Articles
213 Documents
Menentukan Identitas Kota Tasikmalaya dengan Pendekatan The City Branding Hexagon
Yusuf Abdullah;
Aa Willy Nugraha
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 2 No 2 (2020): Jurnal ALTASIA (Edisi Spesial Seminar Nasional Pariwisata)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37253/altasia.v2i2.549
Persaingan bisnis tidak hanya terjadi pada perusahaan melainkan terjadi pada kota. Setiap kota melakukan branding sebagai cara untuk membentuk citra dan membentuk identitas kota tersebut. City branding dibentuk berdasarkan pada potensi kota untuk menciptakan nilai jual kota tersebut dalam menarik perhatian dan menciptakan keputusan masyarakat untuk berkunjung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui identitas Kota Tasikmalaya melalui pendekatan The City Branding Hexagon dari Simon Anholt (2007), yaitu konsep city branding yang bertujuan untuk menentukan identitas suatu kota. The city branding hexagon terdiri dari indikator kehadiran, potensi, tempat, orang, semangat, dan prasyarat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Metode pengumpulan data dilakukan dengan melakukan observasi dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kota Tasikmalaya membentuk city branding “Tasik Kota Resik, Tasik Kota Kreatif” melalui the city branding hexagon untuk membentuk identitas Kota Tasikmalaya sebagai kota yang resik/ indah dan memiliki atraksi wisata yang layak untuk dikunjungi.
Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi Potensial di Lanskap Budaya Subak di Provinsi Bali untuk Mewujudkan Pariwisata Keberlanjutan
Gallang Perdhana Dalimunthe;
Yuyus Suryana;
Dwi Kartini;
Diana Sari
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 2 No 2 (2020): Jurnal ALTASIA (Edisi Spesial Seminar Nasional Pariwisata)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
ABSTRAK Wisatawan dapat merasakan nilai lebih dari sebuah destinasi dengan adanya penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang saat ini sedang digalakkan oleh pemerintah maupun pengelola tempat wisata di berbagai negara. Pariwisata Budaya adalah satu segmen pariwisata yang sedang banyak dikembangkan dan diintegrasikan dengan TIK. Destinasi Lanskap Budaya Subak yang merupakan Warisan Budaya UNESCO yang terletak di Bali adalah destinasi yang cukup banyak dikunjungi wisatawan, namun belum dilengkapi oleh TIK untuk menambah nilai maupun memberikan pengalaman lebih kepada wisatawan. Rancangan metode dalam menganalisa perangkat TIK dibutuhkan oleh destinasi wisata khususnya Lanskap Budaya Subak untuk memperkaya destinasi. Dengan menggunakan metode kualitatif, pertanyaan open-ended dapat disebarkan kepada wisatawan yang sudah mengunjungi semua destinasi Lanskap Budaya. Hasilnya adalah rancangan desain koding yang aplikasinya dapat digunakan untuk menentukan perangkat TIK yang dibutuhkan dengan tetap mengedepankan konsep pariwisata keberlanjutan.
Evaluasi Kesadaran Wisatawatan Lokal Mengenai Wisata Halal Pemandian Air Panas Garut
Wati Susilawati;
Dini Turipanam Alamanda;
Agus Maoludin;
Risma Muhamad Ramdani
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 2 No 2 (2020): Jurnal ALTASIA (Edisi Spesial Seminar Nasional Pariwisata)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37253/altasia.v2i2.563
Garut dikenal sebagai kota yang memiliki kekayaan wisata air panas alami. Seiring dengan berkembangnya konsep wisata halal di berbagai daerah, Garut dengan mayoritas penduduk beragama islam dan aktivitas wisatanya masih didominasi wisatawan halal, tengah mempersiapkan diri untuk menjadi bagian dari pengembangan wisata halal di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui preferensi masyarakat Garut sebagai wisatawan lokal pemandian air panas Cipanas Garut mengenai wisata halal Garut. Dengan metode kuantitatif, pendekatan survey dengan penyebaran kuesioner terhadap 50 wisawatan dilakukan pada periode Januari – Juli 2019. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan analisis konjoin dengan bantuan software SPSS 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wisatawan lokal Garut masih menempatkan wisata halal sebagai urutan terakhir dibandingkan dengan daya tarik wisata, fasilitas wisata, persepsi wisata maupun keterjangkauan lokasi wisata untuk wisata pemandian air panas Cipanas Garut. Temuan tersebut bisa dijadikan sebagai bahan evaluasi mengenai pentingnya edukasi indikator wisata halal yang selama ini dilakukan oleh kementrian pariwisata Indonesia, bagi pemangku kepentingan wisata halal di Kabupaten Garut.
