cover
Contact Name
Oda I. B. Hariyanto
Contact Email
oda@uib.ac.id
Phone
+627787437111
Journal Mail Official
oda@uib.ac.id
Editorial Address
Jl. Gajah Mada Baloi Set Ladi
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
Altasia : Jurnal Pariwisata Indonesia
ISSN : -     EISSN : 2655965X     DOI : -
Jurnal Pariwisata Indonesia (ALTASIA) merupakan hasil penelitian yang mengikuti situasi dan kondisi kekinian sesuai dengan perkembangan Dynamic Global Tourism. Mengaplikasikan teori dan kajian ilmiah di bidang Kepariwisataan serta mengkompilasi kajian-kajian analisis kritis kepariwisataan secara multidimensi dan multidisiplin. Terbit secara berkala setiap enam bulan sekali, bulan Februari dan Agustus.
Articles 226 Documents
Eksplorasi Nilai-nilai Budaya Betawi sebagai Ruh SOP Hospitality Ramah Budaya Pada Industri Hotel di Jakarta Lu'luwatin Rosdiana Aprilia; Alqorri Alalia Suharja; Pasha Qamila Idris; Kartika Alifia Julie; Nayla Syakira Balqis; Marthika Nour Chofifah
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal ALTASIA (Februari)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v8i1.11458

Abstract

Integrasi budaya lokal dalam layanan hotel merupakan strategi penting untuk menciptakan pengalaman tamu yang autentik sekaligus memperkuat identitas destinasi. Namun, praktik perhotelan di Jakarta masih didominasi pendekatan layanan modern-global, sementara nilai budaya Betawi umumnya hanya dihadirkan secara simbolik melalui dekorasi dan elemen visual. Kesenjangan riset muncul karena belum adanya kajian yang secara sistematis mengintegrasikan nilai-nilai budaya Betawi ke dalam Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan hotel yang aplikatif. Oleh karena itu, rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana mengidentifikasi nilai budaya Betawi yang relevan dengan praktik hospitality modern serta merumuskannya ke dalam model SOP berbasis kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan merancang model SOP Hospitality Ramah Budaya (Betawi Values) melalui pendekatan kualitatif deskriptif-eksploratif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan Focus Group Discussion (FGD) di dua hotel di Jakarta dan satu pusat budaya Betawi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian mengidentifikasi empat nilai utama budaya Betawi—kesantunan, gotong royong, keterbukaan, dan musyawarah—yang dioperasionalkan ke dalam SOP melalui lima tahapan: identifikasi nilai, seleksi nilai, perumusan SOP per divisi, pelatihan dan implementasi, serta evaluasi berkala. Temuan menunjukkan bahwa SOP berbasis budaya Betawi mampu menciptakan layanan yang lebih personal, hangat, dan autentik tanpa mengabaikan standar profesional hospitality. Keterbatasan penelitian ini terletak pada ruang lingkup lokasi yang terbatas dan belum mengukur dampak kuantitatif terhadap kepuasan tamu. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas objek studi dan mengombinasikan pendekatan kuantitatif guna menguji efektivitas model SOP secara empiris.
Pengaruh Servqual dan Customer Value Terhadap Consumer Loyalty: Studi Empiris Restoran Sushi di Kota Batam Sihombing, Dame Afrina; Lie, Susanto; Hariyanto, Oda Ignatius Besar
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal ALTASIA (Februari)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v8i1.11530

Abstract

Persaingan industri restoran Jepang di Indonesia, khususnya restoran sushi, semakin ketat sehingga menuntut pengelola untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi niat kunjungan kembali konsumen. Meskipun berbagai penelitian telah mengkaji pengaruh perceived service quality dan perceived value terhadap kepuasan dan perilaku konsumen, kajian empiris yang secara spesifik menguji hubungan variabel-variabel tersebut pada konteks restoran sushi di Kota Batam masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perceived service quality dan perceived value terhadap revisit intention dengan satisfaction sebagai variabel mediasi pada pelanggan restoran sushi di Kota Batam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Square (SEM-PLS). Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert yang disebarkan secara daring kepada 285 responden yang pernah berkunjung ke restoran sushi di Kota Batam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceived service quality dan perceived value berpengaruh positif dan signifikan terhadap satisfaction, serta secara langsung maupun tidak langsung berpengaruh signifikan terhadap revisit intention. Satisfaction terbukti memiliki peran penting dalam memperkuat niat kunjungan kembali konsumen. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis pada literatur pemasaran jasa, khususnya dalam konteks wisata kuliner Jepang, serta implikasi praktis bagi pengelola restoran dalam meningkatkan kualitas layanan dan nilai yang dirasakan konsumen. Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan karena hanya dilakukan pada satu kota dengan desain cross-sectional dan belum memasukkan variabel lain seperti e-WOM, kepercayaan, dan inovasi layanan, sehingga penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas konteks dan model penelitian.
Dampak Strategi Kampanye Digital Marketing terhadap Peningkatan Kunjungan pada Taman Botani Sukorambi Jember Ahmad, Alifian Rizzalul; Suryadinata, Ningrum; Aprilia, Jesika Wanda
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal ALTASIA (Februari)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v8i1.11564

