cover
Contact Name
Oda I. B. Hariyanto
Contact Email
oda@uib.ac.id
Phone
+627787437111
Journal Mail Official
oda@uib.ac.id
Editorial Address
Jl. Gajah Mada Baloi Set Ladi
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
Altasia : Jurnal Pariwisata Indonesia
ISSN : -     EISSN : 2655965X     DOI : -
Jurnal Pariwisata Indonesia (ALTASIA) merupakan hasil penelitian yang mengikuti situasi dan kondisi kekinian sesuai dengan perkembangan Dynamic Global Tourism. Mengaplikasikan teori dan kajian ilmiah di bidang Kepariwisataan serta mengkompilasi kajian-kajian analisis kritis kepariwisataan secara multidimensi dan multidisiplin. Terbit secara berkala setiap enam bulan sekali, bulan Februari dan Agustus.
Articles 213 Documents
Tantangan Pulau Komodo: Dilema Wacana Penutupan Sementara Sigit Widiyarto; Mu’thia Mubasyira
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 2 No 2 (2020): Jurnal ALTASIA (Edisi Spesial Seminar Nasional Pariwisata)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v2i2.560

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji lebih dalam tentang problematika terkini yang dihadapi oleh pulau komodo sebagai salah satu destinasi pariwisata yang menjanjikan di abad 21. Problematika ini mencakup wacana pemerintah untuk melakukan penutupan pulau komodo untuk sementara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Dalam metode ini dilakukan kajian pustaka dengan pengkajian konsep dan teori yang digunakan berdasarkan literatur yang tersedia. Dari penelitian ini didapat kesimpulan bahwa wacana penutupan pulau ini cukup dilematis. Ada pertimbangan yang perlu dilakukan mengingat objek wisata ini tidak hanya ramai dikunjungi oleh wisatawan domestik namun juga dikunjungi oleh wisatawan mancanegara. Pulau ini menyajikan tidak hanya pemandangan yang sangat indah dan asri tetapi juga ribuan fauna langka, komodo yang hidup di habitat aslinya. Untuk itu pertimbangan yang lebih matang diperlukan sebelum wacana ini benar-benar direalisasikan.
Analisis Kepuasan Terhadap Loyalitas Tamu Menginap di Hotel Berbintang Kota Bandung Faizal Hamzah; Ramdani Setiyariski; Yosef Abdul Ghani
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 2 No 2 (2020): Jurnal ALTASIA (Edisi Spesial Seminar Nasional Pariwisata)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v2i2.551

Abstract

Kontribusi para pelaku industri hotel dan restoran sangat besar terhadap dunia pariwisata Indonesia dengan menyumbang pendapatan enam puluh persen. Kota Bandung sebagai Ibukota Jawa Barat menjadi tujuan wisatawan favorit, karena memiliki banyak objek wisata yang menarik untuk dikunjungi. Banyaknya wisatawan yang datang tentunya perlu diimbangi dengan penyediaan hotel, dengan meningkatnya kebutuhan akan hotel berbintang di kota Bandung, hal ini juga berpengaruh terhadap persaingan industri hotel berbintang. Tahun 2017 terjadi penurunan jumlah hotel non bintang yang disebabkan banyaknya hotel non bintang beralih fungsi menjadi kos-kosan. Suatu hotel dikatakan berkembang dan maju ditentukan oleh pelanggan. Strategi mempertahankan tamu yang loyal dapat dimulai dari memenuhi harapan tamu dan menciptakan kepuasan tamu. Teknik penelitian yang digunakan adalah deskriptif-verifikatif. Teknik pengambilan sampel non-probability dengan metode insidental sampling, jumlah sampel sebanyak 150 responden yang pernah menginap di hotel berbintang kota Bandung. Hasil penelitian deskriptif menunjukan bahwa tanggapan responden terhadap variabel kepuasan dan loyalitas tamu menginap di hotel berbintang kota Bandung termasuk kedalam kategori “Sangat Baik”. Hasil penelitian verifikatif menunjukan adanya pengaruh positif dan signifikan dari variabel kepuasan terhadap loyalitas. Temuan penelitian menunjukkan bahwa, harapan melalui dimensi yang digunakan adalah reliability, responsiveness, assurance, facilities dan employees, mempunyai pengaruh terhadap kepuasan dan loyalitas tamu, selain itu ditemukan bahwa responden dengan karakteristik usia dewasa produktif di rentang 20-30 Tahun dengan penghasilan menengah pada rentang 2,5 – 5 Juta sangat memperhatikan harga yang ditetapkan oleh hotel dengan apa yang mereka terima di Hotel.
Membangun Loyalitas Wisatawan Melalui Kebijakan Pariwisata Hijau dan Strategi Pemasaran Pariwisata Hijau Jumadi Jumadi
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 2 No 2 (2020): Jurnal ALTASIA (Edisi Spesial Seminar Nasional Pariwisata)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepariwisataan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik manakala didukung oleh kebijakan pemerintah yang berorientasi pada pengembangan industry Kepariwsataan. Artikel ini ditulis bertujuan untuk membangun model kebijakan pemerintah dalam mewujudkan loyalitas wisatawan. Artikel ini di tulis dan dikembangkan berdasarkan kajian literatur tentang teori kepariwisataan, kebijakan pemerintah, teori tentang green marketing, kepuasan dan loyalitas wisatawan. Bahan kajian dikumpulkan dari berbagai journal nasional maupun internasional sebagai dasar untuk pengembangan model. Berdasarkan kajian literature diperoleh peta konsep atau model bahwa Kebijakan pemerintah yang berorientasi pada pelaksanaan green tourism maupun green marketing tourism dapat mempermudah tercapainya tujuan industri kepariwisataan yaitu kepuasan wisatawan dan loyalitas wisatawan.
Pengembangan Komunikasi Pariwisata Halal di Kabupaten Garut Jawa Barat Susie Perbawasari; Dian Wardiana Sjuhro; Yanti Setianti; Aat Ruchiat Nugraha
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 2 No 2 (2020): Jurnal ALTASIA (Edisi Spesial Seminar Nasional Pariwisata)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v2i2.565

