cigarette smoke, and 46% having a family history of cardioneurology diseases. In terms of lifestyle, the biggest risk factor is an unhealthy diet, with 85% consuming fast food more than 3 times a week, 81% lacking vegetable and fruit consumption, 71% lacking physical activity, and 46% having poor sleep patterns. The majority of respondents have 3 or more risk factors, accounting for 73%. Conclusion: the health profile and lifestyle of students contribute as risk factors for cardioneurology diseases. Suggestion: aggressive efforts are needed in promotive and preventive interventions in the prevention and control of cardioneurology diseases in adolescen
Akselerasi Pengetahuan Anak SD tentang ISPA dengan menggunakan media permainan “UTISPA” Zesi Aprillia; Ricky Putra Liyan; Sandra Aprilia Putri; Arie Kusumanigrum; Prishilla Sulupadang; Ulfa Nurohmah; Jum Natosba
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 18 No 2 (2026): Mei-Agustus
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v18i2.1893

Abstract

Abstrak. Latar belakang: Salah satu penyebab ISPA adalah asap akibat kebakaran lahan. Kota Indralaya merupakan salah satu wilayah di kabupaten Ogan Ilir yang sering terjadi kebakaran lahan gambut, sehingga asap yang ditimbulkan dapat menyebabkan ggangguan pernapasan pada anak-anak. Edukasi yang terintegrasi dengan permainan salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan anak. Tujuan: Mengetahui pengaruh permainan Ular Tangga Anti ISPA “UTISPA” terhadap pengetahuan anak SD tentang ISPA. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian pre-eksperimen dengan rancangan one-group-pre-test-posttest pada 44 siswa SD kelas 5. Pengetahuan diukur sebelum dan sesudah diberikan permainan UTISPA dan dianalisis dengan menggunakan uji t berpasangan. Hasil: Berdasarkan penelitian ini diperoleh rerata pengetahuan sebelum diberikan permainan UTISPA adalah 6.82, dan setelah diberikan permainan UTISPA adalah 9.82. Hasil uji t berpasangan diperoleh nilai p (<0,05), yang memliki arti bahwa terdapat perbedaan bermakna pada skor pengetahuan anak sebelum dan sesudah diberikan permainan UTISPA. Kesimpulan: Permainan UTISPA menjadi salah satu pilihan media untuk meningkatkan pengetahuan anak tentang ISPA. Saran: Pemberian edukasi tentang ISPA pada anak dapat dikembangkan dengan mengintegrasikan dalam permainan.
Hubungan antara Aktivitas Fisik dan Kepatuhan Diet dengan Kadar Gula Darah pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II Rosliana Dewi; Sonia Ramadianti; Nunung Liawati; Johan Budhiana
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 18 No 2 (2026): Mei-Agustus
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v18i2.1943

Abstract

Ringkasan: Latar belakang: Diabetes mellitus tipe 2 adalah kondisi kronis dengan angka kejadian yang terus meningkat, dan dapat menimbulkan risiko komplikasi jika kadar gula darah tidak dijaga agar tetap terkendali. Pengendalian kadar gula darah pada pasien dipengaruhi oleh aktivitas fisik dan kepatuhan terhadap pola makan yang dianjurkan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dan kepatuhan terhadap pola makan dengan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus tipe 2. Metode: Studi korelasi dengan pendekatan cross-sectional ini melibatkan 67 pasien diabetes mellitus tipe 2 yang dipilih melalui sampling total. Instrumen yang digunakan adalah Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) untuk variabel aktivitas fisik, Perceived Dietary Adherence Questionnaire (PDAQ) untuk variabel kepatuhan diet, sedangkan kadar gula darah diukur menggunakan glucometer. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Sebagian besar responden melakukan aktivitas fisik sedang, kurang patuh terhadap pola makan, dan memiliki kadar gula darah yang tidak normal. Terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dan kadar gula darah (p = <0,001), serta antara kepatuhan terhadap pola makan dan kadar gula darah (p = <0,001). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dan kadar gula darah, serta antara kepatuhan diet dan kadar gula darah. Tenaga kesehatan diharapkan dapat meningkatkan edukasi pasien mengenai pentingnya aktivitas fisik dan kepatuhan diet sebagai bagian dari upaya pengendalian diabetes tipe 2. Saran: Pasien diabetes mellitus tipe II disarankan lebih rutin beraktivitas fisik dan patuh terhadap diet untuk mengontrol kadar gula darah.
Hubungan Dukungan Suami Dengan Kecemasan Ibu Hamil Di Wilayah Kerja BLUD UPTD Puskesmas Atari Jaya Kartini Kartini; Nurlela Nurlela; Askrening Askrening; Fitriyanti Fitriyanti; Elyasari Elyasari
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 18 No 2 (2026): Mei-Agustus
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v18i2.1961