Abstract

Taman Botani Sukorambi di Kabupaten Jember merupakan destinasi agrowisata yang memiliki potensi besar melalui konsep edukatif dan alami, namun jumlah kunjungan wisatawan masih berfluktuasi sehingga menunjukkan belum optimalnya strategi promosi yang diterapkan. Dalam konteks perkembangan teknologi digital, strategi kampanye digital marketing menjadi alternatif yang relevan untuk meningkatkan daya saing destinasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Social Media Marketing (SMM), Website Marketing (WM), dan User Generated Content (UGC) terhadap Peningkatan Kunjungan Wisatawan (PKW), serta menguji peran UGC sebagai variabel moderasi pada hubungan tersebut di Taman Botani Sukorambi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis explanatory research. Data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 100 responden yang dipilih secara purposive dan dianalisis menggunakan Partial Least Square–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Website Marketing dan User Generated Content berpengaruh positif dan signifikan terhadap Peningkatan Kunjungan Wisatawan, sedangkan Social Media Marketing tidak berpengaruh signifikan. Selain itu, Social Media Marketing dan Website Marketing berpengaruh signifikan terhadap pembentukan User Generated Content, namun UGC tidak terbukti memoderasi hubungan antara SMM maupun WM terhadap peningkatan kunjungan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa optimalisasi website resmi dan penguatan partisipasi pengunjung dalam menghasilkan konten digital lebih efektif dalam meningkatkan kunjungan dibandingkan promosi media sosial yang bersifat informatif semata. Penelitian ini terbatas pada satu objek wisata dan menggunakan pendekatan cross-sectional, sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasi secara luas. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan memperluas objek kajian pada beberapa destinasi sejenis serta menggunakan pendekatan longitudinal atau menambahkan variabel lain seperti citra destinasi untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif.
Peran Ekosistem Kebudayaan Sebagai Branding Pariwisata Budaya di Kawasan Cagar Budaya Nasional Trowulan Fatihah, Lauhil; Basundoro, Purnawan
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal ALTASIA (Februari)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v8i1.10983

Abstract

Pariwisata di KCBN Trowulan merupakan upaya pemanfaatan warisan budaya yang menggabungkan pelestarian tinggalan arkeologis dengan pengembangan wisata berbasis sejarah dan kebudayaan Majapahit. Meskipun memiliki potensi budaya yang besar, pembentukan branding pariwisata budaya di kawasan ini masih belum optimal karena peran ekosistem kebudayaan belum teridentifikasi secara komprehensif sebagai dasar pembentukan identitas destinasi. Kesenjangan ini menunjukkan perlunya pemahaman lebih mendalam mengenai bagaimana unsur biotik dan abiotik dalam masyarakat turt berkontribusi dalam memperkuat branding KCBN Trowulan sebagai destinasi budaya. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini merumuskan pertanyaan mengenai bagaimana ekosistem kebudayaan membentuk branding pariwisata budaya di kawasan ini. Penelitian ini menggunakan data primer dari observasi lapangan dan wawancara dengan pelaku budaya, komunitas lokal, serta instansi pemerintah. Data sekunder diperoleh melalui dokumen resmi, regulasi, dan publikasi ilmiah. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk melihat keterkaitan antara ekosistem kebudayaan dan branding pariwisata. Validitas data diperkuat dengan triangulasi sumber dan metode, sementara hasil disajikan secara naratif dan tematik sebelum dirumuskan kesimpulannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekosistem kebudayaan memiliki peran signifikan dalam membentuk branding pariwisata budaya yang autentik melalui penguatan narasi Majapahit, pelestarian objek pemajuan kebudayaan, dan pemanfaatan cagar budaya sebagai daya tarik utama. Penelitian ini terbatas pada kajian di KCBN Trowulan dengan pendekatan kualitatif sehingga belum dapat digeneralisasikan. Penelitian selanjutnya disarankan memperluas cakupan dan menggunakan metode campuran.
Pengaruh Marine Debris terhadap Tipologi Pantai dan Potensi Pengembangan Ekowisata Pantai Pasir Panjang, Kabupaten Pasuruan Dzaki, Ahmad Dzaki As Sajjad; Rahma Isnan Aslani; Muhammad Raditya Edly; Bagus Setiabudi Wiwoho
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal ALTASIA (Februari)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v8i1.10850