Abstract

Berdasarkan fenomena yang terjadi di sekitar destinasi wisata di Kabupaten Garut, kesiapterapan model komunikasi pariwisata yang belum terbentuk akibat potensi sumber daya manusia yang masih minim menjadi kendala untuk merealisasikan program pariwisata halal. Padahal syarat utama dalam pengembangan layanan wisata halal selain objek wisatanya yang bagus yaitu adanya daya dukung dari sumber daya manusia yang berkualitas dalam melayani para wisatawan. Penelitian ini bertujuan mengetahui upaya yang dilakukan oleh pemerintahan Kabupaten Garut untuk pengembangan komunikasi pariwisata halal. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan sifat data kualitatif. Penelitian menunjukkan bahwa pemerintahan Kabupaten Garut dalam mengadopsi pariwisata halal sudah mengacu pada buku pedoman pengembangan pariwisata halal yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat, dalam hal ini Kementaerian Pariwisata tahun 2017, tetapi masyarakat Garut masih memegang teguh dan mengutamakan adat istiadat leluhur yaitu adat istiadat Sunda sehingga wacana pariwisata halal di Kabupaten Garut masih belum berkembang dengan baik, walaupun mayoritas penduduknya memang beragama Islam. Sebaiknya pemerintahan Kabupaten Garut segera bisa mewujudkan pariwisata halal sesuai dengan harapan dari Deputi Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kementerian Pariwisata yang menyatakan bahwa perkembangan pariwisata halal (ramah muslim) saat ini telah memasuki fase global mainstream market bukan lagi niche market, yang artinya kebutuhan akan destinasi pariwisata yang ramah wisatawan muslim menjadi suatu keniscayaan.
Pemanfaatan Taman Kota untuk Memperkenalkan Permainan Tradisional Jawa Barat Puji Pramesti; Rita Komalasari; Adriza Adriza
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 2 No 2 (2020): Jurnal ALTASIA (Edisi Spesial Seminar Nasional Pariwisata)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v2i2.556