Kontribusi Mahasiswa Dalam Pengembangan Pariwisata Gorontalo
Meria Octavianti;
Mohamad Reza
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 2 No 2 (2020): Jurnal ALTASIA (Edisi Spesial Seminar Nasional Pariwisata)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37253/altasia.v2i2.554
Industri pariwisata dapat menjadi leading sector pada pembangunan di Provinsi Gorontalo. Letak geografis yang berbatasan langsung dengan Sulawesi Utara dan banyaknya potensi pariwisata yang dimiliki oleh Gorontalo menjadi modal awal yang mampu meningkatkan industri pariwisata di Gorontalo. Gorontalo dapat mencontoh Lombok yang mampu sukses dalam sektor pariwisata dikarenakan mampu menjadi secondary destination dari Bali. Selain letak geografis dan potensi yang dimiliki, sinergitas dari berbagai pihak juga diperlukan untuk mengembangkan industri pariwisata di Gorontalo. Bukan hanya lembaga pemerintah atau pihak swasta pengelola destinasi wisata, tetapi mahasiswa juga menjadi salah satu pihak yang mampu memberikan kontribusi pada pengembangan industri pariwisata di Gorontalo. Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian ini akan mencari jawaban mengenai bentuk kontribusi yang mampu diberikan mahasiswa dalam pengembangan industri pariwisata di Gorontalo. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif. Pengumpulan data primer dilakukan dengan membagikan kuesioner pada sampel penelitian yang merupakan mahasiswa asal Gorontalo. Sedangkan data sekunder diperoleh dengan melakukan wawancara, observasi, dan studi pustaka sehigga mampu memperkaya analisis data penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi utama mahasiswa dalam pengembangan industri pariwisata adalah dalam bidang promosi. Mahasiswa yang notabene adalah kaum millenial memiliki akses tinggi pada internet, khususnya media sosial. Maka dari itu kontribusi yang dapat diberikan oleh mahasiswa adalah dengan mengenalkan, menawarkan, dan memviralkan berbagai daya tarik objek wisata yang dimiliki oleh Provinsi Gorontalo
Penerapan Sertifikat CHSE Terhadap Kepuasan Pengunjung di Devoyage Bogor
Rima Pratiwi Batubara;
Wulan Suci
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 4 No 2 (2022): Jurnal ALTASIA (Agustus)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37253/altasia.v4i2.6807
Devoyage Bogor is a tourist spot made for Instagramable photo hunters by carrying out the concept of European-style garden tourism with miniatures typical of blue continent countries such as the Eiffel tower landmark, Dutch windmills and Venetian Gondolas, making it very suitable for visits by all ages. The uniqueness of Devoyage Bogor itself has European-style miniature buildings that are made as similar as possible to the original. The purpose of this study is to identify the application of the CHSE Certificate for the Devoyage Bogor tourist attraction and measure the effect of the application of CHSE on visitor satisfaction at Devoyage Bogor. The method used is quantitative with the population, namely tourists who have visited the Devoyage Bogor tourist attraction after the issuance of the CHSE certificate by the Ministry of Tourism and Creative Economy to Devoyage Bogor. Distributing questionnaires using google form online and offline with a sample size of 100 respondents. Data analysis using Inferential Analysis Techniques, Normality Test, Linearity Test and Simple Linear Regression. The results of the conclusion in the study that Devoyage Bogor has implemented the CHSE Certificate in accordance with the guidelines made by the Ministry of Tourism and Creative Economy such as the availability of sinks in several areas, the application of distance keeping so that there is no accumulation in one photo spot, and creating beautiful and comfortable environmental conditions to visit. And there is a positive influence between the CHSE Certificate variable on Visitor Satisfaction where this is evidenced by the results of the T test, namely 14.213 so that the T table is smaller than the T count of 1.984 and the coefficient of determination with a value of 67% so that it has a significant influence while the remaining 33% is influenced by variables not examined.