Abstract

Pencemaran sampah laut (marine debris) di wilayah pesisir Indonesia telah menjadi krisis sistemik yang mengancam stabilitas ekosistem bahari. Meskipun Pantai Pasir Panjang di Kabupaten Pasuruan memiliki potensi ekowisata yang prospektif, kawasan ini menghadapi tekanan polusi plastik yang signifikan. Masalah utama dalam kajian ini adalah adanya disparitas antara tingginya potensi wisata dengan kerentanan ekosistem akibat akumulasi sampah. Kesenjangan penelitian (gap) menunjukkan bahwa studi terdahulu masih bersifat parsial dan belum mengintegrasikan variabel tekanan lingkungan secara komprehensif ke dalam strategi perencanaan kawasan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh marine debris terhadap tipologi pantai dan merumuskan strategi pengembangan ekowisata berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif melalui observasi langsung dan analisis laboratorium sedimen dengan teknik line transect. Pendekatan ini dipilih untuk memberikan data empiris yang presisi mengenai korelasi parameter fisik lingkungan dengan sebaran sampah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampah plastik jenis meso-debris (5 mm–2,5 cm) mendominasi kawasan dan telah terintegrasi ke dalam sedimen pasir kerikil, yang mencerminkan rendahnya manajemen limbah domestik. Limitasi penelitian ini terbatas pada observasi spasial di tiga segmen pantai saat musim tertentu. Rekomendasi yang diusulkan adalah pengembangan ekowisata partisipatif melalui program coastal clean-up tourism, zonasi berbasis komunitas, dan penguatan literasi lingkungan digital untuk menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.
Peranan Asosiasi Homestay dalam Penyediaan Akomodasi Homestay sebagai Penunjang Destinasi Wisata Bahari Raja Ampat Tampubolon, Novelina; Muhammad Andhika Irawan; Yusril Munawir
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal ALTASIA (Februari)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v8i1.11028

Abstract

Pariwisata bahari merupakan sektor unggulan Indonesia, dengan Raja Ampat sebagai salah satu destinasi utama yang dikenal karena kekayaan hayati laut dan budaya lokal. Meningkatnya arus wisatawan memunculkan kebutuhan akan akomodasi berkelanjutan yang dikelola komunitas. Namun, peranan kelembagaan lokal khususnya asosiasi homestay dalam memastikan kualitas layanan, tata kelola dan keberlanjutan destinasi belum dikaji secara mendalam. Penelitian ini mengkaji bagaimana peranan asosiasi homestay dalam penyediaan akomodasi, peningkatan kualitas layanan, promosi serta tantangan yang dihadapi dalam mendukung pariwisata bahari berkelanjutan di Raja Ampat. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan karena dapat menggali secara mendalam dinamika kelembagaan dan praktik pengelolaan homestay berbasis komunitas. Studi dilakukan di Kampung Arborek dan Pulau Kri selama Januari-Juni 2025. Informan terdiri dari 32 pengelola homestay, 2 orang pengurus asosiasi homestay dan kepala seksi pengembangan destinasi dinas pariwisata. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola peranan asosiasi dan tantangan kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asosiasi homestay berperan penting dalam standarisasi layanan, pelatihan kapasitas, promosi digital melalui platform Stay Raja Ampat, serta advokasi kebijakan pariwisata. Keanggotaan asosiasi terbukti meningkatkan okupansi, profesionalisme, dan konsistensi kualitas layanan homestay. Namun, tantangan internal seperti rendahnya partisipasi anggota, keterbatasan manajerial serta kesenjangan digital masih menjadi kendala. Upaya penguatan kelembagaan melalui pelatihan, digitalisasi informasi, dan reformasi tata kelola menjadi strategi utama dalam menjawab tantangan tersebut. Penelitian menyimpulkan bahwa asosiasi homestay merupakan aktor kunci dalam mendukung destinasi bahari yang inklusif dan berkelanjutan. Penelitian selanjutnya disarankan memperluas lokasi studi dan mengkaji kolaborasi lintas pihak untuk penguatan tata kelola ekowisata.
Strategi Pengembangan Wisata Multidimensi sebagai Penggerak Ekonomi Kreatif: Studi pada Kawasan Pahlawan Street Center Kota Madiun Malik Ibrahim; Nuril Endi Rahman; Fajar Istikhomah; Siti Komala Mutiara
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal ALTASIA (Februari)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v8i1.11267