Abstract

Di Kota Bandung, banyak sekali taman kota yang dibangun. Hal ini dikarenakan pemerintah Kota Bandung ingin mengubah wajah Kota Bandung yang semula sibuk, menjadi lebih ramah dan nyaman. Banyak sekali warga Kota Bandung yang berkunjung di taman-taman kota ini. Mereka bergembira bersama keluarga dan melakukan banyak aktifitas diluar ruangan. Taman-taman kota ini diantaranya : Taman Jomblo, Taman Film, Taman Balaikota, Taman Asia Afrika. Bukan hanya terkenal diantara warga kota bandung, taman-taman ini juga terkenal diantara orang-orang dan wisatawan dari luar kota, dan membuat mereka datang ke Kota Bandung. Tapi terkadang, mereka bosan dengan kegiatan yang ada di taman-taman kota tersebut dan pergi dengan cepat. Oleh karenanya, dibutuhkan hiburan lain yang lebih menarik. Untuk itu permainan tradisional akan menjadi solusi yang bisa dimanfaatkan untuk memperkenalkan budaya khas Jawa barat, yaitu permainan tradisional Jawa Barat. Hal ini sangat krusial supaya eksistensi permainan jawa barat ini tetap lestari. Penelitian ini ditujukan untuk memberikan ide tentang beberapa permainan tradisional Jawa Barat yang dapat disuguhkan di Taman Kota di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif karena peneliti melakukan survey, menjelaskan realitas dan mendeskripsikan unsur untuk ditambahkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setidaknya ada empat permainan tradisional yang bisa ditempatkan di Taman Kota Bandung, diantaranya : Congklak, Egrang, kelom batok dan Engklek. Permainan-permainan ini dianggap cocok karena tidak membutuhkan area yang luas, peralatan yang digunakan bisa disisimpan di dalam area taman tanpa merusak estetika, dan bisa menggunakan alat-alat yang tersedia di taman, seperti kerikil, batu dsb. Ada beberapa penelitian yang mendasari artikel ini, diantaranya : Penyertaan Permainan Tradisional Sebagai Atraksi Wisata yang ditulis oleh Putu Aditya Primayoga Arya dengan judul Revitalisasi Permainan Tradisional Bali Sebagai Bagian dari Atraksi Wisata Budaya di Kota Denpasar, dan Redesain Taman Denggung sebagai Taman Kota Kabupaten Sleman berbasis Kearifan Lokal di Yogyakarta yang dibuat oleh Irsyad Sanjaya dan Indung Siti Fatimah
Faktor-Faktor Kualitas Pelayanan yang Mempengaruhi Persepsi Wisatawan Museum Bank Indonesia Dellia Mila Vernia; Lusiana Wulansari
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 2 No 2 (2020): Jurnal ALTASIA (Edisi Spesial Seminar Nasional Pariwisata)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v2i2.546

Abstract

Ada banyak museum di Jakarta, salah satunya yaitu Museum BI yang menempati gedung BI yang berlokasi di kota Tua, Jakarta. Museum BI memiliki nilai sejarah tinggi bagi bangsa Indonesia, khususnya untuk perkembangan sejarah keuangan di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor kualitas pelayanan yang dapat mempengaruhi persepsi wisatawan museum Bank Indonesia. Faktor tersebut terdapat pada lima dimensi kualitas pelayanan yang digunakan dalam penelitian ini meliputi reliability, responsiveness, competence, access dan communication yang ditanyakan kepada responden dengan menggunakan kuesioner di museum BI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif dengan jenis penelitian seperti wawancara, observasi, kuesioner atau angket dan juga literatur. Total responden sebanyak 37 responden. Hasil studi menunjukkan bahwa dimensi competence merupakan dimensi faktor kualitas pelayanan yang memiliki persepsi rendah dari wisatawan, sementara dimensi responsivess merupakan faktor kualitas pelayanan yang memiliki persepsi nilai tertinggi. Dimensi reliability museum BI memiliki kekonsistensian kerja diatas rata-rata, dimensi responsiveness menunjukkan bahwa pelayanan yang diberikan sudah memberikan pelayanan terbaik pada wisatawan, dimensi competence menyatakan bahwa masih diperlukan peningkatan kompetensi terkait produk dan performance meningkat, dimensi access menunjukkan bahwa ada kemudahan dalam memahami informasi yang disampaikan, dan dimensi communication menunjukkan bahwa museum BI dapat dijadikan tempat referensi sumber pengetahuan akan sejarah keuangan yang terjadi di Indonesia. Secara keseluruhan kelima dimensi kualitas pelayanan dalam studi ini dipersepsikan sangat baik oleh para wisatawan dengan hasil rata-rata tiga koma sembilan dua (skala lima).
Apakah Innovative Value Berpengaruh Terhadap Kepuasan Wisatawan? Sebuah Peran Halal Destination Image Handry Sudiartha Athar; Lalu Edy Herman Mulyono; Himawan Sutanto
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 2 No 2 (2020): Jurnal ALTASIA (Edisi Spesial Seminar Nasional Pariwisata)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v2i2.594

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Innovative Value terhadap Kepuasan Wisatawan Domestik di kabupaten Lombok Tengah yang dimediasi oleh Halal Destination Image. Nilai-nilai inovasi sangat dibutuhkan dalam destinasi wisata untuk meningkatkan kepuasan wisatawan. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 154 yang respondennya merupakan wisatawan domestik yang berkunjung ke kabupaten Lombok Tengah. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling. Penelitian ini menggunakan data primer melalui kuesioner yang berisi hasil jawaban responden. Kuesioner yang telah terkumpul kemudian dianalisis menggunakan Structural Equation Model (SEM). Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh yang positif dan signifikan atas innovative value terhadap halal destination image. Untuk variabel innovative value memiliki pengaruh langsung terhadap kepuasan wisatawan namun tidak signifikan, sedangkan halal destination image berpengaruh signifikan terhadap kepuasan wisatawan.
Pendekatan Triple Helix dalam Membentuk City Branding Sri Dewi Setiawati; Asep Suryana; Dadang Sugiana; Centurion Chandratama Priyatna
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 2 No 2 (2020): Jurnal ALTASIA (Edisi Spesial Seminar Nasional Pariwisata)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v2i2.561