Penggunaan E-Tourism Sebagai Strategi Mempromosikan Pariwisata di Majalengka
Andri Sahata Sitanggang;
Dimas Septiana Yusuf;
Muhammad Ali Aridho;
Pramana Stivo Wijaya;
R. Tristan Bimantara S;
Yuda Nurhidayat
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 4 No 2 (2022): Jurnal ALTASIA (Agustus)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37253/altasia.v4i2.6782
Industri pariwisata kini dapat berkembang secara maksimal dikarenakan kemajuan teknologi dan kemudahan dalam mengakses informasi mengenai produk wisata. E-tourism membutuhkan fasilitas teknologi yang memadai dan secara bahasa luar (up-to-date), sebagai strategi digital marketing untuk meningkatkan daya Tarik wisatawan. Biro perjalanan dapat meraup keuntungan dari seluruh pengunjung yang ada di dunia dengan menggunakan teknologi yang sudah berkembang. Penelitian ini menjelaskan peran dari teknologi mengenai e-Tourism. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif yaitu dengan mengajukan pertanyaan melalui google form kepada masyarakat perihal Destinasi Pariwisata di Majalengka. Manfaat penelitian ini adalah untuk meningkatkan jumlah keuntungan dari tempat pariwisata yang dimaksud dan mempunyai tujuan mengintegrasikan teknologi dengan pariwisata yang akan memungkinkan dapat meraup keuntungan, dan lebih banyak penyediaan fasilitas–fasilitas berbagai produk sehingga dapat memuaskan wisatawan
Perencanaan Rekonstruksi Sebagai Strategi Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan
Rosie Oktavia Puspita Rini;
Wahyudi Ilham;
Dimas Akmarul Putera;
Aulia Agung Dermawan
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 4 No 2 (2022): Jurnal ALTASIA (Agustus)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37253/altasia.v4i2.6789
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan objek wisata Hutan Desa Kelembak yang terletak di Nongsa, Batam. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal, kemudian dinilai dan dianalisis, serta merumuskan strategi pengembangan dengan meminimalkan kelemahan dan ancaman, serta memaksimalkan pemanfaatan peluang dan kekuatan. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner, dan wawancara lapangan dengan Kepala Desa. Analisis data menggunakan analisis SWOT. Hasil menunjukkan Desa Kelembak berada di Kuadran IV yaitu strategi bertahan dengan weakness sebesar -1,22 dan threat sebesar -0,19.
Pengembangan Pariwisata Dusun Bedono dan Dusun Morosari Kabupaten Demak Melalui Pendekatan Analisis SWOT
Nur Fitriyani;
Sarah Iasya;
Facia Adinda
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 4 No 2 (2022): Jurnal ALTASIA (Agustus)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37253/altasia.v4i2.6790
Kabupaten Demak adalah daerah yang mayoritas wilayahnya berupa perairan, terletak di pantai utara Jawa Tengah, yang juga disebut sebagai titik pusat kepemimpinan para wali. Dengan landasan penyebaran Islam yang dapat dibuktikan melalui jejak sejarah di Pulau Jawa, Kabupaten Demak juga memiliki potensi destinasi wisata bahari dan budaya, khususnya di Dusun Bedono dan Dusun Morosari. Meskipun demikian, ketersediaam akses dan infrastruktur pendukung di kedua wilayah ini masih terbatas, sehingga perlu dikembangkan secara berkesinambungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prosedur pengembangan Dusun Bedono dan Dusun Morosari Kabupaten Demak. Metode yang diterapkan dalam eksplorasi ini yaitu menggunakan deskriptif kualitatif dan analisis SWOT. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa peluang pengembangan Dusun Bedono dan Dusun Morosari sebagai destinasi pariwisata sangat tinggi, namun belum diupayakan secara ideal dan optimal. Beberapa faktor internal yang menghambat kemajuan pengembangan destinasi pariwisata adalah jaringan pengelola destinasi yang subjektif, kemampuan SDM yang kurang terampil di bidang pelayanan dan belum maksimalnya perhatian terhadap destinasi pariwisata di daerah tersebut. Sedangkan faktor pendukung atau faktor eksternal destinasi pariwisata adalah warisan sosial dan budaya yang masih dipertahankan, dan perluasan pemahaman masyarakat mengenai lingkungan. Usulan yang diberikan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Demak, khususnya Dinas Pariwisata Kabupaten Demak yaitu perlu adanya program unggulan dibidang pariwisata dan meningkatkan kemampuan SDM melalui gagasan pembentukan kelompok sadar wisata. Adanya analisis SWOT pengembangan Dusun Bedono dan Dusun Morosari dapat menjadi dasar pertimbangan arah kerjasama dengan stakeholder dibidang pariwisata dalam membuka jalan bagi pelaku usaha pariwisata untuk mengembangkan sentra umkm dan jasa pelayanan wisata.