Abstract

Pengembangan Pahlawan Street Center (PSC) di Kota Madiun sebagai destinasi wisata multidimensi memiliki potensi untuk menggerakkan ekonomi kreatif. Meski demikian, kawasan ini menghadapi tantangan berupa ketimpangan kunjungan, ramai pada hari libur namun agak sepi di hari kerja, serta jam operasional yang terbatas hingga pukul 22.00 WIB pada hari kerja. Dari sisi pelaku usaha, 60% UMKM di PSC masih bergantung pada pasar lokal dengan omzet rata-rata Rp5–10 juta per bulan, dan hanya 40% yang telah memanfaatkan digitalisasi untuk pemasaran dan transaksi daring. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi strategi pengembangan, menganalisis peran pemangku kepentingan, dan mengkaji potensi PSC dalam mendukung ekonomi kreatif. Dengan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi nonpartisipan, wawancara semi-terstruktur terhadap 11 informan, dan studi dokumentasi, lalu dianalisis melalui reduksi, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, dengan validitas diperkuat oleh triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan diwujudkan melalui penyelenggaraan event, pembentukan Komite Ekonomi Kreatif, Kelurahan Wisata (Kawista), Dekranasda, serta penambahan Stand UMKM. Peran pemangku kepentingan berjalan sinergis sebagai perencana dan pelaksana. Potensi PSC dinilai sangat besar dengan dukungan berbagai program dan kelembagaan tersebut. Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan dalam ruang lingkup sampel dan metode kualitatif yang belum menyajikan data kuantitatif terukur. Oleh karena itu, penelitian lanjutan disarankan menggunakan pendekatan mixed-methods untuk mengukur dampak ekonomi secara empiris melalui survei pengunjung dan analisis data transaksi UMKM.
Determinan Minat Kunjungan Ulang Wisatawan Gunung Bromo: Peran MTE, Atribut Destinasi, Place Attachment, dan Travel Companion Wulandari, Gusti Ayu; Cempaka Paramita; Muhammad Rayhan Athallah
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal ALTASIA (Februari)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v8i1.11306

Abstract

Peningkatan kunjungan wisatawan ke Gunung Bromo dari waktu ke waktu menuntut pengelolaan destinasi yang tidak hanya berorientasi pada kuantitas kunjungan, tetapi juga pada upaya membangun loyalitas wisatawan melalui minat berkunjung kembali. Minat tersebut dipengaruhi oleh pengalaman berkesan atau MTE (Memorable Tourism Experience), kualitas atribut destinasi, keterikatan emosional wisatawan terhadap tempat (place attachment), serta dinamika sosial perjalanan yang tercermin dalam teman seperjalanan atau travel companion. Namun, kajian empiris yang mengintegrasikan keempat faktor tersebut dalam satu model penelitian, khususnya pada destinasi wisata alam dan petualangan seperti Gunung Bromo masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini dirumuskan untuk menganalisis pengaruh MTE, atribut destinasi, place attachment, dan travel companion terhadap minat berkunjung kembali wisatawan ke Gunung Bromo. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory research, olah data regresi pada 240 responden wisatawan domestik. Metode ini dipilih karena tujuan utama penelitian adalah menjelaskan hubungan kausal dan menguji pengaruh antarvariabel secara empiris dan terukur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat variabel independen berpengaruh signifikan terhadap minat berkunjung kembali, dengan kontribusi terbesar diberikan oleh travel companion. Rekomendasi yang dapat diberikan dari hasil peneliti adalah perlunya pengelola destinasi mengembangkan layanan yang ramah wisatawan, menonjolkan budaya lokal, dan merancang paket wisata yang mendukung pengalaman kolektif. Penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas lokasi dan menggunakan desain longitudinal atau mixed methods dengan menambahkan variabel lain seperti kepuasan, citra destinasi, dan persepsi risiko agar memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif. Selain itu, penelitian dapat menguji peran mediasi atau moderasi serta membandingkan karakteristik wisatawan untuk meningkatkan generalisasi dan kontribusi teoretis.
Pura Lingsar sebagai Destinasi Wisata Budaya antara Sakralitas dan Komersialisasi Sumardani, Riski; Anak Agung Ayu Ribeka Martha Purwahita; I Wayan Kartimin; I Made Weda Satia Negara
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal ALTASIA (Februari)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v8i1.11313