Abstract

City branding saat ini banyak digunakan sebagai strategi pemasaran pariwisata. Di Indonesia city branding masih hanya berbertuk jargon dari pemerintah saja. City branding bukan sebuah jargon, tetapi city branding adalah bagaimana menggali potensi daerah untuk membentuk positioning yang akan mudah diingat oleh para wisatawan. Untuk semakin memperkuat positioning tersebut, perlu peran aktif dari berbagai pihak dalam melakukan strategi branding dalam wilayah tersebut. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan sebuah konsep city branding dengan menggunakan pendekatan triple helix antara pemerintah, UKM dan pihak komunitas yang didalamnya banyak terdapat akademisi. Hasil dalam penelitian ini menjelaskan dalam membangun city branding penting membangun hubungan antara ketiga pilar pemerintah, UKM dan komunitas. Hal ini dikarenakan dalam membangun city branding, bukan hanya memberikan tagline atau jargon pada suatu wilayah. Tetapi perlu bukti fisik yang muncul, dapat dilihat dan dirasakan oleh para wisatawan. Peran aktif dari para pelaku UKM yang dibantu oleh komunitas kreatif dalam melahirkan produk-produk kreatif, menjadi peran penting dalam memberikan bukti fisik dari sebuah city branding. Peran pemerintah tentu menjadi yang utama, sebagai pemilik regulasi yang mendukung peran dari para UKM dan komunitas.
Pengaruh Customer Experiences Terhadap Kepuasan Wisatawan Domestik: Peran Mediasi Halal Destination Image Handry Sudiartha Athar; Lalu Edy Herman Mulyono; Himawan Sutanto
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 2 No 2 (2020): Jurnal ALTASIA (Edisi Spesial Seminar Nasional Pariwisata)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v2i2.552

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Customer Experiences terhadap Kepuasan Wisatawan Domestik yang berkunjung ke Kabupaten Lombok Tengah NTB, dengan mediasi Halal Destination Image. Kepuasan wisatawan yang berkunjung merupakan tujuan utama pemberi jasa wisata pada suatu destinasi wisata. Kepuasan wisatawan tentunya tercermin dari pengalaman yang dirasakan oleh wisatawan. Lombok melakukan branding wisatanya dengan halal tourism sehingga destinasi halal menjadi bentuk upaya dalam memberikan wisata yang bersahabat untuk wisatawan. Teknik sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah convenience sampling dengan jumlah sampel sebanyak 126 responden dari wisatawan domestik yang pernah berkunjung ke Kabupaten Lombok Tengah. Data yang digunakan adalah data primer melalui kuesioner yang berisi jawaban-jawaban responden. Teknik analisis yang digunakan adalah Structural Equation Model (SEM). Hasil dari penelitian ini adalah Customer Experience tidak berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan Wisatawan, sementara customer experience memiliki pengaruh langsung terhadap halal destination image meskipun tidak signifikan. Sedangkan halal destination image berpengaruh signifikan terhadap kepuasan wisatawan
Telaah Hubungan Motivasi Diri dan Kinerja Pembelajaran Pada Guru SMK Pariwisata Erna Kusumawati
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 2 No 2 (2020): Jurnal ALTASIA (Edisi Spesial Seminar Nasional Pariwisata)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v2i2.678

Abstract

Ukuran kinerja guru terlihat dari rasa tanggungjawab menjalankan amanah, profesi yang diemban, rasa tanggungjawab moral di pundaknya. Semua itu akan terlihat Motivasi Guru di dalam menjalankan tugas keguruan di dalam kelas dan tugas kependidikan di luar kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui pengaruh motivasi terhadap kinerja Guru SMK Pariwisata di Kota Bandung. Metode Penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner pada 100 Guru SMK Pariwisata. Hasil penelitian menunjukan bahwa koefisien korelasi yang menunjukan motivasi memiliki hubungan yang searah dan positif terhadap kinerja Guru. Uji koefisien determinasi diperoleh bahwa motivasi berpengaruh terhadap kinerja Guru, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Page 10 of 22 | Total Record : 213