Preferensi Periklanan Digital Dukungannya Pada Minat Berkunjung Turis
Indriana Indriana;
Dimas Yudistira Nugraha;
Rudy Aryanto;
Doni Purnama Alamsyah
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 4 No 2 (2022): Jurnal ALTASIA (Agustus)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37253/altasia.v4i2.6846
Dalam menarik perhatian turis untuk berkunjung ke destinasi wisata, banyak yang dilakukan oleh manajemen destinasi wisata, diantaranya melaksanakan pemasaran dengan iklan melalui digital platform. Periklanan digital diyakini memberikan dampak besar pada minat turis untuk berkunjung, mengingat perkembangan teknologi semakin meningkat dan pengguna teknologi semakin menyebar. Periklanan digital yang dilakukan oleh manajemen destinasi wisata dapat diakses dengan mudah melalu digital platform terlebih pengguna social media. Dimana social media melekat pada smartphone yang saat ini sudah digunakan dan menjadi bagian pending dari aktifitas pada turis sebelum memilih destinasi wisata. Menelaah dari pentingnya iklan sebagai media pemasaran digital, maka tujuan penelitian ini mengevalusai hubungan dari preferensi turis pada periklnana digital dalam mendukung minat berkunjung turis pada destinasi wisata. Metode penelitian yang digunakan adalah survey, dimana survey dilakukan pada pengguna smartphone yang familiar dengan periklanan digital. Pengguna yang dipilih adalah pengguna yang telah mengetahui adanya distinasi wisata yang akan dikunjungi. Dilakukan penyebaran kuesioner dengan kuantitatif, guna mengumpulkan data dari pengguna dan dianalisis lebih lanjut. Proses pengolahan data menggunakan SPSS untuk mengetahui hubungan antar variabel. Dalam analisisnya dilakukan moderasi dari jenis kelamin pengguna atau turis yaitu pria dan wanina. Hal ini diguanakan untuk mengetahui perilaku turis lebih mendalam. Hasil penelitian dikatahui bahwa preferensi periklanan digital dari turis memberikan dampak pada minat berkunjung turis. Hal ini diketahui dari hubungan positif diantara keduanya yang cukup erat dan dipertegas dengan hasil uji signifikansi melalui uji hipotesis. Temuan lain diketahui bahwa turis yang memiliki jenis kelamin pria lebih dominan beradaptasi dengan periklanan digital, diketahui dari perbandingan hubungan periklanan digital pada minat berkunjung tulis lebih tinggi dibandingkan dengan turis wanita. Temuan dari penelian ini memiliki manfaat untuk dikaji oleh manajemen destinasi wisata, dimana karakteristik dari pengguna digital platform mampu mempengaruhi minat dari turis.
Penerapan Prinsip Ekowisata di Situ Gede sebagai Daya Tarik Wisata Unggulan Kota Bogor
Aditya Sugih Setiawan;
Rima Pratiwi Batubara
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 4 No 2 (2022): Jurnal ALTASIA (Agustus)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37253/altasia.v4i2.6758
Situ Gede merupakan salah satu kawasan wisata alam yang ada di kota Bogor. Keunggulan dari Kawasan Situ Gede yaitu disekitarnya terdapat hutan penelitian, darmaga. Situ Gede diharapkan dapat menjadi ruang publik yang dapat menjadi destinasi wisata terbaik bagi Jawa Barat. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Penelitian dilakukan dengan observasi, wawancara dan penelusuran literatur. Adapun analisa data yang digunakan yaitu analisa data kualitatif berupa reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan atau verifikasi. Prinsip berbasis alam dapat diterapkan dengan mengemas wisata edukasi. Prinsip ekologis berkelanjutan didekati dari optimalisasi fisik, sumber daya manusia, biaya dan manfaat. Prinsip edukatif lingkungan diterapkan kepada pengelola, masyarakat dan pengunjung. Prinsip berbasis masyarakat lokal, dilakukan dengan keterbukaan terhadap lowongan pekerjaan, pembuatan kebijakan dan pelatihan seni budaya. Prinsip berbasis ekowisata didekati dengan menyediakan program dan fasilitas pariwisata.