Abstract

Pariwisata berbasis budaya terus menjadi penggerak ekonomi daerah, tetapi destinasi yang mengandung nilai kesakralan kerap berhadapan dengan dilema antara menjaga tradisi dan memenuhi tuntutan pasar wisata. Walaupun sejumlah penelitian telah menyoroti potensi gesekan antara sektor pariwisata dan ruang religius, kajian mengenai bagaimana komunitas lokal menegosiasikan batas kesakralan sembari meraih manfaat ekonomi masih relatif terbatas. Kekosongan inilah yang melatarbelakangi penelitian mengenai Pura Lingsar di Lombok, sebuah situs yang menggabungkan fungsi keagamaan dan aktivitas wisata. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana hubungan antara pariwisata dan kegiatan bisnis mempengaruhi tata kelola ruang sakral di Pura Lingsar, serta bagaimana masyarakat setempat untuk mempertahankan nilai adat dalam kondisi komersialisasi yang terus meningkat. Studi ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dipilih karena pendekatan ini untuk peneliti menggali pemaknaan, persepsi, serta praktik sosial berbagai actor mulai dari wisatawan, tokoh adat, hingga pengelola pura lingsar secara lebih mendalam dan sesuai konteks lokal. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kesakralan Pura Lingsar tetap terpelihara melalui manajemen berbasis kearifan lokal yang secara jelas memisahkan ruang inti sakral, seperti Kemaliq, yang aksesnya dibatasi, dari area luar yang boleh dimanfaatkan untuk kegiatan wisata seperti Ritual Perang Topat merupakan komodifikasi yang dikendalikan dengan cermat, di mana bagian depan situs dijadikan ruang tontonan, sementara area belakang tetap difungsikan untuk praktik esoteris tanpa keterlibatan pengunjung. Pendekatan tersebut menghasilkan hubungan saling menguntungkan antara kegiatan ekonomi pariwisata dan pelestarian budaya, sekaligus menggeser posisi komunitas dari pihak yang pasif menjadi pengelola aktif. Meski demikian, penelitian ini masih terbatas pada satu lokasi dan belum menelusuri aspek ekonomi secara kuantitatif. Oleh karena itu, studi berikutnya disarankan untuk memperluas objek kajian ke destinasi sakral lain serta memadukan metode kualitatif dan kuantitatif agar pemahaman mengenai keberlanjutan pariwisata budaya dapat diperoleh secara lebih utuh.
Inisiasi Strategi City Branding Kota Kediri Melalui “Heritage And Cultural Creatif City Tourism” Muhamad, Muhamad; Suyudi, Chevy Ning; Kardiyati, Endah Nurhaweny
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal ALTASIA (Februari)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v8i1.11355

Abstract

Penelitian ini bertujuan merumuskan inisiasi strategi city branding Kota Kediri berbasis heritage and cultural creative city tourism sebagai fondasi pembentukan identitas pariwisata perkotaan yang terintegrasi, berdaya saing, dan berkelanjutan.  Terdapat gap dan permasalahan kesenjangan infrastruktur dan kebutuhan wisata idealnya infrastruktur wisata berupa akses transportasi, fasilitas publik, papan informasi dan potensi lokal seharusnya mendukung pengalaman heritage & cultural tourism. Kenyataannya beberapa titik wisata heritage dan budaya kreatif dalam mendukung wisata perkotaan masih minim fasilitas pendukung, signage tidak terpadu, dan integrasi transportasi wisata belum maksimal. Tujuan utama dari artikel ini membangun strategi branding identitas Kota Kediri dengan mengangkat potensi utama yakni "Heritage and Cultural Creative Tourism", yang merepresentasikan Kediri sebagai kota bersejarah sekaligus kota ekonomi kreatif, sebagai upaya pemahaman strategi city branding. Metode kajian  ini  menggunakan  pendekatan studi yang mengadopsi pendekatan dari teori perkotaan dan pariwisata secara deskriptif. Hasil analisis  menunjukkan bahwa proses pembentukan identitas merek pariwisata tersebut melibatkan dua aspek: elemen visual, naratif, dan pengalaman yang membentuk persepsi yaitu keberadaan: edges, districts, nodes, landmarks,  dan pariwisata perkotaan  sebagai city branding Perumusan brand roadmap atau peta jalan pengembangan merek kota. Meskipun waktu yang terbatas  penelitian yang akan datang diharapakan kelima komponen ini menjadi landasan dalam proses membangun citra dan identitas pariwisata perkotaan  Kota Kediri.