Abstract

Latar belakang: Kehamilan memicu perubahan biologis dan psikologis yang dapat menimbulkan kecemasan; dukungan suami dipandang sebagai faktor protektif terhadap kesehatan mental ibu hamil. Tujuan: Menelaah hubungan antara dukungan suami dan tingkat kecemasan ibu hamil di wilayah Kerja BLUD UPTD Puskesmas Atari Jaya. Metode: Desain kuantitatif analitik cross-sectional; populasi 139 ibu hamil, sampel 58 responden purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis bivariat menggunakan uji Chi?Square. Hasil: Sebanyak 27 responden (46,6%) melaporkan dukungan suami tinggi; 30 responden (51,7%) tidak cemas. Analisis menunjukkan X² hitung = 12,964 > X² tabel = 12,592 dengan p = 0,044 (?0,05), mengindikasikan hubungan signifikan antara dukungan suami dan tingkat kecemasan. Simpulan: Dukungan suami berkontribusi menurunkan kecemasan ibu hamil. Saran: Penguatan keterlibatan suami dalam layanan antenatal disarankan sebagai strategi promotif dan preventif untuk meningkatkan kesehatan mental maternal
The Effect of Polyhexamethylene Biguanide Compress on Biofilm in Diabetic Ulcers Miranti Lestari; Husni Husni; Hendri Heriyanto; Mardiani Mardiani; Sahran Sahran; Idramsyah Idramsyah
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 18 No 2 (2026): Mei-Agustus
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v18i2.1850

Abstract

Latar belakang: Biofilm merupakan salah satu faktor utama yang menghambat penyembuhan ulkus diabetikum dan meningkatkan risiko infeksi kronis. Polyhexamethylene biguanide (PHMB) diketahui memiliki aktivitas antibiofilm yang potensial dalam perawatan luka modern.Tujuan: Menganalisis pengaruh kompres PHMB terhadap biofilm pada ulkus diabetikum di Klinik Alfacare Center Kota Bengkulu. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain quasi-experiment menggunakan pretest–posttest with control group. Sampel berjumlah 44 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi (n=22) dan kelompok kontrol (n=22) melalui teknik purposive sampling. Biofilm diukur menggunakan lembar observasi biofilm tervalidasi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann–Whitney. Hasil: Rerata skor biofilm kelompok intervensi menurun dari 6,86±0,94 menjadi 2,41±0,50, sedangkan kelompok kontrol menurun dari 7,27±0,83 menjadi 4,45±0,90.Terdapat perbedaan yang signifikan skor biofilm sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok intervensi (p=0,000) dan kontrol (p=0,001).Uji Mann–Whitney menunjukkan pengaruh signifikan kompres PHMB terhadap penurunan biofilm (p=0,001). Kesimpulan: Kompres PHMB yang dilakukan selama 7 menit berpengaruh signifikan dalam menurunkan biofilm pada ulkus diabetikum fase proliferasi. Saran:PHMB dapat direkomendasikan sebagai bagian dari perawatan luka modern untuk pengendalian biofilm pada ulkus diabetikum.